WARNING ! Chapter ini mengandung konten dewasa, ada sedikit adegan "anunya" bagi Anda yang tidak suka atau masih dibawah umur. Silakan klik tombol "CLOSE"

.

.

What The Duck!

.

.

KIHYUN FANFICTION

Present

.

.

.

Bagian 4

Ini adalah weekend, sekolah libur dan Kyuhyun gabut di kamarnya. Ia baru bangun tidur. Biasanya tiap minggu pagi ia akan disambut dengan wajah penuh iler si Changmin yang terkapar di kasur atau lantai apartemen miliknya, kemudian ia akan melakukan KDRT kepada namja tiang itu, entah menendangnya atau membaui hidung Changmin dengan bekas celana dalam. Yang penting anak itu mau bangun dan lekas memberinya makan. Maksudnya membeli sarapan.

Tapi semalam Changmin tidak menginap, dan mengirim pesan pada Kyuhyun mengabarkan bahwa dirinya sedang ikut ayahnya ke Thailand. Kemungkinan hari senin pun masih disana. Kyuhyun iri sebenarnya, ia juga ingin punya ayah dan ibu yang kaya dan bisa mengajaknya keliling dunia, piknik ke luar negeri, ikut rapat bisnis antar negara seperti Changmin sekarang. Tapi, harapan ya tinggal harapan. Pada kenyataannya ia sudah tidak punya ibu, bahkan ayah nya pun ia tidak tahu masih hidup atau tidak.

Kyuhyun tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya ia memutuskan untuk mandi saja berhubung sudah jam 10. Sekalian mencuci beberapa potong baju-baju kotor seperti seragam, dan sedikit merapikan kamarnya karena tak butuh waktu lama kalau hanya untuk membereskan isi apartemen, mengingat tidak banyak barang yang ada disana. Jadi simpel.

Saat hendak memasuki kamar mandi, Kyuhyun melihat payung kuning yang kemarin ia bawa. Payung Kibum, tersandar di pojokan dekat rak sepatu. Kyuhyun memindahkan keranjang tempat cucian kotor ke tangan sebelah, sedang tangan lainnya ia gunakan untuk mengusap dagunya, memasang pose berfikir apa yang akan ia lakukan dengan payung itu?

Tring !

Setelah dapat ide, Kyuhyun menjentikkan jarinya. Ia akan mengembalikan payung itu kepada pemiliknya, Kibum. Entah kenapa ia merasa senang karena punya alasan untuk bertemu dengan Kibum sekarang, ah dan jangan lupakan rencana 'meniduri' iti ya? Karena Kyuhyun jadi teringat barusan dan sempat berfikir akan meniduri Kibum dirumahnya nanti. Kyuhyun cekikikan membayangkan ia sedang meniduri Kibum. Kemudian Kyuhyun masuk ke kamar mandi dan segera menyelesaikan kegiatannya.

.

.

.

What The Duck!

KIHYUN FANFICTION

.

~ g~

.

.

.

Lain dengan Kibum, pagi ini ia sudah dilanda badmood akut yang bikin ia merengut-merengut imut. Kibum duduk di meja makan, wajahnya datar seperti es batu. Meski tadi pagi sudah memakai pelembab, tapi tetap saja aura keras menahan marah itu tidak bisa disamarkan.

BRAK !

Ada Sana yang duduk di kursi lain berhadapan dengan Kibum, ia tersentak saat Kibum menggebrak meja dengan keras. Kini, Sana hanya mampu menunduk, ia tidak berani melawan Kibum yang sedang marah.

"Jadi sudah berapa namja yang tidur denganmu? JAWAB !"

Sana terkesiap, itu pertanyaan ketiga kalinya yang Kibum tanyakan sejak kedatangannya tadi. Kibum juga menanyakan kissmark di tubuh Sana. Dan lagi-lagi Sana tidak menjawab, hal itu membuat Kibum semakin yakin jika Sana bukanlah perempuan baik-baik.

"Maaf, Bummie. Tapi ak-"

"Jangan panggil namaku!" Desis Kibum, "Dan kalau tidak ada lagi yang penting. Kau boleh pergi sekarang." Tunjuk Kibum pada pintu keluar. Isyarat pengusiran kepada Sana.

"Kibum-ah. Maafkan aku." Sana mendekati Kibum dan berlutut di samping Kibum sambil menggenggam tangan Kibum. Sebenarnya Sana takut untuk mendekat, tapi ia akan mencoba untuk merayu Kibum karena cara ini biasanya ampuh untuk meluluhkan namja ini. "Aku menyayangimu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Kalau saja kau tahu."

Sana menangis, membuat Kibum menoleh ke arah wajah Sana. Gadis itu menangis tersedu-sedu, Kibum jadi merasa bersalah karena sudah membentaknya tadi. Ia jadi tak tega, dan pada akhirnya ia luluh, seperti dugaan Sana tadi. Memang benar Kibum luluh, ia tidak tahan dengan airmata. Baiklah, kali ini Kibum kalah, tapi ia penasaran apa yang tidak ia ketahui. Kibum mendongakkan wajah Sana dan menyuruh Sana untuk bercerita.

"Banyak namja yang menyukaiku di kampus. Mereka menggodaku dan jika aku tidak mau menuruti mereka, maka kau akan dihabisi." Tangis Sana pecah, ia menunduk di paha Kibum. "Aku tidak mau kau kenapa-napa. Maafkan aku."

Seperti drama, entah sungguhan atau hanya karangan Sana saja. Ok-ok, Kibum akan mencari kebenaran tapi bukan sekarang. Ia sudah tidak tahan lagi dengan airmata dan isakan Sana.

"Sana, kenapa tidak bilang dari dulu? Hey, lihat aku." Kibum menangkup kedua pipi Sana. Dapat Kibum lihat airmata Sana yang mengalir deras beserta isakan-isakan menyayat hati. Kibum melembut, ia menghapus airmata Sana dengan ibujarinya sayang. Kibum jadi merasa bersalah telah membuat gadis yang ia sayang menangis.

"Maafkan aku Kibum~" Sana menyandarkan kepalanya pada perut Kibum. Dan Kibum mengusap lembut rambut Sana agar Sana tenang.

"Aku yang minta maaf. Maaf aku tidak bisa menjagamu." Dikecupnya pucuk kepala Sana. Dan tak tahukah Kibum jika Sana tengah menyeringai penuh kemengangan dibawah pelukan Kibum?

"Jadi kau memaafkanku?" Tanya Sana sambil menengadahkan wajahnya untuk menatap Kibum

Kibum tersenyum dan mengangguk, "Tapi, kau harus bilang padaku siapa namja yang berani menggodamu? Kau ini pacarku. Tidak boleh ada yang menganggumu."

Sana tersipu, ia merasa Kibum sangat melindunginya sekarang dan tentunya tidak marah lagi. "Eummm.. Aku akan bilang, tapi..." Sana tiba-tiba merogoh celana Kibum dan langsung meremas Kibum junior membuat Kibum memekik tertahan.

"Sana sayang, apa yang kau lakukan?"

"Aku ingin makan lolipop, Bummie. Beri aku lolipop~" Rengek Sana dan gengaman tangannya pada Kibum junior makin erat, kemudian mengocoknya dengan gerakan cepat agar benda itu lekas mengeras dan Sana dapat menikmatinya.

Kibum hanya pasrah saat Sana dengan mahir mengerjai juniornya dengan menggunakan mulut. Untung saja ia dirumah sendiri sekarang, ibunya ada kerja lembur di pabriknya. Jika sampai ada ibunya mana berani mereka melakukan itu? Apalagi di meja makan. Oh iya, dan saat-saat ibunya berada di tempat kerja inilah yang Kibum dan Sana gunakan untuk melakukan kegiatan dewasa. Apa ini keterlaluan?

"Sana cukup..ahh..keluarkan dari mulutmu!" Pinta Kibum, ia sudah mau klimaks tapi Sana masih saja asik dengan kegiatan mengulum lolipop. Kibum hanya tidak mau cairan spermanya mengenai wajah Sana dan membuatnya kotor. "Sanaaaaahhhh...ahhh..."

Dan karena tidak punya tuas rem, jadi semprotan sperma itu keluar di dalam mulut Sana dan tertelan olehnya. Bahkan ada yang sampai keluar dan menodai tepi mulut Sana. Kibum lemas seketika namun ia masih bisa melihat Sana yang nyengir kepadanya sambil terus saja menjilati sisa-sisa sperma di junior Kibum.

"Ini enak, Bummie sayang. Aku suka." Kata Sana masih sambil menjilati sisa-sisa sperma pada junior Kibum.

"Astaga Sana kenapa kau lakukan itu? Jijik!"

"Aku hanya ingin membuktikan kalau aku ini hanya milikmu, aku mencintaimu bahkan aku rela menelan sperma mu!"

"Aish! Baiklah-baiklah tapi bisa kau berhenti memainkannya?"

"Tidak mau! Aku belum memasukkannya ke dalam sini." Sana berdiri dan mengangkang di hadapan Kibum, kemudian mengarahkan junior Kibum agar tepat sasaran, lalu..

JLEB !

"Ahh~" Desah Sana, itu terlalu seksi bagi Kibum.

Dan sejak kapan Sana melepas celana dalamnya hingga ia bisa langsung membuka rok serta selangkangan kemudian memasukkan junior Kibum ke dalam lubangnya.

"Sana, aku masih lemas."

"Jangan lembek, ini enak..unghh."

"Tapi aku tidak pakai kondom."

"Itu urusanku! Ayo bergeraklah, aku mau yang cepat."

.

.

.

What The Duck!

.

.

KIHYUN FANFICTION

~ g~

.

.

.

Kyuhyun berjalan disebuah area perumahan sambil mengenakan payung kuning milik Kibum. Tangan yang satunya memegang ponsel, Kyuhyun tidak tahu alamat rumah Kibum dan dia sampai rela membuka sistem informasi data siswa di laman online sekolah hanya untuk mencari alamat Kibum. Setelah ketemu, Kyuhyun memastikan kembali alamat Kibum benar daerah sini atau bukan.

"Rumah nomor 13." Kyuhyun bergumam seraya melihat nomor rumah di sekitar kanan kirinya,"10..11..12..ah itu dia." Kyuhyun menemukannya. Langsung saja ia menuju rumah lantai 2 bercat putih itu yang didepannya ada mobil terparkir disana.

Entah kenapa Kyuhyun berniat mengembalikan payung Kibum. Padahal masih ada hari esok, dan dia akan bertemu dengan Kibum di sekolah. Kyuhyun melakukannya mungkin karena ia gabut di apartemen sendirian, juga ia merasa hanya Kibum yang akhir-akhir ini akrab dengannya setelah Changmin. Jadi, tidak ada salahnya kan kalau ia datang berkunjung? Lagipula Kibum juga sudah pernah ke apartemennya, dua kali malah. Meski yang pertama gagal. Dan jangan lupakan paragraf awal tadi tentang rencana 'meniduri' Kibum. Mungkin Kyuhyun bisa saja akan mengeksekusinya sekarang.

Lalu, sampailah Kyuhyun di rumah Kibum. Memperhatikan mobil yang terparkir disana, Kyuhyun merasa pernah melihatnya. Kemudian berfikir jika di rumah Kibum pasti sedang ada tamu, pas sekali ia sedang lapar karena belum makan, semoga saja ada makanan enak yang disuguhkan, harapnya. Kyuhyun berdiri di depan pintu yang terbuka tapi kelihatannya sedang sepi. Kyuhyun sibuk mencari bel, biarpun anak panti tapi Kyuhyun pernah diajari etika bertamu yang baik dan benar.

Sementara itu...

"Lain kali jangan disini lagi, bagaimana kalau Mama tiba-tiba datang?" Peringat Kibum dan Sana hanya nyengir sambil bergelayut manja di pangkuan Kibum, membuat Kibum gemas dan tidak tahan untuk mencubit hidung Sana. "Baiklah, aku lapar. Buatkan aku makan."

Sana kaget, ia tidak pernah masak sebelumnya, "Masak?" Tanya Sana dan Kibum mengangguk. "Ba-baiklah. Kau punya apa di kulkas?"

Kibum berpose berfikir, "Eumm, telur mungkin." Dan Sana mengiyakan lalu bergegas pergi ke dapur. Entah apa yang akan dibuat Sana, masa bodoh.

"Hey! Kupanggil-panggil tak ada sahutan taunya kau disini."

Kibum terkejut dengan kemunculan Kyuhyun yang tiba-tiba. Untung saja kegiatan tidak senonoh yang belum lama ia lakukan dengan Sana sudah berakhir sebelum Kyuhyun datang. "Mau apa kau kemari? Langsung nyelonong saja, ketuk pintu kan bisa." Kibum tidak suka Kyuhyun disini. Seperti pertanda mimpi buruk. Baru tadi malam ia merasa bebas dan merdeka karena Kyuhyun tidak akan muncul dan menganggunya lagi. Tapi sekarang?

"Pintumu sudah terbuka. Yasudah aku masuk saja." Alasan. Sebenarnya Kyuhyun hanya jengah karena tidak menemukan bel di rumah Kibum, jadi dia asal masuk saja. Apalagi setelah ingat kalau mobil yang di depan itu mobil pacar Kibum, jadi Kyuhyun tanpa pikir panjang langsung bergegas masuk siapa tahu ada siaran langsung yang bisa ia tonton secara gratis, mengingat rumah Kibum tampak sepi, Kyuhyun langsung menyimpulkan kalau Kibum pasti sedang anuan dengan pacarnya, eh taunya Kibum lagi sendirian di meja makan. Entah kenapa Kyuhyun lega melihat Kibum sendirian, mungkin ia berfikir jika ia jadi 'meniduri' Kibum, Kibum masih ada tenaga untuk mendesah karena belum dipakai bersama Sana. "Oh iya, di depan itu mobil pacarmu, kan? Mana dia?" Kyuhyun celingukan mencari keberadaan Sana, sekedar basa-basi dan mencari jawaban atas dugaan-dugaannya.

"Heh! Heh! Jangan macam-macam. Cepat katakan apa tujuanmu kemari?"

"Oh, hampir lupa. Aku mau mengembalikan ini." Mengulurkan payung kepada Kibum. "Ketinggalan kemarin di lapangan, saat kau sedang.." Kyuhyun membuat isyarat dengan kedua tangan yang saling mematuk.

Kibum menerima payungnya, heran saja Kyuhyun sampai mau mengantarkan payung ke rumahnya siang-siang begini. "Eum. Baiklah, kau boleh pulang sekarang."

"Astaga! Kau tidak mau menawari aku minum begitu? Aku sudah baik hati mengantarkan payungmu agar kau tidak kepanasan besok pagi saat berangkat sekolah."

"Tidak perlu minum. Biaya air dirumahku mahal. Sudah sana pergi."

"Hey! Ya ampun, kau ini-"

"Sayaaaaang.. Makanannya sudah jadiii..." Sana berteriak nyaring sambil membawa satu piring berisi telur dadar. Dan satu wadah nasi.

Kibum dan Kyuhyun menoleh ke arah Sana. Kyuhyun tak sadar rautnya berubah seperti tidak suka ada Sana disini, berarti tadi Kibum benar sedang anuan. Sial! Kyuhyun kalah start. Tahu begini ia bangun lebih pagi tadi. Ok, Kyuhyun telah mengeklaim kalau Sana adalah saingannya. Baiklah! Jangan panggil dia Cho Kyuhyun kalau tidak bisa menyingkirkan Sana.

Seketika Kyuhyun langsung merubah rautnya menjadi secerah mungkin. "Wah, kebetulan sekali, aku sedang lapar." Kyuhyun tanpa minta izin permisi langsung duduk di meja makan dan menyiapkan piringnya.

"Sayang, ini siapa?" Tanya Sana bingung.

"Oh! Kenalkan, aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Teman satu kelas Kibum. Kau pacarnya kan? Siapa namamu?"

Sana tersenyum dan menjabat tangan Kyuhyun, "Sana." Jarang-jarang ia dikenalkan oleh temannya Kibum. Lagipula ia juga tidak pernah tahu siapa saja teman Kibum, Sana berfikir kalau Kibum itu tidak punya teman. Dan juga, Kyuhyun ini tampan, tidak kalah dengan Kibum. Jadi yaa boleh lah.

Kyuhyun yang dari pagi belum makan langsung saja mengambil nasi, dan memotong telur dadar yang dibuat Sana. Kemudian siap memakannya jika Kibum dan Sana tidak menatapnya aneh, mereka berdua berfikir jika Kyuhyun pasti tidak pernah memakan apapun.

Kyuhyun menutup kembali mulutnya yang tadi sudah siap melahap makanan karena menemukan dua pasang mata itu menatapnya aneh. Sadar karena agak tidak sopan, Kyuhyun berteriak. "Baiklah. Mari makaaaaann..."

Nyam..nyam.. Dan langsung menyantap telur dadar beserta nasinya.

Baru dua kunyahan, Kyuhyun meringis dengan rasa telur dadar buatan Sana. "Asin sekali." Kyuhyun sampai nyengir-nyengir akibat asin yang begitu sangat hingga mencapai level pahit ketika ia berusaha menelannya. Lalu Kyuhyun mengambil air dan menenggaknya untuk mendorong rasa asin itu agar hilang.

Lalu, Kyuhyun sadar ada dua pasang mata yang memperhatikannya. Kibum mendelik padanya seakan mengatakan -jangan hina masakan pacarku- "Ah, ini enak kok sayang. Aku akan memakannya." Sela Kibum, ia sempat melihat tadi raut Sana sudah berubah menjadi bete abis, jadi ia lontarkan saja kata-kata itu meski ia belum mencoba telur yang dibuat Sana.

"Jangan! Jangan dimakan, Kibum ini asin kau tidak suka makanan asin. Biar aku yang memakannya." Cegah Kyuhyun cepat sambil membawa piring yang berisi telur dadar ke dapur, "Lagipula kau suka telur goreng, bukan telur dadar. Akan ku ganti."

Sana terlihat kesal, ia meraih kasar tasnya kemudian beranjak dari rumah Kibum tanpa pamitan. Kibum dengan sigap segera mengejar dan mencekal lengan Sana, "Sayang, jangan pergi."

"Tidak! Temanmu sudah kelewatan, bahkan ia lebih tau makanan kesukaanmu daripada aku. Kau juga tidak pernah memberitahuku."

"Sana, dengarkan aku. Kyuhyun hanya bercanda."

"Lepaskan!"

Sana berhasil menghempaskan tangan Kibum, dengan cepat ia melangkah masuk ke dalam mobilnya dan hempas darisana. Meninggalkan Kibum yang sia-sia jika ingin mengejarnya. Akhirnya Kibum memutuskan untuk kembali ke dapur, ia akan membereskan makhluk pembuat onar itu.

"Haah~" Kyuhyun keluar dari dapur sambil menghela nafas, "Hey! Kibum, pacarmu sudah pergi? Baguslah. Kau tidak usah khawatir, aku sudah membuang telur beracun itu ke dalam kloset, dan mengguyurnya sampai bersih. Jadi, tidak akan meninggalkan jejak jika aku telah membuangnya." Kata Kyuhyun bangga, pasalnya ia tadi berkata akan memakannya. "Lagipula pacarmu itu bagaimana sih? Yeoja tidak bisa masak begitu kau pacari."

"KE-LU-AR!" Ucap Kibum tegas sambil menunjuk pintu keluar.

"Tapi kenapa? Aku barusaja menyelamatkanmu dari rencana pembunuhan telur beracun."

"Aku bilang keluar!" Ulang Kibum sambil mendorong Kyuhyun agar keluar dari rumahnya. Eh, jangan salah. Kyuhyun tak semudah itu menyerah, ia masih mencoba mempertahankan diri dengan berpegangan pada gawang pintu.

"Kibum! Jangan usir aku!"

"Karena kau, Sana jadi marah padaku!" Kibum makin gencar menarik tubuh Kyuhyun agar pergi dari rumahnya.

"Ck! Cemen sekali! Harusnya dia bisa menerima kritikanku. Atau, dia marah karena alasan lain. Dia bosan padamu !"

Kibum menghentikan aksi brutalnya mendengar kata 'bosan' ia jadi ingat bekas kissmark yang dipunyai Sana. Namun, ia butuh penjelasan dari Kyuhyun kenapa ia lancang mengatakan hal itu. "Maksudmu?"

"Huft." Kyuhyun merapikan kerah kaosnya yang miring kesana miring kesini akibat ulah Kibum. "Dia hanya alibi saja agar bisa segera pergi darimu. Jadi, masalah kecil ia besar-besarkan. Kau harusnya tahu, jika pacarmu bersikap beda dari biasanya. Itu tandanya ada yang ia tutupi. Selalu mengalihkan fokusmu agar kau tidak terlalu fokus dengan sebuah masalah yang mungkin ia perbuat. Dan selalu menghindar saat kau ingin membuat klarifikasi."

Kibum mendengarkan dengan baik kata-kata Kyuhyun. Anak ini seperti cenayang, kenapa yang ia katakan seakan seperti sisi lain dari hubungannya dengan Sana. Yeoja itu terbukti bersalah karena berselingkuh, ketika Kibum meminta penjelasan, Sana merayu Kibum sehingga Kibum tidak lagi fokus dengan amarahnya dan malah luluh. Ah! Kibum juga sampai lupa menagih jawaban dari Sana tentang Siapa namja yang katanya teman kampus lalu suka menggodanya bahkan sampai menidurinya.

Kemudian, hanya masalah telur dadar yang asin. Sebagai mahasiswa, harusnya Sana sudah terbiasa dengan kritik dan komentar yang pedas sekalipun. Dan harus bisa menanggapinya, tapi tadi Sana malah marah-marah seakan itu hinaan baginya dan membawa-bawa Kyuhyun untuk melimpahkan kesalahan kepada Kibum yang Sana nilai ia lebih mau berbagi dengan Kyuhyun daripada dirinya. Padahal, Sana sendiri yang tidak pernah menanyakan hal-hal kecil semacam itu. Jika saja Sana berterus terang kalau ia tidak bisa masak, Kibum akan terima. Kibum suka orang jujur.

"Hey! Sadarlah." Kyuhyun menepuk bahu Kibum yang melamun. "Kau bisa berbagi denganku."

.

.

.

What The Duck!

.

.

.

Sore hari...

Kyuhyun mencuci tangannya di wastafel, dia dan Kibum habis makan lagi sore ini, setelah kejadian tadi siang Kyuhyun memasak telur goreng baru untuk dimakan keduanya. Meski Kibum tak begitu berselera. Tapi Kyuhyun sore ini memasak lagi, ya walau hanya mie tapi rasanya boleh juga, Kibum tidak protes sama sekali. Bahkan ia tadi sempat minta tambah.

Dan yang membuat heran ialah, Kibum mau mengutarakan isi hatinya perihal Sana yang berselingkuh. Padahal ia dan Kyuhyun sama sekali tidak akrab sebelumnya. Tapi Kibum merasa nyaman saja curhat ke Kyuhyun, bahkan Kyuhyun juga sempat memberi saran yang lumayan masuk akal. Seperti, Kibum harus sering-sering melacak keberadaan Sana. Teknologi sudah canggih, jadi itu bukan hal yang sulit bagi Kibum untuk dilakukan sebenarnya.

"Ya sudah, kau coba dulu saranku." Kata Kyuhyun setelah mengelap tangannya yang basah.

"Hmm ya." Jawab Kibum lemah. Ia masih galau dengan kondisi hubungannya dengan Sana.

"Sekarang pinjami aku baju, ini kotor kena saus tadi."

"Hm. Tapi cuci sendiri bajumu.

.

SKIP

.

Kyuhyun berdiri di depan rumah Kibum. Ia agak ragu, sedikit menyesal tadi minta pinjam bajunya Kibum kalau tahu baju yang mau dipinjamkan seperti itu. Kaos berwarna baby blue dengan gambar bebek besar di depan. "Apa ada baju lain?"

"Tidak ada. Itu hadiah dari salah satu produk yang ku beli. Kau lihat? Itu baju couple." Jawab Kibum sambil mempersembahkan baju yang dikenakannya, persis bergambar bebek juga hanya warnanya putih. "Kau boleh memilikinya. Aku ada banyak."

Kyuhyun hanya memasang wajah melas. Setelahnya ia langsung menuju tempat pencucian di sudut halaman, bukan mesin cuci melainkan cuci manual.

"Serius kau bisa mencuci?" Tanya Kibum yang ikut membuntuti Kyuhyun.

"Memang iya. Kenapa?"

"Kagum saja. Aku tidak pernah mencuci."

"Tidak pernah mencuci? Lalu siapa yang mencuci seragammu?"

"Ibuku."

Kyuhyun menghela nafas, ternyata Kibum ini benar anak yang manja. Setelahnya Kyuhyun akan mengajarkan pada Kibum cara mencuci baju sendiri agar ia bisa mandiri dan tidak lagi merepotkan ibunya. "Kau harus melakukannya sendiri. Ibumu sudah lelah bekerja seharian, lalu memasak. Apa kau tidak kasihan? Sini kuajari."

Tangan Kibum dicelupkan ke dalam air berisi sabun yang ada banyak busanya oleh Kyuhyun. "Apa ini tidak apa-apa?" Kibum takut detergen dapat merusak kulitnya.

"Pegang ini." Dengan acuh, Kyuhyun memberikan pakaian kotornya pada Kibum. "Kucek seperti ini." Dan memberikan sedikit tutorial cara mengucek baju.

Kibum segera melaksanakannya, akan tetapi karena tidak terbiasa ia kelihatan sangat kaku dan malah menyebabkan busanya muncrat kemana-mana. Kibum tengah dalam mode serius sekarang. Sampai-sampai tak memperhatikan Kyuhyun yang menoel-noel lengannya minta diperhatikan. "Aku sedang melaku- Astaga!"

Kyuhyun memasang wajah datar saat Kibum menoleh dan terkejut mendapati wajah Kyuhyun yang penuh dengan busa. Kyuhyun meredam kekesalannya dengan menghela nafas "Lakukan perlahan." Kyuhyun mendekat dan berdiri di belakang Kibum. Kemudian tangannya maju ke depan, mengajari Kibum cara mengucek dengan benar.

Kibum mematung. Posisi keduanya kini persis seperti sedang berpelukan dari belakang. Ia menoleh ke samping dan mendapati wajah Kyuhyun disana, saat Kibum menoleh, Kyuhyun juga melihat ke arah Kibum. Kini pandangan keduanya bertemu dan tangan yang tadi mengucek, kini terhenti.

Perlahan Kyuhyun memajukan wajahnya, entah ia berfikir apa. Sepertinya ia hilang kontrol lagi. Hingga...

DUAGH !

"Argh ! Mataku !" Teriak Kyuhyun yang terkejut sambil menutupi salah satu matanya setelah mendapat pukulan tiba-tiba dari Kibum. "Bajingan apa kau ini? Kenapa suka sekali memukulku? Bangsat!" Umpatnya.

"Kau yang bajingan! Kenapa suka sekali menciumku?" Tanya Kibum. "Oh! Atau kau yang gay selama ini? Kau suka mencium namja kan?"

Kyuhyun terperangah, bagaimana bisa Kibum membalikkan bully yang ia tuduhkan dulu kepada Kibum, "Apa maksudmu?"

"Tanyalah pada hatimu! Kau gay!" Tegas Kibum. "Ah, dan ya satu lagi. Jangan suka padaku, aku bukan gay! Kalaupun aku ini gay, aku bukan yang berperan sebagai uke! Aku seme. Kau mengerti?!"

Kyuhyun terdiam, ia mencerna ucapan Kibum. Saat hendak meminta penjelasan bagaimana Kibum bisa mengerti peran-peran dalam hubungan gay, Kibum sudah masuk duluan ke dalam rumah. Sehingga Kyuhyun hanya bisa menggantungkan pertanyaannya. Dan juga melihat kondisi Kibum yang seperti itu juga tidak memungkinkan untuk diajak bicara. Demi keselamatan jiwa raga, Kyuhyun memilih untuk pulang saja.

TBC