Tittle : Love from...
Pairing : HanHun
Happy Reading ^^
Do Kyungsoo. Guru baru, bertubuh mungil, berwajah baby face yang sangat manis. Hari pertama bekerja sudah langsung populer di kalangan murid dan para guru yang lainnya.
Selain wajah yang menggemaskan dan otak yang cerdas di usia mudanya, Kyungsoo juga langsung terkenal dengan ketegasannya. Biarpun itu hari pertama, kedisiplinan adalah nomor satu. Ketika ada murid yang datang terlambat di jam pelajarannya, dia langsung memberinya sangsi. Bukan hal yang berat memang, hanya menuliskan 'saya menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi' sebanyak 1000 kali. Beberapa siswa yang takluk padanya bahkan rela menuliskannya sebanyak 3 kali lipat dari perintahnya. Sungguh mengagumkan.
Dan itu membuat Sehun setengah gondok.
Chanyeol dan Baekhyun jadi sering datang terlambat. Jam pelajaran Kyungsoo di kelasnya kebetulan pada jam pertama di setiap hari selasa dan kamis. Kedua pemuda itu sengaja melakukannya, agar Kyungsoo harus menghukum mereka dan keduanya akan sering-sering bertemu Kyungsoo.
Alhasil... Sehun jauh dari kekepoan kedua orang itu mengenai Luhan. Tapi sedikit sepi karena 'pasar malam' sedang libur untuk beberapa saat. Seperti sekarang dia duduk sendirian di salah satu meja di kantin.
Ya. Mau bagaimana lagi? Jika mereka bosan, nanti juga pasti berhenti sendiri. Benar kan? Laki-laki memang selalu seperti itu. Seperti yang pernah di tontonnya di tivi. Apalagi orang itu bernama Luhan. Pria menyebalkan yang merubah kehidupan normalnya menjadi kehidupan 'hari-hari penuh ciuman bukan hari kalau tidak ada ciuman'. Awalnya Sehun masih sering kesal. Tapi akhir-akhir ini... ketika Luhan dalam mode imutnya, Sehun sering berusaha menghindar ketika pria itu hendak menciumnya lagi.
"Uwah... sebenarnya hidup bersamanya tidak sepenuhnya bu– apa? Apa yang kupikirkan?" Sehun meremas gelas bubble teanya.
Ya, kalau dilanjutkan. Hidup Sehun memang sudah tidak seburuk sebelumnya. Sepertinya hidup bersama Luhan lebih baik dari pada hidup bersama kedua orang tuanya. Dulu dia terkadang harus berpuasa, atau hanya minum air putih saja. Dan bahkan mengkhayalkan sepiring nasi sebagai sepiring bubble tea. Ah, tidak ada yang seperti itu.
Yang terpenting, hidupnya sekarang sudah lebih baik daripada hidupnya yang dulu. Sekarang dia makan dengan baik, sekolah dengan baik, tidak ada yang membullynya –efek dari Sehun yang pernah marah, menjadi efek berkepanjangan-. Berat badannya juga sekarang sudah naik setengah kilo. Depresinya di cium Luhan berkali-kali membuatnya tidak bisa menaikkan berat badan lebih dari itu. Tidak berguna.
"Belum menikah saja sudah seperti ini, bagaimana jika kita menikah nanti?" Sehun menyentuh bibirnya yang sering menjadi sasaran pendaratan bibir Luhan. Terkadang dia terbuai sendiri dengan ciuman Luhan yang lembut.
BLUSSSHHH
"Huwwaaaah... apa yang kau pikirkan Oh Sehun? Jangan bilang kau mau-maunya menikah dengan pria mesum itu? Tidak, tidak..." Sehun kali ini memegangi kedua pipinya yang memerah karena pikirannya sendiri "Jangan bilang kalau selama ini aku secara tidak sadar memikirkan bagaimana jika suatu hari nanti aku menikah dengan Lu– XILUMANNNN ITUUUU?"
"Oh Sehun, kau baik-baik saja?"
Sehun menoleh, mendapati Kyungsoo yang menampakkan wajah khawatir padanya. Di tangannya ada segelas bubble tea. Oh, ternyata mereka menyukai minuman yang sama.
"Sonsaengnim..."
"Oh Sehun, kau tidak akan menikah di usia mudakan? Biar kuberitahu ya Sehun... tidak seharusnya kau menikah di usiamu yang masih belia ini. Kau masih bisa melanjutkan hidupmu dengan bekerja dan bermanfaat bagi orang tuamu. Bersenang-senanglah selagi kau masih sendiri seperti sekarang" kata Kyungsoo berkobar. Entah karena apa.
Sehun sendiri sweetdrop. Bagaimana bisa gurunya bertingkah seperti itu padanya. Dan apa itu 'kau masih sendiri seperti sekarang'? Jadi itu penghinaan atau dorongan semangat sebenarnya?
"Sonsaengnim, saya tidak pernah memikirkan untuk menikah di usia muda"
"Lalu tadi kau berbicara akan menikah dengan siluman. Apa maksud perkataanmu itu Oh Sehun?"
"Itu... hanya... khayalan. Hehe... dan lagi sonsaengnim, memangnya ada siluman di dunia ini? Aku tidak percaya dengan hal itu, aku hanya percaya pada sesuatu yang nyata dan siluman itu tidak nyata"
Kyungsoo meletakkan telunjuknya di dagunya, memakai pose berpikir yang menggemaskan. Jadi Sehun mulai berpikir, apakah dia sekarang sedang menjadi kakak dari gurunya? Tinggi mereka jauh sekali. Jika dilihat-lihat, Kyungsoo itu memiliki tinggi badan sekitar 160cm, wajah menggemaskan dan memiliki dada yang tidak rata seperti Sehun. Ugh, Sehun kalah telak.
"Tapi..."
"Hm?"
"Apa kau percaya? Aku bahkan pernah memiliki seorang kekasih yang memiliki darah setengah siluman. Ya... meskipun sekarang kami sudah putus dan aku juga tidak rela kami putus. Tapi sepertinya ini sudah menjadi yang terbaik bagi kami" Kyungsoo tersenyum. Entah itu sedih atau pasrah, yang jelas sepertinya itu bukan hal yang baik. Sehun yang tidak tau harus berbuat apa-apa –karena berpacaran dengan siluman tidak terpikirkan sama sekali olehnya- akhirnya hanya bisa menyemangati gurunya itu dengan menggenggam tangannya. Oh, bahkan tangannya lebih kecil darinya. Masih sempat-sempatnya.
"Tenang saja. Sepertinya dia sudah menemukan gadis lain yang bisa mencintainya dengan tulus, jika dia berubah sewaktu-waktu, sepertinya aku akan tenang meninggalkannya."
"Memangnya sonsaengnim mau kemana?" tanya Sehun gak nyambung.
"Maksudku, kita kan sudah putus Oh Sehun..."
"Kenapa harus putus?"
"Karena– Oh Sehun kau ingin mengorek privasi gurumu hehhh?" Sehun menyengir ketika gurunya itu menyadari kekepoannya. Dasar Oh Sehun. Sepertinya sudah mulai tertular virus kepo Baekhyun dan Chanyeol.
Eh?
Ngomong-ngomong Baekhyun dan Chanyeol... Sehun belum melihat mereka sejak bel istirahat. Tadi mereka berlarian meninggalkan kelas tanpa mengajak-ngajak Sehun.
Tapi rupanya, tak jauh dari tempat Sehun...
... ada aura hitam yang keluar dari tubuh dua orang siswa...
...suara geraman...
... suara retakan meja...
... hawa-hawa kecemburuan.
"Sonsaengnim, ada dua orang idiot yang cemburu karena anda berbicara dengan saya"
"Ya, maksudmu Byun Baekhyun dan Park Chanyeol kan? aku tidak tertarik dengan pemuda yang lebih muda dariku, aku lebih memilih Wu Yi Fan yang seorang model sebagai pengganti kekasihku sebelumnya, atau Kim Joon Myeon yang seorang pengusaha muda?"
Sehun terkekeh. Gurunya ini rupanya enak di ajak bicara. Lagi, dia memiliki sisi kekanakan –menurut Sehun- yang tidak akan ditunjukkan pada murid lain selain dirinya. Ah, betapa beruntungnya bisa dekat dengan seorang guru. Mungkin suatu hari Sehun bisa meminta bantuan Kyungsoo untuk menaikkan nilainya yang buruk. Siapa tahu kan?
.
.
.
Luhan menjemputnya.
Sehun langsung memasuki mobilnya tanpa banyak bicara. Hari ini terasa menyenangkan karena gurunya seperti menjadi teman barunya. Dan lagi, Luhan sepertinya tidak dalam kondisi akan menciumnya. Wajahnya terlihat lelah, tapi matanya terus menatap serius ke arah jalan. Sepertinya tidak sabar untuk segera sampai di rumah.
"Kau ingin makan malam apa nanti? Mumpung aku sedang berbaik hati.. mungkin–"
"Aku ingin memakanmu"
"Heh?" Sehun membeku.
"Aku serius... malam ini aku ingin memakanmu Oh Sehun"
"HHEEEEHH— KELUARKAN AKU DARI MOBIL INI...!" teriak Sehun.
Tidak banyak bicara, Luhan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Serius. Apa dia akan benar-benar membiarkan Sehun keluar dari mobilnya? Tapi–
CHU~
"Mianhae.. Sehun-ah, aku sedang terlalu lelah"
Wajah menggemaskan Luhan datang lagi. Dan lagi sekarang dia memasang wajah memelasnya pada Sehun. Seperti memohon agar Sehun tidak membuatnya lebih lelah lagi. Kalau dipikirkan, sepertinya dari sepertinya, Luhan bukan lelah karena fisiknya tapi karena pikirannya. Tertekan mungkin.
CHU~
"Yang tadi... untuk saat ini aku tidak serius" Luhan memberi tekanan pada kata 'untuk saat ini'. Melihat Sehun yang memerah dan siap berteriak lagi tapi tidak berani menjadi suatu hiburan tersendiri untuknya. Sehun jadi terlihat lebih menggemaskan. Gadis yang menggemaskan. Kenapa Luhan tidak bertemu dengan Sehun saja sejak dulu? Atau kenapa sekarang Sehun masih SMA? Kalau saja dia seusia dengannya, mungkin Luhan akan langsung menikahinya tanpa memikirkan gadis itu masih sekolah atau tidak.
"Malam ini kita makan di luar saja, aku tidak dalam mood yang baik untuk makan di rumah. Aku butuh udara segar, Sehun-ah"
Sehun terdiam. Luhan kembali menjalankan mobilnya.
"Kita akan makan di restoran pasta. Kau berdandanlah yang cantik.."
"Mungkin aku tidak boleh menilai makanan buatanmu dari penampilannya saja..meskipun tidak seenak buatan Kyungsoo. Tapi terima kasih sudah membuatkan pasta untukku"
Pasta?
Kyungsoo?
"Tenang saja. Sepertinya dia sudah menemukan gadis lain yang bisa mencintainya dengan tulus, jika dia berubah sewaktu-waktu, sepertinya aku akan tenang meninggalkannya."
Kenapa dia baru sadar? Kyungsoo adalah nama guru barunya dua minggu ini dan juga nama misterius yang pernah di sebut oleh Luhan. Di tambah lagi Kyungsoo juga tadi berkata bahwa dia pernah memiliki seorang kekasih seorang yang memiliki darah setengah siluman.
Apakah itu Luhan?
Dilihat dari keanehannya.. mungkin iya. Mungkin saja Luhan memang setengah siluman itu.
DEG
"Lalu... memangnya kenapa? Kenapa aku tiba-tiba berpikir tentang hal itu?" gumam Sehun yang masih bisa di dengar oleh Luhan. Pria itu meliriknya dengan kerutan di keningnya tanda bingung.
"Ada apa?" tanya Luhan.
Sehun memeluk tasnya dengan erat , "Tidak apa-apa"
TBC
Uwah... sumimasen, josonghamnida... mianhae... /ngedance sorry-sorry...
Semester 5 dan sekarang semester 6. Otakku sering blenk gara-gara presentasi yang semakin banyak. Belum nulis ini, belum nulis itu... kadang sampai lupa sekarang tanggal berapa. Sabtu jadi minggu. Minggu jadi senin. Jadi banyak cerita yang menggantung di jemuran.
Tapi.. fyuuuh.. semester 6 ini dapet kelompok awal-awal.. jadi sekarang bisa agak nyantai dan bisa nerusin cerita lagi horeeee/plakkk :p
Terima kasih buat reviewnya. Beberapa bulan yang lalu ffn gak bisa di buka lewat lepi, tapi sekarang.. udah bisa lagi, horeee lagi... /buagggh xP
Jika berkenan monggo... review lagi. Saya sangat senang membaca review-review dari temen-temen yang seperti nunggu ff ini. Ya ampun... gak nyangka banget. Padahal nih ff kan aneh B) Tapi, tapi.. biarpun aneh tapi senengkan baca reviewnya... /menggoda diri sendiri –naik turunin alis di depan kaca-
Gak usah bacot yang aneh-aneh lagi... mari kita lanjuttt
MIND TO REVIEW?
