HAAAIIIIIIIIIIIIII! WAAAHHH MAAF KARENA TELAT UPDATE. REVIEWNYA UDAH LEWAT DARI 269. HEHEHE

SAYA PUNYA ALASAN KENAPA SAYA TELAT DAN CHAPTER KEMARIN BEGITU BANYAK TYPO(S)

1. SAYA MENGUPDATE CHAPTER KEMARIN DI BANDARA, DAN SAAT SAYA MAU EDIT TERNYATA JAM KEBERANGKATAN SAYA HANYA TINGGAL 10 MENIT, JADI SAYA TIDAK SEMPAT.

2. SEMINGGU INI SAYA ADA DI SINGAPORE KARENA TUNTUTAN PEKERJAAN, JADI SAYA TIDAK ADA WAKTU UNTUK MEMBUKA FFN.

3. SAYA BARU LANDING DI INDONESIA 2 JAM YANG LALU, DAN SAYA TIDAK MENYANGKA KALAU REVIEW BISA MENCAPAI TARGET. PADAHAL SEBENARNYA SAYA HANYA ISENG. HEHEHEHE

DAN SAYA SANGAT SENANG SAAT MEMBACA REVIEW KALIAN, KALIAN BENAR-BENAR EMOSI YA SAMA SAYA. ADA YANG NYUMPAHI SAYA LAH, ADA YANG MAU BUNUH SAYA, ADA JUGA YANG NGERAYU SAYA BIAR GAG PERLU NUNGGU 269 REVIEW UNTUK UPDATE. HAHAHAHA SAYA MENGAPRESIASI REVIEW KALIAN DENGAN MENGUPDATE CHAPTER INI.

INI PWP YAAAA~, YANG MASIH POLOS HARAP MENJAUH. DAN KALAU KALIAN BILANG INI KURANG HOT, SAYA BAKAR KALAIN. HAHAHA SOALNYA SAYA UDAH KEBAKAR DULUAN PAS NGETIK INI.

OKE HAPPY READING CHINGU.

.

.

.

Sehun menarik diri dan menatap tajam Luhan yang sedang berbaring. Luhan tersenyum meremehkan lalu beringsut ke tengah ranjang dan menyandar pada headboard. Ia menatap seductive pada Sehun lalu menggenggam penisnya dan mengocoknya perlahan.

"Ahh ahh, bagaimana Sehun shh?" Luhan memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya merasakan sensasi geli yang menyenangkan. Sehun merangkak mendekati Luhan dan menyingkirkan tangan Luhan dari penisnya sendiri.

"Kau pikir aku takut huh? Apa peraturannya?" Sehun mulai menjilati garis dada Luhan, karena ia tahu itu adalah salah satu titik sensitif namja.

"Kau ahh Sehun! Kau hanya tidak boleh ohh jebal." Luhan kesulitan menyelesaikan kalimatnya karena Sehun mulai menjilati sekitar nipplenya, tapi sama sekali tidak menyentuh nipplenya. Hal ini membuatnya frustasi dan akhirnya menarik kepala Sehun dari dadanya.

"Biarkan aku menyelesaikan ucapanku dulu bodoh! Kau boleh menyentuh seluruh tubuhku kecuali penis dan lubangku."

"Aku tidak akan melanggar peraturan, dan sebagai gantinya, kau harus menuruti perintahku." Sehun langsung melahap bibir Luhan dengan sangat bernafsu. Luhan tersenyum disela ciumannya dan mengalungkan lengannya di leher Sehun. Sehun tak membiarkan sedikitpun bibir Luhan luput dari jangkauan bibirnya. Ia bergerak untuk mencari posisi paling intim dan saling menggesek yang begitu sensual. Lidah Sehun menyelinap masuk kedalam mulut Luhan dan menjilati apapun yang ada. Lidah mereka saling membelit membuat suasana semakin panas saat saliva mereka menyatu dan meleleh pada sudut bibir luhan.

Tangan Sehun yang bebas merayap naik menuju nipple kanan Luhan. Mengusapnya lembut, mencubitnya, lalu memilin kasar membuat Luhan melepas ciuman mereka karena ia butuh mendesah. Sehun mulai menjilati nipple Luhan lalu mengulumnya, menyedotnya dengan kuat berharap ada sesuatu yang keluar. Ia melakukan hal yang sama pada lainnya.

"Ahh hisap lebih kuat lagi Sehun hahh" Luhan merasa penisnya semakin panas dan tegang.

Sehun melepaskan kulumannya pada nipple Luhan yang terlihat bengkak dan mengkilat. Ia mengecup sekilas bibir Luhan lalu turun kebawah dan membuka lebar kaki Luhan untuk mengekspos lubang sempit Luhan yang terlihat begitu menggairahkan. Sehun menjilat bibirnya yang terasa kering. Ia menuduk lalu menjilati paha dalam Luhan dan mengusapnya sensual membuat Luhan benar-benar frustasi. Ia juga membuat beberapa kissmark disana. Luhan merasa penisnya bisa meledak kapan saja. Tapi satu hal yang mengganggu Luhan adalah Sehun sama sekali tidak menyentuh lehernya, padahal itu adalah titik paling sensitif ditubuhnya.

"Berbaringlah, dan mengangkang lebih lebar!" Tanpa banyak protes, Luhan segera melakukannya.
Luhan mengerutkan kening saat Sehun malah turun dan membuka lemarinya.

"Apa yang kau cari?" Tanya Luhan bingung.

"Sesuatu untuk mengikatmu." Jawaban Sehun membuat Luhan tersenyum lebar.

"Kenapa tidak bilang? Di laci nomor 2 ada pita hitam dan gunting." Ucap Luhan sambil mengusap penisnya.

Sehun mengambil pita dan gunting yang dimaksud Luhan. Ia berjalan lagi ke atas ranjang. Ia mengikat kedua tangan Luhan di atas kepala. Ia juga melebarkan paha Luhan lalu melilitkan pita tersebut pada batang penis Luhan. Tidak terlalu erat, malah menambah kesan sexy untuk Luhan.

Sehun melempar asal pita dan gunting itu lalu melepas underwearnya. Mata Luhan membulat takjub melihat penis Sehun. Sehun merangkak mendekat lalu mengangkangi kepala Luhan. Ia menampar pipi Luhan dengan penisnya dan mengoleskan precumnya pada bibir Luhan.

"Bagaimana, kau suka ukurannya?" Tanya Sehun sambil membelai wajah Luhan dengan penisnya. Luhan mengikuti gerakan Sehun dan berusaha mengendus penisnya.

"Lubang sempitmu itu pasti akan senang saat menelan penisku. Buka mulutmu!" Perintah Sehun dan Luhan dengan senang hati membuka lebar mulutnya. Ia bahkan menjulurkan lidahnya untuk menggapai penis Sehun.

"Kau seperti orang kelaparan penis. Makan ini slut! Ahh." Sehun mendesah lega saat kenjantanannya tertanam di dalam mulut Luhan, walau tidak sepenuhnya mengingat benda itu cukup besar dan panjang.

"Diam, dan biarkan aku yang memperkosa mulutmu!" Sehun meremas rambut Luhan dan mulai menggerakkan penisnya dalam mulut hangat Luhan. Luhan benar-benar seperti slut yang kelaparan. Sehun semakin bernafsu melihat penisnya keluar masuk mulut Luhan, tapi ia tidak sampai hati untuk menyetakkannya terlalu kasar.

Luhan sendiri terlihat menikmati perlakuan Sehun. Ia memejamkan mata dan merapatkan bibirnya sambil mengguman entah apa, karena mulutnya penuh dengan penis Sehun.

"Kenapa huh? Kau ahhh bicara apa? Aku sshhh Luhan. Aku tidak dengar apapun. Oh mungkin karena mulutmu sedang menelan penis besarku!" Gairah Luhan semakin terbakar, ia merasa lidah Sehun benar-benar ahli untuk ber-dirty talk.

Tiba-tiba Sehun menarik penisnya membuat Luhan kesal. Ia mengerutkan alisnya tidak suka dan melayangkan protes. "Yaa, kenapa kau keluarkan huh?"

"Ssstt, aku ini tetangga yang baik. Aku akan membagi kenikmatan denganmu. Buka lagi mulutmu!" Sehun memutar pisisinya menjadi 69 dan tetap mengangkangi Luhan. Luhan sangat antusias melihat penis Sehun yang menggangtung di depan wajahnya.

Sehun menggenggam penisnya dan memasukkannya lagi ke dalam mulut Luhan. Ahh, aku akan membuatmu klimaks babyhh." Sehun menunduk lalu mencium ujung penis Luhan. Luhan berteriak mengingatkan, tapi teredam karena mulutnya penuh dengan penis besar Sehun.

"Aku paham sayang. Ahh lanjutkan saja pekerjaanmu!" Sehun kembali menjilati paha dalam Luhan dan sekitar penis Luhan, tapi tentu saja tanpa menyentuh penisnya. Sehun juga meremas bokong bulat Luhan membuat Luhan melenguh.

Sehun mencabut lagi penisnya dan itu membuat Luhan ingin sekali menginjak penis namja itu. Sehun membantunya berdiri dengan lututnya. Posisi dimana Sehun berada dibelakang Luhan dan tangan Luhan yang terikat mengalung di leher Sehun.

"I'll get your hole baby." Bisik Sehun sexy lalu mengulum telinga Luhan. Lidahnya turun menjilati leher Luhan hingga bebelakang telinganya. Tangan kanan Sehun berkerja memanjakan nipple Luhan dan tangan kirinya mengusap paha dalam Luhan dan sesekali meremas bokong bulatnya. Luhan merasa ia akan mencapai puncaknya.

"Aahh master, Sehun ohh nikmat sekali hunniehhh aahh sedikit lagi. Mmphh aahhh." Luhan mendesah sejadinya karena Sehun benar-benar ahli memanjakan tubuhnya.

"Ahh ahh penisku master ohh jebal nghhh." Luhan menarik tangannya untuk mengocok penisnya tapi Sehun menahan tangannya dengan menggigit lengannya.

"No baby, disini aku yang bekerja!" Sehun semakin gencar memainkan semua spot di tubuh Luhan. Ia juga menggesekkan penisnya pada belahan bokong Luhan.

"Keluarr masterr, ohh Sehunnhhh ahh Sehunniehhh mmphh ahhh." Barulah Sehun mengocok penis Luhan untuk mengeluarkan semua cairan Luhan. Sehun menahan tubuh Luhan lalu merebahkannya. Ia mengocok penisnya didepan lubang Luhan, dan hal itu membuat Luhan kembali bernafsu. Dengan kesulitan karena kedua tangannya diikat, ia berhasil menungging dengan wajahnya yang berhadapan langsung dengan penis Sehun.

Luhan menjilat ujung penis itu lalu bertanya, "Kau tidak ingin memperkosa mulutku lagi hm?"

"Fuck!" Sehun langsung memasukkan penisnya dengan kasar dan menggenjot penis Luhan tanpa ampun. Tangannya yang panjang meremas bokong Luhan yang menungging. Ia memasukkan 1 jari dalam Lubang virgin Luhan. Luhan hanya menggoyangkan bokongnya tidak nyaman. Sehun menambah 1 jari lagi membuat Luhan mengerang dan Sehun mendesah nikmat. Sehun memaksakan 1 jari lagi untuk masuk dan kali ini Luhan harus rela melepas penis Sehun untuk menjerit kesakitan.

"Arrrghh appo Sehun." Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Sehun mengangkat dagu Luhan dan mencium bibirnya dengan ganas. Ia mulai melebarkan lubang Luhan dengan memaju mundurkan jarinya.

Luhan mengerang tertahan saat jari Sehun mengenainya prostatnya. Mengetahui hal itu Sehun segera melepas tautannya dan Luhan kembali mendesah nikmat. Sehun membantu Luhan berbaring dan kembali mencumbui dada Luhan dengan tetap mengocok jarinya didalam lubang Luhan.

"Sehunn cum again. Fasterr hun-aahh more fasterrr aahhhh." Sehun mengocok penis Luhan dan tidak lama Luhan kembali memuntahkan hasratnya di telapak tangan Sehun. Sehun mengoleskan sperma Luhan pada penisnya.

"Penisku tidak bisa menunggu kau istirahat Lu." Ucap Sehun sambil mengocok penisnya agar semakin tegang. Luhan melebarkan pahanya dan memamerkan lubangnya pada Sehun.

"Aku hh memang tidak perlu istirahat sayanghh, ohh lubangku tidak sabar menelan penis besarmu itu." Ucap Luhan nakal. Sehun memposisikan penisnya di depan lubang Luhan dan mendorongnya perlahan.

"Arrghhh." Luhan kembali merasakan sakit pada lubangnya. Sehun mengocok penis Luhan dan mencumbui dada juga leher Luhan untuk mengalihkan rasa sakitnya. Ia kembali mendorong penisnya masuk dan mabuk dengan cengkraman lubang Luhan pada penisnya.

"Bergeraklah." Pinta Luhan dengan suara parau. Sehun mulai menggerakkan pinggulnya dan memejamkan matanya erat. Ia bergerak tidak terlalu cepat karena Luhan masih meringis kesakitan.

"OHHH there...there Sehunhh." Luhan mengerang saat penis Sehun menumbuk prostatnya. "Aahh fasterr hunnhh faster please."

"Nghhh, kau memohon pada tetangga barumu untuk menggenjot lubangmu Lu. Kau ahh benar-benar menginginkan penisku huh?" Sehun terus menumbuk prostat Luhan dengan kasar dan merasa lubang itu memeras penisnya dengan erat, ia tahu Luhan akan sampai lagi.

"Aahh nehhh, ahhh ahh penismu nikmat. Ohh my holehhh. cum cum hunahh aku ahh ke..lu..arrr aahhhh." Luhan meremas spreinya hingga kusut saat penisnya kembali menembakkan sperma yang mengototori perutnya dan Sehun.

"Menungging!" Perintah Sehun, dan dengan lemas Luhan menurutinya. Ia tidak menyangka Sehun bisa sehebat ini membuatnya klimaks hingga 3 kali.

PLAAKK

"Ngghh." Luhan memejamkan matanya erat saat merasakan perih pada pipi pantatnya yang di tampar Sehun. Sehun kembali menggenjot kasar lubang Luhan karena ia merasa akan klimaks sebentar lagi.

"Ahh ahh Sehun ahhh." Luhan tidak tahu lagi bagaimana mengekspresikan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Sehun benar-benar akabergerak brutal seperti kuda liar. berkali-kali Luhan hampir ambruk karena terdorong kedepan dengan kasar.

"Sehunnhhh jeball, aku..aaahhhh." Luhan benar-benar tidak bertenaga hanya untuk memberi tahu bahwa ia akan klimaks lagi.

"Shhhh Luhannnhhhh." Sehunpun memeluk Luhan dari belakang dengan erat saat penisnya menembakkan sperma yang memenuhi lubang Luhan hingga beberapa mengalir melewati paha Luhan.

Dan sekarang Luhan benar-benar ambruk dengan Sehun yang menindih tubuhnya. Sehun berguling ke samping dengan tetap memeluk Luhan dari belakang. Kakinya menggapai selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka. Ia membiarkan penisnya tetap mencancap di lubang Luhan.

"Gomawo Lu." Mereka berdua tidak dengan Sehun yang memeluk Luhan dari belakang.

.

.

.

Mau di lanjutkan atau berhenti disini? jawab di kotak review.

Sorry for typo(s)