Itachi menatap Sakura yang terlihat aneh. Memangnya ada apa dengan marganya? Mengapa Sakura terlihat shock?
"Apakah kamu.. kakaknya Sasuke-senpai?"
Itachi sekarang mengerti, mengapa Sakura terlihat shock ketika melihatnya.
.
.
Revenge
.
.
.
Sasuke Uchiha, Sakura Haruno
.
.
.
Masashi Kishimoto
.
.
.
©Aomine Sakura
.
.
.
(Jika tidak menyukai dengan cerita yang dibuat oleh Author atau adegan di dalamnya. Silahkan tekan tombol back. Author sudah memperingati sebelumnya)
DLDR! Dilarang keras untuk COPAS atau PLAGIAT dalam bentuk APAPUN!
Selamat membaca!
oOo Revenge oOo
Sakura duduk dengan gugup sambil meremas roknya. Dia tidak mengerti, kenapa semua yang terjadi padanya bisa membentuk sebuah lingkaran seperti ini. Sahabat kakaknya adalah kakak dari pemuda yang telah membunuh kakaknya. Sial! Semua ini membuatnya pusing.
"Apakah adikku suka berbuat onar?"
Sakura menatap Itachi yang sedang memandangnya.
"Maksud senpai, Sasuke-senpai?" tanya Sakura.
"Hn. Jangan memanggilku, senpai. Panggil saja aku Itachi-nii, sama seperti kamu memanggil kakakmu."
Sakura menarik nafas panjang. Itachi melirik Sakura yang duduk di sampingnya.
"Sepertinya adikku memang berbuat onar." Itachi menarik nafas panjang, "Kamu mau menceritakannya padaku? Mumpung Sasori sedang ke toilet."
.
.
Sasuke memarkirkan motornya di garasi rumahnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Tersenyum, onyxnya melirik sang ibu yang sedang menyeruput ocha hangat sembari menonton televisi.
"Dimana Itachi-nii, kaa-san?" tanya Sasuke.
"Itachi mengunjungi seorang temannya, katanya." Mikoto tersenyum kepada putra bungsunya itu, "Makan malam ada di meja makan, mandilah lalu makan malam."
Sasuke tersenyum tipis dan mencium pipi ibunya dengan lembut. Mikoto sedikit keheranan menerima ciuman dari putra bungsunya itu, tidak biasanya Sasuke bersikap lembut seperti itu.
Sasuke sendiri tidak bisa menahan senyum penuh kemenangannya. Sebentar lagi, sebentar lagi dia akan mendapatkan Sakura dan membuat gadis berambut pink itu menjadi miliknya.
.
.
Itachi menarik nafas panjang ketika cerita Sakura berakhir. Dia tidak tahu harus melakukan apa setelah mendengar cerita yang keluar dari mulut Sakura.
"Aku hanya bisa meminta maaf atas apa yang dilakukan adikku pada kakakmu." Itachi menghela nafas sejenak, "Aku setuju dengan apa yang kamu lakukan padanya."
"Hah?" Sakura menatap Itachi tidak percaya. Bagaimana mungkin Itachi menyetujui idenya untuk membuat Sasuke hancur? Mana ada seorang kakak yang mau melihat adiknya hancur?
"Itachi-nii menyetujuinya?"
Itachi menganggukan kepalanya dengan singkat.
"Aku sudah mendengar dari banyak orang jika adikku itu memang suka bermain dengan banyak wanita. Entah sudah berapa wanita yang dia mainkan, sudah saatnya adikku itu mendapatkan karmanya, Sakura. Aku percaya, jika kamu bisa merubah Sasuke."
Sakura tidak tahu harus mengatakan apa, apalagi ketika kakaknya datang dan duduk bersama mereka.
oOo Revenge oOo
"Kamu pasti bercanda!"
Sakura baru saja menceritakan apa yang dialaminya semalam. Ino memandang Sakura dengan pandangan tidak percaya, sedangkan Hinata mencoba menenangkan Ino.
"Sasuke senpai mengantarkanmu pulang? lalu Itachi-senpai juga menyetujui usulanmu untuk membuat Sasuke-senpai hancur?" tanya Ino.
Sakura menganggukan kepalanya.
"Benar sekali."
"Bu-bukannya i-itu bagus," ucap Hinata.
"Memang bagus, tetapi aku tidak bisa membayangkan apa yang dikatakan kakakku jika mengetahui apa yang aku lakukan." Sakura menopang dagunya, "Nii-chan begitu baik, hingga membiarkan bajingan brengsek itu berkeliaran dengan bebas. Sedangkan kakaku berkalang tanah karenanya!"
"Sekarang, apa rencanamu?" tanya Ino.
Sakura tersenyum memandang Ino.
"Aku akan mengantarkan jaket milik Sasuke-senpai."
.
.
"Sshsh.."
Sasuke tidak bisa menahan desahannya ketika Shion melumat habis bibirnya. Tangan pemuda itu mulai meremas payudara milik Shion yang begitu menggoda iman siapapun.
Neji yang sedang membaca bukunya hanya bisa melirik Sasuke yang sekarang sedang duduk di pojok ruang kelas mereka. Beberapa teman mereka memandangi keduanya dengan tatapan bergairah. Neji akui, jika sahabatnya yang satu itu memang gila. Dia tidak heran melihat perilaku sahabatnya itu, tetapi baru kali ini sahabatnya itu melakukan tindakan tidak senonoh di dalam kelas saat jam kosong seperti ini.
Iris bulannya tidak sengaja melihat siluet merah muda yang berdiri di depan pintu kelasnya. Tersenyum, Neji segera menghampiri gadis itu.
"Hinata-chan!"
Neji melotot menatap Naruto yang begitu lantang meneriakan nama adiknya yang datang bersama Sakura. Sasuke sendiri melepaskan pagutannya terhadap Shion dan menatap siapa yang berdiri di depan pintu kelasnya.
"Ada apa, Sakura?" tanya Neji ketika melihat Sakura tersenyum gugup.
"Aku ingin bertemu dengan Sasuke-senpai."
Neji melirik Sasuke yang langsung bangkit dari posisi duduknya setelah sebelumnya menyingkirkan Shion. Pemuda bermata onyx itu langsung menghampiri mereka.
"Hn, kamu bisa pergi, Neji."
Neji mendenguskan wajahnya sebelum menyingkir. Bungsu Uchiha itu memang selalu mendapatkan segala yang diinginkannya, dia tidak heran lagi melihatnya.
"Ada apa, Sakura?" tanya Sasuke memandang gadis di hadapannya itu.
"Aku ingin mengembalikan jaket milik Sasuke-senpai."
Sasuke menatap pipi gembil Sakura yang membuat gadis itu terlihat semakin cantik. Rasanya Sasuke ingin memakan gadis itu sekarang juga. Shion yang melihat bagaimana sikap Sasuke terhadap gadis berambut merah muda itu hanya bisa merengut kesal. Sial! Dia harus bisa menyingkirkan gadis itu bagaimana caranya.
"Hn." Sasuke menerima jaket yang diberikan Sakura. Dia bisa mencium aroma cherry blossoms yang menguar dari jaketnya. Parfum Sakura memang mampu membuatnya mabuk hanya dengan menciumnya saja.
"Terimakasih sebelumnya, Sasuke-senpai." Sakura sedikit melirik Shion yang memasang wajah masam. Diam-diam Sakura tersenyum penuh kemenangan, "Sebaiknya aku kembali ke kelas. Ayo Hinata."
Hinata dengan pipi yang tidak kalah gembilnya melirik Naruto yang sedang nyengir kearahnya, membuat pipinya semakin merah saja.
Onyx miliknya mengikuti Sakura hingga gadis itu hilang di ujung lorong. Sakura tersenyum ketika emeraldnya melihat Ino.
"Bagaimana, Sakura?" tanya Ino antusias.
"Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkannya."
.
Ino tidak setahun dua tahun mengenal Shion. Gadis berambut pirang itu seorang putri dari menteri yang terkenal di Jepang. Semua orang mengaguminya dan membuat gadis itu berbuat semaunya. Termasuk ketika Ino melihat beberapa temannya yang cantik menjadi bahan bullyan Shion. Ino yang saat itu diincar untuk menjadi korban bully Shion langsung dipindahkah sekolah.
Ino tersenyum ketika berjalan menuju kantin bersama kedua sahabatnya. Setidaknya, dia akan membalaskan dendam teman-temannya akibat tindakan tidak tahu aturan milik Shion.
.
"Kau menyukainya, teme!" Naruto menyikut lengan Sasuke yang sedang duduk di sebelahnya.
Sasuke meirik Shion yang merengut sebal. Tersenyum, Sasuke memandang jaket miliknya yang dibawa oleh Sakura tadi. Siapa yang peduli dengan Shion, jika ada gadis secantik Sakura yang bisa membuatnya jatuh hati.
.
Shion memandang Sakura yang memasuki kantin bersama dengan kedua sahabatnya itu. Dia tidak suka melihat senyuman Sakura, dia tidak suka melihat emerald ceria itu yang berbinar, dia tidak pernah suka dengan apa yang dimiliki gadis itu. Haruno Sakura. Berpotensi menjadi saingannya dalam memiliki Sasuke.
Dia tidak ingin pangerannya hilang. Dia tidak ingin kehilangan Sasuke. Selama ini, dia selalu menutup mata jika Sasuke selalu bermain perempuan di belakangnya. Dia bukannya tidak tahu, jika banyak wanita yang sudah ditiduri oleh Sasuke. Dia hanya tidak ingin mengakuinya, karena dirinya telah dibutakan oleh cinta.
Pertama kali dia bertemu dengan Sasuke, saat dirinya datang ke mansion Uchiha. Saat itu dia melihat pemuda dengan rambut emo yang berwajah datar berdiri tidak jauh darinya. Saat itulah Shion mulai jatuh cinta pada Sasuke. Dia selalu berusaha berada disisi pemuda itu. Dia bahkan berusaha membujuk ayahnya untuk memasukannya ke dalam sekolah dimana Sasuke menuntut ilmu, meski nilai dan otaknya tidak bisa mencukupinya untuk masuk ke dalam sekolah itu.
Apapun akan dia lakukan, asal dia bisa bersama Sasuke. Termasuk menghancurkan gadis berambut merah muda itu.
Matanya menatap jus miliknya yang belum tersentuh sama sekali, kemudian matanya beralih melirik Sasuke yang sedang mengobrol bersama Naruto, Sai dan Neji. Suatu ide terbesit di otaknya.
Bangkit dari duduknya, Shion menghampiri Sakura yang sedang mengobrol dengan Ino dan Hinata. Dengan sengaja, dia menabrak Sakura hingga jusnya tumpah mengenai baju Sakura.
"Upss.." Shion tersenyum menatap Sakura, "Aku tidak sengaja."
Sakura tidak memperhatikan apa yang Shion katakan. Dia fokus kepada baju seragamnya yang basah dan terasa lengket.
"Kau harus bertanggung jawab!" Ino menuding Shion yang memasang wajah tidak bersalah.
"Aku tidak sengaja melakukannya." Shion mencoba memasang wajah tanpa dosanya.
Naruto menyenggol lengan Sasuke ketika melihat keributan yang tidak jauh dari mereka. Sasuke bisa melihat Sakura kesusahan dengan baju yang terkena tumpahan jus.
"Kau sengaja melakukannya, nona muda yang terhormat," sindir Ino.
"Aku tidak sengaja!"
Naruto segera menengahi sebelum pertengkaran menjadi semakin sengit.
"Wow, apa yang terjadi disini?" tanya Naruto.
"Dia menumpahkan jus di seragam sahabatku!" Ino melipat tangannya di depan dada.
"Aku tidak sengaja melakukannya, Naruto-kun." Shion mencoba meminta bantuan Naruto.
"Hentikan, Shion."
Mereka semua menolehkan kepalanya ketika melihat Sasuke berjalan mendekat. Sakura sendiri menatap Sasuke yang berjalan mendekat kearahnya.
"Sasuke-kun?" Shion menatap Sasuke.
Sasuke menghiraukan Shion, onyxnya menatap Sakura dengan baju yang terkena tumpahan jus.
"Hn, ikut aku."
Sakura tidak bisa melakukan apapun selain menuruti Sasuke yang menarik tangannya. Emeraldnya menatap lab komputer yang ada di hadapannya. Sasuke segera membuka pintu lab komputer dan menguncinya dari dalam.
"Sa-Sasuke-senpai mau apa?" Sakura menatap Sasuke dengan ngeri ketika Sasuke membuka satu persatu kancing bajunya, "Ja-Jangan perkosa aku."
Sakura terpengarah ketika Sasuke memberikan seragamnya kepadanya. Sakura menatap Sasuke dengan pandangan tidak percaya.
"Dasar bodoh!" Sasuke menyentil dahi lebar Sakura, "Ganti seragammu dengan seragamku."
Sakura mengusap dahinya dan merengut kesal. Dia memandang Sasuke yang terlihat seksi hanya dengan sebuah kaos tanpa lengan yang menunjukan otot-otot lengan yang terlihat seksi itu. Menggelengkan kepalanya, Sakura mengenyahkan berbagai pikiran negatif di otaknya. Dia tidak boleh masuk ke dalam pesona Sasuke.
"Jangan mengintip," ancam Sakura.
Sasuke mendenguskan tawanya dan membalikan badannya. Meski begitu, Sasuke bisa mencuri lirikan kearah Sakura yang sedang membuka baju seragamnya dan menggantinya dengan seragam miliknya. Sesuatu di bawah sana mengeras ketika melihat dada bulat dan sekal Sakura yang tertutup dengan bra berwarna hitam. Sial!
"Kamu bisa berbalik, Sasuke-senpai." Sakura menarik nafas panjang ketika memakai seragam Sasuke yang begitu kebesaran di tubuh mungilnya.
Sasuke semakin tidak bisa menahan ereksinya ketika melihat Sakura begitu menggemaskan dengan seragamnya yang kebesaran itu. Ugghh.. dia semakin tidak sabar untuk membawa Sakura ke ranjangnya.
"Hn, sebaiknya kita ke kelas."
.
.
Selama jam pelajaran berlangsung, Sakura bisa mencium aroma maskulin yang menguar dari seragam milik Sasuke. Berita tentang seragamnya yang ketumpahan jus dan Sasuke yang meminjamkan seragam pemuda itu padanya langsung tersebar luas. Dia langsung merasa seperti selebritis karenanya.
Shion sendiri tidak bisa menahan kegeramannya ketika melihat Sasuke yang duduk dengan santai di bangkunya hanya dengan mengenakan kaos oblong pemuda itu. Lihat saja, dia pasti akan menghancurkan gadis berambut merah muda itu cepat atau lambat!
.
.
Sasori mengernyitkan dahinya ketika melihat seragam Sakura yang penuh dengan noda kekuningan. Dia menatap Sakura yang sedang duduk sembari menonton televisi.
"Sakura, apa yang terjadi dengan seragammu?" tanya Sasori keheranan.
"Ketumpahan jus. Senpaiku yang menyebalkan menumpahkan jusnya dengan sengaja di seragamku." Sakura merengut kesal dan kembali menonton televisi.
Sasori menarik nafas panjang dan memasukan seragam milik Sakura ke dalam mesin cuci. Dia harus segera mencucinya sebelum nodanya tidak bisa menghilang.
.
.
Itachi sendiri menatap Sasuke yang tersenyum sembari memutar-mutar ponsel di tangannya. Mengangkat satu alisnya, dia tidak pernah melihat adiknya seperti itu.
"Sasuke, apa yang terjadi padamu?" tanya Itachi.
Sasuke sedikit melirik kakaknya.
"Hn. Tidak ada."
Itachi menarik nafas panjang, sepertinya adiknya sudah mendapat mangsa baru untuk ditiduri. Dia hanya berharap jika mangsanya bukan Sakura.
oOo Revenge oOo
"Jadilah pacarku."
Konoha High School langsung gempar ketika pangeran tampan di sekolah mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak ingin di dengar oleh mereka sebagai fans Uchiha Sasuke. Naruto sendiri tidak bisa menahan mulutnya yang terbuka melihat sahabatnya yang sedang menyatakan cinta. Dia sendiri baru kali ini melihat Sasuke menyatakan cinta kepada seorang gadis.
Neji sendiri melipat tangannya di depan dada. Dia sudah menduga jika pada akhirnya Sasuke akan mengikat Sakura pada ikatan hubungan. Sai sendiri tidak bisa menahan senyum anehnya.
Sakura sendiri tidak kalah terkejutnya dengan semua orang yang menontonnya. Tadinya dia sedang memakan bentonya di kelas. Tiba-tiba saja Sasuke datang dan langsung menarik tangannya kemudian membawanya ke tengah lapangan. Sakura melirik Ino yang menganggukan kepalanya. Ini kesempatannya untuk membuat Sasuke hancur.
.
Shion keluar dari kelasnya ketika melihat keributan di tengah lapangan. Matanya membulat tidak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh Sasuke.
"Jadilah pacarku. Aku tidak menerima penolakan."
Shion bisa merasakan dunianya hancur seketika.
.
.
.
.
.
.
TBC
Balasan Review :
Kiki Kim : ini udah di panjangin.. :3
Bluepink Cherrytomato : Hahaha.. iya, sama-sama.. ini udah di update sekilat mungkin :D
Lightflower22 : nggak seru kalo pake golok XD
Azizaanr : iya.. udah jadi dari hari apa gituu.. gara-gara eror gabisa di update deh.. :3
Cherryma : udah panjangkah? XD makasih ya..
Hanazono Yuri : sudaaahh..
Lady Bloodie : Iya.. hajar aja XD ditunggu di lapangan tuh XD
Jey Sakura : ini juga udah perang :D
Kevin Uchiha : Ini udah di lanjut..
Floral White : salam kenal juga senpai.. aku gak nyangka bakal ada author sekelas senpai yang ngereview fict gaje ini.. *ngelapingus* Pengen sih... di bikin gondrong tapi XD ntar bakalan di ceritain kok.. tp masih jaaaauuhh.. kayaknya sih emang udah dari sononya kali ya..
Yaaaaapppp.. ini udah update paling kilat.. mumpung lagi gak ada kerjaann.. tapi mungkin besok udah mulai sibuk, sekolah pulang sore soalnya :3 terimakassihhh buat semuaaaaaa yang udah baca dan mau ninggalin review disini! Review kalian sangat berharga buat Author :D terimakasih juga buat yang udah ngikutin dari awal fict ini!
Sampai ketemu di chap selanjutnya!
-Aomine Sakura-
