Main Cast : Cho Kyuhyun (Namja), Lee Sungmin (Yeoja)
Chapter 4.
Silahkan membaca.
" Chagi~~ besok kita bersenang senang lagi ya? Sekarang kau tidurlah" kata yoeja itu pada Kyuhyun. tunggu! tadi ia memanggil Kyuhyun apa? Chagi?
Sungguh hatiku semakin sakit mendengarnya. Kyuhyun pulang di antar seorang yeoja yang entah siapa itu? Selingkuhan Kyuhyun. hiks hiks hiks ... yeoja itu pasti selingkuhan Kyuhyun. bunuh aku tuhan! Bunuh aku!.
" Kau tidak menginap di sini chagi... sekarang sedang musim dingin. Lebih baik kita saling menghangatkan di kamarku. Lagian ini juga sudah malam" balas Kyuhyun pada wanita itu.
Apa maksut Kyuhyun mengatakan ' Lebih baik kita saling menghangatkan di kamarku ' apa mereka akan melakukan hal itu.
Sesak sekali hatiku mendengar kalimat yang seharusnya tdak ku dengar. Aku yang sebagai istri sah Kyuhyun saja tidak pernah diperlakukan seperti itu. Tapi wanita itu...
Sampai kapan? Sampai kapan hal ini berakhir. Benar kata Kyuhyun. Andai saja hari ini aku mati karena overdosis obat tidur atau serangan jantung, aku pasti tidak akan merasakn sakit yang teramat sangat seperti sekarang ini. Jadi apa yang harus kulakukukan? Apa aku hanya menagis saja setiap hari. Tenang saja Kyuh, mulai besok aku akan memakan obat tidur. Sampai aku mengalami overdosis dan mati. Itu keinginanmu. Aku akan melakukannya jika itu membuatmu bahagia.
Tak lama setelah itu aku mendengar suara langkah kaki mulai mendekat. Aku yakin itu adalah Kyuhyun. tapi, apa dia tidak bersama yeoja itu. Ah! Seharusnya aku tidak melamun tadi. Lampu rumah sudah kumatikan semua. Jadi dapat kupastikan Kyuhyun tidak akan bisa melihatku.
Mendengar suara kaki itu semakin dekat. Dengan segera aku pura pura tidur di sofa dan lalu mengeributi tubuhku dengan selimut yang ku ambil tadi. Semoga Kyuhyun tidak melihatku.
LAP...
Aku bisa merasakan ada sedikit cahaya yang menyala. Apa lampu ruangan ini nyalakan? Apa Kyuhyun yang melakukannya. Aku ingin mengintip keluar. Tapi...
" Aishh ... dasar, selalu saja merepotkan. Kenapa tidur disini sih? Mana TV dikamarku rusak. Ah! Sudahlah dari pada tidak melihat pertanding bola." Aku mendengar Kyuhyun sedikit mengeluh dengan kebaradaanku. Tapi, apa boleh buat. Siapa suruh menghukumku tidak boleh tidur di kamar.
Aku merasa ada yang sedang duduk di sofa besar dan panjang ini. Tepatnya di bawah kakiku. Dapat kupastikan itu adalah Kyuhyun.
Lagi. Hatiku berdebar tak stabil. DEG DEG DEG DEG DEG. Semoga Kyuhyun tidak mendengarnya. Ayolah Lee Sungmin kau harus tidur. Akupun mencoba untuk tidur dengan debaran hebat yang sedang bertamu di jantungku.
Sungmin's pov end
Normalstory
Sungmin mengerjapkan mata sipitnya. ' ah kakiku? Seperti ada yang ...' gerutu Sungmin sebelum debaran itu kembali mengunjungi hatinya. Ya! Kyuhyunlah tersangkanya. Ketika Sungmin sedikit mengangkat badannya, ia melihat Kyuhyun yang meniduri kakinya. Bukan, tetapi lebih ke atas lagi. Bisa di bilang pada bagian lututnya. Tvnyapun masih menyala. Sungmin bingung bukan main. Ia senang dalam keadaan seperti ini. Namun, bagaimana jika Kyuhyun akan menuduhnya yang tidak tidak. Sungmin merasa serba salah sekarang.
" Ouugghtt... " rintih Sungmin ketika tangan yang terkena pecahan kemarin di pegang oleh Kyuhyun. tentu saja Kyuhyun tidak menyadari hal ini. Dan sekarang Kyuhyun mulai lebih keatas lagi. Lebih tepatnya meniduri bagian paha Sungmin dan tangannya yang mengenggam erat tangan Sungmin yang sedang terluka. Hidup mati Sungin menahan sakitnya. Ia tak tega jika membangunkan Kyuhyun. Apalagi sekarang masih pukul 05.30. Masih terlalu pagi untuk bangun pada ukuran manusia evil maniak PSP itu. Lalu bagaimana dengan pekerjaan kantornya. Ah! Itu bisa di handle. Kyuhyunkan mempunya bertrilyun giga di dalam otaknya.
Sungmin menangis kesakitan sekarang." Hiks... sakit kyu! tanganku ... hiks" rintih sungmin. Sungguh ia tak bisa menahannya sekarang. Lihat! Bahkan darah yang kemarin sudah berhenti mengalir sekarang telah datang kembali, menunjukkan sebercak merah pada bebatan perban yang dengan indahnya mengeliling antara telapak dan punggung tangan Sungmin. Sungmin sedikit menggerakkan badannya. Dan seketika itu kyuhyun terbangun. Sungmin tidak mengetahiu hal ini.
Kyuhyun's Pov.
Nyaman sekali tidur disini. Jadi malas bangun. Kataku dalam hati. Entah apa yang kurasakan sekarang. Yang pasti aku sekararang sedang tidur dengan sangat nyenyak. Aku sedikit menyamankan posisi tidurku. Aku mengenggam sebuah tangan yang menurutku seperti tangan Eommaku. Sangat nyaman.
" Hiks... sakit kyu! tanganku ... hiks". suara siapa itu. Oh! Apa tangannya terluka saat ku genggam. Tapi, tunggu! Biarkan seperti ini. Ini sangat nyaman. Aku sedikit membuka mataku ketika aku merasakan ada sesuatu yang bergerak pada tempat tidurku. Ani! Aku tidak dikamar sekarang. Tvnyapun masih menyala. Dan tangan siapa ini? Badan siapa? Darah? Tangan yang kugenggam tadi mengeluarkan darah. Dan ... dan sedang memakai perban. Sebenarnya ... jangan jangan ...
Aku segera menegakkan tubuhku dan kulihat Sungmin yang sedang menangis. Dan saat itu juga Sungmin tak tau apa yang ia tangisi. aku mengangkat tanganku yang sedikit terkena darahnya Dan sekilas aku melihat dahinya juga di perban. Kenapa dia? Apa itu karena kemarin? Aishh... apa perduliku. Dasar penggoda. Pasti ini hanya akal akalannya sajakan?
Ia tak melihatku sama sekali. Ia hanya memegangi pergelangan tangannya sambil meringkih kesakitan. Dan yang kulakukan sekarang adalah menonnton TV. Ia beranjak dari sofa dan pergi ke kamar mandi belakang. Apa yang ia lakukan?
Entah siapa yangmenyuruhku, yang pasti aku sekarang sedang melihatnya mengganti perban di tangannya.
TES ... TES ...
Darahnya mengalir dengan derasnya dan sebagian menetes ke lantai. Aku ingin membantunya. Tapi, apa urusanku. Akukan sangat membencinya. Biarlah ia rasakan sendiri. Siapa suruh memecahkan cangkirku.
Akupun segera pergi dari tempatku. Tapi, rasanya aku ingin melihatnya lagi. Tanpa ragu aku mengintipnya lagi.
" sshh Ah... Aw.. eomma tanganku? Aku merindukanmu Eomma Appa. Kenapa darahnya tidak berhenti sih?" ujarnya kesal. Aku sedikit merasa iba. Aisshhh! Dari pada melihatnya lebih baik aku pergi mandi dan segera ke kantor saja. Dasar! Membuang waktuku saja. Aku benci LEE SUNGMIN.
Kyuhyun's Pov end.
Hari ini genap 4 minggu umur pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Tapi, bukannya semakin harmonis malah Sungmin semakin merasa tertekan dengan sikap Kyuhyun. Ia sempat putus asa untuk tetap mempertahankan hubungan yang sangat menyakitkan ini.
Sunny sahabat Sungmin juga merasa sanga iba terhadap keadaan Sungmin yang semakin hari, semakin memburuk saja. Bahkan luka di tangan Sungmin belum sembuh. Bukan sembuh tapi semakin parah.
" Minni-ah! Sebaiknya aku antar kamu kerumah sakit ne. Lihat tanganmu itu. Kau akan menjadi lebih sakit jika terus menyembunyikannya dari Kyuhyun" saran Sunny pada Sungmin saat mereka berada di sebuah foodcourt dekat kampus.
" sebentar lagi juga sembuh kok, Sunny. Kyuhyun kelihatannya juga sudah tau!" jawab Sungmin ragu. Sebenarnya ia sangat mau untuk pergi ke rumah sakit. Tapi, ia tak ingin merepotkan Sunny. Anak ini sudah banyak membantu Sungmin.
" Minni-ah! Kitakan sahabat. Jadi, jangan bersikap seperti ini. Luka ini akan lebih parah jika setiap hari hanya kau bebat dengan perban saja. Ini luka serius Minni. Aku takut kau terkena tetanus." paksa Sunny lagi. Sungminpun membenarkan perkataan Sunny. Hal ini akan lebih parah jika hanya di diamkan saja.
" Ah Ne, Sunny-ah! Kalau begitu bagaimana kalau sekarang."
Sungmin dan Sunny sedang menunggu panggilan dari suster. Sungmin terus melihati lukanya. Sedikit bernanah dan berwarna merah kehitaman. Sedangkan Sunny tetap mencoba menenangkan Sungmin.
" Park Ji Sang..." kata suster itu. Sepertinya lelaki itu mengalami luka bakar pada lengannya.
Tak lama kemudian tangan Sungmin di cengkram erat oleh seseorang yang sepertinya Sungmin mengenalnya. Bukan mengenalnya. Ia sangat kenal. Cho Kyuhyun. sedang apa dia kerumah sakit.
" Heh! Istri bodoh. Siapa suruh kau kelayapan sampai sini, Eoh?" bentak Kyuhyun sambil menghempaskan tubuh Sungmin ke kursi tapi Sunny berhasil menangkap Sungmin sebelum Sungmin terjatuh.
" Kyuhyun-ssi... aku memang bukan siapa siapa. Aku hanya menyarankan pada anda bahwa istri anda ini sedang mengalami luka pada tangannya. Jadi, tak sepantasnya seorang suami membiarkan istrinya menderita seperti ini." Bentak Sunny. Sedangkan Sungmin hanya diam melihat Sunny yang dengan berani menantang Kyuhyun
" Hey! Kau !. Apa si gadis tolol, bodoh, lamban, merepotkan, dll ini hanya memiliki 1 teman?" sindir Kyuhyun, sontak membuat Sungmin mendelik ketakutan. Ia sudah bisa dikatai seperti itu. Tolol, bodoh, lamban, merepotkan, penganggu, pembawa sial, stalker gila dan lain lain. Mungkin sehari bisa ratusan kali Kyuhyun mengatakan seperti itu.
" Kyuhyun-ssi. Saya menghormati anda sebagai kakak kelas saya. Jadi jangan sekali kali membuat Sungmin menangis." Benar kata Sunny sekarang saja Sungmin sedang menangis.
" apa perduliku pada wanita brengsek itu. Dia itu hanya merepotkanku saja" geram Kyuhyun.
'brengsek. Apa katanya? Aku brengsek. Bukankah yang brengsek adalah dia. Ayolaah! Lee Sungmin, lawan lelaki bejat itu. Kenapa kau hanya menangis' kata Sungmin dalam hati sambil menatap Kyhyun lekat lekat. Sunny yang mengetahhui keadaan Sungmin langsung duduk disamping Sungmin dan menenangkan perasaaan Sungmin.
" APA LIHAT LIHAT, HEE ? kau memang brengsekkan. Stalker saraf. Bahh... dasar wanita murahan"
PLAAK...
Satu tamparan keras mengenai pipi Kyuhyun, sungminlah yang melakukannya, dan tanpa mengatakan apa-apa. Hanya pandangan yang ia lempar pada Kyuhyun sangat mematikan dan Kyuhyun belum pernah melihat Sungmin semarah ini. Pipi Kyuhyun memerah hebat. Tamparan itu sangat keras. Semua orang langsung menoleh ke arah Kyuhyun dan sungmin.
" maaf Tuan, Nyonya. Ini rumah sakit. Jadi saya harap Tuan dan Nyonya tidak membuat keributan di sini" kata suster penjaga itu.
" Mianhamnida" jawab Sunny sambil membungkukkan badannya. Sungminpun masih menatap Kyuhyun dengan sangat bencinya. Kyuhyunpun masih setia dengan keadaannya yang sekarang. Menatap Sungmin dengan tatapan kosong dan memegangi pipinya yang sangat sakit sekali. Dan sampai sekarang Sungmin masih menatap Kyuhyun dengan sangat tajam. Bahkan, lebih tajam dari pandangan elang.
" Ny. Lee Sungmin..." suster itu memanggil nama Sungmin. Sunnypun menarik tangan Sungmin menuju ruang praktek. Tapi, Sungmin tidak melepas pandangannya dari Kyuhyun hingga ia masuk ke ruangan dokter.
Kyuhyun's Pov
Kenapa? Kenapa dia menamparku. Tapi, sungguh rasanya sangat menyakitkan. Tak masalah pipiku. Tapi, disini! Di hatiku. Sangat sakit ketika mendapati dirinya berubah menjadi seperti itu.
Tatapannya. Tatapan itu... Mengapa tatapannya begitu menyayat hatiku...
Apa dia sangat membenciku? Bahkan,sebelumnya ia tak pernah melakukan hal ini padaku. Apa aku mulai ... Aish.. sadarkanlah dirimu Cho. Kau ini sudah memiliki kekasih yang lebih dari Sungmin. Dia lebih seksi, tentunya. Di juga lebih menyenangkan dari pada gadis pembawa sial itu.
" Oppa, Gwenchanna?" Hyuna. Gadis yang sekarang memandangiku dan membuyarkan lamunanku terhadap Sungmin.
" Ah! Gwenchanna chagi. Bagaimana keadaanmu? Apa kata dokter?" kataku perhatian sambil menggandeng tangan kekasihku yang sangat kuinginkan itu.
" Ehm. Aku baik baik saja. Hanya aku terkena maag. Jadi aku harus menjaga pola makanku" kata hyuna manja. Dan aku sangat menyukai hal ini. Belum lagi Hyuna yang selalu memakai pakaian mini. Sudah berapa kali aku menyentuh paha hyuna dan berapa kali aku di pameri makhluk kembar yang memang sengaja hyuna buat, agar aku tidak berpaling darinya. Lalu jika sudah begini, siapa pihak yang MURAHAN dan siapa pihak yang GAMPANGAN?
Yaa! Cho Kyuhyun sadarlah. Tentu saja yang gampangan adalah tetap Lee Sungmin. Siapa suruh ia jadi stalkerku. Dan siapa suruh ia mau menjadi isrtiku gara gara aku hanya menciumnya 2 kali.
"Oppaa! Kau tidak mendengarkanku, eoh? Kau jahat oppa" kata Hyuna sambil menghentakkan kakinya. Kenapa dia ini? Apa aku tidak boleh melamun.
" Ah ne ne. Aku mendengarnya kok. Jadi, kau haru rajin rajin makan. Arachi? Sekarang kita ke apartemenmu yuk? Kau harus banyak istirahat chagi" godaku setelah sampai di mobilku, sambil menyentuh bagian dadanya. Bagiku ini sudah biasa kulakukan, tapi apa yang ia lakukan. Malah mempertahankan tanganku untuk tetap berada disana.
" Oppa menginginkan ini? Mari kita lihat di rumahmu saja?" godanya lagi. Dan sekarang ia malah memasukkan tanganku kedalam bajunya. Sungguh aku ini lelaki sejati, kau tau? Aku sudah tidak tahan untuk segera menyentuhnya. Akupun melajukan mobilku secepat mungkin kearah rumahku. Aku dibuat terangsang oleh kekasihku yang aduhai ini.
Kyuhyun's pov End.
Normalstory
" Ny. Sungmin. Kenapa baru dibawa sekarang lukamu? Kau terkena tetanus. Penyebabnya adalah kau selalu membungkus lukamu setiap hari dan keadaan di dalam menjadi lembab. Ia tidak kering tetapi malah semakin basah." Jelas Dokter muda yang sedang memeriksa Sungmin. " sejak kapan lukamu ini ?" lanjutnya.
" Ah! Sudah sekitar 1 bulanan, uisangnim. Lalu apa yang harus saya lakukan. Tangan saya tidak akan diamputasikan?" keluh Sungmin khawatir. Memang benar kata dokter. Ia selalu menyembunyikan luka itu dalam perbannya dan selalu ia masukkan dalam saku mantelnya. Tujuannya tidak lain adalah agar Kyuhyun tidak mengetahuinya.
" dengan berat hati kami harus melakukannya. Ny Sungmin. Luka ini sudah terlalu parah. Jika tidak dilakukan amputasi maka akan terjdai hal yang lebih parah lagi. Virusnya akan menyebar dan bisa bisa membusukkan dagingmu. Seharusnya kau membawa lukamu sejak pertama mendapatkan luka itu. "
TBC ..?
terimakasih untuk para readers dan semua senior seniorku ...
untuk guest, Chell-KMS, dan Kim Ae Rin, terimakasih reviewnya...
sampai jumpa di chapter berikutnya...
Lets Be Friend '_'
