THE BEST TEAM
Naruto by Masashi Kishimoto
The Best Team by Doni Ren
Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..
Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..
Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)
Pairing : NaruHina dan yang lain mungkin menyusul..
.
.
.
Enjoy it !
Sebelumya di The Best Team :
Hyuuga Hinata adalah penerus klan Hyuuga yang sangat diharapkan oleh sang ayah yang juga sebagai kepala klan Hyuuga. Namun Hinata tidak memiliki rasa percaya diri dan agak lemah dalam pertarungan, sampai dia menemukan sesosok Uzumaki Naruto yang mengubah arah pandangannya..dia harus seperti sang Uzumaki ! pantang menyerah apapun yang terjadi !
Chapter 4 : Kyuubi and The Dark Side
"HEI BOCAH KEPARAT, JANGAN LARI KAU !"
Tampak sesosok orang tua berkimono yang mengejar sesosok bocah bersurai kuning dengan mata safir biru cerah..bocah itu tertawa senang sambil menepuk pantatnya..
"Kejar aku kalau bisa, baka jiji !"
TWITCH. Sang orang tua pun merasakan darahnya bergejolak dan pelipisnya berdenyut..dia menggeram sangat marah..
"ANAK NAKAAAAAAL !" teriaknya..sementara sang bocah tertawa senang sambil menjulurkan lidahnya.
Beberapa menit kemudian..
Bocah bersurai kuning yang bernama Uzumaki Naruto itu berjalan lesu di jalan timur Konoha..dia menghela napasnya dengan tidak semangat..
'Aku tidak tahu kalau orang sekampung Konoha tadi mengejarku dattebayo..' batin Naruto. Dia kemudian menaruh kedua tangannya di belakang kepala sambil melihat ke langit..
'Apa aku bisa menjadi Hokage ?'
"Tentu saja kau tidak bisa, Gaki.."
"WAKHH ?!" Naruto tiba tiba mendengar suara bengis entah dari mana. Bocah Uzumaki itu langsung jatuh terduduk.
"Si-siapa itu dattebayo..aku..aku takut hantu.." kata Naruto dengan wajah ketakutan.
"Dasar baka..aku adalah monster yang bersarang di perutmu.."
! Naruto benar benar terkejut. Monster ? apakah karena itu dia dijauhi warga Konoha..
"Monster ? apa mak-maksudmu.."
"Panggil aku Kurama.." kata suara itu "Konsentrasi Naruto dan masuk ke alam bawah sadarmu..di sana kau akan melihatku.."
"Ba-bagaimana caranya ?" tanya Naruto.
"Heh..pejamkan matamu.."
Naruto memejamkan matanya..beberapa saat kemudian terdengar suara dengkuran Naruto.
"BAKA GAKI ! AKU SURUH KAU BUKAN UNTUK TIDUR !" teriak suara itu dengan nada kesal.
"Engghh.." Naruto terbangun sambil mengusap kedua matanya. Dia kemudian menguap. "Maaf Kurama..tapi bagaimana caranya sih ?"
"Kubilang konsentrasi bodoh !"
"Kau marah marah seperti datang bulan saja.."
"AKAN KUBUNUH KAU !"
Naruto tersenyum geli. Baru kali ini dia dapat lawan bicara yang lucu selain Sasuke. Rasanya seperti mendapatkan teman baru..
"Kau sudah gila Dobe.."
Naruto tersentak. Dia mendongak ke atas dan melihat mata onyx Sasuke menatapnya dengan tatapan aneh..Naruto langsung berdiri.
"SA-SASUKE..APA KAU MENDENGAR SUARA JELEK DI SEKITAR SINI ?!" tanya Naruto dengan nada cemprengnya..
"Suara apa ?" tanya balik Sasuke.
"SUARA BODOH YANG MEMANGGIL KU GAKI ATAU ENTAH APALAH ITU.."
Sasuke menaikkan alisnya. Dia kemudian berjalan melewati Naruto..
"Sudah kuduga..kau sudah gila Dobe.."
"SASUKEEEE !" Naruto langsung terduduk di tanah.
"Gaki.."
"SASUKE ! SUARA ITU ADA LAGI !" teriak Naruto ke arah Sasuke. Tapi sang Uchiha tidak peduli..
"Gaki.."
"SUARA HANTU !"
"AKU TIDAK AKAN PERNAH BERBICARA DENGANMU LAGI BAKA AHO GAKI SIALAN !"
".."
Terjadi keheningan beberapa saat..Naruto menganga..
'Seperti orang putus cinta saja..' batinnya
~TBT~
"ITADAKIMASU !" teriak Naruto senang. Dia pun langsung melahap ramen instannya. Dengan kecepatan seorang dewa, dia menghabiskan ramen itu dalam lima kali hisapan..Naruto langsung mengelus elus perutnya..
'Aku kenyang dattebayo..' batinnya. Tanpa terasa matanya terpejam sendiri..
Tes..
Tes..
Tes..
"Gaki.."
SETT ! Naruto membuka matanya. Tampak dia berdiri di sebuah tempat yang tanahnya berair dan beraura gelap..di depannya terdapat penjara besar dengan kertas segel di antara kedua batas pembukanya..Naruto memiringkan kepalanya, bingung..
"Tempat apa ini dattebayo.." gumam Naruto..
"Hei Gaki.."
Naruto mendongakkan kepalanya. Suara itu berasal dari dalam penjara tersebut. Tiba tiba dari balik kegelapan penjara itu muncul sepasang mata besar yang menyala berwarna merah..pupil mata itu bergerak ke bawah, menatap tubuh mungil Naruto..
".."
Naruto tidak bisa bergerak..rasanya seluruh tubuhnya membatu, dan tanpa sadar dia 'pipis' karena ketakutan..
'Hantu..hantu..hantu..' batin Naruto dengan perasaan ngeri.
TASHHH ! tiba tiba muncul sebuah tangan besar berbulu dari dalam kegelapan penjara itu..Naruto hampir jatuh terduduk. Tapi dia masih bisa menahan berat tubuhnya..
"Kenapa kau Gaki.." SETT ! tiba tiba dari dalam kegelapan itu muncul wajah seekor rubah dengan bulu jingga kemerah merahan. Terdapat warna hitam yang mengelilingi mata merah menyalanya..gigi gigi sang rubah sangat besar dan menyeringai di dalam penjara itu..reaksi Naruto ?
Naruto tidak bergeming sedikitpun melihat pemandangan mengerikan di depannya..mata safirnya menatap dalam diam dan penuh ketakutan. Dia tidak menyangka akan melihat sesosok 'monster' mengerikan yang benar benar dihadapannya..
'Ba-bagaimana jika kurungan itu terbuka ?' batin Naruto ketakutan..
"Heh..sudah kuduga, kau akan takut.." kata monster rubah itu "Aku adalah Kurama.."
"Gak nanya.." jawab Naruto dengan nada ketakutan.
".."
".."
"KAU MEMANG MENYEBALKAN GAKI !" teriak Kurama, nama sang monster rubah..
"Ja-jadi kau yang bersuara jelek tadi siang ?" tanya Naruto. Pelipis sang rubah mengeluarkan perempatan..
'Anak ini..' batinnya kesal. Kurama menghela napasnya, tampak air ikut bergerak akibat helaan napas sang rubah..
"Iya.." mata merah rubah menatap tajam sosok sang bocah Uzumaki "..Aku adalah Bijuu yang tersegel di dalam tubuhmu.."
"Bijuu ? apa itu bijuu ?" tanya Naruto.
"Monster berekor. Aku juga dikenal sebagai kyuubi. Sang rubah berekor Sembilan.."
"Wao..kau sepertinya keren.." kata Naruto. Matanya kini tidak menandakan ketakutan.
"Heh.." Kurama tersenyum, lebih tepatnya seperti menyeringai "..Ya, aku juga yang menyerang desamu..membunuh orang orang desamu..dan akhirnya aku tersegel di bocah bodoh sepertimu dan kau menjadi Jinchuriki.."
Dahi Naruto berkerut. Dia berusaha mencerna kata kata Kurama..
"..Dan itu lah yang membuat semua orang membencimu, Naruto.." kata Kurama. Naruto memandang tubuh besar Kurama..
"Karena kau yang tersegel di dalam tubuhku ?" tanya Naruto. Kurama mengangguk pelan.
"Jadi bocah.." kata Kurama "..Keluarkan aku, maka kau tidak akan dibenci.."
Naruto terdiam beberapa saat. Entah kenapa kata kata sang monster rasanya seperti menghasut sesuatu yang buruk. Naruto berpikir..rasanya menetapkan keputusan kepada feeling lebih baik.
"Tidak.." kata Naruto "..Kau adalah monster yang dapat menghancurkan Konoha..pasti kekuatanmu kuat kan ?"
Mata merah Kurama menyala "Bocah.." DARRRKKH ! tangan besar Kurama yang satunya membentur tiang besi penjara itu "..Jangan coba untuk memberi perintah kepadaku !"
Naruto terdiam sambil menatap Kurama yang marah..tiba tiba sang bocah Uzumaki tersenyum "Haha..tidak kok Kurama.." mata safir Naruto yang menyipit kini membuka lagi.
"Kita bisa menjadi teman kok.."
! Kurama terkejut mendengar kata kata Naruto. Apa katanya ? teman ?!
"Kenapa.."
"Ya, rasanya waktu siang tadi berbicara denganmu seperti berbicara dengan seorang teman baru yang mengasyikkan.." kata Naruto dengan wajah senang. Kurama terdiam..dia menatap ke arah Naruto..mata merahnya kini redup. Tidak menyala lagi.
"Ya..kita pasti bisa menjadi teman, bukan begitu Kyuu.."
Naruto menoleh. Tampak sesosok yang persis-sangat persis-dengan dirinya berdiri di belakangnya sambil tersenyum. Bocah itu berjalan mendekati Naruto dan menepuk bahu sang Uzumaki..
"Hai kawan..perkenalkan, aku adalah kegelapan di dalam hatimu.." kata bocah yang mirip Naruto itu. Hanya saja pupil matanya merah dengan kegelapan di sekitar pupilnya..
"..Panggil saja aku Yami.." kata bocah bersurai kuning dengan pupil merah tersebut. Kurama mendesah..dia pun kembali ke dalam kegelapan penjara..
"Yami ?" kata Naruto "..Apa kau mau menjadi teman baruku ?"
Yami menyeringai "Tentu saja Naruto..aku akan menjadi temanmu seperti Kurama dan Sasuke..tidak seperti orang orang Konoha yang menatapmu dengan kebencian..aku akan menatapmu dengan rasa persahabatan..sebuah hubungan yang mengakui keberadaanmu.."
Mata safir Naruto melebar..
.
.
.
TAP..TAP..TAP..
Sesosok bocah bersurai kuning dengan kulit tan eksotis berjalan di jalan yang berada di samping sungai Konoha..mata safir yang kini selalu bersinar cerah berubah menjadi sedikit redup..
Naruto, sang bocah..masih mengingat kata kata Yami dalam dunia alam bawah sadarnya..kata kata Yami yang dia yakini benar..
"Kau tidak akan bisa menjadi Hokage.."
"Para warga Konoha pasti tidak bisa dan tidak akan pernah menerima seorang Jinchuriki menjadi Hokage.."
"Kenapa mereka tidak mengakui keberadaanmu Naruto ? kenapa ? karena mereka hanyalah orang orang lemah yang takut kepada kekuatanmu yang sebenarnya..mereka orang orang pengecut yang pantas dibunuh.."
"Konoha adalah kota yang dipenuhi orang orang pengecut dan bodoh.."
"Kau merasakan kesakitan yang bernama kesendirian dan dicaci maki..aku..hanya aku yang mengerti rasa sakit itu Naruto.."
"Kau perlu melakukan sesuatu untuk desa ini..desa keparat ini.."
Namun kata kata Yami tidak berpengaruh besar bagi Naruto hingga sang Yami mengatakan sesuatu yang membuatnya benar benar marah..
"Kau adalah anak pahlawan. Anak sang Yondaime Hokage.." mata safir Naruto melebar ketika mendengar itu..
"..Dan sang Jinchuriki sebelumnya, yang mengorbankan dirinya menjadi Jinchuriki karena konspirasi jahat desa ini..Uzumaki Kushina..mereka berdua, orang tuamu..meninggal karena berjuang menghentikan amukan Kyuubi 7 tahun yang lalu..mereka menyegel Kyuubi di tubuhmu dengan harapan kau akan dipanggil pahlawan oleh orang orang desa karena bersedia sebagai wadah Kyuubi.."
"TAPI APA YANG KAU DAPATKAN ?! DESA INI TIDAK TAHU YANG NAMANYA BERTERIMA KASIH ! KAU MALAH DICACI MAKI ! DIJAUHI ! DIKUCILKAN ! DESA INI MENYIA NYIAKAN PENGORBANAN KEDUA ORANG TUAMU ! BAYANGKAN NARUTO ! PENGORBANAN ORANG TUAMU HANYA SEPERTI DIANGGAP SEJARAH MASA LALU ! DAN KAU.."
Mata safir Naruto semakin melebar..
"..KAU HANYA DIANGGAP SEBAGAI SAMPAH DARI SEJARAH ITU !"
DEG..hati Naruto begitu sakit jika mengingat kata kata itu..rasa perih. Rasa perih yang menusuk hatinya..orang tuanya..pengorbanan orang tuanya. Pengorbanan orang tuanya yang disia siakan desa ini..
TAP TAP TAP..Naruto berhenti, mata safirnya menatap Sasuke yang seperti biasanya melihat matahari terbenam di sore hari..Naruto pun memandang sunset indah dari sang surya..
"Menjadi Hokage bukanlah satu satunya cara agar keberadaanmu diakui.." kata Yami malam itu sebelum menghilang "..Saat kau membalas desa ini, membalas apa yang seharusnya mereka katakan kepadamu..peninggalan kedua pahlawan besar, membalas dengan kekuatanmu..membalas yang seharusnya dibalas..maka, dengan itu, orang orang akan mengakui keberadaanmu..bukan hanya Konoha, mungkin seluruh Shinobi di dunia.."
Sebelum sang kegelapan-Yami-menghilang dia sempat berkata "..Sasuke mungkin akan menjadi partner terbaikmu..karena dia juga merasakan kesendirian akibat desa ini.."
".." Naruto terdiam. Dia kemudian berjalan mendekati Sasuke..
"Teme.." panggil Naruto dengan nada pelan. Sasuke menoleh. Tampak bekas air mata di mata onyxnya yang selalu tajam..
"WEEKHH ?! KAU MENANGIS ?!"
Sasuke mendecih..dia mengusap kedua matanya "Mataku kelilipan.." kata Sasuke. Dia pun kembali menatap sunset sang surya..
"Apa kau..apa kau suatu hari nanti ingin meninggalkan desa ini ?" tanya Naruto. Sasuke sedikit terkejut dengan pertanyaan Naruto..dia melirik sekilas sang Uzumaki.
'Ada yang beda dengan pancaran matanya..' batin Sasuke
"Hn..mungkin. Jika aku bisa mendapatkan kekuatan lebih di luar, maka aku akan meninggalkan desa ini.."
"Bisa kah kita berdua bersama sama keluar saat itu tiba ?"
Sasuke kembali melirik Naruto. Terjadi keheningan beberapa saat..
"Heh.." Sasuke tersenyum tipis "Terserah dirimu, Dobe.." mata Sasuke kini kembali tajam. Mata onyx yang mengandung kebencian yang sangat besar..
"..Tapi jangan mengganggu urusanku.."
Matahari pun semakin terbenam di tanah Konoha..desa itu tidak tahu, desa itu tidak tahu telah melahirkan dua sosok bocah dengan rasa kesendirian dan kebencian yang akan menjadi kekuatan terbaik mereka..dua bocah yang nantinya akan menjadi duo tim terbaik di dunia shinobi..
The Best Team..
TBC
Author Note :
Sebuah chap yang pendek, saya memang tipe penulis yang seperti itu. Lagi pula dari chap satu hingga sepuluh masih prolog dan perkenalan. Di chap ini saya memperkenalkan sosok kyuubi dan Yami Naruto. Ada beberapa rahasia tentang Kyuubi serta para Bijuu yang akan saya keluarkan di chap chap atas atau bahkan untuk bagian keduanya.
Saya harus berkali kali ke kamar mandi saat pengetikan ini. Biasa, terlalu bersemangat melahap yang namanya 'cabe'. Tapi saat keluar dari wc yang ke 9 kalinya..saya membaca bagian ini. Wao..haha..bisa juga dibalik ksakitan itu ada kepuasan. NikmatTuhan memang ada di mana saja.
Emm, Ryuuki-chan. Ryuuki-chan..maaf soal Yaoi. Saya adalah pria dan (kalau Icha mungkin bisa membuat pairing tersebut) agak bagaimana jika saya membuat pairing tersebut..request saja sama adik sepupu saya.
Al-Faraoh, hemm..saya mengerti saran anda. Membuat Naru-Sasu menjadi satu keluarga, begitulah ..saya berpikir Hanabi terlalu muda buat Sasuke ataupun Naruto. Dan 10 chap awal sudah saya ketik di mana ada bagian pengamatan antara Sasuke-Sakura
Kazehaya Sakazuki, ada yang akan saya samakan, karena kekuatan di fic ini gak akan godlike, kecuali Naruto-Sasuke harus berlatih entah di mana. Namun saya jamin akan ada perbedaan dari yang Canon. GazzeIE VR, gomen kalau pendek. Ini memang gaya saya. Soal humornya memang kita satu pikiran. Saya memang akan mencoba friendship in humor dalam action. Mudah mudahan tidak garing.
Yasashi-kun..Hinata Dark ?! saya tidak dapat membayangkan Hinata menyeringai (kecuali Hinata RTN). Haha..akan coba saya imajinasikan, tetapi payah untuk membuat seorang perempuan lemah lembut dan anggun menjadi dark kecuali dipaksakan. Bohdong. palacio, hm, Naruto memang saya rencanakan pada saat dewasa akan terkikis sedikit demi sedikit Dobenya itu. Kalau keberisikannya, saya usahakan masih ada karena Sasuke tidak berisik. Bagaimana interaksi keduanya jika dua duanya diem dieman.
Untuk Uzumaki21, baiklah, OC memang saya gak muluk muluk. Tetapi saya akan berusaha mendeskripsikan OC jika saya memunculkannya di cerita, serta karakternya juga. BronzeQueen18290, hm..anda pasti tahu..
Terima kasih atas pujiannya Yellow, akan saya coba membuat karakter Naruto seperti yang anda saranka
Baiklah, hanya ini yang bisa saya balas. Saya harus cao ke wc lagi (^_^) dan selamat melakukan aktifitas masing masing para Readers..
Dan selamat tahun baru (TELAT !)
Tertanda Doni Ren
Preview the Next Chap :
"Kami ada keperluan dengan Sandaime Hokage.."/ "HIRUZEN !"/ "Hehehe..siapa yang akan melupakan 'Kogane no Hige' dari klan Midoru.."/"..Midoru Shizukesa, yang arti dari Shizukesa adalah ketenangan..tapi bocah ini tidak sesuai dengan namanya.."/"Tolong datangkan Jiraiya-sama, tolong..agar dia melatihku..agar aku bisa menjadi Shinobi yang kuat seperti Tou-san dan Kaa-san.."
Selanjutnya di The Best Team : Chap 5 : The Midoru Clan
"Baiklah..Jiraiya akan menjadi gurumu, Shizu.."
