What I am ?

CHAPTER 4: Alfheim

DISCLAMER: BUKAN PUNYA SAYA

"HA" BERBICARA

'HA' BATIN

"HA" BERBICARA SCARED GEAR / /AMARAH/ / JURUS

'HA' BATIN SCARED GEAR / / AMARAH

WARNING:ABAL-ABAL/GAJE/OC/OOC/TYPO/No shinobi/Dragon/Monster/Mecha/

PAIR: (NARUTO X …)

GENERS: ADEVENTURE, FATASNY, and SUPERNATURAL

RANTED: M

Summary: Aku dulu diculik oleh para golongan iblis lama, namun kemudian mereka melepaskan ku begitu saja di suatu tempat yang tidak ku ketahui. Lapar dan haus itu yang kurasakan, sampai ku menyadari sesuatu tempat ini dipenuhi oleh bankai-bankai naga yang sudah rusak dan membuat mual. Tidak punya pilihan lain aku harus memakan mereka dan meminum darah busuk untuk bertahan hidup. Dan kemudian aku mulai berubah menjadi sesosok Monster.

Last Chapter :

Banyangan hitam menghilang dan Naruto kembali seperti semula, Loki menatap aneh ke semua orang apa tadi mereka tidak merasakannya atau ini ilusi.

"Lalu untuk tawaran misi dari Odin-sama."

Naruto menutup matanya dan menghembuskan nafas, lalu menatap pemimpin Nordik ini dengan sangat penuh keyakinan.

"Aku setuju!"

~What I am~

Naruto kini tengah mengertu kesebalannya karena seseorang di sebalahnya, siapa lagi kalau Perempuan aneh yang di tolongnya kemarin dan malah marah-marah tidak jelas.

"Mau sampai kau terus berbicaran tidak jelas."

Sudah lebih dari 2 jam perjalanan dari Asgard menuju Alfheim, kenapa mereka tidak memakai lingkaran sihir terpotasi saja. Namun ternyata itu dilarang oleh Odin karena terlalu beresiko dan dapat memancing musuh.

Dan perempuan di depannya ini kalau tidak salah namanya itu Rossweisse, baginya dia adalah seseorang yang sangat menyebalkan selama perjalanan ini bagaimana tidak selama di jalan dia berbicara tidak jelas.

"Tunggu, apa kau paham penjelasanku!"

"Mengenai apa ?" ucap Naruto dengan wajah yang sangat polos dan tidak bersalah.

TAK!

Muncul perempatan di dahi Valkyrie cantik ini, dia sudah menjelaskan tentang daerah yang akan di datangi oleh mereka dan sekarang bisa di bilang teman perjalanannya kali ini seolah tidak menghargainya.

"APA KAU TIDAK MENDEGARKAN PENJELAS KU." Dengan seyuman yang sangat di paksa kan dan jangan lupa aura yang gelap berada di sekitar tubuh perempuan ini.

"Tidak bagiku kau tadi hanya mengacau tidak jelas."

DOOM!

"Oh, baiklah tolong jelaskan sekali lagi Rossweisse-sensei." Ucap Naruto dengan penuh luka di sekujur tubuhnya dan tak lupa benjolan besar di atas kepalanya serta beberapa luka tonjokan di wajahnya.

Rossweisse hanya dapat mendesah kesal, sekarang dia harus menjelaskan kembali dari awal sampai akhir tentang Alfheim berserta berbagai hal di dunia itu. Sementara Naruto.

'Perempuan kadang sangat menyeramkan.' Pikirnya ketakutan karena dia tidak akan pernah mengulangi hal ini, jika tidak mungkin sekarang dia sudah menghilang dari dunia ini alias mati.

~What I am~

Kini mereka berhenti tepat di ujung sebuah tebing yang sangat tinggi, Naruto kemudian melihat sekeliling tempat ini, dan hanya menemukan hutan berantara yang sangat lebat. Hanya saja Naruto merasakan sesuatu yang sangat akan menyebalkan.

'Entah kenapa perempuan aneh di samping ku memang aneh atau dia mengalami gangguan jiwa.'

Itu terjadi karena sejak tadi, Rossweisse terus-terusan terseyum dengan manis ke arah tempat yang berada di bawah mereka.

"Dengar yah, jika kau sampai berbuat yang tidak-tidak di kawasan miliki ras Caet sith aku akan menghajar mu sampai kau tidak dapat merasakan lagi anggota tubuhmu." Ancaman Valkyrie cantik ini yang sudah merubah seyuman manisnya menjadi seyuman seorang Shinigami membuat Naruto harus menelan kembali dahakannya akibat Valkyrie aneh di depannya ini.

'Perempuan selalu benar.'

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju pusat dari kawasan milik ras Caet sith, menurut penjelasan Rossweisse yang terpaksa Naruto dengar mereka adalah ras Elf dengan kuping mirip kucing, namun meskipun mereka di anggap imut jangan remehkan mereka dalam mengendalikan sebuah monster selain itu mereka adalah satu dari sembilan ras Elf yang telah menetukan posisinya dengan bergabung bersama Asgard .

"Memangnya ada apa sih di sana ?" Tanya Naruto yang penasaran pada Rossweiss yang ingin tahu.

Rossweisse berhenti dan membuat Naruto menatapnya, wajahnya kemudian tertutupi oleh rambut perak-putihnya, tiba-tiba muncul perasaan tidak karuan di Naruto.

"Karena, Minuman Apelnya yang terbaik!" Mata Rossweisse bersinar dengan ada bintang-bintangnya dan membuat Naruto Sweatdrop melihatnya.

'Jadi hanya karena minuman.'

Hanya karena sebuah minuman jus apel, dapat membuat sifatnya seperti seorang anak sd yang ingin sekali akan sesuatu. Naruto tidak habis pikir jika Perempuan di depannya adalah penyuka minuman jus.

Mereka sampai di sebuah Gerbang raksasa dengan ukiran-ukiran melekung dan sebuah lambang mirip kucing, Rossweisse maju kedepan dan meletakan tangannya di gerbang tersebut. Naruto heran kenapa tidak ada sekali penjaga yang berada di depan gerbang.

Dalam waktu singkat gerbang itu pun terbelah menjadi dua dan terlihat lah pemandangan Kerajaaan dari ras Caet sith, megah dan besar di samping itu banyak orang menugani, tunggu apa itu Naga.

"Ayo masuk, Toping ramen."

Mendengar ucpannya Naruto sedikit tersinggung, namun itu fakta sih tapi kalau Naruto ingin melawan ejekannya itu yang ada akan kalah.

"Tunggu sebentar , perempuan aneh."

Mereka berdua masuk kedalam, dilihat dari sudut pandang manapun Kerajaan Caet sith memiliki sebuah keunggulan dari segi tata letak yang strategis dan juga aman dari wilayah musuh karena tertutupi hutan yang lebat, kemudian ekonomi yang sangat maju karena bantuan dari Asgard, selain itu militer yang sanga kuat.

"Oy, perempuan aneh kenapa di depan tadi tidak ada penjaga sama sekali apa itu tidak berbahaya."

"Itu adalah hal yang normal di sini." Ucap singkat, jelas dan padat yang membuat otak milik sang tokoh utama ini semakin kesal terhadap perempuan Valkyrie.

"Tapi aku mohon penjelasanmu yang sangat terperinci, Rossweisse-sensei." Dengan suara yang sangat di paksa agar Rossweisse dapat menjelasakan lebih terperinci, bukan kah dia sudah di jelaskan tadi ternyata Naruto hanya mendengar sesuatu yang pentingnya saja seperti Nama ras dan juga raja maupun ratu.

"Baiklah, toping ramen disini kerajaan Caet sith memliki pengaman dan pertahanan tertinggi yang paling hebat dari sembilan ras Elf di Alfhiem kenapa bisa begitu jawabanya adalah Wyvren."

"Wyvren apa itu nama lain dari Naga ?" Tanya Naruto, pasalnya Naruto tidak mengetahui bagaimana membedakan Wyvren dan Naga, Rossweisse hanya mendesah pasrah bukankah dia sudah menjelaskan semuanya tentang Alfhiem selama di perjalanan tadi. Sepertinya otaknya memang hanya dapat menapung sedikit informasi dari pada kekuatanya.

"Itu berbeda, Wyvern adalah semacan Retpil yang dimana penampilannya hampir sama dengan naga yang hanya membedakan adalah letak sayapnya, Naga letak sayapnya hampir semuanya di daerah punggung sementara itu, Wyvern menyatu dengan tangan."

Naruto menganguk paham, akihirnya Valkryie ini berhenti di depan sebuah gerbang lebih besar lagi dari pada yang berada di depan. Naruto terbelalak kaget meskipun dia sudah melihat Asgard namun Disni lebih, dia sudah tidak dapat menahan rasa kagetnya Istana ini, dijaga setiap sudutnya oleh para Wyvren!.

"Ayo, kita masuk Ratu mungkin telah menunggu kita."

Naruto tidak berbicara sepatah kata pun dan langsung mengekori Rossweisse ke dalam istana. Banyak benda-benda yang menyilaukan dan berharga ketika memasuki sebuah tempat yang dimana tempat berkumpulnya para anggota kerajaan.

Namun ternyata kosong, Naruto mengutuk sifat perempuan di sampingnya ini yang sangat disiplin. Ayolah siapa yang akan sabar menunggu golongan kerajaan datang ke tempat ini.

Menunggu dan menunggu itulah yang mereka lakukan, sampai Naruto merasa bosan dan mulai mondar-mandir kesana dan kemari untuk menemukan sesuatu yang membuat jiwa pertualangannya muncul. Hingga dia menemukan sebuah gerbang yang terbuka dan mengarah ke taman yang sangat luas.

'Dari pada menjadi sebuah patung seperti perempuan aneh itu, lebih baik melihat langit.'

Naruto melangkah menuju taman tersebut, angin sangat sejuk mengitar dirinya pandangannya mulai melihat sebuah tempat yang pas untuk menikmati hal ini.

'Aku ingin melihat dunia ini.' Kemudian dia mengerakan tangannya, dengan posisi Naruto tengah tiduran di hamparan rumput. Dia seolah ingin meraih langit tersebut.

'Dan itu pasti.'

~What I am~

Naruto terbagun dari tidurnya yang baru beberapa saat akibat mendengar suara yang sangat menganggunya, dia langsung mengok ke kanan dan kiri untuk menemukannya dan akhirnya menemukan sesuatu yang bergerak-gerak di semak-semak.

Naruto mendekati semak-semak tersebut dengan pelan-pelan, dan berjongkok di depan hal yang mengangunya. Keluarlah sesuatu yang membuat binggun iblis berambut putih ini.

Sesuatu atau apalah yang bergoyang-goyang lalu di ujungnya berwarna putih dan di bagian lainya berwarna biru muda, Naruto kemudian memiringkan wajahnya dengan tatapan polos bagaikan anak sd yang tidak megetahui apa itu.

'Apa ini semacam ular atau cacing besar.'

Karena penasaran dia kemudian menyetuh dengan tangannya, lembut itulah yang ada dipikirannya. Akibat rasa penasaran yang sangat tinggi mulai ada di dalam dirinya Naruto langsung memegang sesuatu yang aneh itu dan mencoba menariknya.

KYAAA!

Karena tersentak akibat mendengar seseorang menjerit, kemudian Naruto menaikan kepalanya dan menemukan seorang perempuan berambut biru dengan telinga kucing dengan wajah yang sangat memerah dan jangan lupa nafas yang sangat memburu keluar dari tengorokannya kemudian Naruto memandang benda yang berada di tangannya lalu menulusuri sampai kemana dan berhenti di atas pant...

'Tunggu! Jangan bilang kalau ini.'

Sekali lagi Naruto menegakan wajahnya namun kali ini sebuah busur bersiap mengarah ke wajah iblis ini. Keringat dingin mulai membanjuri seluruh tubuhnya di tambah Jawdrop akibat apa yang dilihatnya.

Kini perempuan yang berabut biru itu tengah megarahkan busurnya, dengan tatapan yang sangat mengerihkan.

"MATI KAU DI SINI ORANG MESUM!"

"B..Bisa kah kita bicara ini dengan baik-baik."

DOOM!

Sebelum itu

Rossweisse, tengah mencari iblis yang sangat membuatnya kesal. Dia kabur begitu saja tanpa memberitahunya, dan itu dapat membuat fatal pertemuan ini bagaimana kalau dia di tangkap atas pelanggaran masuk ke wilayah Cait sith tanpa ijin pasti akan sangat buruk.

"MATI KAU DI SINI ORANG MESUM!"

"B..Bisa kah kita bicara ini dengan baik-baik."

DOOM!

Rossweisse yang medengar suara itu kemudian langsung bergerak ke tempat asal suara tersebut. Dan benar saja dia sudah menemukan Naruto yang sudah terkapar di rerumputan dengan kulit ke cokelatan dan juga keluar asap dari mulutnya akibat serangan yang cukup mengerihkan.

Sekarang.

Naruto tengah terkapar dengan sangat tidak bisa di katakan baik, sementara Perempuan berambut biru itu masih ngos-ngosan akibat tindakan yang bisa di katgorikan pelecehan tadi oleh Naruto.

Rossweisse hanya dapat Sweatdrop melihat ini namun dalam hatinya dia sangat kesal dan marah, sekarang tambah lagi satu masalah yang dilakukan oleh Toping ramen ini.

"Jika kau masih bergerak akan ke buat kau lebih parah dari pada ini!" Ucap perempuan berambut biru ini.

Valkyrie berambut perak-putih ini mengetahui siapa perempuan yang tengah menyupahi Naruto dengan sumpah serampannya yaitu pemanah serta penembak jitu terbaik dalam ras Cait sith. Asada Shino atau panggilannya adalah Sinon.

"Sinon-chan!"

Perempuan yang di ketahui nama panggilannya Sinon kemudian melirik ke arah sumber suara, dan sekarang di matanya ada seorang perempuan memakai Armor khas Valkyrie dengan rambut perak-putih dan mata biru, yah dia adalah Rossweisse teman dekatnya.

"Wah, Ross-Chan!"

Keduanya berpelukan sebagai sahabat yang sangat rindu, kemudian Sinon melepaskan pelukannya dan curhat kepada Rossweisse tentang apa yang baru saja terjadi.

"Ross-Chan pemuda itu, telah melakukan tindakan sangat menjijikan pada ku sekarang aku tidak akan bisa menikah!" Dengan perasaan di buat-buat sedih, Rossweisse melihat Naruto yang belum bangkit hanya dapat memengang keningnya karena tindakan yang sangat membuatnya kesal.

"Lebih baik, kita bicara dengan Ratu terkait masalahmu ini."

Dengan sadis dan tidak berperasaan Valkyrie ini menyeret Naruto dengan tanganya yang memegang kaki dari iblis putih ini. Kemudian di ikuti Sinon yang masuk kedalam Istana dari Cait sith

~What I am~

Naruto kini sudah mulai sadar dari pingsannya, penglihatannya sedikit kabur namun lama-kelamaan mulai kembali normal dan ketika sudah Normal dia melihat sebuah jeruji besi.

'Tunggu jeruji besi.'

Dengan cepat dia melihat di sekitarnya, dan terkejut sekarang dia berada di tempat khusu untuk menahan hewan! Saat dia menengok keluar dia melihat Perempuan aneh, tengah melihatnya dengan tatapan yang bisa di katakan mengejeknya.

"TUNGGU SEBENARNYA APA YANG TERJADI!"

Para anggota kerajaan langsung menatapnya, perasaan tidak enak muncul di benak Naruto saat melihat seorang perempuan berambut biru muda dengan telinga kucing.

"Apa kau melupakan apa yang kau lakukan padaku!" Teriak Sinon yang sekarang berada di samping seseorang yang lebih dikatakan pendek darinya.

Kemudian Naruto mengedip-ngedipkan kedua matanya beberapa kali, dan sekilas bayangan tentang hal yang di lakukannya tadi langsung mucul.

'Aku pasti akan mati!'

Naruto menatap Rossweisse dengan padangan seolah ingin mengucapkan, 'minta pertolongan' namun sepertinya Valkyrie berambut perak-putih ini seolah tidak peduli dan malah tertawa kecil karena melihat Naruto berada di jeruji kandang hewan.

'Oy, tolong lah diriku ini teman-teman.' Batin Naruto dalam pikirannya.

"Itu penderitaan mu sendiri, bukan diriku." Ucap tidak peduli seseorang yang pasti tidak di ketahui namannya.

"Naruto-sama."

'Sinanju tolong lah aku.'

"Mohon maaf Naruto-sama ada pepatah mengatakan, berani bertindak berati berani bertanggung jawab jadi Naruto-sama saya harap cukup berani untuk bertanggung jawab yah."

"Itu tidak membantu Kampret!"

Naruto menghentikan kontaknya dengan kedua mahluk yang berada di tubuhnya, dan melihat Perempuan berambut biru muda tersebut dengan membisikan sesuatu ke arah temannya mungkin yang berada di sampingnya.

"Iblis Naruto, sebagai Ratu dari kerajaan Cait sith tindakan mu pada salah satu teman sekaligus panglima dalam kerajaan ini sangat lah tidak terpuji kau sudah melakukan tindakan yang sangat membuat malu Panglima Sinon, namun karena kau adalah orang yang dikirim Odin-sama bersama Valkyrie Rossweisse maka aku akan menurunkan hukuman mu dari tadinya adalah menjadi samsak latihan bagi para Wyvren menjadi pelayan yang mengabdi untuk panglima Sinon."

Naruto kemudia menproses segala ucapan yang keluar dari mulut ratu Cait sith, dan kemudian ada sebuah kalimat yang membuatnya megulang-ngulang di pikirannya.

'Menjadi pelayan yang mengabdi untuk panglima Sinon.'

'Menjadi pelayan.'

'Pelayan'

Naruto kemudia membeku karena mendengar hukuman yang di terimanya, Rossweisse malah sudah tertawa akibat mendengar hukumannya dan tidak tahan melihat Naruto yang membeku dengan wajah seolah bilang 'kau pasti bercanda'.

"Sekarang kita akan bahas masalah lain."

Time Skip

Kini Naruto Rossweisse dan Sinon tengah menikmati jalanan di pusat Cait sith, setelah mengetahui musuh apa yang mereka akan lawan mereka di perbolehkan untuk menikamti kota Apple G'olden atau pusat Cait sith. Meskipun begitu tetap saja Naruto harus menaati segala perintah yang di anggap menyebalkan dari Sinon ini.

"Jadi besok atau lusa kita akan menyerang kelompok Laughing Coffin."

"Bisa di bilang begitu, namun ada sesuatu yang harus ku bilang pada kalian berdua tentang hal lebih dalam tentang kelompok Dark Elf tersebut." Ucap Sinon

"Memangnya ada apa dengan kelompok tersebut Sinon-chan bahkan akupun heran Odin sama bahkan harus turun tangan membantu dengan mengirimkan kami."

Sinon kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah kanan, Rossweisse dan Naruto melihat kemana arah telunjuk itu, dan menemukan tempat pemakaman yang sangat sudah tua.

"Laughing Coffin, adalah sebuah kelompok yang berasal dari berbagai ras di Alfhiem mereka membentuk kelompok ini atas dasar yang sangat tidak masuk akal dan sangat gila."

"Memanganya apa dasar mereka dan kenapa kau menujuk ke arah pemakaman."

"Atas dasar kesukaan mereka yaitu membunuh." Ucap Sinon dengan nada dingin.

Naruto dan Rossweisse yang mendengar tentang itu hanya dapat terkejut, atas dasar membunuh mereka membentuk kelompok Laughing Coffin ini sudah bukan di katakan gila namun ini adalah sudah tidak memiliki otak.

"Karena aku seorang panglima di Cait sith, aku mengetahui hal-hal yang mencurigakan di seluruh wilayah Cait sith, setiap akhir bulan entah kenapa pemakaman tua itu terasa berbeda dari biasanya selalu ada kabut yang muncul entah dari mana di tambah hawa yang tidak mengenakan yang membuat pemakaman ini berbeda." Ucap Sinon

"M...ungkin itu hanya sebuah hal biasa." Naruto sangat ketakutan saat mendengar cerita seperti hantu walaupun sebenarnya dia juga mahluk supernatural.

"Tidak ini selalu terjadi sekitar lima bulan ini."

"Namun jika pemakaman itu mencurigakan bukan kah sebaiknya di geledah untuk menemukan sesuatu." Ucap Rosswiesse pada sahabatnya ini.

Sinon kemudian menaruh tangannya di bawah dadanya sambil menatap ke arah Rossweissse, dengan matanya yang sangat dingin yang seolah dapat membekukan seseorang.

"Kami sudah melakukan itu, namun hasilnya mereka kembali dengan peti mati."

"L...lalu apa kaitanya pemakaman ini dengan kelompok tersebut."Naruto yang masih ketakutan bahkan kini dia gemetaran mendengar cerita Sinon ini.

"Beberapa orang dan tentara Cath sith, pernah melihat ada beberapa orang memakai mantel hitam yang masuk ke pemakaman tua tersebut namun ada dari mereka mengatakan melihat sebuah lambang di belakang mantel tersebut."

"Jangan bilang!" Ucap Rossweisse dengan terkejut

"Yah, Laughing Coffin" Balas Sinon.

Mereka bertigapun sekali lagi melihat pemakaman tua itu, dan kemudian suara menyeramkan membuyarkan mereka.

KYAK!

Suara burung gagak yang sangat membuat ketakutan namun itu hanya berlaku bagi Naruto sementara Rossweisse dan Sinon biasa saja.

"Namun itu masih hipotesaku, baiklah bagaimana kalau kita minum Jus Apple Golden." Tawar Sinon pada Rossweisse, mendengar ucapan sahabatnya ini mata Rossweisse langsung bersinar karena akhirnya dia bisa minum, minumannya yang sagat dia sukai.

"Tentu saja, ayo Sinon-chan"

Kedua perempuan itu pergi, tapi sepertinya mereka melupakan seseorang yang masih berada di dekat pemakaman tua itu. Yap Naruto masih diam di tempat itu dengan wajah horror.

Rossweisse, Sinon, dan Naruto yang sudah menyusul, kini sedang berada di sebuah cafe yang berada di perempatan dari Taman kota. Naruto menunggu kedua perempuan itu memesan minum.

Banyak orang berlalu-lelang kesana-kemari, Naruto terus menatap ke arah orang-orang tersebut. Namun kemudian teralihkan oleh seseorang yang memakai sebuah mantel hitam dengan burung gagak bertenger di sampingnya.

'A..Apa tadi itu, tidak aku yakin bukan Laughing Coffin.'

Naruto menyangkal pikirannya tentang seseorang yang melewatinya walaupun ciri-cirinya hampir sama dengan Laughing Coffin. Sinon berkata bahwa itu masih Hipotesa bukan fakta, jadi Naruto tidak mungkin bisa langsung menangkapnya.

'Laughing Coffin, ini akan semakin menarik.'

'Entahlah aku yakin mereka akan menyiapkan sesuatu yang sangat berbahaya.' Ucap Naruto pada seseorang di pikirannya.

'Namun, perbandingan orang yang barusan lewat adalah 50-50, jadi kita belum bisa menangkapnya.' Sinanju mucul dalam Obrolan ini.

'Tapi apa kalian tidak aneh dengan perlilaku perempuan berambut biru itu saat berada di pemakaman tadi ?'

'Aneh ?'

'Dapat dibilang ketika dia menyebut kata membunuh atau Laughing Coffin, penuh dengan makna amarah dan kebencian.'

'Jadi menurut Naruto-sama, Sinon-san memiliki sebuah masa lalu yang berkaitan dengan kedua hal tersebut.'

'Tapi itu masih belum tentukan.'

'Namun, untuk kedepannya kita harus lebih berhati-hati.'

Naruto kemudian melihat Sinon dan Rossweisse telah selesai membeli minuman, mereka bertigapun berkeliling kota Apple G'olden untuk menikmati segala hal yang ada.

Tetapi itu adalah hal yang sangat merugikan Naruto, karena hukuman yang di jatuhkan ratu dari Cait sith, yaitu menjadi pelayan dari Sinon maka dia harus memegang belanjaan dari kedua perempuan ini.

'Hidup memang banyak cobaan'

~What I am~

Kini matahari telah tenggelam digantikan oleh sang bulan. Naruto dan kedua perempuan ini, tengah berjalan kembali ke istana setelah selesai melakukan hal yang paling menyenangkan bagi perempuan yaitu berbelanja.

Dan untuk Naruto itu adalah pengalaman yang tidak akan di lupakannya, di mana tadi dia di suruh untuk membawa belanjaan, menunggu bagaikan patung dan yang paling dia benci adalah mengantri.

Naruto menghela nafas panjang atas apa yang terjadi hari ini, dua perempuan yang berada di depannya tengah membicarakan khusu hal-hal perempuan. Namun apa kah tidak aneh malam ini.

"Sepi..." Ucap kecil Naruto

Iya malam ini sangat sepi, seharusnya masih ada beberapa orang yang masih berkeliaran lalu ini masih belum lewat dari jam tidur. Perasaan tidak enak muncul di benak Naruto, dengan di temani cahaya bulan dia terus mengerakan bola matanya ke kanan dan ke kiri.

"Naruto-sama, maafkan aku!"

Naruto yang tidak mengerti maksud ucapan dari Sinanju, akan tetapi mata Naruto langsung menyala ke hijauan yang mengartikan Sinanju tengah menggunakan tubuh dari iblis berambut putih ini.

Sinanju langsung melempar belanjaan yang di pengangnya dan membalikan badan, kemudian memunculkan sebuah perisai yang berada samping tangannya. Menggerakan tangannya kedepan agar perisai ini menjadi penahan.

TANG!

Rossweisse dan Sinon terkejut mendengar suara tersebut, kemudian berbalik arah dan menemukan Naruto tengah menahan sebuah pedang seperti katana namun lebih tipis lagi.

"Siapa kau ?"

Sinanju kemudian menangkis pedang itu dan mundur kebelakang yang ada Rossweisse dan Sinon. Dengan cepat Panglima Cait sith langsung mengeluarkan sebuah busur yang di arahkan ke orang misterius itu.

SRING!

Muncul anak panah berjumlah tiga dari cahaya yang bertenger di tali busur, dan tanpa banyak bicara Sinon langsung melancarkan serangan.

SHUT!

SHUT!

BLAAR!

Ledakan besar terjadi, kembali Sinon menatap ke arah tempat arah panah melesat. Namun kemudian tiba-tiba dari arah asap melesat sebuah peluru yang sangat cepat menuju wajah perempuan berambut biru muda ini.

Sinon yang tidak dapat berbuat apa-apa hanya dapat membeku di tempat. Sinanju bergerak cepat dengan memunculkan seluruh armornya dan mengambil pedang emasnya dan menagkis arah pelruru tersebut.

TRINNG!

Mata satu armor merah ini melirik ke arah Valkyrie di belakangnya, dan dengan langsung Rossweisse menciptakan lingkaran sihir yang mengeluarkan rantai ke biruan.

"Chain Plasma!"

Rantai itu pun langsung melilit seseorang yang mencoba menusuk Sinanju dari belakang, Sinon yang tidak menyadari itu pun langsung terjatuh karena terkejut.

Sinanju/Naruto ini melihat wajahnya sekilas yang tertutupi sebuah mantel hitam, mata merah. Sampai tangannya dari orang mensterius ini mencoba melawan rantai miliki Rossweisse untuk melemparkan sesuatu.

BOOM!

Ledakan bom asap membuat, penglihatan ketiga orang ini menjadi tergangu, meskipun Sinanju/Naruto ini sudah memakai armor tetap saja jarak pandang menjadi sedikit.

"Tornado Wing"

Sinon menarik tali busurnya, sebuah anak panah dengan cahaya kehijauan melesat ke angkasa dan kemudian memunculkan angin yang cukup besar yang menghilang kan asap ini.

"Kau tidak apa-apa Rossweisse-san."

Rossweisse kaget dengan panggilan yang di gunakan iblis berambut putih ini, biasanya dia akan memangilnya dengan sebutan anehnya namun kali ini sangatlah bisa dibilang berubah.

"Sekarang, lebih baik kau beristirahat."

Sinanju bangkit dan menghilangkan perisai serta pedangnya kemudian menatap kearah bagunan-bagunan tinggi menjulang dia melarikan diri. Sinon meletakan busurnya di tanah dan bersujud kemudian telinga kucing bagian kananya di sentuhkan dengan tanah.

DEG!

DEG!

DEG!

"Ketemu!, dia berada di arah jam tiga ke arah barat."

Sinanju menyalakan Nosnya dan membuatnya melayang di udara, sebelum melesat dia kembali melihat kedua perempuan itu, Rossweisse masih kelelahan akibat menahan orang yang menyerang mereka sementara Sinon tidak mungkin bisa mengejarnya. Dilihat dari sudut pandang Sinanju yang sudah berpengalaman Orang tadi adalah seorang pembunuh yang sudah sangat handal.

"Kalian berdua, kembalilah ke istana dan bawa pasukan tambahan untuk menakap orang itu sementara aku akan mencoba menghentikannya."

"Apa kau gila akan menangkap orang itu sendirian." Sinon geram mendengar ucapan pelayannya tadi.

"Dengar ini bukan waktunya berdebat, aku ingin kalian kembali ke istana sekarang!"

BRUUSH!

Dengan cepat Sinanju langsung melesat ke tempat orang itu berada meninggalkan Sinon dan Rossweisse yang tengah kelelahan.

~What I am~

Sinanju terus menyisir daerah yang di maksud oleh Sinon, sangat menyulikan mencari seseorang dalam gelap dan tempat yang sangat banyak gedung.

CRING!

Cahaya menyilaukan tiba-tiba muncul, membuat penglihatannya menjadi sedikit tergangu. Kemudian seseorang tiba-tiba langsung menerkamnya bagaikan mangsa.

BRAAK!

Yang sekarang terjadi Sinanju kehilangan keseimbangan, membuatnya menghatam tanah yang sangat kasar. Ketika penglihatannya sudah membaik seseorang dengan mantel hitam berada tepat di hadapannya kakinya mengijak tangannya, senjata Handgun ditodongkan ke arahnya.

"Sampai jumpa."

DOR!

TAP!

"NANI!"

Sinanju menggunakan lengannya satunya yang masih terbuka untuk mencekram pegelangan tangan yang memegang senjata, tetapi dia harus membayar ini dengan armor kepalanya yang hancur setengah akibat peluru yang bisa di katakan Magic Bullet.

"Sekarang siapa yang menang!"

Dengan memaksimal kan energi pendorong di punggunya membuat orang bermantel hitam ini terdorong kebelakang. Sinanju kemudian melepaskan cengkramnya. Dan memunculkan sebuah pedang emas di tannganya.

Setengah wajah Naruto sekarang terpanpang jelas, rambut putih dan mata biru samudra. Sementara musuhnya mengambil sesuatu di samping pinggannya, senjata yang pertama kali menyerangnya.

"Apa kau bagian dari Laughing Coffin ?" Tanya Sinanju/Naruto ini, jawabanya yang di berikan orang ini hanya tatapan menyeramkan dan dingin. Sekarang telihat jelas dia menggunakan topeng tengkorak bermata merah.

"Kalau ku jawab iya, maka apa yang akan kau lakukan."

"Aku akan membuat mu merasakan sesuatu yang lebih mengerihkan dari pada mati!"

Sinanju melepaskan aura kemerahan dengan sangat hebat, aura kesatria muncul mata hijau satu setegah dari bagian kepalanya dann mata Naruto berwarna biru yang telihat bersinar menajdi merah.

BLITZ!

Kecepatan Sinanju meningkatkan lebih tinggi bahkan Nos yang keluar dari punggunya kini berwarna merah, tentu saja membuat terkejut lawanya sekali lagi.

BLITZ!

BLITZ!

Bahkan musuhnya tidak dapat memprediksi dimana sekarang Sinanju, dan seketika muncul di hadapannya. Melanyangkan sebuah hantaman pukulan dilapisi aura kemerah-merahan.

"Meteor Explosion!"

BRAAK!

Pukulan yang memberikan efek yang sangat mengerihkan, yaitu seseorang yang mengenai pukulan tersebut akan terbakar bagaikan sebuah meteor memasuki lapisan udara ionosfer, terjadi gesekan dan akhirnya berakibat menimbulkan api yang sangat panas dan kemudian hancur berkeping-keping.

SHUUT!

DHUAR!

Musuhnya terlempar dengan sangat keras dan memnembus beberapa bagunan yang berada di sekitar tempat itu, hingga akhirnya terhenti di bagunan yang cukup kuat namun menimbulkan retakan yang sangat hebat.

"Hah..hah...hah."

Sinanju/Naruto kemudian belutut dengan nafas yang sangat tidak stabil, meskipun di melancarkan serangan sekuat itu pasti akan ada bayaran yang pantas.

Prok!

Prok!

Prok!

Dengan kekuatan yang masih ada, Naruto melihat siapa yang bertepuk tangan. Matanya yang masih menyala merah membulat karena melihat siapa yang melalukan hal tersebut.

Di hadapannya sekarang musuhnya sudah muncul dengan sebuah Sniper yang tengah di kaitkan di bahunya. Naruto hanya tidak dapat percaya, kalau dia berada disni berarti.

"Yang kau lawan tadi adalah salah satu dari Sihir unik ku."

CTIK!

Sosok yang dilawan Naruto tadi langsung berubah menjadi sebuah mesin terbuat dari kayu yang mengunakan sihir untuk menyesuaikan penampilan dan semua hal tentang orang yang akan di tiru.

"Clone Machine."

Sosok ini kemudian mendekati Naruto, namun uniknya dia tidak mengarahkan senjata pada iblis berambut putih ini melainkan melempar sebuah ramuan entah apa.

"Kau sangat hebat, ku harap dalam waktu ke depan kita bertarung dengan Sejati."

"Tunggu, Siapa Namamu ?"

Musuhnya mengeluarkan senjata Handgun kemudian mengarahkannya ke arah Naruto. Naruto mengira bahawa musuhnya akan menembaknya tapi.

"Namaku sama dengan nama senjata ini, Death Gun!"

"D..Death..Gun!"

Death gun, dia kemudian berjalan melewati Naruto, lalu menghilang tertelan ke gelapan malam, sementara Sinanju sudah mulai kehabisan tenanga akhirnya melepaskan armor miliknya dan kembali ke dalam tubuh Naruto.

Naruto yang tidak kuat akibat penggunaan kekuatan tadi yang sudah melampaui batas dan tubuhnya, dan pingsan.

~What I am~

Sinar matahari mulai membangunkan pahlawan kita, Naruto sedikit-demi sedikit mulai terbangun dari pingsannya. Ketika kedua bolah kelopak mata terbuga yang ada di penglihatannya adalah Rossweisse yang tenganh memotong apel, dan di samping Rossweisse Sinon tengah tertidur.

"R...Ro...ssweisse."

Rossweisse mendengar ucapan pelan dari orang yang terbaring di atas ranjang ini, akhirnya berdiri namun dia menunduk sambil menatap datar ke arah Naruto yang masih bersusah payah untuk bangun, Valkyrie ini bergerak ke samping Naruto dan membantunya untuk bangun.

PLAK!

Tamparan yang sangat menyakitkan mendarat di pipi Naruto, tentu saja membuat Naruto kaget dan aneh dengan Rossweisse, Valkyrie ini langsung menjatuhkan dirinya di dada dari iblis putih ini.

"BAKA!, BAKA,BAKA,BAKA,BAKA,BAKAAA!"

Sambil memukul berulang kali di dada dari Naruto, tentu saja pria yang tengah menjadi samsak pemukulan tersebut hanya diam tak bersuara.

"Hiks...K..kau...a...apa.. ..Hiks...sebenarnya. .a..da...di..ke..kepalamu..i.. ."

Naruto tidak menjawab dan menatap ke arah Rossweisse yang masih marah padanya, kedua tangannya mecoba di gerakan dan kemudian iblis ini memeluk Rossweisse dengan lembut.

"Maafkan aku karena telah membuatmu kawatir yah."

"Hiks..Jika...k..kau..melakukan...Hiks...h..hal..se..perti..itu...lagi..Hiks..aku a...kan..me..bunuh..mu..Hiks."

Naruto hanya tertawa kecil mendengar acaman Valkyrie ini, beberapa detik kemudian keadaan kembali tenang. Rossweisse tertidur di pelukan Naruto, kemudian jari-jemari mulai memainkan rambut dari Valkyrie ini.

"Ja...ngan...Tin...ggal..kan..aku."

Sebuah ingauan yang berasal dari perempuan yang tertidur membuat Naruto hanya terseyum lembut.

"Yah, tentu saja."

Sementara itu.

Di sebuah tempat yang sangat gelap dan bahkan cahaya dari matahari tidak dapat menembus ke mari, seorang dengan pakaian seorang dewa berambut biru dia lah Loki tengah berjalan di tempat tersebut.

"Jadi kau datang juga Loki." Sampa seseorang dari arah yang gelap, berjalan kearah yang lebih terlihat oleh Loki namun tetap saja dia menutupi seluruh wajanya dengan sebuah topeng dengan tanda silang.

"Sekarang, aku sudah membawakan pecahan dari Kristal Hearth Valkyrie."

"Sesuai kesepakatan kita, kau dapat mengambil senjata yang telah siap untuk menghancurkan para dewa-dewi yang berada di Asgard."

Keduanya berjalan berdekatan dan kemudian saling berjabat tangan.

"Anak-anak, tolong keluarkan senjatanya."

DRET!

DRET!

Ribuan orang menarik keluar sebuah mesin yang sangat besar, tingginya sekitar 7 meter. Dengan banyak uap keluar dari mesin tersebut dan juga sebuah meriam yang sangat besar.

"Katakan halo pada, Xannon-N." Teriak orang misterius ini dengan penuh kebangaan dan kesenangan.

"Bagus, dengan begini aku dapat dengan mudah menyingkirkan para dewa-dewi bodoh itu."

"Tentu saja, dan juga terima kasih telah melakukan transaksi yang sangat memuaskan bersama Laughing Coffin."

'Bersiaplah Pak tua kau akan turun dari tahtamu itu.'

-TBC-

Author Note:

Yo ketemu lagi dengan Author, Kali ini Naruto mengalami nasib sial dimana dia melakukan tindakan sangat memalukan dan berakhir dirinya harus menjadi pelayan dari Sinon.

Sedikit info: Mengenai chapter ini, beberapa hal dari Anime Sao Author masukan, akan sangat menarik ketika Naruto akan melawan kelompok Dark Elf yaitu Laughing Coffin yang sangat gila. Dan sekarang untuk Naruto umurnya adalah sekitar 17 tahun, terus Loki akan membuat Odin turun dari tahta dengan senjata bernama Xannon-N yang di dapatnya dari Kelompok Dark Elf yang tengah di incar oleh Naruto dan teman-temanya. Kemudian Naruto masih belum menjadi Pair dengan Rossweisse kenapa demikian karena Naruto masih menanggap Rossweisse sebatas teman belum ketingkat selanjutnya. Selain itu Hearth Valkyrie, sebuah kristal pecahan dari aslinya yang di segel di suatu tempat. Kini berada di tangan Laughing Coffin.

Jurus dan senjata yang ada di cerita ini:

Chain Plasma : Sebuah rantai yang berasal dari Energi sihir Nordik yang di gabung dengan cahaya, menghasilkan sebuah rantai yang dapat menjerat seseorang namun pemakai Mana akan cepat berkurang.

Tornado Wing : Anak panah berwarna hijau muda yang dimana dapat membuat serangan angin yang kuat ataupun menghilangkan asap yang sangat pekat .

Magic Bullet : Peluru sihir yang di mana pemakaiannya harus memakai mana, ini memang terlihat seperti peluru biasa namun akan berbeda ketika mana tersebut di keluarkan secara benar dan hanya terfokus pada Magic Bullet daripada senapannya. Efeknya dapat membuat armor yang sangat keras menjadi hancur tapi hanya orang-orang yang sudah pro yang dapat menggunakan Magic Bullet dengan tepat.

Meteor Explosion : Adalah sebuah tinjuan yang di keluarkan Sinanju saat mode marahnya tadi, selain efeknya yang sangat mengerihkan namun pengorbanan dengan menerima rasa sakit yang sangat luar biasa akibat mengeluarkan kekuatan tersebut.

Clone Machine : Sebuah sihir khsusu milik Death Gun yang membuat mesin humanoid dari kayu menjadi klon bahkan dapat meniru semua hal sesuai yang di tirunya hanya saja kelemahan Clone Machine ini akan berhenti ketika seseorang menyerangnya menggunakan lawan dari kayu yaitu api

Baiklah, itu saja yang akan Author kasih info tentang Chapter kali ini, dan juga mohon maaf bila ada salah dalam tulisan dan penempatan kalimat, dan juga terima kasih atas Komentar kalian, Kritikan dan pendapat.

Saa Jane.

.