Last Chapter

"Aku sudah memiliki pacar."

DEG

Hancur sudah hati jungkook, rasanya perih mendengar itu. Tak terasa air matanya jatuh tapi ia tetap tidak melepas pelukannya pada jimin.

"De..dengan.. siapa?"

"Walaupun aku beri tahu kau juga pasti tidak akan tahu."

"Katakan namanya hyung."

"Yoongi."

"Y..yoongi? Mi.. Min yoongi maksudmu?"

.

.

"Iya, kau kenal?"

jungkook tidak menjawab dan malah menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

"Tidak! haha kau pasti bercanda hyung, yoongi hyung sudah memiliki pacar, namanya... jin. Ia namanya jin." Ucap jungkook pasti.

"Tapi mereka sudah berakhir, dan sekarang ia bersama ku."

TES

Kristal bening jatuh dari peluk mata jungkook. Akankah pengorbanannya selama ini sia-sia begitu saja?

"Jadi kan aku yang ke dua hyung."

"Kau gila eoh?!" Dengan sekuat tenaga jimin mendorong jungkook untuk menjauhi dirinya dan berhasil. Dia terlepas dari pelukan jungkook.

"Kumohon hyung.. aku rela menjadi yang ke dua. Aku juga tidak akan bilang siapa-siapa jika kau takut yoongi hyung akan marah. Kumohon."

Jimin tidak habis pikir dengan jungkook. Bisa-bisanya dia berbicara seakan-akan menduakan itu hal yang mudah untuk di lakukan.

Hening.

Tidak ada satu pun yang bersuara.

1 menit

2 menit

3 menit

4 menit

4 setengah menit.

"BAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH.. YAK ! JEON JUNGKOOK LIHAT LAH WAJAH MU ITU ! HAHAHAHAHAHA."

jungkook yang bingung pun mengambil ponselnya menatap wajahnya melalui kamera depannya. 'Masih tampan' ucapnya percaya diri.

"Kau.. kenapa hyung? Mengapa tiba-tiba tertawa?" Tanya jungkook heran. Yang ditanya masih setia memegangi perutnya sambil sesekali mengusap air mata yang keluar di karenakan rasa geli yang meyeruak.

"Yak! Jungkook-ah! kau ini bodoh sekali.. aku hanya bercanda tahu. Mana mungkin aku bersama yoongi hyung. Dan kau tau jin itu adalah kaka kandung ku sendiri jadi mana mungkin aku tega merebut kekasihnya."

1 detik

2 detik

3 det -HEI SUDAHLAH-

"YAK! APA KAU BILANG? JADI.. KAU MEMBOHONGI KU EOH? HEOL !"

Sejurus kemudian jungkook langsung menghadiahi jimin dengan ribuan kelitikan yang bertubi-tubi.

"Stop.. stop.. yak. Jungkook-ah jebal stop."

Akhirnya jungkook menyudahi acara -Ayo kita menggelitik/APAAN SIH INI WOI/- dan menatap jimin intens seraya memeluk pinggang jimin.

"Sekarang.. jelaskan padaku apa yang sebenarnya kau lakukan." Titah jungkook.

"Jadi begini tuan jeon.. aku.. haha.. aduh aku masih geli. Oke maaf.. jadi haah~ aku menipu mu.. Pabo!" Ucap jimin sambil menyentil hidung mancung jungkook.

"Em.. em.. em.. jadi.. bunny kecil ku ini sudah berani menipuku ya. Baiklah~ liat saja pembalasan ku nanti hyung. Tapi.. jawab dulu pertanyaan ku tadi."

"Pertanyaan apa?" Tanya jimin bingung serasa memiringkan kepalanya lucu. Jungkook yang gemas pun langsung melumat bibir jimin singkat hanya agar sang empu merona saja. Dan benar dugaannya. Kini lelaki yang ia cintai ini sudah semerah tomat.

"Yak! Napeun!" Ucap jimin seraya memukul dada jungkook pelan.

"kau yang memancing hyung."

"Ish baiklah.. aku serius tidak tau maksudmu pertanyaan apa? Banyak sekali pertanyaan yang terlontar dari mu tadi." Ucap jimin sebal.

"Mm.. baiklah.. akan ku ulang saja kalau begitu pertanyaannya."

"Park jimin will you be my boyfriend?"

"Sirreo!" Jawab jimkn meledek.

"YAK ! hyung~~~ jangan mempermainkan ku seperti itu. Tidak lucu tau."

"Hihihi... biarkan. Wekk." Ucap jimin sambil memeletkan lidahnya meledek.

"Aish.. yang benar saja. Apa harus aku buat kau mendesah dulu baru kau akan serius eoh?"

"Yak pyontae!" Ucap jimin seraya menjitak kepala jungkook.

"Maka dari itu serius lah hyung.." ucap junkook memelas.

"Baiklah jeon jungkook.. aku mau jadi kekasih mu."

"WAAA ! ARE YOU SERIOUS?! YAAAAAKKK." Ucap jungkook bahagia. Dia berlarian kesana kemari seperti pemain bola yang baru saja mencetak goal.

Jungkook lalu memeluk jimin dan menggendongnya seraya berputar-putar.

"Yak yak! Hentikan aku pusing."

Jungkook menghentikan putarannya tapi ia tetap menggendong jimin. Jungkook harus mendongahkan kepala untuk menatap jimin dan jimin harus menunduk untuk menatap jungkook. Mereka saling bertatapan lama.

"Saranghae park ah.. ani Jeon jimin ."

"Hei hei.. sejak kapan marga ku menjadi jeon?"

"Sejak kau menjadi milik ku."

"Memangnya aku ini milik mu? kita saja belum menikah tau."

"Memang untuk sekarang ini belum, tapi akan ku pastikan kau akan memiliki marga jeon tidak lama lagi."

"Tidak lama lagi? kita saja masih SMA bodoh."

"Memang apa salahnya? lagi pula umur kita sudah di perbolehkan untuk menikah kan ?"

"Heis terserah kau saja, dasar keras kepala." ucap jimin seraya membenturkan jidatnya pada jidat jungkook pelan.

Jungkook hanya tertawa melihat tingkah dan wajah lucu lelaki yang saat ini berstatus sebagai kekasihnya.

"Saranghae.. jeongmal saranghae my kitty, jeon jimin."

"Nado saranghae my bunny, jeon jungkook."ucap jimin seraya menautkan bibir mereka.

Ciuman romantis di tengan kebun bunga yang berwarna-warni. Sungguh indah. Namu itu tidak berlangsung lama. Ciuman mereka berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Jungkook pun membawa jimin masuk kedalam kamarnya. Lalu membantingnya di kasur king sizenya. Jungkook melepas kaosnya dan membuangnya asal. Menatap jimin dengan tatapan lapar.

"Hari ini kau nakal hyung, aku harus menghukummu. Aku akan membuat mu tak henti-hentinya mendesah di bawah ku."

Sedetik kemudian jungkook mencium bibir jimin yang kini sudah membengkak. Turun ke lehernya meninggalkan bekas kepemilikan yang merona. Jimin hanya bisa mendesah nikmat. Ciuman jungkook semakin turun. merasa kaos yang di gunakan jimin menghalangi kegiatannya, dengan tidak berperi ke kaos-an(?) dia merobeknya dengan paksa dan memamparkan tubuh jimin yang terekspose dengan indahnya.

'Begitu indahnya ciptaan mu tuhan.' ucap jungkook dalam hati seraya menatap jimin tanpa berkedip.

Jimin yang di tatap seperti itu pun merasa tidak nyaman dan menutup bagian dadanya dengan ke dua tangannya.

jungkook yang menyadari bahwa kekasihnya itu sedang gugup pun tersenyum lembut dan kemudian ia menyingkirkan kedua tangan jimin yang menutupi dadannya seraya mendekatkan wajahnya.

"Kau seksi sekali hyung. Aku tidak menyangka di balik wajah imut mu ini kau memiliki aset yang sangat berharga." ucap jungkook tepat di depan mulut jimin.

BLUSH

Jimin tidak bisa berkata-kata lagi melainkan hanya bisa tersipu malu.

"Mengapa dulu aku bodoh sekali karena telah menolakmu hyung." Ucap jungkook dengan wajah menyesal. -yang di buat-buat tapinya-

"Jangan pikirkan masa lalu lagi. sekarangkan aku ini milik mu dan kau milik ku. arra?" Ucap jimin menegaskan.

"Nde arraseo, dan karena kau sudah menjadi milik ku. jadi aku bebas menyantap mu kan?" ucap jungkook dengan seringaian mesum khas seorang evil.

"Nde. lakukan yang ingin kau lakukan pada ku." ucap jimin dengan mata sendu yang membuat jungkook semakin gencar ingin melahap makhluk di hadapannya ini sekarang juga.

"As your wish, baby." ucap jungkook seraya menciumi menjilati dan menggigitin setiap inci tubuh jimin.

"shh.. ah.. jangan mempermaikan ku , kookie-ah!" seru jimin ketika jungkook sudah mulai memainkan kedua nipple nya dan menghisap setiap inci dari tubuhnya.

"Kookie? Terdengar indah." Ucap jungkook yang sekarang mulai meciumi bagian perut jimin.

Jimin melengkungkan tubuhnya dikala jungkook menggigit kecil miliknya yang masih tertutup celana. Jungkook membuka kancing celana yang jimin pakai dan melepaskannya semua. Kini jimin sudah naked. Tidak ada sehelai benang pun di tubuhnya.

"Kau indah." Ucap jungkook seraya menjilat dari ujung perutnya dan berhenti pada bibir manis jimin. Melumatnya kasar. Dan kembali turun kebagian bawah jimin. Jungkook meraba paha mulus jimin.

'Benar-benar Begitu indahnya ciptaan mu tuhan.' Ucap jungkook lagi di dalam hati.

Jungkook menjilat bagian selangkangan jimin yang membuat sang empunya melengkungkan tubuhnya nikmat. Kini lidahnya berhenti pada kejantanan jimin, di jilatnya cairan precum milik jimin.

"Ah.. kookiehh.. Masukanhh.."

"Sabar sedikit baby." Jungkookpun mengulum kejantanan jimin menghisapnya dan menggerakan kepalanya maju mundur.

"Te.. ah.. terr..us..aahh."

Jungkook menghentikan aksinya dan langsung di dapati tatapan kekecewaan dari sang kekasih.

"Jangan keluar dulu hyung. Kita belom mulai." Ucap jungkook seduktif.

Jungkook membuka semua celanannya dan menampilkan kejantananya yang 2 kali lipat dari milik jimin. Jimin terbelalak melihat kejantanan jungkook. Jimin menundukan wajahnya malu. Tapi jungkook mengangkat dagunya dan menyodorkan kejantanannya pada jimin.

"Kulum hyung."

Jimin hanya menganguk dan memasukan kejantanan jungkook kedalam mulutnya. Sedikit kesusahan karena kenjantanan jungkook sangat besar sehingga memenuhi seluruh roga mulut jimin. Karena tidak sabar jungkook menjambak rambut jimin dan menahannya sedangkangkan ia memaju-mundurkan kejantanannya di dalam mulut jimin. Jimin tersentak saat kejantanan jungkook menyentuh ternggorokannya dan jungkook semakin menekannya dalam.

"Uhuk..uhuk.." jimin terbatuk seketika setelah jungkook melepaskan kejantanannya.

Jungkook lamgsung meraup bibir jimin yang sekarang ini di hiasi dengan saliva-saliva yang berkeluaran. Di hisapnya lama bibir jimin seakan-akan seakan sedang memakan permen.

"Sekarang kulum jari ku." Ucap jungkook. Dan hanya di hadiahi anggukan setuju dari jimin.

Setelah dikiranya cukup basah jungkook melepaskan tangannya dari mulut jimin menju ke hole jimin.

"Ini akan sakit hyung, tahan lah." Ucap jungkook memastikan.

1 jari

"Ah.. auwh.. sshh.." jungkook melumat bibir jimin membantunya menghilangkan rasa sakitnya.

2 jari

"MMH.. aaah.."

3 jari

"AHHH...MMMPHH HE..MMPH..HEN..TIKAN." Ucap jimin. Air matanya menetes. Jungkook kemudian menciumi dahi jimin untuk menenangkannya.

"Sa..sakith.." ucap jimin lemas.

"Apa kau ingin berhenti?"

"A.. ani.. lan..juth..kahn.."

Jungkook tersenyum dan memilin nipple jimin. Setelah di rasa hole jimin sudah bisa beradaptasi dengan jarinya lalu ia mengerakan perlahan ketiga jarinya maju mundur.

"AKH! YA.. AKHHH.. SHHH.. APA..AKHHH.. YANGHH... KAU..SENTUH..KOOK..AKHHH..SSHH."

Jungkook tersenyum menang mendengar desahan dari jimin. Jungkook berhasil menemukan sweetspot jimin. Dan setelah di rasa cukup jungkook langsung mengeluarkan jarinya dan memposisikan kejantanannya ke hole jimin.

JLEB.

"AKH!" Jerit jimin seraya meremas seprei kuat-kuat.

Hanya butuh 1 hentakan penuh kejantanan jungkook masuk kedalam hole jimin. Jimin yang merasakannya melengkungkan badannya hebat. Rasanya bercampur antara sakit dan nikmat karena jungkook langsung menusuk prostat milik jimin. Jungkook mencium bibir jimin singkat dan mulai menggerakan pinggulnya maju-mundur.

Jimin menggeleng-gelengkan kepalanya merasakan perih yang amat sangat pada tubuh bagian bawahnya. tidak terasa ia pun meneteskan air matanya.

Jungkook yang melihat itu merasa bersalah dan berhenti dan menciumi ke dua matanya bergantian lalu turun ke hidung dan berakhir pada bibir jiiin.

"Apa sesakit itu hyung? lebih baik ini di hentikan." ucap jungkook tak tega.

"A-ani.. itu akan jauh menyiksa ku kookie. dan sekarang bergeraklah. perlahan." pinta jimin.

"Baik honey."

Jungkook mulai mengerakkan pinggulnya lagi, awalnya jimin tetap kesakitan namun sekarang jerit kesakitannya sudah berganti dengan desahan-desahan erotis yang mengalun indah. demi tuhan jungkook suka itu.

"k-kau.. ahh.. sempithh." ucap jungkook seraya memejamkan matanya -nikmat.

Desahan demi desahan tercipta di ruangan tersebut beruntunglah jungkook adalah orang kaya jadi kamarnya di lapisi dengan pengedap suara.

"AKH.. JUNG..AKH.. AKU.. DATANG.."

"TUNGGU HYUNG!" Ucap jungkook seraya menutup erat lubang kejantanan jimin. Jimin meantapnya jungkook tak suka.

"Bersama hyung... tunggu sebenta- ahhhhh.. shhh kau ketathhhh."

"Cepat.. aku tidak kuath ahhhh.. ya.. akhh.."

"Aku dat.. akh..ang.."

"AKHHHH.."

lenguhan panjang dari keduanya menandakan bahawa mereka sudah menyelesaikan kegiatannya.

"Kau hebat." Ucap jimin memuji.

"Kau juga hyung. Kau nikmat sekali.."

"Aku lelah kookie-ah."

Jungkook mengeluarkan kejantanannya dari dalam hole jimin.

"Akh..."

"Tidurlah.."

Jungkook menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

"Saranghae jiminie."

"Nado saranghae kookie."

END

Haaah… akhirnya.. seperti yang saya bilang ini ff NC petama saya jadi ya…. Gitu dech(?) maaf kalo ga ngefeel ya—'

maaf baru ngepost.. abis bimbang ost apa engga.. wkwkwk dan akhirnya saya memutuskan untuk post ini karena sayang udah cape bikin wkwkwk maaf sekali lagi buat para readers yang udah nungguin ini ff (emang ada?) sekali lagi maaf dan terimakasihhhh

Makasi yang udah review :*