HURT

DBSK and other © God

Hurt © Ca

Rated : M

Genre : Romance, Angst

Pairing : HoMin slight YunJae, YooKi (Yoochun x Joongki), XiMin. (Pair bertambah seiring cerita)

Warning :

Rated M, Typo(s), Boys Love, OOC, Don't Like? Don't Read.

.

.

.

Happy Reading


Yunho merebahkan dirinya di sofa yang terletak di dalam tempat latihan. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan handphone-nya. "Sudah jam satu, kenapa Kyuhyun dan Changmin belum pulang ya?" Yunho berkata pelan. Dia agak heran karena duo magnae setan itu belum pulang, dan dia sendiri tak tahu mereka ada di mana karena tadi Kyuhyun langsung menggeret magnaenya itu untuk pergi tepat setelah Changmin berkata dia tak memiliki schedule.

"Yunho-ah annyeong." Suara familiar terdengar di telinga Yunho. Yunho menatap ke arah pintu dimana orang itu berdiri sambil melipat tangannya dan tersenyum kepadanya.

"Teukie hyung, annyeong," Yunho tersenyum kecil dambil melirik orang yang ada di sebelah leader Super Junior itu. "Yesung hyung annyeong." Yesung yang merasa terpanggil (?) ikut tersenyum.

"Yunho sedang apa kau di sini?" tanya Yesung sambil berjalan mengikuti Leeteuk yang melangkah menuju Yunho, namun sepertinya Yunho tak berminat membalas pertanyaan dari Yesung. Mereka berdua menempatkan diri di sebelah Yunho. Leeteuk menatap wajah Yunho yang sepertinya sedang kelelahan.

"Gwenchana Yunho-ah?" Leeteuk menetap dongsaeng sekaligus sunbae-nya itu khawatir. Yunho jarang sekali menunjukkan wajah lelah sepadat apapun schedule yang dia terima. Memang Leeteuk akui, semenjak kehilangan tiga member Yunho sering murung begitu pula dengan Changmin. Sebetulnya dia merasa kagum kepada Yunho dan Changmin, mereka sama sekali tidak boleh berhubungan dengan tiga member lainnya dan mereka tetap tegar, bisa tersenyum di depan panggung.

"Oh iya, Teukie hyung, Sungie hyung. Kau tahu ke mana Kyu sama Changmin pergi? Mereka sudah dua jam lebih pergi." Yunho menatap Leeteuk dengan tampang berharap.

"Kyunnie sama Changminnie? Aku tak tahu." Leeteuk menggelengkan kepalanya.

"Ahhh... mereka berdua, tadi aku dengar Kyuhyun bicara soal ingin mengunjungi Myeongdong sama Changmin. Tapi masa mereka kesana, tempat bahaya gitu." Yesung mengelus dagunya pelan sambil berusaha mengingat-ingat kira-kira apa yang tadi duo pembuat masalah itu bicarakan, yah walau sebenarnya yang berbicara itu adalah Kyuhyun sedangkan Changmin hanya bertindak sebagai pendengar yang baik.

"Yesungie, mereka berdua itu kan ne-" belum selesai Leeteuk berucap, Yunho segera bangkit dari tempat duduknya dan menyambar tas nya yang berisi hal-hal untuk menyamar. "Yun kau mau kemana?" Leeteuk menatap heran kepada Yunho yang buru-buru memakai jaket abu-abu di atas kemeja hitamnya, serta kacamata hitam yang segera dia tenggerkan di hidungnya.

"Aku mau mencari dua anak itu, Changmin sebentar lagi ada schedule." Yunho beranjak menuju pintu setelah mengucapkan salam kepada kedua orang yang lebih tua darinya itu.

"Ahh, iya Yunho kalau kau ketemu Kyuhyun tolong bilang aku dan Ryewook menunggunya buat latihan." Yesung melihat Yunho yang hanya mengangguk pelan, dan buru-buru keluar.

Sedangkan dua orang yang ditinggal itu hanya diam, lalu beranjak dari ruangan itu.


HURT

Chapter 4

-C-

HoMin Fanfiction

.

.

Happy Reading

.


Saat ini Junsu dan Changmin sedang duduk di bawah pohon besar yang memiliki tempat cukup tertutup, sedangkan Kyuhyun sudah ditarik paksa entah ke mana oleh Yoochun yang tentunya dengan paksaan.

Sejak lima belas menit yang lalu mereka berdua menikmati kesunyian yang tercipta di antara mereka. Entah kenapa merea merasa canggung. Namun bukankah mereka adalah team mate? Bukankah mereka sahabat? Kenapa saat ini hanya rasa canggung yang mewarnai mereka?

Junsu melirik Changmin yang tetap terdiam, magnae itu tampaknya menikmati angin yang berhembus di sela-sela rambutnya yang sudah memanjang. Mereka tetap terdiam, sampai Changmin menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya disana.

"Hyung..." Changmin bergumam pelan. Walau suaranya agak teredam, tapi Junsu masih tetap mendengarnya.

"Ya Min?" Junsu menoleh kan kepalanya lagi hingga dia sekarang menatap Changmin yang sedang meringkuk.

"Ke-kenapa hyungdeul meninggalkan aku dan Yunho hyung?" keluar sudah pertanyaan yang sejak dulu ingin ia hindari dari mulut Changmin. Orang yang paling tidak ia ingin dengar menanyakan hal ini. Junsu menghela nafas pelan, mencari jawaban yang tepat agar tak melukai perasaan dongsaeng kesayangannya itu. Cukup dia melihat mata itu terluka saat dia bersama Jaejoong hyung dan Yoochun mengumumkan akan keluar dari SM. Cukup dia mendengar suara isakan tangis yang selalu dia dengar setiap malam saat mereka masih tinggal bersama setelah mereka memutuskan keluar.

"Mianhae Changmin-ah," Junsu mengehela napas, "Bukan maksudku untuk meninggalkan kalian berdua." Junsu menundukkan kepalanya, rasa bersalah kembal menyerang dirinya. Pikirannya kembali ke saat-saat itu. Dia sudah pernah berjanji kepada dirinya bahwa dia tak akan membuat magnae yang ia cintai itu menangis. Namun entah berapa kali dia membuat Changmin menangis.

Bahu Changmin bergetar pelan, betul kan dia membuat Changmin menangis lagi. "Mianhae, mianhae Changmin-ah." Junsu mengelus puncak kepala Changmin pelan dan meneggelamkan kepala magnaenya itu kedama pelukkannya.

Changmin hanya membelalakkan matanya sebentar namun lama-kelamaan dia membiasakan dirinya di pelukan Junsu, aroma tubuh Junsu yang masih familiar, lengan Junsu yang masih familiar. Pelukan nya masih sangat familiar di tubuh Changmin, pelukan yang sering menemaninya di saat-saat sulitnya. Saat dirinya sedih melihat kebersamaan Yunho dan Jaejoong, saat banyaknya serangan antis yang ia terima. Junsu selalu memeluknya dan menenangkan dirinya di saat apapun tak peduli bahwa dia sendiri juga capai atas segala schedule gila yang SM beri kepada mereka.

Junsu mengangkat wajah Changmin yang basah karena air mata, entah apa yang membuatnya menangis. Padahal hanya sedikit kata yang mereka ucapkan. "Uljima Changmin-ah." Junsu mengusap air mata Changmin. "Jangan pernah menangis karena perpisahan kita, aku yakin suatu saat kita bisa bersama lagi. Masih banyak orang yang mendukung kita, ratu kita, ratu Cassiopeia." Junsu berkata sambil tersenyum kecil. Mau tak mau air mata Changmin berhenti di gantikan oleh senyum kecil.

"Kenapa hyung selalu bisa membuatku tersenyum setela aku menangis." Changmin melepaskan pelukan Junsu dan mengerucutkan bibirnya.

"'Cause, I love you." Junsu tersenyum jahil dan melihat mulut Changmin makin mengerucutu.

"Ahh, hyung sudah berapa kali kau bilang itu kepadaku. Bukankah kia sudah setuju hanya berteman." Changmin meluruskan kakinya dan bersandar di pohon.

"Ne, ne aku tahu kok." Sekarang ganti Junsu yang cemberut. Tapi dia bersyukur setidaknya Changmin dan dirinya tak secanggung tadi. Dia melirik Changmin yang lagi-lagi sedang menatap ke langit yang cerah pagi ini. "Changmin-ah bagaimana keadaan semuanya? Apa kau masih suka mengerjai para staff dengah partner in crime mu itu?" dan Changmin hanya menyeringai.

.

.

"Yoochun hyung, benar aku harus pulang sekarang." Kyuhyun mencoba menggeret Yoochun ke tempat Junsu dan Changmin. Sedangkan Yoochun hanya menatap Kyuhyun. "Changmin ada schedule sebentar lagi, dan aku harus latihan sama Wookie hyung dan Sungie hyung." Baru setelah mendengar alasan itu Yoochun meyerah dan melepaskan diri dari cengkraman Kyuhyun dan mereka segera pergi ke tempat Changmin dan Junsu.

"Kyuhyun-ah, jangan sampai siapapun tahu kalau aku dan Junsu bertemu kalian disini." Ucap Yoochun sambil berjalan menjauh, sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk kecil. Walau evil, dia masih waras untuk tidak memberitahukannya kepada hyungdeul-nya apalagi ke Yunho.

.

.

"Aishh, di mana anak itu susah amat di cari." Yunho menurunkan topi berwarna hitam yang ia pakai, sudah sejak setengah jam dia memutari Myeongdong dan tak menemukan duo setan itu. Apa kata-kata Yesung benar bahwa mereka berdua tak mungkin pergi ke Myeongdong. Ahh, lupakan yang penting dia mencari magnae-magnae pembuat masalah itu.

Tak sengaja dia telinganya mendengar dua orang yang sepertinya sedang berdebat kecil. Yunho melihat ke dua orang itu. Kenapa terasa familiar ya? Namun sayangnya mereka segera menghilang di telan lautan manusia. Yang tadi seperti Kyuhyun tapi satunya tak mungkin Changmin karena tinggi dua orang yang dilihatnya tadi hampir sama.

'Ahh, fokus Jung Yunho cari magnae-mu itu.' Yunho berkata kepada dirinya sendiri dan melanjutkan pencariannya kepada Changmin. Tunggu kenapa dia tak menghubungi salah satu dari mereka saja? Alasannya gampang, HP milik Kyuhyun sekarang sedang dipegang oleh Siwon entah karena apa. Sedangkan milik Changmin tidak bisa dihubungi karena tidak dalam keadaan aktif, entah karena dia sengaja mematikannya ataupun lowbatt.

Yunho terus berjalan menuju tempat yang agak rindang, tanpa sengaja telinganya menangkap dua suara orang yang sedang tertawa. Dan dia merasa familiar dengan dua tawa itu. Setelah mendekat ke asal suara itu, dia benar-benar tahu suara milik siapa itu.

"Changmin." Panggil Yunho pelan yang jelas membuat Changmin kaget setengah mati. Kenapa hyung nya itu ada disini. "Sedang apa kau ada di sini bersama dengan dia?" tanya Yunho dengan suara dingin.

"A-aku tadi-" belum selesai Changmin berbicara Junsu sudah menyelanya.

"Aku dan Changmin tadi tidak sengaja bertemu, ada masalah dengan itu?" Junsu menatap tajam mata Yunho, sedangkan Yunho juga menatapnya tak kalah tajam. Entah berapa menit mereka saling menatap. Yunho mencengkram lengan Changmin erat dan memaksanya berdiri.

"Hyung, sakit." Changmin meringis pelan, tumben hyunya itu memperlakukannya dengan kasar. Kalau samapai seperti ini berarti hyung-nya itu sangat marah kepadanya. Junsu makin menatap Yunho tajam, apalagi wajah Changmin sekarang menunjukkan ekspresi kesakitan.

"Yunho hyung lepaskan Changmin." Junsu memegang tangan Yunho yang mencengkram lengan Changmin dengan erat sampai lengan magnae itu memerah.

"Apa urusan mu Kim Junsu?" Yunho melepaskan tangan Junsu dengan kasar, seolah tak sudi di pegang oleh salah satu dongsaengnya itu.

"Apa urusanku? Changmin itu dongsaengku, dan kau sekarang menyakitinya." Nada suara Junsu sedikit meninggi saat mengucapkan itu.

"Dia dongsaengku, bisa-bisanya kau mengaku Changmin adalah dongsaengmu sementara kau meninggalkannya begitu saja Kim Junsu." Rupanya kemarahan Yunho sudah mencapai puncaknya. Dia segera menggeret Changmin pergi saat itu juga.

Di saat yang bersamaan Kyuhyun serta Yoochun sampai disana, mereka terkejut melihat Yunho yang menggeret Changmin dengan kasar. Mereka segera berlari ke arah Junsu, dan mendapati Junsu sedang terdiam.

"Junsu hyung, apa yang terjadi? Kenapa Yunho hyung bisa ada di sini?" Kyuhyun menggucangkan kan bahu Junsu agak keras. Dia khawatir apa yang terjadi kepada sahabatnya yang satu itu.

"Yunho hyung menemukan kami berdua, dan sepertinya dia marah lalu membawa Changmin pergi." Junsu yang suddah sadar dari blank segera membalas jawaban Kyuhyun. "Kyuhyun kau sama Changmin tadi naik apa? Karena Changmin sudah pergi apa kau mau kita antar?" Junsu memungut tas nya yang teronggok di dekat kakinya.

"Tidak usah hyung, aku naik taxi saja. Bye hyung." Kyuhyun segera melangkah pergi. Sedangkan Junsu dan Yoochun masih terdiam.

"Junsu, kita pulang. Tidak mungkin kita melanjutkan belanja dengan moodmu yang benar-benar drop." Yoochun merangkul bahu Junsu dan menarik dongsaeng yang masih memasang wajah sedih itu ke mobilnya.

Sesampainya di kantor agency mereka Junsu tetap menekuk wajah. Kenapa mereka malah ke kantor bukan pulang? Alasanya karena mendadak tadi Jaejoong menelepon Yoochun dengan alasan mengatur jadwal mereka sebulan kedapan.

Rasanya semuanya berlalu sangat cepat bagi Junsu, baru tadi pagi dia berharap ingin bertemu dengan Changmin dan siangnya dia berhasil bertemu dengan magnaenya itu plus Yunho yang datang sambil marah-marah. Sekarang dia sudah haru menghadapi pekerjaannnya. Namun sejak tadi, kata-kata Yunho masih terngiang di otaknya.

'Dia dongsaengku, bisa-bisanya kau mengaku Changmin adalah dongsaengmu sementara kau meninggalkannya begitu saja Kim Junsu.'

Yunho benar, kenapa di meninggalkan Changmin jika di menyanyangi Changmin bahkan mencintainya. Kenapa saat itu dia bisa semudah itu berkata akan keluar dari SM, apa saat itu dia tak memikirkan perasaan Changmin. Entahlah setan apa yang merasukinya hingga dia bisa memilih meninggalkan Changmin. Mungkin jawabannya setan bernama Kim Young Min. Saat dia memutuskan untuk keluar, sama saja dia sudah melanggar sumpah-sumpah yang dia buat sendiri diantaranya. Selalu menjaga Changmin, tak membuat Changmin menangis, akan selalu membuat Changmin bahagia tak peduli bagaimana kondisinya. Juga bahwa dia akan selalu menjaga nama TVXQ bersama-sama.

"Su, Junsu..." Yoochun menepuk-nepuk bahu Junsu. Segera keluar dari lamunannya dan memandang sekeliling. Dia melihat Jaejoong serta Yoochun yang memandangnya. Ahh, rupanya mereka sudah sampai di ruangan mereka, entah bagaimana caranya. Junsu tersenyum dan mengikuti Yoochun yang sudah duduk di sofa, sedangkan Jaejoong kembali ke acara awalnya mengetik entah apa di laptop hitamnya.

"So, Jae hyung apa manager hyung sudah memberi mu jadwal buat sebulan ke depan?" tanya Yoochun.

"Sudah, ada di tasku ambil saja. Kalau ada yang kalian tak setuju bilang saja ke aku nanti aku bilang ke manager hyung."

.

.

"Hyung, lepas." Changmin mencoba melepaskan cengkraman tangan Yunho di lengannya. Mereka berdua sekarang berada di kantor SM, dan Yunho tetap menggeretnya dengan kasar tak peduli para staff yang melihat mereka serta hoobae mereka seperti Amber, Taemin, Victoria serta Yuri yang tadi mereka lewati begitu saja.

"Diam Changmin." Yunho tetap mencengkram lengan Changmin erat, seolah tak peduli tangan magnaenya itu sudah memerah.

"Yunho hyu-" Minho yang tak sengaja melewati mereka berdua hanya terbelalak dengan pemandangan aneh. Yunho dengan tatapan tajam seolah marah menarik Changmin dengan paksa. Setahunya Yunh tak akan melakukan hal tersebut terhadap Changmin. Dan dengan cepat juga Yunho memaksa Changmin masuk ke dalam ruangan dan menguncinya. Minho yang merasa kebingungan hanya pergi dan mencoba mencari Leeteuk atau Heechul. Dua orang yang mungkin mengetahui apa yang terjadi saat ini.

Sedangkan di dalam ruangan itu Yunho melemparkan Changmin ke dinding, tas yang tadi Changmin bawa terjatuh saja di lantai. Changmin meringis sambil mengusap tangannya yang memerah, dia menatap Yunho dengan takut. Kenapa hyung-nya itu bisa semarah ini. Apalagi Yunho memperlakukannya seperti ini, apa hanya karena dirinya bertemu dengan Junsu? "Hyung, kau kenapa?" Changmin bertanya dengan takut-takut apalagi mata Yunho seolah megatakan kalau Yunho sedang marah.

Yunho memegang tangan Changmin dan mengangkatnya di atas kepala. Sekarang posisi Changmin terjepit diantara tembok dan Yunho sendiri. Changmin hanya menelan saliva-nya gugup. Yunho benar-benar marah kali ini. "Sudah berapa kali aku berkata kepada mu Shim Changmin, jangan pernah temui 'mantan' hyungdeul mu itu." Ucap Yunho dengan nada geram yang terdengar jelas di suaranya.

"Tapi kenapa hyung?"

"Kenapa? Karena mereka sudah mengkhianati kita. Apalagi Kim Junsu, bukankah dia pernah berjanji kepadamu bahwa dia akan selalu berada disisimu?" Changmin hanya membelalakan matanya kaget. Yunho mengetahui pembicaraannya dengan Junsu 4 tahun lalu. Jangan bilang Yunho juga mendengar pernyataan Junsu saat itu.

"Tak ada yang boleh mengambil mu dariku Changmin-ah." Yunho mendekatkan dirinya kepada Changmin, dengan kasar dia melumat bibir Changmin. Changmin makin terkejut dengan perlakuan Yunho. Dia meronta keras, namun entah kenapa kekuatannya menguap entah kemana. Hanya air mata yang mengalir dari mata berwarna cokelat itu. Entah kenapa dia menangis, namun rasanya hatinya sakit.

Changmin segera mendorong Yunho saat kekuatannya sudah kembali. Dia menatap Yunho dengan matanya yang masih mengalirkan air mata. Changmin memungut tasnya dan memandang Yunho. "Entah apa yang terjadi kepadamu hyung. Tapi jangan pernah memanggil Junsu hyung pengkhianat, dan mereka tetap hyungku tak perduli apa yang terjadi." Changmin menghapus air matanya dan berjalan dengan cepat menuju pintu, serta membukanya dan pergi meninggalkan Yunho yang masih terduduk di lantai.

Terdengar suara langkah kaki yang cukup keras terdengar di lorong itu. Sepertinya Changmin berlari cukup cepat disana.

Yunho hanya terduduk dalam diam. Dia merasa bersalah kepada Changmin. Kenapa amarah menguasai dirinya. Dan kenapa dia merasa hatinya panas saat melihat Changmin tertawa-tawa bersama Junsu? Bahkan Changmin tak pernah tertawa setulus itu saat bersamanya. Dan dia merasa sangat iri kepada Junsu saat itu, mungkin itu yang membuatnya seperti itu. Tapi kenapa dia melampiaskan kemarahannya ke Changmin, bahkan sampai mencium dongsaengnya itu.

Mencium, kenapa dia melakukan hal senekat itu? Baru hari ini dia mencium Changmin dalam keadaan sadar. Mungkin dia pernah dia melakukan hal yang lebih dengan dongsaengnya itu, namun hanya pada saat keadaan mabuk. Lalu apa tujuannya mencium Changmin tadi? Yunho pun tak tahu.

.

.

Leeteuk serta Heechul segera bergegas setelah Minho memberitahu apa yang Yunho lakukan terhadap Changmin. Mereka berdua benar-benar tak mengerti apa yang Yunho lakukan. Onew yang kebetulan tadi bersama mereka ikut berjalan di belakang Leeteuk dan Heechul diikuti oleh Minho.

Ketiga leader BoyBand dari SM Entertaiment itu memiliki personality yang berbeda-beda. Leeteuk atau yang dikenal dengan Angel Without Wings, memilik sifat yang sangat lembut. Semua orang juga merasakannya, namun Leeteuk hampir tak pernah memarahi dongsaeng nya. Begitu pula juga dengan Onew. Namun Yunho bisa dibilang sedikit berbeda. Dia juga sangat menyanyangi dongsaeng-dongsaengnya. Namun Yunho menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang berbeda, dia tak segan memarahi mereka jika ada yang berbuat salah namun selanjutnya dia akan merangkul dongsaengnya itu. Begitu pula kepada Jaejoong yang notabenenya lebih tua darinya.

Tapi baru kali ini Yunho melakukan hal sekasar itu. Apalagi terhadap Changmin yang notabenenya adalah magnae.

Terdengar langkah kaki yang cukup cepat melangkah ke arah mereka. Leeteuk menatap namja yang berjalan dalam kecepatan yang luar biasa karena ditunjang oleh kakinya yang cukup panjang. Leeteuk terkejut saat melihat namja itu, dia adalah Changmin.

"Chang-" Belum sempat Leeteuk menyelesaikan kata-katanya Changmin sudah melaluinya dan berbelok di tikungan yang tak jauh di depannya. Heechul segera berlari dan berniat menyusul salah satu dongsaeng kesayangannya itu. Namun Leeteuk menahannya, dan dia menggeleng kepada Heechul. Sepertinya magnae itu butuh waktu sendiri.

Entah berapa lama mereka terdiam di sana. Walau tak begitu tahu apa yang terjadi diantara dua orang yang biasanya selalu terlihat akrab itu, mereka tetap saja khawatir. Bagaimana tidak khawatir setelah DBSK terpecah, Yunho selalu menjaga Changmin seolah Changmin adalah benda yang akan hancur walau hanya digenggam dengan sedikit tenaga. Sedangkan Changmin sendiri sudah seperti 'istri' dari Yunho. Dia selalu memarahi Yunho jika Yunho lupa makan atau terlalu memaksakaan diri untuk berlatih. Mereka juga selalu terlihat bersama, hanya akan terpisah jika schedule mereka berbeda. Sekarang? Ahh, Leeteuk tak tahu apa isi dari otak Yunho dan Changmin sebenarnya.

Walau dia sering mengurusi empatbelas dongsaengnya yang cukup 'liar' tapi ini berbeda. Dongsaeng-dongsaengnya itu lebih sering bertengkar dengan bicara atau beradu argumen, jadi setidaknya dia tahu apa masalah mereka dan bisa memberikan jalan keluar. Namun DBSK bukan Super Junior, member DBSK lebih suka saling berdiam diri. Mereka akan terlihat akrab namun sebenarnya mereka sedang ada masalah. Dan Leeteuk sangat benci hal itu, karena dia tak akan bisa membantu. Maka dia cukup kagum kepada Yunho yang mampu mengatasi semua hal itu.

Entah berapa lama Leeteuk tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba Onew menyenggol tangannya. "Sst, Teukie hyung itu Yunho hyung." Leeteuk tersentak dan memandang Yunho yang berjalan dengan langkah santai ke arah mereka. Dia melihat Yunho melambai kepada mereka dan tersenyum kecil.

"Yo, Teukie hyung, Heechul hyung, Onew, Minho." Betulkan, member DBSK terlalu pintar mengenakan topeng, terutama leader mereka yang satu ini. Leeteuk mendekati Yunho dan mencengkram kerah baju Yunho tak peduli posturnya yang lebih kecil dari Yunho.

"Yunho-ah, apa yang kau lakukan kepada Changmin?" tanya Leeteuk hampir berdesis. Yunho hanya menggenggam tangan Leeteuk dan melepaskannya dari kerahnya.

"Melakukan apa Teukie hyung?" tanya Yunho sambil memiringkan kepalanya berpura-pura bingung. Leeteuk hanya mendecih pelan.

"Cukup Yunho, kami melihat Changmin tadi. Dia seperti terpukul dengan sesuatu." Heechul yang sudah muak dengan akting Yunho segera membalas ucapan Yunho. "Sudah sejak lama aku mengamati kalian berdua. Semenjak Jaejoongie, Suie dan Yoochun keluar kau- ah tidak kalian berubah. Kami tahu kalian berdua terpukul, kalian berdua sakit tapi kalian tersenyum. Saat awal kalian berdua selalu bersama-sama. Namun semenjak beberapa bulan ini, aku selalu melihat Changmin datang ke kantor dengan wajah pucat, dan dia tampak menghindarimu. Ada apa sebenarnya?"

"Tak terjadi apa-apa Hechul hyung, kami hanya sedikit bertengkar." Jawab Yunho santai. Minho yang mengamati percakapan tiga orang itu hanya mendesah pelan. Apalagi yang terjadi dengan member SMTown ini. Mereka dulu sangat damai. Namun semenjak berpecahnya DBSK serta keluarnya beberapa member Super Junior, rasanya berbeda.

"Yunho kau..." Leeteuk menatap Yunho tak percaya.

"Mereka hanya sering bertengkar kok Teukie hyung, dan soal Changmin akhir-akhir ini dia sering bilang kecapaian dan menjauhi Yunho hyung agar Yunho hyung tidak khawatir kepadanya." Seseorang bersandar di dinding yang terletak di belakang Onew dan Minho. Yunho hanya menatap orang itu.

"Bummie? Kenapa kau isini, bukannya kau ada syuting?" tanya Leeteuk yang terkejut melihat kedatangan salah satu dongsaengnya yang bisa dibilang misterius itu. Kibum hanya tersenyum dan berjalan menuju Yunho. "Yunho hyung Siwon hyung mencari mu." Ucap Kibum sambil menepuk pundak Yunho pelan.

"Ahh, iya thanks Kibum." Yunho segera pergi dari tempat itu sambil mendecih pelan. 'Sebenaarnya apa yang di ketahui orang itu.' Ucap Yunho dalam hati setelah dia berjalan cukup jauh dari gerombolan itu.

.

.

Junsu berjalan menuju beranda Cjes sambil membawa segelas kopi. Dia menatap bintang yang bersinar diatas sana. Tak sengaja dirinya menangkap sebuah rasi bintang yang bernama Cassiopeia. Rasanya sudah lama dia tak melihat rasi itu keluar. Atau mungkin hanya dirinya saja yang tidak melihat padahal rasi itu selalu bersinar di sana.

Tak lama kemudia dia melihat beberapa bintang jatuh yang melintas. Memang sepertinya kekanak-kanakan untuk meminta keajaiban keada bintang jatuh namun-

"Aku ingin kami kembali bersatu dan melihat dia tersenyum lagi. Kuharap dia mendapatkan cintanya, walau aku yakin saat itu juga seluruh hatiku akan mati."


To Be Continued


A/N : Annyeong Chingudeul~ wah akhirnya author gaje ini sempat juga bikin Chap 4. Mian kalo Chap ini tetep gaje sama kaya Chap sebelumnya. Oke saya ga baka banyak bacot. Buat para reviewers dan readers yang menyempatkan membaca dan mereview fic ini C ucapkan makasih yang sebesar-besarnya. OK, Sampe ketemu di Chap selanjutnya.


Balesan Review :

uknowheart : Of course endingnya HoMin~. Wah mian ya chingu kalo updatenya lama. Chap ini juga ga kalah lama kan updatenya? #plak

minIRZANTI : Gpp kok chingu, saya seneng chingu udah mau nyempetin review fic abal ini ^^. Yup itu Minnie. Tenang Chingu otak bejat saya masih on kok, jadi penderitaan mereka ga berakhir disini. *ditendang member HoMin*

uminho : Uuhh~ Chingu masa selama itu sih. Yup disini Minnie itu tipe orang yang tegar, dia ga peduli apa yang terjadi ama dirinya. Well, kecuali kalo ada yang nyakitin orang yang berharga baginya itu lain cerita XD.

Shymi Oktizen : Hehehe, biasanya saya update tengah malam. Tapi entah kenapa buat Chap ini saya ingin update sore.

onew jinki : Saya dipanggil gilaa... huweee~ #duagh. Hemm, panggilan Junsu? Ya 'Su' itu ya? Habis kalo dipanggil 'Jun' ga enak juga. ChunChun ama JoongKi karena saya entah kenapa jatuh cinta ama couple itu, sekaligus saya bingung Chunnie mau ama siapa. Yup, saya juga bakal fokus ke sekolah dulu.

Enno KimLee : Tenang Chingu Changminnie udah aman ama saya kok. *digampar*. Yoochun byung nya keluar chingu. *perasaan ga ada hubungannya deh ama 'penyakit' Uchun*. Nah, saya lagi bingung juga, sebenernya saya pingin bikin XiMin, tapi kayanya couple ini ga bakal nemuin siapa yang uke siapa yang seme. Tapi kayanya bakal keseringan Junsu yang seme karena dia lebih tua. *alasan gaje*.


Buat yang login, silahkan cek PMs masing-masing. Akhir kata, THANK YOU udah mau baca~. XD


Mind to Give Review?