Wew, akhirnya chapter 3 juga, sory chapter ini juga lumayan lama T_T (udah diberikan tatapan membunuh). Kemaren Sinsin ngelanjutin One Blue Sakura dulu jadinya yang ini terlupakan T_T. Tapi yang penting sekarang dah di UPDATED kan? (Dilempar bola bowling nomor 14). *sigh*

Ga banyak bacot lagi sekarang waktunya ngebahas Review.

Ana-chan :

Thanks yagh dah maw nge-Review, maap kelamaanT_T.

Deeandra Hihara :

Wew, maap , maap aku jarang-jarang ngetik sih, tapi ga tau kenapa jadi mau ikutan penpik ini, mungkin kerasukan roh rajin kaliya? Ih serem T_T.

chaaback2emo:

Wew, mungkin pertamanya fic ini memang banyak humor, tapi liat aja ke depannya nanti. Kebiasaan sih kalo ngetik fic tampa humor rasanya jadi janggal^^

PRavenclaw:

Sekarang juga kelamaan nih T_T, gomen 10 x, tapi yang penting udah bisa dibaca langsung kan? ^^

cha-chan.d-psycoholic :

Iya, iya nanti Sinsin coba perbaikin kesalahannya Sinsin^^

NakamaLuna :

Wew, thanks ya^^

harurunGAARA :

Sory yagh, semoga di chapter2 ke depan miss typo nya bisa berkurang^^

Hatoba :

Wew, thanks yagh dah jadiin aku author faf kamu, thanks juga dah mau nge-review^^

Yagh, itulah balasan2 review nya^^. Kayaknya banyaknya review buat chapter 2 menurun ya?, Diharapkan di chapter ini reviewnya meningkat ya^^.

Mungkin di chapter ini kalian bakal mikir kalo alurnya kecepetan, tapi ya ginilah, abis Sinsin sendiri dah mulai bosen main2 sama cerita ini, pengen cepet2 kepermasalahannya.



Summary: Naruto dan Sasuke adalah sepasang sahabat baik. Di sekolah banyak Fans Girl Sasuke yang iri sama Naruto. Namun muncul anak baru bernama Gaara di sekolah mereka. Sepertinya dia suka dengan Naruto, tapi bagaimana kalau ternyata Sasuke secara diam2 selama ini juga suka sama Naruto. Siapa yang akan dipilih Naru? Semuanya berubah ketika Gaara mengetahui kalau dirinya ternyata adalah anak "SHINIGAMI" (dewa kematian) yang bertugas untuk merengaut nyawa Naruto yang ia sukai. Apakah jalan yang akan Gaara pilih?

-

-

-

-

-

-

-

-

"Naruto, aku mau bicara sebentar denganmu"

-

-

-

"Ada apa, Sasuke"

-

-

-

"aku...

-

-

-

-

-

-

-

-

-


"Love Tears"

Chapter 3 : 'Nightmare'

HaK4ra S1n



"....."

"Ada apa, Sas?" tanya Naruto

"tidak, bukan apa-apa, selamat malam, Naruto..."

"Ah, kau ini, buat orang jadi penasaran saja, ada apa?"

"Sudahlah, aku terlalu lelah hari ini, aku mau beristirahat, Selamat malam"

"Ya sudaaaah..., selamat malam"

Perlahan tubuh itu menjauh dari kamarnya. Naruto segera menutup pintu lalu menguncinya. Ia berjalan menuju kamar tidurnya langsung menuju kamar mandi.

Terdengar suara air dari shower berbunyi saat jatuh menyentuh lantai dengan derasnya. Tak lama kemudian Naruto keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya. Ia segera mengeringkan badannya lalu mengenakan piama tidur. Baju kotor sudah ia taruh pada tempatnya. Kemudian ia mengambil posisi tidur di atas ranjangnya.


Naruto merubah posisi badannya dengan posisi tidur menyamping ke arah jendelanya, seakan-akan merasa tak nyaman untuk tidur pada malam itu. Mata biru saphirenya yang indah melihat ke langit malam,bintang-bintang menghiasi langit malam nan indah

'You're my everything

The sun that shines above you makes the blue birds sing

The stars that twinkle up in the sky tell me ,"I'm in Love"

"*sigh*" Naruto menghela nafas berat. 'apa yang sebenarnya ingin ia katakan?' tanya Naruto pada dirinya sendiri. Perlahan matanya terpejam menunggu mimpi yang menyambut tidurnya. Entah itu indah ataupun buruk... Sebuah bintang melintas melewati jendela kamarnya.

--||--

When I kiss your lips

I feel the rolling thunder ...

Seorang pemuda berambut merah duduk dengan lutut tertekuk dan tangan menopang berat badan di belakang tubuhnya di atas ranjangnya. Ia sudah mengenakan piama tidurnya yang sederhana.

You're my every thing,

Nothing really match for the love you bring...

"*sigh*" menghela nafas berat. Ia sedikit mengangkat kedua tangannya untuk membiarkan tubuhnya menghempas ranjang, lalu meletakkan kedua telapak tangannya di belakang kepalanya.

You're my everything

To see you're face in the morning with those eyes, blue, nice...

Menutup matanya perlahan. Terlintas di benaknya wajah innoent seorang gadis manis berambut pirang sedang tersenyum manis. "Uzumaki Naruto..." ia menyebutkan nama gadis itu.

You're my everything

For ever and the day I need you close to me

Ia menggigit bibir bawahnya, menahan senyum agar tidak terukir diwajahnya yang pucat karena mengingat kejadian-kejadian yang hari ini ia lewati bersama dengan orang-orang yang baru ia kenal. Baru kali ini ada seorang wanita yang mampu membuat getar di hatinya.

You're my everything

You never have to woried, never feel what I am feel

Entah apa itu, sangat tidak jelas namun ia bisa merasakannya. Sebuah bintang jatuh melewati jendela kamarnya. Bintang yang sama dengan bintang yang melewati jendela kamar Naruto tadi.

For my everything

I live up on the land and see the sky above

I swim within the ocean, so sweet and warm

There's no storm

MY LOVE...

You're my everything

No, nothing really match for the love you bring

When I hold your hands

There's nothing can warm you in a lonely night

I'll come to you and keep you sleep and warm

It's so strange

My Love...



Kamar apartemen Sasuke

"Argh!" Sasuke membalikkan badannya agar dapat menyembunyikan dirinya dalam bantal hangat yang menemaninya tertidur setiap malam. 'Sebenarnya apa yang kupikirkan?' Sasuke bertanya pada dirinya sendiri. '

'Mungkinkah aku ...?'

'Ah, itu tidak mungkin, apa yang kau pikirkan sebenarnya Uchiha Sasuke?'

'Bodoh!'

'Lalu kenapa aku merasa marah ketika dia dekat dengannya?'

'argh!!'

'ada apa denganku ini sebenarnya?'

Terlalu banyak pikiran di kepalanya malam ini. Mata onyx indah miliknya yang selama ini memancarkan kekosongan kini terlihat sangat kelam. 'Aku lelah' batinnya. Lalu ia memejamkan matanya menunggu mimpi datang menjemput.

Gaara's apartmen room.

Mata emeraldnya sangat sulit untuk terpejam, seakan sesuatu yang sangat besar menyeruak hatinya. Namun itu bukan sesuatu yang baik. Dia tau itu, hati kecilnya merasakan sesuatu akan terjadi bila ia tertidur malam itu. Namun otaknya tidak mau mengakuinya. Ia memaksakan dirinya untuk tertidur. Perlahan mata emerald itu terpejam. Menyambut mimpi yang datang perlahan.

Somewhere

"Gaara..." Sapa seorang laki-laki yang sedang duduk di sebuah bangku dari kayu.. Ruangan itu terlihat seperti ruang kerajaan. Megah sekali, karpet merah terjulur mulai dari bangku sampai ke ujung ruangan. Ada perapian di bagian kiri ruangan, sedangkan pada bagian kanan kebanyakan koleksi pedang dan senjata lainnya.

"Ada apa kau memanggilku hari ini..." tanya Gaara.

Pria itu tertawa.

"Sejak kapan gaya bicaramu padaku jadi sedingin itu?"

"Bukan urusanmu..."

"Kau pikir kau berbicara dengan siapa?"

"Seorang ayah yang meninggalkan keluarganya hanya untuk menjadi Raja di dunia sinigami"

Pria itu tertawa lagi

"Jadi apa masalahmu?"

"Aku mau mengangkatmu untuk menjadi seorang shinigami"

Gaara membelalakan matanya, kata-katanya seakan melumpuhkan seluruh tubuh Gaara.

"Ada apa?"

"Aku tak mau menjadi seorang Shinigami!"

Pria itu hanya tertawa mendengar ucapan anaknya.

"Lalu apa yang bisa kau perbuat bila kau tidak mau?"

"..."Gaara menggigit bibir bawahnya. Sinar matanya terlihat sangat tidak tenang

"Sini mendekatlah kau harus menerima kekuatanmu"

"AKU TAK MAU !!! APA KAU DENGAR ITU ?!" kata Gaara setengah berteriak. Satu kakinya melangkah mundur.

Pria itu memejamkan matanya lalu menghilang dan muncul tepat di belakang Gaara. Bola mata Gaara membesar, perlahan-lahan ia menoleh ke belakang. Tangannya menyentuh pundak Gaara. Gaara terjatuh, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan.

"Sepertinya aku harus melakukan ini dengan cara paksa..."

"Lepaskan aku dari segelmu!" teriak Gaara.

"Tak ada gunanya melawan, itu hanya akan menghabiskan tenagamu"

Pria itu membentuk beberapa segel dengan tangannya lalu melepaskan mantranya di dahi Gaara. Gaara hanya dapat berteriak saat mantra itu menyentuhnya kepalanya. Nafasnya tidak teratur.

"Sudah selesai"

Pria itu menghilang dan duduk kembali di tempat duduknya.

"Sial! LEPASKAN AKU!"

"Tidak akan"

"Tuhan akan membalas seluruh perbuatanmu, bukan hanya kepadaku tapi pada semua orang"

Pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Gaara.

"Tuhan ya? Bisa apa Tuhan itu?"

"Sial! KAU, Argh........Lepaskan segelnya!"

"Jadi kau tahukan kewajiban pertamamu apa?"

"Sial!"

"Kalau kau tidak melaksanakannya maka Aku yang akan turun tangan"

"Argh........"

Kesadaran Gaara mulai menghilang.


Err, sorry buat lirik lagu You're My Everythingnya ga becus, abis lirik lagunya ilang, jadi tadi Sinsin dengerin lagunya sambil diketik, hiksT_T.

*sigh*

Yagh, jadi beginilah hasilnya chapter 3, walaupun kependekan tapi ya begitulah. Sinsin lagi ada masalah yang bikin Sinsin ga bisa mikir terlalu panjang buat fanfic ini, sorry ya? Bahkan ga bisa mikir mau ngomingin apa selain minta review di akhir cerita.

Walaupun pendek minta reviewnya dong ^^