My Glassy Boy

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Junsu, Changmin (baru mereka yang ketawan)

Pairing : Belum saatnya

Genre : YAOI as always, School Life, Romance, Drama, Humor?

Rating : T

.

.

.

.

.

" Arraseo… Tidak mungkin! Yunho hyung itu cupu, ketinggalan zaman, aneh dan tidak tampan makanya tidak ada yang menyukainya" Ucap Junsu kemudian menganggukkan kepalanya

" Ya! Yunie itu tampan dan seksi kok! Joongie menyukainya!"

PLAAKKK

Jaejoong menepuk keningnya dengan keras. Dia langsung mengakui bahwa dia menyukai Yunho didepan Junsu. Pabbo Joongie… Melihat Jaejoong yang salah tingkah membuat Junsu melebarkan senyumnya. Akhirnya… Ada juga yang menyukai hyung cupunya itu!

" Su-suie ya…."

" Hmmm?"

" Jangan bilang Yunie ne?" Pinta Jaejoong dengan kitty eyes andalannya membuat Junsu benar – benar merasa gemas dengan namja cantik di depannya

" Arra… Kau bisa percaya padaku"

" Hah…" Jaejoong menghela nafas lega " Gomawoyoooo Suie…"

" Ne"

Junsu tersenyum lembut dan dibalas dengan senyuman manis milik Jaejoong.

" Ya! Junsu, bantu aku!" Teriak seseorang membuat Junsu menoleh

" Arraseo eunhyuk ah! Aku datang" Ucap Junsu kemudian kembali menatap Jaejoong " Aku kerja dulu hyung, kau hutang penjelasan

padaku hyung" Lanjut Junsu kemudian tersenyum

" Ne" Jaejoong mengerucutkan bibirnya

Padahal dia ingin rahasia ini hanya diketahui oleh keluarganya, Changmin juga sekretaris Mr. Kim yang sudah susah payah menguntit Yunho. Hah…

" Ya sudahlah… Mungkin Suie bisa mebantu agar Joongie bisa mendapatkan Yunie dengan cepat"

BLUSH

Seketika wajah Jaejoong memerah dan Jaejoong menepuki kedua pipinya dengan telapak tangannya.

" Omo omo! Apa yang Joongie katakana eoh? Mendapatkan? Kyaaa~~~~" Ucapnya heboh sendiri, dia juga menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri (lama – lama Jaemma kayak anak SLB)

Ck… Dia malah heboh sendiri… Aigoo…

Yah… Sepertinya hari ini Jaejoong habiskan dengan memandangi Yunho sepuasnya di kafe ini. Dari pojok kafe Junsu hanya bisa menahan senyum melihat Jaejoong yang berblushing sembari memandangi Yunho yang sedang serius menjaga kasir dan ah.. Jangan lupakan mulut Jaejoong yang terkadang menganga dan meneteskan air liur saat melihat Yunho yang sedang menghitung uang yang diberikan dari pelanggan. Jaejoong meleleh sempura juga saat melihat Yunho tersenyum kecil pada pelanggannya.

KLING

Pintu kafe itu terbuka dan menampilkan seorang namja yang belum terlalu tua. Dia masuk dan duduk ditempat biasanya. Junsu tersenyum melihat tamu langganannya dan menghampirinya.

" Selamat siang, Anda mau pesan apa… Park saenim?" Tanya Junsu kemudian menampilkan senyum sepuluh jarinya

.

.

.

.

.

~ Chapter 3 ~

.

.

.

.

" Eoommmaaaa…. Joongie pulaaaanngggg!" Jaejoong berteriak saat baru saja masuk ke dalam rumahnya

" Ne baby… Eomma sedang menonton"

Dengan langkah riang Jaejoong berjalan menuju ruang keluarga dan langsung menerjang eommanya. Dia berbaring pada pangkuan sang eomma.

" Aigo…"

" Eomma waeyo? Kenapa menelepon Joongie tadi"

" Kenapa hmm? Karena hari sudah sore dan anak eomma yang manis ini belum pulang makanya eomma meneleponmu"

" Ish! Eomma tidak seru! Joongie itu sedang mengawasi Yunie!"

" Mengawasi?"

" Ne, Joongie mengawasi Yunie kerja part time tadi! Dia sungguh tampan dan seksiiii sekali menggunakan seragam kafe eomma. Ini lihat" Ucap Jaejoong kemudian menyodorkan ponselnya

Mrs. Kim mengambil ponsel itu dan seketika alisnya bersatu, bingung. Tampan? Seksi? Nugu? Apa yang Jaejoong maksud adalah pelanggan di depan namja yang menjadi kasir? Atau pelanggan yang lainnya?

" Joongie ah…" Panggil sang eomma

" Ne eomma?" Jaejoong kembali memfokuskan pandangannya pada ponselnya

" Bagaimana hari pertamamu nak?" Tanya Mrs. Kim mencoba mengalihkan pembicaraannya saja

" Eoh?" Jaejoong menandang eommanya " Eomma mau tahu?"

Mrs. Kim mengangguk pelan membuat Jaejoong tersenyum lebar kemudian bangkit dari berbaringnya dan duduk disamping sang eomma namun tubuhnya tak lama menghadap kea rah eommanya.

" Joongie sseeeeennnaaangg sekali eomma! Apa lagi Yunie teman sebangku Joongie! Hehehehe… Yunie itu tampan, seksi, baik walaupun kalau belajar dia berubah menjadi dingin eomma… Tapi secara keseluruhan dia baik kok"

Mrs. Kim tersenyum lembut kemudian mengelus kepala Jaejoong membuat Jaejoong makin melebarkan senyumnya namun…

PLETAK

" Appooohh!" Pekik Jaejoong saat eommanya malah menjitak kepalanya " Eomma waeyo?!"

" Eomma bertanya bagaimana hari pertamamu bukan wujud dari Yuniemu itu!"

" Heheheh… Habis, seharian ini Yunie memenuhi hari Joongie" Ucapnya dengan wajah merona

" Aigo… Putraku jatuh cinta…."

" Hehehehehe… Kapan - kapan Joongie bawa Yunie ke sini dan memperkenalkannya pada calon mertuanya"

" Eh?"

" Omo! Apa yang Joongie katakan?" Ucap Jaejoong kemudian menepuk pipinya " Kyaaa~~~ Joongie maluuu! Joongie maluuuuu~~! Joongie mandi dulu eommaaa"

CUP

" Jo-joongie ah…" Panggil Mrs. Kim namun tidak didengar oleh Jaejoong yang dengan seenaknya pergi meninggalkannya sendirian dengan banyak pertanyaan dalam otaknya " calon mertua? Yang benar saja Joongie ah. Kau masih terlalu muda untuk memikirkan itu… Dasar anak gajah"

Eeeiii… Jika Jaejoong anak gajah kau induk gajah kah Kim?

.

.

.

.

Sedangkan dikamarnya Jaejoong tengah berguling - guling tidak jelas dengan wajah merah padamnya.

" Ish! Kenapa tadi Joongie sampai keceplosan eoh? Memalukan! Ugghhh…"

Jaejoong menghela nafas kemudian mengambil boneka gajah kesayangannya dan memeluknya erat kemudian menatap dinding kamarnya.

" Hah… Ottokeh…" Lirihnya pelan kemudian menenggelamkan wajahnya pada bonekanya itu

Setelah kabur dari hadapan eommanya, Jaejoong langsung mandi dan berbaring ditempat tidur kesayangannya.

CEKLEK

Changmin masuk kedalam kamar kakaknya dan menemukan kakaknya sedang mengerucutkan bibirnya sambil memeluk boneka gajanhnya.

" Noona? Waeyo?"

" Aish… Bisakah panggilan itu kau hilangkan?"

" Aniya~~ Sudah perjanjian" Ucap Changmin kemudian berbaring disamping hyungnya " Waeyo noona ya?"

" Ngh?"

" Kenapa kau sepertinya galau sekali?"

" Minnie ah… Joongie… Ugghh.. Malu!" Ucap Jaejoong kemudian menutup wajahnya dengan chang – chang

" Hmm? Wae?" Tanya Changmin

Dia menghadapkan tubuhnya pada Jaejoong dan menyangga kepalanya dengan tangan kirinya. Menatap hyungnya yang sedang merona malu.

" Joongie… Bingung bagaimana bisa mendekatkan diri pada Yunie…" Ucap Jaejoong mencoba memandang Changmin

Changmin tersenyum lembut.

" Hey…Kemana noonaku yang selalu percaya diri? Dengarkan aku noona… Noona akan membuat orang lain tertarik bahkan jika noona hanya diam"

" Tapi Yunie tidak" Ucap Jaejoong kemudian mempoutkan bibirnya

" Karena dia makhluk yang berbeda. Cobalah agresif seperti biasanya, jangan malu – malu kucing! Seperti bukan noonaku saja!"

" Ish… Joongie malu Minnie! Jantung ini selalu berdebar cepat saat berdekatan dengan Yunie"

" Aigo… Kau harus bisa menanganinya noona. Kau tak mau dia direbut orang lain?"

" MWO?!" teriak sang pawang gajah lalu duduk membuat Changmin ikut duduk dan menutup telinganya

" Aish! Suaramu sungguh membuat telingaku langsung tuli!"

" YA! Apa maksudmu Yunie direbut orang lain?" Ucap Jaejoong tidak terima

" Bisa saja kan?"

Jaejoong memincingkan matanya kemudian mencibir.

" Kau menyukai Yunie eoh?" Tanya Jaejoong dengan tatapan sinis nan imutnya

" Mwo? Yunhomu uke eoh?"

" Eh? Ba-bagaimana kalau Yunie menyukaimu?"

" Ng… Noona kau lupa kalau aku seme?"

" Eoh?"

" Yunho hyung itu uke?" Tanya Changmin lagi

" Ng… Joongie… Joongie berharap bisa menjadi semenya Yunie"

Changmin membulatkan matanya. SEME?

" Whahahahaha…. Wkwkwkkwkwkw…. Eu kyang kyang..! Eoh?" Kenapa dia jadi mengikuti cara tertawa Junsu eoh?

" Y-ya! Wae?" Jaejoong memukul lengan Changmin kemudian melipat tangannya didepan dada dan jangan lupakan dia juga mempoutkan bibirnya

" Kau? Seme? Whahahahahah… Mimpi saja kau noona ya!"

" Mw-mwo? Ja-jadi Yunie seme? Dan Joongie akan jadi ukenya?"

BLUSH

Entah kenapa memikirkannya sungguh membuat Jaejoong merona hebat. Changmin menyeringai melihatnya kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Jaejoong.

" Kau tahu nasib uke bukan noona? Berada dibawah dan mendesah… Aahh~~ Yunie… Yuniiee… Joongiee ahh… Sukaa~~" Goda Changmin

BLUSH

Sekarang wajah Jaejoong seperti kepiting panggang. Lho? Item dong? Salah! Kepiting rebus! Kenapa juga Changmin harus membahas hal itu!

" Ke-kenapa kau berpikiran sejauh itu Minnie!" Ucap Jaejoong kemudian mendorong Changmin menjauh dari telinganya

" Aku hanya berkata apa adanya. Noona… Tahukan… Nantinya noona akan seperti itu juga? Noona sudah memikirkannya?"

" An-aniya!" Ucap Jaejoong setengah berbohong

Setengah? Ne… Dia kemarin – kemarin pernah memikirkan posisinya yang akan menjadi seme dan melakukan 'itu' pada Yunho yang menurut pemikirannya Yunho adalah seorang uke. Aigoo… Tidak sadar diri eoh?

" Hahahahaha… Wajahmu lucu noona ya! Whahahahaha!"

" Y-ya!"

" Hah… Noona pikirkan yang terbaik ne? Jangan sampai menyesal nantinya" Ucap Changmin tulus kemudian tersenyum

" Hum! Ne Minnie!" Ucap Jaejoong kemudian menganggukkan kepalanya dengan semangat

.

.

.

.

" Yunniiieeeh… aaahhh~~~ nnghh… Mhhhm…"

" Joongie kau aah~~" Yunho mempercepat gerakannya pada Jaejoong

" Uuughh… Moreeehh… Aaahhh~~"

" Ahh~~ Joongieehhh…. Mmhhmm"

" Cium… aahhh… Cium Joongieeehhh..

" Mhhmmm…"

" Joongiee… aahh.. AAHH~~"

GUBRAK

Jaejoong mengerjabkan matanya dan menatap tak percaya celananya kemudian….

" HUUWWEEEEE…. EEOOMMAAAA! HUUUWWAAAA!"

.

.

Mr. Kim, Mrs. Kim juga Changmin yang berada pada meja makan itu menahan tawanya. Mereka melirik Jaejoong kembali dan mencoba menahan tawanya walaupun agak gagal.

" YA! Puas kalian menertawakan Joongie? HUH!" Jaejoong mempotkan bibirnya dan meletakkan sendoknya dengan kasar ke atas piring

" Aigo… Mian baby… Mian…" Ucap Mrs. Kim

" Pff…"

Jaejoong menoleh dan memberikan deathglare terbaiknya pada adik tersayangnya.

" Tertawa saja! Tidak usah ditahan! Minnie menyebalkan!"

" Whahahahaha… Aku tak menyangka kau sudah tujuh belas tahun tapi baru mengalami mimpi basah! Hahahahahaha"

Jaejoong mengerucutkan bibirnya mengingat kejadian tadi pagi. Setelah menangis memanggil eommanya, sang eomma segera masuk kedalam kamarnya. Padahal sang eomma tengah asyik berdandan ria bahkan roll rambut masih terpasang dirambutnya dan krimnya belum sempat dia ratakan pada wajahnya.

Dia langsung saja berlari ke kamar Jaejoong ketika mendengar teriakan juga tangisan Jaejoong yang memilukan hatinya. Setelah masuk dia mendapati Jaejoong terduduk dibawah ranjangnya dan menendang – nendang sekitarnya dan terus mengatakan kalau dia mengompol. Tak lama, Mr. Kim dan Changmin juga datang untuk melihat keadaan Jaejoong.

Mrs. Kim yang heboh langsung memeriksa tempat tidur jaejoong namun tidak menemukan apapun di atas ranjang motif Hello Kitty itu. Kemudian dia duduk tak jauh dari Jaejoong dan menanyakan kembali keadaan sang anak.

Jaejoong terisak pelan dan berkata jika dia mengompol namun eommanya meyakinkan Jaejoong bahwa dia tidak mengompol tapi Jaejoong tetap bersikeras kalau dia mengompol. Akhirnya Mrs. Kim yang kesal membawa Jaejoong ke kamar mandi didalam kamarnya dan menyuruh Jaejoong membuka celananya.

Awalnya Jaejoong malu karena sudah lama dia tidak bertelanjang di depan sang eomma. Namun untuk memastikannya Jaejoong akhirnya pasrah dan membuka celananya dengan bibir terpout sempurna.

Sang eomma hanya bisa menahan tawa saat melihat celana dalam berwarna pink milik Jaejoong. Dari luar saja, sudah kentara apa yang sebenarnya terjadi pada Jaejoong. Akhirnya dia membisikkan kata – kata yang membuat Jaejoong mengerti kejadian pagi itu.

" Memang Minnie mimpi basah saat usia berapa? Kau pasti belum pernah bukan? Kau kan baru lima belas tahun!" Ucap Jaejoong sok tahu

" Ck… Enam bulan lalu aku sudah mengalaminya noona ya~~" Ejek Changmin

" Mw-mwo?"

" Ne…. Lalu… Dengan siapa kau melakukannya?" Tanya Changmin

Kedua orangtua Jaejoong pun tertarik dengan pertanyaan yang Changmin lontarkan mereka memandang Jaejoong. Siapa tahu saja Jaejoong itu seme batin dari Mrs. Kim yang sebenarnya sangat mustahil. Jaejoong yang merasa diperhatikan segera menundukkan wajahnya malu.

" Nugu noona?" Tanya Changmin lagi

" Itu… Ng… Yu-yunie…"

" Eiii… sudah kuduga…" Ucap Changmin kemudian kembali memakan sarapannya

Mrs. Kim menghela nafas, sepertinya sang sulung benar – benar cinta mati pada Yunienya… Sedangkan Mr. Kim tersenyum melihat Jaejoong yang merona.

" La-lalu kau melakukannya dengan siapa eoh?" Tanya Jaejoong tidak mau kalah

" Aku?" Tunjuk Changmin pada dirinya sendiri

Jaejoong dan kedua orangtuanya menganggukkan kepala. Mereka juga tertarik dengan mimpi Changmin. Hahahah… Orangtuanya kepo!

" Tentu saja dengan seseorang yang memiliki bokong seksi" Jawab Changmin santai kemudian meminum susu vanilla didepannya

Mrs. Kim menatap Changmin tidak percaya. Anaknya baru lima belas tahun namun sudah berpikiran tentang bokong seksi? Pasti suaminya yang telah mengajarkannya! Mrs. Kim melirik sinis Mr. kim yang ada disampingnya yah… Walaupun Mr. Kim tidak melirik ke samping namun dia tahun ada aura kelam disampingnya sehingga dia lebih baik melirik kedua anaknya saja. Padahal dia tidak tahu apa salahnya.

Setelah menyelesaikan sarapannya, Jaejoong dan Changmin berangkat menuju sekolahnya. Sesampainya disana, banya siswa – siswi menyapanya dan Jaejoong dengan senang hati membalas sapaan mereka.

Jaejoong menghela nafasnya saat berada didepan pintu kelas dan perlahan melangkahkan kakinya kedalam kelas.

" Pagi Joongie…" Sapa Key

" Pagi Key ah…"

" Joongie annyeong!"

" Annyeong Tao!"

Jaejoong duduk ditempatnya dan menoleh ke samping dengan takut – takut.

" Annyeong Yunnie…"

" Hnn" Yunho hanya berdehem karena sedang membaca buku

Jaejoong mencoba memahami sifat dingin Yunho ketika membaca atau belajar. Dia harus membiasakannya bukan? Dia kemudian membuka tasnya dan mengambil buku juga. Sesekali dia melirik Yunho dan dia memperhatikan leher Yunho. Melihat jakun Yunho yang perlahan naik dan turun. Mengingatkannya pada mimpi tadi malam dimana Yunho berada diatasnya dan bergerak dengan cepat.

BLUSH

Jaejoong segera menenggelamkan wajahnya pada buku didepannya. Tak sanggup lagi melihat kearah Yunho.

" Paagiiii Jooonggiiee~~~"

Jaejoong mendongak dan melihat Sungmin duduk didepannya.

" Kau baru sampai?" Tanya Jaejoong

" Ah.. Ne… Aku ke-kesiangan tadi" Ucap Sungmin sedikit gugup

" Oh.. Arraseo" Ucap Jaejoong tersenyum lebar

.

.

" Joongie, antarkan aku ke toilet kajja" Ucap Sungmin saat bel istirahat berbunyi

" Makan siangnya? Minnie bilang dia akan langsung ke taman belakang bersama Suie" Tanya Jaejoong menunjukkan dua bekalnya

" Hmm…" Sungmin memasang wajah menggemaskannya lalu melirik kea rah Yunho " Yun, kau duluan ke taman ya. Suie juga Changminnie sudah dalam perjalanan kesana. Kami titip bekal kami nanti kami langsung ke sana"

Yunho menoleh kemudian mengangguk mengambil bekal Sungmin dan Jaejoong lalu berjalan keluar kelas. Sungmin dan Jaejoong berjalan kearah toilet kemudian Jaejoong menunggu Sungmin didepan toilet. Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada dinding dan bersenangdung lirih.

" Eoh? Kau yang bernama Joongie?"

Jaejoong mendongak dan mendapati seorang namja tinggi, berbadan kekar dan terlihat tampan walaupun tidak setampan Yunienya. Jaejoong memandang bingung namja didepannya.

" Nugu?"

" Ah, aku Taecyeon kelas dua belas"

" Oh? Annyeong sunbae" ucap Jaejoong kemudian membungkuk member salam " Jaejoong imnida"

" Ne, aku sudah tahu itu. Ah… Kau manis juga" Ucap sang kakak kelas lalu mencoba mencolek dagu Jaejoong

Jaejoong memundurkan kepalanya namun dagunya tetap saja terkena colekan dari namja didepannya dan Jaejoong tidak menyukainya.

" Kajja makan siang bersamaku saja" Ajaknya

" Mian sunbae, Joongie sedang menunggu teman Joongie"

" Apa temanmu manis juga? Ajak saja sekalian"

" Kami sudah ada janji mian sunbae" Ucap Jaejoong mencoba lembut

" Aigo… sombong sekali sih kau cantik" Ucap Taecyeon kali ini dia mencoba mencolek pipi Jaejoong namun kali ini dia gagal

" Joongie…."

Jaejoong langsung menoleh dan mendapati Sungmin sudah berdiri didepan pintu toilet.

" Kajja…" Ajak Sungmin tanpa memperdulikan namja disamping Jaejoong

" Ommo… Ommo… Sungminnie yang imut ini galak sekali eoh"Ucap Taecyeon kemudian mendekati Sungmin " Kajja kalian berdua makan siang dengaku dan teman – temanku?"

" Mian sunbae, kami sudah ada janji!" Ucap SUngmin tegas kemudian menatap lembut Jaejoong dan membuka tangannya " Kajja Joongie

" Hum!" Jaejoong mengangguk dan menyambut tangan SUngmin

Mereka berdua pamit dan berjalan riang kearah taman belakang, tempat janjian mereka.

" Joongie…" Panggil Sungmin

" Ne?"

" Apa… apa kau sudah ng…."

" Mwo?" Tanya Jaejoong bingung

" Itu…."

" Apa?"

" Itu lho…."

" Apa lhoo~~"

Sungmin mendekatkan bibirnya pada telinga Jaejoong dan membisikkan sesuatu membuat Jaejoong membulatkan matanya.

" Mwo?" Pekik Jaejoong pelan

" Otte?"

" Te-tentu saja Joongie sudah"

" Jinjja?"

" Ne…" Ucap Jaejoong yakin ' Tadi pagi' Lanjutnya dalam hati

Apa yang dibisikkan Sungmin? Uri Sungminnie hanya malu bertanya apakah Jaejoong sudah mendapatkan mimpi basahnya atau belum.

" Kau sudah?" Tanya Jaejoong

" Ng… Itu.. Tadi.. Pagi hehe…"

" Eoh? Makanya kau datang terlambat?"

" Hehehe… Ne"

" Ck…" Jaejoong sedikit menyeringai " Dengan siapa?" Tanya Jaejoong penasaran

BLUSH

Pipi Sungmin memerah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Jaejoong. Haruskan dia memberitahukannya?

" Nugu nugu nugu?" Tanya Jaejoong mulai kepo tingkat akut

" Itu… Ugghh… Aku malu Joongie!" Pekik Sungmin kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya

Jaejoong mencoba menggoda Sungmin dengan menjauhkan tangannya dari wajah SUngmin namun selalu gagal. Dan tidak tahukah bahwa kelakuan menggemaskan kalian disaksikan siswa dan siswi yang memandang lapar kalian?

Akhirnya mereka tiba dengan selamat dibelakang sekolah dan menemukan Junsu juga Changmin yang sepertinya sangat akrab. Sangat terlihat dari tatapan berapi – api mereka kok!

Namun Jaejoong mengerutkan keningnya kemudian berlari mendekati Junsu dan Changmin.

" Mana Yunie?" Tanya Jaejoong

" Eoh? Noonaa~~~ Aku lapar" Ucap Changmin bergelayut manja pada Jaejoong

" Ish…. Mana Yunie?" Tanya Jaejoong sekali lagi

" Bukankah Yunho hyung denganmu Joongie hyung?" Tanya Junsu

" Bekalnya mana noona? Kalian kok tidak membawanya?" Tanya Changmin tidak sabar

" Bekalnya dibawa Yunie Min…" Jawab Jaejoong

" Eh? Lalu mana Yunho?" Kali ini Sungmin ikut bertanya

Mereka saling pandang dan bertanya – tanya kemana Yunho. Junsu langsung menerka apa yang terjadi pada hyung cupunya sampai…

" Ah! Tidak! Jangan lagi" Ucap Junsu pelan kemudian menggelengkan kepalanya

" Wa-waeyo Suie?"

" Aku harap dia tidak disana" Ucap Junsu kemudian berlari meninggalkan Jaejoong, Sungmin dan Changmin dalam kebingungan

" Apa?" Tanya Jaejoong bingung

" Molla noona"

Tiba – tiba perasaan Jaejoong tidak enak. Dia segera mengejar Junsu diikuti Changmin dan Sungmin dibelakangnya.

Mereka berlari melewati koridor – koridor kelas kelas dan kemudian berlari menuju ke atas melewati tangga – tangga dan sampailah mereka ditangga paling atas. Sungmin menumpukan tangannya pada lutunya dan mencari udara sebanyak mungkin begitu juga Changmin, Junsu dan Jaejoong.

" Sebenarnya Hosh… ada Hosh… apa Su?"

" Hyung ah… Hosh.. Yunho hyung pasti disini…"

" Untu.."

" YAH!"

DEG

Suara itu mengagetkan mereka berempat. Suara itu terdengar dari atas sekolah. Ada apa sebenarnya?

" Masa uangmu hanya segini?"

" Ak-aku tidak memiliki uang lagi sunbae"

" Kau kan berteman dengan anak baru yang kaya itu!"

" Ak-aku…"

BRUUGHH

Terdengar suara pukulan dan Junsu menutup mulutnya saat tak sengaja pintu atap sekolah itu terbuka dan menampilkan Yunho yang tengah jatuh terduduk itu dikelilingi beberapa namja kekar.

Jaejoong mengepalkan tangannya saat melihat wajah Yunho yang lebam serta kacamatanya yang sudah jatuh entah kemana. Jangan lupakan bekal yang dititipkannya pada Yunho kini jatuh berantakan dilantai. Changmin menoleh saat merasakan aura hyungnya yang menggelap dan dengan segera menarik mundur Junsu dan Sungmin.

" Apa? Aku harus membantu Yunho hyung! Lepaskan!" Pekik Junsu mencoba melepaskan cengkraman Changmin

Changmin menggeleng perlahan membuat Junsu dan Sungmin makin kebingungan. Changmin menunjuk kea rah Jaejoong menggunakan dagunya sehingga kedua namja polo situ menoleh dan bergedik ngeri saat melihat Jaejoong sepertinya berubah.

" YA! KALIAN!" Pekik Jaejoong

" Eh?"

Para berandalan sekolah itu menoleh dan tersenyum manis pada Jaejoong. Jaejoong melangkahkan kakinya menuju tempat Yunho yang jatuh terduduk.

" Waw cantik… Ada perlu apa dengan kami?" Tanya salah seorang namja itu

Jaejoong hanya diam memandang tajam namja yang baru saja memanggilnya cantik.

" Aw… Kau sungguh menggemaskan seperti itu manis" Ucap namja lainnya kemudian mendekat dan mencoba menyentuh Jaejoong

GREPP

Jaejoong memegang pergelangan tangan namja itu kemudian memelintirnya kebelakang membuat sang namja memekik kesakitan.

" Apa yang kalian lakukan pada Yunie eoh?!" Bentak Jaejoong

" Yunie? Maksudmu namja cupu ini? Apa urusanmu?"

" Jika kau melukai Yunie, terima akibatnya"

" Memang kau bisa apa cantik?"

DEG

Jaejoong mengenal namja itu, namja itu yang tadi menyapanya saat menunggu Sungmin yang sedang berada didalam toilet.

" Aku akan menghabisi kalian"

" Caranya? Kau akan memukul kami dengan tangan kecil dan lembutmu itu eoh?"

TWICH

Muncul empat siku – siku diatas kepala Jaejoong dan dengan segera..

BRUGHH

BRUUGHH

BRRAAKK

TRRAAKK

PLLAAKK

BRUUGHH

" AAKKHHHH...!"

Terdengarlah suara mengerikan dari atap gedung sekolah. Junsu dan Sungmin apalagi Yunho menatap cengo pemandangan didepannya berbeda lagi dengan Changmin yang sepertinya sudah terbiasa melihat hal yang dilakukan oleh Jaejoong mengingat dulu dia juga pernah memiliki kenangan pahit dalam hal ini.

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Glassy Boy update... Ketik buru - buru neh...

No edit jadi mian kalo typos bertebaran. Gimana puasanya? Udah bolong berapa? Hah? 7? Bused... #PLAAKK nanya sendiri jawab sendiri... Kkkk...

Aduuhh... uri Jaemma mulai muncul kepribadiannya. Hahahahahaha...

Pasangannya Changmin? Eiii... Masih rahasia eoh? Park saenim ga muncul ne... Kemane ye?

HOMIN? Let me think about it kkkkk...

Hmmm... Semoga chap ini bisa menghibur hari ini ya? Cho selesai in yang laen dulu jadi ga bisa panjang - panjang cuap - cuap nye! kkk... ^^

.

Special Thanks :

Ditassi, nurilhuda. ahsina, meirah. 1111, cichangmin, joongmax, Boo Bear Love Chwang (changkyu? hmmm... ada ga ya? kkk... :p), nanajunsu,birin. rin, diahmiftachulningtyas, akiramia44 (sembunyiin identitas? hmmm...), Vic89, Ai Rin Lee, YumiCwang, vampireyunjae, farla23, Yunjae heart (Cho puasa kok ^^ Ioo... Cho usahain ga kehilangan plot... Kkkk...), azahra88, nidayjshero (maklum Jaemma ga pernah liad kutu buku! kkk), Rly. C. JaeKyu, CuteCat88, shanzec, MaxMin, babychokyu, narayejea (maklum ga pernah liad duid makanya ngiler si Jaemma! kkk..), kim jung chang, SinushYJS (ia, rate aman kok. tq ya ^^), Naoi Sora, noona, yoon HyunWoon, ditstysandra (yah... bebeb Sungmin sama Cho lahhh :p), snow. drop. 1272, para Guest, SiDer, Follower, Favoriter

.

Mian kalo ada yang ga kesebut ne? Heheheheh...

Chap depan Cho jelaskan si Park saenim sama si ante bebek itu juga bang Mimin, bebeb Sungmin sama mas Kris. Lho? Salah... Mas Kris ga maen disini... Mas KyuKyu maksudnya. Hahahay...

See u next chap eoh?

CHUUU~~~~