Saga yang Ditukar Chapter IV By Serenia Alba
Anime : Saint Seiya
Jenis : Humor, Gaje, Gila, Garing, Maknyoss,dll
All hi semua, udah lama ya! Maafkan author yang hiatus macem anime tetangga dikarenakan kesibukan author dengan organisasi duta apalagi sekolah, ya kita daripada chingchong-chingchong mari kita mulai! :3
Disclaimer : Saint Seiya milik Kurumada dan Fic tentu milik author
Rate : T (13 or older)
Keterangan :
Saga : Defteros
Defteros : Saga
Chapter IV : Kembali ke Sanctuary Abad 20
Defteros alias Saga sedang mencari tempat makan di penghujung kota Sanctuary. Yak kita sebut saja warteg, nah warteg yang dicari-cari ini ga ketemu-ketemu sampai akhirnya sampai di restaurant tempat Shion dan Albafica berada. Ya sudah barang tentu dikhawatirkan seekor(?) Gemini akan berantem dengan seekor Pisces di sini yang akan membuat seluruh pengunjung restoran panic dan melarikan diri.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya si Pelayan.
"Saya pesen nasi Padangnya satu porsi ya," kata Defteros(Saga) polos.
"Nasi Padang? Apa itu nasi Padang?" tanya pelayan bingung.
"Itu nasi yang ada Rendang, ayam Pop, sama Gulai Kambing," jelas Defteros (Saga) sambil nerangin nasi Padang dengan kedua tangannya.
"O yang itu, baiklah akan saya antarkan. Mau dibungkus atau makan disini?" tanya Pelayan sekali lagi.
"Makan disini, yaelah mbak cara ngomongnya kayak di keiefshi aja," kata Defteros (Saga) sweadroped seketika.
"Oi Defteros!" sapa Shion.
"Eh Shion, Albafica!?" sahut Defteros (Saga) bingung bin takut dengan orang yang disebelah Shion ya siapa lagi kalau bukan Albafica, orang yang waktu itu dia goda pas masih dalam wujud Gemini Saga.
"Kok kamu kayak kelihatan takut?" Shion heran .
"Ehehe, bukan apa-apa kok!" Defteros alias Saga mencoba mengelak.
"Apa kamu lihat-lihat?!" Albafica sinis pada Defteros.
"Gawat?! Aku harus gimana nih? Aku ga kepikiran kalau nyari warteg bakal berurusan sama nih titisan dewi kematian, Emak, Babeh, Kanon, Dewi Athena lindungilah aku!" batin Defteros (Saga) meminta doa keselamatan, ya kali aja dikasih cosmo lebih pas diserang Albafica.
"Ya ampun Albafica, dia bukan cowok waktu itu.. Sudahlah lupakan," Shion menenangkan Albafica.
"Err.. Siapa yah?" Defteros aka Saga pura-pura gatau.
"Bukan apa-apa, karena kita bertiga sudah ada disini mari kita mengobrol,"ajak Shion dengan lemah lembut.
~Saga Yang Ditukar~
Lalu tiba-tiba datanglah sebuah rombongan yang mengenakan Surprice entah darimana asalnya. Mereka datang dengan wajah terheran-heran dan ada juga yang ngomel-ngomel akibat si pemilik Griffon Surprice ga bisa diem.
"Wah kita malah nyasar ke sini," Hecate kecewa.
"Pokoknya harus ketemu Albafica titik! Lepasin kalian berdua, Gigantic Feather Flop!" seru Minos mengepakan seluruh sayap Surpricenya.
"Eh?!" Albafica malah ikut ketarik gara-gara ga sempet ngesummon Pisces gold Cloth dan untungnya bisa ditangkap Shion.
"Aduh kelakuan siapa lagi ini, Kamu ga apa kan?"tanya Shion menatap Albafica dengan rasa khawatir.
"Maaf ya, jadi banyak ngerepotin kamu, sekarang aku penasaran tentang siapa dalang dari masalah ini," kata Albafica berusaha melihat si dalang masalah dengan tubuh yang ditahan Shion, tau-tau anginnya malah tambah besar dan melemparkan tubuh ramping Albafica ke dekapan Defteros.
"Crystal Wall!" Shion berusaha menahan angin besar tersebut dengan jurus dari Cloth andelannya Aries.
"Kamu ga apa kan cantik?" Defteros (Saga) berlagak sok keren macem pangeran yang ada fairy tale belum lagi dia ngegombal.
"Aku ga apa-apa kok," Albafica masang senyum manis.
"Demi Athena, Kanon akhirnya lu dapet kakak ipar juga!"batin Defteros (Saga) hatinya berbunga-bunga.
"Defteros hey?!" Albafica mendadak jengkel.
"Pengantinku.." Defteros aka Saga sudah melayang-layang di khayalannya, mau tau banget khayalannya nih anak? Bayangkan para Reader Albafica pakai Wedding Dress putih dengan mahkota bunga mawar yang dipasang kelambu di kepalanya, terus tersenyum sambil lari-lari ala sinetron alay. Emang dasar pikiran laknat.
"Argh!" Albafica pun melayangkan Royal Demon Rose pada si tukang gombal yang lagi berfantasi soal acara pernikahan dia dengan Miss Sanctuary .
"Makan tuh dasar tukang gombal! " Albafica dengan nada sinis bin kesel akibat fantasi seorang Saint Gemini yang sekarang sedang sekarat itu.
Perlahan-lahan angin yang super gede itu berhenti dikarenakan Minos ditahan pakai guci ajaibnya Hades oleh Kagaho dan Aiacos. Habis itu mereka mengikat tubuhnya dengan tali dan melakban mulut si hakim narsis sampai tiga lapis layaknya kain kafan buat pria, Mengerikan sih tapi kalau ga begitu Minos bakal ngancurin satu kota cuma gara-gara mau ketemu sang pujaan hati.
"Fyuh, untung ga ngancurin satu kota dan kita bisa dimarahin Hades sama Athena cuma gara-gara nih makhluk," Hecate menghela nafas.
"Can ketemu ge atos nyieun masalah, komo deui pas ketemu Albafica.." kata Kagaho nyengir.
"Boga saudara nu kieu mah, ah lieur!" keluh Aiacos.
"Gue setuju sama lu, Aiacos!" timpal Rhadamantys nyengir.
"Ayo guys, kita on the way lagi!" seru Hecate mengteleportasi mereka menuju Sanctuary .
Setelah tragedi angin ribut ala hakim narsis, Defteros (Saga) bangun dari kesekaratannya secara perlahan-lahan. Yak penampilan ganteng dengan Gold Cloth Gemininya udah rusak gara-gara Royal Demon Rosenya Albafica belum lagi nasi Padang yang ia pesan malah kebawa terbang jauh bersama si Pelayan, Miris memang.
"Kok hari ini gue apes banget ya? Makanan gue ilang belum lagi kena gamparan Miss Sanctuary," gumam Defteros (Saga) .
"Hey kamu?!" Albafica mengeluarkan senjata andalan Pisces alias Piranha Rose.
"Buset, baru aja gue selamat dari Royal Demon Rose eh udah ada yang baru lagi. Apa salah gue coba?!" batin Defteros (Saga) berteriak dalam hati. Jantunganya berdetak kencang dari yang biasanya, bukan karena jatuh cinta tapi karena sekarang ia sedang merinding disco.
"Ternyata benar, kamu orang yang nyari masalah waktu itu," Kini Albafica telah siap dengan Pisces Gold Cloth dan Mawar Hitam mengerikan miliknya.
"Kamu salah paham Albafica, asli itu bukan aku kok," Defteros (Saga) berusaha menenangkan Pisces Cantik yang sepertinya akan mengamuk sebentar lagi.
"Ga usah bohong! Piranha Rose!" Albafica melemparkan mawar hitamnya.
"Buset, kalau gini bisa-bisa gue pindah alam sebelum gue balik jadi Saga. Another Dimension ajalah," batin Defteros (Saga) nyengir.
"Another Dimension!"
~Saga Yang Ditukar~
Defteros (Saga) ngos-ngosan ngeanother Dimension secepat mungkin supaya ga kena Piranha Rose. Hanya beberapa detik ia sudah sampai di depan Kuil Aries dalam keadaan sehat walfiat.
"Akhirnya gue bisa selamat!" seru Defteros menghela nafas lega.
"Kata siapa kamu bisa melarikan diri dari Piranha Roseku?!"
"Eh?" Defteros (Saga) tiba-tiba berkeringat dingin seketika dan jantungnya pun berdetak kencang layaknya gendang dangdut. Munculah kedua sepasang Gold Saint dari balik pilar reruntuhan.
"Ngomong-ngomong makasih ya Shion!" seru Albafica tersenyum tipis.
"Kenapa kalau urusan yang beginian kok aku malah ikut terlibat.." Shion menghela nafas kenapa dia selalu menggunakan Teleportasinya untuk hal yang sepeleh begini.
"Kalau kamu ga mau, aku ga bakal lagi mau diajak makan bareng, main bareng, apalagi jalan bareng!" ancam Albafica ngambek.
"Iya Senorita Albafica," Shion seketika malah ikut merinding juga, kini ga ada yang bisa ngebantuin Defteros eh Saga yang malang itu.
Senorita : Panggilan nona dalam bahasa Spanyol
"Shion yang segitu bisa ngejinakin Albafica aja malah ga bisa apa-apa buat nolongin gue, mendingan gue kabur aja dah!" seru Defteros (Saga) lari Sprint buat kabur dari Albafica.
"Jangan kabur kamu!" seru Albafica malah mengejar Gemini Gold Saint yang kabur, malang sekali nasib Saga sekarang..
Setelah Insiden kejar-kejaran..
Hecate dan kawan-kawan akhirnya bisa sampai di pintu gerbang Sanctuary. Kagaho dan Aiacos berdiri sambil mengawali Minos si hakim yang daritadi nyebut nama Albafica, karena jengkel dengan Minos mereka pun menglakban mulutnya.
"Akhirnya kita sampe juga," kata Hecate senang jingkrak-jingkrak.
"Alba.! Alba!" Teriak Minos saat lakbannya dibuka oleh Aiacos.
"Gusti! Ieu budak teu daek cicing wae!" keluh Kagaho.
"He'euh, daridulu urang heran nahanya Hades-sama dan Zeus-Sama milih ieu budak jadi Hakim Underworld, hakim teh kalem sareng aya wibawana, ari ieu ah sudahlah" kata Aiacos nyengir.
"Jujur, gue pun bingung kenapa hakim bisa seedan ini mana dulunya pas jaman mitologi kakak gue lagi," lanjut Radamanthys nyengir.
"Hush, udah jangan ngerumpiin kenapa Hades dan Zeus milih dia, kasian tuh makhluk kembar menderita gara-gara ramuan mujarab gue,"Hecate menghela nafas.
Olimpus
Sementara di Olimpus, Alone dan Hades lagi ngerumpi sambil nonton Uttaran pun nangis sambil bersin-bersin.
"Haitcyu! Hiks!" tangis plus bersin Alone dan Hades
"Pindahin napa channelnya? Gue mau nonton anime tetangga nih!" protes Ares nunjukin episode terbaru yang ada Academia dengan cewek pirang cantik bersama ace cardnya.
"Nanti aja, Anak Icha lagi direbutin sama si demi dewa," bales Hades.
"Yaelah, setiap yang jelek pasti ada demi dewanya, tuh nenek maunya apa sih pake sumpah-sumpah segala?" kata Apollo nyengir.
"Kagak bener tuh," timpal Artemis ikut setuju dengan komentar adiknya Apollo.
"Kenapa jadi pada ngomong Uttaran sih? Kita kan lagi rapat?" tanya Saori nyengir.
"Tau tuh, padahal kita lagi sibuk-sibuk rapat ini malah nonton Uttaran," kata Poseidon nyengir.
Kuil Pope, Sanctuary Abad 18
kembali ke cerita, Sasha dan Pope Sage sedang sibuk-sibuknya mencari-cari ramuan penawar Saga dan Defteros. Lalu Dohko dan Tenma pulang habis jalan-jalannya dari Asgard dengan kacamata hitam sambil bergaya, lho bukannya Asgard itu iklim dingin terus kenapa gayanya ala tropis gitu? Ayo kita lihat.
"Loha semua!" seru Dohko pakai baju ala hawaian.
"Shisou, kita kan dari Asgard bukan dari Hawai," kata Tenma sweadroped.
"Buset, yang aneh ini aja belum selesai udah ada lagi yang baru," kata Sage nyengir
"Udah bah, siapa tau iklim Asgard lagi cerah," simpul Sasha ngasal.
"Cerahmu! Kesimpulan macam apa itu?" Hakurei bergubrak ria.
"O ya Sasha, kata Alone dia nitip baju dinas baru lewat Hecate dan lainnya mau kesini katanya mau ngasih ramuan apalah itu," kata Tenma.
"Oke, Bajunya lagi on the way," kata Sasha masih nyari-nyari tanaman buat bikin ramuan.
"Athena Sasha, Hekate yang imut ini sudah dateng!"teriak Hekate tiba-tiba datang
"Oi coeg, kamana wae?" tanya Kagaho akrab ke Dohko sambil jabat tangan.
"Ente juga kemana aja bro?! By the way, ngapain ente bawa nih makhluk?!" tanya Dohko ngeri pas ngeliat Minos ngasih deathglared.
"Ou ieu jelema, biasa hoyong ketemu Albafica, bisi kambuh deui panyakitna jadi abdi sareng Aiacos nemenin ka Sanctuary," jelas Kagaho.
"Kalau soal entu Miss Sanctuary, tadi gue liat lagi makan siang bareng Shion di Athens City," jawab Dohko.
"Wuapah Albafica sama Shion?!" seru Minos terkejut sekaligus lakban dari mulutnya bisa lepas.
"Uluh kambuh deui ieu jelema!"seru Aiacos panik.
"Pokoknya lagi sakral tuh acara makan mereka berdua," lanjut Dohko manas-manasin.
"Sakral?!" Seketika petir menggelegar dari langit Sanctuary yang asalnya cerah jadi mendung disertai petir menggelegar.
"Buset sikap lebaynya bisa sampai begini dong," Hecate nyengir.
Sebelumnya para reader ketahui bahwa Minoslah yang meyebabkan cuaca berubah secara ekstrem, tapi perlu para reader ketahui bahwa penyebab sebenernya berasal dari Surga Olimpus di langit. Siapa pelakunya? Dan kenapa dia melakukan hal konyol begini? Mari kita bungkus secara tajam setajam silet!
(Sorento : Ngawur tuh kata-katanya, masa dibungkus sih? Kebanyakan makan di Warung Nasi Padang sih kan udah dibekelin sama Mamah
Author Cindy : Eish bukan Nasi Padang aja dong, gue langganan macem M*R,dll kalau udah mau pergi les sama training. (Bergaya pake kacamata item Antinomy anime tetangga))
Di Olimpus
"Sialan tuh demi dewa, seenaknya aja ngehasut Muktah biar ga deket Icha!" teriak Illias kesel kebawa suasana sinetron.
"Hyatt,Lightning Bolt!" Illias mengeluarkan teknik jitu rasi bintang Leonya.
"Om jangan ngamuk dong, kita udah capek-capek buat cuaca Sanctuary cerah eh malah Om rusak!" protes Calisto salah satu angelnya Artemis.
"Pokoknya gue ga terima titik!" seru Illias ngamuk.
"Hanya Athena yang tau akhirnya..." gumam Lugonis ngikutin gaya Nenek Demi Dewa.
"Kak, kak! Liat ada Om-om yang ngamuk gara-gara nonton Utteren," kata anak kecil yang mirip dengan adiknya Surt God Warrior.
"Udah Dek, kita jalan terus aja.. Nanti kita malah disikat sama entuh Om-om," bisik Tokusa nyengir.
Karena Artemis dan Apollo turun tangan atas kerusuhan yang diakibatkan nonton drama India, Cuaca Sanctuary pun membaik bagaikan iklan Mastin dan Recheese, ya cuaca cerah kembali.
Di kuil Sagitarius
"Om kok cuacanya ga stabil sih?" tanya Regulus.
"Dulu kata Papa Ilias, cuaca kayak begini bertanda bakal banyak tamu yang ngasih salam tempel.." jelas Sisyphos ngarang.
"Kalau bener berarti Om banyak duit dong, minta duit dong," pinta Regulus senyum senang dengan mata hijau.
"Ah lu mah giliran duit buat warnet nomor satu," keluh Sisyphos sweadroped, ia dengan sangat menyesal salah mengarang untuk membohongi keponakannya nan imut.
Di Papacy
Datanglah Defteros (Saga) dengan nafas ngos-ngosan dan wajah putih pucat seketika entah kenapa semenjak Saga jadi Defteros, muka Defteros rada putihan dikit. Putihnya sih bukan karena luluran tapi karena dia pucat ketakutan.
"Alhamdulilah, akhirnya gue bisa selamat," kata Defteros (Saga) sujud syukur.
"Ada apa Defteros? Kok ngos-ngosan gitu?" tanya Dohko heran.
"Coeg selamatin gue dari tikaman Miss Sanctuary yang ngamuk dari Kuil Aries," pinta Defteros (Saga) Ketakutan.
"Albafica!" seru Minos bahagia.
"Eh emang lu ada apa masalah ape bro? Sampe Albafica mau ngajak tawuran?" tanya Dohko heran.
"Tawuran? Kok serem amat. Jadi gini nih ceritanya gue lagi nyari warteg terus gue ketemu mereka berdua, eh tau-tau gue dilempar Piranha Rose dan dikejer kayak Buronan" kata Defteros (Saga) rada ngeri.
"Buset serem amat ampe ngeluarin senjata andelan, terus-terus?" Dohko makin penasaran.
"Shion bilang dia lagi PMS gara-gara cowok yang mirip Aspros ngolokin dia kemarin banget, jadi karena gue mirip banget seketika gue kena serang, sumpah tolongin gue coeg! Ini lebih serem dari Thanatos sama Dewi Keres!" kata Defteros keringet dingin.
"Err.. Gue sih mau bantuin lu, cuma ya kalau Albafica gue takutnya malah pindah alam bro, lu tau kan gue takut banget sama Bloody Rosenya," ujar Dohko malah ikutan merinding membayangkan mawar putih milik Albafica menusuk jantungnya.
"Sumpahnya bantuin gue bro, Shion aja kagak mampu lagi ngejinakin malah yang ada Albafica ngamuknya macem Black Rose Dragon!" seru Defteros(Saga) panik sampai bawa Naga anime tetangga sebelah.
"Yaelah gitu aja kok panik," suara keras itu datang dari pintu masuk ruang utama Pope.
"Dia udah balik ke kota Athens bareng Shion, katanya sih buat beli bibit tanaman baru," kata Yuzuriha melangkah masuk.
"I'm home Miss Athena Sasha!" seru Yato senang dan berlari menuju Sasha layaknya adegan telenovela, tapi langsung ditahan Tenma.
"Eh Yato, mau kemana bro?" tanya Tenma tersenyum menghalangi, ia sebagai kakak angkatnya tidak terima kalau Yato berani dekat dengan Sasha belum lagi ia sudah diwanti-wanti oleh Alone untuk jaga Sasha.
"Itu Ten.. ga usah ngalangin napa?!" Yato sewot dan mengembungkan pipinya, hal ini hanya ditanggapi oleh senyuman tipis Yuzuriha.
"Oke masalah selesai, nah kita masih ada masalah lagi soal tanaman ramuan itu," kata Hakurei.
"Hmm.. Tanaman ramuan ya? coba aku periksa di peti itu sekali lagi," kata Sage mencoba membongkar peti besar.
Alhasil karena membongkar peti besar tersebut, Sage mendapatkan sebuah tanaman yang mereka cari. Tapi, isi dari peti itu bukan cuma Tanaman ramuan saja dan ternyata keluarlah seorang dewi mimpi cantik yang datang entah darimana.
"Phantasos!" seru Rhadamantys dan Hecate terkejut.
"Gusti, aya deui orang macem Minos," kata Kagaho nyengir.
"Dimana El Cid? El Cid my darling, where is he?" tanya Phantasos yang udah berlipstik merah ala tante-tante .
"El Cid ada di Kuil Capricorn bukan di sini, Mbak," jawab Yato.
"Mbak? segini cantiknya dipanggil mbak? Adek mau di Grim Fantasia ya?" Phantasos mendeathglare Yato sehingga si Unicorn bungkam, gimana mau ga bungkam kalau diancem mimpi indah tapi taunya dah di akhirat.
"Gimana mau dipanggil mbak kalau kamu dandan ala tante girang," kata Sasha dan Hecate menggelengkan kepalanya.
"Wah sudah jam sepuluh! El Cid I'm coming honey!" seru Phantasos lari menuju Kuil Capricorn sambil bergaya ala cewek iklan Webtoon.
"Gue yakin dia korban iklan.." gumam Tenma sweadroped.
"Ya bener," timpal Yato dan Yuzuriha.
"Aku heran kenapa El Cid bisa mau sama tante-tante macem Phantasos," kata Dohko nyengir.
"Diam-diam selera El Cid ah sudahlah," Defteros (Saga) cuma sweadroped.
"Okay kembali ke topik awal, kita udah dapet tanaman ramuannya Te. Terus abis itu kita bakal ngapain lagi?" tanya Sasha.
"Hmm... Kalau buat dua orang kayaknya kita kurang bahan deh, terus bahan buat penawar itu ada di abad 20 dan dijaga oleh para anak buah Typhon," ujar Hecate mengusap dagunya.
"Apa anak buah Typhon?!" seru semua terkejut.
"Iya, tempatnya ga jauh dari Milos Island dan tanaman penawar itu cukup banyak disana, kalau aku kasih saran sih mending buat dulu ramuan dengan bahan yang ada. Kalau soal nyari bahan ramuan itu, aku boleh minta bantuan ga Athena? " pinta Hecate.
"Boleh, mau minta bantuan apa?" tanya Sasha penasaran.
"Karena kita yang bikin penawar dan ga akan mungkin ke Abad 20 apalagi Athena Saori juga sibuk rapat di Olimpus..." jelas Hecate tapi diinterupsi sama Sage.
"Bisa langsung ke intinya?" pinta Sage.
"Jadi intinya harus ada beberapa orang Saint kesana bersama nih para Specter," kata Hecate melirik keempat hakim yang sedang rusuh sedari tadi.
"Gue sih setuju kan siapa tau ada tukang Es Cendol," kata Radamanthys mengangguk setuju.
"Abdi mah satuju weh sakalian jaga ieu weh budak sareng Aiacos," lanjut Kagaho diikuti anggukan Aiacos.
"Gue sih yes aja, bener ga Defteros?" kata Dohko nyenggol bahu Defteros.
"Iye dong," balas Defteros (Saga).
"Tapi kak, luka kakak kan baru pulih?!" kata Tenma khawatir belum lagi Dohko pas di Asgard suka ngajak tawuran para penjaga Puri Valhalla dengan alasan buat latihan katanya.
"Udah kagak apalah luka ginian mah kecil," kata Dohko santai.
"Kalian bertiga bantuin kita buat ramuan!" perintah Sasha pada ketiga saint di depannya
Orang-orang yang disuruh Athena Sasha pun pergi menggunakan Another Dimensionnya Defteros (Saga) menuju Abad 20. Sementara di Sanctuary Abad 20, seorang Gold Saint pulang dari misinya di negeri jauh. Saga alias Defteros yang sedang ngewifi terganggu akan cosmonya lalu melihatnya dari luar kuil, tidak salah lagi Cosmo ini adalah...
Di Kuil Gemini Abad 20
"Cosmo siapa nih?!" gumam Saga(Defteros) menyipitkan matanya kepada orang yang sedang berjalan ke Kuil Gemini.
"Cowok berambut biru tua panjang yang suka ngedumel sambil Nyanyi anaconda pake Gold Cloth itu siapa ya?" batin Saga (Defteros) berpikir sejenak.
"Jangan-jangan..." batin Saga (Defteros) tiba-tiba terkejut.
"My Anaconda don, my Anaconda, bang - bang -bang!"nyanyi si Gold Saint dengan gerakan gaje berjalan mendekati kuil Gemini.
"Kakak, aku pulang!"
To Be Continue.
Hades : "Sumpah jangan tanyain ane kenapa milih entu Hakim narsis!" (Nyengir)
Hermes : "Tung-tung-tung Tarangtung, daradadung dung daradung~" (Nyanyi Uttaran)
Asmita : "Yeaay Uttaran~" (Ikutan Nyanyi)
Hasgard : "Wabah Uttaran lebih parah daripada Wabah Laler Veronica" (Facepalm)
Sigmund : "Gue baru tau ada nasi Padang di Kota Athena Abad 18" (Ngakak seketika)
Deathmask : "Enak aja tuh orang nyolong Wifi Kuil Cancer seenaknya!" (Merasa ga terima)
Shura : "Pantes aku streaming film AADC jadi lelet"
Defteros : "Enak aja ane nyolong, modal dong!" (Pamer Router Wifi)
Shaka : "Siapa tuh Gold Saint yang nyanyi Anaconda sambil ngikutin gerakan asli Nicki Minaj?! tuh orang kayaknya butuh pencerahan deh" (Nyiapin Tasbih)
Sorento : "Sumpah ngebayanginnya aja udah bikin aku ketawa apalagi ngeliat" (Nahan ketawa)
Io : "Gue sih yes aja" (Setuju dengan Sorento)
Kanon : "Awas lu berdua, aku kirimin ke bermuda tau rasa! By the way akhirnya aku muncul juga" (Lega)
Saga : "Hari ini gue apes banget kayaknya, gue cuma mau cari makan aja malah dapet serangan fajar" (Ngambek di pojokan)
Kanon : "Mana nih nikahannya kak?" (Nyengir ala Yaoming)
Aphrodite : "Mangkanya jangan suka ngegombalin orang, makan tuh Piranha Rose!" (Deathglared)
Saga : "Sungguh jahat kalian" (Makin mojok)
Author Cindy : "Ga kayaknya ente emang apes kayaknya aku tau hidup ga semulus iklan Webtoon"
Sisyphos : "Icelus, adik kamu kesamber apa?"
Icelus : "Semenjak dia naksir El cid tukang tebas itu, ya otaknya emang rada-radalah belum lagi gara-gara iklan Webtoon" (Geleng-geleng)
Hypnos : "Nak dandananmu mengalahkan emakmu!" ( Ketawa sambil nangis)
Like and Review yo!
