-ROSE, a story of a difference
Itaewon, 14th of March
Hari ini adalah hari kedua tahun pertama Myungsoo berada di Latowidge Academy. Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 7 pagi, yang artinya Myungsoo masih duduk di kelas matematika yang diajar oleh Mrs. Yong. Myungsoo bersyukur, Mrs. Yong tidak se disiplin Mrs. Kang. Tapi tetap saja, seluruh siswa sunyi senyap jadi Myungsoo mau tak mau harus benar benat sunyi senyap juga.
Selama dua jam -hingga waktu menunjukkan pukul 9- Myungsoo bertahan dalam posisi itu, sambil sesekali mencatat hal yang penting. Oh benar, Myungsoo adalah namja paling pintar semasa SMP dulu. Jadi ia gampang mengerti semua pelajaran yang diberikan.
"Baiklah, hanya itu saja meteri kita untuk hari ini. Hari ini tidak ada tugas, aku yakin Mrs. Kang sudah memberi kalian tugas begitu banyak. Berterimakasihlah padaku aku tidak menambahnya." ucap Mrs. Yong. Mrs. Yong lalu berjalan keluar kelas dengan membawa buku-bukunya.
Myungsoo menoleh ke arah Kevin yang sedang merapikan buku-bukunya, "Kau berhutang penjelasan padaku, Kev."
Kevin menghela nafas dan berhenti memasukkan buku-bukunya, beralih menatap Myungsoo. "Baiklah, baiklah. Apa yang ingin kau tahu?"
"Semuanya." jawab Myungsoo singkat.
"Kau lebih banyak berhutang padaku karena ini, Myung," sindir Kevin. "Aku tahu, kau menyukai Sungyeol sunbaenim, bukan?"
Myungsoo mengangguk.
"Dan Hampir setengah namja di sekolah ini menyukai Sungyeol sunbaenim. Mereka hingga rela bertengkar, memaki, sampai melakukan hal ekstrim seperti yang dilakukan Jiyong sunbaenim kemarin. Mereka sangat tergila gila pada Sungyeol sunbaenim hingga rela melakukan apa saja. Apa saja, Myung." Kevin memberi penekanan di setiap kata katanya. Myungsoo merasa harapannya sedikit pupus karena mendengar separuh siswa menyukai Sungyeol.
"Jadi intinya, menyukai Sungyeol-sunbaenim itu berbahaya, Myung." ucap Kevin pada akhirnya. Myungsoo mengernyitkan dahinya, kata kata Kevin sungguh tidak masuk akal menurutnya. Bagaimana bisa, menyukai seseorang itu berbahaya? Sungguh tidak masuk akal.
"Bagaimana bisa menyukai seseorang itu berbahaya..!?" ucap Myungsoo ketus, "aku pergi dulu."
Myungsoo lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kelas dengan wajah yang jengkel. Kevin menghela nafas, ia sudah bisa menduga bahwa Myungsoo tidak akan percaya pada perkataannya. Kevin lalu mengambil tasnya dan keluar dari kelas.
-ROSE, a story of a difference
Myungsoo masih kesal dengan perkataan Kevin. Entah mengapa, kakinya melangkah membawanya ke kebun belakang. Myungsoo merasakan hawa sejuk setelah keluar dari lorong dan menginjakkan kaki di rerumputan. Bagus juga untuk menyegarkan pikiran-pikir Myungsoo. Entah mengapa akhir akhir ini ia banyak pikiran, dan sebagian besar pikirannya itu tentang Sungyeol, namja prefek yang belum tentu mengingatnya, apalagi mengenalnya. Namja yang jauh dari jangkauan Myungsoo.
Myungsoo berjalan sebentar menyusuri kebun belakang yang memang sepi dari siswa itu. Namun langkahnya terhenti saat ia menangkap sosok yang duduk di bangku didepan kolam. Karena bangku itu membelakangi Myungsoo, ia hanya bisa melihat rambut dan seragam sosok itu. Namun Myungsoo sudah sangat yakin bahwa pemilik rambut berwarna light-brown itu adalah Sungyeol. Ya, Lee Sungyeol sang prefek kini sedang ada di hadapannya.
Dengan gugup, Myungsoo berjalan mendekat kearah Sungyeol. Myungsoo lalu memberanikan diri duduk di sebelah Sungyeol.
"Su... Sungyeol-sunbaenim..?" sapa Myungsoo.
Sosok itu begitu indah... Tatapan mata hazel nya yang menyiratkan sejuta makna, dapat menyihir siapa saja yang melihatnya. Myungsoo tidak dapat mengalihkan pandangannya dari sosok indah di hadapannya itu.
"Hmm..?" saut Sungyeol singkat. Myungsoo gelagapan karena sapaannya dibalas oleh Sungyeol. Berlebihan memang, tapi Myungsoo merasakan ada seribu kembang api di otaknya. Berada sedekat ini dengan Sungyeol bagaikan mimpi.
"Ee... Anu.. Apa ya..?"
PABO KIM MYUNGSOO..! Kenapa saat ada kesempatan bisa sedekat ini dengan Sungyeol, ia malah tidak bisa berkata apa-apa..!? Demi apapun, ini kesempatan langka..! Myungsoo benar benar merutuki dirinya sendiri saat itu juga. Kalau ada jurang di dekatnya, Myungsoo pasti sudah memilih untuk loncat saat itu juga.
"Apa..?" ucap Sungyeol. Pandangannya masih tidak lepas dari kolam ikan di depannya. Tenang... Wajahnya begitu tenang... Myungsoo benar benar tidak tahu harus berkata apa apa lagi. Dengan melihat wajah damai Sungyeol saja, Myungsoo sudah senang setengah mati.
"Se...sebenarnya... Aku ingin mengenalmu lebih jauh, Sunbaenim..." Myungsoo berusaha terlihat setenang mungkin, ia tidak mau terlihat bodoh di depan Sungyeol. Sungyeol menoleh kearah Myungsoo. Myungsoo terhenyak.
"Benarkah..?" ucap Sungyeol.
"Be...benar..." jawab Myungsoo terbata. Sungyeol mengangguk kecil.
"Aku mengerti... Aku mengundangmu datang ke Swan gazebo besok seusai pelajaran pertama," Sungyeol lalu beranjak dan pergi meninggalkan Myungsoo yang masih tercengang... Sungyeol... Mengundangnya ke Swan gazebo..!?
Senyuman terukir indah di bibir Myungsoo, ia tidak mau membuang kesempatan emas ini dan mengangguk cepat. Sungyeol lalu tanpa menoleh beranjak dari kursi dan berjalan menjauhi Myungsoo. Myungsoo lalu tersenyum lebar dan menyandarkan kepalanya ke sandaran bangku. Hari ini sungguh indah, bukan?
Myungsoo masih terus membayangkan apa yang ingin dilakukannya dengan Sungyeol nanti hingga sebuah tepukan di bahu menginterupsinya. Myungsoo terkejut dan menegakkan duduknya. Ia menoleh dan mendapati Woohyun yang berjalan dan duduk di sebelahnya.
"Kelihatannya kau senang sekali.. Ada apa?" tanya Woohyun penasaran. Senyum di bibir Myungsoo kembali terkembang. Ia kembali menolehkan kepalanya ke arah langit.
"Kau tahu? Aku sangat menyukai ketua prefek Red House, Lee Sungyeol sunbaenim.." Myungsoo memulai ceritanya. Woohyun melebarkan matanya, namun tidak berniat membuka suara sebelum Myungsoo menyelesaikan ceritanya. "tadi aku bilang aku ingin mengenalnya lebih jauh, dan tebak dia menjawab apa..."
Woohyun mengangkat alisnya bingung, "apa?"
"Dia mengundangku ke Swan gazebo besok...! Oh, ini seperti mimpi.." Myungsoo bicara sangat antusias. Woohyun semakin membelalakkan matanya terkejut.
"Ba...bagaimana bisa... Tidak sembarang orang bisa masuk ke Swan gazebo..." Woohyun masih terkejut. Myungsoo semakin tersenyum lebar, karena ia berpikir ia telah di spesial-kan oleh Sungyeol. Memikirkan itu saja Myungsoo sudah senang setengah mati.
"Kalau aku, aku sangat mengagumi Luhan sunbaenim.. Wajahnya sangat manis, dan, ah, jangan lupakan senyumannya itu.." ucap Woohyun menerawang, mencoba membayangkan wajah Luhan, tanpa sadar bibirnya menyunggingkan senyuman. "tapi.. Lee Minhyuk sunbaenim selalu berada di dekatnya.."
"Begitu... Aku juga kesal setiap kali Bang Yongguk sunbaenim berdekatan dengan Sungyeol sunbaenim. Itu membuatku risih." umpat Myungsoo. Woohyun tersenyum, menepuk pundak Myungsoo agar namja itu bisa meredam emosi.
"Lee Sungyeol sunbaenim itu... Hampir separuh sekolah menyukainya, apa kau tidak takut?" Woohyun menggoda Myungsoo. Myungsoo menoleh dan memberikan ekspresi menantang pada Woohyun.
"Aku tidak akan takut pada apapun selama itu menyangkut masalah Sungyeol sunbaenim." ucap Myungsoo tegas. Ia menggertakkan giginya, rahangnya yang tegas itu mengeras.
"Haha... Baiklah baiklah. Kajja." Woohyun berdiri, diikuti oleh Myungsoo. Mereka berdua lalu berjalan menjauhi bangku dan keluar dari kebun belakang.
Setelah dipastikan mereka berdua benar benar menghilang, sesosok namja keluar dari persembunyiannya dibalik pohon dan menatap bangku kosong itu getir. Namja berambut blonde itu tersenyum meremehkan, sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Aku telah memperingatkanmu, Kim Myungsoo..."
-ROSE, a story of a difference
Itaewon, 15th of March
Hari ini, entah mengapa, Myungsoo sangat excited dalam mengikuti pelajaran Sosiologi Mrs. Yoon. Padahal pelajaran itu begitu membosankan, sehingga Kevin yang duduk di belakang Myungsoo menguap berkali kali. Myungsoo memperhatikan, memaku matanya ke arah penjelasan Mrs. Yoon, dan mencatat apa yang penting. Namun Myungsoo sesekali melirik ke arah jam, ia menunggu jam 9. Kenapa waktu begitu lambat!? Myungsoo melirik kembali benda bulat di dinding sebelah papan tulis itu, yang menunjukkan pukul 08.45.
Sebentar lagi... Sebentar lagi, Kim Myungsoo, sabar...
"Baiklah, pelajaran kita hari ini selesai. Aku hanya ingin memberi tugas halaman 12, nomor 1-5. Dikumpulkan besok lusa waktu pelajaran saya." Mrs. Yoon lalu mengambil buku-bukunya dan keluar dari kelas. Myungsoo tersenyum sangat lebar, ia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu Sungyeol.
"Kim Myungsoo... Mau kemana kau?" tanya Kevin. Myungsoo hanya diam sambil masih memasukkan buku bukunya ke dalam tas. Kevin menghela nafas kasar saat tahu Myungsoo samasekali tidak menghiraukannya. Sejujurnya, Myungsoo masih kesal dengan perkataan Kevin tentang Sungyeol. Ia hanya-tidak menyangka Kevin akan berbicara seperti itu.
"Yak, Kim Myungsoo..!" Kevin menarik bahu Myungsoo, sehingga Myungsoo kini menghadap ke arahnya. Kevin terhenyak saat ia melihat ekspresi Myungsoo yang dingin dan samasekali tak bersahabat. Kevin terkekeh sarkatis.
"Seperti inikah wujud asli Kim Myungsoo?" ucap Kevin sarkatis. Myungsoo tidak mengubah ekspresi dinginnya dan itu membuat Kevin sedikit takut. Myungsoo lalu menepis kasar tangan Kevin dan berjalan keluar dari kelas.
"Semuanya bisa berubah drastis kalau menyangkut Lee Sungyeol..." Kevin menghela nafas kasar, "kau harus sangat berhati hati Kim Myungsoo.."
-ROSE, a story of a difference
Myungsoo berjalan menuju Swan gazebo tepat setelah ia keluar dari kelas. Beruntunglah ia tidak buta arah, jadi ia bisa menghapal letak Swan gazebo yang berada di gedung utama. Ia berjalan begitu cepat dan tidak ingin menghiraukan orang-orang yang melihatnya dengan tatapan aneh. Setelah berjalan cukup lama, ia akhirnya sampai di depan pintu Swan gazebo. Myungsoo membetulkan rambutnya, sedikit merapikan jubahnya yang sedikit lusuh karena berjalan cepat tadi, dan menyiapkan keberanian.
Myungsoo menghela nafas lalu dengan perlahan mengetuk pintu ukir yang begitu besar itu. Tak berselang lama kemudian pintu besar itu terbuka, menunjukkan sosok tegas Bang Yongguk. Melihat siapa yang membuka pintu, rahang Myungsoo mengeras, tangannya mengepal hingga menimbulkan buku buku jari Myungsoo memutih. Entah mengapa ia sangat membenci namja itu. Cemburu? Ya, memang Myungsoo cemburu dengan orang ini... Myungsoo tanpa sadar memberikan tatapan dingin dan meremehkan kepada namja di depannya itu. Yongguk pun seakan tahu maksud Myungsoo, menatap Myungsoo penuh kebencian.
"Mau apa kau kesini?" tanya Yongguk ketus. "kau tahu, kan, kalau tidak sembarang orang bisa masuk ke Swan gazebo?"
"Aku tahu." Myungsoo menatap lurus ke mata Yongguk, seakan mengibarkan bendera perang padanya. "Lee Sungyeol sunbaenim sendiri yang mengundangku kesini, apakah ada masalah, Yongguk sunbaenim?"
Myungsoo memberi penekanan pada kata 'mengundang'. Yongguk sedikit membulatkan matanya, namun segera memasang wajah tanpa ekspresi itu lagi. Myungsoo bersorak kemenangan di dalam hati karena ia rasa ia sudah selangkah lebih dekat dengan Sungyeol. Dan melihat ekspresi terkejut Yongguk tadi, Myungsoo sudah seperti meluncurkan satu serangan ke arah musuh.
"Baiklah. Masuklah." ucap Yongguk sinis. "dan kuharap kau tak berlama lama, karena aku muak melihat wajahmu."
Myungsoo menyunggingkan senyum meremehkannya pada Yongguk. Hal itu menyulut emosi Yongguk, dan kalau saja itu bukan di Swan gazebo, ia pasti akan menghajarnya seperti kejadian Jiyong tempo hari. Bocah itu mengibarkan bendera perang kepada seseorang yang salah-pikir Yongguk.
Saat Myungsoo memasuki Swan gazebo, pandangannya langsung tertuju kepada Sungyeol yang sedang memberi makan ikan. Ah, lucu sekali wajahnya. Myungsoo terus memperhatikan Sungyeol hingga tidak menyadari bahwa Sunggyu, Sungjong, dan Luhan heran, kenapa ia bisa berada di Swan gazebo. Bukan heran sebenarnya-mereka geram. Berani beraninya bocah baru itu masuk seenaknya ke Swan gazebo!?
Belum sempat Sungjong akan melontarkan kemarahannya, Myungsoo langsung berjalan mendekati Sungyeol. Sungjong yang merasa tidak dihormati pun mengernyitkan dahinya menahan amarah. Mengerti apa yang dirasa prefeknya, Byunghun pun mengelus pundak Sungjong dan memberikan senyuman yang seakan berbicara 'Sabar, hyung'. Sungjong lalu mengangguk mengerti dan kembali meminum teh Earl-grey sorenya.
Myungsoo berjalan mendekati Sungyeol dan duduk disampingnya. Sungyeol menoleh, dan melihat Myungsoo sudah ada di sampingnya. Sungyeol lalu mengalihkan pandangannya kembali ke kolam ikan, dan kembali menaburkan makanan ikan itu di permukaan kolam.
"Jadi, siapa namamu..?" tanya Sungyeol membuka pembicaraan. Myungsoo mengernyit, bukankah waktu menyerahkan dokumen, Myungsoo sudah memperkenalkan namanya? Hah... As expected, the cold Lee Sungyeol.
"Kim Myungsoo imnida." jawab Myungsoo, berusaha senormal mungkin untuk berbicara agar Sungyeol tidak tahu bahwa jantungnya sekarang sedang berdetak sekencang kuda di acara pacuan kuda yang sering appa-nya tonton setiap Sabtu malam-dan Myungsoo tahu itu karena appa-nya menontonnya dengan volume yang bisa membangunkan satu kampung sekaligus. Untunglah rumah Myungsoo sangat besar, jadi tetangga mungkin tidak mendengar.
"Tidak usah gugup seperti itu, aku tidak akan menggigitmu," ucap Sungyeol sambil tersenyum tipis dan menoleh ke arah Myungsoo. "maaf kalau kesan pertamamu padaku terlihat menyeramkan, tapi aku tidak se-menyeramkan itu."
Oh Tuhan... Dia tersenyum... Rasanya Myungsoo sangat ingin menculiknya dan membawanya ke rumah agar ia bisa melihat Sungyeol setiap saat. Tanpa gangguan Bang Yongguk dan yang lainnya.
"Ah, aniyo... Kau tidak menyeramkan kok, Sunbaenim. Jangan berpikiran seperti itu.." Myungsoo membalas senyuman Sungyeol. Namun apakah Myungsoo menyadari, bahwa... Pipi Sungyeol sedikit memerah?
"Benarkah..? Tapi aku pikir semua orang menjauhiku karena aku menyeramkan..." ucap Sungyeol sambil menatap kolam ikan di depannya dengan pandangan sendu. Myungsoo ingin sekali memeluk makhluk indah di depannya itu, dan tak akan berniat melepasnya.
"Sunbaenim... Tahukah kau hampir separuh sekolah ini menyukaimu?" Myungsoo mencoba memberi Sungyeol kepercayaan diri, walau sebenarnya Myungsoo tidak tahu apakah perkataannya itu akan didengar-apalagi diingat oleh Sungyeol?
"Arra..." Sungyeol menjawab dengan sebuah senyuman. "tapi mereka bukan menyukaiku, mereka terobsesi denganku. Dan aku benci itu."
Myungsoo terhenyak. Kejadian Kwon Jiyong dan perkataan Kevin berputar kembali di otaknya. Memang benar.. Mereka sangat terobsesi pada Sungyeol hingga berani berbuat apapun. Cinta itu buta, cinta itu obsesi. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Sungyeol. Myungsoo tahu Sungyeol sangat tertekan dengan kehidupannya. Mata Sungyeol kini menyorotkan kesedihan, keperihan, tekanan batin, dan kerapuhan. Satu hal yang membuat Myungsoo selangkah lebih maju daripada Bang Yongguk, ia tahu Sungyeol. Dan ia tidak terobsesi pada Sungyeol, tidak, ia mencintainya. Cinta yang benar-benar tulus tanpa ke-posesifan. Ia ingin menjaganya, menjaga senyuman itu tetap terukir di bibirnya, dan bukan wajah tanpa ekspresi.
"YAH..! Sungyeol, kenapa bocah ini bisa masuk ke sini..!?" Ucap Sunggyu ketus, merasa tidak dihiraukan dari tadi. Sungjong dan Luhan-bahkan seluruh ruangan menoleh kaget mendengar Sunggyu yang mengeluarkan emosinya. Pasalnya, selama ini walau keadaan apapun, Sunggyu tidak pernah meledakkan amarahnya. Ia selalu tenang, walaupun tidak setenang Sungyeol.
Sungyeol menoleh kearah Sunggyu dengan masih tidak mengubah ekspresi tidak pedulinya. "Kenapa? Ada masalah?"
Perkataan Sungyeol itu membuat emosi Sunggyu tersulut, namun Sunggyu hanya menggigit bibirnya untuk menahan amarah dan lebih memilih untuk diam. Ia kalah, tatapan mata Sungyeol terlihat mengintimidasinya. Sungjong dan Luhan hanya bisa diam kalau menyangkut masalah Sungyeol, mereka juga tidak berani dengan sosok itu. Tanpa disadari, sepasang mata sedang memperhatikan Sungyeol dan Myungsoo dengan penuh amarah. Ya, Bang Yongguk sangat kesal mendengar Sungyeol membela bocah itu.
"Apakah tidak apa apa aku disini?" ucap Myungsoo pada Sungyeol, "sepertinya mereka semua tidak menyukaiku."
"Kau tamuku. Aku juga berhak mengundang orang lain ke Swan gazebo, bukan? Aku juga seorang prefek." ucap Sungyeol. "sudah waktunya makan siang, bukan? Besok kembalilah kesini lagi, Myungsoo-ssi."
"Eum. Pasti." Myungsoo tersenyum lebar, lalu berjalan meninggalkan Sungyeol.
-tbc-
Balasan review :
Ichizenkaze : hiksuuu T,T maafin Rock updatenya lama, soalnya Rock habis tes masuk sma :3 ni ff semakin semakin semakin ngebosenin qaqa~ *gegulingan* makasih udah review terus ini ff gaje :3
Hello osh : enggg... Maafin Rock updatenya lamaaa yaaa T,T Ujong itu anak ane *wadeziq* heheee :3 Mingsoo kepanasan? Hmm~ Rock pikirin deeeh :D anooo, makasih udah review ff gaje ini ya :3
Dongya95 : ettoo... Rock suka crack pair soalnya, heheee miaaan T,T makasih udah review :3
Diahmiftachulningtyas : uwaaaa Sungyeollieeee T,T *ikutan panik* *dijambak Sungyeol* heheee... Makasih udah review terus di ff gaje ini chingu muehehe :3
URuRuBaek : *bawa banner Mingsoo* hwaitingg~ :D makasih udah review :3
Yui the Devil : etooo... Bbang sukanya sama Rock.. *digebukin Babyz* muehehee :3 makasih udah review, mian lamaaa T,Tv
Rin : eeetooo... Udah diketik chingu T,T miaaann ne? Hiksuuu TwT syudah dipanjangin kok, makasih udah review ya :3 mian lama T,Tv
BenS2Panda : huaaaa ini ceritanya makin ngebosenin chingu, suerrr T,Tv iya, bang Jidi yang cetarrrr *loh? Kevin Woo itu Kevin U-Kiss qaqa~ :3 iyanih, Mingsoo sih pake malu malu segala :p *dijitak Mingsoo* mueheheee... Ngga bosen kok, malahan yang ngebosenin tuh nih ff T,T *nyemplung sumur* makasih udah review, mian lamaaa TwTv
Baekyeolism : daijobu desu~ :D pake racun cinta punya Rock *walah* iyadongg, Bbang saingan Mingsoo mueheheee :3 ini ff ngebosenin suer chingu TwTv maaf lamaaa updatenya, makasih udah review~ :3
