Disclaimer:Masashi Kishimoto
Author masih Newbie
1
2
3
~0~
#Start
~@Saudara@~
Dua mata yang berbeda warna itu saling menatap satu sama lain,aura permusuhan keluar dari tubuh mereka, "Kau itu harus menghormatiku Otouto,aku tidak peduli kau harus menghormatiku dan mematuhi apa yang kukatakan kepadamu!".
Dia tertawa kecil dan seringai kembali terpatri dibibirnya, "Hei! Kau,aku tidak mengenal dirimu dan jangan mendekatiku,karena aku merasa jijik denganmu lalu kenapa aku harus menghormatimu dan mematuhi apa yang kau katakan,serta harus memanggilmu dengan sebutan Aniki dan kenapa pula kau harus memanggilku dengan sebutan Otouto?"Naruto menarik kerah baju Menma sehingga tubuh pemuda itu terangkat sedikit.
"Kau akan kupukul!! Aku akan mengajarimu sopan santun kepada orang yang lebih tua,Otouto no baka!"dia memukul wajah Naruto,tetapi dengan cepat dia menghindari serangan Menma.
Pemuda berambut pirang itu terkejut,karena dia tidak menyangka bahwa serangannya dapat mudah dihindari oleh Otoutonya itu,'Cih,dia cukup hebat'batinnya.
Tanpa disadari oleh Menma,Naruto menendang wajahnya cukup kuat hingga dia terpental sampai menabrak tembok diruangan tersebut, "Uhk,kau akan kuhajar kau Otouto no baka!"umpatnya.
Sebuah tangan menarik lengan Menma,matanya menatap tajam kepada orang yang menarik lengannya tersebut,dia terkejut,karena tidak menyangka orang yang menarik tangannya adalah Ayahnya sendiri, "Otousan,kenapa kau berada disini?".
"Kau telah menjaga Otoutomu dengan baik,Menma"pujinya lalu mengalihkan matanya kepada Naruto.
"Naruto ikut Tousan sebentar"ucapnya lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Cih,awas kau Otouto no baka,akan kuajari kau sopan santun secara keras"dia memalingkan wajahnya dari Naruto.
'Heh,dia aneh'batinnya,dia keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Minato.
"Aku akan mengangkatmu sebagai anakku,begitu juga dengan Kushina dan Menma dia sangat menyayangimu,mereka bahkan menjengukmu setiap hari,karena kau koma hampir seminggu"tangannya menepuk pundak Naruto,dia tersenyum tulus kepadanya sama dengan senyuman tulus milik Jiraiya.
"Ini adalah formulir pendaftaran ujian Chunin yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi"dia memberikan selembar kertas yang berisikan surat pendaftaran.
"Kenapa aku harus ikut Ujian Chunin? Aku ini seorang Anbu,waktu didimensiku,aku adalah Anbu elite,seorang Prodigy,bahkan Kakashi bukan Anbu elit,dia hanya kapten Anbu biasa"ucap Naruto panjang lebar.
"Hah,aku berfikir kau itu angkuh dengan kemampuanmu,hm kau lebih mirip Uchiha dibandingkan Uzumaki atau Namikaze"dia tersenyum tipis menatap Naruto dengan hangat.
"Karena aku seorang Prodigy dari klan Uchiha dan Uzumaki,tetapi sifatku lebih mirip klan Uchiha dibandingkan Uzumaki atau Namikaze"balasnya dengan nada datar.
"Sifatmu memang seperti itu,rupanya?"tanya Minato.
"Memang dan untuk apa kau menanyakan hal itu".
"Karena aku ingin tahu sifat putraku yang satu ini".
"Hm,kau menganggapku sebagai anak,akan tetapi aku tidak mau mempunyai dua orangtua".
Minato mengerutkan keningnya,dia memang sangat cerdas dan tanggap dalam memahami setiap perkataan, "Kenapa? Bukankah setiap anak menginginkan kedua orangtua".
"Karena aku itu berbeda dari anak yang lemah dan manja,aku tidak melakukan apapun dengan tangisan atau rengekan,tetapi dengan tindakan"jawabnya dengan nada yang sama.
"Begitu,kalau begitu kau akan menjadi anak angkatku bagaimana?"tanya Minato membuat penawaran kepada Naruto.
"Hm,kau membuat sebuah negosiasi ataupun penawaran kepadaku,aku sebenarnya cukup tertarik dengan anak pirang itu,Menma Namikaze,itukan namanya?".
"Anakku,dia itu Anikimu,bukankah tidak baik memanggil Anikimu dengan nama panggilannya".
"Umurnya berapa tahun?"tanya Naruto.
"13th dia lahir tgl 10 September"jawab Minato.
"Oh,dia memang lebih tua dariku"gumam Naruto.
"Memang kau lahir tgl berapa?".
Naruto mengerutkan keningnya, "Tgl 10 Oktober,hm aku ingin jalan-jalan".
"Lebih baik kau ajak Menma,dia pasti sangat senang,karena kau mau mengajaknya"saran Minato.
"Hm"gumamnya,dia melangkahkan kakinya kedalam ruangan yang dia tempati.
Menma menatap adiknya dengan tatapan tajam,dia sudah cukup bersabar sebagai kakak untuk saat ini dan sekarang,jika dia membuatnya marah lagi maka dia tidak akan menahan diri lagi.
'Awas kalau dia membuatku kesal,jika dia melakukannya maka aku akan memukulnya'batin Menma.
"Hm,antarkan aku jalan-jalan"ucap Naruto dengan nada datar.
"Hei,Gaki! Sebaiknya kau belajar sopan santun dulu,baru kau berbicara kepadaku"ucap Menma memberi nasehat,tetapi sepertinya ucapan pemuda Namikaze itu bagaikan angin lalu bagi Naruto.
Naruto menatap Menma dengan tajam lalu berbalik ke arah pintu, "Kalau kau tidak mau,tidak apa-apa"dia berjalan dengan santainya dengan jaket hitam yang sedang dia pakaikan ditubuhnya.
'Cih,dia membuatku seperti seorang pembantu yang terus mengikutinya'batin Menma.
"Hei! Tunggu!!"teriak Menma.
Dua pemuda itu terus berjalan dengan santai sambil menikmati hembusan angin yang menerpa wajah mereka dengan halus dan beberapa saapaan hangat dari beberapa penduduk kepada Menma.
"Kau cukup terkenal di desa ini?"tanya Naruto.
"Ha ha! Ya,begitulah,karena aku itu keren,tampan,dan juga kuat"jawab Menma dengan bangga.
"Hm,tapi,aku tidak merasa kau seperti itu"balas Naruto dengan nada datarnya.
"Kau membuatku kesal saja!!"Menma menarik kerah baju Naruto dengan kuat.
Seorang gadis dengan langkah yang cepat menuju ke arah Menma,dia menyapa pemuda Namikaze itu dengan suara yang halus dan lembut, "Hai,Menma-kun".
Menma dengan cepat menolehkan kepalanya, "Ah,hai Sakura-chan,seperti biasa kau selalu manis"puji Menma,wajah gadis itu langsung merah merona,ketika mendapat pujian dari Menma.
'Bagus Sakura,sekarang tinggal dapatkan hati dan perhatiannya lalu milikilah dia seutuhnya,ha ha ha'ucap Sakura di dalam hatinya,gadis itu melihat seorang pemuda berambut merah bergaya rambut emo,matanya berwarna hijau toska sangat memukau gadis itu.
"Tampannya"gumam gadis itu tanpa sadar,Sakura tersenyum hangat kepadanya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Menma."Eh,Menma-kun,siapa dia?"tanya Sakura.
Menma menatap Naruto dengan tajam, "Dia? Ehm,dia itu adalah Otoutoku,maksudku dia itu anak yang diangkat oleh Tou-chan de..."penjelasan Menma dihentikan dengan cepat oleh Naruto.
"Hm,aku adik angkat dari Menma,Namaku Uzumaki Naruto,mungkin sekarang margaku diganti menjadi Namikaze".
'Kyyaa,dia lebih keren dari Menma-kun'iner Sakura.
"Hei! kau,Sakura-chan itu bertanya kepadaku bukan kepadamu,Baka!"umpat Menma yang kesal atas ulah Naruto.
"Hm,penjelasanmu itu terlalu berbelit-belit,kau tahu".
"Cih"Menma mendecih tidak suka.
"Jadi,siapa kau?"tanya Naruto kepada Sakura dengan nada datar.
"Ah,iya aku belum memperkenalkan diri kepadamu,namaku Haruno Sakura,teman tim dari Menma-kun,salam kenal"Sakura membungkukan tubuhnya.
"Jadi,apakah kita terus mengobrol disini? Kalau kalian ingin mengobrol lebih lama,aku akan pergi"ucap Naruto dengan sinis,membuat Menma menggeram tidak suka atas nada sinis adik angkatnya itu.
Naruto berjalan dengan cepat tanpa sadar dia telah menabrak seseorang,dia,orang yang tidak sengaja di tabrak pemuda berambut merah itu adalah seorang ninja dari Sunagakure.Ninja berpangkat genin itu menatap Naruto dengan tajam.
"Hei! Kau,minta maaflah kepadaku"ucap ninja Suna itu,dia berpenampilan serba hitam dengan coretan ungu yang mengelilingi wajahnya.
Naruto tersenyum lalu menatap pemuda itu dengan pandangan meremehkan, "Hm,tidak akan"ucapnya sinis membuat ninja Suna itu terpancing amarahnya,dia menendang pemuda itu dengan kuat,tetapi dengan cepat dia menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan ninja itu.
Gerakan Naruto cukup cepat ia mengambil kunai dari tempat penyimpanan ninjanya,dia melemparkan kunainya itu yang berlapiskan chakra angin seketika itu juga kunainya itu melesat dengan cepat menancap ditangan ninja muda Suna.
"Kankuro!"teriak rekan perempuannya dia mengayunkan senjata berbentuk kipas besarnya,senjata itu bernama kyodai Sensu,dia ayunkan senjatanya itu dengan kuat menciptakan tekanan angin yang menghempaskan tubuh Anbu muda.
"Kau tidak apa-apa,Kankuro?"tanya rekannya yang mengkhawatirkan keadaannya.
"Ya,aku baik-baik saja,Temari"jawab Kankuro dengan mencabut kunai yang berada ditangannya dengan kasar.
"Sial,aku lengah hingga benda ini menancap ditanganku"umpatnya kesal.
"Sudahlah jangan mengumpati dirimu"nasehat Temari kepada rekan sekaligus saudaranya itu.
Muncullah Menma dan Sakura dari arah depan dengan pandangan terkejut dengan apa yang mereka lihat akhirnya Menmapun bertanya dengan ninja dari desa Suna itu, "Apa yang terjadi disini?".
"Hah,apa yang terjadi! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kalian ninja Konoha,apakah kalian tidak mempunyai sopan santun dengan tamu dari desa tetangga!!"teriak Kankuro dengan amarah yang tidak dapat dia tahan.
"Kau pi..."perkataan ninja Suna berpakaian serba hitam itu terhenti,karena ada senjata yang diarahkan kelehernya,senjata itu berupa kunai dengan chakra angin yang menyelimutinya.
"Pertarungan kita belum selesai"ucap sebuah suara yang terdengar tajam di telinga mereka.
"Naruto turunkan senjatamu! Apa yang kau lakukan kepada Ninja dari desa tetangga?!"tanya Menma dengan nada yang meninggi.
"Tidak ada,hanya saja aku mempunyai sedikit masalah dengan ninja Suna ini"jawabnya dengan nada datar,dia lesatkan kunainya itu dengan cepat keleher ninja suna tersebut.
'Tidak akan kubiarkan'Temari dengan cepat menahan pergerakan Naruto menggunakan senjata khusus ninjanya.
Naruto mengambil jarak dengan dua ninja Suna itu,gerakan tangan anak Yondaime itu merangkai segel tangan dengan cepat, "KATON GOUKAKYUU NO JUTSU"muncullah bola api yang cukup besar melesat ke arah Temari.
Perempuan berkuncir dua itu mengibaskan Kyodai Sensunya dengan kuat menciptakan hembusan angin yang menahan serangan Naruto,'FUSAJIN NO JUTSU'batin Temari.
'Kyodai Sensu dengan gambar tiga lingkaran ungu,jadi dia yang memiliki salah satu senjata rahasia terkuat di Suna,apa dia anak dari Kazekage'batin Naruto yang menganalisa identitas dan kekuatan lawan.
Muncullah puluhan benang chakra yang akan melilit tubuh Naruto,tetapi dengan cepat pemuda berambut merah gelap itu memotong semua benang chakra yang akan menyerangnya menggunakan kunai berlapis chakra angin.
'Chakuro No Itoku tidak bisa menyerangnya!'batin Kankuro yang tidak percaya benang chakra yang mampu menjerat semua musuhnya kini tidak ada apa-apanya di hadapan pemuda itu.
Menma dengan cepat merangkai segel tangan untuk menyerang Kankuro,sejujurnya dia tidak mengetahui siapa yang bersalah saat ini,tetapi jika itu menyangkut keselamatan adik angkatnya itu maka dia akan ikut turun tangan membantu adiknya.
'Kau sangat merepotkan Otouto no Baka'umpatnya di dalam hati.
"FUTON KAZEKIRI NO JUTSU"terciptalah belati angin yang menyerang Kankuro dari segala arah,membuat ninja Suna itu harus berlindung dibalik senjata rahasianya yang berbentuk boneka.
"KIKO JUNBO"serangan Menma dapat ditahan oleh pelindung boneka miliknya,dia menyeringai senang,karena dapat bertahan dari serangan yang cukup kuat itu.
'Shannaro,kenapa menjadi seperti ini? Bagaimana ini,haduh ne aku bingung sekali'batin Sakura yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan pertarungan ini.
"Hei Otouto! Kenapa bisa seperti ini? Memang apa yang kau perbuat kepada mereka"tanya Menma dengan nada yang kesal.
"Aku hanya menabrak tubuhnya lalu dia memerintahkanku untuk meminta maaf kepadanya,tapi aku tidak mau diperintah ninja yang bukan dari kalangan atas,karena itu janjiku sebagai Ninja"jawabnya dengan nada datar.
'Apa-apaan dia,jelas-jelas dia yang salah,cih kalau saja kau bukan Otoutoku mana mungkin aku mau membantumu saat ini'batin Menma.
Pandangan Kankuro semakin menajam dia telah mengeluarkan dua bonekanya,intuisinya mengatakan bahwa dia harus serius sekarang,karena dia telah menganalisa kemampuan ninja berambut merah itu dan kemampuannya tidak boleh dianggap remeh.
"Temari kau bagian rambut kiiro sedangkan aku yang rambut akai"perintah Kankuro,dia menggerakan jarinya dengan cepat hingga boneka yang tadinya tidak bergerak kini melesat dengan cepat ke arah Naruto.
"KAGUSTU NO JUTSU"dua boneka Kankuro menyerang dari berbagai arah,tetapi dengan lihainya Naruto menahan dan menangkis setiap pergerakan dari boneka Kankuro.
Gerakan tangan Naruto yang cepat mampu menangkis segala macam serangan yang dilancarkan oleh dua boneka tersebut dengan bantuan kunai yang telah dilapisi elemen angin, "FUTON SHINKUHA NO JUTSU"terciptalah puluhan peluru angin yang menembus dua boneka tersebut,tangan dan kaki boneka itu hancur seketika,karena terkena serangan dari pemuda berambut akai itu.
'Elemen angin orang itu kuat,apa mungkin dia itu seorang chunin?'batin Kankuro yang terkejut dengan kekuatan elemen angin Naruto.
Temari yang melihat jutsu dari Naruto terkejut,karena dia baru melihat jutsu yang mampu menghancurkan boneka milik Kankuro,'Dia memiliki elemen angin dan api yang mampu dia kendalikan dengan sempurna,bukankah itu tidak mungkin bagi seorang genin'batin Temari.
"Otouto memiliki elemen angin yang kuat,aku yakin jutsunya dapat menyaingi jutsu anginku"gumam Menma.
Menma merangkai segel tangan dengan cepat,dia memanfaatkan kelengahan Temari,karena masih terkejut dengan jutsu milik Naruto, "KAGE BUNSHIN NO JUTSU"terciptalah kloning Menma,dia menciptakan bola biru yang berputar kuat di tangan pemuda berambut kuning itu.
Menma berlari dengan cepat ke arah Temari,perempuan itu terkejut ketika mendapati pemuda itu yang sedang menuju kearahnya."RASENGGAN"Menma mengarahkan jutsunya kepada gadis itu,membuat perempuan itu tidak berkutik,karena Menma sudah berada didepannya dengan mengarahkan Rasenggan ketubuhnya.
Kepulan asap tercipta ditengah-tengah Menma dan Temari,memunculkan sesosok Jounin berambut perak yang mematahkan serangan Menma hanya dengan tangannya saja, "Yare,yare Menma,apakah pantas kau menyerang tamu dari desa lain?"tanya Jounin itu dengan sebagian wajah yang ditutupi oleh masker.
"Eh,Kakashi-sensei,kenapa sensei berada disini?"tanya Menma yang masih dalam keterkejutannya.
Naruto menatap tajam Kakashi, 'Hatake Kakashi,dia adalah mantan Anbu kepercayaan Yondaime Hokage dan juga Taichou dari Anbu kepengawalan yang dipercaya Yondaime,hm Kakashi no Sharingan dan Kakashi si Ninja Peniru itu julukannya'batin Naruto menganalisa identitas Jounin didepannya.
Kakashi melihat ke atas pohon,di atas sana terdapat seorang perempuan berambut hitam panjang dengan Sharingan bertomoe tiga terdapat dikedua matanya ,dia adalah Himesama no Uchiha.
"Satsuki,kenapa kau tidak menghentikan pertarungan yang dilakukan oleh kelompokmu dengan ninja dari Suna?"tanya Kakashi kepada gadis itu.
Perempuan itu hanya bergumam tidak menunjukan ketertarikannya untuk menghentikan pertarungan yang dilakukan oleh teamnya, "Hn"itulah kata yang paling sering dikeluarkan oleh Satsuki.
"Eh,kenapa Satsuki-chan berada disana? Apa yang kau lakukan disana Satsuki-chan?!"tanya Menma setengah berteriak.
"Hn"gumamnya kembali,membuat Menma sedikit kesal,karena sudah mendapatkan kekesalan berkali-kali oleh adik barunya itu.
'Cih,Uchiha itu membuatku kesal saja,untung kau perempuan Satsuki-chan'batin Menma menenangkan dirinya.
Bersambung
Waiting utk chapter berikutnya(_)
