sumary!

Semua bermula dari rasa ini, karna rasa ini ada semua jadi begini. Penyesalan selalu ada tapi bukankah lebih baik kita berusaha memperbaiki dari pada meratapi,,, "gak usah dipikirin ni kata nyambung gak nyambung buatanku ini" #dsumpalgranat

ini cuma summary tambahaan doank

Hae Baby Chapter 4

Flasback

Seorang namja paruh baya berjalan dengan tergesa-gesa tepatnya berlari, tak ia hiraukan umpatan dan cacian yang keluar dari mulut orang-orang yang ia tabrak ataupun ia senggol karnanya. Karna yang ada dalam pikirannya kini hanya ada pada satu orang yang entah bagaimana keadaannya kini.

Nafasnya terasa memburu dan hampir putus tapi tetap saja ia tak mengidahkan itu semua.

-istri anda mengalami kecelakaan!

Seseorang ditelah memberinya kabar yang bisa membuatnya mati berdiri.

-istrinya tengah hamil
tua dan kini tengah mengalami kecelakaan? ini semua salahnya, ini karna keteledorannya yang membiarkan istrinya pergi dari rumah tanpa pengawasan darinya.

hah hahh hah hhaahh

Seorang suster muda menghalanginya yang ingin masuk ke ruang UGD itu, tapi jangan pernah berpikir untuk menghalanginya jika ia sudah dalam kondisi seperti ini karna kamu pasti akan-

BUKKK! -dan berakhirlah suster itu terjatuh dengan tak elitnya karna dorongan namja tadi.

"yeobooo!" teriaknya saat melihat sang istri
tengah berbaring lemah di atas ranjang dengan darah yang mengalir membasahi betisnya.

-mengapa ia bisa masuk!

-siapa dia?

-cepat! suruh dia pergi!

Semua orang yang berapaian biru dengan maskes dan penutup rambut melihatnya dengan berbagai macam exsprisi.

"boo~" namja tadi ingin mendekat tetapi orang-orang disana dengan sigap menghalangi langkahnya.

"tenanglah tuan, kami sedang berusaha menyelamatkan istri dan anak tuan" seorang yeoja berusaha
menenangkan namja tadi dan membawanya keluar ruangan tadi.

"t-ta-pi aku suaminya suster"

"saya tau, dan karna itu biarkan para dokter bekerja tuan"

"tapi istri dan anakku baik-baik saja kan?" walau ia tau bahwa keduanya tak mungkin baik-baik saja setelah ia tadi melihat darah yang begitu deras mengalir dipaha istrinya, juga kondisi istrinya yang sampai tak sadarkan diri itu cukup membuatnya khawatir.

"karna itu, sebaiknya anda tenang dan berdoa untuk keselamatan anak dan istri anda"

Ia akhirnya menyerah dan membiarkan tubuhnya diseret menjauh dari istrinya.

Tak tenang. Mulutnya selalu merapalkan doa-doa untuk keselamatan istri dan anaknya yang kini tak tau bagai mana kondisinya.

Sudah hampir satu jam ia menunggu tapi tak ada satu orang pun suster maupun dokter yang keluar dari ruangan itu, hatinya makin resah dan gundah, tapi apa yang bisa ia lakukan, tak,ada ia hanya bisa berdoa dan berharap semoga semua baik-baik saja.

Krieekkkk...

Akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan dokter yang usianya hampir sama denganya.

Tak menunggy waktu lama ia hampiri dokter itu dan memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.

Tapi sayang seribu sayang karna tak ada satu pun pertanyaan darinya yang dokter itu jawab. Dan hal itu makin membuatnya resah apa lagi dengan raut wajah sang dokter yang terlihat kusut.

"mianhae..." ucap sang dokter. Dan membuanya makin hawatir dibuatnya.

"karna kami tak bisa menyelamatkan nyawa satu bayi anda.."

"hah?satu bayi?bukankah istr saya hanya mengandung satu bayi?"

"jadi anda belum tahu Yunho-shi?"

"tahu?"

"tahu jika istri anda mengandung bayi kembar"

"tidak dok"
"hahh~" dokter itu mendesah untuk kesekian kalinya.

"perut istri anda mengalami benturan yang sangat hebat bukan hanya istri anda tapi anak yang ada dalam kandungannya juga menerima efek dari guncangan tersebut" jelas sang dokter.

"tapi mereka..."

"istri anda baik-baik saja tapi kami hanya bisa menyelamatkan putra ada"

*Hyukjae Prov*

Lelahnya~

Perjalanan dari kemping sungguh membuatku lelah. Untung acara ini di adakan hanya satu minggu saja tak bisa ku bayangkan jika acara itu menjadi satu bulan mungkin aku sudah menjadi-

oekkkkk...

hah

oeekkk

Tangisan itu makin jelas ku dengar tapi apa...

Brakkk

Ku buka paksa pintu itu dengan paksa, dan ku langkahkan kakiku mngikuti suara tadi.

Semoga benar, semoga benar. doaku dalam hati.

Ku buka pintu kamar utama milik kedua orang tuaku. Hah...betapa senangnya hatiku saat kulihat epmmaku kini tengah tidur bersama dengan seorang bayi yang amat ku nanti.

Gila sih diusiaku yang sudah hampir 15th ini aku masih saja menginginkan seorang adik perempuan.

Ia adik perempuan, entahlah kenapa aku begitu menyukai seorang adik perempuan bukannya laki-laki, dan sungguh hatiku sangat senang saat appaku bilang jika eommaku tengah mengandung bayi perempuan.

"kalian pembohong tak mungkin adik perempuanku mati TAK MUNGKINNNNN..." teriakku saat beberapa saat tadi eommaku menceritakan tentang kejadian tiga hari yang lalu saat aku tak ada dirumah.

-ummamu mengalami kecelakan tiga hari yang lalu.

-ada dua bayi yang umma kandung tapi sayang dokter tak bisa menyelamatkan adik perempuanmu.

-walau begitu adikmu harus mendapatkan perawatan insentif dari dokter karna benturan keras uamg dialaminya.

bagai disambar petir Eunhyuk saat mendengarnya. Dongsaeng yang selama ini ia harapkan kini telah pergi untuk selamanya.

"Flash Back End"

Bayangan masalalu selalu membayangi pikiran Eunhyuk, membuatnya tak tenang, apa lagi kata-kata kedua orang tuanya dulu kini menjadi sebuah melodi susak dipikirannya.

-karna benturan pada perut ummamu, dongsengmu lah yang menerima dampaknya. Kemungkinan pertumbuhan dongsaengmu akan terganggu.

Kata itu seolah menjadi mantra tersendiri bagi Eunhyuk, ingat ia waktu dulu dongsaengnya hanya mampu merangkak bahkan saat teman seusianya sudah mampu berlari, kini pun dongsangnya hanya bisa berbicara satu dua kata saat seharusnya ia sudah sangt cerewet.

Tess...

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Eunhyuk, mengapa ia begitu tega,pada dongsaengnya sendiri.

Bukankah namja atau yeoja sama saja.

Kini Eunhyuk baru menyadari kesalahanya tapi...

Brakkkk...

Pintu utama terbuka menampilkan sosok sang appa, wajahnya berbinar menyambut kepulangan appanya.

"appa dari mana app-" kata-kata Eunhyuk tersendat di tengorokan karna appanya hanya melewainya saja, tak menegur bahkan melirik saja tidak.

Lima belas menit ia harus menunggu sang appa. Wajahnya menyengit heran saat ia melihat appanya membawa satu tas besar, entah appa itu isinya.

.

.

"appa, apa yang apa bawa itu?"

"app-" kata yang ingin Eunhyuk keluarkan harus terhenti karna sang appa kini tengah memelotitinya. Jujur ia paling takut jika sang appa sudah begitu.

Diam, tak ada kata yang terucap diantara keduanya. Hingga Yunho-sang appa- melangkah pergi yang di ikuti oleh Eunhyuk di belakangnya tanpa kata.

.

.

.

.

Eunhuk terus mengikuti sang appa tanpa perduli jika appanya tak menganggap kehadirannya.

15 menit sudah berlalu dan tak ada satupun kata diantara keduanya, hingga mobil yang mereka tumpangi berhenti.

Eunhyuk heran dan bercampur was-was pasalnya sang appa berhenti tepat di rumah sakit .

Terus, Eunhyuk terus mengikuti sang appa walau dipirannya saat ini muncul berbagai macam pertanyaan.

Krieekkk

Pintu terbuka, dan betapa terholoknya dia saat melihat seseorang yang kini didalam gendongan ummanya.

Tak ada ceotehan yang dia dengar, tak ada tawa atau pun tingkah hiperaktif, semua berbada.

"umma?" kata yang mau dia ucapkan tersendat ditegorokan, mungkin Eunhyuk bingung harus berkata apa setelah apa yang dia lakukan.

"UNTUK APA KAU KEMARI JUNG HYUKJAEE!" bentakan Jaejong barusan menghentikan niat Eunhyuk yang ingin menghampiri seseorang yang berada digendongan Jaejong.

"umm-"

"dan kau!" tunjuknya pada sang suami "mengapa kau ajak anak ini jemari!"

"weo? kenapa aku tak boleh kesini?, ini bukan salah appa, aku yang memaksa untu ikut dangannya."

"KAU ingin tau salah MU! salahmu adalah datang kemari!"

"weo? ak-"

"cepat keluar JUNG HYUKJAEE!" bentakan keras sang umma barusan menyadarkannya bahwa ummanya bemar-benar marah padanya.

"yeoboo kau jangan-" ucapan Yunho terputus saat melihat seseorang digendongan istrinya itu terusik karna perdebatan ini. Tanpa banyak ucap ia hampiri sang istri guna memindah seseorang itu dalam gendonganya saja.

suzzzzzz... suzzzz...sssssuuuzzzzzz

Yunho kini menengkan seseorang itu. anak sulungnya-Donghae. Ia kini Donghae menampakkan tanda-tanda akan bangun dan sang appa yang tak mengijinkannya bangun mencoba membuatnya tetap terelap.

Eunhyuk kini dapat melihat wajah dongsaengnya karna jarak antara ia dan appanya hanya satu meter saja dengan jelas, miris karna sebuah selang infus tertancap di pergelangan tangan yang kecil itu. Ia mendekat.

Ia ingin hampiri sosok yang ia rindukan itu tapi dia ragu apa dia masih pantas menyentuhnya setelah apa yang ia lakukan pada dongsaegnya itu.

Dongsaeng? Apa ia masih bisa disebut seorang 'HYUNG?'.

Ahh...Ia ingin berbalik pergi meninggalkan tempat itu jika saja suara appanya terdengar olehnya.

"kau mau pergi kemana Hyuk?"

"aku memang tak berhak ada disini appa... a-aku?"

udah...

T.B.C hhehehheh

eh ini bukan yaoi lowww, jdi jangan hayap ada adegan yang ia ia...hahahhah... RnR plessssssssssss