Title : Competely Love

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)

Genre : Brothership, Romance, Yaoi

Rated :T- M

Author : SuyangSuyong

Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.

Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.

.

Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi

Sorry for typo

.

.

.

Happy reading guys^^

.

.

Chapter 4 (One step to be more closer)

"Sehun !"
"Oh Kai, kau sudah datang."

Kai duduk di sebelah Sehun.

"Hei, hari ini jadi kan?"
"Ya, tentu."
"Bagaimana kalau sehabis ke toko buku kita berjalan-jalan sebentar? Kebetulan di pusat kota sedang ada festival."
"Hm.. aku harus bilang pada Chanyeol hyung dulu"
"Ya sudah tak apa, kau izin saja dulu"

"Hei brotha!"
Baekhyun menepuk pundak Chanyeol dan duduk di sebelahnya.
"Hei, kau kenapa? Lesu sekali" tanya Baekhyun.
Memang yang dilakukan Chanyeol dari tadi hanya menumpukan dagunya pada satu tangan sambil bersender pada tembok. Terlihat lesu sekali sambil memikirkan sesuatu.

"Tak apa, hanya sedang bosan saja" sahut Chanyeol malas.

"Oh ayolah, jangan seperti itu. Ah, bagaimana setelah pelajaran Kim seongsaenim kita pergi ke kantin? Aku yang traktir, tenang saja"
"Tumben sekali. Biasanya kau yang minta di traktir"
"Ehe, aku baru saja mendapat amplop, haha"

Chanyeol membuka ponselnya saat dirasa ponselnya bergetar di saku celananya. Satu pesan diterimanya. Dari Sehun, adiknya.

Sehun-ah
Hyung

Chanyeol pun langsung membalasnya.

Chanyeol hyung

Ada apa Hun?

Sehun-ah
Ani hyung, eum bolehkah aku pulang lebih lama? Aku dan Kai akan berjalan-jalan sebentar setelah ke toko buku nanti.

Chanyeol mengerutkan keningnya. Kenapa saat Sehun pergi bersama orang lain ia merasa tak rela? Ini sungguh aneh.

Chanyeol hyung
Baiklah, tak apa. Jangan pulang larut malam. Pukul 8 malam kau harus sudah ada dirumah.

Sehun pun tersenyum membaca pesan dari Chanyeol. Senang sekali ia bisa diizinkan pergi dengan Kai.

Sehun-ah
Aku mengerti hyung, gomawo. Aku menyayangimu.

Chanyeol tersenyum. Adiknya ini sangat menggemaskan sekali. Ah, dia merindukannya sekarang, walau baru tadi pagi berpisah dan memasuki kelas masing-masing. Entah kenapa, ia bingung sendiri.

"Hei bung, kau sehat kan? Tingkah mu aneh sekali.. apa perlu kubawa ke rumah sakit?"
Baekhyun merinding melihat Chanyeol seperti itu.
"Sialan kau, aku baik baik saja!" Chanyeol memukul kepala Baekhyun.
"Yak! Sakit Chanyeol, aish. Kau aneh! Tadi lesu seperti orang mau mati, sekarang senyum senyum sendiri seperti orang gila sambil memandangi layar ponsel. Benar benar tidak waras."
"Sekali lagi kau bilang aku tidak waras, ku patahkan lenganmu."
"Yak yak Chanyeol!"

.

.

.

.

.

"Hun, ayo kita pergi sekarang."
"Iya Kai, kau duluan saja, nanti aku menyusul ke tempat parkir."

Sehun pun membereskan buku bukunya. Dia melihat layar ponselnya, ada satu pesan masuk.

Chanyeol hyung
Hei, kau jadi pergi?

Sehun-ah
Ya hyung, kenapa?

Chanyeol hyung
Ah tak apa. Ingat jangan pulang lebih dari pukul 8, atau ibu akan mengkhawatirkanmu. Kalau ada apa apa hubungi aku.

Sehun-ah
Ya hyung, aku takkan lupa. Hyung pulang lah kerumah.

Chanyeol lesu. Biasanya ia akan pulang bersama adiknya, sekarang harus pulang sendiri. Dia benar benar merindukan adiknya.

"Hei, lama sekali, ada masalah?" Tanya Kai saat Sehun baru sampai di tempat parkir.
"Ani, tadi aku harus mengantarkan buku dulu ke ruang guru. Ayo pergi."

Kai memberikan helm kepada Sehun, lalu menyuruh nya naik ke motornya.

.

.

.

.

.

"Hei, sebenarnya apa yang sedang kau cari dari tadi? Kau hanya berputar putar dari satu rak ke rak lain tetapi belum satupun buku yang kau pegang." Tanya Sehun sambil mengikuti Kai dari belakang.
"Buku yang kucari belum ketemu"
"Memangnya buku jenis apa yang kau cari?"
"Komik sinchan edisi terbaru, ehe"
"Hah? Komik? Hei kau bilang ingin mencari buku fiksi ilmiah, kenapa malah mencari komik? Tak ku sangka, bukannya belajar kau malah membaca komik"
"Ani, bukan begitu. Aku hanya membaca komik sesekali saja. Lagipula buku sejenis fiksi ilmiah dirumahku sudah banyak. Sekali kali aku juga harus menambah koleksi komikku. Aku juga jarang membaca komik, karena aku takut ketahuan ibuku, dia akan marah kalau aku membaca komik, makanya setiap aku membeli komik, selalu ku sembunyikan di tempat rahasia. Kau, jangan beri tahu ibuku ya"
"Ya ya terserah padamu" ucap Sehun sambil memutar bola matanya malas.
"Cepat lah temukan komik yang kau cari itu lalu kita ke tempat yang kau maksud itu. Aku tak boleh pulang larut malam"
"Ya, sebentar lagi.. ah! Ketemu." Ucap Kai sambil mengambil buku komik dari rak buku paling atas.

Setelah membayar komik, merekapun melanjutkan pergi ke pusat kota untuk melihat festival tahunan.

"Kai, ayo kita pulang. Sudah hampir jam 8, ibuku pasti sudah menungguku."
Ucap Sehun setelah mereka menikmati festival dan juga kembang api dari festival.
"Ah ya aku lupa, ayo kita pulang."

"Sehun, terima kasih ya sudah menemaniku seharian ini, ini sungguh menyenangkan."

"Ya Kai, aku juga ingin berterima kasih, sungguh hari ini hari yang menyenangkan. Terimakasih sudah mengantarku sampai rumah."
"Ya tak masalah, lain kali kalau ada waktu bisa kan kita pergi bersama lagi?"
"Ya tentu. Ya sudah aku masuk dulu, kau pulang lah."
"Ya sudah aku pulang dulu. Selamat malam."
"Ya, hati hati dijalan."

Setelah dilihat motor Kai sudah tak nampak Sehun baru memasuki rumahnya. Dia berbalik badan hendak memasuki rumahnya, namun Sehun terkejut karena Chanyeol tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.

"Omo! Hyung, kau mengagetkanku!"

Chanyeol hanya diam dengan cengiran bodohnya.

"Sudah berapa lama kau berdiri dibelakangku?"

"Eum, baru saja. Dari tadi aku hanya menunggu di depan pintu, saat kau datang aku baru menghampirimu."

"Harusnya kau tak usah menungguku. Ayo masuk hyung, di luar dingin."

"Ah ayo kita masuk. Kau lapar tidak? Kau harus makan, ibu membuatkanmu sup rumput laut kesukaanmu." Chanyeol merangkul bahu adiknya sambil berjalan masuk kedalam.

"Ah benarkah? Wah pasti lezat."

"Ya, tentu."

Kai merebahkan dirinya diatas ranjang. Senyum terpaut di wajahnya kala mengingat bagaimana tadi dia menghabiskan waktu sorenya bersama Sehun. Dia sendiri pun sangat bingung kenapa dirinya begitu aneh seperti ini, padahal ini biasa saja.

"Hah, seperti orang sedang jatuh cinta saja aku senyum senyum sendiri. Aku pasti sudah gila."

Kai menarik selimut nya dan langsung memejamkan matanya.

'Aku sangat bahagia bisa berada di dekatmu selama itu, meski aku ingin sekali berada di dekatmu lebih lama lagi. Kita memang baru saling mengenal, tetapi bisakah kita menjadi lebih dekat? Bisakah kita memiliki hubungan lebih dari sekedar teman?' - Kai

.

.

.

TBC

Next?

Terimakasih untuk saran kalian yang nyuruh refisi summarynya^^

See you in next update...