CAST: WONKYU, SHIM CHANGMIN, DLL
OC: PARK HEERA
GENRE: ROMANCE, ANGST
Hart To Together
"Choi Siwon, Cho Kyuhyun, dan Shim Changmin. Silahkan bentuk kelompok dan pilih materi yang ingin kalian jelaskan."
Jelas Seonsaengnim. Sementara Kyuhyun dan Siwon terdiam setelah mendengar nama mereka berada dalam kelompok yang sama.
"Seonsaengnim, kenapa saya harus bersama kyuhyun dan... dia?"
Protes Siwon sambil mengarahkan jarinya kearah namja yang ia ketahui bernama Shim Changmin.
"kenapa siwon-ssi? Apa ada yang salah? Kenapa kau suka memilih teman huh? Lalu jika kau menolaknya, buatlah kelompok sendiri. Tetapi saya tak bisa janji jika nilaimu diatas rata-rata."
Jawab Lee Seonsaengnim dengan entengnya. Jelas siwon menolak bersekelompok dengan sesorang yang ia anggap menjijikan itu. Apalagi ditambah dengan satu namja jangkung yang sama sekali tak ia kenal.
"baiklah anak-anak, saya beri waktu satu minggu. Jika kalian tidak bisa menyelasikannya silahkan datang kemeja saya minggu depan. Terimakasih."
Dan berakhir pelajaran ipa dihari itu. Baik Kyuhyun maupun Siwon masih tidak percaya. Akhirnya Siwon bangkit dari kursinya dan berniat menghampiri Heera yang sedang sibuk berdiskusi.
"Heera-ah, jika aku boleh tahu kau bersama siapa untuk mengerjakan tugas ini?"
Merasa ada seseorang yang mengajaknya berbicara, Heera pun menolehkan kepalanya untuk melihat Siwon.
"oh Siwon-ssi, aku bersama Kim Kibum dan Kim Taeyeon. Waeyo?"
"ah jangan terlalu formal, panggil aku Siwon ne?"
"baiklah."
"hm, apa aku boleh bergabung dikelompokmu?"
katanya tak yakin. ia takut jika yeoja yang disukainya merasa aneh dengan permintaanya.
"mian, bukankah kau sudah bersama Kyuhyun dan Changmin?'
"ne, aku tahu tetapi..."
"tetapi apa?"
tanya Heera bingung. mata nya tak sengaja menangkap Kyuhyun dengan wajah sedih.
"a-aah...ani. oke, baiklah. aku baru ingat jika aku mempunyai urusan. aku pergi dulu."
...
Siswa dan Siswi Sma Everlasting Friends terlihat sudah membereskan buku dan peralatan tulis milik mereka. artinya bel pulang sekolah telah berbunyi. begitupun Kyuhyun yang sudah bersiap-siap pergi. hari ini adalah jadwalnya untuk bekerja di Cafe Yesung hyung. ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju pintu kelas sebelum sesorang memanggil namanya.
"Kyuhyun-ssi..."
itu Changmin, teman sekelompoknya. ia hampir lupa jika ia ingin mediskusikan masalah tugas yang diberikan Lee Seonsaengnim tadi.
"ah ye? kau Changmin benar?"
tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan dan senyuman dari namja jangkung didepannya.
"Dia manis..."
pikir Kyuhyun tanpa ia sadari.
"aissh ada apa denganku?"
ia segera tersadar dari pikiran anehnya tadi.
"oh ya, ada apa? apa kau mau mendiskusikan tugas tadi?"
"ne. apa kau bisa? sepertinya kau sedang terburu-buru?"
"mungkin aku bisa, tetapi mau kah kau membicarakan ini detempat kerja ku?"
jawab Kyuhyun akhirnya. ia tak mungkin menolak Changmin untuk urusan ini.
"kau bekerja?"
"ne. aku bekerja di Cafe dekat sini. apa kau mau?"
"baiklah. aku juga sedang tidak ada urusan hari ini. kajja!"
Setelah Kyuhyun memilihkan kursi untuk Changmin di Cafe tempatnya bekerja, ia segera pamit sebentar untuk menemui Yesung Hyung.
"yesungie hyung, bolehkah aku meminta waktu satu jam untuk mendiskusikan tugas dengan temanku?"
rengeknya seperti anak kecil. dan Yesung takkan mampu untuk menolak Dongsaeng kesayangannya ini.
"baiklah, baiklah. siapa berani menolakmu jika kau berbicara seperti itu Kyu?"
Kyuhyun langsung memeluk Yesung sebagai ucapan terimakasih. sementara Yesung hanya bisa tertawa dan membelai rambut coklatnya.
"ne,ne. kau tidak usah seperti bocah begini Kyu. omong-omong siapa dia? pacar barumu?"
Kyuhyun mengikuti arah mata Hyungnya itu.
"anio. dia temanku Hyung. kan aku sudah bilang tadi."
"jinjja?"
ledek Yesung yang membuat Kyuhyun mempoutkan bibirnya.
"Hyung...jangan meledekku."
"haha mian. yasudah cepat kau temui dia. kau meninggalkannya terlalu lama. dan bawakan Cappucino untuknya. bilang saja itu hadiah dariku."
Kyuhyun bergegas menuju dapur dan membuatkan minuman yang Hyungnya katakan tadi. setelah itu ia kembali meunuju tempat dimana Changmin duduk.
"mianhae, lama menunggu. ini untukmu."
ia memberikan Cappucino itu ke Changmin.
"ini? tapi aku tak memesannya Kyuhyun-ssi."
"panggil aku Kyuhyun ne? gwaenchana, ini hadiah dari atasan ku untukmu. ambilah."
Changmin akhirnya mengambil minuman itu dan berterima kasih kepada Kyuhyun serta Yesung.
"aku tidak menyangka bisa satu kelompok dengan mu, Kyu. errrr, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?"
"Gwaenchana. menjadi teman dekat mulai sekarang?"
Kyuhyun sebenarnya agak ragu-ragu, tetapi keraguannya hilang saat Changmin mengangguk setuju atas permintaannya tadi.
"jadi apa yang akan kita pilih? jujur aku bingung dengan pelajaran fisika itu."
kata Changmin sambil mempoutkan bibir merahnya. Kyuhyun menangkap dengan jelas kejadian itu, dengan tidak sadarnya ia menelan ludahnya. bagaimana tidak, sungguh Changmin terlihat lebih imut dari keponakannya yang ia anggap sebagai makhluk terimut yang pernah ia temui. berlebihan bukan? tapi itulah nyatanya.
"t-tenang saja, Min. aku sudah memikirkannya. jadi kita tinggal merangkum nya saja."
"baiklah. dan bagaimana dengan Siwon-ssi itu? sepertinya dia tidak ingin berada dikelompok ini. aku bingung untuk membicarakan ini kepadanya, Kyu."
Kyuhyun menghembuskan nafasnya. ia hampir lupa soal Siwon. bagaimana bisa ia memberitahu tentang ini kepadanya? dan ia rasa Siwon tak akan peduli. aissh apa yang harus ia lakukan?
"entahlah, Min. aku juga bingung. aku rasa dia tidak akan peduli dengan tugas ini."
"aku akan mencoba untuk memberitahu nya."
mereka diam sejenak.
"oh iya, Kyu apakah kau tidak bekerja? aku rasa kita sudah terlalu lama disini. aku tidak mau mengganggumu."
"ne, aku akan segera bekerja. ani, kau tidak menggangguku. kita disini kan bukan untuk bermain."
"hehe kalau begitu aku pamit pulang dulu. bolehkah aku meminta nomormu?"
Kyuhyun tampak berfikir dan akhirnya ia memberikannya kepada Changmin. lagipula mereka berteman kan? jadi apa salahnya berbagi nomor handphone.
"terimakasih untuk cappucino nya. aku pamit dulu. sampai bertemu besok Kyu."
Changmin berjalan keluar Cafe bercat putih hitam itu dan melambaikan tangannya kepada Kyuhyun. dan Kyuhyun pun balik melambaikan tangannya.
"aku harap kita bisa berteman."
pintanya dalam hati.
Changmin menghampiri Siwon yang baru saja memasuki kelas pagi itu. Changmin tahu kalau Siwon menghindarinya.
"hmm S-Siwon-ssi, bisakah kita berbicara sebentar?"
Sementara Siwon hanya melirik Changmin sekilas. benar-benar tidak peduli jika ada seseorang yang sedang berbicara dengannya.
"siwon-ssi apakah kau mendengarkanku?"
tanya Changmin yang merasa diacuhkan.
"hei, apa kau benar-benar tidak punya sopan santuh huh? aku sedang berbicara denganmu Choi Siwon."
bentak Changmin kepada Siwon dan sukses membuat Siwon kesal karena ia paling tidak suka dibentak.
"siapa kau? berani-beraninya membentakku? ada masalah apa?"
"aku Shim Changmin. teman kelompokmu. dan aku ingin berbicara tentang kelompok kita. bolehkah?"
Changmin berusaha sabar walaupun sulit. tetapi satu-satunya jalan untuk menghadapi orang seperti Siwon ini memang dibutuhkan kesabaran khusus.
"aku tidak berminat utuk masuk dikelompokmu Changmin-ssi."
"apa kau bilang? tapi Seonsaengnim telah memilihmu Siwon-ssi."
jawab Changmin kesal. jika tidak ingat kalau mereka sedang disekolah, ia mungkin akan langsung memukul pipi namja yang berdiri didepan nya ini.
"tetapi aku tidak mau.."
"kau harus mau. jika tidak, kau akan berkelompok dengan siapa hm? apa kau tidak ingin mendapatkan nilai? kau merasa sudah pintar?"
Sekarang Siwon sungguh marah dang tidak bisa menahannya lagi. tangannya mencoba melayangkan pukulan tepat didepan wajah Changmin. tetapi..
"BERHENTI."
Hai hai^^ sorry kalo telat ngupdate lagi hehe. keep review ya. review kalian itu berarti banget buat aku. thank you:)
