Pairing : Kihyun

Rate : T

Warning : No Bash

Happy Reading!

.

.

Kyuhyun berjalan di taman. Kepalanya terus menoleh ke kanan dan ke kiri berulang kali. Namun mata indahnya belum juga melihat pemuda tampan. Pemuda yang memintanya datang ke tempat yang Kyuhyun tidak sukai. Kyuhyun tidak suka taman. Karena taman hanya membuatnya melihat adegan mesra sepasang kekasih.

"Uhh lama sekali. Seperti Yeoja yang harus berias saja." Kyuhyun melihat jam di pergelangan tangannya. "Waktuku habis terbuang." Waktu yang di maksud Kyuhyun bukanlah waktu berharga seperti orang sibuk pada umumnya. Tapi, "Seharusnya aku bisa menambah level." Itu lah yang Kyuhyun maksudkan.

"Selain membuat menunggu, membuatku jengkel, apalagi yang bisa manusia es itu lakukan?" Kyuhyun terus mendumel panjang lebar. Ia tidak menyadari Kibum berdiri di belakangnya dengan bersedekap tangan.

"Banyak yang bisa ku lakukan." Kyuhyun terlonjak saat Kibum mengeluarkan suaranya tiba-tiba.

"Hyung, kenapa mengagetkanku?"

"Itu tambahan yang bisa ku lakukan."

"Ck, menyebalkan. Hyung kita tidak berpacaran secara resmi. Kenapa kau mengajakku berkencan?' tanya Kyuhyun dengan nada kesalnya.

"Menurutmu ini kencan?" Kibum balik bertanya.

"Jadi apa lagi?" Kyuhyun sedikit ragu dengan jawabannya. Tapi seingatnya, hanya pasangan yang berkencan yang bertemu di taman seperti mereka.

"Aku cuma bilang ingin menemuimu." Kyuhyun menggaruk kepalanya. Ia benar-benar harus sabar jika berhadapan dengan Kibum. "Aku cuma ingin kau menemaniku di sini," lanjut Kibum.

"Hyung, sampai kapan aku harus jadi kekasihmu, eoh? Aku kan hanya sekali menciummu. Tapi kenapa harus membayar selama ini?" Kyuhyun memainkan ujung jaketnya. Kibum melirik sekilas. Ia tersenyum tipis melihat kelakuan Kyuhyun.

"Sudah ku katakan kalau aku bosan." Rasanya tanduk Kyuhyun ingin mencuat. Namun ia tetap sabar. Lebih tepatnya memaksa bersikap sabar. Kyuhyun ingin hutangnya dengan Kibum lunas. Dengan begitu, ia bisa hidup dengan tenang.

"Aku serius Hyung. Sampai kapan aku harus jadi pacarmu?" tanya Kyuhyun tak sabaran.

"Sampai kau mengandung anakku."

Mata Kyuhyun membola. Ia menatap tidak percaya ke arah Kibum yang berucap begitu santainya. "Mwo? kau gila Hyung? mimpi apa aku mengandung anakmu? Lagi pula kau lupa aku ini namja?" tanya Kyuhyun menggebu-gebu. Ia benar-benar geram melihat Kibum yang begitu santai.

"Aku tahu. Dan aku lebih tahu. Kau lupa aku kuliah di mana?" Kyuhyun bungkam. Bukan tidak bisa melawan perkataan Kibum. Tapi ia membayangkan hamil. Berjalan dengan perut yang membesar membuatnya bergidik ngeri. Walau bagaimana pun ia tetaplah namja yang tidak bisa melahirkan. Bahkan tidak ingin sama sekali.

"Jangan kau gunakan teori kedokteranmu di sini Hyung? lagi pula, kau fikir aku mau hidup dengan manusia es sepertimu?" Kibum berbalik. Ia menoleh Kyuhyun yang duduk di sampingnya.

"Walau kau sebut aku manusia es, tapi aku tetap bisa menghangatkanmu."

Blush…

Wajah Kyuhyun memanas mendengar pernyataan Kibum. Rasanya ingin Kyuhyun berlari dan berteriak. Kibum benar-benar membuatnya gila. Bisa membuatnya jengkel, penasaran, dan malu di saat yang bersamaan.

"Kau mau aku membuktikannya?" Kyuhyun langsung gelagapan menjawab pertanyaan Kibum.

"Hyung gila, tentu saja tidak," elak Kyuhyun. Walau dalam hati ia ingin menyentuh kotak enam di balik kemeja Kibum.

.

Aila Nesya

.

"Hai Baby." Kyuhyun berbalik. Wajahnya masam memandang seseorang yang ia tunggu.

"Hyung masih bisa senyum? Hyung tahu sudah membuat Kyu menunggu lama?"

Bugh…

"Aawww." Tubuh Siwon langsung merosot. Wajahnya merah padam menahan sakit. Tangannya ia katupkan tepat di selangkangannya. "Baby, kenapa kau memukul Hyung?"

"Itu balasan karena Hyung membuat Kyu menunggu." Kyuhyun melipat tangannya di depan dada dengan angkuh.

"Tapi tidak dengan memukul masa depanku," jawab Siwon susah payah. Wajahnya memerah menahan sakit.

"Biar saja," balas Kyuhyun tidak peduli. "Salah siapa Hyung lebih memilih nenek sihir itu? Kyu tidak suka menunggu."

"Walau bagaimana pun dia itu akan menjadi noona Kyu." Siwon sesekali meringis merasakan selangkangannya yang berdenyut.

"Terserah Hyung saja. Kyu mau ice cream sekarang."

"Aigoo…hanya karena ice cream Kyu membuat hyung hampir kehilangan sesuatu yang paling berharga." Kyuhyun mendecih melihat wajah Siwon yang menurutnya sangat berlebihan. Wajah tampan sepupunya itu selalu di kalahkan dengan tampang idiotnya.

"Tidak…tidak. Kyu ingin berbicara serius." Tanpa mau mendengar tanggapan Siwon, Kyuhyun langsung menarik Siwon masuk ke dalam kedai ice cream. Sedangkan Siwon hanya bisa pasrah. Ia tidak akan pernah menang melawan sepupu nakalnya itu.

"Kyu, mau berbicara apa, eoh?" tanya Siwon. Kyuhyun mengangkat tangannya supaya Siwon tidak berbicara. Ia sedang asyik melahap satu cup ice cream. Lagi-lagi Siwon hanya bisa diam. Dengan sabar, ia menunggu Kyuhyun menghabiskan ice creamnya.

"Hyung, apa yang membuat seseorang bosan dengan kekasihnya?" tanya Kyuhyun serius. Ia telah menyingkirkan cup ice cream yang sudah kosong.

"Kenapa baby bertanya seperti itu?"

"Hyung, jangan panggil Kyu, baby lagi. Kyu sudah dewasa. Hyung tidak lihat Kyu sudah kuliah dan bisa membawa mobil?" Siwon hanya menahan senyumnya. Baginya Kyuhyun itu tidak berubah. Manis, lucu namun sangat nakal di saat yang bersamaan.

"Ya, ya, ya, baiklah. Mungkin kalau kekasihnya tidak bisa di atur dan sering membuat onar."

Mendengar kata 'tidak bisa di atur' dan 'membuat onar' membuat Kyuhyun menyeringai senang. "Jadi dengan begitu Kibum hyung bisa bosan? Sepertinya mudah. Membuat onar adalah keahlianku," batin Kyuhyun girang.

"Lalu apa lagi, Hyung?" tanya Kyuhyun semangat

.

Aila Nesya

.

"Aku sudah menuruti semua keinginan kalian. Jadi jangan ganggu hidupku lagi," desis Kibum tajam. Rahangnya mengeras menahan amarah.

Brak…

Kibum meletakkan iphonenya saat pintu di buka dengan paksa. "Maaf Sajangnim. Saya sudah mencegahnya tapi—"

"Tidak apa-apa. Keluarlah!" ucap Kibum lembut. Sangat berbeda dengan nada bicaranya beberapa detik yang lalu.

"Hyung, kenapa tidak membalas pesanku?" tanya Kyuhyun. Ia melempar ranselnya dengan asal. Lalu merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja Kibum.

"Tidak ada pesan darimu," jawab Kibum sembari melanjutkan pekerjaannya.

"Ck, Hyung alasan. Bilang saja Hyung tidak mau membalas pesanku." Kibum diam. Ia tidak menanggapi ocehan Kyuhyun. Perhatiannya masih fokus pada tumpukan berkas di hadapannya.

"Hyung kenapa diam saja? Aku sedang berbicara."

"Aku sedang kerja, Kyu." Lagi-lagi suara Kibum masih melembut. Kyuhyun kira Kibum akan marah. Karena ia tahu Kibum sedang sibuk.

"Hyung, kenapa masih mahasiswa sudah menjadi pengusaha? Apa enaknya hidup seperti itu? Kapan Hyung bersenang-senang?" Kibum menghentikan kegiatannya. Matanya kosong menatap berkas di hadapannya. Namun beberapa saat kemudian, Kibum melanjutkan kegiatannya.

"Ck, Hyung menyebalkan. Sudah lah aku pulang saja," ucap Kyuhyun dengan nada merajuknya. Lagi-lagi Kibum diam. Kyuhyun mengepalkan tangannya karena Kibum tidak mangacuhkannya. Rasanya ia benar-benar kesal melihat wajah flat itu.

Kyuhyun keluar dari ruangan Kibum dengan membanting pintu. Ia berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya ke lantai.

"Ugghh… Kibum menyebalkan." Kyuhyun pulang dengan wajah cemberut. Padahal tadi ia berharap bisa membuat Kibum kesal. Tapi justru ia yang kesal setengah mati karena ulah Kibum.

.

Aila Nesya

.

"Kau yakin, Kyu?" Kyuhyun mengangguk mantap. Ia telah membulatkan tekadnya.

"Baiklah. Ayo kita masuk." Hongki dan Kyuhyun memasuki ruangan kolam berenang yang memang tersedia di kampusnya.

Saat mereka masuk, yang pertama menyapa mata 'polos' mereka adalah gadis-gadis yang mengenakan pakaian serba terbuka. Hanya beberapa bagian yang menutupi daerah tertentu.

"Bagaimana, Kyu?" tanya Hongki. Kyuhyun belum bisa menjawab. Ia masih mencoba memperhatikan lebih detail gadis-gadis sexy itu. "Apa ada sesuatu yang kau rasakan?" tanya Hongki lagi. Ia benar-benar penasaran saat ini.

"Beri aku waktu lima menit lagi." Hongki mengangguk. Demi mendukung kelancaran usaha sahabatnya, Hongki menuruti kemauan Kyuhyun.

Lima menit yang Kyuhyun minta telah berganti menjadi sepuluh menit. Namun Kyuhyun juga belum menunjukan reaksi.

"Aaarrgghht…" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. "Kenapa tidak ada yang bisa membuatku merasa tertarik?" keluh Kyuhyun. Wajahnya benar-benar terlihat frustasi. Sebagai laki-laki seharusnya ia tertarik melihat tubuh gadis-gadis yang di pertontonkan dengan gratis. Tapi tidak dengan Kyuhyun. Ia justru memandang tanpa minat. Yang ia bayangkan justru bagaimana kalau Kibum berenang hanya mengenakan celana pendek.

"Aku bisa gila." Lagi-lagi Kyuhyun mengerang frustasi.

"Hah… sudahlah Kyu. Sepertinya kau memang tidak bisa menyukai lawan jenis." Hongki tidak seperti Kyuhyun. Ia normal seperti laki-laki pada umumnya. Karena ia juga memiliki yeojachingu. Tapi Hongki tidak merasa aneh berteman dengan Kyuhyun. Hongki tidak khawatir Kyuhyun akan menyukainya. Karena mereka sahabat. Bahkan Hongki menyayangi Kyuhyun seperti saudaranya.

"Kau benar. Aku sama sekali tidak tertarik melihat mereka. Bahkan saat mereka berpakaian seperti itu. Tapi kalau—" Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya. Ia terlalu malu untuk mengatakan pada Hongki kalau ia tadi justru membayangkan Kibum topless.

"Sudahlah. Ayo kita pergi dari sini. Aku takut akan bereaksi padamu." Hongki hanya memberikan cengirannya. Sebagai laki-laki normal, Hongki pasti merasakan sesuatu.

Kyuhyun menghentikan langkahnya menarik Hongki. Beberapa meter darinya berdiri Kibum dengan melipat tangan di dada. Tangan Kyuhyun mengepal saat melihat arah pandang Kibum. Dengan langkah tergesa-gesa, Kyuhyun langsung menyeret Kibum keluar.

"Hyung sedang apa di sini?" tanya Kyuhyun galak.

"Aku sedang melihat sesuatu yang indah." Lagi-lagi tangan Kyuhyun mengepal erat. Tidak tahu kenapa, tapi ia benci saat Kibum mengatakan gadis itu indah.

"Dasar mesum."

Kibum maju ke arah Kyuhyun. Otomatis Kyuhyun mundur. Kyuhyun terus mundur hingga tembok menghentikan langkahnya. "Hy-hyung mau apa?" tanya Kyuhyun gugup.

Kibum hanya tersenyum. Matanya menatap lekat ke dalam bola mata Kyuhyun. Tangannya ia letakan di kedua sisi kepala Kyuhyun. "Apa yang kau lakukan di sana?" dari jarak yang sangat dekat, Kyuhyun bisa merasakan terpaan nafas Kibum.

"Aku…aku hanya…aku tidak sedang melakukan apa-apa. Hanya melihat-lihat," jawab Kyuhyun belepotan.

"Bagitukah?" Kyuhyun merinding saat nafas Kibum terasa ke lehernya.

Kibum mendekatkan wajahnya. Kali ini Kyuhyun tidak menutup mata. Karena Kyuhyun tahu, Kibum tidak akan menciumnya. Apalagi di tempat umum seperti saat ini. Namun dugaan Kyuhyun salah. Kibum menciumnya dengan sangat lembut di pipinya. Hanya pipi bukan bibir. Tapi bisa membuat tubuh Kyuhyun melemas. Kulit pipi Kyuhyun bisa meraskan halusnya bibir Kibum.

Mulut Hongki melebar melihat tontonan gratis di hadapannya. Ia menutup matanya. Tapi tetap mengintip dari sela-sela jarinya.

Mahasiswi yang melihat terpekik tertahan melihat adegan Kibum mencium Kyuhyun. Walau hanya di pipi, tapi membuat hati mereka tercabik.

"Jangan pernah bermain di belakangku," bisik Kibum lembut. Lagi-lagi tubuh Kyuhyun bergidik karena nafas Kibum. apalagi bibir Kibum menyentuh telinganya.

Setelah Kibum pergi, tubuh Kyuhyun langsung melemas hebat. "Gila, dia benar-benar gila. Kenapa hanya dengan mencium pipiku bisa membuatku seperti ini," batin Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun memerah saat menyadari perbuatan Kibum menjadi tontonan. Karena malu, Kyuhyun langsung berlari ke kelasnya di ikuti Hongki di belakangnya.

.

Aila Nesya

.

"Kyu, kau tidak mencintai Kibum kan?"

"Tentu saja. Kau fikir untuk apa aku mencintai manusia es seperti dia?" Hongki menyipitkan matanya ke arah Kyuhyun. "Yak, kenapa kau melihatku seperti itu?" Kyuhyun merasa terganggu dengan cara Hongki memandangnya.

"Tapi kenapa tadi ekspresimu seperti gadis saja?" Kyuhyun memegang kedua pipinya. Mengingat kejadian beberapa saat lalu membuat pipinya kembali memanas. "Ah…aku lupa. Posisimu kan memang di bawah. Wajar saja kau malu seperti seorang gadis saat Kibum menciummu."

Plak…

"Hentikan ocehanmu itu Hongki-ya.

"Yak, tidak bisa kau tidak memukulku? Aku hanya mengatakan sesuai yang ku lihat," dengus Hongki sebal.

"Dan kau!" Kyuhyun menunjuk tepat di wajah Hongki. "Apa kau tidak bisa sekali saja berhenti bertanya tentang Kibum?" tanya Kyuhyun dengan mata melotot. Namun Hongki sama sekali tidak takut. Baginya sekali imut, tetaplah imut.

Dengan malas, Hongki menurunkan jari Kyuhyun yang menunjuk wajahnya. "Aku tadinya tidak mau memikirkan kalian. Tapi karena kau sahabatku, aku jadi kefikiran. Kau tahu Kyu? Aku tidak menyangka kalau Kibum itu sama sepertimu. Karena yang aku tahu, Kibum itu pernah akan di tunangkan dengan seorang gadis yang sangat cantik."

"Benarkah seperti itu?" Hongki menangangguk. "Kalau memang dia normal, tapi kenapa dia memaksaku menjadi kekasihnya?" Hongki mengedikkan bahunya. "Apa dia memanfaatku saja Hongki-ya?"

"Memanfaatkan? Kau fikir apa yang bisa dia manfaatkan darimu? Segala yang kau punya dia juga punya." Hongki menghentikan ucapannya. Memberi waktu untuk Kyuhyun memikirkan ucapannya. "Kalau kau mengatakan dia memanfaatkan tubuhmu, memangnya apa yang pernah dia lakukan padamu? Bukannya kau yang bilang Kibum tidak menciummu setiap hari sesuai permintaannya."

"Kau benar Hongki-ya. Dia hanya menciummu sekali. Itu pun hanya di pipi," keluh Kyuhyun. Sadar atau tidak, ucapan Kyuhyun seolah-olah menyayangkan kenapa Kibum hanya mencium pipinya.

"Kau tidak sadar, Kyu? Kau seolah-olah ingin Kibum menciummu lebih." Kyuhyun berdehem keras mengurangi kegugupannya. Tiba-tiba saja ada perasaan aneh saat membayangkannya.

"Kau fikir aku semesum itu?" tanya Kyuhyun tidak terima.

"Tapi kenapa kau mau menerima Kibum, Kyu? Kau bisa menolaknya. Kalau soal Heechul ahjumma, bukankah kau tahu dia sangat menyayangimu. Senakal apa pun, ahjumma tidak mungkin berlaku kejam padamu."

Kyuhyun mengangguk lemah. "Yang kau katakan benar Hongki-ya. Eomma dan appa sangat menyayangiku. Aku melakukan ini bukan karena takut hukuman eomma. Kalau itu aku sudah biasa."

"Lalu?" tanya Hongki.

"Aku hanya merasa bersalah Hongki-ya. Aku yang salah karena menciumnya tanpa izin. Karena itu aku mau bertanggung jawab." Hongki mengangguk faham. Ia sangat mengenal Kyuhyun. Walau terkenal nakal, tapi Kyuhyun adalah anak yang sangat baik. Ia tidak pernah menyakiti orang lain. Sahabatnya itu hanya nakal bersamanya, nakal pada diri sendiri dan orang tuanya saja.

"Lalu sekarang bagaimana?"

"Aku menunggu sampai Kibum memutuskanku."

"Kalau Kibum tidak mau memutuskanmu?"

"Aku yang membuatnya untuk memutuskanku." Kyuhyun mengeluarkan smirknya. Hongki tidak bertanya lebih, karena ia tahu Kyuhyun mempunyai banyak cara untuk mewujudkan apa yang ia mau.

.

Aila Nesya

.

Kyuhyun berjalan dengan riang memasuki kantor Kibum. "Annyeong Ahjussi," sapa Kyuhyun pada satpam yang sedang berjaga. Satpam itu tersenyum. Beberapa kali melihat Kyuhyun mondar mandir di kantor Bossnya, membuatnya hafal.

Seperti biasa, Kyuhyun langsung memasuki ruangan kerja Kibum tanpa mengetuknya. Jangankan Sekretaris, Kibum saja tidak bisa melarang Kyuhyun.

"Hyung sedang apa?" tanya Kyuhyun basa-basi. Padahal ia tahu Kibum sibuk membaca tumpukan berkas di hadapannya. Kyuhyun mendekati Kibum. Lebih tepatnya mengintip lembaran-lembaran yang Kibum baca. Hanya membaca beberapa deretan kalimat saja membuat kepalanya pusing. Ia tidak berminat mempelajarinya.

"Hyung sudah makan?" Kibum menggeleng. "Kenapa? Ini sudah hampir sore."

"Belum ada waktu."

"Hyung gila? Makan saja tidak ada waktu? Memangnya siapa yang akan memecat Hyung kalau keluar beberapa saat?" Kyuhyun mendengus saat Kibum tidak mengacuhkannya. Kibum justru menghentikan kegiatannya dengan pandangan kosong. "Yak, kenapa Hyung melamun?" mendengar bentakan Kyuhyun membuat Kibum kembali ke alam sadarnya.

"Hyung aku mau bertanya."

"Bukankah sedari tadi kau sudah bertanya?" Kyuhyun manyun mendengar ucapan Kibum.

"Hyung normal kan?" Kibum menoleh Kyuhyun sekilas, lalu kembali pada tumpukan berkasnya. "Aku dengar Hyung punya tunangan."

"Kalau aku punya tunangan, kau tidak akan pernah berada di sini." Entah kenapa Kyuhyun senang mendengar ucapan Kibum. Ia tersenyum tipis.

"Hyung, aku tidak mau menjadi kekasihmu."

"Aku tahu," jawab Kibum tenang.

"Jadi Hyung tidak bisa memaksaku," lanjut Kyuhyun. Kali ini Kibum tidak menjawab. "Lagi pula appa tidak mengizinkanku pacaran."

"Lalu?"

"Ya intinya, Hyung tidak bisa memaksa lagi," ucap Kyuhyun sewot. "Aku kesini cuma untuk memberi tahu itu saja. Jadi mulai besok, Hyung jangan datang lagi. Aku takut appa marah." Sebenarnya Kyuhyun tidak yakin dengan ucapannya sendiri. Delapan belas tahun menjadi anak seorang Tan Hanggeng, membuatnya sangat mengetahui seperti apa sifat appanya itu.

Tan Hanggeng terkenal dengan sifat penyayang dan lemah lembutnya. Berbeda jauh dengan dirinya dan eommanya. Dan Kyuhyun tidak yakin appanya marah. Apalagi ia pernah melihat appanya berada di kantor Kibum.

Setelah Kyuhyun keluar dari ruang kerjanya, Kibum tersenyum tipis. Bahkan ia menyeringat saat mengingat kembali ucapan Kyuhyun. "Tan Kyuhyun. Sepertinya kau tidak mengenal siapa appamu."

.

.

TBC

.

.

Pendek aja. Kan seminggu update beberapa kali. Kkkkkk

Di tunggu reviewnya chingu.