chap 4
Hari ini hari Minggu cerah. Karena Jaejoong dan keluarganya sedang menjemput temannya Jaejoong yang bernama Kim Junsu. Katanya sih Junsu baru pulang dari Seoul. Entah apa yang dilakukan anak itu disana. Mungkin anak itu sedang berpikir untuk membuat bisnis sayuran di Seoul, temannya kan seorang petani-yang katanya- terbaik di desa itu. Pasti bisnis sayurnya laku keras.
Yunho melangkahkan kakinya menyusuri desa tempat ia tinggal sekrang. Udaranya sangat bersih, beda sekali dengan udara di Seoul yang penuh polusi. Yunho melihat ke sekelilingnya. Banyak warga desa yang lalu lalang. Ada yang pergi berdagang, bertani, ada juga yang membawa banyak ikan.
Yunho menghentikan langkahnya di depan gereja. Ini hari minggu, tapi kenapa rasanya gereja ini sepi sekali. Apa tidak ada orang yang datang kesini. Karena penasaran, Yunho masuk ke dalam gereja dengan sangat hati hati.
Sunyi.
Yunho membulatkan matanya ketika ia melihat banyak orang yang sedang berdoa di dalam gereja. Ternyata semua orang sedang berdoa dengan sangat khikmat di dalam sana. Yunho duduk di kursi paling belakang sambil melihat orang-orang yang sedang berdoa. Ia melihat ke bangku paling depan dimana ia menemukan seorang pria dengan rambut seperti anak muda Seoul sedang duduk disana.
'Dia orang Seoul juga?' tanya Yunho dalam hati.
Yunho terus mengamati pria muda itu. Sampai-sampai Yunho tidak menyadari ada seseorang duduk di sampingnya.
"Kau tidak berdoa?" tanya orang disampingnya.
Yunho terlonjak kaget dan melihat ke arah samping. Seorang pria dengan rambut hitamnya yang mulai memutih dan pakaian yang rapi sedang duduk di samping Yunho sambil melihat ke depan. Yunho memperkirakan usia pria di sampingnya ini pasti seumuran dengan ayahnya.
"Pasti kau sedang memperhatikan Yoochun" pria agak tua itu tersenyum sambil tetap melihat ke depan.
Yunho mengerutkan keningnya. Jadi nama pria itu Yoochun, ucapnya dalam hati. Yunho kembali memperhatikan pria yang bernama Yoochun itu.
"Ku rasa kau bisa menjadi teman untuknya. Aku sangat kasihan melihat Yoochun yang tiap hari hanya duduk diam di gereja. Dia juga tidak pernah tersenyum semenjak dia datang ke tempat ini" pria agak tua itu menghela napas sambil tersenyum dan ia pun mulai berdoa. Entah apa yang di minta pria agak tua itu pada Tuhan, namun Yunho berharap bahwa Tuhan mengabulkannya.
Yunho pun melakukan hal yang sama. Ia berdoa pada Tuhan dan meminta agar ia selalu sabar menghadapi Jaejoong yang sangat bawel, dan juga ia meminta agar Changmin selalu sehat di Seoul.
Hari sudah mulai gelap, Yunho pun keluar dari gereja dan berjalan pulang ke rumah. Jalanan di desa ini terlihat sangat sepi dan gelap. Sebenarnya Yunho agak ketakutan juga, karena menurutnya desa itu tempat dimana para hantu dan siluman tinggal. Yunho pun memilih jalan memutar dan melewati rumah Jaejoong karena hanya jalan itu yang terlihat agak ramai dan terang.
Yunho mempercepat langkahnya dan saat melewati rumah Jaejoong, Yunho merasakan perasaan yang aneh. Yunho mengusap tengkuknya dan menepis perasaan takutnya itu, sampai sebuah suara mengagetkan Yunho.
"Astaga! Apa aku tidak salah lihat?" Suara nyaring memekakan telinga Yunho. Itu bukan suara Jaejoong karena suara Jaejoong tidak nyaring seperti itu, lagipula Jaejoong juga tidak akan berteriak ke arah Yunho.
Yunho menghentikan langkahnya dan diam seperti batu di tempatnya. Ia bisa mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Yunho sangat takut. Bagaimana jika yang berteriak tadi adalah siluman rubah yang bernama Gumiho. Tapi tidak mungkin juga, karena suara tadi sepertinya milik seorang pria.
"Aaaaak! Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu! Astaga! Pasti aku sedang bermimpi! Tolong cubit aku!" Pria itu berteriak kegirangan saat mendekati Yunho.
'Jangan-jangan pria ini orang gila' batin Yunho. Pria yang di kira Yunho orang gila itu langsung melompat-lompat saking senangnya. Lalu pria itu memeluk Yunho dari belakang.
"Yaa! Apa yang kau lakukan disana? Cepat masuk!" Suara Jaejoong menyadarkan Yunho. Sejenak Yunho merasa tenang karena mendengar suara Jaejoong yang di rindukannya itu. Tunggu, rindu? Baik, kita coret kata itu.
"Hyung! Lihat siapa yang aku temukan! Jung Yunho!" Pria itu kembali berteriak senang sambil memeluk Yunho yang sedari tadi hanya diam di tempat.
Jaejoong mengerutkan keningnya. Yunho? Apa yang di lakukan pria itu malam-malam begini. Jaejoong menghampiri Yunho yang sedang di peluk oleh Junsu. Ia melepaskan tangan Junsu yang memeluk Yunho dengan erat.
"Yunho, kau kah itu?" Jaejoong bertanya dengan lembut.
Yunho merasa sangat senang mendengar suara Jaejoong. Ia pun membalikkan badannya dengan perlahan. Lalu, ia tersenyum ke arah Jaejoong yang menatapnya dengan heran.
"Hai" Yunho menyapa Jaejoong sambil tersenyum paksa. Junsu yang melihat senyum Yunho langsung berteriak senang. Jaejoong segera menutup telinganya, begitu juga dengan Yunho.
Ternyata teriakan Junsu mampu membuat banyak orang keluar dari rumahnya, termasuk orang tua Jaejoong. Junsu langsung berhenti berteriak saat Jaejoong menarik telinganya.
"Yaa! Kim Junsu! Kenapa kau berisik sekali!" Jaejoong bertanya dengan meninggikan suaranya.
"Hyung! Kau tidak tahu siapa dia?" Junsu menunjuk wajah Yunho dengan telunjuknya. Semua orang tampak melihat ke arah Yunho. Yunho langsung merasa di perhatikan meskipun sebenarnya ia tidak bisa melihat dengan jelas karena kurangnya penerangan di jalan.
"Aku tahu, dia Jung Yunho, orang Seoul. Memangnya kenapa?" jawab Jaejoong dengan tidak acuh.
"Ya ampun hyung! Kau benar-benar tidak tahu siapa dia? Aku heran kenapa pria bodoh sepertimu bisa menjadi petani terhebat di desa ini!" Junsu berteriak frustasi. Yunho tampak tertawa kecil saat mendengar ucapan Junsu.
"Kurang ajar! Lebih baik cepat kau katakan siapa itu Yunho dan kenapa kau berteriak seperti orang yang sedang melihat artis!"
Junsu menghela napas panjang.
"Hyung… Jung Yunho yang sekarang ada di depanmu ini, adalah seorang artis! Dia itu penyanyi terkenal hyung! Kau tahu Dong Bang Shin Ki kan? Boyband kesukaanku. Jung Yunho ini salah satu personilnya!"
Jaejoong membulatkan matanya. Ternyata Jung Yunho yang menyebalkan ini, Jung Yunho yang selalu membuatnya kesal, Jung Yunho yang membuatnya menangis, adalah idola adik satu-satunya itu. Jaejoong terlihat lemas saking kagetnya. Pantas saja ia merasa sangat familiar dengan Yunho. Ternyata ia adalah orang yang selama ini selalu di puja-puja oleh Junsu.
Esoknya bagaikan kue yang baru selesai dipanggang, berita tentang Yunho yang ternyata seorang artis menjadi perbincangan hangat warga desa. Jaejoong yang mendengar berita tentang Yunho sepanjang hari hanya mendengus kesal. Sedangkan Yunho terlihat senang sekali bisa menjadi perhatian di desa tersebut.
Sekarang Yunho dan Jaejoong sedang berada di kebun milik Yunho. Junsu juga tampak hadir di kebun Yunho setelah ia meyakinkan Jaejoong bahwa ia akan benar-benar membantu Yunho di kebun. Mereka terlihat sedang beristirahat. Jaejoong sedang duduk duduk di kebun, Junsu sedang mencabut rumput liar, sedangkan Yunho sedang menari-nari di hadapan Jaejoong.
"Woah! Rasanya hari ini aku senang sekali! Banyak orang yang membicarakanku" Yunho sedikit meninggikan suaranya saking senangnya. Jaejoong yang memperhatikan Yunho dari tadi hanya mendengus kesal.
Kalau Jaejoong tidak salah hitung, sudah empat kali Yunho berbicara seperti itu. Jika Yunho berbicara seperti itu sekali lagi, Jaejoong ingin memberikan Yunho masakan JiHyo nuna yang terkenal sangat enak itu.
"Kalau aku buat video klip disini, pasti semakin banyak orang yang membicarakanku!" sekali lagi Yunho berteriak senang.
"Memangnya hyung mau buat video klip apa?" tanya Junsu antusias.
"Humanoid… dari namanya saja sudah keren kan Su? Kau pasti tidak tahu apa artinya" ucap Yunho dengan agak sombong. Junsu terlihat berpikir dan Jaejoong memutar bola matanya kesal.
"Memang artinya apa hyung?" tanya Junsu polos.
"Coba tebak! Hahaha… Jaejoong-ah! Coba tebak apa arti Humanoid!"
Jaejoong terlihat berpikir.
"Hmmm… orang-orangan?" jawab Jaejoong asal. Yunho berdecih. Ternyata kemampuan Jaejoong dalam bahasa memang buruk.
"Kau ini payah sekali… Humanoid itu artinya kekuatan manusia, begitu…" terang Yunho.
Jaejoong mengerutkan keningnya 'cuma itu?', tanyanya dalam hati. Suasana hening sejenak. Junsu kembali mencabuti rumput liar, sedangkan Yunho terlihat sedang berpikir.
"Ah! Bagaimana kalau konsep video-nya aku dan Changmin menari di tengah-tengah kebun, pasti keren sekali!"
ucap Yunho dengan semangat.
Junsu melihat ke arah Yunho sebentar dan mengangguk. Sebenarnya Junsu mengangguk bukan karena dia setuju, tapi karena dia tidak mengerti apapun akhirnya dia memilih untuk mengangguk saja.
Sedangkan Jaejoong mengerutkan dahinya sambil menatap Yunho. Orang di depannya ini pasti sudah gila stadium akhir. Kalau Yunho membuat video klip di kebun, mungkin orang-orang akan mengira arti 'Humanoid' adalah orang-orangan sawah.
Yunho merebahkan tubuh besarnya di ladang kebun miliknya. Yunho menyipitkan matanya ketika melihat ke langit. Ia merasa sangat bahagia sekali. Sebelumnya, ia belum pernah merasa se-bahagia ini. Ia merasa cocok tinggal di desa ini. Ternyata tinggal di desa tidak seburuk yang ia pikirkan sebelumnya. Di desa, Yunho tidak perlu berlatih setiap hari atau sibuk bolak-balik Korea-Jepang untuk menggelar konser. Ia juga bebas dari omelan bosnya dan tidak perlu rebutan sarapan dengan Changmin.
Bicara soal Changmin, bagaimana kabar anak itu. Jujur saja, meskipun menyebalkan tapi Yunho merasa sangat merindukan Changmin. Ia merindukan suara nyaring Changmin, kaki panjang Changmin, juga perut karet Changmin. Tapi sayangnya, Yunho sama sekali tidak bisa menghubungi Changmin, karena handphone miliknya di sita 'Kepala Desa' dan bisa di ambil kembali saat kepulangannya nanti.
Meskipun ia merindukan Seoul, Changmin, dan semua fansnya, tapi tak dapat di pungkiri bahwa Yunho masih ingin berada di desa ini lebih lama lagi. Yunho merasa ada misi yang harus ia lakukan disini, tapi sampai sekarang Yunho masih tidak tahu apa itu.
"Apa itu Jaejoong?" tanya Yunho dalam hati.
Tidak mungkin Jaejoong. Bahkan Yunho tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada Jaejoong. Tapi entah mengapa Yunho merasa sangat sulit untuk terpisah dari Jaejoong. Yunho merasa sangat kesepian ketika ia harus jauh dari Jaejoong. Tapi ketika Yunho melihat Jaejoong, ia merasa ada sebuah cahaya yang datang mendekatinya. Dan sampai saat ini, Yunho masih tidak tahu apa maksudnya itu.
TBC
Ya ampun! pendek banget ya? mian otak author lagi tersumbat cinta Yunho :3 *di rajam Jaejoong*
hahaha mian kalau updatenya lamaaaaaaaa bangeeeeet ... mian mian miaaan T^T
dari review yg saya lihat, ternyata banyak yg setuju ya kalau dipatok ayam itu sakit ._. padahal saya gak pernah di patok ayam...eh apa pernah ya... lupa hihihi :D
Orang tua Yunho itu ortu kandung kok ^^ tapi mereka emang dingin & jahaaat banget sama Yunho, mau tahu alasannya? nanti deh :D
Dan buat yang nanyain dimana uchun maruchun(?), disini uchun sudah menunjukkan jidatnya(?) hehehe
Thanks untuk semua reviewnya ^^ dan terimakasih banyak sudah membaca FF ini ^^
