Reincarnation

©Blue Exorcist Kazue Kato

©Story here mine

Warning: Death Fic.

Tidak pernah Yukio sangka kedatangannya ke Toko buku ini membawanya menemui Rin Hanase. Yukio merasa seperti benar-benar melihat Kakaknya walaupun dalam wujud anak baik Yukio pernah mendengar bahwa anak ini hidup ditanggung asuransi orang tuanya tentu saja bukan tanpa alasan dia bekerja karena tidak mungkin dia akan selalu bergantung pada asuransi menurut data anak ini juga mengikuti program beasiswa ini mengingatkan dirinya sendiri saat dia juga dulu sempat mengikuti program beasiswa.

"Sensei senang bertemu denganmu disini kebetulan sekali". Tanya Rin Hanase.

"Oh ya Hanase-kun aku pertama kali datang kesini". Jawab Yukio.

"Aku senang anda datang lain kali bila anda memerlukan buku apapun anda bisa telpon nomor di kartu ini". Kata Rin memberi sebuah kartu member.

"Terima kasih Hanase-kun sampai jumpa nanti". Kata Yukio.

"Datang lagi ya". Kata Rin kalimat yang biasa dia ucapkan pada pengunjung.

Namun Yukio bukan pulang namun terdiam ditempat yang agak jauh memperhatikan walaupun malam semakin larut dia juga melihat Rin yang kelihatannya mengerjakan PR dimeja kasir saat pengunjung sepi dia terlihat menguap sesekali menahan kantuk namun Rin kelihatannya tetap mencoba bertahan Yukio menjadi ingat dirinya dulu dia harus selalu menahan kantuk demi pekerjaannya sedangkan kakaknya Rin tidur dengan nyenyak Rin yang ada saat ini benar-benar berbeda, sesekali Yukio tertawa kecil melihat Rin kesulitan mengangkan barang yang kelihatannya tidak terlalu berat beda sekali dengan kakaknya yang mampu mengangkat tumpukan barang yang berat dengan sekali angkat tapi Rin ini Nampak hampir saja jatuh bila saja pegawai lain tidak menolongnya.

-Selesai bekerja-

Rin berjalan pulang dengan lelah sambil menuju rumah dia mampir kesebuah mini market 24 jam jujur saja Rin lapar sekali karena dia lupa makan sejak siang untunglah dia tidak pingsan yang dibelinya kebanyakan adalah mi ramen instan, beberapa suplemen nutrisi serta minuman bervitamin Rin sama sekali tidak pernah makan masakan rumah sejak kedua orang tuanya meninggal dia sama sekali tidak tahu cara memasak jadi dia hanya makan mie ramen saja atau bila dia bosan dia akan membeli roti atau makanan lainnya yang mudah disajikan dia sangat tahu bahwa makanannya sama sekali tidak sehat jadi dia selalu megkonsumsi suplemen-suplemen vitamin dan minuman berenergi dan juga tidak lupa dia selalu memiliki stok air mineral yang banyak.

"Baiklah semua sudah lengkap". Katanya sambil pergi membayar kekasir.

-Rumah Hanase Rin –

Rumah keluarga Hanase bukanlah rumah besar tapi bukan juga Rumah yang kecil namun cukup untuk tempat tinggal 6 orang rumah itu memiliki banyak kenangan antara Rin dengan kakaknya, Ibu dan juga ayahnya. Dia lahir dari pasangan peneliti botani dan kakaknya adalah seorang anggota angkatan bela diri jepang bisa dibilang masa kecil lumayan indah namun beberapa tahun lalu dia harus menerima kenyataan setelah kematian orang tuanya karena kecelakaan mobil dan ditahun sama Kakaknya meninggal karena tertembak diperbatasan.

Hari demi hari Rin melewatinya dengan penuh kesedihan namun lama kelamaan dia menjadi kuat karena dukungan teman-temannya Rin sempat tidak bisa keluar rumah selama satu minggu kalau bukan teman-temannya yang datang menyemangatinya mungkin saja dia akan mati kesepian didalam Rumahnya.

"Baiklah hari sungguh melelahkan". Katanya sambil memanaskan air.

Dia selama ini sudah terbiasa dengan tidur hanya sekitar empat sejak kematian keluarganya dia tepaksa melakukan itu tidak bisa selamanya dia bergantung dengan yang dia warisi dari orang tuanya.

-Pagi hari Rumah keluraga Hanase-

Seperti biasa Rin akan bersiap kesekolah True Cross dijalan dia langsung bertemu dengan Hikaru seperti biasa juga mereka akan saling bercanda sepanjang perjalana Rin kenal betul Hikaru orang sangat humoris namun juga pemalu.

"Oi Rin kau tahu sejak kau dekat dengan Okumura banyak yang ngomongin kamu lo". Katanya.

"Ah jangan dengar apa kata orang lain aku dan Okumura sensei hanya biasa saja". Kata Rin.

"Kau tahu tidak akhir-akhir ini banyak kasus pedhofil". Kata Hikaru asal.

"Ehhm maksudmu apa ya". Kata Rin mendadak pucat.

"Ya hati-hatilah pada Okumura sensei kurasa ada yang aneh dengannya". Kata Hikaru.

"Memangnya dia kenapa kurasa dia biasa saja". Kata Rin sedikit merinding.

"Melihat cara Okumura sensei menatapmu rasanya seperti istimewa bahkan anak-anak lainpun juga berpikir begitu". Kata Hikaru dengan mata jahilnya.

"Apa maksudmu apa benar begitu bagaimana ini aku takut sekali". Kata Rin panik.

"Ya kau tidak tahu selama ini belum pernah Okumura sensei memperlakukan seorang siswa seperti dirimu coba saja tanya teman yang lain semua berpikir begitu bahkan para gadis". Kata Hikaru semakin menakitinya.

"Apa yang harus kulakukan sekarang bagaimana jika itu benar". Kata Rin ketakutan sambil terbayang wajah Yukio yang sedang evil smirk.

"Gwahhhahaha. Kau Lucu sekali aku hanya bercanda kau pikir itu benar". Kata Hikaru Saat itu juga Rin langsung menggeplak kepalanya.

"Dasar kau bebek menyebalkan kau tahu hampir saja aku berpikir akan jadi korban seorang Om Om". Kata Rin (Rin bilang begitu karena Yukio disini sudah berumur tiga puluhan).

"Ya ampun maafkan aku hanya ingin kau tertawa kau jarang tertawa lepas sih". Kata Hikaru.

"Ya Tuhan bukan begitu juga caranya". Kata Rin.

"Aku tahu anak alim sepertimu kadang kaku seperti kanebo kering". Kata Hikaru.

"Dari pada kau bebek packing". Kata Rin.

"Lihatkan sudah lama sekali sejak saat itu kau jarang bercanda lagi". Kata Hikaru.

"Baiklah terima kasih bebek Packing". Kata Rin.

"Sama-sama kanebo kering". Kata Hikaru.

"Oh ya Soal Okumura sensei dia bilang aku mirip saudaranya". Kata Rin.

"Benarkah aku tidak pernah dia punya saudara". Kata Hikaru.

Dari ujung koridor Yukio mendengar percakapan mereka dengan dahi berkerut dengan empang persimpangan.

"Apa mereka mengataiku Om-om dan juga pedo". Kata Yukio.

Baru pertama kali ini Yukio dikatai Om-om tapi mau bagaimanapun Yukio tak bisa menampik fakta bahwa dia memang tua sekarang.

-Dikelas-

Yukio mengajar seperti biasa namun entah kenapa baru pertama kali ini dia melihat Rin Nampak berwajah pucat saat Yukio menatapnya sepertinya kata-kata Hikaru mempengaruhinya. Yukio mencoba terlihat biasanya walaupun dia sama sekali tidak nyaman dengan Rin yang melihatnya ketakutan seolah Yukio akan menelannya kapan saja.

"Tidak bisakah kau biasa saja aku bukan orang seperti itu". Kata Yukio dalam hati.

Sepanjang kelas Rin Nampak kaku seperti kanebo kering padahal dia tahu kalau hal itu hanya candaan tapi saat melihat Yukio mendadak saja dia tebayang wajah Yukio ang menyeramkan seperti Rin mulai sawan.

Kelas berjalan dengan lancar dan pelajaran akhirnya berakhir Rin pulang paling akhir karena dia harus ada yang harus dia lakukan diperpustakaan tanpa terasa dia menjadi sendirian karena kebanyakan orang telah kerumah masing-masing dan Hikaru juga dia harus pulang cepat kerena dia harus mengasuh adiknya karena orang tuanya akan berpergian.

"Baiklah sudah selesai PR untuk seminggu ini jadi aku bisa bekerja dengan baik malam ini". Kata Rin.

Namun baru sesaat saat dia merapikan tasnya dia terjatuh sambil memegangi kepalanya tubuhnya lemas dia ingat dia lupa sarapan dan juga saat istrirahan dia sibuk menyelesaikan PR nya yang sebenarnya masih lama dikumpulkan tujuan hanya agar semua selesai dengan cepat. Semua telah sepi dia bingung akan minta bantuan siapa bahkan berteriak taka da tenaga untuk dia mengeluarkan suara hanya mangapan-mangapan kecil dimulutnya dan kini bisa dia rasakan aliran hangat dari hidungnya dia tahu pasti itu darah seperti itulah jika dia kelelahan, tergeletak lemas sendirian dan pasrah menunggu seseorang yang akan menolongnya walaupun dia juga takut bagaimana jika dia harus tergeletak sepanjang malam seperti itu namun sebelum pandangannnya menggelap dia melihat seseorang yang datang.

Yukio Pov

Hari ini aku baru saja mengkonfirmasi beberapa exorcist yang dimutasi dari cabang True Cross (Yukio disini sudah Exorcist Upper First Class setara Shura) namun saat aku melewati perpustakaan aku melihat seseorang familiar tergeletak tidak Itu Nii-san bukan tapi Rin.

"Nii-san". Teriakku.

Aku melihatnya hidungnya mimisan matanya hampir tertutup tanpa pikir panjang aku membawanya keruang kesehatan.

Rin Pov

Saat aku terbangun aku berada diruangan kesehatan aku melihat Okumura Sensei. Saat itu aku teringat kata-kata Hikaru.

"Kau jangan terpengaruh kata-kata temanmu lagi pula dia juga sudah bilang hanya bercanda". Kata Okumura sensei.

"Oh maaf sepertinya anda mendengarnya apa anda tersinggung". Tanyaku malu.

"Ya tentu saja". Kata Okumura Sensei.

"Apa mala mini kau kerja". Tanya Okumura sensei.

"Ya aku bekerja kecuali libur". Kataku.

"Sebaiknya jangan dulu". Kata Okumura sensei.

"Tapi saya baik-baik saja". Kataku.

"Kau sudah mimisan kelihatannya juga kau tidak makan tadi pagi dan juga kelihatannya makanmu kurang sehat". Kata Okumura sensei.

"Tadi pagi aku lupa sarapan dan soal mimisan itu sudah biasa". Kataku.

"Aku tahu tapi memaksakan diri tidak baik jika kau tidak sehat kau pikir kalau kau sakit apa kau masih bisa bekerja dan sekolah". Kata Okumura sensei.

"Ya baiklah". Kataku.

Saat itu Rin mau bangun namun saat itu terjatuh lagi ketempat tidur.

"Asam lambungmu meningkat aku sudah menyuntikmu dan juga pusing kepalamu karena tekanan darahmu sangat rendah". Kata Okumura sensei.

"Akhir-akhir ini aku sering lupa makan itu sebabnya". Kataku

"Kalau begitu makanlah bento ini". Kata Okumura sensei memberiku sebuah bento.

"Tapi ini makananmu bagaimana dengan anda". Kataku

"Aku sudah kenyang ini bento dari temanku". Kata Okumura.

Saat Rin membukanya dia tersenyum menahan tawa bento itu ada tulisan saus Okumura-kun makanlah ini semoga kau menyukainya.

"Aku semakin tidak enak apa ini dari kekasihmu". Tanya Rin.

"Bukan tapi dari penggemar, makan saja". Kata Yukio merona.

"Baiklah tapi jangan sampai penggemarmu tahu ya kalau aku yang memakannya aku takut dimarahi". Kata Rin bercanda.

Yukio Pov

Dia Rin Hanase yang begitu polos dan juga naïf mudah akrab dengan siapa saja bagian ini agak mirip dengan Nii-sab hanya saja Nii-san bicaranya kadang tidak sopan berbeda dengan Rin Hanase dia masih bisa formal.

"Terima kasih pertolonganmu Okumura sensei jika kau tidak ada mungkin aku akan tergeletak hingga besok pagi". Kata Rin.

"Ya sama-sama aku hanya kebetulan lewat". Kataku.

Dia yang Nampak polos namun serius dalam mengerjakan tugasnya bisa dilihat dari dia mengerjakan PRnya dan pekerjaannya aku salut andai saja aku bisa membuatnya menyadari bahwa pertemuannya denganku adalah reuni saudara walaupun sekarang dia terlahir sebagai orang lain tapi aku tak akan lupa.

Author Note

Saya kembali lagi kuharap kalian tidak melupakanku karena fandom Blue Exorcist semakin jarang dan saya jarang update karena tapi saya senang akhir akhir ini ada fanfic Blue Exorcist bahasa Indonesia yang nambah selain saya judulnya Zutto Eien ni dan Yukio saya promosikan biar ramai jika besok memungkinkan saya besok update Polysetemia waktu itu gak sempat.

Oh ya saya minta pendapat kalian jika seandainya saya buat Doujinshi saya terbitkan ssecara PO bagaimana? mungkin saya butuh assistant. Sebenarnya ada banyak yang membuat fanfic dicetak dijual secara Pre Order kebanyakan fandom korea saya sempat ingin melakukannya dengan mencetak fanfic saya yang sudah selesai diblog wordpress judulnya Obsession of sajangnim fandom korea juga tapi saya gak PD karena takut gak berhasil karena saya tahu tulisan saya masih jelek banyak typo.

Ya itu curhatan saya walaupun saya bukan penulis handal yang berbakat ya setidaknya dengan saran kalian akan sangat membantuku jadi jangan sungkan komentar kritik dan saran keff ini. Terima kasih yang follow, Favorite dan review kalian itu sangat membuat saya senang .