Title : Love Hurt
Pair : ChanHun
Other pair : silahkan baca dan temukan sendiri
Genre : YAOI of course
Rate : Semi M
ChanHun
.
.
Sehun duduk termenung di ranjangnya. Chanyeol sedang membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruang inapnya, Chanyeol memang memberi ruangan dengan fasilitas terbaik untuknya. Sehun memegang pelan pergelangan tangan kirinya yang di balut perban. Sehun masih berusaha mengingat apa yang dia dengar saat dia tidak sadar. Sehun yakin dia mendengar sesuatu saat tak sadarkan diri. Namun sekuat apapun dia berusaha mengingatnya Sehun tetap tak menemukan apapun.
Sebenarnya Sehun sempat berharap kenapa saat dia membuka mata dia tak hilang ingatan saja. Tapi dia terseyum miris, memangnya apa kisah hidupnya? Jangan berharap hidupnya seperti drama murahan yang akan hilang ingatan setelah terbangun dari tidur panjangnya dengan peralatan medis di seluruh tubuhnya. Cih. Dirinya bahkan hanya tertidur beberapa hari. Dan yang luka itu pergelangan bukan kepalanya. Harapan bodoh.
Sehun teringat akan satu hal yang akan dia tanyakan pada hyungnya nanti. Hyung ya? Apa benar Chanyeol sudah kembali menjadi hyungnya yang dulu? Hah memikirkannya saja membuat kepala Sehun berdenyut.
Ceklek
"Sehun" seru Chanyeol sedikit panik menghampiri Sehun. "kenapa tidak berbaring seperti apa yang di sarankan uisa? Kau masih harus banyak istirahat" ucap Chanyeol sembari mengelus wajah Sehun.
"kenapa?" tanya Sehun.
"apa maksudmu kenapa? Bukankah sudah ku katakan aku belum bisa menjelas-" dengan cepat Sehun memotong perkataan Chanyeol.
"kenapa kau mendonorkan darah mu untuk ku. Kenapa tak kau biarkan saja aku mati!" ucap Sehun dengan nada meninggi di ujung kalimat.
Chanyeol berniat menggenggam tangan Sehun, namun segera Sehun tepis.
"kau bukan yang memintaku mati? Aku ini parasit, sudah sepantasnya aku mati, dimusnahkan. Benarkan?" tanya Sehun dengan dingin namun matanya jelas berkaca-kaca.
"Hyung tau hyung salah berbicara seperti itu. Maafkan hyung..."hanya itu yang dapat Chanyeol ucapkan kemudian dirinya diam tak mampu berkata-kata lagi. Sulit baginya disituasi seperti ini untuk merangkai kata agar Sehun dapat mengerti alasannya.
"aku ini tak berguna, aku hanya pengganggu,seperti yang kau katakan aku ini hanya sebuah parasit. Kau pasti ingat itu kan" tetes demi tetes air mata Sehun terjatuh. "Aku hidup dari belas kasih orang tua mu. Tapi aku dengan lancang membuat perhatian orang tua mu harus terbagi karena adanya aku. tapi itu bukan mau ku!. Jika saja aku bisa memilih, aku akan memilih untuk tidak di lahirkan agar aku tak mengalami semua ini!" Sehun berteriak tangisnya pecah. Deru tangisnya membuat jantung Chanyeol seakan berhenti. Sakit.
Chanyeol memeluk Sehun erat walau Sehun memberontak. Chanyeol berusaha menenangkan Sehun. Air mata nya juga mulai menetes. Chanyeol tak sanggup melihat Sehun sehancur ini. Semakin lama Sehun semakin tenang. Masih dengan Sehun yang menangis di pelukan Chanyeol walau kini tangisannya sudah agak mereda.
"Sehun. Hyung tak pernah befikir bagaimana jika pilihanmu itu benar terjadi. Apa jadinya hyung tak bertemu dengan mu. Maafkan hyung, sungguh demi tuhan sekalipun hyung tak pernah benar-benar menyuruh mu pergi dari kehidupan hyung. Hyung ... hyung mencintai mu"
Sehun spontan mendangakan kepalanya berusaha menatap mata hyungnya, mencari keebohongan di sana. Nihil. Entah apa yang harus rasakan. Namun rasa kalut lebih mendominasinya.
"Hyung..."
Perlahan Chanyeol medekatkan wajahnya. Meraih bibir pucat pria yang berada di pelukannya. Melumatnya lembut, sarat akan rasa cinta yang dalam. Sehun baru saja akan membalasnya jika saja ia sadar yang mereka lakukan ini salah. Sehun mendorong bahu Chanyeol, melepaskan tautan mereka.
"ma-maaf" ucap Chanyeol pendek sebelum pergi keluar ruangan meninggalkan Sehun yang menatap punggungnya menjauh dengan wajah sendu.
.
.
"apa yang ku lakukan!"Chanyeol mengusap wajahnya kasar. "Sehun pasti membenciku setelah ini. Bodoh.. kau bodoh Park Chanyeol"
Chanyeol duduk di depan ruang rawat Sehun. Menetralkan fikirannya. Chanyeol sebenarnya ingin pergi ke taman menghirup udara segar mungkin saja memberi efek baik, namun Chanyeol sama sekali tak mampu pergi jauh dari Sehun.
Sama hanya dengan Sehun yang hanya berbaring dengan tatapan kosong. Fikirannya berlarian kesana-kemari. Semua begitu mengejutkan. Ingin rasanya Sehun senang, namun dia takut jika hyungnya hanya mengelabuhinya. Jika memang benar apa yang di katakan hyungnya itu, apa dia pantas senang karena mereka adalah kakak adik. Tuhan menuliskan hidupnya sedikit rumit. Harus apa Sehun setelah ini? Rasanya ia ingin benar-benar hilang ingatan saja jika seperti ini. Fikirannya terus berlanjut hingga tak sadar dirinya tertidur saking lelahnya memikirkan jalan hidupnya.
Chanyeol membuka pintu dengan pelan, melihat Sehun tertidur seperti itu membuatnya melangkah cepat kearah Sehun menidurkannya ke posisi yang nyaman. Guratan lelah di wajah Sehun membuat Chanyeol menyesal. Dirinya telah berbuat banyak kesalahan terhadap Sehun. Harusnya dia membuat Sehun meresa ringan tak terbebani bukannya menambah bebannya.
Chanyeol sudah memikirkan matang-matang tentang kedepannya. Menyusun semuanya agar sesuai kehendaknya. Tidak, dia tak ingin membuat Sehun tersiksa kembali. Jika Sehun tak menyukai kehendaknya dia akan melepasnya. Semua tergantung Sehun, Chanyeol hanya akan mencoba dan berusaha. Chanyeol mengelus surai Sehun, tangannya kini kembali ditautkan di jemari Sehun sembari terus berjanji akan memperbaiki segalanya.
.
.
Hari ini Sehun sudah di perbolehkan kembali ke rumahnya oleh dokter. Sehun berbekal banyak obat-obatan yang salah satunya ia kenali sebagai obat penenang. Sehun jengah melihatnya, dirinya tak gila yang akan berontak sewaktu-waktu jika tak meminum obat penenang.
Sehun dan Chanyeol berjalan berdampingan di lorong rumah sakit, sebenarnya Chanyeol yang terus menggandeng Sehun agar berjalan berdampingan dengannya. Supir dan pelayannya berjalan di belakangnya membawakan barang-barang. Mereka terheran melihat tuannya yang jelas-jelas selalu bersikap kasar kini benar-benar berubah.
"lepaskan tanganmu, aku bisa jalan sendiri. sudah ku katakan aku tidak buta" ucap Sehun.
"aku tau kau tidak buta Sehun" jawab Chanyeol pendek sebelum melangkah medekati mobil mereka telah terparkir di depan pintu rumah sakit. Chanyeol membiarkan Sehun masuk terlebih dahulu.
Tak sampai setengah jam mereka sudah sampai di rumah. Sehun buru-buru keluar sebelum Chanyeol membukakan pintu mobil untuknya dan menggandengnya masuk kerumah. Tepat dugaannya, Chanyeol dengan cepat mencegat Sehun masuk dengan menarik lengannya saat Sehun akan memasuki kamarnya.
"ada apa lagi?" tanya Sehun datar.
"panggil aku hyung seperti biasanya Sehun" ucap Chanyeol lirih.
"hyung kata mu? Ingatkah kau yang menamparku saat aku memanggilmu dengan sebutan itu?" tanya Sehun dingin.
Chanyeol menaruh tangannya mengelus wajah Sehun. Para pelayan kompak menunduk beberapa menjauh, ini pribadi jadi sudah sepantasnya mereka memberi ruang untuk tuannya.
"aku menyesal. Maafkan aku..." ucap Chanyeol menatap manik Sehun lembut.
"sudahlah lupakan, lepaskan aku" Sehun berusaha menjauh.
"Sehun" panggil Chanyeol saat Sehun berjarak beberapa meter darinya. "Hyung serius dengan perkataan hyung dirumah sakit beberapa hari yang lalu"
Sehun menghentikan langkahnya. Kemudian berbalik. Para pelayan tau situasi kemudian meninggalkan tempat. Membiarkan mereka berdua.
"kau tau itu salah bukan? Kita ini saudara kau ingat?" tanya Sehun. Dengan cepat Chanyeol menariknya masuk ke kamar Sehun, mengunci pintu agar tak ada yang dapat mengganggu mereka.
"PERSETAN DENGAN SAUDARA! Aku mencintaimu Sehun! Mencintai mu!" ucap Chanyeol keras dengan amarah. Dia tak suka jika harus mengungkit status mereka. " harus kau tau betapa gilanya aku yang mencintaimu bertahun-tahun. Aku berusaha menjauh namun kau tetap berusaha disampingku. Aku terus membuatmu membenciku, awalnya aku berfikir itu semua demi kebaikan mu. Kebaikan kita. Tapi aku salah! Aku tak tau harus bagaimana lagi Sehun" ucapnya penuh frustasi.
Chanyeol terus melanjutkan ucapannya karena Sehun masih memilih diam. "aku tak masalah harus menanggung malu karena lancang mencintai adiku. Aku rela appa mengusirku dan hidup miskin. Asal denganmu Sehun. Mati pun aku rela..." Chanyeol menjatuhkan lututnya, menangis.
Sehun melihat benar-benar kesungguhan dalam diri Chanyeol. Sehun melangkahkearah Chanyeol. Memeluknya erat. Menangis bersama. Melimpahkan segala beban yang mereka tanggung berdua.
"aku- aku juga... aku mencintaimu hyung hiks" tangisnya semaki keras. Chanyeol mengeratkan pelukannya, beban perasaaanya seakan pergi entak kemana saat Sehun mengucapkan balasan perasaannya.
Chanyeol mengecup kening Sehun berkali-kali sambil terus mengatakan cintanya. Sehun menatap Chanyeol, Sehun memejamkan matanya saat mereka berdua mendekatkan bibirnya masing-masing. Ciuman hangat yang penuh akan rasa cinta mereka yang mendalam.
.
.
Chanyeol dan Sehun kini duduk di sofa yang ada di kamar sambil menonton. Jangan berfikir habis mereka melakukan hal yang emh. Tidak. mereka hanya duduk saja dengan tangan Chanyeol yang terus merangkul memeluk Sehun. Sehun menatap Chanyeol yang sedang serius memerhatikan tayangan di tv kemudian terkekeh membuat Chanyeol menatapnya juga.
"ada apa Sehun?" tanya Chanyeol terheran.
"hyung lucu, mata hyung bengkak, sembam" ucapnya masih terkekeh.
"hey, perlu hyung ambilkan cermin?"
"ugh tidak. aku tak mau melihat wajahku sendiri" Sehun merengut.
Mereka kembali diam. Chanyeol kembali memfokuskan lagi tatapannya melihat acara berita di tv.
"Sehun" panggil Chanyeol memecah keheningan walau tak mengalihkan pandangannya. "bagaimana mungkin kau- ah maksudku emm tentang perasaanmu itu". Tubuh Sehun menegang, Chanyeol dapat merasakannya. "hey tak apa jika kau tak mau bercerita" Chanyeol menangkan.
Sehun memainkan baju yang ia kenakan, memilinnya gugup. "se-sebanarnya aku baru menyadari perasaan itu saat hyung menjauhiku. Awalnya aku merasa hanya takut kehilangan perhatian hyung. Sampai akhirnya aku mulai mengerti apa yang ku rasakan" Sehun berhenti sejenak. "maafkan aku yang tak tahu diri hyung" matanya berkaca-kaca kembali.
"aku tak suka kau berkata seperti itu. Sudahlah lupakan, yang penting sekarang aku dan kau mengetahui perasaan kita masing-masing" ucap Chanyeol kemudian mengecup kelopak mata Sehun.
"bagaimana dengan ayah dan ibu nanti hyung?" tanya Sehun gusar. Alasan yang sama dengan Chanyeol dan menutupi perasaan mereka.
"jangan kau fikirkan, biar hyung yang fikirkan bagaimana nanti. Selama kita berdua memperjuangkan cinta kita. Hyung yakin semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang bisa menghalangin jalan kita"
Sehun dan Chanyeol saling berpandangan. Entah siapa yang memulainya kini bibir mereka kembali menyatu kembali seakan memberi tahu ketulusan cinta masing-masing.
.
.
TBC
Maafkan aku jika ini jelek yahhh ~ banyak kissingnya juga XD.
Ini sebenernya udah aku bikin kemarin, tapi...males update :"
Kali ini aku engga bisa menjawab review kalian. Mian :" but...
Thanks to:
Zelobysehuna; Halona Jill; exolweareone9400; MinnieWW; HilmaExotics; egatoti; auliavp;
siensien; izzsweetcity; hanhyewon357; bottomsehunnie; sita2312; nam jung;
harap tinggalkan jejak :D REVIEW kalian penyemangat ku ~
RnR
