Title : My Secretary (the series) / part 4

Author : Inchangel (kurniaaprinta)

Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum

Genre : Yaoi NC-21, romance, pemaksaan.

Rating : M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)

Sudah 1 minggu Kibum menjadi sekretaris untuk bos barunya itu. Choi Siwon, namja dengan tubuh kekar nan wajah bagai porselen membuat siapa saja yang melihatnya berani menekuk lutut (halah lebay ==' bilang aja jadi kebelet boker *inchan digiles sama siwonest*). Keseharian kibum juga takkan lebih jauh dari mengurusi jadwal pertemuan, jadwal rapat, jadwal makan, jadwal pulang, jadwal dokumen, menerima telepon sebelum diteruskan pada Siwon, dan pekerjaan-pekerjaan sekretaris lainnya.

Kecuali satu hal.

Harassement.

Kalau menurut Kamus Inggris Indonesia nya Hassan Shaddily, artinya adalah gangguan, godaan, usikan. Kalau di kamus hp author malah artinya pelecehan. Nah, berhubung kita masuk ke cerita yang hampir full NC, kita pake yang yang arti dari hp author ya? (author sarap)

..

..

Sebuah Rabu yang tidak terlalu berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Seluruh keryawan di hotel itu sibuk mengerjakan tiap bagian mereka masing-masing. Beberapa sampai lari-lari karena teringat ada yang terlupakan. Beberapa masih sibuk membenahi rambut yang tak kunjung rapi. Pelayan pria beberapa harus kembali mengaca karena tak ingin membuat bos terhormatnya itu memotong gajinya. Para koki tengah mendiskusikan masakan spesial untuk makan siang tamu serta karyawan disana beserta petinggi mereka.

Sesuatu yang biasa di sebuah hotel.

Kecuali

Satu tempat...

# ruang kerja Direktur #

Tak ada suara. Teredam.

Petinggi hotel itu dan sekretarisnya saling meredam suara masing-masing. Siwon, sang petinggi hotel itu duduk diatas sofa samping meja kerjanya. Sang sekretaris, Kibum, duduk menyamping di atas paha atasannya itu. Kedua tangannya memegang bahu atasan yang kali ini berada di bawahnya itu. Tangan kiri Siwon memegang pinggang kibum agar tak menjauh, dibantu tangan kanannya yang menekan kepala bagian bawah Kibum sehingga ia tetap berada di dekat Siwon dan mampu dilumat dengan benar bibir ranumnya itu.

Keduanya masih saling melumat meskipun lebih didominasi oleh Siwon. Entah apa yang ada di pikiran Kibum hingga ia mau-maunya melakukan making out di tempat privasi seperti itu. Padahal biasanya, ia didekati perempuan saja sudah ogah-ogahan. Ini kok malah sama bos nya sendiri yang bahkan baru 1 minggu ia kenal.

Status mereka saat ini? Pacaran sih belum karena Kibum sendiri masih belum mau. Meskipun berkali-kali Siwon melamar Kibum, tetap saja Kibum keukeuh mau pacaran dulu. Waktu ditawarin pacaran, namja manis putih mulus seksoi aduhai amboi ini malah bilang belum siap. Bikin Siwon makin stress aja.

Siwon sebenarnya juga nggak kalah bingung. Dulunya ia tak ada rencana untuk mengejar Kibum sampai seperti ini. Apalagi kalau diingat ia baru saja memutuskan kekasihnya yang di London sana, Stephanie, sekitar dua har sebelum ia bertemu Kibum. Terlalu cepat, atau memang sebenarnya Siwon itu gay?

Kalau ditanya begitu sih jelas Siwon akan berkata, "aku hanya akan gay untuk Kibum. Hanya. Kibum."

So sweet nggak siih? (author: ega, bang wonwon ==' *dilindes pake buldozer)

Krriiing! Krriiinggg!

Sebuah deringan telepon laknat membuat kegiatan 'oh-ah' ringan pagi itu sukses berhenti. Tak ayal siwon meremas kepalanya seperti saat ia meremas pantat #plak *lupakan perumpamaan ini =='*. Kibum pun dengan susah payah melepaskan pagutan nakal dari seorang Choi Siwon.

"S-siwonnie. Angkatlah telepon itu dulu," ujar Kibum lirih masih dibawah dagu Siwon.

"Kau lah yang menjawab. Kau kan sekretarisku. Kau yang bertugas untuk menjawab telepon-telepon yang ditujukan padaku," elak Siwon. Padahal sebenarnya ia malas sekali Kibum beranjak dari atas badannya itu.

"Baiklah. Akan kuangkat," ucap Kibum kemudian. Saat Kibum sudah mulai beranjak, Siwon mulai berpikir untuk mengganti nada dering telepon kantornya dengan suara desahan milik Kibum. Jadi kalau ada telepon masuk, bukannya diangkat malah didiamkan sementara agar bisa mendengarkan desahan Kibum yang begitu manis, baru diangkat deh telponnya. Tapi Siwon sadar satu hal. Emangnya bisa diganti seenak jidat begitu?

"Kalau gitu aku rekam di hp, terus aku jadiin ringtone dan notification aja deh," ujar Siown pada diri sendiri sambil menatap lapar sekretarisnya yang tengah memberikan sejuta alasan pada seseorang diseberang sana mengapa ia begitu lama menjawab telpon itu. (disini aku pake istilah di hp android kayak tptku. Ringtone ya untuk kalo telpon masuk, notification itu bisa buat sms, alert fb/twitter, downlad/instal selesai, dll)

Kibum masih setia dengan gagang telpon di wajah sebelah kirinya, dan tangan kanannya memegang pena untuk mencatatkan memo yang harus disampaikan pada bos pervert nya itu.

"Kibum ah~" desah Siwon di telinga kanan Kibum yang tak ditempeli gagang telpon. Kibum yang kaget hanya sedikit menggelinjang mengingat tadi ia baru saja making out ringan dnegan bos nya itu. Jadi gejolak nafsu masih bersisa sedikit di tubuhnya.

"Ngh... S-siwon. Jangan dulu...," ucap Kibum agak kesusahan karena Siwon sudah mulai memasukkan tangan besarnya kedalam kemeja Kibum yang memang belum dikancing sempurna. Jari-jarinya ang sedikit kasar karena sidik jari tebal itu mengusap-usap pelan sekitaran pusar mungil yang berada di pusat perut itu. Kibum menggelinjang pelan tiap kali jari-jari panjang itu menyentuh tepat di pusarnya dan menggoda dengan mencoleknya.

"Kibumie? Gwaenchanha?" tanya sebuah suara dari seberang jaringan kabel itu. Kibum harus bersikap profesional. Bos nya saja bisa dengan sigap mengubah kepribadiannya tiap kali habis making out ringan dengannya lalu beberapa detik kemudia bertemu mitra kerja maupun karyawan yang ingin menghadap dengannya. Derap nafas normal, wajah tenang, pandangan mata normal, dan pakaian tetap rapi. Meskipun ini via telepon, ia harus bisa profesional terhadap pekerjaannya sendiri. Itu tekad Kibum.

Sayang bukan itu tekad Siwon.

Tekad siwon adalah membuat Kibum mendesah sebanyak-banyaknya saat itu juga. Ia tak mau menunda, karena menunda sesuatu itu hanya akan merancaukan seluruh rencananya. Mengerti kan mengapa Siwon begitu terburu-buru ingin menikahi Kibum?

"N-ne, Hae-ah. Nan gwaenchanha. S-sampai dimana tadi.. hh..," Siwon masih terus menggerayangi tubuh Kibum yang saat ini sudah seperempat telanjang. Kemejanya sudah dnegan sukses terbuka meski hanya setengah karena tangan kirinya masih memegang gagang telepon. Namun tubuh bagian kanannya sudah terekspos jelas. Wangi peluh mulai memabukkan Siwon untuk berbuat makin jauh.

Dikecupnya pelan. Kibum menggelinjang. Tak sabaran, ia merubah menjadi ciuman yang beruntun di banyak tempat. Ia masih setia dengan posisi dibelakang Kibum yang tengah gemetaran. Lihatlah, kertas memo itu sekarang sudah berisi garisan-garisan tak beraturan akibat Kibum yang gemetaran namun masih menggenggam pena.

"Egh.. H-hae ah, bisa kah kau telpon nanti lagi? A-aku ada urus..sh...san... AH!" Kibum berteriak agak tertahan saat Siwon dengan lembutnya menggigit daun dan menjilat serta mencium pelan telinga Kibum sementara tangannya mencubit gemas dan lembut puting mungil yang tadi hampir ia sesap saat di sofa tadi.

"Tapi kenapa, Bummie? Kau benar tak apa? Kau sepertinya sedang kesakitan? Apakah aku perlu ke tempatmu sekarang?"

Demi apapun, itu adalah saran terbodoh yang pernah Kibum dengar! Sarannya sih nggak bodoh-bodoh banget, tapi di keadaan seperti ini, lalu mitra kerjanya itu datang? Aih, malah nambah masalah jadinya.

"T-tak perlu, Hae ah. Akan kukabari lagi nanti. A-anyeong. Hhh.. Akh!" dan setelahnya Kibum langsung menutup telepon dari mitra kerjanya itu. Sedikit dilempar karena ia sangat terangsang. Namun ia berusaha tetap tenang meskipun wajahnya sudah sangat merah dan nafasnya sangat berat.

"W-wonnie, apa tujuanmu? Kalau d-dia tak lagi au bermitra d-dengan kita.. akh.. Akan banyak masalah yang kita d-dapatkan.. Hhh...," seakan hanya ocehan penyiar berita di TV, Siwon menganggap itu semua sebagai angin lalu.

"Tujuanku?" Siwon menghentikan aksi ayo-buat-lebih-banyak-kiss-mark -di-punggung-Bummie-honey dan membalik tubuh Kibum hingga berhadapan dengannya.

"Hanya ingin membuatmu mendesah seksi. Kau tahu, aku ketagihan mendengar suara beratmu mendesah hebat seperti dua hari lalu."

Ya, 2 hari yang lalu Kibum kembali 'diculik' Siwon. Pria kelahiran 7 April itu mengajak Kibum berhubungan badan lagi namun dimulai dengan saling berbagi minuman perangsang. Setengah gelas, namun nafsu membuncah. Apalagi Siwon yang memang dasarnya pervert. Ia semakin mengerjai Kibum hingga pria mungil itu mendesah sangat kuat. Sayang sekali saat itu otaknya tak dapat berpikir jernih dan tidak ada pemikiran untuk merekam baik video maupun suara dari kegiatan nista mereka itu. Nah, berhubung saat ini ia masih sadar, ia ingin merekam desahan Kibum dan menjadikannya sebagai aset pribadi dan berharga miliknya. Miliknya. Suara. Dan tubuh Kibum.

"T-tapi itu kan karena minuman perangsang. Kau tak membawanya sekarang, kan?" tanya Kibum. Sejujurnya ia ingin menyelesaikan urusan 'dibawah' itu karena digoda oleh bosnya itu membuat penisnya menegang.

Siwon tersenyum sebelah. Menunjukkan bahwa ia sudah mempersiapkans esuatu yang lebih licik daripada sekadar minuman perangsang. Dirogohnya saku bajunya, dan dia mengeluarkan sebuah permen.

Permen karet?

"Won..," Siwon memasukkan permen itu kedalam mulutnya, "..nie?"

"Untuk apa... Eumph!" pertanyaan Kibum terhenti saat Siwon dengan paksa melumat bibir Kibum. Tak lupa ia memasukkan permen yang barusan dilumatnya itu setelah beberapa kali ia menghisap untuk tahu bagaimana rasa dari permen perangsang bermodus permen karet.

Heran?

Jadi begini. Permen bentuknya kayak Hep**dent Wh**e. Putih, kotak, kayak bantal, rasanya semriwing (mint), tapi bisa habis nggak kayak permen karet beneran. Karena rasanya mint, Kibum tak ambil pusing malah dengan cepat mengunyah permen itu hingga habis. Dalam benaknya, ia tak dapat memungkiri bahwa rasanya yang manis namun juga ada sensasi mint menyamankan mulutnya karena sejak tadi terisi oleh hangatnya lidah Siwon.

"Siwonnie, lain kali bawalah permen seperti ini. Dan jangan lupa kau makan untuk dirimu sendiri. Aku bosan dengan rasa mulutmu yang hangat-hangat begitu saja," ujar Kibum berani. Entah dalam watu 1 minggu ini kecanggungan mereka berhasil mereka atasi akibat terlalu sering melakukan seks.

"Tentu, kalau itu permintaanmu," jawabnya dengan senyum yang oleh Kibum sendiri sulit mengartikannya.

Siwon meninggalkan Kibum yang masih menyesap permen nista yang dimiliki Siwon itu. Tak tanggung-tanggung ia menggigit-gigit seluruh permukaan permen itu agar cepat habis. Siwon yang tahu reaksi yang akan terjadi bakalan ekstrim, hanya berjalan santai menuju sofa empuknya yang belum lama tadi menjadi saksi bisu dari making out ringan UNTUK HARI INI. Kalau sofa itu bisa bicara, dia bakalan jadi pengganti author buat nulisin ni FF apa aja yang mereka lakuin di sofa itu. Belum lagi kursi kerjanya. Apa lagi ranjang kamar dan ranjang di kantor Siwon! Ckckck

Sepuluh menit kemudian ada perasaan panas yang menggelora dari tenggorokan Kibum. Perutnya terasa menggelinjang dan ada sesuatu yang terus mengalir kearah selangkangannya terutama penisnya itu. Panas menjalar dengan perlahan dan menyebar secara beraturan, namun Kibum merasa waktu berjalan sangat cepat seakan-akan panas itu menjalar begitu saja dalam sekejap mata.

"W-wonnie.. K-kau memasukkan apa d-didalam permenhh.. ituhh?" tanya Kibum sambil berjalan sedikit tertatih kearah Siwon. Bahkan berbicaranya dengan mendesah! Oh, Siwon jadi susah membayangkan hasil ringtone nya nanti akan seheboh apa desahan dari Kibumnya itu.

"Bukan aku yang memasukkan. Tapi aku membelinya memang sudah mengandung PERANGSANG," ujar Siwon tenang. Kibum yang sudah sangat terangsang tak ada waktu untuk kaget maupun memproses penjelasan Siwon tadi. Yang ia tahu hanyalah mencari cara untuk melepaskan hasratnya yang tiba-tiba membuncah. Penisnya terasa sangat penuh dan tak bisa ia pungkiri bulir-bulir peluh tengah menelanjangi badannya. Berusaha untuk membuat Kibum melepaskan seluruh pakaiannya.

"Kibum ah, ayo kita masuk kedalam kamar saja," ajak Siwon sambil memeluk pinggang Kibum dan mengecup daun telinganya. Badan Kibum langsung saja menggelinjang hingga kakinya gemetaran akibat tak tahan dengan gelora yang dialirkan darahnya.

Setelah dengan susah payah mereka sampai didalam kamar khusus direktur. Mengerti keadaan sudah lebih meremang dengan pencahayaan minim, Kibum langsung mendorong Siwon menuju kasur. Dan dengan tidak elitnya Siwon terjatuh dibawah Kibum yang wajahnya memerah dan matanya sangat sayu. Posisi mereka sangat tanggung mengingat berpikir saja Kibum sudah susah. Hanya setengah dari punggung Siwon yang berada di kasur.

"Bummieh udah nggak sabar yah~?" tanya Siwon ditelinga Kibum dengan suara seksinya dan tangan mengelus punggung Kibum yang masih terbalut kemeja yang tadi sempat dirapikan Kibum.

Kibum hanya menjawab dengan hembusan nafas berat dan tidak beraturan. Matanya sudah terlalu panas untuk membuka normal. Badannya seakan-akan bergerak sesuai dengan nafsunya, bukan akal pikirannya lagi.

Dengan sangat terburu-buru, Kibum memagut bibir milik bosnya itu. Siwon yang selama ini sebagai pihak yang menyerang, sangat kaget tiba-tiba Kibum seberingas itu. Tak pernah terbesit dipikirannya bahwa namja manis itu menyimpan sesuatu dibalik akal sehatnya yaitu nafsu yang sangat besar (meski nggak sebesar nafsu normalnya Siwon sih :P)

Dengan perlahan, Siwon menuntun tubuh Kibum untuk memosisikan di kasur dengan layak dan etis. Karena kalau masih di posisi tadi, JELAS besok Siwon bisa dapat encok. Punggungnya akan dijadikan korban kebringasan pinggiran kasur.

Siwon mulai menyadari bahwa Kibumnya tengah melucuti kemeja rapi nya. Seluruh kancing kemejanya sudah hilang (mungkin karena ditarik paksa oleh Kibum), lalu dadanya penuh dengan sesuatu yang mengkilat. Dan Kibum? Dia masih dengan setia mengusap-usapkan bibirnya ke perut berotot milik Siwon.

"Kau tak panas heung? Lepas saja dulu pakaianmu semua," saran Siwon pada Kibum. Tak dipungkiri itu memang ide bagus, Kibum langsung melakukannya.

Ia dengan sigap berdiri diatas kasur. Kedua kakinya seakan-akan mengurung kaki panjang Siwon. Dari bawah situ, Siwon seperti orang paling beruntung sedunia yang menyaksikan pemandangan sangat indah. Kibumnya yang berpeluh dan berwajah merah. Sesuatu dalam celananya terlihat menonjol. Karena ia sedang dibawah pengaruh obat perangsang, keseimbangannya agak tak terkontrol, ia pun jatuh dan menekan sesuatu dalam celana nya dan celana Siwon.

"Eungh~" begitu lenguhan dari Kibum. Siwon tak banyak bicara. Ia tak ingin rekamannya bercampur dengan suaranya.

Dengan sisa tenaga, Kibum bangkit lagi. Tapi kali ini ia sedikit menggunakan akalnya. Ia hanya bertumpu pada kedua lututnya. Pinggangnya entah kenapa condong kedepan seakan-akan menggoda Siwo untuk melepas sabuk, resleting dan segala tetek bengek yang menutupi sesuatu yang menawan itu.

Cukup cepat, tak butuh waktu hingga satu menit celana Kibum telah turun meski hanya sebatas setengah paha mengingat ia berdiri bertumpu pada lutut dan dibawahnya ada kaki Siwon yang menghalangi kakinya untuk mengatup. Penis yang tak lebih dari 15 cm itu berkedut-kedut dan terlihat mengacung tinggi. Siwon menegak ludah melihatnya. Pria yang sekarang sedang setengah berdiri diatasnya itu dengan ototmatis langsung menggenggam penisnya sendiri, dan mulai menggosok-gosokkan tangannya ke permukaan badan penisnya itu. Pelan, namun menggiurkan. Lihatla Siwon sendiri sampai gemetaran hanya dnegan melihatnya. Penis yang berada didalam celananya seperti meronta-ronta ingin dikeluarkan namun sangat nanggung kalau harus memutus show langsung sebuah striptease dari seorang Kim Kibum yang sedang terangsang seperti ini.

Gerakan tangan Kibum lama kelamaan makin cepat dan tak terasa cairan sperma awal atau lebih dikenal dengan pre-cum itu mulai sedikit demi sedikit mengalir dari ujung lubang kemaluan milik Kibum. Tangan satunya berjalan menuju dadanya, dan mulai memelintir sendiri puting miliknya yang ternyata sudah keras. Siwon sangat gemas melihatnya. Sudah 10 menit Kibum bermain sendiri dan belum juga mendapatkan klimaks. Yang ada hanya desahan, erangan, peluh yang mengecer, dan teriakan nikmat dari Kibum sendiri.

Siwon berinisiatif untuk mengubah posisi agar ia tak bosan hanya sebagai penonton. Dengan sekali dorong, Kibum langsung berubah posisi jadi bersandar diatas bantal yang tadi digunakan Siwon saat melihat live striptease Kibum. Tiba-tiba ia sudah disodori sesuatu yang besar dan berbau amis. Penis Siwon yang hampir 20 cm panjangnya!

"Manjakan dia," ucapnya yang ternyata tengah menyapa penis mungil Kibum. Kibum masih belum sadar sepenuhnya bahwa Siwon merubah posisinya menjadi 69, sebuah posisi favorit banyak pasangan karena tak ada yang diam saja menerima servis. Semuanya bergerak memberi kenyamanan bagi lawan mainnya.

"Eumh... Mmmh... Sllrrppt.. Ahn... Mmmmh..," desah Kibum sambil menjilat, mencium, mengemut, dan menggigit penis Siwon yang seperti lomba makan kerupuk saat 17an. Tangannya memegang erat paha milik Siwon dan semakin erat baik menggigit maupun memegang paha itu ketika Siwon menghisap kuat penis milik Kibum yang berada dalam mulutnya. Keduanya terus menerus mengeluarkan desahan-desahan erotis yang mengundang birahi siapapun yang mendengarnya.

"Cukup, Kibumie. Sekarang, akan kukeluarkan seluruh emosimu dan nafsu seksmu hingga kau tak bisa mengeluarkan kata-kata apapun selain namaku dan desahan erotismu."

Siwon membalik tubuhnya seraya memasang senyum sejuta watt. Kibum yang mendapat pemandangan manis seperti itu tersenyum tulus. Belum lagi pencahayaan yang minim meskipun sekarang masih siang hari dan juga udara dingin karena AC rendah, membuat suasanana semakin terasa romantis dan juga panas. Siwon mengelus dan mengecup berkali-kali wajah mulus tanpa cacat milik Kibum. Layaknya seorang wanta, Kibum tersenyum dan menikmati setiap perlakuan lembut dari bosnya itu. Anggap lah mereka sedang melakukan hubungan terlarang, karena memang itu kenyataannya. Tapi cinta menghalalkan segalanya. Cinta bisa mengubah benar menjadi salah, mengubah biru menjadi pink, mengubah siang menjadi malam, mengubah keramaian mejadi kesendirian.

Dengan sekali hentak, Siwon memulai proses penetrasi penisnya didalam lubang anus milik Kibum. Siwon hanya terburu-buru saat memasukkan bagian awal penisnya, namun selanjutnya ia mendorong pinggangnya pelan. Kibum mendesah dan merintih layaknya perawan yang baru kali itu dirasuki lubang kewanitaannya. Mengingat Kibum adalah pria, Siwon tak lupa memanja penis Kibum yang masih mengacung kuat. Blowjobnya tadi masih belum memuaskan Kibum hingga ia melakukan orgasme.

Tak lama, Kibum menggerakkan pinggulnya dengan semangat hingga Siwon terkaget dengan aksi Kibum. Padahal dengan gerakan seperti itu seharusnya itu dilakukan saat posisi uke on top. Mengingat tadi ia sudah memberi Kibum obat perangsang, Siwon merasa bertanggung jawab untuk membiarkan Kibumnya mencari kenikmatannya sendiri. Biarlah ia tak dianggap, setidaknya ia mendapatkan suara desahan Kibum yang sangat menggoda itu.

Siwon kemudian membalikkan tubuh mereka sehingga Kibum bertumpu kedua lututnya dan terduduk diatas pinggang Siwon.

"Carilah kepuasanmu sendiri. Kalau bisa sekalian puaskan aku," ucapku padanya. Ia mulai mengangkat pinggulnya dengan kedua tangannya diatas dada Siwon. Saat kegiatan mari-naik-turunkan-pinggang-kibummie-by-kimkibum, tangannya menyentuh puting milik Siwon. Dengan gemas karena tak ada kegiatan dan butuh pelampiasan rasa nikmat, ia menjiwit dan memelintir keras kedua puting itu.

"Anghh.. Euhh.. Hhh.. Mmhh.. Ouh... Yeah..," desah Siwon.

"Augh.. Eeek.. Issh.. Haaahh.. Hooh.. Eugh... Ahh...," begitu desahan Kibum. Bayangkan kalau kedua desahan itu keluar bersamaan. Itu lah yang terdengar dalam kamar itu.

Kibum menghentikan sebentar kegiatannya lalu menyamankan tubuhnya dengan berganti tumpuan menggunakan telapak kakinya hingga ia terlihat duduk diatas pinggang Siwon(memang begitu intinya). Ia terlihat lebih cepat dan tajam saat menghentakkan tubuhnya menabrakkan penis Siwon kedalam tubuhnya. Siwon pun hanya mengerjap-kerjapkan matanya karena keenakan dimanja Kibum.

"B-bumie, aku akan keluar...," begitu Siwon memperingatkan, Kibum malah semakin cepat menaik-turunkan tubuhnya. Siwon semakin mendesah tak karuan.

"AAAAAGGGHH!" teriak Kibum saat ia sendiri mendapatkan orgasmenya. Tak lama kemudian, didalam lubangnya, Siwon mengeluarkan cairan spermanya dengan lumayan banyak hingga ada banyak yang luber keluar dari tubuh Kibum.

Meskipun keduanya sudah orgasme, bukan berarti ronde itu selesai begitu saja. Penis milik Kibum itu masih menegang, hanya saja tak setegang tadi. Tapi tetep saja masih butuh belaian untuk menidurkan kembali .

"W-wonie, aku mau lagi~" manja Kibum. Siwon sih mau-mau aja, tapi dia sedang ingin melihat Kibumnya bermain sendiri. Akan seasik apa ya?

"Gimana ya? Entahlah rasanya aku sudah capek...," tolak Siwon halus. Entah karena masih pengaruh obat perangsang itu atau memang itulah sifat dasar Kibum, ia menurut saja dan malah mengangkat tubuhnya hingga kejantanan besar milik Siwon terlepas dari lubangnya. Cairan putih pekat banyak yang keluar dari lubang itu. Tapi Kibum cuek. Justru itu mempermudah pekerjaannya nanti.

Kibum duduk dengan sedikit membuka kedua kakinya. Penisnya ia hadapkan kearah Siwon yang sekarang merubah posisinya dari tiduran menjadi senderan di kepala kasur. Tangan kiri Kibum tiba-tiba menggenggam penisnya sendiri yang masih tegang namun sudah tidak berkedut-kedut seperti tadi. Tangan kanannya lebih megagerkan Siwon lagi karena jari-jari ramping di tangan itu mulai berusaha menjebol lubang yang belum ada semenit yang lalu lepas dari mengikat-erat sebuah benda kebanggaan milik Choi Siwon. Penisnya.

"Akkh... Eugh... Mmmmh.. Yeah... Eushh.. ssahh.. Ouhh.. Kyah... Eungh...," dan berbagai macam ekspresi desahan Kibum keluarkan. Tak pernah ia melakukan seperti ini sebelumnya. Jari-jari di tangan kanannya seperti punya nyawa sendiri hingga Kibum menggelinjang nikmat membuat tanagn kirinya menggenggam penisnya lebih kuat dan membuat Kibum mendesah makin kuat.

Sepuluh menit bukanlah waktu yang lama, dan Siwon masih dengan setia melihat sebuah pertunjukan live didepannya. Kibum hanya mendesah liar dan mengerjap-kerjapkan matanya keenakan karena sevis yang dilakukan pada dirinya sendiri itu. Dan setelah beberapa menit setelahnya, Kibum akhirnya klimaks dan benar saja penis itu yang awalnya menegang sudah mulai melemas. Namun cairan sperma tak begitu saja berhenti mengalir. Siwon punya ide.

Dengan segera, ia menjilat dan menyesap penis Kibum hingga ia tak mengeluarkan cairan sperma lagi. Cairan itu lumayan banyak. Siwon mencampurnya dengan liurnya dan mulai menghadapkan tubuhnya kearah lubang anus milik Kibum. Dengan perlahan ia mencium lubang itu hingga seluruh lubangnya tertutup oleh bibirnya, lalu dengan lidahnya ia memasukkan cairan didalam mulutnya itu kedalam tubuh Kibum.

Kibum yang masih istirahat karena kegiatan solonya itu hanya sedikit tersentak saat sesuatu yang hangat memasuki kembali tubuhnya dari bawah. "Mengembalikan padamu," kata Siwon saat selesai memasukkan spermanya yang sudah dicampur dengan liur milik Siwon kedalam lubangnya.

"Masih mau lagi?" goda Siwon. Kibum menggeleng.

"Capek," terangnya singkat. Bibirnya sedikit dimajukan membuatnya terlihat sangat imut. Siwon tersenyum lembut melihat kelakuan imut calon kekasihnya itu. Ditariknya tubuh mungil Kibum kedalam pelukannya. Diletakkan kepala dengan surai panjang dan hitam legam itu diatas lengan kanannya. Dikecupnya puncak kepala Kibum.

"Tidurlah. Sekarang jam istirahat. Maafkan aku pakai permen perangsang seperti tadi." Namun Kibum menggeleng. Ia mengangkat kepalanya yang baru saja ia tenggelamkan didalam dada bidang dan telanjang milik Siwon..

"Tak apa. Kurasa tak ada salahnya. Dengan obat perangsang seperti itu, rasanya lebih lepas. Tapi jangan terlalu sering juga, ne?" ujar Kibum sambil emmbuat kesepakatan dengan Siwon.

"Ne. Kalau pas sedang butuh saja ya?" ucap Siwon melengkapi permintaan Kibum dan disambut anggukan manja didadanya.

"Sweet dream, my Kibummie," ucap Siwon sambil mengecup manja puncak kepala Kibum. Setelah diyakininya Kibum benar-benar tenggelam dalam dunia mimpinya, Siwon mulai bangkit dari ranjang King size nya. Melakukan yang harus ia lakukan sebagai tujuan awal segala kegiatan nista siang ini

##############################

Sebuah rapat rutin untuk peningkatan mutu hotel, wajib dilakukan secara berkala. Saat ini Siwon tengah memaparkan pertanggungjawaban apa saja yang telah ia lakukan dalam seminggu ini. Seluruh peserta rapat dari investor, pemegang saham, dan pihak-pihak penting lainnya hadir didalam ruangan rapat yang ditengahnya terdapat meja kaca yang lumayan besar.

"Dengan begini, sebuah permasalahan tak perlu terulang lagi dikemudian hari. Saya rasa kesalah seperti ini adalah kecil, namun berdampak besar bila kita memandangnya dari segi yang berbeda. Sayang sekali kita adalah pihak dengan pandangan bisnis, sedangkan pelanggan adalah pihak dengan pandangan sipil. Itu emmbuat banyak perbedaan penyesuaian pelayanan dengan permintaan pelanggan."

Seluruh peserta disitu mengangguk setuju. Siwon mengganti slide presentasinya.

"Dari segi kebersihan...,"

"Eumh... Mmmh... Sllrrppt.. Ahn... Mmmmh..."

"Joseonhamnida, yeorobeun. Sepertinya saya mendapat telepon. Saya permisi sebentar," pamit Siwon sedikit berlari kearah pintu keluar. Eh, dia sedikit berhenti dan membisikkan sesuatu pada Kibum.

"Itu desahanmu, baby. Bagus, kan?"

*TBC