Tittle: Uninvited Love

Cast: Sehun, Kai, Luhan, Chanyeol, and other. You can find it in the story.

Genre: Romance (Tapi tergantung dari penilaian readers)

Rating: T

Disclaimer: Meski –mungkin– ide ceritanya pasaran tapi ini murni berasal dari otak saya, tidak nyontek punya author lain. Cast? Milik kita bersama :D

Warnig: YAOI; CRACK PAIR; CRACK PAIR — UN-OFFICIAL PAIR ; OOC:

.

.

.

UNINVITED LOVE

.

.

Chapter 4

.

.

.

Happy Reading ^^

.

.

.

Sehun berjalan riang memasuki kelasnya. Sangat sepi, tentu saja. Itu karena dia datang sangat pagi hari ini. Ia bahkan meninggalkan Luhan dan ke sekolah dengan menggunakan Taxi dan mengorbankan uang jajannya.

Sehun menarik nafas dalam.

"Fighting, Sehunnie. Ini akan melelahkan tapi ini demi Jonginnie."

Ucapnya dalam hati, menyemangati dirinya sendiri. Ia juga memanggil Jongin dengan panggilan yang sangat manis. Tak apa kan? Mereka juga sudah akrab–hanya menurut Sehun.

Sehun menyimpan tasnya di atas meja guru lalu mulai mengerjakan pekerjaannya. Mendorong kursi dan meja kesana-kemari. Ia menyusun meja di kelasnya sesuai keinginnya. Dua meja ia dempetkan sehingga bergabung jadi satu, sehingga nanti dua siswa akan duduk bersebelahan dalam satu meja dan ia akan duduk berdua dengan Jongin. Kyaaaaaaa~

Ide yang briliant Oh Sehun.

Sehun mengelap keringat di dahinya. Melirik jam di tangannya, masih jam 06.05. Masih ada waktu untuk beristirahat sedikit. Ia pun mengambil tasnya dan keluar dari kelas.

Sehun berjalan keliling sekolah. Ia mencari kantin. Ia melewati koridor, berbelok di persimpangan, menaiki tangga, belok lagi, menuruni tangga dan berbelok...

Kemana kantinnya?

Sehun menggaruk kepalanya, ia sudah menghabiskan waktu delapan menit hanya untuk mencari kantin yang ia lupa lagi tempatnya. Padahal ia sudah dua kali memasuki kantin. Sehun merutuki gedung sekolahnya yang seperti labirin. Ia juga merutuki otaknya yang tak mudah menghafal jalan, padahal ia tidak bodoh.

Sehun memilih untuk kembali ke kelasnya. Ia memutar arah, berbelok, menaiki tangga belok lagi, lalu belok lagi, turun tangga dan ... Ia tak bisa menemukan kelasnya.

Sehun memukul pelan dahinya. Berharap otaknya dapat mengingat jalan ke kelasnya tapi percuma, ia tetap tak mengingatnya yang ada malah dahinya yang sakit. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan tak tentu arah sampai nanti ia menemukan siswa atau guru atau siapa saja yang bisa menuntunnya menuju jalan yang benar(?).

Sehun terus berjalan, hingga ia berakhir di tempat kemarin waktu ia memergoki sunbae-nya, Kris yang sedang berciuman panas di bawah pohon. Ia melirik jam di tangannya, hmm masih 06.30 pasti belum banyak siswa yang datang. Ia pun memutuskan untuk duduk di bawah pohon rindang itu.

Sehun mengeluarkan handphone-nya, menyetel lagu kesukaannya. Ia pun memejamkan matanya menikmati lagu itu, sesekali bersenandung di part yang disukainya. Hingga tak sadar, ia tertidur.

Sehun membuka matanya secara tiba-tiba saat seorang namja menepuk pipinya. Hal pertama yang ia dapati adalah wajah tampan sunbae-nya yang pernah berciuman panas di bawah pohon ini.

"Hyung."

Kris mendudukkan dirinya di samping Sehun yang masih bersusah payah memisahkan kelopak mata atas dan kelopak mata bawahnya.

"Kenapa tak bilang padaku? Aku dengan sangat senang hati bersedia menampungmu di kasurku. Tak usah menginap di sekolah."

"Benarkah?" Jawab Sehun sambil menguap. Ia hanya asal menjawab saja, ia tak mengerti betul ucapan Kris karena efek 'baru bangun tidur'.

Kris mengerutkan keningnya. Ia hanya menggoda Sehun saja, kenapa malah ditanggapi serius begitu.

"Hyung, aku tersesat lagi." Ucap Sehun saat ia sudah 100% sadar.

"Memangnya kau mau ke mana?"

"Aku mau ke kantin tapi aku lupa jalannya. Oh iya hyung, kau bilang apa tadi? Aku tak terlalu mendengarnya."

Kris mencibir, pantas saja. "Aku bilang, aku bersedia menampungmu di kasurku jadi kau tak perlu tidur di bawah pohon lagi."

Sehun mengerutkan kening, lalu memasang wajah datar sedatar datarnya. "Hyung, kau menggodaku?"

Kris tertawa garing karena malu. Malu karena baru kali ini ia menggoda seseorang dan orang itu tidak bersemu malu, malah ia yang malu sendiri.

"Ah~ tidak. Kajja, kau mau ke kantin kan?"

Sehun membuang jauh wajah datarnya, ekspresi bahagia kembali ia pasang.

"Ne, ayo hyung."

Mereka pun berjalan beriringan menuju kantin, Sehun melirik jam tangannya. Jam 06.47 jam masuk masih lama.

Sehun sebenarnya heran kenapa ia dan Kris bisa jadi sangat akrab begini, padahal mereka baru bertemu dua kali kan. Pertama, saat ia tersesat dan kedua saat ia tersesat lagi(—.—) Tapi itu semua mengalir seperti air, ia hanya bersikap biasa-biasa saja dan Kris mungkin memang pada dasarnya orang baik makanya mereka bisa akrab.

Mereka akhirnya sampai di kantin sekolah. Cukup sepi, karena tempat ini hanya sangat padat saat jam istirahat. Sehun memesan makanan sedangkan Kris hanya menemani Sehun makan.

"Hyung, kau kenal Kim Jongin?" Tanya Sehun saat ia sudah selesai dengan sarapannya.

Kris menoleh pada Sehun. "Kim Jongin? Sepertinya tidak, kenapa?"

Sehun menggigit telunjuknya, malu. "Aku menyukainya, Hyung."

Kris terdiam menatap wajah malu-malu Sehun yang manis. Ia awalnya memang menyukai Sehun karena wajahnya yang manis. Pertemuan keduanya ini menyadarkannya bahwa karismanya tak mempan melawan kepribadian Sehun.

Pada dasarnya, Kris bukanlah orang yang mudah menyerah terutama untuk mendapatkan hati orang yang disukainya. Tapi kasusu ini berbeda, Sehun bersikap seperti dongsaeng manis padanya dan tak sadar dirinya pun sudah bertindak sebagai hyung yang siaga bagi Sehun. Contohnya, menuntunnya saat tersesat.

"Hmm, aku harus melihat namja beruntung itu." Gumam Kris.

"Hyung~" Rengeknya, menggoyangkan badannya ke kiri ke kanan.

Kris terkekeh. Sehun memang lebih pantas jadi dongsaeng-nya dari pada kekasih. Buktinya, Sehun bahkan tak malu saat ia menggodanya, Sehun juga takenunjukkan ekspresi berarti saat ia menatap matanya dalam. Sehun malah terus berceloteh dan tersipu hanya karena menyebut nama namja yang disukainya.

"Iya, aku tak akan menggodamu. Jadi apa kau ingat jalan ke ke kelasmu?" Tanya Kris.

"Mungkin iya, tapi mungkin juga tidak."

Kris menghela nafas, mungkin ia harus menggambarkan denah sekolah pada namja satu ini.

"Baiklah, aku akan mengantarmu. Kau kelas berapa?"

Sehun tersenyum senang dan memberitahukan kelasnya pada Kris. Mereka berjalan lagi menuju kelas Sehun yang berada di lantai satu.

"Kris hyung, kau mau melihat Kim Jongin?" Tanya Sehun saat mereka hampir sampai di kelas Sehun.

Kris mengangguk. Sehun langsung menariknya dan mengintip di jendela. Mereka harus membungkuk karena tinggi badan mereka yang berlebih.

"Kau lihat namja yang berambut cokelat di ujung sana. Dia yang bernama Kim Jongin." Bisik Sehun

Kris mengedarkan pandangannya mencari namja berambut cokelat. Ada dua, tapi matanya jatuh pada namja rambut cokelat bermata bermata sipit. Wajah datarnya memasang ekspresi kekaguman.

"Sehun, Kim Jongin sangat cantik. Kau yakin menyukai namja cantik itu?" Jawab Kris balik, matanya tak lepas dari sosok itu.

Kening Sehun berkerut dalam. Kim Jongin ... cantik?

"Hyung, Jongin itu tampan, tidak cantik."

"Tapi dia benar-benar cantik Sehun-ah, kau yakin kau menyukainya? Apa aku harus bersaing denganmu?"

Sehun mengamati Jongin. Ia amat sangat heran, Kris melihat Jongin dari arah mana sehingga ia mampu berkata bahwa Jongin cantik. Jongin memang kadang terlihat lucu dan imut tapi cantik? BIG NO.

Dan oh, apa maksud Kris dengan bersaing dengannya? Apa Kris juga menyukai Jongin? Siapa yang jadi uke? Kris? Itu mengerikan. Kai? Tidak, tidak boleh. Jongin itu seme-nya. Calon seme lebih tepatnya.

Sehun menarik tubuh Kris agar berdiri tegak, menyeretnya agar menjauh dari jendela kelasnya.

"Hyung, kau juga menyukai Jongin?" Tanyanya geram.

Kris tampaknya masih dalam efek 'terpesona'-nya saat menjawab.

"Jika Jongin yang kau maksud adalah namja mungil berambut cokelat dengan mata sipit dan bibir tipis itu maka ya, aku menyukainya Sehun-ah."

Sehun mengingat-ingat bentuk Jongin. Mungil? Kalau tinggi 180cm lebih bisa dikategorikan mungil itu berarti Kai lah yang di maksud Kris. Tapi bibir tipis? Tidak, bibir Jongin tidak tipis. Lalu siapa?

Sehun kembali mengintip di jendela kelasnya, pandangannya berhenti pada namja yang kini sedang memarahi seseorang. Baekhyun? Kris menyukai Baekhyun?

"Kris hyung, namja yang kau maksud itu namanya Baekhyun. Ish kau membuatku kaget saja." Serunya lega.

"Jadi namanya Baekhyun. Lihat saja, kau akan jadi milikku Baekhyun." Gumam Kris dengan smirk-nya.

"Coba saja, dia itu galak."

Kris tampaknya tak peduli, ia malah terus ber-smirk ria sambil mengangguk-angguk.

"Ya sudah, hyung boleh pergi. Aku mau menemui Jongin."

Sehun pun meninggalkan Kris yang masih belum meninggalkan tempatnya.

•••

Seorang namja cantik tampak masih asik berguling di atas kasurnya, ia membuka matanya susah payah. Setelah berhasil ia bangkit dari kasurnya. Ia bangga pada dirinya, ini pertama kalinya ia bangun tanpa bantuan alarm. Saat melirik pada jam alarmnya di meja nakas, matanya membulat.

07:05 am

TIDAAAKKKKK... Ia lupa memasang alarm semalam. Oo oh~ ia terlambat.

Dengan segera ia berlari menuju kamar mandi. Cuci muka, sikat gigi, selesai. Ia tak punya waktu untuk mandi. Aish, seperti Sehun saja. Ah Sehun.

Luhan segera keluar dari kamar mandi, berlari pontang-panting menuju kamar Sehun.

Eh? Sudah rapi? Sehun kemana?

Kamar Sehun sudah rapi. Ralat, kasurnya sudah rapi. Hanya kasurnya saja, karena dilantai dan di meja belajarnya masih terdapat banyak benda yang tidak berada di tempat yang seharusnya. Luhan menutup pintu kamar Sehun lagi, ia hendak berbalik pergi saat matanya mendapati kertas yang tertempel di pintu.

Hyugie~ aku berangkat duluan. Aku ada urusan di sekolah.

Oh Sehun Manis.

Luhan rasanya ingin menangis, ia dikhianati oleh Sehun. Setidaknya Sehun bisa membangunkannya dulu jika ingin berangkat lebih dulu. Jadi ia tak perlu melihat wajah jelek Chanyeol yang memarahinya.

Mengingat itu, Luhan berlari lagi menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Ia tak ingin paginya hancur lagi karena Si Ketua itu.

Skip

07.26 am

Luhan berlari menuju kelasnya setelah memastikan mobilnya terparkir. Ia terlalu banyak berlari hari ini. Ouh, kasihan betisnya. Tapi tak apa, ini agar dia tak dimarahi Chanyeol.

Di depan kelas, Chanyeol sudah berdiri seperti 'tukang robek karcis' di taman bermain.

"Terlambat lagi, Xi Luhan." Ucapnya, menatap Luhan datar.

"Alarmku tidak berbunyi, jadi aku terlambat bangun." Cicit Luhan.

"Menyalahkan benda mati, hm. Alarm tentu tidak akan berbunyi jika kau tidak menyetelnya."

Luhan tertawa hambar. "Kenapa kau bisa tau?"

"Adikku yang kecil juga tau itu."

Luhan menunduk lagi. Aish, kenapa sekarang wajah Chanyeol sangat menakutkan. Sangat berbeda dengan yang kemarin. Kemarin wajah Chanyeol memang mengerikan tapi cuma sedikit, tapi sekarang mengerikanya banyak.

"Maaf~"

"Kau juga mengucapkan hal itu kemarin."

"Aku berjanji akan datang lebih awal besok."

"Ya~ itu yang kau katakan padaku kemarin."

Luhan diam. Ia tak suka saat Chanyeol memarahinya seperti ini. Seperti ini maksudnya adalah Chanyeol menatapnya dingin dan hanya mengeluarkan kalimat singkat. Itu sangat persis seperti cara harabeoji-nya marah. Ia selalu takut saat harabeoji-nya marah. Ia lebih memilih Chanyeol memarahinya sambil berbicara panjang lebar. Setidaknya celotehan panjang lebar itu lebih menyenangkan dari pada kalimat pendek bernada datar ini.

"Aku minta maaf~" Gumam Luhan lagi. Ia menatap Chanyeol dengan wajah memelasnya.

Chanyeol, melirik Luhan. Haah kenapa Luhan bertingkah seperti ini lagi padanya? Ini sangat tidak adil. Namja cantik itu memfungsikan wajahnya dengan amat sangat baik.

"Ck~ sudahlah. Masuk sana." Jawabnya galak, ia tak menatap wajah Luhan saat berucap seperti itu. Tak tahan melihat ekspresi menggemaskan Luhan lama-lama.

Luhan memasuki kelas sambil menunduk. Ia sedih. Chanyeol marah padanya bahkan tak ingin menatapnya. Ia juga tak mengerti kenapa ia sesedih ini. Ia hanya sedih. Boleh kan? Orang cantik juga boleh bersedih kan?

•••

Bel tanda jam istirahat berbunyi. Sehun masih duduk diam di bangkunya. Kenapa? Karena Jongin juga belum meninggalkan tempatnya.

"Sehun-ah, kau tak ingin ke kantin?" Tanya Baekhyun. Mereka kembali akrab setelah pertengkaran kekanakan mereka kemarin.

Sehun menoleh. "Ah~ kau duluan saja Baekkie. Aku masih kenyang." Jawabnya berbohong, ia sedang sangat lapar. Ia lalu kembali mengalihkan pandanganya pada Jongin yang masih menulis.

"Jongin, kau tak lapar?"

"Kenapa?" Jawab Jongin. Ia sudah bisa mengendalikan suara bergetarnya di hadapan Sehun. Tapi ia akui, wajah panas dan jari dingin bergetar masih ia alami saat Sehun di dekatnya. Dan itu terjadi sepanjang waktu karena Sehun kini hanya berjarak dua jengkal darinya.

"Tidak, aku hanya bertanya saja."

Mereka kembali diam. Jongin masih menulis dan Sehun masih menatapnya.

Jongin menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit agar bisa memunggungi Sehun, setidaknya sampai ekor matanya tak melihat Sehun yang sedang menatapnya. Ia tak ingin salah tulis karena jari bergetarnya.

"Jongin~"

"..."

"Kai~"

"..."

"Jonginnie~"

Jongin berhenti menulis, uh ah uh ah... Sehun memanggilnya semanis itu? Oh tidak, wajahnya memanas lagi...

"Jongin, kau mau ke kantin bersamaku?" Tanya Sehun.

Jongin sangat yakin, wajah Sehun pasti amat sangat manis dan lucu dan imut sekarang. Ia menjilat bibirnya, menghirup nafas dalam-dalam.

"Akutidaklapar." Jawabnya tanpa spasi. Jika ia menggunakan spasi, mungkin saja ia akan tergagap lagi.

"Hm baiklah." Sehun menjawab lesu.

Perutnya lapar tapi Jongin tak mau ke kantin. Mana yang harus ia pilih, Jongin atau perutnya. Kalau ia ke kantin, ia bisa kenyang tapi di sana tidak ada Jongin. Kalau ia tidak ke kantin, ia bisa pingsan karena kelaparan dan saat ia pingsan ia tak melihat Jongin. Tidak. Opsi kedua itu menakutkan. Baiklah ia akan ke kantin tapi catat, ini demi Jongin, bukan demi perutnya. Ia pun berlari cepat menyusul Baekhyun.

"Jongin, kalau begitu aku ke kantin dulu. Sampai nanti." Pamitnya pada Jongin.

Jongin mendesah lega saat Sehun berlalu. Wajah dan jarinya aman sekarang.

Kursi di sampingnya berderit. Jongin berbalik. Taehyun sudah duduk di sampingnya.

"Sehun tampaknya sangat menyukaimu."

Jongin mengedikkan bahun. " Entahlah, aku juga tak mengerti. Kau tau aku seperti apa."

Taehyun terkekeh. "Ya, kau sangat pemalu."

"Hmm begitulah."

"Kapan kau akan dapat kekasih jika kau terus seperti itu."

"Hmm entahlah. Itu urusan nanti."

"Apa kau tak menyukai Sehun?"

"Hmm entahlah."

Taehyun mengerutkan wajahnya, kesal karena jawaban Jongin. "Kai, jawab yang benar. Kau hanya menjawab hmm entahlah hmm entahlah."

"Ck terserahmu lah."

Taehyun berdecak. "Ck~ dasar. Kau bersikap seperti seme cool di depanku tapi kau seperti uke pemalu di hadapan Sehun dan namja manis lainnya. Kau tak malu pada wajah tampanmu? Tak malu pada otot kotak-kotak di perutmu? Kau uke atau seme?"

Kai berbalik menghadap Taehyun wajahnya berkerut karena marah. "Meski aku pemalu, aku tetap seme."

"Kau bahkan tak pernah pacaran. Kau terlalu sibuk menghindar saat melihat namja manis."

Gigi Kai bergeletuk menahan emosi, ia rasanya ingin menjedukkan kepala namja di hadapannya ini kalau tak mengingat bahwa dia adalah sahabatnya. Tapi ia tak bisa memungkiri bahwa yang diucapkan Taehyun memang benar. Ia memang belum pernah pacaran. Memalukan.

Taehyun melihat wajah murung Kai. Ia sedikit prihatin.

"Hei Kai, apa kau benar-benar tak menyukai Sehun? Sepertinya ekspresi malumu berlebihan sekali saat berhadapan dengan Sehun dari pada saat berhadapan dengan namja manis lainnya."

Kai merenung sejenak. Benarkah? Apa ia terlalu berlebihan di depan Sehun? Sepertinya tidak.

"Kau yang berlebihan. Aku tak seperti yang kau bilang."

"Bisa jadi kau malu begitu karena kau juga menyukai Sehun?" Tebak Taehyun.

Kerut tampak dikening Kai. "Apa iya?"

Taehyun mengangkat bahunya sebagai jawaban. "Apa kau mau membuktikannya? Kita bisa melakukan praktek untuk membuktikannya."

•••

"Sudahlah Kris hyung, aku tak akan tersesat lagi." Sahut Sehun jengah pada Kris yang berjalan di sampingnya.

"Tak apa Sehun. Lagi pula aku tak sedang sibuk." Balas Kris tidak nyambung.

Sehun menghela nafas. "Kalau hyung mengantarku hanya untuk melihat Baekhyun itu percuma, karena Baekhyun sekarang sedang berada di perpustakaan. Ia disuruh oleh guru untuk mengambil buku."

"Baiklah, sampai jumpa Sehun." Pamit Kris, ia langsung berbelok arah menuju perpustakaan.

Sehun menghela nafas dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Ia sudah tau, karena tadi saat di kantin Baekhyun menjelaskannya padanya.

Tepat saat Sehun berada di depan kelas ia berpapasan dengan songsaengnimnya. Ia membungkuk sedikit dan memasuki kelasnya. Duduk manis di samping Jongin dan mendengarkan penjelasan songsaengnim-nya, serta melirik Jongin sesekali.

Beberapa menit setelah pelajaran berlangsung, Baekhyun datang dengan sebuah buku ditangannya yang langsung ia serahkan pada Songsaengnim. Tapi Sehun sedikit heran melihat Baekhyun yang ngos-ngosan.

"Kenapa kau ngos-ngosan seperti itu, kau dikejar anjing?" Tanyanya sambil berbisik saat Baekhyun telah duduk di tempatnya.

Baekhyun menoleh, "Aku bertemu dengan sunbae menyebalkan yang sangat tampan di perpustakaan. Dia mengataiku mungil dan aku tak sengaja melempar wajahnya dengan buku jadi aku langsung kabur saja."

Sehun berusaha menahan tawanya, itu pasti Kris. Kasian sekali sunbae-nya yang playboy itu.

Sehun baru saja akan membalas perkataan Baekhyun saat Songsaengnim mengalihkan perhatiannya.

"Nah, tugas ini kalian kerjakan secara berkelompok dengan teman sebangku kalian."

Semua murid langsung menyahuti. "NE~ SONGSAENGNIM."

"Sehun-ah, kita kerjakan berdua ya." Pinta Baekhyun, ia malas mengerjakannya dengan teman sebangkunya yang pendiam itu.

"Ani, aku bersama Jongin. Iya kan Jongin?" Sehun menoleh pada Kai, Kai terlonjak sedikit tapi ia mengangguk kecil setelahnya.

Sehun tersenyum manis. Kerja kelompok bersama Jongin? Pasti akan sangat menyenangkan. Ia bisa berkunjung ke rumah Jongin, berkenalan dengan orang tuanya, mencoba mengambil hati eommanya lalu nanti mereka akan dijodohkan. Kyaaaaa Sehun berusaha menahan bibirnya agar tak tersenyum lebar karena khayalannya yang terlalu jauh.

Sedangkan Kai hanya menghela nafas berkali kali. Kerja kelompok bersama Sehun? Ia tak akan bisa tenang.

.

.

.

TBC


Haaah aku galau dilema dan kawan-kawannya karena ff ini :(

BALASAN REVIEW:

NaturalCandy1994: Ah iya gak apapa kok. Makasih udah review^^

byuncrackers: Iya, soalnya si Kai malah ninggalin Sehun *pout* bikin moment-nya susah karena Kai yang pemalu.. tapi next aku usahain bikin moment yang manis buat mereka. Makasih idah review^^

nin nina: Mungkin. Karena umumnya ff yaoi yang pemalu cuma uke kan padahal normalnya banyak banget kok cowok yang pemalu. Aah~ mungkin aku yang salah ngejelasinnya... Iya iiihh apalagi kisah ChanKaiHun-nya, ff banget lah itu.. bayangin Yeol suka Kai tapi Kai cintanya Sehun kkkk... Makasih udah review^^

barbieLuKai: Ganjen amat tuh Luhan-nya kalau langsung nyapu bibir Chanyeol pake bibirnya, modus banget. Eh tapi bagus juga, kalau udah gitu mereka ciuman deh yang HOT, kelas mereka kan lagi kosong trusss... ganti rated jadi M, uwooo... Loh, yang salah kan Thehun. Ngapain juga dia pake mengo gitu *tarik kai dari jamban* *mandiin kai* *mendesah(?)* ... Makasih udah review^^

SehunBubbleTea1294: Huaaa iya, itu full fan service terutama KaiHun LuMin.. ah, KrisTao juga, meski aku mengharapkan Kris sama Baek pergi berdua. Maklum, aku cinta KrisBaek juga... Soal Kai yang gemeteran, itu karena efek malu dan tegang *ambigu* ... Makasih udah review^^

teleportbabies: Ok. Ini sudah dilanjut. Makasih udah review^^

bbuingbbuingaegyo: Iya, KaiHun emang lucu. ini sudah dlanjutin, semoga tidak mengecewakan ya. Makasih udah review^^

ayanesakura chan: Maaaffff... tapi tapi ini udah ada kok chingu. Makasih udah review^^

indaah. cqupp: paling suka moment KaiHun di kamar mandi kyaaa gak kebayang mukanya Kai pas Sehun liat dia pipis, untunglah si Sehun cuma natap wajah Kai doang bukan yang di bawah… Hm Kai-nya lagi kalem, capek jadi namja agresif katanya. Makasih udah review^^

daddykaimommysehun: Tapi kenapa Chanyeol harus menyatakan cinta pada Kai? Kenapa? *nangis nangis natap langit* ... Itu karena Sehun udah bayangin apa aja yang bakal mereka lakuin kalau nanti mereka bolos bareng tapi Kai malah ninggalin Sehun. Makasih udah review^^

askasufa: Iya bener, liat aja kado yang mereka beli... pada aneh semua pan... Yeol bodoh atau tampan? Jawabannya Yeol galak, masa marahin Lulu mulu sih hiks. Makasih udah review^^

Penghulu kaisoo: Kkkk chanlu emang manis, tapi sayang jatah nongol mereka dikurangin di chap ini. Kalau gak, nanti mereka malah ngegusur KaiHun si pemeran utama. Makasih udah review^^

nta: annyeong juga chingu... Iya, ini sudah dilanjutin. Makasih udh review^^

utsukushii02: Sehun-nya ngelamun sih, makanya ditinggalin ama Kai. Makasih udah review^^

Putry. KyusungKrishun: Iih kok kamu tau sih kalau nanti bakal ada KrisBaek? Kamu dukun? Ramal aku dong(?) Padahal chap ini udah jadi bahkan sebelum aku post chapter dua loh... Makasih udah review^^

Happybacon: Romance-nya KaiHun bakal nyusul kok chingu... Makasih udah review^^

xxx: KaiHun dikit? Huwee maaaf... Kai kayak uke? Huweeee maaf lagi... tapi tetep bakal diuasahain kok, supaya Kai jadi lebih ke-seme-an lagi. Makasih udah review^^

Keepbeef Chiken Chubu: Masa sih? Aku bisa kok... kadang ffn emang nyebelin sih. Maafkan KaiHun-nya yang dikit banget, next mungkin bakal dibanyakin. Makasih udah review^^

chilay: Ne, ini sudah di update chingu. Semoga suka. Makasih udah review^^

Guest: iya, aku juga suka pertengkaran SeBaek, sama-sama uke oon mereka. Makasih udah review^^

Guest: Sehun gak yadong banget kok chingu, buktinya dia cuma liat wajah Kai bukan anu-nya Kai. Seharusnya kan macho ya, kenapa jadi begitu. Maafkan author-nya. Makasih udah review^^

sehunnoona: oke, ini udah update chingu. Semoga suka dan tidak mengecewakan. Makasih udah review^^

Unnamed EXOstand: Sama dong chingu. Chanlu bakal tetep ada kok. Makasih udah review^^

rainrhainyrianarhianie: iya, ini tetep bakal jadi KaiHun kok chingu. Tapi Kai yang pemalu bakal tetep bertahan, cuma nanti pasti kadar kemaluannya akan berkurang seiring berjalannya waktu. Makasih udah review^^

Karisma jongin: next chap ya chingu. Tungguin aja. Makasih udah review^^

hyunieeeh: Silakan berhadapan dengan Kai kalau mau ambil thehun wkokokkk. Makasih udah review^^

Meilani Chan: Sehun gak agresif kok chingu, dia cuma ngebet banget pengen macarin jongin… Chanyeol begitu buat nutupin perasaannya dan buat jaga image juga… kan dia image-nya tegas. Makasih udah review^^

Pertama, maafkan diriku yang gak bisa misahin KrisBaek. Jujur yah, awalnya emang mau bikin Kris ngejar-ngejar Thehun juga. Gak pernah ada rencana masukin KrisBaek di sini. Aku munculin Kris di chap ini juga buat PDKT-in Sehun sebenarnya, tapi pas ngetik tiba-tiba malah begitu, Kris liat Baek dan jadilah ia jatuh hati.

Kedua, Kai akan segera beraksi kok... tenang aja.

Ketiga, Kai tetap seme kok... Aku emang kadang baca Sehun yang jadi seme tapi kalau disuruh bikin? Aku nyerah /lambaiin tangan ke kamera/ Soalnya dari dulu sampai sekarang aku selalu percaya kalau aslinya Sehun memang karakternya ceria, yaa type uke-uke manis gitu... gak seperti muka yang kebanyakan dia tunjukin di depan kamera... Ya begitulah kepercayaanku.

Terakhir, terimakasih buat yang sudah review, fav dan follow. Kalau ada yang aku lupa masukin namanya dilapor ya. Biar bisa di edit lagi.

Maafkan typo yang ada.

Sampai jumpa di chapter 5

Dan aku cinta kalian, chingu-deul... muah


21 December 2013