Naruto © Masashi Kishimoto

Conversation © Lala Yoichi

Warning:

Fic abal, gaje, typo bertebaran, garing, ide pasaran,

judul tidak sesuai dengan isi dan lain-lain.

Don't Like Don't Read.

But review, please? #plakk :v

Happy reading~

.

.

.

"Hujan." Gumam gadis berhelaian soft pink sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas. Senyumnya mengembang, merasakan setiap tetesan kristal dingin yang menyentuh permukaan kulit halusnya. Padahal ramalan cuaca mengatakan hari ini tidak akan turun hujan.

"Kau terlihat... sangat menyukai hujan." Ucap pemuda jangkung yang berdiri persis di samping sang gadis. "Kau bisa sakit, bodoh." sambungnya sambil memakaikan jaket kesayangannya ke tubuh mungil itu.

"Ya. Aku memang menyukai hujan. Hujan dingin dan juga menyegarkan. Tapi..." manik emerald sang gadis mengerling jail, "Aku lebih menyukai pemuda yang selalu di sampingku saat hujan. Meskipun dia dingin, tapi entah kenapa dia selalu membuatku merasakan kehangatan. Di sini." Ucapnya sambil menunjuk dimana hatinya berada.

Sang pemuda melengos, sambil menggumamkan kata 'bodoh'. Melihat sang pemuda yang mencoba mempertahankan ekspresi datarnya meski pipinya bersemu merah membuat sang gadis semakin tersenyum lebar.

"Kawaii ne, Sasuke-kun~" Goda sang gadis.

"Tch, urusai. Aku mau pulang. Jangan salahkan aku jika kau demam nanti." Sasuke mulai melangkah meningggalkan Sakura yang kini terkikik geli. Kaki mungilnya mencoba mensejajarkan langkahnya dengan sang kekasih.

"Ne, apa kau marah, Sasuke?" tanyanya, tapi sang pemuda raven tak menyahut sama sekali. Kesal karena merasa diabaikan, Sakura menendang lutut bagian belakang milik Sasuke, membuat adik Itachi itu hampir saja terjatuh.

"Hei!" Sasuke menoleh dengan ekspresi yang tak kalah kesal. Sakura munjulurkan lidahnya dan berlalu begitu saja melewati Sasuke. Sasuke mendengus kesal kemudian kembali berjalan.

Mereka berjalan dalam diam. Hujan turun tidak deras, tapi meskipun hanya dalam bentuk gerimis tetap saja itu berhasil membuat seragam sekolah Sasuke lumayan basah. Bahkan Sakura kini bisa melihat bagaimana bentuk tubuh Sasuke dari bajunya yang mulai terlihat menerawang. Gadis itu meneguk ludah dengan pipi bersemu merah.

'Sasuke… ternyata dia seksi!' batinnya menjerit gaje. Manik onyx menangkap basah manik emerald yang tengah menatapnya. Sang pemilik manik hijau klorofil itu tersentak kaget dan segera mengalihkan pandangan.

"Apa yang kau lihat? Dasar gadis mesum."

"Hei! Aku tidak mesum! Kau yang mesum, baka!" protes Sakura tidak terima dengan wajah yang semakin memerah. Sasuke mendengus dan tersenyum mengejek.

"Aku menangkap basahmu saat kau tengah menatap ke arahku dengan pipi bersemu, Sakura. Kau tidak bisa mengelak." Sasuke menyentil dahi lebar sang gadis. Sakura meringis, "I-Ittaii."

Sasuke tertawa kecil, "Sudahlah, ayo pulang." Sasuke menggenggam jemari kecil Sakura yang mulai mendingin, "Aku benar-benar tidak ingin kau sakit, Saki." Pipi Sakura kembali bersemu.

"Sasuke…"

"Hm?" Sakura melepas jaket pemberian Sasuke, kemudian menyampirkan jaket itu di pundak mereka berdua.

"Begini lebih baik'kan? Aku juga tidak ingin kau sakit, Sas-kun!" Sakura tersenyum lebar. Sasuke terdiam melihat tindakan kekasih mungilnya.

"Heh," Sasuke mendengus, "Ya. Begini lebih baik, Saki." Dan sebuah senyum kecil merekah di akhir ucapannya.

.

.

.

.

The End

Hallo, sudah lama sepertinya ya? Haha.

.

.

.

Review? xD