Kuroko no Basuke [Fujimaki Tadatoshi]
Inspired by
mirror-bluemoon + KuroAka/AkaKuro + AKASHI MINTA KAWIN(O-EM-JEH) [Yuzu Yukihira]
Jika tidak suka, tidak usah dibaca
I don't own anything. The right goes to the owner. Except the plot.
私にハッピーバースデー (Happy Birthday to Me)
Previously On Jika Kuroko Mempunyai Kembaran
Akashi dan Tetsuna pergi kencan setelah sekian lama. Di mall, mereka bertemu dengan boneka yang mirip Akashi dan Kuroko Tetsuya. Karena imut dan mirip dengan mereka, mereka membelinya. Tetsuna mengambil boneka berambut merah dan menamainya Aka. Dan Akashi megambil boneka berambut biru dan menamainya Kuro. Tetapi Aka tersenyum sedangkan Kuro kebalikannya. Apakah ini benar sebuah kebetulan? (eaaa, ngomongnya... Apakah... ini benar sebuah... kebetulan? EAaaaa)
FANFICTION ZONE
"Sei-chan/Akashi, Happy birthday!" kata teman-teman Akashi sambil memberikan sebuah kue bertulisan 'Happy Birthday, Akashi Seijirou.' "Oh...! Jadi sudah bulan Desember lagi ya?" tanya Akashi sambil memperhatikan kalender yang berada di perpustakaan sedang membaca buku saat teman-temannya tiba-tiba datang. "Kenapa? Kamu gak suka ya?" Mibuchi bertanya dengan tatapan sedih, ditemani dengan yang lainnya. "Ah... Bukan kok. Hanya saja... sudah lama tidak dirayakan hari ulang tahunku. Yah... biasanya sih dengan Kuroko Tetsuya dan Tetsuna tetapi... akhir-akhir ini sudah tidak. Ayah juga... tidak terlalu peduli... Ah, aduh maaf ya. Kalian sudah membeli kue ini dan merayakan ulang tahunku tetapi aku malah menceritakan cer- Lho?! Kalian kenapa menangis?!" Akashi kaget saat ia melihat teman-temannya, mereka semua pada menangis. Hayama langsung berteriak, "Ka-Kalau begitu, Akashi-san. Kita semua akan selalu merayakan hari ulang tahunmu!" Akashi terkejut lalu tertawa, "Terima kasih. Tapi..." Akashi langsung tersenyum tetapi entah kenapa senyuman itu tampak menyeramkan. "Kita masih di perpus." ingat Akashi, sudah ada penjaganya di samping mereka dan, diseret keluarlah mereka.
"Maaf ya, Sei-chan. Gara-gara kami berisik, kamu jadinya ikutan deh." kata Mibuchi. "Yah.. Tidak apalah." kata Akashi. Akashi yang melihat teammates-nya itu terlihat seperti kucing yang sudah membuat masalah terus dimarahi tertawa dan berkata, "Ayo kita makan kue ini." Dan segera teammates-nya tersenyum senang.
.
.
.
"Hei, Ji-chan!" kata tetsuna yang menepuk bahu Akashi yang sedang jalan keluar sekolah Rakuzan. "Tetsuna... Sudah kubilang jangan panggil aku begitu. Jadinya keliatan kayak aku ini tua banget deh." kata Akashi. "Buu... Oya, ke rumahku yuk!" ajak Tetsuna. Pipi Akashi memerah sedikit, "Nga-Ngapain?" Tetsuna hanya tertawa "Hehe..." dan menarik tangan Akashi menuju rumahnya sambil berlari.
.
.
"Ayo masuk!" kata Tetsuna sambil menaruh sepatunya di raknya, dengan membiarkan pintu terbuka agar Akashi masuk. "K-Kalau begitu, permisi..." kata Akashi masuk kedalam (Oho ( ͡° ͜ʖ ͡°) /plak) dan menaruh sepatunya di rak sepatu disampingnya. "Kesini, kesini!" Kata Tetsuna yang menuju ke dapur.
Saat Akashi tiba di dalam dapur, Tetsuna menyalakan petasannya ke arah Akashi dan berkata "Happy birthday!" sambil tersenyum dengan posisi duduk di bangku dan ada kue di atas meja. Akashi terkejut sambil mulutnya terbuka. Akashi terdiam lalu tertawa. "Lah?! Kenapa tertawa?! Ada yang salah?!" Tanya Tetsuna dengan panik. "Tidak. Hanya saja. Tadi sudah dirayakan oleh teman-temanku disekolah tadi." kata Akashi. "Yang benar?! Ya sudahlah, dirayakan 2 kali tidak apalah. Hm? tunggu, umur kamu tidak akan bertambah 2 kan kalo dirayakan 2 kali?!" tanya Tetsuna dengan panik lagi. "Haha, enggak kok. Ayo, kita rayakan." kata Akashi sambil menuju ke kursi ynag ia ingin duduki.
Saat ia duduk, Ia melihat ada Aka di pangkuan Tetsuna. Akashi tertawa kecil dan membuka tasnya dan mengeluarkan Kuro lalu menaruh Kuro di pangkuan Akashi sama seperti Tetsuna. "Hm?" Tetsuna melihat ada sesuatu di pangkuan Akashi. "Ahh...! Kuro! Kamu bawa juga ternyata." kata Tetsuna kaget lalu tertawa. "Ya, tidak ada masalah kan?" tanya Akashi sambil memandang Kuro.
"Tapi... entah mengapa. Hup..!" Akashi mengangkat Kuro dan menatap matanya dan muka sedihnya. "Aku terasa sedih sekali begitu melihat muka Kuro. Terasa seperti dia telah mengetahui sesuatu yang berharga akan hilang dan Aka terasa seperti ia tidak tahu bahwa sesuatu yang ia sayangi akan hilang di masa yang akan datang. Aneh ya?" kata Akashi. Tetsuna hanya tersenyum terdiam dan berkata "Yah... mungkin hanya perasaanmu saja. Mungkin memang muka Kuro masam gitu."
"Hm. Betul juga. Mungkin cuma perasaanku saja-" Akashi saat berbicara tak sengaja menyenggol gelas berisi air ke Kuro. "Ah! yah... Basah deh. Ada lap gak, Tet... su.. na..?" Akashi terkejut saat ia melihat Tetsuna dengan muka ketakutan melihat Aka.
"Tetsuna, kamu tidak apa-apa?" tanya Akashi dengan muka panik tercampur dengan cemas. "Eh? Ah.. Aku gak papa kok." jawab Tetsuna sambil tersenyum. "...Beneran nih?" tanya Akashi. "Atau kita batalin dulu saja perayaanku ini dan kamu beristirahat?" tanya Akashi, memegang pipi Tetsuna. Panas! pikir Akashi.
"TIDAK! Tidak. Kita lanjut saja." kata Tetsuna.
"Tapi-"
"Seijirou... tolong. Sebelum... sebelum waktuku yang tersisa..." Tetsuna memandang Akashi dengan muka sedih sekali. Tanpa mengetahui apa yang dimaksud Tetsuna, mereka melanjutkan perayaan itu. Tetapi... Jika saja Akashi mengerti, ia tidak akan...
REAL LIFE ZONE
Fievelovy
Ey..! Selesai. Kira-kira apa ya yang terjadi. Yah... palingan sebagian dari kalian udah tau apa yang kemungkinan terjadi.
Om brungsaik
Iya. Jadi si Tetsuna pin-
Fievelovy
Eits..! Om Brungsaik diam. Dan seperti biasa...
Terima kasih sudah membaca "Jika Kuroko mempunyai Kembaran"
またね (See you)
:D ヽ༼ຈل͜ຈ༽ノ
Akashi's Birthday : Desember 20
