Tuk – tuk – tuk…
Hermione terbangun karena ketukan burung hantu di jendela kamarnya, ia bergegas membuka jendela dan meraih surat yang terikat di kaki burung hantu tersebut, tak lupa memberikan sedikit biskuit pada sang burung hantu tersebut, kemudian dia kembali terbang ke luar jendela. Dengan hati-hati Hermione mebuka surat itu dan dia mulai membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat dan bait demi bait yang ada di surat tersebut.
Dear Hermione.
Hari ini Ced mengirimkan surat padaku, suratnya berisikan tentang dia yang akan memulai akksinya untuk menyusup ke Alice dan membawamu pergi. Dia juga memintaku memberitahukanmu agar kau bersiap-siap pada malam pergantian bulan baru yang akan terjadi beberapa hari lagi dia akan menunggumu di dekat danau yang berada di belakang kastil tempat kau tinggal, dan jika kau tidak datang dia akan nekat menyusup ke kastil tempat kau tinggal disana. Oh Mione aku sangat khawatir pada kalian berdua, aku harap kalian akan baik-baik saja.
Love
Daphne
NB. Jangan beritahukan ini pada siapapun termasuk Krum.
CURSE
Disclaimer | J.K.R
©HarryPotter
Warning : Occ, alur cepat, dan banyak hal yang aneh di dalamnya
Happy Reading
Hermione tercengang dengan isi surat tersebut, " jika memang Ced di sini mengapa Victor tidak bisa menemukannya? Ah.. manipulasi penglihatan. Ukh harusnya aku tahuCed melakukan itu." Hermione berguman sendiri di kamarnya hingga sebuah ketukan dari arah pintu membuyarkan lamunannya.
"Ya, aku sudah bangun, silahkan masuk" kata Hermione berteriak dan segera menyimpan suratnya di laci yang telah di mantrai.
"Maaf Young Lady, anda harus bersiap untuk menghadiri pertemuan mendadak pagi ini dengan para tetua, ada hal yang akan mereka sampaikan padamu" katanya Victor.
"Baiklah, terimakasih atas informasinya Victor, kau boleh pergi" kata Hermione berusaha tenang.
"Saya Permisi." katanya singkat, dan berjalan pergi meninggalkan kamar Hermione.
Hermionepun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mulai bersiap untuk menghadiri pertemuan mendadak ini, sebenarnya dia merasa risih dengan semua keformalan yang ada di Alice, dia muak dengan segala peraturan dan tatakramah yang terlalu berlebihan menurutnya. "Tapi setidaknya Ced akan segera membawaku pergi, benarkan itu Ced" Hermione membatin.
Tak perlu waktu lama untuk Hermione mempersiapkan dirinya, dengan tampil sederhana dia mulai berjalan menuju ruang pertemuan
Di ruang Pertemuan..
Hermione memasuki ruang pertemuan dengan anggunnya, tinggal beberapa bulan di Alice talah membuatnya menjadi gadis anggun dan pandai menutupi segala emosinya yang bergejolak di batinnya. Semua mata menatapnya masuk dari arah pintu, di luar perkiraan hermione ternyata orang-orang dari Drumstrangpun ada dalam ruang pertemuan termasuk sang Malfoy muda yang kini tengah tersenyum atau tepatnya menyeringai melihat kedatangan Hermione.
"Maaf menunggu lama tuan-tuan" kata Hermione sopan memberikan hormat kepada para tamu dari Drumstrang. Draco berdiri dan mempersilahkan Hermione duduk di kursi kosong yang berada di sampingnya.
"Terimakasih -"Suara Hermione terputus.
"Aaa Draco Hermione, aku sudah memintamu memanggilku Draco" katanya memotong perkataan Hermione. Hermione hanya tersenyum dingin terhadapnya.
"Kita lihat sampai kapan kau bertahan dengan senyum dingin di wajahmu terhadapku Hermione" kata Draco membatin.
Pertemuanpun di mulai, para tetua dari Alice mulai berbicara tentang rencana Draco untuk membawa Hermione ke Drumstrang beberapa hari untuk memperkanalkan Drumsrtang dan mengenal Hermione lebih dekat dengannya, betapa terkejutnya hermione mendengarhal itu, bukan niatan sang Malfoy muda yang membuatnya terkejut, yang membuatnya benar-benar terkejut adalah kepergiannya ke Drumstrang bertepatan dengan pergantian bulan baru, tepat hari dimana Cedric akan menjemputnya dan membawanya pergi.
"Ada hal yang menggangumu dengan keputusan ini Hermione?" tanya Nymphandora Tonkssalah seorang tetua dari Alice yang Nampak sangat cantik di umurnya yang tak lagi muda.
"Tidak ada." Kata Hermione langsung menampakan wajah dingin untuk menyembunyikan keterkejutannya.
"Baiklah jika begitu sudah di tetapkan bahwa Hermione akan pergi bersamaku beberpa hari lagi" kata Draco bangkit dan undur diri dari ruang pertemuan.
Hermione Pov
Setelah Draco meninggalkan ruangan akupun bergegas pergi meninggalkan ruangan menuju kamarku untuk berpikir tentang ini.
"Bagaimana ini, aku akan pergi ke Drumstrang dan Cedric akan menjemputku di waktu yang bersamaan, bagaimana jika semuanya gagal, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Cedric nantinya," Hermione mulai mencemaskan semua kemungkinan yang terjadi, dia gelisah di kamarnya sambil berjalan bulak balik di depan kasurnya hingga ia mengingat kembali isi kutukan yang sesungguhnya yang hanya tertulis secara lengkap di buku yang menguak tentang sejarang keluarga Cottrell
"Siapapun yang berasal dari keturunan asli kami akan mendapatkan nasib yang sama sepertiku, dia akan benar-benar kehilangan seseorang yang ia cintai dari serikat yang berbeda dengannya di depan matanya, di hadapnya ia akan melihat orang itu mati terbunuh karena ke egoisan dari masing-masing pihak yang ada"
Lucyana Cottrell yang mengucapkan kutukan itu beribu-ribu tahun yang lalu setelah pria yang ia cintai mati terbunuh di depannya, suatu kenyataan yang lagi-lagi mengusik ketengan hati Hermione tentang Cedric yang akan menjemputnya beberpa hari lagi, kali ini dia benar-benar putus asa dengan semua ini, takdir benar-benar berhasil mempermainkannya, bukan hanya sekali namun berkali-kali takdir telah berhasil mempermainkannya, disaat dia merasa ada sedikit harapan untuk hidupnya bersama Cedric lagi-lagi ia jatuh kedalam permainan takdir yang sangat kejam.
Normal Pov
Tok –Tok-tok
Ketukan pintu mengagetkan Hermione yang sedang cemas, jantungnya berdetak sangat cepat karena terkejut, tak lama ia mampu menguasai dirinya dan mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu di luar.
"Masuk" Hermione berkata setenang mungkin menyembunyikan kecemasan yang ada di hatinya.
"Hermione," Draco perlahan masuk kemar Hermione.
"Ada yang bisa ku bantu Mr. Malfoy?" kata Hermione seraya berdiri memberi hormat, adat sopan santun tentu saja.
"Aku hanya ingin mengajakmu berjalan-jalan di sekitar kastil," katanya.
"Tentu." Kata Hermione menyetujui ajakan Draco.
Draco yang heran dengan kepatuhan Hermione hanya tersenyum senang, ah bukan lebih tepatnya menyeringai senang karena itu. Draco dan Hermione mulai berjalan dengan di kawal oleh Victor, sempat ada perdebatan sebelum akhirnya Hermione menengahi mereka dan mengijinkan Victor untuk ikut.
Flashback on
"Anda akan pergi Young Lady?" tanya Victor, Hermione hanya mengangguk.
"Biar saya antar!" kata Victor menawarkan diri.
"Tidak perlu Victor dia akan pergi bersamaku," kata Draco menyela.
"Saya tetap harus ikut tuan, karena Young Lady adalah tanggung jawab saya, kemanapun dia pergi saya harus turut serta bersamanya." Kata Victor tenang.
"Kau pikir aku tidak bisa menjaga Hermione? Dia tunanganku dan aku akan pastikan dia baik-baik saja selama bersamaku." Kata Draco gusar.
"Maaf sekali lagi tuan, selama anda belum resmi menjadi suaminya, maka dia tetap menjadi tanggung jawab saya untuk menjaga keselamatannya." Kata Victor keras kepala.
"Tapi -" kata kata Draco terpotong,
"Biarkan dia ikut Draco, dan kita pergi sekarang." Kata Hermione menengahi dan berjalan pergi.
Flashback Off
Sepanjang jalan-jalan Hermione hanya diam dengan wajah dingin yang ia pertahankan di depan Draco, dia tidak berminat sedikitpun dengan acara jalan-jalan ini sebenarnya, dia hanya malas meladeni perdebatan dengan Draco bila menolak ajakannya.
Di belahan dunia bagian lain Daphne, Theo, Astoria dan Harry sedang menyusun rencana agar Cedric dan Hermione bisa berhasil dalam misi pelarian mereka, hal ini tidak di ketahui pihak serikat Hogwarts dan anggota lainnya selain mereka, tiba-tiba Tori mendapatkan penglihatan yang akan terjadi nantinya.
"Hah…" Astoria terkejut dengan penglihatan yang baru ia lihat.
"Ini tidak akan berhasil Daph." Kata Astoria ketakutan.
"Ada apa Tori?" tanya Daphne khawatir.
"Aku baru saja dapat penglihatan buruk Daph, semuanya hanya ada kegelapan, dan semua Nampak buruk." Kata Tori mulai gemetar.
"Tenanglah Tori, kau tahu tak semuanya itu selalu berjalan sesuai penglihatanmu, buktinya kau salah menafsirkan keberadaan Cedric dan tempat persembunyiannya" kata Harry menenangkan.
"Semoga saja itu benar." Kata Tori tetap merasa resah
Hari-hari berjalan dengan cepat, semuanya mulai bersiap mengatasi kemungkinan buruk yang akan terjadi semuanya telah siap, malam ini adalah malam eksekusi, malam penentuan, malam yang paling menengangkan yang pernah terjadi di hidup Hermione, Dhapne, Astoria, Harry, dan Theo tengah bersiap di tepi hutan terkutuk dengan kereta kuda untuk membawa Cedric dan Hermione pergi sejauh mungkin dari kedua serikat mereka, sedangkan pasukan atau rombongan dari Drumstrang yang akan membawa Hermionepun tengah bersiap, Cedric sendiri sedang menyusup ke dekat kastil tempat tinggal Hermione, sedangkan Hermione sedang bulak-balik di kamarnya karena cemas apa yang akan terjadi malam ini.
Waktu menunjukan pukul 10 malam Hermione tengah bersiap, Draco akan datang ke kamarnya pukul 11 malam, " jika aku pergi sekarang maka tidak akan ada yang tau aku tak ada di kamar hingga satu jam berikutnya," Hermione membatin.
Dia pun bersiap memanjat jendela kamarnya dan melompat ke bawah, memang tidak terlalu tinggi jadi Hermione dapat dengan mudah melompati jendela kamarnya dengan sedikit sihir manipulasi ia tengah menyihir batal di kamarnya menjadi dirinya yang sedang tertidur lelap di kasur. Setelah menjejakan kakinya di tanah ia segera berlari ke arah danau yang berada di belakang kastil, Hermione terus berlari tanpa henti hingga ia sampai di tepi danau, tapi tak ada siapapun disana, apa Cedric belum datang? Batin hermione bertanya-tanya, tak lama munculah sosok yang di nanti-nanti oleh Hermione, yah Cedric datang dengan penampilan yang sangat berantakan, sudah nampak rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitar dagu pria tampan itu, Hermione berlari kecil menghampiri sosok yang ia cintai.
"Ced, demi Merlin apa yang terjadi denganmu?" tanya Hermione khawatir.
"Efek penyamaran dan manipulasi aku rasa, beberapa hari setelah aku pergi, Victor seperti selalu berpatroli untuk mengawasi semua tempat di area Alice," kata Cedric menjelaskan,
"Ah.. maaf itu aku yang menugaskannya," kata Hermione tertunduk merasa bersalah.
"Sudahlah lebih baik kita pergi, Daphne dan yang lainnya tengah menunggu di tepi hutan," kata Cedric.
Tapi rencana hanyalah sebuah rencana, tak lama Hermione meninggalkan kastil Draco mendatangi kamar Hermione, beberpa kali mengetuk tak ada sahutan dari dalam Draco coba memaksa masuk, dan mendapati Hermione sedang tidur.
"Hermione?" Draco berusaha membangunkannya, tapi yang terjadi manupulasi Hermione gagal dan Draco dapat melihat wujud asli dari sosok Hermione yang tertidur, menyadari hal itu Draco murka dan memerintahkan seluruh penjaga dan pasukan untuk mencari keberadaan Hermione.
Disisilain Hermione dan Cedric sedang berlari menuju kereta kuda yang akan membawa mereka pergi dari tempat ini, tapi sungguh sangat di luar dugaan saat mereka sampai para prajurit tengah menahan kereta kuda dan teman-teman mereka.
"Apa yang terjadi?" Hermione terbelalak melihat para sahabatnya ditawan dengan mantra ikat tubuh sempurna keahlian Victor,
"Victor lepaskan mereka" Hermione berkata dingin.
"Tapi Young Lady—" Victor tak melanjutkan kata-katanya
"Mereka tamuku, aku baru akan menjemput mereka," kata Hermione tetap dengan wajah tanpa ekspresi.
'Aku harap kau baca pikiranku Daph, beri aku tanda satu kedipan jika kau mendengar ini' Hermione berbicara di pikirannya, Daphne mengedip.
'oke, bila Victor sudah melepaskan mantranya pada kalian, kalian harus segera lari, aku akan menyertai kalian dengan tameng energiku' kata Hermione memberi arahan.
"Victor, aku perintahkan kau melepaskan mereka," perintah Hermione dengan nada yang benar-benar datar dan dingin, akhirnya Victor melepaskan jerat mereka.
"Sekarang Daph" Hermione berteriak, sentak Daphne menarik tangan Theo dan Astoria sambil berlari, Victor berusaha memberikan manta pengikat sempurna tapi terpental oleh tameng yang di buat Hermione, setelah Hermione merasakan aura mereka cukup jauh dari jangkauan tiba-tiba Hermione merasakan hal buruk akan terjadi.
"Tidak Ced, Awas….." Hermione berlari kea rah Cedric yang ada di pikirannya hanya menyelamatkan Cedric dari kutukan tersebut, dia belari secepat mungkin mengeluarkan Sword Magic dan menangkis serangan anak panah milik Draco yang melesat sangat cepat kearah Cedric.
"Hermione kau tak apa-apa?" tanya Cedric cemas melihat Hermione terjatuh saat menagkis anak panah milik Draco,
"Aku tidak apa-apa Ced, bagaimana denganmu?" tanya Hermione Khawatir. Cedric menggeleng dan tersenyum sambil membantu Hermione berdiri.
Belum beberapa lama Mereka merasa lega lagi-lagi sesuatu yang buruk terjadi ada ribuan anak panah sihir yang menyerang ke arah Cedric, Hermione dengan sigap menahan anak-anak panah itu dengan magicnya, semua anak panah terjatuh dan tak berhasil melukai Cedric, tapi mengakibatkan tubuh Hermione melemah karena terlalu banyak mengeluarkan energy untuk menggunakan Magic dan memanggil Sword Magic miliknya.
"Hermione.." Cedric panik melihat keadaan Hermione, dia melihat sekeliling hanya ada mereka berdua karena Victor tengah sibuk mengejar teman-temannya.
"Siapa yang melakukan ini Hermione, aku tak melihat siapapun?" tanya Cedric, Hermione berdiri, kali ini dia benar-benar kehabisan energy sihir dalam dirinya, dia tak bisa membuat tameng energy dan mengeluarkan Sword Magicnya, tapi tekatnya sangat kuat untuk melindungi Cedric.
Draco dari kejauhan melihat mereka dengan berang.
"Mengapa kau melindunginya sampai seperti itu Hermione?" Draco bergumam pada dirinya sendiri, ada rasa sakit di hatinya saat melihat Hermione begitu gigih melindungi Cedric, pria yang selalu ada di hati Hermione, Draco bertambah berang dengan kenyataan itu, dia marah kerena tidak berhasil membuat Hermione berpaling padanya, dan dia marah karena tidak satupun dari panahnya dapat menembus pertahan Hermione.
"Kita lihat kali ini Mione, apa kau masih bisa melindungi dia yang dengan bodohnya tidak merasakan keberadaanku," kata Draco kesal kemudian menarik satu anak panah magicnya dan mulai membidik kearah Cedric, panah melesat dengan cepat ke tangkasan Hermione yang dapat merasakat serangan yang sangat cepat membantunya bergerak dan membalik arah panah menuju tubuhnya, ia memeluk Cedric dan memutar tubuhnya dengan sangat cepat sehingga panah dengan cepat melesat ke arahnya dan menancap dengan telak tepat di punggung Hermione.
"Tidak, ini tidak mungkin, Mione…." Draco yang menyadari hal itu keluar dari persembunyiannya dan berlari mendekat ke arah Hermione.
"Menjauh darinya,!" Cedric berteriak sambil menghunuskan Sword Magicnya kea rah Draco, seketika Draco terdiam di tempat.
"Mione, kenapa kau lakukan ini?" Cerdric memeluk Hermione erat,
"Akhirnya kutukannya berbalik Ced, aku sempat berfikir, dalam kutukan selalu dari pihak lain yang mati di bunuh, sedangkan di pihak Keluarga Cottrell selalu berhasil diselamatkan, bagaimana jika aku balik, apakah kutukan masih akan berlanjut?" kata Hermione lemah,
"Kau bodoh Mione" kata Cedric semakin erat memeluk Hermione.
"Lepaskan pelukanmu" kata Draco geram.
"Apa hak mu memerintahku seperti itu, ini semua ulahmu, kau yang membunuh Hermione" kata Cedric marah dan mulai menyerang Draco membabi buta, Draco selalu berhasil menghindari serangan Cedric, dan dengan sigap dia membawa Hermione pergi dari tempat itu.
"Hermioneeeeeeeeeeee" Cedric berteriak dan berusaha mengejar Draco yang membawa Hermione, namun sia-sia kekuatan Draco sangat hebat dia berhasil membawa hermione pergi menuju Drumstrang dan menyegel luka Hermione.
END…
Pojok Author…..
Haloooo all huiffftttt akhirnya publis juga ni fic, maaf harus ending begini ya, di chapter ini Cedric emang sengaja di buat payah -_- biar pengorbanan Hermione lebih menonjol, dan di akhir cerita Hermione akhirnya dibawa pergi oleh Draco dan Cedric selamat…. Happy endingkah?
Hihihi buat teman teman yang udah Ripiu makasih banget
Mrs.Y Malfoy : Huaaaa kritik dan sarannya sangat membatu saya dalam memperbaiki kekurangan yang ada makasih banyak
: ini udah Update ya, walau ga kilat makasih udah baca Curse..
Afadh : ini udah di kaih endingnya, emm iya kayanya hehehe tapi disini lyra malah menitik beratkan tentang Hermionenya.. hehehe makasih udah baca Curse.
Sophonie Etoiles : makasih ya, iya emang masih banyak kekurangan dan kelemahan dengan cara penulisan lyra, tapi lyra akan terus perbaiki itu semua, makasih dah baca Curse ya…
Akhirnya… see yaa all tunggu cerita berikutnyanya lyra kasih bocoran pairingnya DRAMIONE….
Bye….
Happy Lucky
Lyra.
