CHANBAEK
BxB | Boys Love
Jangan menghakimi author jika cerita ini kurang berkenan, tapi kasih kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki segala kekurangannya.
- 6104 -
BGM Shawn Mendes - Fallin' All In You
Baekhyun duduk di ujung ranjang kamar yang baru saja ia tempati. Barang-barang nya sudah diambil oleh anak buah Chanyeol, dari apartemen Jongdae dan dipindahkan ke mansion lelaki itu.
Keterdiaman Baekhyun bukan karena masih tidak percaya jika ia sudah bekerja dan mendapat tempat tinggal, sehingga tidak harus menumpang pada Jongdae lagi. Keterdiaman nya, karena ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari lelaki bernama Park Chanyeol itu.
Dengan masih menatap sebuah berkas tebal ditangannya, Baekhyun mengerjap beberapa kali. Memastikan jika sebuah kontrak kerja yang berada ditangannya, benar-benar nyata.
Demi Tuhan, ia masih tidak percaya jika ia baru saja menanda-tangani sebuah kontrak kerja yang bisa dikatakan- tidak masuk akal.
Memang, Chanyeol menjelaskan lebih rinci tentang tugas dan pekerjaan yang harus dikerjakan Baekhyun selama bekerja dengan lelaki itu. Tapi, dia masih terkejut jika Chanyeol adalah seseorang yang biasa melakukan hal seperti ini demi kepuasan lelaki itu.
Baekhyun memang tidak mengenal Chanyeol, jadi jelas dia tidak tahu jati diri Chanyeol yang sebenarnya.
Beberapa jam sebelumnya.
"Melayani?" Baekhyun memasang wajah kaget dan tidak mengerti arti dari kata melayani yang di maksudkan Chanyeol.
Chanyeol menghela nafasnya. Bergerak untuk semakin merapat pada tubuh Baekhyun, sampai lelaki manis itu terpojok di sudut sofa. Chanyeol mendekatkan wajahnya, lalu berbisik pelan di telinga Baekhyun sampai membuat Baekhyun membeku ditempatnya- dengan wajah memerah merona.
"Menyiapkan semua kebutuhanku, termasuk melayani-ku diatas ranjang." Chanyeol melayangkan gigitan kecil dan juga ciuman selamat datang di pipi Baekhyun.
Lelaki itu kembali duduk tegak, namun tidak menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun. Membuat jarak tubuh mereka tetap dekat sampai Chanyeol bisa melihat dengan jelas kegugupan dalam diri Baekhyun.
"Aku tahu kau Gay dan aku seorang Biseksual. Jadi, tidak ada yang salah dan rugi, jika kita melakukan seks selama yang kita inginkan." Chanyeol mengelus pipi Baekhyun "Aku menginginkan mu Baekhyun. Sejak saat aku tahu jika orang yang sudah merusak mobilku, adalah seorang lelaki mungil dan manis sepertimu."
Alis Baekhyun terangkat. Merusak mobilnya? Kapan Baekhyun melakukan-nya.
Bukankah mereka baru saja bertemu kemarin?
"Jeju. Kau merusak mobilku ketika aku di Jeju. Apa itu sebagai pembalasan dendam-mu karena aku hampir menabrakmu?"
Baekhyun membulatkan kedua bola matanya. Iris sipitnya terlihat lebih besar dibanding sebelum mendengar perkataan Chanyeol.
"Kau sudah ingat?" Chanyeol mengusap belahan bibir Baekhyun "Anggap saja, kau mengganti kerusakan mobilku dan juga..." Chanyeol melayangkan satu ciuman dibibir tipis Baekhyun "Kau mendapatkan keuntungan lain karena aku memberimu upah sekaligus...kenikmatan." Bisik Chanyeol lagi pada telinga Baekhyun.
Setelahnya, Chanyeol hilang kendali.
Ia menyambar bibir tipis itu. Menciumnya begitu panas dan terburu-buru. Melumat, menjilat dan mengigit pelan bibir Baekhyun. Tubuh Baekhyun masih setengah terbaring disudut sofa dengan tubuh Chanyeol yang mengungkung-nya.
Tubuh mungil itu terangkat. Chanyeol mendudukan tubuh Baekhyun diatas pangkuannya. Baekhyun yang tidak siap dengan gerakan tiba-tiba itu- sontak memegang bahu Chanyeol dan sedikit meremasnya kala Chanyeol mencium bibirnya semakin dalam dan panas.
"Buka mulut-mu Baekhyun." Titah Chanyeol yang ternyata langsung dituruti Baekhyun.
Perang lidah itu tidak ter-elakan. Chanyeol mengabsen kedalam mulut Baekhyun menggunakan lidahnya. Ciumannya yang selalu bergairah dan panas memang tidak akan sanggup ditolak oleh siapapun. Tangannya memeluk tubuh Baekhyun semakin merapat dengannya, sampai kedua benda tumpul milik mereka dibawah sana- yang masih terbalut celana masing-masing bersentuhan dan bergesekan.
Geraman Chanyeol terdengar kala Baekhyun bergerak dan membuat sesuatu dibawah sana menegang. Dada bidang Chanyeol yang tak dibalut apapun, membuat Baekhyun ikut merasa bergairah dan panas.
Kini Chanyeol menyesal telah mencium Baekhyun. Karena, ia benar-benar tidak bisa berhenti jika saja tepukan didada kekarnya tidak mengintrupsi.
Baekhyun menghirup udara rakus kala tautan bibir mereka terlepas. Paru-paru nya membutuhkan pasokan udara. Dengan nafas terengah, bibir bengkak dan wajah merona, Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang nyaris tak memiliki jarak berlebih dengan wajahnya.
Itu ciuman pertamanya.
Walau ia seorang Gay, tapi Baekhyun tidak pernah terlibat suatu hubungan yang serius dengan seseorang. Di Jeju, ia lebih sibuk mencari uang dibanding mengurusi kehidupan percintaan-nya.
Chanyeol lantas berdiri, membuat Baekhyun berdiri sendiri diatas kedua kaki nya yang sedikit lemas.
"Semua pakaianmu akan diambil orang ku, sekarang aku akan menunjukan letak kamarmu."
Di genggamnya tangan Baekhyun seraya berjalan naik ke lantai dua mansion Chanyeol.
Namun, Baekhyun menghempaskan tangan Chanyeol kala ia sadar jika ia baru saja dijebak.
"Kau menjebakku?" Tuntut Baekhyun berdiri ditangga yang menjadi penghubung lantai 1 dan 2 mansion Chanyeol.
"Aku tidak menjebakmu." Bantah Chanyeol
"Perjanjian kerja itu, kau menjebakku dengan itu?" Baekhyun masih menuntut Chanyeol karena telah menjebak nya.
"Kau sendiri yang langsung menanda-tangani perjanjian kontrak kerja nya." Chanyeol mengingatkan. Berdiri tegak di ujung tangga, menatap Baekhyun. Menunggu respon yang diberikan Baekhyun.
"Tapi, kau tidak seharusnya membuat kontrak kerja seperti itu. A-aku..." Baekhyun kehilangan kata-kata, karena ia juga salah disini.
Tidak membaca dan meneliti terlebih dahulu kontrak kerja yang diberikan Chanyeol padanya.
"Kau tidak bisa memutus kontrak kerja itu. Jika kau ingin berhenti, kau harus membayar penalty-nya padaku."
Ok. Baekhyun tahu penalty nya pasti tidak akan sedikit. Mengingat Chanyeol sudah mengalami kerugian besar, karena mobil yang dirusaknya.
Chanyeol mendekat, merangkul Baekhyun. Mengangkat dagu lelaki mungil itu agar menatap wajahnya.
"Aku menginginkanmu. Dan, aku yakin kau akan menginginkan ku juga- saat aku menyentuhmu nanti." Digenggamnya kembali tangan mungil itu, dan membawa nya.
Chanyeol menempatkan Baekhyun tepat disamping kamar lelaki itu. Kamar yang cukup besar walau tidak seluas kamar miliknya.
"Ini kamarmu. Dan tepat disamping kamarmu adalah kamarku. Jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa datang ke kamarku. Hanya saja, ketuk dulu sebelum masuk kedalam kamarku." Chanyeol mendekat pada Baekhyun, merapat ketubuh mungil yang kembali gugup saat Chanyeol mendekatinya "Jangan takut padaku Baekhyun. Aku tidak akan memaksa mu untuk melayani-ku ketika kau belum siap. Aku siap menunggu, hanya saja- jangan terlalu lama membuatku menunggu. Aku bisa tersiksa jika harus menahan hasrat dan gairahku terhadapmu. Kau mengerti?"
Baekhyun sontak mengangguk. Ia hanya tidak mengerti dengan situasi saat ini. Ia juga tidak mengerti kenapa ia mau saja menuruti apa yang dikatakan lelaki itu.
Ada perasaan menyesal dalam hatinya, karena telah merusak mobil mewah lelaki itu. Yang menyeruak menjadi rasa takut jika ia harus menggantinya, sedangkan ia hanya seorang lelaki miskin yang tak memiliki apapun.
"Kalau begitu, nikmati waktumu disini selagi aku mengurus keperluan kita untuk nanti malam. Aku tunggu kau dibawah." Kembali, Chanyeol kembali mencium bibir tipis itu "Dan ingat, mulai hari ini kau milikku."
Senyum tipisnya terukir, namin nyaris tak terlihat. Hiburan tersendiri untuk Chanyeol lala mendapati wajah lucu Baekhyun cukup syok karena perlakuannya.
Oh puppy kecilnya begitu menggemaskan.
"Kenapa tidak turun kebawah?"
Baekhyun berjengit sampai bangun dari duduknya, berkas yang dipegangnya jatuh ke lantai. Diujung pintu kamar, ada Chanyeol yang sudah tidak bertelanjang dada bersidekap dengan wajah serius menatap ke arahnya.
"Aku menunggumu sedari tadi." Chanyeol mendekat, mengambil berkas yang jatuh dilantai. Menyimpan nya ke samping nakas ranjang Baekhyun, kemudian menarik tangan Baekhyun dan membawanya turun kelantai bawah.
"Kau harus memilih baju untuk menemaniku nanti malam."
Dilantai satu, sudah berjejer berbagai stelan jas yang Baekhyun yakin jika harganya sangat mahal. Seorang Designer yang cukup ia kenali, dan sering ia lihat tampil di televisi- berdiri tidak jauh dari jejeran baju-baju mahal tersebut
Baekhyun terpesona. Saliva-nya mendadak sulit ia telan. Designer lelaki itu, dikenal dengan paras cantik dan manisnya. walau ia adalah seorang lelaki seperti dirinya, namun lelaki itu- memiliki julukan rusa cantik dari China.
"Luhan, kau bisa menyiapkan semuanya untuk dia?" Chanyeol mendorong Baekhyun ke hadapan Luhan.
Xi Luhan, Designer terkenal asal China yang namanya sudah melanglangbuana di dunia fashion. Luhan juga masih teman Chanyeol. Dan bahkan bisa dibilang, karirnya di dunia fashion tidak akan berhasil jika tidak dibantu oleh Chanyeol.
"Kau bisa menyerahkan semuanya padaku." Luhan meneliti tubuh Baekhyun dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Luhan terlihat seperti robot yang tengah mengsensor tubuh Baekhyun. Memastikan dalam pikirannya pakaian seperti apa yang cocok untuk Baekhyun kenakan.
"Kau ingin menggunakan stelan jas? Atau gaun?"
Chanyeol terbatuk. Ia tengah menyeruput teh hangat nya di sofa.
"A-aku..."
"Dia laki-laki Luhan. Kau buta?" Chanyeol mengelap bibirnya.
Kedua matanya menatap tidak percaya ke arah Luhan.
"Aku tahu. Aku cuma menawarkan. Siapa tahu dia ingin memakai gaun, well...wajahnya cantik sepertiku, jadi tidak akan keliatan dia seorang lelaki walaupun dia memaki gaun."
Chanyeol mencibir.
"Sekarang kau mengakui jika kau cantik, Hyung." Chanyeol bangkit "Aku titip dia, ada urusan lain yang harus ku selesaikan dulu."
Baekhyun menatap dalam diam, kala Chanyeol berlalu pergi menuju salah satu ruangan yang ia tidak tahu itu ruangan apa. Hanya saja, ia pikir mungkin jika itu adalah ruang kerja Chanyeol di mansionnya.
Ia masih setia menatap Chanyeol tanpa ingat jika Luhan juga tengah menatapnya.
"Kau menyukai lelaki brengsek itu?"
Baekhyun menoleh, kedua iris sipitnya mengerjap lucu.
Menyukai? Apa dia menyukai Chanyeol?
Dia baru bertemu Chanyeol kemarin, dan pagi ini dia sudah mendapatkan perlakuan yang sekiranya cukup tak senonoh. Dimana Chanyeol tanpa permisi menciumnya, serta mengklaim dirinya sebagai milik lelaki itu- dan sampai harus melayani lelaki itu.
Oke, sekali lagi itu memang kesalahan Baekhyun. Karena tidak membaca terlebih dahulu perihal kontrak kerja yang ditawarkan Chanyeol.
Tapi, walau ia membaca terlebih dahulu kontrak kerja itu. Sepertinya ia memang akan tetap menandatangani kontrak kerja itu. Chanyeol bisa saja mengancamnya untuk mengganti rugi kerusakan mobil lelaki itu. Karena ia yang sudah merusak mobil mahal milik Chanyeol.
Terlebih lagi, ia membutuhkan uang. Dan lagipula, Chanyeol tidak memaksanya melakukan hubungan 'itu' sebelum ia siap.
Melayani Chanyeol diatas ranjang. Adalah sesuatu hal yang Baekhyun ragu untuk ia lakukan. Ia seorang yang tidak pernah melakukan seks dengan siapapun. Bahkan ciuman saja, Chanyeol orang pertama yang merebut ciuman pertamanya.
Heol, terdengar klasik sekali bukan?
Tapi itu kenyataannya.
"Baiklah. Kau tidak perlu menjawabnya." Luhan memilih koleksi baju-nya untuk Baekhyun "Tapi kau perlu tahu. Kau sebaiknya tidak jatuh cinta padanya. Chanyeol bukan seorang lelaki yang suka terlibat dalam suatu hubungan. Ia hanya lelaki penggila seks. Jadi, jaga hatimu agar tidak terjatuh padanya." Luhan tersenyum, lalu mengambil salah satu stelan baju yang sepertinya cocok untuk Baekhyun.
Mencoba mencocokkan dengan tubuh mungil Baekhyun.
"Apa t-tuan, temannya Chanyeol-ssi?"
"Panggil aku Hyung. Dan, ya aku memang temannya." Luhan mendekat lalu memberikan stelan baju yang di pilihnya pada Baekhyun "Kau teman ranjang Chanyeol-kan?"
Baekhyun tersedak ludahnya sendiri. Lantas wajahnya memerah lucu. Luhan sampai terbahak melihat reaksi yang di berikan Baekhyun.
Sebenarnya, Luhan penasaran. Kenapa lelaki mungil ini begitu spesial untuk Chanyeol. Sampai-sampai lelaki jakung itu, kali ini menyimpan teman ranjangnya di mansion-nya sendiri.
Dari semua teman ranjang Chanyeol. Baru kali ini, Chanyeol memilih seorang lelaki dan terlebih lagi- sampai harus tinggal satu atap dengan Chanyeol.
Luhan yakin. Jika ini bukan hanya sekedar obsesi Chanyeol terhadap seks.
Mungkinkah Chanyeol tertarik pada lelaki mungil dan manis dihadapannya ini?
"Coba pakai itu. Kau bisa mencobanya dikamar itu." Tunjuk Luhan pada sebuah kamar lain yang ada di mansion Chanyeol.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar yang Luhan maksudkan. Ia masuk kedalam kamar yang cukup membuat alisnya mengeryit.
Kenapa, seolah ia merasa seseorang dari ruangan lain tengah mengawasi kamar yang ia masuki.
"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Gumam nya pada diri sendiri melihat pakaian yang ada di tangan-nya "Ini...terlihat sangat mahal."
Namun Baekhyun tetap akan memakainya. Tidak ingin membuat Luhan menunggu lama untuk memastikan pakaian itu pas atau tidak di tubuhnya.
- 6104 -
Chanyeol tengah memeriksa pekerjaan kantornya, sementara di luar sana Baekhyun tengah memilih pakaian yang akan dikenakan lelaki mungil itu untuk menemaninya nanti malam.
Ia akan bertemu dengan Alex, rekan bisnisnya yang tengah berusaha membujuknya dengan segala cara Alex kerahkan- agar tetap menjalin hubungan bisnis dengannya.
Sebenarnya Chanyeol ingin memutus hubungan kerja dengan Alex. Karena bekerja sama dengan Alex justru membuat perusahaan nya rugi banyak.
Alex tahu kebiasaan Chanyeol. Lelaki blasteran Amerika - Korea itu selalu bisa membujuk Chanyeol dengan memberinya wanita-wanita yang bisa melayani Chanyeol dan yang bisa Chanyeol panggil kapanpun ia butuhkan. Shannon salah salah satunya. Wanita itu dicarikan oleh Alex beberapa bulan yang lalu.
Tapi malam ini, Chanyeol akan memutus hubungan kerja mereka.
Karena ia sudah memiliki Baekhyun, jadi ia rasa- ia tidak perlu menerima tawaran wanita-wanita yang dijajahkan Alex untuknya. Ia juga tidak berniat mengganti Baekhyun secepat yang biasanya ia lakukan pada wanita-wanita teman ranjangnya.
Jika Alex berani membuka rahasianya, maka ia tidak akan segan untuk membuat perusahaan Alex gulung tikar.
Berkas laporan perusahaannya ia buka satu persatu. Meneliti dan memeriksa berkas itu dengan teliti, lalu kemudian ia bubuhi tanda-tangannya setelah memastikan berkas itu akurat.
Bunyi pintu ruangan yang berada disebrang ruangan kerjanya terdengar. Chanyeol mengerjap beberapa kali melihat Baekhyun masuk kedalam kamar yang sebenarnya terhubung dengan ruang kerjanya.
Kamar itu, hanya dilapisi kaca tebal berwarna hitam sebagai pembatas ruang kerjanya dengan kamar itu. Dan, ada satu pintu yang memang tidak akan diketahui oleh Baekhyun jika itu adalah sebuah pintu masuk dari ruangan Chanyeol ke kamar tersebut.
Chanyeol masih memperhatikan. Memperhatikan kala Baekhyun terlihat bergumam pada dirinya sendiri. Lalu saat dimana perlahan Baekhyun membuka pakaian yang dikenakannya, Chanyeol nyaris jatuh dari tempat duduknya.
"Sial. Luhan pasti sengaja melakukan ini." Chanyeol yakin, jika temannya itu sengaja menyuruh Baekhyun berganti disana.
Karena Luhan tahu, jika ruangan itu terhubung langsung ke ruang kerjanya.
Chanyeol berdiri dari duduknya, dan hendak keluar untuk memarahi Luhan karena berani menguji kesabarannya.
Tapi, sebuah pemandangan kulit mulus bagian atas Baekhyun yang terpampang dihadapannya- membuat langkahnya terhenti tepat ketika Chanyeol baru saja memegang knop pintu ruangannya.
Bukannya ia tidak ingin melihat. Hanya saja, ia takut sesuatu dalam dirinya bangkit dan membuat Chanyeol harus mati-matian menahan untuk tidak membobol Baekhyun- disaat lelaki mungil itu belum beradaptasi dengan dirinya.
Chanyeol memilih menyender ke pintu, seraya memasukan kedua tangannya ke saku celana. Menyaksikan bagaimana Baekhyun membuka pakaian yang dikenakan lelaki mungil itu.
Celana panjang Baekhyun terlepas, membuat bagian bawah Baekhyun yang hanya memakai celana dalam saja itu- terlihat, Chanyeol menggeram pelan.
Miliknya berdiri dan menegang, ia terangsang melihat tubuh Baekhyun yang nyaris telanjang. Ereksinya sampai mengembung dibalik celananya.
Chanyeol masih memperhatikan, membiarkan gairahnya naik ke ubun-ubun dan bergelut dengan perasaan untuk menahan gairahnya.
Namun, ia tak tahan.
Di bukanya pintu penghubung ruangannya dengan kamar yang tengah Baekhyun pakai.
Baekhyun yang kaget mendengar bunyi dentuman keras berbalik ke belakang. Dan ia semakin kaget kala melihat Chanyeol berjalan mendekat ke arahnya, dengan wajah yang terlihat tengah menahan sesuatu dalam diri lelaki itu. Baekhyun semakin kalang kabut kala ia sadar jika Chanyeol mendekatinya, disaat ia hanya memakai celana dalam saja.
Tubuh mungil itu terlempar diatas ranjang. Chanyeol menindihnya, mencium cepat bibir Baekhyun dan mengunci pergerakan tangan Baekhyun menggunakan tangannya.
Tubuh tinggi Chanyeol mengungkung tubuh mungil itu. Mencium, menjilat, mengigit bibir itu sampai Baekhyun merasa bibirnya bengkak.
Ciuman itu turun ke rahangnya, lalu lehernya.
Tangan Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun yang semula ia kunci menggunakan tangannya. Lalu beralih untuk memainkan nipple merah muda Baekhyun yang menggoda.
"Ch-chanyeool-ssi..." Baekhyun memegangi bahu Chanyeol.
Berusaha mendorong tubuh kekar dan besar itu. Sia-sia saja. Upaya Baekhyun tidak akan pernah membuat Chanyeol bergerak se inci-pun dari atas tubuh setengah telanjangnya.
Baekhyun malu.
Ini pertama kalianya, tubuh nyaris telanjangnya dilihat oleh orang lain. Dan ia juga malu bagaimana tubuhnya bereaksi akan sentuhan yang Chanyeol lakukan padanya. Ia bahkan mendesah pelan kala bibir Chanyeol yang sudah berpindah ke dada-nya, menggigit nipple-nya dengan gemas.
"Ahhh.."
Baekhyun membulatkan kedua matanya. Merutuki dirinya sendiri karena sudah berani-beraninya terbuai oleh sentuhan Chanyeol sampai mendesah ke-enakan.
Tapi, sentuhan lelaki itu tidak bisa diabaikan. Chanyeol benar-benar menggairahkan. Mampu memporak-porandakan segalanya hanya dengan sebuah ciuman dibibir.
"Aku tidak akan memasukimu sekarang, tapi aku ingin sedikit bermain denganmu." Chanyeol menyentak celana dalam Baekhyun.
Membuangnya tak tentu arah, sampai membut tubuh mungil itu kini sudah sepenuhnya telanjang tanpa sehelai benangpun. Lalu Chanyeol juga membuka celana pendeknya dan juga tshirt yang dipakainya. Membuat ia sama-sama telanjang seperti Baekhyun.
Chanyeol takjub dengan kulit Baekhyun. Benar-benar halus dan indah.
Apa Baekhyun benar-benar seorang lelaki?
Lihatlah jari lentik itu, sama sekali tidak cocok dengan fakta jika Baekhyun ternyata seorang lelaki tulen.
Chanyeol nyaris gila hanya dengan melihat tubuh telanjang Baekhyun, dan kedua iris sipit Baekhyun yang mengerjap lucu saat menatap tubuh telanjangnya- membuat Baekhyun berjuta-juta kali lebih menggemaskan.
"Menyukai tubuhku?" Chanyeol merangkak diatas tubuh Baekhyun, mencium Baekhyun sekali lagi- sebelum kemudian ia menggenggam junior mungil milik Baekhyun.
"Aahhhh..."
Tubuh Baekhyun tersentak, melengkung ke atas kala tanpa aba-aba Chanyeol memainkan junior mungilnya. Mengurutnya pelan, jari besar Chanyeol memainkan ujung junior nya. Berputar-putar dengan lihai, sampai Baekhyun menutup mulutnya menggunakan tangannya sendiri.
Melihat itu, Chanyeol berinisiatif menggantikan tangan Baekhyun menggunakan bibirnya. Membungkam bibir tipis itu dengan bibirnya. Tangannya tidak berhenti untuk membuat Baekhyun sampai pada puncak kenikmatannya.
Meski miliknya sendiri sudah sangat tegang.
Baekhyun benar-benar hilang kendali diri. Tangannya melingkar pada leher Chanyeol, menarik tubuh Chanyeol untuk merapat pada tubuh polosnya. Membuat ciuman yang Chanyeol lakukan padanya semakin panas dan bergairah.
Setelah melepas ciumannya, Chanyeol melepas tangannya dari junior mungil milik Baekhyun. Menggantinya dengan mulutnya. Menjilati kepala junior Baekhyun yang sudah basah oleh percum.
Kepala Chanyeol naik turun ketika lelaki itu menghisap junior mungil Baekhyun. Pemandangan yang tidak akan dijumpai oleh siapa-pun. Untuk pertama kalinya Chanyeol melakukan hal itu pada seorang lelaki.
Meski dia memang pernah tidur dan berhubungan seks dengan sesama lelaki, tapi Chanyeol adalah pihak yang akan selalu di puaskan.
Baekhyun memejamkan kedua matanya begitu erat. Desahannya terus terdengar kala Chanyeol masih memasukan junior mungil itu kedalam mulutnya. Dan tak lama kemudian akhirnya Baekhyun sampai.
Sampai pada orgasme menakjubkan dalam hidupnya. Sampai pada puncak kenikmatan yang Chanyeol ciptakan untuknya.
"Menakjubkan bukan? Apa itu pertama kalinya bagimu?" Chanyeol menjilat sperma milik Baekhyun tanpa rasa jijik "Rasanya manis, sepertimu."
Baekhyun menelan salivanya dengan susah payah. Wajahnya tampak memerah lucu.
"Sekarang giliranku."
Iris sipit itu mengerjap lucu. Mencoba memahami situasi yang baru saja terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
'Apa aku harus melalukan hal yang sama padanya? Seperti yang dia lakukan padaku?' - Batin Baekhyun tengah berperang.
Namun terbantahkan begitu saja, kala Chanyeol membalik tubuhnya hingga menungging.
'Apa dia akan memasukannya? Sekarang?' berubah menjadi sebuah kecemasan yang semakin menjadi-jadi.
Kembali, itu semua terbantahkan.
Karena Chanyeol tidak memasukannya. Chanyeol hanya menggesekan miliknya pada belahan pantat montok Baekhyun yang menggoda jiwa.
"Ggrrrhh ssttt..."
Pinggulnya maju mundur seolah tengah mengeluar- masukan miliknya kedalam hole Baekhyun.
Chanyeol tidak memasukannya, ia hanya bermain dengan menggesek miliknya diantara belahan pantat Baekhyun. Junior nya sampai menegang sempurna, begitu besar dan memuaskan siapapun yang dimasuki miliknya.
"Ohhh..."
Chanyeol menciumi punggung mungil mulus itu. Mencoba mencari kenikmatan tersendiri agar ia terpuaskan walau hanya menggesek junior nya pada belahan pantat Baekhyun.
Meski hole Baekhyun begitu menggoda untuk ia masuki, namun Chanyeol harus menahan lebih dulu.
Tidak sekarang, mungkin besok atau lusa ketika Baekhyun sudah benar-benar menginginkan dirinya.
Biarkan Baekhyun memohon untuk di setubuhi olehnya. Ketika saatnya itu tiba, ia dengan senang hati akan memberikan kepuasan untuk lelaki mungil itu.
Chanyeol suka ketika seseorang memohon untuk ia setubuhi.
"Eemmmmm..." Baekhyun meremas seprei dibawahnya.
Merasakan sesuatu benda panjang besar dan ber-urat tengah bergesekan dibelahan pantatnya.
Ia sempat ketakutan jika Chanyeol akan benar-benar memasukinya siang ini. Tapi untung saja, lelaki itu tidak melakukannya sekarang.
Baekhyun hanya ingin membuat dirinya siap untuk disetubuhi oleh lelaki itu.
Terdengar seperti, Baekhyun memang rela di setubuhi Chanyeol!.
Chanyeol merasa miliknya semakin sesak dan membesar. Meski hanya bergesekan dengan kedua belah pantat Baekhyun, tapi ini benar-benar terasa nikmat untuknya. Benar-benar terasa terpuaskan. Chanyeol bergerak cepat, menggesek lebih cepat ketika kenikmatan yang ia rasakan berada diambang puncak.
"Ahhhh...Baekhyun."
Dia keluar. Menumbahkan sperma miliknya dibelahan pantat Baekhyun. Menetes sampai ke ranjang dan mengenai sprei. Chanyeol tidak perduli, yang jelas sekarang ia selesai menuntaskan hasratnya.
Setengah menindih tubuh Baekhyun, ia membalik tubuh mungil berpeluh keringat itu. Chanyeol menikmati bagaimana wajah bersemu merah itu terengah-engah meraup udara, seperti dirinya yang mencoba mengais udara sebanyak-banyaknya.
Chanyeol melayangkan ciuman lagi pada bibir tipis itu. Setelah kemudian ia bangkit. Berjalan ke arah lemari yang berada didalam kamar itu. Mengambil bathrobe dan memakainya. Tak lupa ia juga mengambil satu kemeja bergaris-garis miliknya.
Kembali mendekati tubuh Baekhyun yang masih telanjang. Sedikit mengangkat tubuh Baekhyun yang sukarela mengikuti gerakan tangan Chanyeol, memakaikan kemeja garis-garis itu ditubuh mungil Baekhyun.
"Tidurlah. Biar aku yang mengurus pakaianmu untuk nanti malam."
Tubuh mungil itu ia selimuti sampai sebatas pinggang. Mengelus sebentar pucuk kepala Baekhyun. Memastikan jika lelaki mungil yang masih setia terjaga itu mulai memejamkan kedua iris sipitnya.
Chanyeol membereskan kekacau'an yang baru saja ia perbuat. Mengambil baju miliknya dan kembali memakainya. Sementara baju milik Baekhyun ia simpan dalam keranjang tempat pencucian baju. Chanyeol juga mengambil pakaia rancangan Luhan yang dipilihkan untuk Baekhyun.
Chanyeol berjalan keluar untuk memberitahu Luhan jika ide gila-nya benar-benar berhasil.
"Tampaknya, kau baru saja bersenang-senang." Luhan menyeringai bak ratu iblis, melihat Chanyeol berjalan ke arah nya dengan wajah yang cukup menyeramkan.
"Ya, kau berhasil membuat setan dalam diriku bangkit." Chanyeol melempar pakaian itu pada Luhan "Baekhyun akan mengenakan itu nanti malam." Chanyeol menghempaskan tubuhnya diatas sofa. Bersender santai pada senderan sofa.
"Apa dia menggairahkan sepertiku?" Luhan duduk disamping Chanyeol, tersenyum jenaka seolah tengah merayu Chanyeol.
Chanyeol tergelak pelan, menatap ke arah Luhan dan mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan yang diam tak bergeming atau menghindar.
Ia dekatkan mulutnya pada telinga Luhan, untuk kemudian berbisik pelan.
"Kau hebat saat menjeritkan namaku." Chanyeol kembali memundurkan wajahnya setelah berkata seperti itu, dan juga setelah mengigit pelan telinga Luhan.
"Yeah yeah. Aku memang memuaskan." Luhan tampak bangga.
Jika kalian pikir Luhan bisa menjadi seorang Designer dengan jalan mudah, mungkin kalian salah.
Tentu saja Luhan adalah salah satu orang yang sudah berhubungan seks dengan Chanyeol. Meski tidak sampai membuat kontrak dengan Chanyeol, namun Luhan pernah satu kali berhubungan seks dengan Chanyeol.
Sebelum akhirnya sekarang ia bertemu dengan seorang lelaki, yang kini berstatus sebagai kekasihnya.
Meskipun mereka dulu pernah berhubungan seks tanpa ada perasana dari keduanya, namun baik Luhan maupun Chanyeol tidak pernah merasa canggung satu sama lain setelah melakukan itu.
Karena Luhan memang tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Chanyeol, begitupun Chanyeol pada Luhan. Bagi mereka berdua, malam dimana mereka bergelut diatas ranjang dan saling memuaskan satu sama lain- hanyalah suatu kebetulan yang menguntungkan keduanya.
"Aku belum menyetubuhinya, jadi aku belum tahu dia lebih hebat darimu atau justru tidak lebih hebat darimu." Tambah Chanyeol, yang sontak membuat Luhan mendelik ke arahnya.
"Oke terserah. Kalau begitu kau harus membereskan semua ini, dan baju-baju ini harus kembali ke butik-ku." Luhan menunjuk jejeran koleksi baju-nya yang di bawa Chanyeol untuk Baekhyun.
"Aku tahu Hyung-ku sayang. Sekarang pergilah, dan terima kasih." Chanyeol melambaikan tangannya, membuat gestur mengusir agar Luhan cepat pergi dari mansion-nya.
Luhan mendesah pelan. Merasa tidak diperlukan lagi, ia kemudian mengambil langkah untuk segera pulang. Luhan tidak pernah tersinggung akan sikap Chanyeol. Ia sudah terbiasa dengan sikap semena-mena Chanyeol.
Luhan dulu dihidupi oleh Chanyeol. Tinggal di apartemen milik Chanyeol yang berada dipusat kota. Chanyeol banyak berjasa dalam hidupnya.
"Jangan berbuat ulah Uri-Dongsaeng. Sampai jumpa lagi." Pamit Luhan melambaikan tangannya.
Chanyeol menelpon anak buahnya. Menyuruh mereka mengembalikan baju-baju milik Luhan, dan hanya menyisakan stelan baju yang akan dikenakan Baekhyun nanti malam.
Ia melihat jam untuk memastikan jika ia tidur sebentar bersama Baekhyun, tidak akan membuat pertemuan-nya dengan Alex terlambat.
Chanyeol kembali masuk kedalam kamar dimana Baekhyun berada. Menyingkap selimut itu, dan bergabung bersama Baekhyun.
Dering suara ponsel yang berbunyi, mengintrupsi. Ia mengecek lebih dulu pesan yang masuk diponselnya. Dan seringai disudut bibirnya tercipta kala ia melihat Alex mengirim photo seorang wanita sexy.
Mr. Park, apa dia cukup untuk menemani-mu malam ini?
Chanyeol membalas pesan dari Alex sebelum ia kembali bergabung dengan Baekhyun diatas ranjang.
Ya. Pastikan wanita itu ada saat aku sampai ditempat kita meeting nanti malam.
"Kita lihat, apa dia sanggup membuatku bergairah seperti Baekhyun." Chanyeol kembali menatap photo wanita itu.
Ada sedikit rasa penasaran dalam dirinya untuk melihat secara langsung wanita tersebut. Tak lama, ia menyudahinya rasa penasarannya. Melempar ponselnya kembali ke atas nakas.
Chanyeol-pun ikut terlelap bersama Baekhyun. Alarm di ponselnya ia atur pada jam 5 sore. Karena pada pukul 6 nanti mereka harus berangkat, mengingat tempat pertemuan dia dan Alex menempuh jarak yang cukup lumayan jauh.
Baekhyun sendiri sudah benar-benar berada di alam mimpinya. Segurat senyum terulas dibibir tipisnya, sepertinya Baekhyun bermimpi indah.
.
.
.
.
.
.
.
Kadang, cinta itu hadir tanpa adanya pemberitahuan. Merasuk didalam hati, menyimpan banyak keindahan yang memabukkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yang nunggu FF Forever diupdate, nanti ya. Nunggu imajinasi di otak ini lancar.
Ditunggu Vote dan Komen nya.
My instagram account ID Loeylight_ (undeescore nya dua kali)
