Disclaimer : Naruto Milik Masashi Kishimoto


Ketika mereka sampai pada lokasi dimana Kurenai akan memulai aksinya, mereka berpencar, Shikmaaru dan Sasuke berjalan kearah ferrish wheels yang sangat besar, mereka menaiki salah satu tabung itu dan menunggu matahari yang sebentar lagi akan terbenam, sedangkan Hinata, Ino dan Lee.

"Tempat yang tidak kelihatan oleh penduduk? Dimana itu?" tanya Lee.

"Hmm.." pikir Ino yang sedang melihat-lihat sekeliling.

"Ah, sepertinya aku menemukannya." Teriak Hinata dengan riang.

"Dimana?" tanya Lee.

"Itu." Tunjuk Hinata kearah selokan yang sangat besar. "Kita bisa masuk kesitu dan mengawasi Kurenai dari ventilasi yang akan kita temukan." Jelas Hinata.

"Dari manakau tahu selokan itu punya ventilasi?" tanya Ino heran.

"Kalau tidak ada, kita cukup membuatnya kan." Jawab hinata tersenyum. "Ayo berangkaaat!" ucap Hinata yang langsung berlari menuju selokan itu.

"Aahh..menjijikan." keluh Lee.

"Ayo kesini, kesinii." Ajak Hinata yang bersemangat.

Mereka menyelusuri selokan itu dan meraba-raba.

"loh, kenapa gelap?" tanya Hinata.

"jelas helap, kita kan diselokan." Kata Ino yang menyalakan magicnya . "Light"

"Waah, terima kasih Ino." Ucap Hinata.

Lalu mereka berjalan lagi menuju tempat yang berbunyi musik keras yang menandakan kalau acaranya akan dimulai.

"Aku bolongkan yah." Ucap Lee meraba dinding yang tipis, lalu Lee memukul tembok itu dan terlihat disitu tempat yang nantinya Kurenai tempati, tempat itu lumayan tinggi, tapi masih bisa dijangkau penglihatannya.

"Sepertinya cukup." Kata Lee. Sekarang kita tinggal menunggu Kurenai muncul.

Sasuke termenung duduk di tabung ferrish wheels, Shikamaru melihatnya dan menghela nafasnya.

"Hhh…kamu itu seharusnya beruntung mempunyai teman yang peduli padamu, menurutmu sebelum Sakura diculik, misi ini pasti hal yang sepele kan." Ucap Shikamaru.

"Kau tahu, apa misiku disini?" ucap Shikamaru sambil sedikit gemetar. "Membunuh Kurenai dengan tembakanku, sedangkan dia adalah istri Asuma yang sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri."

Entah kenapa Sasuke yang biasanya tidak pedulu terhadap orang lain, kini bisa merasakan apa yang dirasakan oelh Shikamaru.

"Coba bayangkan, kalai misimu adalah membunuh Sakura?" tanya Shikamaru. "Bisakah kau melakukannya?"

Sasuke terdiam pada pertanyaan Shikamaru.

"Hahaha, sudah kuduga…" jawab Shikamaru tertawa. "Ayo, kita naikkan tabung ini keatas."

"untuk apa?" tanya Sasuke.

"Aku akan menembak Kurenai saat yang lainnya menghentikan waktu" jawab Shikamaru yang menggerakkan ferrish wheels memakai magicnya.

"Kau? Serius? Apa tidak ada cara lain?' tanya Sasuke.

"Pilihannya hanya dua, membiarkan Kurenai hidup tapi Sakura menjadi tubuh berikutnya, atau membunuh Kurenai dan Sakura selamat." Ucap Shikamaru.

"Shikamaru…maaf…" ucap Sasuke.

"Sama-sama." Jawab Shikamaru.

Dan tabung pun berjalan menuju puncaknya, ketika tabung itu berhenti diatas, Shikamaru mengintip ketempat dimana Kurenai akan berpidato.

"Sekarang kita tinggal menunggu." Ucap Shikamaru.

Beberapa saat kemudian Kurenai datang menakai gaun hitam panjang.

"Itu dia!" kata Ino.

"Ok, Time Stop!" teriak Lee dibantu oleh Hinata.

"Para hadirin sekalian, aku akan memperkalkan pada kalian anggota baru yang akan menjadi penggantiku…" ucapan Kurenai tiba-tiba terhenti, karena penduduk yang tadinya bersorak ria sekarang jadi terdiam tidak ada suaranya, gerakannya pun terhenti.

"Hmm…penyusup ya." Ucap Karin.

"Sasuke, aku akan menembaknya dari sini, aku tidak yakin akan berhasil atau tidak, kalau tidak berhasil, kau bersiap menuju tempat Kurenai berada, mengerti!" perintah Shikamaru.

"Baik" jawab Sasuke.

Shikamaru membidik dengan tepat shotgunnya kearah Kurenai, dia membidik dengan sanagt teliti, dan membidik kearah kepala Kurenai, ketika dia siap menekan pelatuknya.

"Kurenai…maaf" ucap Shikamaru, dan Shikamarupun menembakkan tembakannya kepada Kurenai, tapi betapa terkejutnya Shikamaru dan Sasuke bahwa Kurenai dapat bergerak dan membuat magic protect didepannya sehingga pelurunya terpental.

"Di…dia menahannya?" kata Sasuke terkejut.

"Bahkan dia dapat bergerak di saat magic stop sedang bekerja." Ucap Shikamaru. "Aku…gagal…" ucap Shikamaru yang frustasi.

"Tidak! Kau tidak gagal, ini hanya diluar prediksi kita." Ucap Sasuke pada Shikamaru.

"Baiklah, Sasuke, kita berdua akan menyelamatkan Sakura." Ucap Shikamaru yang menggerakkan tabung itu kebawah. Begitu tabung itu sampai dibawah, Sasuke dan Shikamaru berlari menuju tempat Kurenai berada. Ino, Lee dan Hinata yang sudah keluar dari selokan melihat Shikamaru dan Sasuke beralri bergegas mengikuti kedua orang tersebut.

"Naruto." panggil Karin.

"Ya, " jawab Naruto.

"Sepertinya akan ada penyusup yang akan datang kesini, tolong kau persiapkan sambutan yang bagus untuk mereka." ucap Karin.

"Baik." Jawab Naruto singkat.

Mereka berlari memasuki gedung yang sangat besar itu, mereka melewati penjaga-penjaga yang menjaga disetiap pintu, Sasuke menebaskan pedangnya kepada penjaga-penjaga itu sambil berlari, Lee memukul penjaga yang tersisa, Ino dan hinata berlari di belakang mereka untuk melindungi mereka dari belakang, sedangkan Shikamaru berada paling depan dan menembak-nembaki penghalang yang berada disana.

Ketika mereka sampai disuatu tempat, mereka sangat kaget ketika melihat sosok laki-l;aki yang sangat mereka kenal.

"Naruto? sedang apa kau disini?" tanya Ino.

Naruto hanya tersenyum melihat mereka. "Aku tidak menyangka, ternyata penyusup yang dimaksud Kurenai adalah para pecundang seperti kalian." Hina Naruto yang mengayunkan pedangnya.

"Apa! Kau bersekongkol dengannya?" bentak Sasuke.

"Kalian ini berisik sekali, kalian mau melawan Kurenai?.." kata Naruto.

"Kami akan menyadarkan Kurenai dan menolong Sakura, walaupun itu harus membunuhmu!" bentak Sasuke.

"Ouu…hahaha, baiklah kalau begitu, sayangnya, lawan kalian bukan aku, silahkan bunuh wanita yang satu ini. Sakura!" panggil Naruto.

Lalu Sakura datang dengan warna mata yang berbeda, yaitu warna hitam dan tersenyum, wajahnya sangat jahat, itu bukan seperti Sakura yang mereka kenal.

"Sakura….apa yang kau lakukan padanya!" bentak Sasuke.

"Ssshhh…ini bukan kemauanku, ini adalah kemauan dia sendiri, iya kan Sakura?" tanya Naruto licik kepada Sakura.

"Tentu saja, apapun akan kulalukan untuk Kurenai." Jawab Sakura sambil tersenyum.

"Sakura, kami tidak ingin melukaimu, ini kami, apa kau tidak ingat?" ucap Hinata.

"Percuma, dia dikendalikan oleh sihir Kurenai. Kita harus mencari dimana sumber controlnya." Kata Shikamaru.

"Nah, kuserahkan padamu, Sakura." Ucap anruto sambil mencium bibir Sakura lalu pergi meninggalkan Sakura dan pergi bersama Kurenai.

"Narutoo! Tunggu!" kejar Sasuke, tapi Naruto sudah menghilang bersama Kurenai. "BRENGSEEK!" Sasuke sangat kesal dengan tindakan Naruto yang mencium Sakura. Dan kini pandangannya kembali pada Sakura.

"Nah, sekarang…mau bermain apa kita?" kata Sakura tersenyum jahat.

"Sakura! Sadarlah!" bentak Ino.

"Diam!" bentak Sakura kembali.

"Sepertinya kita tidak punya cara lain, kita harus melawannya." Ucap Shikamaru.

"Melawannya? Apa kau gila! Dia tidak tahu apa-apa, bagaimana kalu kita tanpa sengaja membunuhnyaa!" teriak Sasuke mencengkram baju Shikamaru.

"Sasuke, apa kau lupa, misi utamaku?" tanya Shikamaru kepada Sasuke, Sasuke teringat ucapan Shikamaru saat sebelum dia meluncurkan tembakan pada Kurenai, Sasuke melepaskan cengkramannya.

"Kita tidak harus membunuhnya, cukup hancurkan saja cumber control sihirnya." Ucap Ino.

"Masalahnya, dimana letaknya?" tanya Lee.

"Apa sudah selesai berbincang-bincangnya?" kata Sakura yang mengangkat tangannya unuk membuat membuat cahaya lingkaran Magic diudara.

"S…Sakura, apa yang kau lakukan!" kata Sasuke panic yang melihat Sakura akan menyerang mereka dengan magicnya.

"Thunder!" teriak Sakura.

"Protect!" teriak mereka yang masing-masing melindungi diri mereka dari serangan magic thunder Sakura.

"Itu diaa! Itu sumber control sihir Kurenai." Tunjuk Hinata ke perut Sakura yang terlihat.

"Fire!" serang Sakura sekali lagi.

"Protect!" ucap mereka kembali untuk melindungi diri masing-masing.

"Kalau begini terus yang kita lakukan hanya bisa bertahan." Ucap Lee.

"Bagaimana cara menghancurkannya? Terlalu beresiko kalau menyerang diperut Sakura." Kata Ino.

"Storm!" serang Sakura.

"Protect!" sekali lagi mereka melindungi diri mereka masing-masing, tapi kini protect mereka melemah, karena spirit mereka melemah, sehingga badai yang dibuat oleh Sakura menyerang mereka dan membuat mereka terpental.

"Kyaaaaaa" teriak Hinata dan Ino yang terpental.

"Uugghh!" rintih Lee dan Shikamaru.

Sasuke yang protectnya masih bertahan tetap berdiri didepan Sakura.

'Sakura, katakan padaku apa yang harus kulakukan.' Pikir Sasuke sambil menatap Sakura. 'Haruskah aku menusukmu dengan pedang ini? seperti yang dilakukan Shikamaru pada Kurenai?'

Shikamaru yang melihat Sasuke masih tetap berdiri, mendapatkan ide.

"Sasuke! apa kau merasa spiritmu masih cukup untuk melakukan magic serangan?" tanya Shikamaru.

Sasuke menoleh dan mengangguk.

"Bagus, Hinata, ikat tubuh Sakura memakai rantaimu, sebelum itu, aku akan menyerang Sakura dengan magic tingkat 2." Jelas Shikamaru.

"Shikamaru! Itu sangat berbahaya." Cegah Ino.

"Tenang, Sakura yang berada dalam kondisi sekarang hanya akan merasakan efeknya sedikit." Jawab Shikamaru. "Ayo, Hinata." Ajak Shikamaru.

"Baik." Jawab Hinata.

Kini Hinata, Sasuke dan Shikamaru berdiri didepan Sakura yang masih mengontrol badainya.

"Sial, badainya kencang sekali!" rintih Shikamaru.

"Sasuke, aku akan menyerang Sakura dengan magic tingkat 2." Kata Shikamaru.

"APA!..kau.."

"Itu tidak akan melukainya dengan parah, percaya padaku, itu hanya akan melemahkan spiritnya, begitu spiritnya melemah, Hinata, kau ikat dia dengan rantai magicmu." Jelas Shikamaru.

"Baik." Jawab Hinata yang bersiap-siap.

"Selanjutnya, Sasuke kau ikuti perintahku." Perintah Shikamaru, dan Sasuke mengangguk.

"Baiklah,." Shikamaru membuat cahaya lingkarana magic yang sama dengan Sakura, lalu dia mengeluarkan magic tingkat 2 dan menyerang Sakura.

"THUNDARAAA!" teriak Shikamaru, dan itu tepat mengenai tubuh Sakura dan membuat Sakura terpental.

"Sakuraa.." teriak Sasuke khawatir.

"Sekarang! Hinataa!" perintah Shikamari pada Hinata, Hinata mengangguk dan meluncurkan rantainya menuju Sakura, dan melilitkannya pada Sakura sehingga Sakura tidak dapat bergerak.

"Aargghhh! Lepaskan aku brengseeek!" teriak Sakura sambil meronta.

"Taktik Shikamaru sangat hebat." Ucap Ino yang terkagum-kagum melihat Shikamaru.

Hinata menahan rantainya agar tidak lepas, rantai magic itu semakin orang yang dililitnya itu meronta, akan semakin kecang ikatannya.

"Aarrghh!" rintih Sakura.

Shikamaru dan Sasuke mendekati Sakura.

"Jangan mendekat! Menjauuh!" teriak Sakura.

"Sakura…" panggil Sasuke dengan tatapan khawatir dan lembut.

Kemudian Shikamaru dan Sasuke berlutut didepan Sakura untuk membuka baju Sakura keatas, disitu ada sebuah benda seperti mata besar yang bergerak-gerak.

"Apa ini…manjijikan." Ucap Shikamaru. "Sasuke, ledakkan benda ini."

"Apa! Kau gila! Bagaimana kalau tubuh Sakura…"

"percaya padaku, saat kau ledakan benda ini, disaat bersamaan aku akan menyembuhkannya." Jelas Shikamaru.

Sasuke terdiam dan melihat kearah wajah Sakura, Sasuke menempatkan posisinya disamping Sakura yang sedang terikat, dia merangkul Sakura dari samping dan menutup matanya memakai tangan yang merangkulnya, lalu tangan yang satu lagi memegang mata besar yang berada di perut Sakura tersebut.

A…apa yang kau lakukaaan!' bentak Sakura.

"Maaf." Ucap Sasuke lembut pada Sakura. "Mini Explosion."

Ketika Sasuke mengucapkan itu, terjadi ledakan kecil pada perut Sakura, yang menyebabkan perut Sakura bolong dan pingsan.

"Cura!." Teriak Shikamaru dan terlihat sinar putih dari tangan Shikamaru yang memegang perut Sakura yang bolong tersebut. Perlahan luka itu tertutup kembali, tapi prosesnya lumayan lama dan itu membutuhkan spirit yang sangat banyak, sayang sekali spirit Shikamaru sudah mencapai batasnya, sehingga luka Sakura yang belum tertutup rapat tidak dapat disembuhkan.

"Ughh!" rintih Shikamaru yang tergeletak dilantai.

"Shikamaruu!" teriak Ino sambil berlari kearah Shikamaru.

"Luka Sakura, kalau tidak cepat disembuhkan, dia…" ucap Lee yang terpotonga karena lagi-lagi Sasuke dapat membuat magic Cura yang belum dia kembangkan itu.

Ino melihatnya sangat kaget, bagaimana bisa Sasuke menggunakan magic itu dengan benar, dan begitu Sasuke menggunakannya, luka Sakura pun tertutup.

"Hhh..akhirnya, selesai." Ucap Hinata yang melonggarkan rantainya.

"Belum, Kurenai melarikan diri.." jawab Lee.

"Dan Naruto…" ucap Shikamaru yang berbaring dipangkuan Ino.

"Ayo kita kembali." Kata Sasuke yang mengangkat tubuh Sakura yang pingsan. Begitu Sasuke ingin mengangkatnya.

"Uggh…." Sasuke tidak kuat membawanya karena spirit yang digunakan sangat banyak.

"Sasuke, biar aku yang membawanya, kau sudah kelelahan.." kata Lee.

"Tidak…tidak usah, biar aku saja.." tolak Sasuke yang berusaha menggendong Sakura dan berjalan keluar.

"Dia, sampai saat terakhirpun tetap seperti itu." Ucap Lee sambil tersenyum.

"Itulah Sasuke." jawab Hinata tersenyum.

Begitu mereka sampai di konoha, Ino, Hinata dan Lee menghadap ke ruang kepala sekolah, sedangkan Sasuke, Sakura dan Shikamaru tertidur dikamarnya.

"Begitu, jadi Naruto itu berkhianat dan kurenai kabur yah." Ucap Asuma. "Mungkin sebetulnya dia bukan berkhianat, tapi..."

Asuma duduk dikursinya dan memejamkan matanya, ternyata ini lebih rumit dari yang dia perkiranakan.

"Hhh..lalu bagaimana keadaan ketiga orang itu?' tanya Asuma.

"Sasuke dan Shikamaru tertidur karena lelah,sedangkan Sakura masih belum sadar karena ledakkan diperutnya." Jawab Ino.

"kalau begitu kalian juga istirahat saja dulu, untuk misi selanjutnya belum diketahui kapan, sampai saat itu kalian bebas." Ucap Asuma.

"Baik." Jawab mereka bertiga.

Sasuke membuka matanya secara perlahan, dia berusaha mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi, ketika dia berhasil mengumpulkan ingatannya, dia beranjak dari tidurnya dan segera pergi ke kamar Sakura. Ketika dalam perjalanan menuju kamar Sakura, dia bertemu Lee didepan lift.

"Heiii, Sasuke kau sudah sadar." Sapa Lee. "Sakura masih belum sadar, tapi tidak apa, kau kunjungi saja dia."

Lee berbicara seperti itu seolah sudah tahu apa yang ingin Sasuke lakukan. Sasuke berjalan mengabaikan Lee.

"Hhh…dasar Sasuke…" desah Lee sambil tersenyum.

Ketika Sasuke sudah didepan pintu kamar Sakura, dia sangat ragu untuk membukanya, yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana perasaan Sakura yang tahu Naruto mengkhianatinya.

Akhirnya Sasuke memutuskan untuk memasuki kamarnya dan duduk disamping Sakura. Dia memandang wanita cantik berambut pink itu dengan penuh kasih sayang.

"Ngh…Naruto…" panggil Sakura yang sedang tidur sambil mengeluarkan air mata.

'Bahkan dalam mimpinya pun tetap Naruto yah.' Kata Sasuke dalam hati.

Tiba-tiba Sakura membuka matanya dan melihat disampingnya ada seseorang.

"Sasuke?" tanya Sakura lemas.

"Kau sudah sadar." Kata Sasuke lembut.

"Ngh…apa yang terjadi? Setahuku, ada seseorang berjubah hitam menyerangku saat aku keluar dari ruang kepala sekolah, dan…" kata Sakura yang mencoba mengingat. "Aku tidak ingat."

"Tidak perlu diingat." Jawab Sasuke.

"Ah, kamu sudah tidak marah padaku?" tanya Sakura yang tersenyum dan dibalas senyum oleh Sasuke.

"Waaah, kau tersenyuum, Sasukeeee, kau tampaan sekaliii." Kata Sakura yang dipaksakan untuk ceria. Sasuke memandangnya dengan wajah tenang, Sakurapun menghentikan tawanya yang dipaksakan itu.

"kau tahu aku berbohong yah, hehehe…menyedihkan yah, ditinggal ayah, bahkan orang yang kucintai mengkhianatiku, bodoh sekali aku…" ucap Sakura yang tersenyum pahit.

"Kau tidak bodoh, dialah yang bodoh karena mengkhianatimu." Jawab Sasuke.

Sakura memandang Sasuke yang berusaha menghiburnya, lalu kali ini Sakura tersenyum lembut pada Sasuke.

"Terima kasih ya Sasuke, kali ini aku tidak akan menangis, aku akan kuat, dan aku mohon Sasuke, izinkan aku bergabung dalam timmu, aku ingin berguna untuk kalian yang telah menyelamatkanku." Pinta Sakura pada Sasuke.

"Aku akan diskusikan hal ini pada kepala sekolah." Jawab Sasuke.

"Terima kasiih Sasukeeeee." Peluk Sakura dengan riang.

Ketika Sakura memeluknya, Sasuke merasakan perasaan yang selama ini dia rindukan, perasaan hangat dan kasih sayang, Sakura adalah wanita pertama yang berani memeluk Sasuke seperti itu.

"Sakuraaa, apa kau sudah bangun?" tanya suara Hinata dari luar.

"Iya, Hinata masuk saja." Kata Sakura yang melepaskan pelukannya.

Hinatapun memasuki kamar Sakura dan kaget melihat Sasuke sudah ada didalam.

"Sasuke? bukannya kau tidur yah?" tanya Hinata bingung. "Ah sudahlah, Sakura, nanti malam mau ikut aku tidak?" ajak Hinata.

"Kemana? Konoha academy mengadakan festival kecil-kecilan untuk murid-murid konoha, mau tidak kesana denganku?" ajak Hinata.

"Mauu mauu, Sasuke kau juga ikut yah." Ajak Sakura pada Sasuke.

"Percuma, Sasuke tidak akan ma.."

"Baiklah." Jawab Sasuke yang memotong omongan Hinata, tentu saja hal ini membuat Hinata terheran-heran, biasanya Sasuke yang tidak suka dengan acara seperti itu tiba-tiba setuju untuk hadir.

"Wah wah wah, sepertinya aku mencium adanya sesuatu nih." Ejek Hinata usil.

"Maksudmu?" tanya Sasuke bingung.

"Kalian…hehehee…tidak apa, aku tunggu di lobby ya Sakuraaa." Kata Hinata dengan riang.

"Hinata gadis yang ceria yah." Ucap Sakura sambil tersenyum.

"Kau juga." Jawab Sasuke.

"Benarkah?" tanya Sakura.

Sasuke mengangguk malu dan Sakura tersenyum padanya. "Terima kasih ya Sasuke." Sasuke kembali tersenyum pada Sakura, setelah dipikir-pikir, Sasuke merasa sebenarnya nyawa Sakura terancam bahaya, dan kejadian tadi bisa saja terulang kembali kapanpun Kurenai mau, maka dari itu, Sasuke memutuskan untuk melindungi Sakura apapun yang terjadi.


oke, chapter 5 nya menyusul yaaah..=_= kepalaku masih pusiiiiing...T.T