ONE FINE DAY
(Chapter 4 : Confession )
Main Cast :
- Sehun
- Luhan
Author : Bee48 (sparkling 5)
Rate : T .
Genre : Hurt, comfort
Disclaimer : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan YME, Sment, Orang tua mereka. aku hanya meminjamnya untuk kepentingan Ff ini.
FF Ini asli pemikiran aku, tapi kalau ada beberapa scene yang sama dengan Ff lain aku minta maaf, itu ketidak sengajaan.
Don't Copas ! Don't be siders ! RnR pleaseee~
Warning (!) :Typo(s), Absurd, Gaje, tidak sesuai EYD
o0o
NIT ! *backsoundgagal*
Sehun memasuki apartemennya dengan langkah gontai. Ia melepas dasi lalu melemparkannya ke sofa merah miliknya.
Hahh... Sehun menghela nafas berat. Selalu seperti ini, setiap pulang kerja tidak akan ada yang menyapanya dengan senyuman imut dan mata rusa yang begitu menggemaskan. Lagi dan lagi Sehun hanya bisa termenung sambil menatapi figura putih yang isinya berupa foto Luhan dengan dirinya saat bulan madu ke China.
Sehun terus merenung sampai akhirnya ia sadar tak boleh seperti ini lagi, Sehun harus terus bergerak tanpa Luhan walau Sehun tahu itu berat.
Drrrttt...Drrttt
Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya ke kamar mandi ponsel yang berada di saku jasnya bergetar. Dengan malas ia mengambilnya.
"Yeoboseyo ?"
"Yeoboseyo, Sehunnie~ ini noona !"
"Hmm...ya, aku tahu. Waeyo ?"
"Aigooo... Kau bertambah dingin, eoh ? semenjak di tinggal Luhan ?" Sehun menggeram kesal dalam hati.
"Noona ! jika kau hanya ingin menyindirku aku akan tutup teleponnya !"
"Yak ! Yak ! andwee! Aku tidak menyidirmu lagi, mianhae."
"Hmmm."
"Geurae, aku ingin mengundangmu makan malam tiga hari lagi, apa kau bisa ? ajaklah baby pandamu itu."
"Hmm, aku ? kenapa Tao harus diajak ?"
"Ani, hanya saja aku mengira kau akan kesepian jika kau sendiri apalagi nanti kau akan iri melihatku dengan Chanyeol bermesraan. Kan Luhan sekarang telah meninggalkanmu."
"Aiggggoooo ! Noona~! Berhenti menyalahkanku."
"Memang kau yang salah ! sudahlah, aku tak mau berdebat. Annyeong!"
Klik !
Sehun meniup poninya kesal. Bagaimana tidak Noona-nya selalu menyindirnya ? walaupun itu fakta tapikan tak seharusnya diungkit, Sehun malah merasa semakin bersalah dengan Luhan.
Masalah ajakan nanti ia akan membawa baby panda-nya ata tidak, ia jadi memikirkannya sekarang. Bahkan ia baru mengingat yeoja itu hari ini, ia juga baru ingat bahwa ia tak memberi kabar kepada yeoja itu. ia terlalu sibuk memikirkan keadaan dirinya tanpa Luhan.
Seperti inilah Sehun, ia menyesal menyakiti Luhan namun, ia tak bisa melepaskan Tao dengan mudahnya. Jadi, Sehun mendial cepat nomor yang termasuk di kontak favoritnya.
"Yeoboseyo ?" Sehun tersenyum saat panggilannya dijawab oleh Tao.
"Pandaa, apa kabarmu, hm ?"
"Kau masih ingat aku, Hunnie ?" Kata Tao dingin. Sehun awalnya terkejut mendapati suara Tao yang seperti itu namun, ia memilih untuk merayu Tao lagi.
"Tentu saja. Kau kan wanita yang kusayang."
"Aigoo...Hunnie, jangan merayuku. Aku tidak bisa marahkan terhadapmu !" Sehun terkekeh.
"Mianhae~... Aku tak mengangkat telpon dan mengabarimu. Aku sibuk, mianhae."
"Sibuk ? Sibuk memikirkan Luhan maksudmu ?" Sehun terhenyak, pada kenyataannya itu benar.
"Apa maksudmu ? aku tidak –"
"Sudahlah, Hunnie. Tak usah berbohong aku tahu." Sehun terdiam. Hening. Keduanya saling terdiam yang satu bingung untuk membantahnya yang satu lagi bingung untuk mengutarakan keinginannya.
"Panda ? Kau tiga hari lagi ada acara tidak ? Baekhyun Noona mengajakmu makan malam bersama."
"Eoh ? hari itu aku ada acara... sampai jam 7 malam kau mau menjemputku di cafe biasa ?"
"Geuromyo !"
"Arasseo ! aku akan menunggumu disana, sampai jumpa Hunnie !"
Klik !
Entah mengapa saat sambungan telepon itu di matikan rasanya seperti ia juga mematikan perasaanya kepada Tao. Mungkin ia bermanja-manja dan merayu Tao namun, mengapa hatinya merasa kosong ? tak nyaman.
Sementara di satu sisi...
"Tao-yaa !"
"Waeyo, eonni ?" Tanya Tao ke yeoja yang lebih tua darinya.
"Kau pilih putih atau pink untuk resepsimu nanti ?" Tao melirik sekilas kemudian menunjuk gaun berwarna putih. Yeoja yang lebih tua itu mengangguk senang kemudian pergi dari hadapan Tao.
Hahhh...Tao menghela nafas berat. Ia menatap layar Handphone-nya dengan nanar, itu adalah fotonya dengan namja tampan berambut pirang sedang tersenyum bahagia difoto itu.
Maafkan aku, Hunniee...
o0o
"Sehun-ah !" Sehun menoleh saat Chanyeol memanggilnya.
"Waeyo, Hyung ?" Chanyeol hanya tersenyum dan menyeret Sehun ke dalam ruangannya.
Sehun mengerenyit heran. Tumben sekali suami noona-nya ini ingin berbicara serius dengannya. ada apa ?
"Sehun-ah...aku mendengar ini dari teman chinaku. Tao mempunyai namja lain, ia sudah bertunangan dengan namja itu. kau harus melepasnya, Sehun-ah..."
Sehun mematung. Ia tak percaya dengan berita itu.
"Maksud Hyung ?"
"Kau harus melepasnya, dan mencari Luhan."
"Aku tak percaya padamu, hyung." Chanyeol menghela nafas seraya merutuki Sehun yang sangat egois.
"Kau ! Tuan Oh Sehun. Kau tidak boleh egois. Semuanya semakin buruk jika kau tak melepaskannya, lebih baik kau cari Luhanmu." Sehun terdiam. Ia bingung, ia antara percaya dan tidak percaya.
"Kau pikirkan saja baik-baik. aku berharap kau tak akan menyesal lagi nantinya." Chanyeol pergi meninggalkan Sehun begitu saja. rasa penasarannya telah timbul.
Sehun memutuskan untuk menelpon Tao. Berkali-kali Sehun coba, berkali-kali itu juga panggilan itu tak terjawab. Sehun harus bagaimana ?
Ia harus mendapat kejelasan dari Tao.
o0o
Hari yang dijanjikanpun tiba. Sehun tetap masuk kantor, seperti biasa. Mengadakan meeting, mengerjakan tugas-tugas, menandatangani berkas projek dan lainnya.
Ia akan makan siang bersama Jongin, Kyungsoo –Kekasih Jongin-, dan Chanyeol di cafetaria belakang kantornya, kemudian pulang pada pukul 4 sore. Ia teringat perkataan Chanyeol kemarin dan ia teringat pula hilangnya Tao kemarin saat seharian ia hubungi tak dijawab. Ia memutuskan mengirimkan sms kepada Tao.
To : Taotao~
Nanti malam jadikan ?
From : Taotao~
Eum...Tentu. aku ikut denganmu.
To : Taotao~
Geurae~ sampai bertemu nanti...
Tak ada balasan lagi setelah itu. Sehun tak terlalu memikirkanya.
Sebelum kerumah noona-nya yang tercinta, Sehun memutuskan pulang ke apartemennya untuk mandi dan berganti baju. Lagi pula masih ada satu jam lagi bukan dari waktu yang ia janjikan untuk menemui Tao ?
Sehun memilih untuk bersantai dirumahnya sebentar sambil bermain psp-nya setelah sebelumnya memasang alarm di handphone-nya. Sehun terus bermain sampai ia berhasil membuat rekor baru dan layarnya menampilkan tulisan 'GAME OVER'.
Tepat saat itu pula alarm yang ia pasang berbunyi. Jam menunjukan pukul 6 sore. Sehun tak tahu mengapa ia ingin datang lebih awal dari waktu janjiannya bersama Tao. Mungkin karena ia ingat lagi perkataan Chanyeol. Rasa penasarannya semakin membuncah apalagii dengan Tao yang tak menjawab telponnya seakan yang di katakan Chanyeol itu benar. Sehun memilih untuk bergegas
Sehun membelah jalanan kota seoul dengan kecepatan sedang. Tak sampai 15 menit ia sudah sampai didepan cafe yang biasa menjadi tempat janjiannya bersama Tao.
Tap...Tap...
Sehun melangkah masuk kedalam cafe, Sehun kira Tao belum datang karena memang ia datang lebih awal namun ternyata ia salah. Tao sudah datang. Dengan seorang namja ?
Sehun membeku. Apa-apaan ini ? apa semua perkataan Chanyeol benar ?
Langkah Sehun terasa berat saat ia mencoba berjalan menghampiri Tao dan seseorang itu. pelan tapi pasti akhirnya ia sampai di belakang Tao –Posisi Tao memang membelakanginya-. Ia sempat mendengar kata "Aku akan mengakhirinya" dan "Kaulah yang akan menjadi suamiku". Kening Sehun berkerut. Sepertinya perkataan Chanyeol yang kemarin benar adanya dan tidak main-main.
"T-Tao ?!" tepat saat Sehun memanggil namanya. Tao bangkit dari duduknya dengan panik. Ia memutar tubuh sampai kehadapan Sehun.
"A-annyeong...Hu-hunnie." Sapa Tao kaku.
"Ada apa ini ? Kau bisa menjelaskannya ? dia siapa ?" Tao bergerak gelisah. Ia tak tahu harus mengatakan apa kepada Sehun.
"D-dia..."
"Aku akan meninggalkan kalian berdua." Namja pirang itu telah pergi meninggalkan Tao dan Sehun berduaan. Yang justru membuat Tao gugup berhadapan dengan Sehun.
Tao bingung bagaimana cara memberi tahunya, tapi ia harus dan ini harus berakhir.
Tao menghela nafasnya.
"Sebaiknya kau duduk terlebih dahulu, aku akan menceritakan semuanya." Ucap Tao pada akhirnya.
Sehun awalnya ragu, namun Tao meyakinkannya . mau tak mau ia duduk dengan perasaan yang sangat gelisah.
Sehun menaikan alisnya bertanda ia penasaran dan Tao harus menjelaskannya.
"Baiklah, aku akan memberitahumu sesuatu." Tao menghela nafas dalam kemudian mulai menjelaskan.
"Dia tunanganku, aku dijodohkan dengannya. Awalnya aku menolak, aku tak mau dinikahkan dengannya, namja yang bukan aku cintai. Aku masih mencintai seseorang dulu, yaitu kau...
Dan aku melarikan diri dari perjodohan itu ke korea dengan mengikuti projek yang kau adakan, aku bersemangat bisa kembali bertemu denganmu walau aku tahu kau sudah mempunyai Luhan. Namun apa yang terjadi ? tanpa aku berusahapun kau yang mengajakku memulai segalanya. Aku mengikuti permainanmu. Berselingkuh." Tao mengambil jeda.
"Sewaktu kau bercerita, Luhan sudah mengakhiri hubungan kalian. Jujur aku lega... tapi di satu sisi aku juga gelisah karena kau pasti akan terus bersamaku. Itu yang aku takutkan karena aku akan menghilang juga. Namja tadi namanya Wu Yi Fan. Ia namja baik, setelah aku kembali ke china karena projek itu selesai, aku terus bersamanya. Ia terus berusaha mendapatkan hatiku untuk melupakanmu. lama-kelamaan aku jatuh cinta padanya, ia berhasil menghapusmu perlahan. Ternyata namamu hanya sementara, karena kenangan kita dulu."
" Setelah Yi Fan membuat aku jatuh cinta... aku sadar tak seharusnya aku seperti ini... aku merusak hubungan orang lain dan aku mengabaikan orang yang mencintaiku dari awal aku bertemu dengannya. Jadi aku memutuskan untuk menerima perjodohan itu. maafkan aku, Sehun."
"Untuk yang kemarin aku minta maaf, kau menelponku berkali-kali dan aku tak menjawabnya. Itu semua karena aku sedang melangsungkan pertunangan. Maafkan aku sekali lagi."
Hening. Tao lega telah menceritakan semuanya, kebenaran dari dirinya selama ini. sementara, Sehun merasa hatinya teriris pelan menciptakan luka. Ia merasa bahwa sekarang ia berada di posisi Luhan. Dikhianati orang yang kita percaya.
Sehun baru merasakan seperti apa yang Luhan rasakan. Atau ini bukan seberapa karena orang yang mengkhianati Sehun tak ada ikatan apapun bahkan orangnya sendiri yang memberi tahunya untuk berhenti melakukan ini. sementara Luhan, ia dikhinati suaminya sendiri dan ia tahu perselingkuhan itu dengan mata kepalanya sendiri juga dari foto yang dikirimkan orang asing.
Sehun menatap kosong lantai cafe itu. hatinya hancur. Ia kehilangan segalanya, kehilangan Luhannya. Batin Sehun berperang, ia ingin mempertahankan Tao lagi karena ia tak mau kehilangan namun ia tak mau egois. Sehun menghela nafas. Mungkin memang ini yang seharusnya terjadi.
Ia tersenyum miris, lalu menatap Tao sendu.
"T-tao-ya... Ya, aku rasa kita harus mengakhiri semua ini. ini sudah cukup. Aku...aku akan melepaskanmu, sama seperti Luhan. Kau akan meninggalkanku juga. Berbahagialah kau dengan Yi Fan. Aku tak apa." Tao menatap Sehun tak percaya dan juga tatapan khawatir di dalamnya.
"Sehun-ah... aku-aku minta maaf."
"Tak apa, Tak perlu kau meminta maaf. Semua salahku yang menciptakan kekacauan ini. biarkan aku melepaskanmu. Kapan kalian akan menikah ?"
"Kami akan menikah 2 minggu lagi, di china." Sehun mengangguk, ia menahan air matanya yang sudah membendung di kelopak matanya.
"Geurae ! aku akan menghadiri pernikahan kalian." Sehun membuang mukanya melihat ke arah jendela luar. Ia melihat namja yang menjadi tunangan Tao sedang menelpon sambil bersandar dimobil.
Sehun memaksakan diri untuk tersenyum.
"Pergilah." Tao mengerenyitkan keningnya.
"Pergilah dengan namjamu, kita sudah berakhir. Aku bahagia kau menemukan cintamu." Sehun bangkit berdiri dengan menjulurkan tanganya.
"Ne...Gomawo Sehun-ah." Tao tersenyum dan membalas menjabat tangan Sehun. Sehun membalasnya dengan senyum dan anggukan.
Tao melepaskan tautan tangan itu kemudian pergi dengan namja yang bernama Yi fan tadi.
Sehun merasakan dadanya terasa sesak. jadi ini yang dirasakan Luhan setelah mengetahui dirinya berselingkuh ? jadi ini yang dirasakan Luhan saat melepaskan dirinya dengan Tao ?
Ya Tuhan, mengapa begitu sakit ? apa ini yang dinamakan karma ? inikah pembalasannya ?
Sehun tertawa miris dalam hatinya, ia mengenaskan. Ini lebih sakit dari pada menonton drama sad ending yang biasa ditonton Luhan dulu. mengingat satu kebiasaan Luhan ia jadi mengingat segala tentang Luhan.
Luhan yang ceria...
Luhan yang manja...
Luhan yang Tegar...
Luhan yang menahan sakit sendirian...
Dan Luhan yang sangat berarti untuk Sehun...
Luhanniee, kau dimana ? aku membutuhkanmu sekarang...maafkan aku...
Tes ! air mata Sehun akhirnya terjatuh. Ia tak peduli dengan orang yang menatapnya heran, karena inilah titik lemah Sehun.
Drrrttt...Drrrttt
Sehun mengambil ponselnya dari dalam saku.
"Yeo-Yeoboseyo ?!"
"Sehunnie ... Kau kenapa ? Kau dimana ?"
"Eo-eohh ? Noona... aku tak apa... Aku dicafe dekat rumah."
"Kau yakin ? Kau jadi kesini kan ?"
"Eumm... nan gwenchana... ne, aku akan kesana lima menit lagi...tunggu aku."
"Arasseo, cepat datang. Aku akan menunggumu."
Klik !
Sehun menghela nafas, menghapus air matanya dan merapikan penampilannya. Ia akan berusaha tegar seperti Luhan dulu. ya, ia harus kuat.
o0o
"Noona ? Aku harus seperti apa sekarang ? Luhan meninggalkanku karena kesalahanku, dan Tao meninggalkan aku juga. Apa salahku Noona ? aku tak mengerti dengan semua yang terjadi." Sehun mengusap wajahnya kasar. Baekhyun menghela nafas.
"Aigooo...Sehunnie...bukannya aku ingin memperburuk perasaanmu, tapi aku merasa memang kau yang salah. Kau yang memulai segalanya, kau yang menimbulkan semua bencana ini. mana mungkin ada asap jika tidak ada apinya ? kau yang membuat api itu Sehunnie... kau juga yang harus memadamkannya." Sehun menghela nafas berat.
Semuanya berat baginya. Bagi Sehun.
"Noona, kau tahu ? aku menyesal ... menyesal membuat Luhan pergi... aku mencintainya...ia wanita yang sangat hebat ,wanita yang sempurna bagiku. aku ingin membawanya kembali kedalam kehidupanku. Beri aku solusinya, Noona-ya."
"Cari tahu tentang Luhan... kembali dekati Luhan. Jangan menyerah, dapatkan lagi kepercayaannya dan cintanya... aku yakin kau bisa." Sehun menatap Baekhyun berusaha mendapati keyakinan dari kakaknya. Baekhyun mengangguk membalas tatapan Sehun.
"Huftt... aku akan mencobanya...aku mencarinya kembali... aku akan mengembalikannya seperti semula...aku akan mendapatkan kepercayaannya dan cintanya lagi."
"Setelah 6 bulan Luhan pergi ? Kau ingin kembali seperti dulu ?" Sehun menatap sinis kakaknya itu.
"Wae geurae ?!"
"YAK ! NOONA ! KAU TAHU ?! AKU BARU SAJA MENEMUKAN SEMANGAT MENGAPA KAU PATAHKAN LAGI ? KAU MERUSAK SUASANA !" Baekhyun tersentak, lalu terkekeh.
"mianhae... hehe...Sehunniee aku yakin kau bisa... Aku yakin." Sehun tersenyum kembali kemudian memeluk Noona-nya.
"Gomawo...Noona-ya."
"Eum...Cheonma...Sehun-ahh." Baekhyun membalas pelukan Sehun.
Aku akan mendapatkanmu lagi Luhan-ah...Tunggu aku Baby Lu~ Princess Lu~ ...Saranghae~
TBC
Haii... Aku balik lagi dengan ff yang tambah absurd
Ini yang kemarin minta di panjangin aku panjangin...
yang minta sehun menderita aku kabulin.. tapi maaf bila tak sesuai harapan u,u
Oiya, aku mau nanya kalian maunya ini Luhannya gampang maafin Sehun atau gak ?
Thanks For The Review ~
Ani n (Guest 1) : Hahaha iya sorry kemaren pendek... bener-bener mentok soalnya u,u
jangan benci tao u,u cowok lainnya siapa niih ? Luhan jadi janda ? wkwkwk liat nanti yoo ... ne gomawooo ~
ruixi1 : Iya emang Sehun keterlaluan...
Leon (Guest 2) : Iya maafkan saya kemaren inspirasi buyar gegara nilai uts u,u Gomawoo~
Chan-wifey (Guest 3) : Eaa yang jengkelzz
: Iya ini udah next ;)
Meriska-Xi : Ini endingnya gimana ? maunya kamu gimana ? Happy end yo ? Ne gomawo ~
Guest 4 : Udah kejawab kan ? kalo soal foto saksikan chap. slnjutnya~ ne ini udah ku usahain update kilat ~
Lisnana1 : u,u iya Sehun jahat ... Yup ini udah next ;) gomawoo ~
Luhannieka (Guest 5) : Ini update.. udah kupanjangin juga ;)
HUNsayHan : hahaha dia nyanyi XD disini udah jelaskan Sehun milih siapa ? soal foto tunggu ya di chap selanjutnya ~ hahaha surat cerainya aman kok ama Sehun tapi gak tau diapain XD
Thanks for fav n Follow : Kinannkinanti | ASuzyyy | | | es drop | SantieStella |
Thank you very much ~~
maaf jika ada kesalahan penulisan uname~ maaf juga yang nge-review, fav, or follow gak kesbut namanya ~ maafkan saya u,u saranghae ~
