.
.
.
.
"SECRET"
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
KyuBum, Sibum and KyuMin couple
Warning: Genderswitch, Typo(s)
Don't like the cast or plot. Do not BASH, please.
.
.
.
.
Seorang yeoja bak malaikat keluar dari mobil mewah yang dikendarai pasanganya. Tubuhnya begitu memancarkan sinar di siang hari, begitu anggun dan mempesona. Perlahan ia melangkah keluar sambil menyingkap gaunya yang terlihat nyaris menutupi mata kakinya.
Sungmin berdiri di pelataran hotel sambil membetulkan tata rambutnya yang tergerai indah. Sambil memperhatian suaminya yang kini sedang memberikan kunci mobil ke seorang petugas valley khusus berseragam ungu yang sangat terlihat konyol. Begitu namja itu mendekat ke arahnya, dengan manisnya tangan Sungmin menggapai tangan Kyuhyun dan keduanya bergandengan tangan masuk.
Sesuai dengan judulnya, pernikahan Chaebol generasi ketiga yang digosipkan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Suasana halaman belakang hotel bintang lima pulau Jeju dengan pantai buatan sebagai pemanisnya memang begitu keren. Keluarga Choi memang tidak mengundang banyak orang dipernikahan anak keduanya ini, hanya sekitar empat ratus orang—itu yang bisa dikatsirnya ketika memasuki pekarangan pantai yang sudah sebagian besar kursinya penuh, itupun hanya kolega-kolega dekat, teman-teman Jiwon dan Changmin dan kaum sosialita kelas atas yang terkait hubungan erat dengan keluarga kolongmerat ini. tidak seperti pernikahan anak pertama mereka—Siwon yang diadakan besar-besaran, disorot media dari prosesi pertunanganya saja yang benar-benar bak negeri dongeng, Jiwon lebih memilih mengadakan private party di salah satu aset pribadinya yang terkenal dikalangan turis mancanegara. Alasanya cukup simpel, ia tidak mau hidupnya seterkenal kakaknya yang seluruh gerak-geriknya di lirik media masa. Sudah cukup Siwon saja yang masuk ramalan pria terkaya abad ini dengan segala pemberitaanya, ia tidak mau.
Kyuhyun melangkah masuk sambil menggandeng tangan Sungmin, mereka terlihat begitu serasi. Sungmin dengan gaun panjang berwarna hijau laut dengan bagian punggung yang terbuka, sangat cantik hingga beberapa namja menengok ke arahnya dan berdecak kagum disertai dengan tatapan mematikan dari suaminya yang juga tidak kalah tampanya dengan tuxedo hitam hasil desaign istrinya sendiri. Ia berjalan dengan gagah dan bangganya seakan salah seorang model busana seorang Lee Sungmin yang terkenal.
Mereka berdua kemudian berjalan ke dua orang berbahagia yang sedang duduk di pelaminan, Jiwon dan Changmin. Keduanya begitu serasi dengan balutan serba putih. Jiwon dengan gaun putih dengan dada yang terbuka dan sebuket bunga indah yang berada dalam genggamanya dan Changmin dengan tuxedo putihnya yang terlihat begitu mewah. Keduanya tersenyum lebar ketika sepasang suami istri itu berjalan menaiki podium pelaminan.
"Hyung!" teriak Changmin sambil memeluk Kyuhyun. "Kau datang juga!"
"Mana mungkin Hyung-mu yang tampan ini tidak datang di hari bahagia dongsaengnya sendiri?" Jawab Kyuhyun sambil tersenyum licik ke arah Changmin. "Kau pasti sangat bersyukur ya, ada yeoja secantik Choi Jiwon yang mau kawin denganmu!" godanya sambil menepuk bahu Changmin perlahan.
"Min jangan cemberut gitu dong, Hyung yang tampan ini kan bercanda—"
"Sudahlah Min, Kyuhyun memang begitu mulutnya, sebagai istri yang baik Noona minta maaf ne, nanti ku traktir makan bulgogi deh" potong Sungmin cepat mengingat beberapa orang dibelakang mereka sudah mengeluh di antrian yang panjang itu.
"Ah benarkah? Ah Noona, kau memang yang terbaik!" Teriak Changmin semangat sambil mengangkat jempol tangan kananya tanda ia setuju, mungkin kelihatanya saja Changmin begitu pendiam dan serius, tapi dibalik tubuhnya yang tinggi menjulang itu, ia bisa dibilang seorang food monster—atau apalah itu, yang jelas bagi Kyuhyun, seorang Shim Changmin tidak mungkin hanya menyantap satu atau dua porsi makanan, dan Sungmin yang menawarkan traktiran pada namja ceking itu adalah sebuah ketololan besar yang mungkin bisa membuat KyuMin miskin mendadak.
"Dan Jiwonnie..." Sungmin menggenggam tangan Jiwon yang begitu cantik dan terbungkus sarung tangan berwarna putin-silver yang senada dengan gaun yang ia kenakan. "Selamat berbahagia, sayangku"
Mata Jiwon berkaca-kaca menatap kakak kelas yang dekatnya sudah seperti kakak kandungnya sendiri, ia mengangguk mantap lalu kemudian sepasang desaigner-pengacara kondang itu turun dari podium dan berbaur dengan para undangan lainya.
Sepasang bola mata Sungmin bertemu dengan sosok Siwon yang dengan tampanya sedang diwawancarai media mengenai pernikahan adiknya. Namja itu, terlihat sama eleganya dengan biasanya, hanya saja kali ini tersemat bunga kecil di dada kananya. Pria itu duduk berhadapan dengan beberapa jurnalis yang begitu antusias dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai pernikahan ini. sebagai juru bicara sementara, Siwon hanya menjawab seperlunya. Tidak cukup lama keluarga Choi membuka sesi tanya jawab, hanya sekitar lima menit, lalu namja itu beserta petinggi-petinggi lainya pergi dan ikut larut dalam kemeriahan pesta.
"Kyuhyun!" teriak Siwon dari kejauhan ketika melihat sepasang suami istri itu sedang memandang dirinya. Namja itupun langsung mendekati keduanya dengan akrab.
"Wonnie!" sahut keduanya sambil melambaikan tangan.
"Wah wah, lihat siapa yang datang. Pangeran kodok dan putrinya yang begitu cantik" goda Siwon sambil merangkul sahabatnya itu. "Sudah bertemu Jiwon dan Changmin? Mereka benar-benar merindukan kalian"
"Tentu saja sudah, wah acaranya meriah sekali Wonnie, katanya hanya pesta kecil-kecilan, tapi ini sih sudah lebih dari kesan mewah" tukas Sungmin sambil menengguk segelas wine yang disediakan pelayan yang lewat.
"Mewah? Ah Minnie,tidak kok" Elak Siwon yang berusaha merendah sambil duduk disebuah kursi putih, berhadapan dengan Sungmin dan Kyuhyun.
"Oh iya, mana Kibum?" kata Sungmin sambil menggembungkan pipinya "Aku belum melihatnya dari tadi, dia tidak bersamamu?"
"oh Kibum, ia sedang bersama Umma-ku. Biasalah, urusan perempuan" Jawab Siwon sambil mengunyah buah-buahan yang dipegangnya sedari tadi "Nah, itu dia Kibummie"
Siwon menunjuk seorang yeoja cantik dengan pakaian yang hampir serupa dengan milik Sungmin. Berwarna hijau laut, dengan anggunya Kibum berjalan menghampiri mereka sambil menyeimbangkan jalanya dan membuat Kyuhyun begitu terpesona. Dibalik wajahnya yang datar namja itu mati-matian menahan tubuhnya agar tidak menghampiri Kibum yang terlihat begitu sexy. Gaunya sangat ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang bak gitar spanyol itu. Dan sebuah kalung berlian yang mencolok di tengah dadanya hampir membuatnya menerjang Kibum di tengah keramaian pesta.
"Wah sepertinya aku terlambat ya, maaf"
"Bummie! Kau benar-benar terlihat cantik hari ini" Puji Sungmin begitu Kibum menghampiri mereka sambil menatap sahabatnya dari atas sampai bawah. "Wah jeongmal.."
"gomawo Minnie-ah.. kau juga terlihat cantik sekali!"
Kibum benar-benar mengacuhkan tatapan Kyuhyun kali ini. antara takut Kyuhyun kecewa dengan penampilanya dan juga takut ketahuan, lagipula, ini tempat besar dan dipenuhi orang-orang penting, ia tidak bisa berlaku seenaknya walaupun rasanya ia ingin sekali menjadi yeoja yang sekarang sedang diapit dengan erat oleh selingkuhanya.
"Bummie, apakah itu berat, sayang?" Kibum mengangguk selagi Siwon menunjuk kearah bagian dadanya. Sebuah kalung berlian dengan kristal swarovski yang begitu gemerlamat tersemat didadanya.
"berat sekali, Wonnie, tapi aku tidak enak melepaskannya" bisik Kibum sambil merangkul mesra suaminya. Sungguh, walaupun kalung ini benar-benar mengagumkan Kibum tidak bisa bohong jika benda itu benar-benar membuat dadanya sakit. Jika bukan mertuanya yang memberikan benda keramat ini dan menyuruhnya memakainya agar terlihat cantik—mungkin benda ini sudah berada di dalam kotak kaca rumahnya sebagai pajangan. Dengan tubuhnya yang tidak terlalu besar dan kalung yang begitu berat membuatnya serasa ditimpa batu bata.
"Andai saja aku bisa menggantikanmu memakainya" gerutu Siwon "Biar setahun tidak melepasnya aku mau saja, asal Kibummie tidak kesakitan seperti ini"
"Gombal aja lu Won" sahut Sungmin sambil menepuk bahu Siwon lalu nyengir kuda.
"Loh gombal ke istri sendiri kan tidak apa-apa Ming, iya kan, Kyu?"
"Ha? E..eh iya-iya" balas Kyuhyun kagok saat kedua obsidian Kibum bertemu dengan miliknya.
Tak lama Sungmin pergi dan mengambil makanan. Mereka tinggal bertiga, Siwon, Kibum dan tentu saja Kyuhyun. Sebenarnya rasanya ia terlalu canggung berada bersama suami istri kolongmerat ini, tapi apa daya, ia harus berakting senatural mungkin disini, seperti biasanya.
"Bagaimana pekerjaanmu Wonnie?"Tanya Kyuhyunmencoba memulai percakapan sambil menengguk minumanya.
"Tidak perlu ditanya, Kyu, sibuk sekali. Benar-benar melelahkan"
Benarkah begitu? Baguslah Siwonnie, dengan kesibukanmu yang setumpuk itu aku bisa bersenang-senang dengan istrimu yang cantik.
"oh ya, kudengar kalian akan merencanakan momongan ya? Selanjutnya bagaimana?"
"Uhm itu.. Sungmin yang meminta, tentu saja" Ucapnya lalu menggeser tubuhnya miring ke arah Siwon. Jika sudah menyangkut hubunganya dengan Sungmin rasanya ia ingin menutup telinga Kibum rapat-rapat—setidaknya membuat yeoja itu tidak mendengar.
Siwon menatapnya sambil tertawa kecil "Oh benarkah? Sepertinya bagus sekali"
"Bagaimana denganmu dan Kibum, apa kalian tidak ingin... merencanakanya?" selidik Kyuhyun dengan nada yang sebisa mungkin dibuatnya datar, perlahan ia mengeluarkan sebatang rokok dari kantung celana hitamnya.
"Kami? Untuk waktu dekat ini... tidak mungkin. Terlalu sibuk, lagipula kami belum menginginkan anak, iyakan Bummie?" Kibum mengangguk mengiyakan sementara Kyuhyun hanya tersenyum kecil.
"Aku permisi sebentar, ne? Bummie, kamu disini saja berbincang dengan Kyuhyun. Aku ke kamar dulu, Umma memanggilku"
"Baiklah.."
Begitu saja, begitu mudahnya Siwon lalu pergi meninggalkanya bersama Kyuhyun yang sedang bersandar di sebuah pilar berwarna putih. Namja itu hanya menatapnya lekat-lekat, tidak ada percakapan, hanya hembusan nafas Kyuhyun yang berpadu dengan asap putih terlihat di udara.
"Kan sudah kubilang, merokok tidak baik untuk kesehatanmu, sayang" Kibum menarik rokok yang masih menyala itu dari mulut Kyuhyun, lalu menginjaknya di pasir.
"itu untuk menahan kegugupanku, kau tahu? Waeyo? Kenapa wajahmu jadi sedih begitu? Apa tadi aku salah bicara?"
"Aniyo.. hanya saja aku tidak suka kau merokok di depanku, itu saja" Kyuhyun hanya tersenyum kecut. Pasti bukan karena itu mood Kibum buruk, pasti ia cemburu dengan Sungmin sekarang.
"Mianhae, aku berjanji tidak akan merokok lagi di hadapanmu"
"Di hadapanku? Berarti, kau bisa merokok dibelakangku?" Sial, pertanyaan yang begitu menjebak. Sekarang Kyuhyun skak mat. Tangan kirinya mulai menggaruk-garuk kepala saat Kibum menatapnya sinis.
"Ah sudahlah, pokoknya, aku senang sekali kau tampi begitu cantik hari ini" Pujinya lalu melingkarkan lenganya di pinggang Kibum. alih-alih takut terlihat banyak orang, keduanya lalu merapat di ujung pilar.
"Terimakasih tuan Cho, kau juga sangat tampan hari ini" Balas Kibum lalu merapikan ujung dasi Kyuhyun yang sedikit miring.
"Andai saja aku bisa menggantikanmu memakainya, Biar setahun tidak melepasnya aku mau saja, asal Kibummie tidak kesakitan seperti ini" Kyuhyun menirukan ucapan Siwon barusan.
"Kau cemburu? Ke kanak-kanakkan sekali"
"Loh memangnya kenapa kalau aku cemburu? Itu normal kan? Lagipula kau saja cemburu dengan ucapanku soal rencana Sungmin barusan, padahal kau sudah mengetahuinya sejak lama, bukan?"
Kibum hanya mengangguk lirih. Sejujurnya ia memang begitu cemburu. Cemburu dengan Sungmin yang sudah merencanakan momonganya dengan Kyuhyun, dengan begitu, pasti perhatian Kyuhyun akan terambil alih, namja itu pasti akan meninggalkanya, melepaskanya demi istri dan calon anaknya. Tanpa sadar, bulir-bulir air mata menetes lagi membasahi wajahnya yang cantik.
"Bummie? Bummie chagi? Kau menangis.." Kyuhyun menyapu air mata itu dengan lenganya, perlahan jari kemarinya membelai wajah Kibum yang putih mulus. "uljima.. mianhae, aku tahu kau pasti sed—"
"Lalu bagaimana denganku? Kau akan meninggalkanku" isak Kibum.
"aku tidak akan meninggalkanmu sendiri, Bummie-ah, aku tidak akan begitu" Kyuhyun membelai lagi wajah Kibum, lalu turun ke bagian dada. "Kau tahu aku sangat mencintaimu"
Kibum hanya diam. Ia tidak tahu harus berbuat apa tapi rasanya ia ingin menangis di pelukan hangat Kyuhyun. Perlahan ia memajukan tubuhnya dan condong ke arah Kyuhyun yang sudah siap merengkuhnya, namun..
"Bummie! Kyu!"
Sungmin berjalan ke arah mereka sambil membawakan keduanya makanan,tanpa curiga sedikitpun dengan dua orang yang posisinya saling berhadapan itu. Dengan langkah tenang ia berjalan diiringi rasa takut luar biasa Kyuhyun dan Kibum yang mencoba berbalik arah dan bersikap baik-baik saja.
"Ini makananya, loh Bummie, kenapa menangis?" Tanya Sungmin segera ketika menyadari wajah merah sahabatnya dan matanya yang berkaca-kaca. "Apa Kyuhyun menyakitimu? Apa yang terjadi?"
"A..Aniyo Sungminnie, ia tidak menyakitiku, hanya saja—"
"Dadanya sesak, ia bahkan hampir kehilangan kesadaranya tadi makanya aku mencoba membantunya melepaskan kalung itu" Jawab Kyuhyun dengan cepat, Kibum mengangguk lirih dan berpura-pura lemah, tentu saja Sungmin percaya begitu saja, keduanya kan pintar berakting, buktinya mereka bisa menyembunyikan hubungan terlarangnya bertahun-tahun, benar kan?
"Bummie.. harusnya bilang saja pada Siwonnie barusan, apa begitu sakit? Melihat kalung sebesar ini saja membuat mataku sakit, mertuamu memberimu kalung apa batu, sih? Sini biar kubukakan" Sungmin mendekatkan dirinya dan membantu Kibum melepaskan kalung yang di kenakanya.
"sepertinya kau tidak enak badan Kibummie, kupanggilkan Siwon saja, ne?" usul Sungmin begitu melihat perubahan wajah Kibum yang memucat. Dengan gesit ia langsung memanggil Siwon,namja itu kemudian membawa Kibum pergi ke dalam kamar hotel mereka agar Kibum beristirahat.
~SiBum~
"Gwencana Kibummie? Mau kupanggilkan dokter?"
Kibum terbangun menatap suaminya yang kini berdiri di hadapanya sambil memegangi keningnya, ia menggeleng lemah sambil menggeser posisi tidurnya. Begitu terbangun tahu-tahu ia sudah berada di atas kasur setelah sebelumnya ia baringkan di sebuah sofa besar oleh Siwon.
"Aku baik-baik saja Siwonnie, kau bisa kembali ke pesta kok"
"Tanpamu? Dan meninggalkan istriku yang sakit disini? Andwae, aku tidak mau sesuatu terjadi denganmu, chagi" tolak Siwon mentah-mentah, namja tampan itu kemudian melepas tuxedo hitamnya dan menaruhnya sembarangan. Tubuh kekarknya lalu naik ke atas kasur dan berbaring di sampingnya. "Apa begini lebih baik?" Tanya Siwon lagi sambil melingkarkan lengannya diatas tubuh Kibum. sungguh, ia begitu khawatir dengan kondisi Kibum, padahal rencananya mereka akan menghadiri pesta jamuan makan malam di restaurant hotel bersama keluarganya, tapi mengingat Kibum yang terlihat sangat lemah dan mengkhawatirkan, ia tak sampai hati meninggalkan Kibum-nya sendirian di sini
Sementara apa yang terjadi dalam diri Kibum? perang batin. Rasanya ia ingin sekali Siwon pergi, rasa takut akan ketahuan kembali muncul lagi setelah Sungmin melihatnya barusan, jantungnya berdebar-debar tidak karuan dan membuatnya begitu gelisah. Ia membutuhkan pelukan suaminya, namun juga takut namja itu menyadari sesuatu yang aneh terjadi, entahlah, rasanya sungguh tidak enak sekali menatap wajah Siwon yang tidak berdosa begini.
Siwon yang begitu mencintainya, Siwon yang begitu menyayanginya, namja berbibir joker yang selalu memperhatikanya, namja yang begitu setia. Namja yang memiliki segalanya dalam hidup, harta, wawasan, wibawa, dan segalanya yang semuawanita impikan. Lalu mengapa rasanya itu belum cukup baginya? Mengapa ia malah menghianati Siwon dan merebut kekasih sahabatnya sendiri? Sebuah pertanyaan besar yang harus di jawabnya sendiri meskipun ia tidak tahu apa jawaban pastinya. Sungguh, ia mencintai Siwon, tapi ia juga membutuhkan seorang Cho Kyuhyun disisinya. Ia juga menyayangi namja berambut hazelnut itu, begitu menyayanginya hingga berkali-kali ia mencoba melepaskan Kyuhyun dan menyerah saja pada hubungan terlarangnya tapi selalu saja gagal. Ia selalu kembali lagi dalam pelukan Kyuhyun. Ia tidak pernah berhasil menghapus namja Cho itu dari fikiranya.
"Bummie.." bisik Siwon lirih
"ne Wonnie, ada apa?" Kibum mebalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Siwon. Deru nafas menyegarkan milik suaminya bisa ia rasakan dari jarak yang begitu dekat.
Siwon perlahan mengecup keningnya lalu menaruh jari jemarinya diatas pucuk kepala Kibum "Aku begitu mencintaimu, jadi jangan meninggalkanku, ne?"
"Aku juga mencintaimu, sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Jawab Kibum perlahan lalu memeluk Siwon dengan erat, keduanya lalu memasuki alam mimpi mereka masing-masing dengan tubuh yang bertautan.
Dan entah mengapa, kalimat yang keluar dari bibir Siwon terasa begitu gamang dan memiliki arti yang tidak bisa dimengertinya, seakan ada sesuatu yang ingin namja itu sampaikan padanya, tapi tidak bisa. Ia sendiri tidak tahu apa itu, adakah sesuatu yang disembunyikan Siwon darinya?
~KyuMin~
"Aku sudah mengatur jadwal dengan dokter Kim besok siang, kamu tidak ada kerjaan kan besok?"
"Besok?" Tanya Kyuhyun sambil melepas tuxedo-nya. diiringi dengan isyarat Sungmin namja itu kemudian membantu istrinya melepaskan gaun-nya. "Sepertinya kosong, baiklah, kita berangkat bersama-sama saja"
"bagaimana jika kita bertemu saja di rumah sakit, sayang? Aku masih ada jadwal dengan klien, tidak apa-apa kan?" Sungmin kini merapikan rambutnya dan menguncirnyake belakang. Sementara Kyuhyun hanya diam bergeming di belakang.
Kau saja tidak punya cukup waktu bagi kita, aneh, mengapa merencanakan memiliki anak kalau begitu?
"Oke..." Kyuhyun mengatur deru nafasnya. Aroma tubuh Sungmin begitu memabukkan saat yeoja itu mulai melepas gaunya dan mulai memakai piyama tidurnya dengan perlahan. "Tapi, bukankah lebih baik kalau kita.. mencoba dengan natural, My little Bunny?" Goda Kyuhyun seduktif. Ia merapatkan tubuhnya ke arah Sungmin sambil mengecup leher yeoja itu perlahan.
"Stop it BabyKyu.. geli.."
"Mengapa kita tidak mencobanya sekarang saja, sayang? Kalau begitu, kita tidak membutuhkan dokter bukan? Oh ayolaah.. aku tidak mau lubang sucimu diperiksa dokter apalagi dilihat mereka.."
Sungmin hanya mengangguk lirih. Ia hanya menginginkaan semuanya terjadi dengan cepat—sesuai perencanaanya, dan apa itu salah? Ini bahkan bukan masa suburnya, jika ia melakukanya sekarang mungkin ia akan mengandung, mungkin juga tidak. Tapi, demi wajah tampan suaminya yang begitu menggoda disertai lirikan-lirikan nakal, Dilepasnya kemeja putih milik Kyuhyun perlahan sambil menunduk malu. Beberapa bulan ini karena kesibukanya ia sudah jarang melakukanya, apalagi dengan niat-niat khusus, sementara namja itu asikmencumbu lehernya dengan seduktif.
Sungmin tahu, ia begitu jahat. Ia tidak bilang apa yang menjadi alasanya melakukan semua ini, haah sudahlah, bukankah suami yang mencintainya ini juga akan memaksanya untuk tinggal jika tahu kenyataaya? Lebih baik ia fokus melayani Kyuhyun sekarang. Agar namja itu tidak curiga padanya. Yang terpenting sekarang adalah selalu bersama Kyuhyun-nya, menebus kesalahan-kesalahan masa lalu ketika ia sibuk bekerja dan tidak memperhatikan suaminya dengan baik.
"Kyu.. langsung saja.. aku sudah tidak tahan.."
"Langsung saja? tapi Minnie, ini bukan kebiasaan kita—"
Dengan cepat Sungmin membuka resleting celana suaminya lalu mengocok kemaluan Kyuhyun. Pelan lama-lama semakin cepat, begitu liar dan bukan seperti kebiasaanya. namja itu, hanya bisa berdiri dan meremas seprai sangking cepatnya, Sungmin menguasai tubuhnya sepenuhnya, tubuhnya sudah mulai menggelinjang. Dengan cepat, setelah Sungmin selesai dengan peranya ia merengkuh tubuh Sungmin dan melepaskan pakaian dalam istrinya dengan buas—dan begitu cepat. Dimasukkanya kemaluan miliknya ke dalam gua hangat Sungmin.
"Argghh..Kyu, pelan-pelan saja.. urrgghh..."
Sungmin menautkan dua tanganya di pinggang Kyuhyun ketika namja itu melancarkan aksinya, tubuhnya berpeluh keringat—ini sudah seperti olahraga untuknya, olahraga seks di malam hari yang begitu menyenangkan. Sudah lama ia tidak melakukanya dan kini rasanya ia begitu bahagia. Menikmati malam hari di ranjang bersama namja yang dicintainya benar-benar terasa nikmat.
"Say my name, chagi, S..say.. my.. name.." bisik Kyuhyun lalu dengan lembut menggigit telinga Sungmin. Tidak menyakiti yeoja itu, hanya membuatnya sedikit terangsang.
"Kyuh...Hy..uunn...aarrrgghh... ya, disitu chagi, disitu.." Sungmin menahan beban tubuhnya dan bertumpu pada bahu kekar milik Kyuhyun, di posisi berdiri, tubuh mungilnya berada diatas badan Kyuhyun yang menyangganya sedekimian rupa sambil terus mengenjot.
Kyuhyun mempercepat gerakanya, tarik ulur sebelum akhirnya ia berhenti dan menggendong tubuh Sungmin ala bridal style menuju kasur empuk mereka yang besar, dikecupnya bagian-bagian intim milik Sungmin, tubuh itu begitu berharga bagi dirinya, tubuh Sungmin adalah sesuatu yang diraihnya dengan susah payah dan tentu saja halal. Makin lama, kecupan-kecupan itu semakin posesif dan mendominasi, sementara Sungmin hanya pasrah menerima perlakuan suaminya sambil melingkarkan kedua lenganya di leher Kyuhyun.
"Kau begitu sempit chagi.." Bisik Kyuhyun seduktif.
Sungmin yang sedang memejamkan matanya dan menikmati permainan liar Kyuhyun membuka matanya lagi, memandang wajah tampan Kyuhyun yang berhadapan denganya sambil memasukan kemaluanya.
Setelah cairanya keluar Kyuhyun berhenti dan menggeser tubuhnya, tangan kananya menopang kepalanya sendiri sementara tangan kiri miliknya di jadikan alat bersandar Sungmin. Bila bersama yeoja cantik itu ada sebuah kedamaian—dan kehangatan yang begitu membuatnya mabuk. Sungmin yang manis, Sungmin yang cantik dan Sungmin yang begitu mencintainya, semuanya terasa begitu lengkap. Kurang beruntung apa dirinya?
Apalagi, Sungmin tiba-tiba saja meminta hal yang sudah mereka tunda bertahun-tahun lamanya, seorang anak. Tentu saja, sebagai calon ayah ia harus belajar menjadi orang tua yang baik bukan? Menatap wajah Sungmin yang begitu mempercayainya dengan tatapan polosnya itu membuat rasa bersalah makin tumbuh dalam dirinya. Ia memang bukan pria naif, namun ia mencoba berfikir realistis. Sudah banyak sekali orang yang terluka, dan dosanya mungkin sudah menggunung dan menumpuk sekarang, kebohongan-kebohonganya kepada Sungmin, istrinya sendiri yang selalu mempercayai alasan-alasannya, kepada Siwon, sahabatnya sendiri yang selalu membantunya disaat ia sulit, dan juga pada dirinya sendiri. Tidak bisa di pungkiri bahwa ia mencintai Kibum, tapi, dengan keadaannya yang begini membuatnya gamang dan bimbang, apa seharusnya sekarang ia menghentikan semuanya sebelum terlambat?
Jika saja ada cara untuk memutar waktu ke masa-masa remajanya, ia pasti akan melakukan cara untuk meluruskan semuanya, ia akan kembali dan menjatuhkan pilihanya pada salah satu diantara Sungmin atau Kibum, tidak mendapatkan Sungmin lalu berhubungan dengan Kibum. jika saja ia bisa menahan nafsu dan getaran-getaran aneh di tubuhnya saat ia melihat Kibum dan terpesona dengan yeoja itu ia mungkin sudah hidup bahagia dengan Sungmin, begitupun dengan Kibum dan Siwon, mereka pasti akan hidup sempurna, namun nasi sudah menjadi bubur, ialah orang yang memulai segalanya, tentu, semuanya tidak akan bertahan selamanya, bangkai yang disembunyikanpun lama-lama akan membusuk dan berbau—tentu saja ia tidak menginginkanya, tapi ia tidak tega meninggalkan Kibum ataupun melihat Sungmin kecewa. Rasanya, ia ingin terus begini—bersama Kibum ia merasakan 'petualangan' yang begitu menantang dalam hidupnya, yeoja itu telah mengajarkan banyak hal yang tidak pernah dirasakanya seumur hidup seorang pengacara Cho, tapu bagaimanapun juga cinta pertamanya adalah milik Sungmin, ia juga teramat sangat mencintai Sungmin, mencintainya setengah mati sampai membuatnya nyaris gila.
Tentu saja, ia tidak mungkin terus begini, cepat atau lambat, ia harus menentukan pilihanya.
TBC
Oke-oke, saya sadar chap ini sangat garing, tp inilah chap awal konflik, wkwkwkwk
Semuanya pada galau ya kenapa aku fokus banget sama Kibum dan Kyuhyun? Huehehe, tenang aja, mereka berdua lagi perang batin tuh, biarkan keduanya sadar dulu ya, jangan dibashing terus dong kan kasian mana Bummie oppa lg ulang tahun kemarin~ hehe.^0^
Terimakasih untuk semua yang sudah me review! Author cinta kalian semua, bagaimanapun juga walaupun ini ff abal-abal, satu review yang membangun membuat saya senang sekali loh :') terimakasih reader^^
Btw, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ya chingu, mohon maaf kalau author banyak salah dan typo.
