Lulur

HunKai

.

.

.

.

.

.

"berhenti memelukku oh sehun!" jerit jongin kesal..

Sehun hanya menggeleng tidak peduli..

kesal, jongin menggigit bahu sehun dengan keras..

Akhh..

"kau sebenarnya kenapa oh jongin?!" pekik sehun kesakitan

Jongin mendelik.. Kemudian mempoutkan bibir nya sebal "kan sudah ku bilang jangan peluk peluk!" balas jongin acuh.. Berlalu meninggalkan kai yang merutuki kelakuan tak terduga kekasih manisnya..

Mau marah..

Tapi mana tega ia memarahi jonginnya..

Yang ada nantinya malah ia yang di hajar para hyungnya kalau jongin menangis.

Hah~

Sabarlah oh sehun..

Lebih baik sekarang susul kekasih manis mu itu.. Atau ia akan semakin merajuk ~kkk

-0-

Sehun melihatnya.. Melihat punggung sexy kekasih hatinya yang tengah bergelung manja dibalik selimut..

Sehun mendekat kearah ranjang.. Kemudian duduk disamping ranjang..

"apa kau sudah tidak mencintaiku lagi hyung.." lirih sehun

Jongin terperanjat mendengar suara sehun yang tidak seperti biasanya. Jongin bangkit.. Memandang lurus kearah sehun..

"apa maksudmu sehunnie?"

"kau tidak mau ku peluk.. Tidak mau ku sentuh.. Apa sebegitu jijik kah kau padaku hyung?"

"ani.. Bukan begitu~"

"kau bahkan mengurung dirimu dikamar.. tanpa mau makan atau melakukan apapun.."

"sehunie.. I i itu "

"jika kau memang tidak mencintaiku lagi.. Jangan siksa dirimu sendiri. Aku tidak apa-apa.. Tapi kau harus makan.."

"sehunnie.."

"aku lebih benci jika kau-"

"YAK OH SEHUN!"

Kedip kedip

Kedua insan itu hanya berkedip kedip layaknya orang idiot.

"dengar oh sehun!" akhirnya si manis ini buka suara "aku sama sekali tidak membencimu! Aku hanya sedang tidak ingin melakukan skinsip. " lanjutnya

"tapi kenapa?" tuntut sehun

"i itu"

Sehun mengangkat sebelah alis nya bingung.. Kenapa kekasihnya ini malah merona? Berniat menggodaku eoh? Smirk~

"aku.." menggantungkan ucapannya.. Jongin memeluk guling disampingnya.. Menenggelamkan wajah nya disana

Ingin sekali rasanya sehun tertawa kencang.. Jonginnya ini benar-benar hahaha~

Sehun mengelus surai jongin lembut "katakanlah sayang.. Kau percaya padaku kan? Jangam ada rahasia diantara kita.. Kau ingat kan?"

Jongin menggangguk di balik guling

"em.. Sebenarnya..

Aku itu habis luluran.. Kata dokter, jangan terlalu banyak melakukan skinsip.. Nanti semakin banyak debu yang menempel.. Nanti aku tidak jadi putih" jelas jongin panjang lebar, kemudian berpoutie ria..

Apa?

Jadi hanya karna itu?

'Kalau tidak sayang, sudah ku buang kau jong' batin sehun

Sehun menggeleng pelan, menarik jongin kedalam pelukannya "lalu untuk kau yang tidak mau makan?"

Jongin menunduk "aku.. Aku sedang diet.. Baekhyun bilang aku semakin gendut sehunnie" cicit jongin

Sehun menggeram..

Mengangkat dagu jongin.. Memaksa kedua onix jongin memandang kearah obsidian nya.. "jangan lakukan itu lagi sayang.. Dan jangan dengarkan baekhyun idiot itu! Kau sama sekali tidak gendut.. Kau sempurna.. Dan kau semakin sempurna dengan kulit tan sexy mu ini.."

Jongin merona.. Kemudian menyusupkan wajah nya yang sudah semerah tomat itu kedalam dekapan hangat dada sehun

"jangan lakukan itu lagi arrachi?"

Jongin mengangguk pelan dalam dekapan sehun..

Dan sekarang..

"jonginnie.. Sepertinya aku merindukan 'rumah'"

Hah?

.

.

.

.

.

Oke.. Ada yang tau maksudnya rumah disini? Hahahaha