A/N : Hoo- gomen gomen.. baru update, laptop saya dibajak Tatsumi Oga sama Beel nih. (Maksudnya nonton Beelzebub pas kemarin, peaceeee!). Okay, ini chapter 4. Maaf, SebaCiel nya kurang banyak, sekali lagi maaaffff!
Disclaimer : Kuroshitsuji by Yana Toboso.
Warning : Typo(kalo ada ya maaf -.-), OC lagi.
CHAPTER 4
"L-Lizzy?!" Ciel tidak tahu harus bertindak apa, namun Sebastian tahu.
Sebastian menyuruh Ciel untuk pergi, lalu Ciel pun pergi bersama Grell, Ciel menggandeng Grell agar Grell ikut bersamanya, mau tak mau pun Grell ikut.
"Ugh, Phantomhive, lepaskan. Apaan sih?" Grell berjalan dengan lemas, tanpa mencoba melepaskan gandengan Ciel sedikitpun.
"Maaf, Grell, tapi di sini banyak cowok loh. Kau mau kan ikut denganku?" Ciel bertanya kepada Grell, yang ditanya berpikir dulu, walau Ciel tahu, mungkin membawa Grell ke tempat yang banyak pria malah akan menyulitkan misi nya.
"Sampai.." Ciel melepaskan gandengannya, memang benar di tempat sebelah sini lebih banyak pria nya, kalau yang tadi lebih banyak wanitanya.
"Wow.. pria yang itu tampan sekali..." Grell berkata sambil menunjuk-nunjuk seseorang dengan rambut silver, namun di ujung-ujung rambutnya berwarna hitam, dia memakai tuksedo dan dasi, bukan dasi kupu-kupu.
"Ya.. keren.." gumam Ciel.
Grell berjalan mendekati orang tadi, namun Ciel menarik Grell menjauh.
"Jangan kemana-mana, Grell." Perintah Ciel kepada Grell.
"Uh.. tapi dia tampan. Ah.. rasanya aku mencintainya~"
'Aku menyerah. Si Grell ini memang tidak mungkin jatuh cinta pada wanita kurasa.' Keluh Ciel dalam hati.
Sebastian tidak lama menyusul Ciel dan Grell, tunggu, bagaimana dengan Elizabeth? Mari kita lihat apa yang terjadi tadi.
Sesaat setelah Ciel pergi bersama Grell, Sebastian menyamar menjadi pelayan di sana, dan dia membawa nampan, di nampan itu ada gelas yang berisi minuman buatan Sebastian. Sebastian pun berjalan mendekati Elizabeth.
"Nona muda, apa anda mau segelas minuman ini?" Sebastian menawarkan minuman itu kepada Elizabeth.
"Ah.. Anda sungguh baik, terima kasih." Gadis itu lalu mengambil minumannya dan meminumnya, tidak lama kemudian, gadis yang bernama Elizabeth itu memegangi perutnya yang sakit.
"Ugh.. toilet.. di mana ya?" Tanya Elizabeth masih memegangi perutnya.
"Ah? Di sebelah sana, nona muda." Sebastian menunjukkan jalan ke arah toilet.
Elizabeth pun berjalan ke arah toiletnya. Setelah beberapa saat dia keluar, namun tiba-tiba dia mengalami sakit perut lagi sehingga dia kembali masuk ke toilet itu. Sebastian tersenyum karena rencananya berhasil.
Itulah, bagaimana seorang Sebastian membuat Ciel bebas dari Lizzy, untuk hari ini.
"Ojou-sama, apa sudah berhasil?" Tanya Sebastian kepada Ciel mengenai misi itu.
"Belum." Ciel mengakuinya. Belum. Ciel sangat ingin menyelesaikan misi ini secepatnya. Pesta dansa ini adalah kesempatan emas Ciel, namun apa? Sebentar lagi pesta dansa ini selesai, namun dia belum bisa menyelesaikan misinya.
"Kyaa~ kau keren sekaliii! Siapa namamu?" Tanya Grell, yang baru Ciel sadari sudah tidak di dekatnya lagi.
"Rachel Dark. Masa senpai lupa? Aku kan shinigami juga." Kata pria yang ternyata adalah wanita itu.
Ciel tak percaya. Grell telah bilang di mencintai orang itu. Dia wanita! Rasanya Ciel ingin memeluk wanita itu dan berkata "Kau penyelamat hidupku!" namun tentu saja Ciel tidak akan melakukan itu.
"Eh tunggu.. kalau shinigami itu ada di sini.. lalu.. apa gadis menyebalkan itu juga.." Ciel tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat Jennie dan temannya Erika. Mereka menggunakan baju kantoran, seperti biasa.
Ciel berjalan mendekati Grell yang sekarang patah hati karena pria itu ternyata wanita yang merupakan temannya.
"Grell, kenapa ada Shinigami di tempat ini?" Sepertinya Ciel baru sadar, kalau ada shinigami yang tidak hanya satu di tempat ini, Ciel melihat sekeliling dan melihat dua shinigami lainnya, Ronald Knox dan William.
"Kenapa bertanya? Malam ini akan ada bencana di tempat ini, makanya kami berkumpul di sini." Jelas Grell.
'Yah.. terserahlah, yang penting misiku sudah berhasil.' Pikir Ciel.
"Sebastian, ayo kita pulang. Terima kasih Grell sudah mau menemani kami. Ayo Sebastian."
"Yes, my lady."
.
.
Ciel mengambil bukunya dan melihat tulisan baru di bukunya.
'Selamat karena kau telah sukses dalam misi pertamamu.'
'Lalu misi keduaku apa lagi? Satu lagi misi yang sulit?'
'Ya, pastinya misi ini sulit.'
'Apa misinya?'
'Misi kedua untukmu, Ciel Phantomhive adalah..'
.
.
Sebelum Ciel sempat membaca apa misi selanjutnya, dia dikejutkan oleh Sebastian yang masuk ke kamar Ciel secara tiba-tiba, secara spontan Ciel menutup bukunya, mengira Sebastian adalah orang lain.
"Aduh, Sebastian. Ada apaan sih?" Ciel bertanya dengan muka kesalnya.
"Bocchan. Cepat pakai baju ini. Ada tamu yang tidak diduga akan datang." Kata Sebastian sambil menyerahkan baju Maid seperti yang dipakai Meirin.
"Uh.. siapa?" Ciel mengambil baju itu, namun terlihat sekali kalau dia tidak ingin memakainya.
"Kumohon, bocchan, pakailah.. Demi kebaikanmu." Sebastian membawa perban di tangannya, Ciel tidak yakin apa yang Sebastian akan lakukan.
"Baiklah baiklah.." Ciel berjalan ke kamar mandi dan mengganti bajunya. Setelah itu dia keluar dan menghampiri Sebastian.
"Biar saya tutupi mata anda.." Sebastian memakaikan perban itu kepada Ciel, untuk menutupi mata kanannya.
"H-hey.. ada apa sebenar-' Kata-kata Ciel terputus saat bibir Sebastian menempel di bibirnya. Pipi Ciel pun menjadi merah, sangat merah. Sebastian lalu mundur, terlihat sedikit warna merah di pipinya.
"Nah, bocchan, biar saya jelaskan semuanya. Nyonya Francis Midford akan datang ke sini, sebentar lagi." Jelas Sebastian.
"A-apa?! Sebentar lagi?! Aku.. seperti ini.. harus bagaimana?" Ciel mulai panik.
Sebastian lalu mengusap lembut pipi majikannya. Warna merah di pipi Ciel kembali muncul.
"Bocchan, tenanglah. Saya akan bersembunyi, dan bocchan akan menyamar menjadi salah satu pelayan baru di sini dan beri tahu nyonya Francis Midford bahwa Ciel Phantomhive dan semua yang tinggal di rumah ini sedang pergi. Dan anda ditinggal di sini karena anda disuruh menjaga rumah ini. Bagaimana? Bocchan setuju?" Ciel memikirkan ini. Memang benar sih.
"Baiklah.. tapi.. setelah itu jangan bersembunyi lagi, Sebastian." Pinta Ciel kepada Sebastian.
Sebastian pun tertawa kecil.
"Tentu saja, bocchan."
"Tunggu, aku harus membaca misi keduanya." Kata Ciel.
Ciel membuka buku itu lagi dan membaca lanjutannya.
Buku itu pun dijatuhkan oleh Ciel. Dia tidak percaya dengan misi ini.
"Sebastian... Sakamaki itu apa?" Tanya Ciel pada Sebastian.
"Eh?"
'misi keduamu adalah mengunjungi kediaman keluarga Sakamaki dan berkenalan dengan mereka semua.'
TBC
A/N : Mmm.. Sakamaki.. ehe.. peace. Sakamaki dari fandom Diabolik Lovers dan Rachel Dark adalah OC milik Rachel-Dark-Hokou. Okay.. Diabolik Lovers. Wow. Saking gak ada idenya sampai ngambil ide dari fandom lain. Gomen gomen, yang gak tau animenya, nonton aja dulu, wkwk.. ah, dan makasih ya review kalian. Sampai jumpa di Chapter 5 dan maaf kalau saya berbuat banyak kesalahan.(apaan dah -_-)
