Tittle : 悲伤,爱情,友谊 (Hurt, Love, Friendship)

Chapter 4 : The reality

RATE : T

CAST :

_Ryeowook (Wookie).Yeoja. Bendahara OSIS

_Yesung .Namja . Ketua OSIS

_Kyuhyun .Namja .Koordinator OSIS

_Sungmin (Minnie) . OSIS

_Eunhyuk .Yeoja. Anggota OSIS

_Donghae .Namja. Wakil OSIS . Sepupu Sungmin

_Siwon . Namja. Sekretaris OSIS

_Kibum . Yeoja. Sepupu Yesung

_Hangeng . Namja . Appa Wookie

_Heechul . Yeoja . Umma Wookie

_YunHo .Namja. Appa Kyu

_JaeJong . Yeoja . Umma Kyu

_Kangin . Namja. Appa Yesung

_JungSoo . Yeoja. Umma Yesung

_Jongjin . Namja. Dongsaeng Yesung

Pairing : Yewook, Kyumin, Hanchul, Kangteuk, Haehyuk, Sibum, and others.

WARNING : Genderswitch, Gaje, Abal, Typo bertebaran dimana-mana. J

~Happy Reading~ n ~Remember for Review~

_Pagi di Kediaman Keluarga Kim_

Didapur seorang yeoja paruh baya tengah menyiapkan sarapan. Wookie yang baru saja membuka matanya , tersadar dari mimpi nya, lalu meraih ponselnya, dia melihat jam baru menunjukan pukul 6. Dia bangkit dari kuburnya *Author ditenggelamkan di Sungai Han* , maskudnya bangkit dari kasur empuk Yesung lalu berjalan ke kamar mandi, membasuh dirinya, lalu berpakaian seragam, menyisir rambut panjangnya lalu mengikatnya, dia tidak berdandan karena memang dia ini yeoja tomboy. Hanya butuh waktu 15menit baginya untuk bersiap-siap. Lalu turun ke dapur, dia menemukan Jungsoo sedang menyiapkan sarapan, Jungsoo yang sadar akan kehadiran Wookie tersenyum manis kearah Wookie dan menyapanya. "Pagi Chagiya, sudah sehat eoh?"

"Ne Umma, Wookie tidak sakit kok. Kenapa bangun nya pagi Umma? Apa dirumah ini tidak ada pelayan?" Tanya Wookie sambil berjalan kearah Jungsoo membantunya menyiapkan sarapan.

"Ne. Rumah ini tak ada pelayan. Umma yang mengerjakan semuanya sendiri." Jungsoo masih sibuk dengan pekerjaannya.

'Berbeda sekali dengan dirumahku, andaikan Umma-ku juga seperti Jungsoo-Umma, betapa bahagia nya aku. Tapi sepertinya mustahil' Batin Wookie.

"Selamat pagi yeobo, selamat pagi Wookie." Sapaan Kangin menyadarkan Wookie dari lamunan nya. Kangin lalu duduk di meja makan. Wookie hanya tersenyum.

"Pagi Umma-ku yang cantik , Appa-ku yang tampan dan Wookie-Noona yang manis semanis gulali." Jongjin muncul lalu duduk di kursi sebelah kiri Kangin.

"Mana Hyung-mu?"Tanya Jungsoo sambil membawa makanan ke meja makan dibantu Wookie.

"Masih tidur." Jongjin menjawab lalu merapikan seragam nya.

"Wookie, bangunkan Yesungie sana." Perintah Jungsoo kepada Wookie.

"Eh..?" Wookie terkaget sambil menunjuk dirinya dengan telunjuknya.

"Ne, cepat sana, kalian bisa terlambat nanti."

"Ne Umma." Wookie berjalan menuju kamar Jongjin.

Didepan kamar Jongjin.

Tok..tokk..tookkk... Wookie mengetuk pintu kamar tersebut.

"Oppa, ayo bangun, sudah siang, hari ini upacara selesainya kegiatan MOS. Aku tidak mau di cap senior tak bertanggungjawab. Oppa bangun." Suara Wookie membangunkan Yesung terdengar sedikit keras.

"WOOKIE, MASUK SAJA KE DALAM DAN SERET DIA KELUAR." Teriakan berupa perintah mutlak dari Kangin mengangetkan Wookie.

Wookie membuka kamar Jongjin tapi dia tidak menemukan Yesung diatas tempat tidurnya.

'Lho? Oppa dimana ya?' Batin Wookie.

Tiba-tiba sepasang tangan memeluk Wookie dari belakang, Wookie tersentak kaget. Yesung membenamkan kepala besarnya (?) dengan rambut yang masih basah dileher Wookie sambil berkata "Pagi Chagi."

"Oppa kau mengagetkanku." Jantung Wookie berdetak 2x lebih cepat , dia membalikan tubuhnya dan melihat Yesung dalam keadaan errr... sangat sexy. Rambutnya basah, hanya mengenakan handuk menutupi daerah bawahnya (?) dan dengan tetesan air yang mengalir di dada nya. Kontan Wookie kaget dan menutup kedua matanya dan berteriak "KYYYAAAAA... OPPA MESUM!" Wookie berlari keluar kamar dan menutup pintu kamar itu, dia berdiri didepan pintu kamar menstabilkan detak jantungnya. "Cepat pakai bajumu dan turun sarapan Oppa." Setelah berkata Wookie langsung turun. Astaga! Demi bulu-bulu Heebum yang rontok, Yesung sangat seksi *plak*, kita ulangi, image Wookie sebagai yeoja cuek judes seketika musnah berganti menjadi yeoja pemalu.

_Di Ruang Makan_

Wookie berjalan turun lalu duduk di samping Jongjin. Jungsoo duduk dihadapan Jongjin, tak lama kemudia Yesung pun turun.

"Pagi semuanya." Sapa Yesung lalu mendudukan dirinya disamping Wookie.

"Ayo kita mulai sarapan, Appa sudah hampir telat ini, ada meeting pagi." Kata Kangin.

Mereka lalu makan bersama sambil sesekali terdengar celutukan Jongjin dan Yesung.

'Enak sekali berada di keluarga ini. Tuhan, aku sungguh berharap keluarga ku juga bisa seperti ini, walaupun itu sangat mustahil' Batin Wookie.

"Baiklah, Appa selesai. Appa pergi dulu. Annyeong yeobo." Kangin mencium pucuk kepala Jungsoo.

"Selamat tinggal Wookie, hati-hati di sekolah ne, kalau namjachingu bodohmu macam-macam padamu adukan saja kepada Appa, Appa potong kepala besarnya itu." Kangin mencium pipi Wookie sekilas.

"Appa, cepat pergi sana, Huh, cium sembarangan." Yesung mengerucutkan bibirnya tandanya dia kesal akan tindakan Appa-nya kepada Wookie. Kangin tertawa berhasil menggoda anaknya.

"Aiishh, yeobo, jangan menggoda mereka lagi, cepatlah kau ada meeting." Jungsoo membuka suara. Kangin pun berjalan menuju pintu depan. Sesaat kemudian dia kembali membuat semua yang ada di meja makan bingung.

"Apa lagi yeobo.?" Tanya Jungsoo mewakili anak-anaknya.

"BabyWook, percaya pada Appa, baumu seperti bau Yesungie." Kangin mengerlingkan sebelah matanya lalu melanjutkan jalannya.

Wookie hanya berblush ria mendengar perkataan Appa-nya Yesung.

"Apa benar?" Jongjin mendekat kepalanya ketubuh Wookie. Kontan Wookie kaget dan memundurkan tubuhnya.

"Jin-ah ..! Sopanlah, dia Noona-mu.!" Kesal Yesung.

"Haishh, hentikan pertengkaran bodoh ini. Cepat ke sekolah." Jungsoo menginterupsi kedua anaknya.

"Kajja Hyung. Hari ini pakai mobil saja, kan bertiga, tidak mungkin pakai motor lagi." Kata Jongjin.

"Kau menyetir sendiri aja, aku mau naik motor sama Wookie-ku, lebih romantis. Kajja Wook, kita berangkat. Annyeong Umma." Yesung menarik Wookie.

"Noona, beragkat sekolah tidak bawa apa-apa gitu?" Tanya Jongjin polos melihat Wookie hanya membawa tas berisi laptop.

"Ini juga aku sama Wookie mau kerumah Wookie mengambil tas sekolahnya." Kata Yesung.

_Kediaman keluarga Tan_

Saat ini mereka sedang sarapan bersama ==

"Kau mau kemana Min pagi-pagi begini?" Tanya Heechul kepada Minho saat melihat anaknya itu pagi-pagi sudah rapi.

"Bukan urusan Umma." Jawab Minho ketus sambil berjalan keluar dan menghidupkan mobilnya lalu pergi.

"Lihatlah Han, lihat anakmu! Aku Umma-nya dia bahkan berani begitu ketus kepadaku, dan lihatlah anak pembawa sial itu tak pulang dari kemarin, kemana saja dia, bersenang-senang dengan kekasih-kekasih liarnya eoh?" Heechul terlihat emosi menghadapi sikap ketus Minho.

"Chulie, hentikan semua kekonyolanmu! Sudah 18tahun bahkan kau belum bisa menerima kehadiran Wookie? Apa salahnya padamu? Dia bahkan tak tahu apapun selama ini. Yang dia tau adalah kau Umma-nya. Dia terus menyayangimu, menuruti kemauanmu , mengabaikan kalau dirinya juga memerlukan kebahagiaan, tak Cuma membahagiakan mu dan Seo. Mau sampai kapan kau mempertahankan kegoisanmu! Dia juga anakmu, dia berhak mendapatkan kasih sayang seperti yang kau berikan kepada Minho dan Seo." Hangeng sudah tak dapat memendam semua kekesalannya.

"Apa kau bilang Han? Kau bilang dia anakku? Hahaha, sangat lucu Tan Hangeng. Catat dan ingat, anakku hanya Minho dan Seo, aku tak punya anak bernama Ryeowook. Aku harap kau tak melupakan siapa Ryeowook dan dari mana asal mulanya Ryeowook berasal. Jangan pernah katakan anak haram itu anakku. Dia hanyalah anak haram hasil perbuatan nista mu dengan wanita itu!" Heechul menjerit frustasi.

PLAK!

1 tamparan mendarat tepat di wajah Heechul.

"Jaga ucapanmu Chulie! Kau benar-benar membuatku marah." Hangeng berteriak tepat didepan wajah Heechul.

Hangeng dan Heechul tak menyadari saat itu Wookie dan Yesung berdiri tidak jauh dari mereka, Wookie menatap mereka dengan wajah datar tanpa ekspresi. Yesung terkaget sambil berpekik "Astaga Appa."

Hangeng kaget mendengar suara itu dia menoleh dan mendapatkan Wookie hanya menatap mereka dengan tatapan datar tanpa ekspresi.

"Wook..Wookie.. Yesungie. Sejak kapan kalian disana?" Hangeng berjalan mendekati mereka.

"Maaf menganggu. Aku hanya ingin mengambil tas ku. Annyeong. Ayo kita pergi Oppa." Wookie menarik Yesung pergi.

"Wookie. Appa bisa menjelaskannya." Hangeng menahan tangan Wookie tapi ditepis ringan olehnya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan Han. Biar saja. Biar anak sial ini tau dari mana asalnya dan tak terus berharap aku bisa menerima kehadiran nya dan menyayanginya. Kau dengar tadi yang ku bilang kan anak pembawa sial eoh? Kau bukan anakku. Kau tak pernah lahir dari rahimku. Kau hanya anak haram hasil hubungan gelap Appa mu dengan wanita penggoda itu. Kehadiran mu telah merebut kebahagiaanku dan anak-anak ku terutama Seohyun. Appa-mu menyayangimu melebihi dia menyayangi anakku. Itulah sebabnya aku membencimu. Tapi kehadiranmu ada untung nya juga, aku bisa mengambil organ dalam tubuhmu untuk anakku." Heechul memandang Wookie dengan pandangan menghina.

PLAK!

1 lagi tamparan mendarat di pipi Heechul. Wookie berjalan keluar, Yesung hanya mengikuti, sedangkan Seohyun hanya memeluk Heechul.

"Wookie tunggu Wookie." Hangeng berusaha mengejar Wookie tapi Wookie sudah keburu pergi bersama Yesung.

Tanpa mereka ketahui seorang namja tengah menyeringai dari balik tembok. Rencana nya kini semakin berjalan lancar.

Sepanjang perjalanan Wookie hanya diam, Yesung melakukan hal yang sama, hanya berkonsentrasi mengendarai motornya. Pikirannya berusaha mencerna kata-kata Heechul tadi. Dia tak pernah membayangkan kehidupan Wookie begitu rumit.

Sesampai di parkiran Wookie pun turun dari motor Yesung. Melepas helm nya menunggu Yesung selesai memarkir motornya. Mereka berjalan beriringan, karena masih awal sekolah masih sepi.

_Ryeowook's POV_

Sakit. Ya sakit. Hanya itu yang dapat kurasakan. Tapi entah kenapa air mataku tak bisa mengalir, seketika kurasakan hatiku kosong, hampa dan aku merasa kaku. Tak mampu berkata apapun. Jadi ini jawaban dari semua doaku dan pertanyaaku kepada-Mu Tuhan? Kenapa harus begini? Pikiranku kacau. Kacau. Hidupku kenapa jadi begini? Aku salah apa? Aku tak sanggup lagi. Aku harus bagaimana?

Siapakah Umma-ku? Wanita penggoda? Apa ini? Permainan apa lagi ini? Aku lelah. Aku lelah...

_Ryeowook's POV END_

"Wookie baik-baik saja kan?" Yesung menarik tangan Wookie.

"Ne Oppa. Kau tak perlu khawatir, aku baik-baik saja. Kalau Oppa ada yang perlu dikerjakan Oppa kerjakan saja." Wookie memaksakan tersenyum.

Yesung paham apa arti kata 'baik-baik saja' dalam kamus hidup Ryeowook.

"Hmm.. ikut Oppa saja yuk. Kita sebentar ada acara penutupan MOS. Bantu Oppa susun pidato ya?" Yesung menarik tangan Wookie kelantai 3 , ke ruang OSIS.

Baru saja dia membuka pintu ruang OSIS dia kaget menemukan seseorang didalamnya. Orang itu Kyuhyun. Yesung kaget melihat Kyu pagi-pagi sudah berada didalam ruang OSIS. Dia menatap Wookie sejenak, Wookie masih setia dengan wajah dingin menusuknya.

"Ada apa pagi-pagi kau di ruanganku Cho Kyuhyun?" Tanya Yesung dengan ekspresi serius.

"Hanya ingin mengingatkanmu untuk hati-hati pada gadis dibelakang mu itu Hyung. Kau tak cukup mengenalnya da kehidupannya. Kau bahkan tak tau apa-apa tentangnya. Dia berbahaya, sangat berbahaya Hyung." Kyuhyun menyeringai menatap Wookie yang tetap diam dengan ekspresi dingin nya.

_FLASHBACK ON_

Setelah keributan di pantai Kyuhyun mengantar Sungmin pulang setelah dia mendapat telepon dari Appa nya bahwa Seohyun akan pulang ke Korea. Ini akan membuatnya frustasi karena dia harus menemanis Seohyun dan mengikuti semua kemauan anak manja itu, dan tentu saja hal itu mengurangi waktunya untuk berduaan dengan Sungmin.

Kyuhyun menghentikan mobilnya di sebuah rumah mewah, rumah yang paling tak ingin dia datangi. Dengan setengah hati masuk kedalam rumah tersebut, berpura-pura memasang wajah senang nya bertemu dengan tunangannya yang tak dicintainya.

"Kyuunnniiieeee. Bogoshipo..." Seo langsung berlari ke pelukan Kyuhyun melihat Kyuhyun memasuki rumah mewah mereka.

"Nado.." Kyuhyun tak membalas pelukan Seo.

"Hmm.. Umma dan Seo akan tinggal di Korea lagi?" Tanya Kyuhyun kepada Heechul dan Seohyun.

"Kami hanya sebentar disini Kyunnie, karna Seo bilang dia merindukanmu. Kami harus secepatnya kembali ke Amerika, ada hal yang tak bisa ditinggal." Jawab Heechul.

"Hmm.. jadi berapa lama kalian disini?" Tanya Kyuhyun.

"Kyunie, kenapa tanya begitu? Kau tak senang aku pulang ke Korea eoh?" Seo mengerucutkan bibirnya.

Kalau saja Seo adalah Sungmin mungkin Kyu sudah menciumnya, tapi ini nenek sihir berpose sok imut begitu sungguh Kyuhyun ingin muntah.

"Bukan begitu Chagi, aku kan hanya bertanya." Kyuhyun berakting.

"Hanya 1 minggu saja kok." Jawab Heechul. "Jadi malam ini menginaplah disini."

_FLASHBACK END_

Jadi namja yang menyeringai menyaksikan pertengkaran keluarga Tan adalah Kyuhyun yang kini tau asal-usul Wookie.

"Kau tak perlu mengajariku Kyu. Ajari saja yeoja-mu sopan santun dan cara menghargai sahabatnya. Kau ada perlu apa diruanganku? Kalau tak penting silahkan keluar." Kata-kata Yesung terdengar dingin dan menusuk hati. Wookie mencengkeram erat lengan Yesung.

"Aku hanya mengingatkanmu saja Hyung." Kyuhyun menyeringai. "OH dan ya. Yeoja manja, aku punya sedikit kejutan untukmu hari ini. Selamat menikmati!" Kyuhyun berjalan meninggakan mereka.

"Wookie , abaikan Kyu. Dia hanya iseng saja." Yesung menenangkan Wookie.

Wookie masih diam saja, setelah itu dia duduk dan membantu Yesung menyusun pidato nya.

Acara penutupan MOS berjalan dengan lancar. Yesung dan Wookie masih berada di sekolah sampai jam 2, saat mereka ingin menuju tempat parkir mereka melihat sekumpulan wartawan disana. Yesung yang merasa ada yang aneh menarik Wookie untuk bersembunyi.

"Ada apa Oppa?" Tanya Wookie kaget ditarik Yesung.

"Sssttt. Diamlah chagi, lihatlah ditempat parkir begitu banyak wartawan, aku merasa ada yang tak beres." Jawab Yesung

Tiba-tiba seseorang datang menepuk pundak Yesung. "Kalian ikut yuk."

"Mau kemana Tao?" Tanya Wookie polos.

"Kita kembali kerumah besar Nona. Tuan besar menyuruhku menjemput Nona Muda karena kebetulan ada Tuan Muda jadi sekalian saja yuk, kalau kalian ke tempat parkir dan mengambil motor Tuan Muda, akan berbahaya nanti kalian diserang wartawan itu." Tao menjelaskan.

"Memang nya ada apa Tao, tak perlu basa-basi." Wookie mulai kesal.

"Ikut saja , nanti Nona Muda akan tau." Tao menarik Wookie dan Yesung kearah belakang sekolah, disana mobil Tao terparkir.

_Kediaman Keluarga Tan_

"Ini gila! Bagaimana bisa urusan keluarga kita bocor ke publik!" Hangeng membanting ponselnya ke sembarangan arah.

Ya. Pertengkarannya dengan Heechul tadi pagi tentang identitas Ryeowook bocor ke publik dan kini menjadi headline di berbagai media, mengingat Hangeng adalah Pejabat terkenal. Di ruang keluarga nya telah duduk Minho, Seohyun, Heechul dan Kyuhyun.

Yesung dan Wookie datang bersama Tao dan puluhan pengawal di belakang mereka.

"Wookie .." Lirih Hangeng.

"Aku sudah tau kok Appa. Appa tak perlu menjelaskan nya padaku. Sekarang terserah Appa mau bagaimana menjelaskan kepada publik. Lakukan yang Appa suka, jangan sampai merusak nama baik Appa. Sebentar lagi aku sendiri yang akan menggelar konferensi pers, biar aku yang menjelaskan kepada mereka bahwa itu hanya rekayasa. Aku akan mengakui aku bukan anak kandung Appa, aku hanya anak angkat yang Appa pungut dari panti asuhan dan mengkonfirmasi semua berita yang mengatakan aku anak seorang pelacur. Dengan begini image Appa, Umma, Oppa dan Eonnie akan tetap terjaga. Setelah ini aku juga akan keluar dari rumah ini, aku tak pantas tinggal dirumah ini, mungkin Umma benar, aku anak pembawa sial, aku tak pantas berada di keluarga Tan yang terhormat ini. Aku juga akan mencabut marga Tan dari semua identitas ku. Setelah ini semua hal yang berhubungan denganku tak akan menyeret nama Appa lagi. Lagipula publik tidak tau bahwa aku anak Appa atau bukan. Karena aku jarang muncul di depan publik sebagai anak Appa." Wookie berkata dengan tatapan kosong dan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.

"Wookie, kau harus kuat." Yesung berbisik di telinga Wookie dan menggenggam erat tangan Wookie.

"Wookie, Appa tidak mau begini. Sudah cukup pengorbanan mu. Appa tidak mau kau seperti ini. Appa akan menjelaskan semuanya. Appa siap mundur dari posisi Appa." Kata Hangeng.

"Kau gila Han? Biar saja anak haram itu menanggung nya sendiri. Dia tidak ada bedanya dengan Umma-nya yang penggoda!" Heechul berkata dengan sangat sakratis.

"Umma tidak berhak berkata seperti itu kepada dongsaeng-ku! Tau apa Umma tentang Wookie? Umma hanya tau memarahinya mencacinya dari kecil sampai sekarang." Teriak Minho sambil berdiri dan menunjuk Heechul.

"Oppa, hentikan! Oppa benar-benar sudah diracuni wanita itu eoh? Aku juga dongsaeng Oppa. Kenapa yang Oppa bela selalu dia? Kenapa tak pernah aku eoh?" Seohyun yang terlihat emosi ikut membentak Minho.

"Diam kau Seo! Kau tak berhak berbicara seperti itu. Harusnya kau berterimakasih kepada Wookie sudah menyelematkan hidupmu dengan membahayakan hidupnya sendiri. Apalagi yang belum kau rebut dari Wookie eoh? Kau merebut semua kebahagiaannya. Kau bukan dongsaeng Oppa. Saeng Oppa Cuma Wookie." Minho kembali berteriak didepan Seo.

"Hyung, kenapa kau meneriaki Seo?" Kyuhyun yang sedari tadi menjadi penonton akhirnya mengambil bagian. "Semua yang Seohyun dan Umma katakan itu benar. Wanita itu tak ada bedanya dengan Umma-nya yang pelacur. Menginap dirumah pacarnya apa itu pantas kau sebut dongsaeng yang baik Min-Hyung? Matamu dibohongi oleh kepolosannya, dia ini berbahaya Hyung. Bahkan dia pernah mencoba menggodaku padahal dia tau aku tunangan Eonnie-nya." Rencana Kyuhyun untuk menghancurkan keluarga Tan semakin dipermudah.

"DIAM KAU KYU. KAU TAK TAU APAPUN TENTANG WOOKIE. KAU TAK BERHAK MENILAINYA." Yesung yang sudah tak tahan akhirnya angkat bicara.

"Oppa, kumohon Oppa jangan emosi. Biarkan aku menyelesaikan nya." Bisik Wookie kepada Yesung.

"DIAM KAU NAMJA BABBO! Berani sekali kau membentak Kyuhyun. Siapa kau hah?" Seo berkata dan melihat Yesung dengan tatapan meremehkan.

"Han. Kau dengar sendiri kan apa kata Kyu? Bahkan tunangan Eonnie nya sendiri pun mau dia goda. Wanita ini benar-benar seperti ibunya, wanita jalang!" Heechul menghampiri Wookie dan..

PLAK!

1 tamparan mendarat di pipi Wookie. Darah segar mengalir dari sudut bibir Wookie.

"HENTIKAN! KAU GILA CHULIE!"

PLAK!

1 Tamparan mendarat diwajah Heechul.

Pandangan Wookie menjadi kabur, dia memegangi kepalanya.

"Oppa, bawa aku pergi dari sini, aku mohon." Kali ini pertahanan Wookie runtuh, dia menangis.

"Kalian sudah puas? Aku akan membawa Wookie pulang kerumahku."

Yesung mengeluarkan ponselnya lalu menelepon seseorang. "Jemput aku di rumah keluarga Tan, sekarang!"

Yesung memapah Wookie keluar.

Didepan rumah Wookie terparkir sebuah mobil mewah. Seorang bodyguard Yesung membukakan pintu untuk mereka. Mobil itu berjalan menjauh dari rumah keluarga Tan.

Ya, pertengkaran hebat ini adalah rancangan Kyuhyun. Dia merekam semua kejadian ribut tadi pagi, menjualnya ke salah satu media terkenal di Korea Selatan dan itu langsung menjadi headline dimana-mana. Rencana nya untuk lepas dari keluarga Tan dan menghindari perjodohan itu semakin berjalan mulus. Bukankah sekarang nama baik keluarga ini baru saja dihancurkannya.

"KALIAN PUAS? AKU MUAK!" Minho berjalan keluar.

Hangeng hanya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Pulanglah Kyu. Appa yang akan menyelesaikan semuanya. Ini urusan keluarga."

"Baik Appa." "Seo, aku pulang dulu, kalau terjadi sesuatu, hubungi aku." Kyuhyun berjalan meninggalkan keluarga Tan yang kini hanya diliputi keheningan.

_KYUMIN'S SIDE_

OKE. Sekarang kita lihat. Kyuhyun akan kemana.

Kyuhyun melajukan mobilnya menuju tempat sambil menelepon seseorang. "Aku akan menjemputmu, tunggu aku didepan rumahmu." Kyuhyun menghentikan mobilnya di sebuah rumah lalu membukakan pintu mempersilahkan yeoja yang telah menunggu nya itu untuk masuk ke dalam mobilnya. Lalu membawa mobilnya tak tentu arah.

"Kyu, apa kau yang melakukan itu semua kepada keluarga Wookie?" Tanya Minnie. Walaupun dia sempat berpikiran untuk membenci Wookie tapi rasa iba-nya mampu mengalahkan keegoisannya.

"Iya, Cuma begini caranya supaya aku bisa keluar dari keluarga Tan yang terus saja mengikat keluargaku dan aku hanya karena mereka berjasa atas kesuksesan Appa-ku." Kyuhyun tersenyum puas.

"Kyu, apa kau tak salah melakukan ini semua? Aku kasihan pada Wookie." Minnie menatap Kyuhyun seketika senyum yang menghiasi wajah Kyuhyun lenyap dan berganti dengan tatapan tidak suka karena perkataan Sungmin tadi.

"Min, aku harap kau ingat apa yang telah dilakukan mereka, mereka menghalangi kita untuk bersatu! Dan kau tak perlu merasa kasihan kepada yeoja manja itu. Aku tidak suka ,Min!" Kyuhyun menjawab dengan sedikit kasar.

"Tapi..tapi Kyu.." Sungmin yang melihat perubahan ekspresi Kyuhyun pun tak berani melanjutkan kata-katanya lagi.

"Sudahlah Min. Cukup kau tau aku mencintaimu dan kita akan bersatu. Hal lain biar aku yang mengurus nya dan kau tak perlu memikirkannya." Kyuhyun melajukan mobilnya, Sungmin hanya diam saja.

_Yewook's SIDE_

Sepanjang perjalanan pulang kerumah Yesung hanya diam , begitu juga dengan Wookie. Saat sampai dirumah sudah sore. Jungsoo yang melihat keadaan keduanya kaget, terutama Wookie yangatanya membengkak dengan tatapan kosong berjalan masuk ke dalam rumah langsung berjalan kedalam kamarnya, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Jungsoo menghampiri Yesung yang hanya terdiam didepan pintu dengan wajah kusutnya.

"Ada apa dengan Wookie? Kalian dari mana? Kenapa jam segini baru pulang?" Jungsoo bertanya bertubi-tubi kepada Yesung. Yesung melangkah masuk dengan loyo.

"Appa mana Umma? Apa Appa sudah pulang?" Tanya Yesung tanpa menjawab pertanyaan Jungsoo.

"Kau belum menjawab Umma, jangan mengalihkan pembicaraan. Apa yang kau lakukan pada Wookie? Seperti nya dia habis menangis." Jungsoo berusaha memancing Yesung untuk segera menjawab pertanyaan nya.

"Bukan salahnya yeobo, Yesungie tak melakukan apapun pada Wookie." Suara Kangin menyadarkan mereka.

"Apa maksudmu yeobo? Kau lihatlah anak ini, pulang dengan wajah kusut, ditanya tak menjawab." Jungsoo sedikit emosi.

"Bacalah." Kangin menyerahkan sebuah surat kabar. Seketika mata Jungsoo membulat sempurna, dia benar-benar shock.

"Apa yang harus aku lakukan Appa? Wookie sangat terguncang, aku tidak tau harus bagaimana, aku tau akan sulit baginya menerima semua ini." Yesung semakin frustasi mengacak rambutnya. Jungsoo meletakan surat kabarnya, dia berjalan mendekat ke Yesung, mendudukan dirinya disamping Yesung dan membelai rambut Yesung dengan penuh kasih sayang.

"Kau anak Umma. Kau tau apa yang harus kau lakukan."

"Baiklah Umma." Yesung bangkit berjalan menuju kamar Wookie.

_Kamar Ryeowook_

Wookie berjalan masuk ke kamar mandi, menyalakan shower, tanpa mempedulikan seragam sekolah yang masih menempel dibadannya. Matanya memandang kosong ke depan. Air mata nya turun bersamaan dengan air yang membasahi tubuhnya. Biarkan, biarkan seperti ini. Biarkan air ini membawa pergi semua lukanya. Kenapa hidup mempermainkannya.

Yesung membuka pintu kamarnya. Dia mengedarkan matanya ke seluruh ruangan dan tidak menemukan Wookie, dia mendengar suara shower dari arah kamar mandi.

"Wookie, kau didalam?" Tanya Yesung.

"..."

"Wookie jawab Oppa."

"..."

"Wookie jawab Oppa, atau Oppa akan mendobrak pintu ini sekaang juga."

"..."

Yesung mendobrak pintu kamar mandi, dia kaget menemukan Wookie terduduk dibawah shower, matanya bengkak, tatapan nya kosong ke depan, seragamnya basah semua.

"Apa yang kau lakukan Wookie, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kau bisa sakit."

"..." Tiada jawaban. Hanya ada air mata.

Jongjin yang mendengar suara pintu di dobrak dari arah kamar Yesung segera berlari keluar dari kamarnya menuju kamar itu dan berlari menuju asal suara itu.

"Wookie Noona apa..." "OMO. Noona kenapa Hyung?"

"Jin-ah, panggil Umma cepat."

Yesung mengangkat tubuh Wookie. Membaringkan nya di kasur dan menyelimuti Wookie. Wookie hanya diam.

"Yesungie ada apa?" Jungsoo masuk dan menemukan Wookie dalam keadaan basah.

"Chagi, apa yang terjadi padamu, kenapa kau seperti ini?" Jungsoo memeluk Wookie dan hanya menangis.

"Appa, ada yang perlu kita selesaikan. Jin-ah, jaga Umma dan Noona-mu" Yesung berjalan keluar bersama Kangin.

"Umma..." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Wookie.

"Kau sakit Chagi, Umma akan merawatmu."

Mobil yang ditumpangi Yesung dan Kangin memasuki halaman rumah keluarga Tan yang besar dan luas itu. Keduanya keluar dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah tapi aksi mereka dihalangi beberapa pengawal pribadi keluarga Tan.

"Biarkan mereka masuk, mereka tamu Tuan Besar." Tao memberi perintah dan para pengawal pun mengijinkan mereka masuk.

"Tao, dimana Appa dan Min-Hyung?" Tanya Yesung kepada Tao.

"Mari Tuan Muda ikut saya." Tao berjalan ke ruang kerja Hangeng diikuti oleh Yesung dan Kangin.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

"Tuan, ada tamu." Kata Tao sambil mengetuk pintu.

"Masuklah." Jawab Hangeng.

"Silahkan Tuan." Tao mempersilahkan keduanya masuk lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.

"Yesung, bagaimana Wookie?" Minho langsung mengguncang tubuh Yesung.

"Buruk. Sangat buruk." Yesung menjawab dengan tatapan dinginnya.

"Kangin, aku harus bagaimana, aku ini Appa yang gagal kan?" Hangeng menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Aku benar kan Hyung? Cepat atau lambat semua nya akan menjadi jelas. Tidak semudah itu menutupi masa lalu mu Hyung." Kangin mendudukan dirinya didepan Hangeng.

"Appa...Apa yang dibilang Umma dan Seo tadi benar?" Minho membuka suara setelah mendengar perkataan kangin.

"Kangin, kau tak mengerti posisi ku saat itu. Kau tak tau. Aku gagal. Aku tidak bisa menjaga Wookie dengan baik. Aku gagal. Aku tidak bisa menepati janjiku padanya. Aku berdosa, aku sangat berdosa." Hangeng mengangkat wajahnya. Bekas air mata masih tertiggal di pipinya.

"Hyung, berhenti menyalahkan dirimu. Kau masih bisa memperbaiki semuanya Hyung." Kangin mencoba menenangkan Hangeng.

"Tapi bagimana? Bagaimana caranya?"

"Temukan dia Hyung. Temukan Umma kandung Wookie. Tebus kesalahan Hyung kepadanya. Hanya itu yang dapat Hyung lakukan."

"Aku, aku tidak bisa. Aku terlalu pegecut. Bahkan aku tak tau keberadaan nya sejak kelahiran Wookie dan dia pergi dari rumahku Hyung. Dan kau tau kejadian itu sudah 18 tahun yang lalu. Dimana aku bisa menemukannya?"

"Hatimu tau tempat dimana kau menemukannya!" Kangin menjawab dengan jawaban pasti.

"Appa. Sebegitu brengsek nya kah Appa? Jadi benar Wookie bukan dongsaeng-ku? Tadinya aku berpikir ini mimpi dan berharap aku cepat dibangunkan dari mimpi buruk ini. Tapi ini nyata." Minho yang sudah tak tahan akhirnya membuka suara.

"Min, kau jangan menyalahkan Appa-mu. Mengertilah Min, kau juga kelak akan menjadi laki-laki dewasa." Kangin mencoba menenangkan Minho.

"Hyung, kau tau? Tadi Wookie menangis, dia membiarkan dirinya dibawah shower, pasti dia demam sekarang, kau tak mau menemui Wookie?" Tanya Yesung.

"Hyung akan menemuinya, tapi aku tidak yakin Wookie mau berbicara kepadaku."

"Min, Ahjussi pikir kau jangan menemuinya dulu, biarkan dia dan pikirannya tenang, biarkan dia menerima semua ini." Kangin berkata dengan bijak.

"Aku akan mencarinya. Demi Wookie dan kebahagiaan Wookie. Aku harus menebus kesalahanku." Hangeng berkata dengan pasti dan meninggalkan Yesung, Minho dan Kangin diruangan itu.

Di sisi lain, sebuah keluarga.

"Kyu, kapan kau akan membawa yeoja-mu kerumah eoh? Umma ingin melihat bagaimana wajahnya. Kalian sudah bertunangan, tapi Umma tak pernah melihatnya dan tak pernah menemui orang tua nya" Seorang wanita paruh baya membuka percakapan santai dengan anak dan suaminya.

"Kyu, Appa berharap kau tak memacari anak keluarga Lee itu." Suara seorang pria menyahuti pembicaraan suaminya.

"Appa tenang saja, aku tak berhubungan dengan keluarga Lee lagi. Dan aku akan sesegera mungkin membawa yeoja-ku kerumah Umma. Umma tenang saja, dia sangat cantik." Kyu tersenyum miris meratapi kebodohannya yang tak sanggup jujur.

"Kalau Appa boleh tau siapa dan dari keluarga mana yeoja-mu itu?" Kata Yunho, Appa Kyuhyun sambil mengambil cangkir teh dan meminumnya, istrinya juga melakukan hal yang sama.

"Marga nya Tan, namanya Seohyun, dia dari keluarga pejabat, Appa-nya Tan Hangeng seorang pejabat, Umma-nya Tan Heechul seorang mantan model." Kata Kyuhyun.

Uhuk!

Jae terbatuk begitu mendengar nama itu.

"Umma kenapa?" Kata Kyuhyun penuh kekhawatiran.

"Umma hanya capek Kyu. Umma istirahat dulu." Jae, Umma Kyu berjalan meninggalkan Kyu dan Yunho. Kyuhyun hanya memasang wajah bingung.

'Jae, kau pasti masih mengingat laki-laki itu sampai kau terkaget seperti itu saat mendengar namanya' Batin Yunho.

#NP : Hope is a Dream That Doesn't Sleep _ Kyuhyun Super Junior

_↔TO BE CONTINUED↔_

Author tetap semangat ngelanjutin Fic walaupun yang review Cuma segelintir manusia saja. Tidak apa-apa. Yewook is real! Keep Writing Thor! Hwaiting!

WELL. Yang mau ngasih saran & kritik author tunggu.

Jangan bosan membaca dan mereview. Sarankan teman-teman anda membaca juga *PLAK*

Han Sung Young : Gomawo uda baca & review ^^. Ini uda author jelasin penyebab kebencian Hee kepada reading & Review

park min mi : Gomawo uda baca & review^^. Kayaknya penyebab kebencian Kyu uda ada penjelasannya di Chap 2 kalau author gag salah *Auhtor lupa sama Fic sendiri. Iya, author usahakan update secepat kilat.

kimryeowii : Gomawo uda baca & review^^. Ini akan author buat Happy Ending. Tapi gak tau berapa Chap lagi baru bisa ending. Author pundung kehilangan ide untuk melanjutkan. Ini aja ceritanya auhtor maksa banget.

PinkWookie : Gomawo uda baca & review^^. Author emang update tiap hari supaya para readers gag bosan nungguin author update kelamaan. Sebentar lagi ada kebahagiaan untuk Wookie. Disiksa dan bahagianya seimbang entar. Tenang saja.

Ddhanifa aaolfa : Gomawo uda baca & review^^. Yaampun sampai menangis? Author pikir kalian bakal bingung sama alurnya yang ditarik ulur dan Typo bertebaran di segala tempat. Ne, gomawo. Semoga author lulus.

LeeHaena : Gomawo uda baca & review^^. Ne, tidak apa-apa kok ^^. Di Chap ini uda dijelasin penyebab Hecchul benci Wookie. Keep reading

Kim : Gomawo uda baca & review^^. Benarkah? Awalnya banyak yang bilang ini FF Typo bertebaran dan itu membuat fic ini sudah dimengerti. Author jadi terharu *Tebar hadiah kepada readers*

Meyfa : Gomawo uda baca & review^^. Gomawo kritik dan sarannya. Author sudah mengusahakan tiada typo, kalau ternyata masih ada harap maklum, author baru, dan tak pernah menjadi penulis sebelumnya. Keep Reading

Miya Miya Rei : Gomawo uda baca & review^^. Author sama suka Yewook, apapun Fic nya kalau cast nya Yewook pasti Author baca walaupun Typo. Keep reading

EvilYul : Gomawo uda baca & review^^. Auhtor jadi semangat nih ngetik dan mau update cepat-cepat. Keep reading

dwoonho : Gomawo uda baca & review^^. Ne. Disini telah dijelaskan asal-usul Wookie walaupun masih belum terlalu jelas. Next Chap akan menjadi lebih jelas. Keep reading

Di fic ini, Author share lirik dan terjemahan bahasa Indonesia lagu nya Kyuhyun yang Hope is a Dream That Doesn't Sleep. Romantis banget ternyata arti nih lagu.

Check it Down :

na oerowododoe neol saenggakhalddaen

misoga naui eolgule beonjyeo

na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen

sarangi nae mam gadeukhi chaewo

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman

himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbu

najikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli

naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo sarang halsu itdamyeondasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeonhu

i mangeun naegen jamdeulji aneun kkum

neul naui gyeoteseo

geurimjancheoreomnjoyonghi neoneun naegero waseo

na apahaneunji maeil oerounji

geuriumeuro neoneun naege danyeoga

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana

hangsang niga naui gyeote isseunigga

meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga

geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo sarang

halsu itdamyeon dasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

sueobsi neomeojyeo biteuldaedo naneun ireohgeseo itjana

nae mam hanabbuninde

himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae neoreul hyanghae yeongwonhi

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchaem

iso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julgeijeneun apeuji ana

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango

galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge

nae maeum dahae saranghaneun neoreul

Translate :

Tidak masalah jika aku kesepian.

Setiap kali aku teringat padamu

Senyum menyebar di wajahku ^^

Tidak masalah jika aku lelah.

Setiap kali Kau senang

Hatiku penuh dengan cinta^^

Hari ini saya bisa hidup di dunia yang sangat keras :[

Bahkan jika aku lelah, ketika ku menutup mata, aku hanya melihat wajah Mu :]

Mimpi yang masih terngiang di telinga ku

Apakah meninggalkan sisi ku terhadap Mu?

Setiap hari hidup Ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur ^^

Seperti bayangan di sisiku Kau selalu

Diam-diam datang kepada ku

Untuk melihat apakah aku sakit?, untuk melihat, apakah aku kesepian setiap hari:)

Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku

Bahkan jika dunia ini membuat ku menangis, aku baik-baik saja

Karena Kau selalu di sisiku

Seperti debu, akan mereka berubah dan meninggalkan kenangan?

Aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku ^^

Setiap hari hidup ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur ^^

Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh

Aku masih berdiri seperti ini

Aku hanya memiliki satu hati

Saat aku lelah Kau menjadi kekuatanku

Hati Ku terhadap Mu selamanya

Jadi Aku menelan sakit dan kesedihan

Aku hanya akan menunjukkan kepada Mu

Senyuman Indah SAMPAI AKU MATI KAU SELALU ADA DI HATIKU ^^

ku akan selalu berpegang pada mimpi ku ingin memenuhi dengan Mu

Aku akan mencoba untuk memanggil Nama Mu ditempat

Aku tak dapat lagi mencapainya

AKU MENCINTAI MU SEPENUH HATI KU ^^