A/N: Di Author Note's ini, aku akan menjawab beberapa review, saran dan kritikan yang mudah-mudahan membangun dan memajukan fic ini.. yossshhh kita mulai dari pengreview yang Author lihat pertama kali yaitu:
- Kaito Dark-sama : Wah, makasih:) tapi aku ragu soal menarik dan serunya… ya, dia terkena genjutsu oleh Sasuke.
- .792 : Sebenernya yang bagus ceritanya atau pairnya? :D
- uzuuchi007 : Makasih ya :D
- Tenza905 : Wah beneran nih, syukurlah :D ok, ok.. Author akan jawab secara perlahan pertanyaannya, kapan Sasuke melakukan itu ketika dia bertarung dengan Sasuke, gimana ya dia menggunakan rinnengan dan yang jelas pakai perantara seperti bulan jadi Author mengambil bijuu yang sudah di tahan oleh Sasuke. Dan apa hanya konoha jawabanya tidak karena mengenai semua shinobi di dunia, dan utuk Yui mudah-mudahan bisa di jelaskan di chpter ini,.. sebenernya itu anak orang bukan anaknya Naru, hehehe :D gapapa Author suka pengreview yang banyak nanya soalnya klo satu pengereview kaya gini pasti di jamin Author gak bakalan bales reviewnya hehehe, tapi pertahankan review seperti ini :D ah, maaf padahal untuk menyayangi Author itu cukup mudah tinggal tulis di akhir review 'Ganbatte, kami menyayangimu' hehehe (ngarep) :D ok bye :)
- .79 : Haha, maaf.. maaf, waktu itu Author udah kehilangan ide buat nulis :D ok, ganbatte (^.^)7
- m. : Soal itu Author tidak bisa jelaskan karena ada beberapa hal yang harus tetap menjadi rahasia umum :D Cuma bercanda, oke Author jelaskan.. Sasuke punya 3 rinnengan karena diasudah berhasil menagabil setengah dari cakra Kaguya yang tersegel di tubuhnya, dan juga mendapatkan cakra Naruto ketika mereka bertarung :D maaf yak lo jawabannya kurang memuaskan…
- Esdeath – Sama : Iya, ok.. ok.. Author lanjutin :D
- Nokia 7610 : Ok dilanjut gan :)
- Kuzuri Reiketsu : Dengan penuh kepercayaan diri tinggi Author menjawab dengan kata 'ya' Karena bagaimanapun jika Naruto masih tidak bisa melihat dan masih kekurangan fisik Author kebingungan untuk bagaimana Naruto bisa ngalahin Sasuke :( maaf ya bukan bermaksud jelek atau apalah :)
- Namikaze KahFi ErZA : Wah beneran? Maaf yak lo gitu :D
- Author RHS : Maaf ya, klo soal manjangin susah- soalnya cuma bisa nargetin jangka waktu 1 bulan yang bahkan ketika nulis cuma 3 hari karena di potong hari kesibukan dan di tambah kesibukan yang Author katakan persetan dan perasaan malas yang menghantui diriku ini T.T, hahaha :D
- Nanase Akira : Ok dan soal ibunya Yui Author cuma bisa bilang, beliau adalah manusia, hehehe :D
- Neko Twins Kagemine : Ah, maaf, maaf udah kebiasaan buat orang jadi frustasi, padahal Author sendiri terkadang frustrasi dengan fic ini.. Author udah sbikin fic ini sampai empat kali dan bahkan semuanya jelek, yang lebih parahnya lagi Author di rundung ke khawatiran soal chapter ini :( tapi Author berusaha tersenyum untuk para reader's :D
- Shiroi Kitsune-chan :Hehe, maaf ya soalnya udah gak ada ide buat lanjutin tadi.. tapi udah next nih :D
- Shinseina Hane : Bagaiman ya Auhtor menjelaskannya? Begini mungkin Kaguya tidak akan menggantikan peran Kyuubi ataupun cakra bijuu lainnya, Author berencana membuat Kaguya membantu Naruto buat ngalahin Sasuke, hehe :D oooookkkkkk teerrrrururuuussss seeeeemmmmmaaaannnnnggggaaatttt d(_)b
- Jims001 : Sip, next ya :D
- rijalharits : Hoho makasih, tapi Author masih minim kata jadi belum bisa manjangin fic hehehe.. :D
- reyvanrifqi : Ok, ok lanjut :)
- : Ok, lanjut :D
- KebolblacK : Hehehe, Ah gomen nanti Author perbaiki lain kali.. anda seorang peramal ya? :D ah gomen soal itu Author minta maaf heheh, dimana Naruto berada Saya akan mengatakan bahwa dia berada di sebuah bukit Negara Sho (ciptaan Author hehe..) yang berbatasan dengan pantai pulau Uzu dan soal pendeskripsian Yui dan Kosuke mudah-mudahan di jelaskan di chapter ini :D that's right, ok kayanya Author lupa bilang bahwa Sasuke bukan hanya menggenjutsu Konoha tapi lima desa shinobi elemental. Soal itu Author masih bingung soal quote, tapi menurut Author saranya sangat brilliant, nice bro :D
- alta0sapphire : Eh, Author gak inget nulis itu? Hehe maaf-maaf soal Yui akan di bahas di chapter ini :D
- Guest : Okk, lanjut :D
- LukyNaru : Makasih :) ah, maaf, maaf kayanya kamu selalu membeca fic-ku yak ok tau banget kejelakan dari Author hehe :D (tapi bukankah itu udah sudah di ketahui umum? Hehe) ok tapi Author akan berjuang untuk mentamatkan fic ini dan setelah itu fic yang lain.. tapi Author gak bisa janji ya, hehe :D aku benar-benar minta maaf
- A'Raion No Sun : Wow makasih bro :) itu suara Kaguya, udah lanjut :D
- Guest : Ook lanjut :)
- A'Raion No Sun : Ok bro, tadi kayanya suara burung bro.. hehe, berjanda bercanda itu suara yang sudah di jelaskan Naruto yaitu Kaguya.. ok udah lanjut :D
- yo'ona hikari : Maaf ya udah buat gak sabar, maaf ya :D
- Saikari Nafiel : Ok, Ok.. yang penting lanjut :D
- Blue-Temple Of The King : Beneran nih, tapi Author percaya aja deh sama reader ;D
- tsundere : Ini udah lanjut maaf ya nunggu lama :)
- Guest : Ini udah di publish :)
- UzumakiDesy : Ok lanjut… :D
Itu adalah beberapa review yang bisa Author balas dan mungkin jika ada kata yang salah atau menyakiti hati review dan reader's, Author mohon maaf sebesar-besarnya.. Dan untuk mempersingkat waktu, Author ucapkan selamat membaca fic gaje ini! Happy reading! \(^o^)/
"Kau akan tahu maksudku setelah kau mengerti arti kebahagian di dunia ini" Naruto.(Kitsune no Kami|Chapter 3).
Normal POV: On
"Akhirnya kita bertemu lagi, Naruto!"
'Su-suara ini... Kaguya?'
Kini terlihat Naruto masih berdiri terdiam di depan Kaguya yang kini terikat oleh rantai yang mengikat kedua tangan , kaki, dan bahkan tubuhnya. Tampak sebuah seringaian tergambar di bibirnya karena melihat wajah Naruto yang terkejut, tapi bukan hanya terkejut tapi juga tergambar wajah ketakutan meskipun samar-samar dari Naruto yang membuatnya menyeringai.
"Apa kau terkejut melihatku, Naruto?"
Sebuah ucapan feminim keluar dari bibir orang yang ada di hadapan Naruto, sukses membuat Naruto mengepalkan tangannya dan menggigit bibir bawahnya. Tapi itu hanya beberapa detik saja karena Naruto langsung menenangkan dirinya, meskipun Naruto tahu bahwa Kaguya tersegel bukan berarti dia tidak merasa takut. Naruto sungguh takut jika segel itu dihancurkan oleh Kaguya dan membunuhnya, ditambah lagi dengan keadaan Naruto yang kurang persiapan.
"Kebetulan sekali aku bisa bertemu denganmu, Kaguya" Ucap Naruto setenang mungkin dan bahkan dia memasang senyum kearah Kaguya.
Tentu saja yang dilakukan Naruto justru membuat seringaian di wajah Kaguya menghilang, kemudian berganti dengan ekpresi terkejut dan kebingungan di raut wajah Kaguya. Sementara itu Naruto dengan bodohnya masih tersenyum kearah Kaguya yang membuat orang yang diberi senyum tampak kesal.
"Apa maksudmu?"
Pertanyaan yang dilontarkan Kaguya sukses membuat senyuman Naruo menghilang bagai tisu yang dibakar tanpa meninggalakan abu. Beberapa detik kemudian setelah mendengar pertanyaan Kaguya raut muka Naruto menjadi serius, awalnya dia memejamkan matanya sebentar setelah itu dia membuka matanya dan menatap tajam Kaguya meskipun dia tidak bisa melihat wajah Kaguya.
"Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu, Kaguya" Ucap Naruto yang membuat Kaguya hanya bisa menatap Naruto dengan kebingungan.
"Ini tentang masa lalu dan masa depan" Lanjut Naruto yang sukses membuat Kaguya melebarkan matanya.
'M-masa lalu dan masa depan?'
Kitsune no Kami © Ian Namikaze
Rate : T - M
Genre : Romance, Family & Adventure
Pairing : Naruto U. & Kaguya O.
Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Fiction © Ian Namikaze
Warning!
Cerita yang tidak mungkin terjadi, AU, OOC, gaje, abal-abal, typo bertebaran, alur cerita kurang jelas, ketikannya tidak jelas, fic yang gak berbobot, dll.
Summary :
"Akhirnya kita bertemu lagi, Naruto!"| Apakah setelah pertemuannya dengan Kaguya dibawah alam sadarnya, Naruto bisa menguak kebenaran dari misteri tentang kejadian Perang Dunia Ninja ke-4? "Aku akan melindunginya, karena dia adalah keluargaku!"|Bad Summary. Warning : Genre, judul kemungkinan gak nyambung! Dan bahkan akan ada beberapa kata-kata aneh yang terlihat!
A/N : Lagi seneng bikin fic yang gaje luar binasa :D
.
Kitsune no Kami © Ian Namikaze
Chapter 3 :
I Believe You
.
Flashback: On
6 bulan yang Lalu
Disebuah Negara kecil yang berdekatan dengan Negara Api ada sebuah kerajaan yang memimpin Negara kecil tersebut. Sho adalah nama Negara tersebut yang dipimpin oleh seorang raja yaitu pria berambut kuning jabrik dan mata biru yang seindah lautan dalam serta kulit tan eksotis miliknya yang membuatnya terlihat gagah dan rupawan. Sebenarnya Negara Sho ini baru saja terbentuk melalui negosiasi dengan Negara Api lebih tepatnya baru beberapa tahun Sandaime Hokage memimpin, letak Negara ini berada di dekat pantai yang membatasi antara Negara Api dan Pulau Uzu.
Raja pemimpin Negara Sho juga memiliki seorang ratu yang sangat cantik dan bahkan seorang anak gadis yang juga cantik seperti ibunya. Gadis kecil anak raja dari Negara Sho itu memiliki rambut yang berbeda dengnnya atau lebih tepatnya seperti sang ratu yang notabene adalah istrinya yang memiliki rambut putih panjang, walaupun yang membedakan hanya mata mereka. Sang anak memiliki mata seperti ayahnya yaitu berwarna biru yang seindah lautan dalam san sementara itu ibunya memiliki mata lavender yang mengarah keabu-abuan.
"Tou-chan, Kaa-chan- lihatlah Yui-chan dapat bunga cantik dari Baa-san" Ucap manja seorang gadis kecil sambil membawa sebuah bunga berwarna kuning kearah ayah dan ibunya yang sedang duduk disebuah singgasana didalam ruangan khusus.
"Selamat ya, Yui-chan" Ucap ayah dan ibunya sambil tersenyum kearah gadis kecil itu.
"Wah, Kousuke!" Teriak gadis kecil itu sembari berlari kecil kearah seekor rubah kecil berwarna oranye (Fisik ini gak beda jauh sama rubah dari Hokkaido,jepang -_-|tinggal cari aja di google) dan gadis kecil itupun memeluk rubah dengan hangat, dan bahkan dia tampak tersenyum bahagia. Senyuman gadis itu sukses membuat kedua orang tuanya bahagia dan juga tersenyum melihat tingkah laku anaknya.
'Bruak'
Sebuah dobrakan pintu masuk ruangan itu membuat raja, ratu, anknya dan bahkan rubah peliharaannya tampak terkejut.
"Danna-sama! Kita harus bergerak cepat" Seru seorang bawahannya yang notabene adalah adiknya sendiri.
"Apa maksudmu?" Tanya sang raja kepada adiknya.
"kita mendapat informasi Negara api menolak genjatan senjata yang kita ajukan, dan bahkan Negara Api menyuruh Desa Shinobi yaitu Konoha untuk menyerang kita" Ujar adiknya yang membuat Raja dan Ratu terkejut.
"Konoha itu apa, Kaa-chan?" Tanya gadis kecil itu polos kearah ibunya.
"Bawa istriku dan anakku ketempat mansion rahasia, dan suruh beberapa pengawal dank au untuk menjaga mereka selama dalam perjalanan" perintah raja.
"Tapi, kenapa kau tidak ikut?"
Terdengar nada khawatir dari sang ratu ketika mendengar perintah suaminya yang tidak ikut pergi bersamanya untuk bersembunyi. Tapi sang suami malah tersenyum kearah istrinya sambil memegang pipi istrinya dengan lembut.
"Sebagai seorang samurai dan raja, aku akan melindungi kerajaan, Negara dan keluargaku - jadi, tolong jaga Yui-chan, karena dia adalah masa depan kita" Ucap sang raja lembut kearah istrinya.
...
Terlihat sebuah kereta berkuda berjalan secara perlahan dan diikuti oleh beberapa orang yang memakai sebuah pedang sebagai senjata mereka. Tapi tidak berselang lama seorang menghentikan laju mereka dan membuat beberapa orang yang mengikuti kereta berkuda itu langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
'Kenapa berhenti?' Batin sang ratu yang ada di dalam kereta kencana dengan putrinya yang memeluknya dengan erat, Karena rasa ketakutannya.
"Kaa-chan, Yui takut" Ucap Yui yang ketakutan dengan memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya.
"Tidak apa-apa Yui-chan, Kaa-chan bersamamu" Ujar sang ratu sambil mengelus-elus rambut anaknya dengan harapan bisa menenangkan rasa ketakutannya.
Tapi itu tak berselang lama karena teriakkan beberapa pengawal yang kesakitan malah membuat ratu dan anaknya semakin ketakutan. Sampai ketika pintu kereta berkuda mereka terbuka dan menampilkan seorang pria memakai jaket anti peluru berwarna hijau dengan hitai ate yang memiliki lambing yang menunjukan bahwa dia seorang shinobi dari desa Konoha. Setelah itu pria tadi menarik sang ratu dan melepaskan pelukan gadis kecil yang masih memeluk snag ratu, sang ratupun tidak tinggal diam dia mecoba sekuat tenaga melawan shinobi. Tapi, apa daya perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh dan alhasil ratupun tersandra dengan meninggalkan anak gadisnya yang menagis.
"Kaa-chan! Hiks.. ja-jangan hiks... ba-wa Ka-a-chan hiks.." Isak gadis kecil itu sambil melihat ibunya mengucapkan sesuatu dan meninggalkannya.
"Kaa-chan..."
"Ugh, Yui-chan kau baik-baik saja?" Ucap seorang pria yang merupakan paman dari gadis kecil itu, terlihat pria itu terluka cukup parah akibat pertempurannya dengan para shinobi.
"Jii-san!"
"Kita harus pergi dari sini" Ucap pamannya sambil menggendong keponakannya meskipun dengan luka yang cukup parah.
"Jii-san, apa kaa-chan akan kembali?"
"hm, dia pasti akan kembali"
"Eh, Kousuke?" Ujar gadis kecil itu yang terkejut melihat rubah yang ia kenal naik kepunggungnya.
"Kousuke telah menyelamatkanku dari beberapa Shinobi, dia rubah yang sangat hebat"
"um, andai aku juga hebat dan kuat- mungkin kaa-chan tidak akan disandera" Gumam gadis kecil itu sambil menatap kosong kearah pohon-pohon yang mereka lewati.
...
"Sebenarnya apa yang kalian para shinobi inginkan dari Negaraku!" Teriak Raja yang kini memegang sebuah pedang dengan ancang-ancang untuk bertarung.
"kami melakukan ini karena Negara Sho adalah satu-satunya tambang emas untuk membangun perekonomian Konoha dan Negara Api , yang baru saja selesai perang" Ucap salah seorang Shinobi yang ada dihadapan raja.
"Cih, kalian hanya akan menghancurkan kesejahteraan rakyatku- tidak bisa kubiarkan hidup!" Teriak raja sambil mengayunkan pedangnya kearah shinobi yang ada dihadapannya.
'Trang'
Flashback : Off
OoOoO
Di alam bawah sadar Naruto masih terlihat Kaguya yang terikat dan Naruto yang hanya diam menatap kosong kedepan. Meskipun Naruto menatap dengan tatapan kosong sebenarnya dia sedang memikirkan sebuah pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan kepada Kaguya.
"Jadi, apa maksudmu dengan masa lalu dan masa depan yang ingin kau tanyakan padaku?"
Akhirnya Kaguyapun memulai pembicaraan mereka dengan kalimat Tanya yang membuat Naruto sedikit mendongakkan kepalanya. Setelah itu Naruto kembali terdiam tapi itu hanya beberapa detik saja.
"Sebenarnya banyak yang ingin kutanyakan kepadamu, tapi- tampaknya kita tidak memiliki banyak waktu tentang itu, jadi..."
Narutopun menggantungkan kalimatnya yang membuat Kaguya bingung dengan maksud yang sebenarnya dari pemuda pirang jabrik yang kini sudah menjadi dewasa. Sebelum Naruto melanjutkan kalimatnya, dia tampak menghela nafas sebentar.
"Huh- Apa tujuanmu yang sebenarnya, Kaguya?"
Pertanyaan Naruto itu malah sukses membuat Kaguya menahan tawanya, entah kenapa dia ingin tertawa karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Naruto. Sementara itu Naruto hanya terdiam meskipun dia tahu bahwa Kaguya sedang menahan tawanya.
"Bukankah sudah jelas, tujuanku untuk mengumpulkan seluruh cakra menjadi satu denganku" Jawab Kaguya yang masuk dalam mode jahatnya.
"Tidak- aku tau, bukan itu tujuanmu yang sebenarnya- iya kan? Kau pikir aku akan mempercayai tujuan yang barusan kau katakan, aku tau kau sebenarnya adalah orang yang baik- tapi, pasti ada sebuah kejadian yang membuatmu seperti ini" Ujar Naruto yang tampaknya tidak puas dengan jawaban yang di berikan Kaguya kepadanya.
Kaguya yang mendengar itu hanya menatap Naruto dalam diam, Kaguya tahu bahwa yang dikatakan Naruto memang benar dan yang membuat Kaguya terdiam adalah karena Naruto berbicara dengan sangat serius, bahkan rasa takut yang dia tunjukan kepadanya sudah menghilang.
"Baiklah, akan kukatakan yang sebenarnya- tapi, izinkan aku memberikan sesuatu untukmu" apa yang dikatakan Kaguya malah membuat Naruto kebingungan dengan maksud dari memberikan sesuatu untuknya.
Terlihat Kaguya berusaha berjalan mendekati Naruto meskipun rantai-rantai yang mengikatnya terus menariknya kebelakang. Naruto yang menyadari itu langsung memasang kuda-kuda untuk bertarung, karena bagaimanapun Naruto berpikir kaguya akan menyerangnya.
"Kemarilah Naruto, aku tidak akan menyerangmu" Ucap Kaguya yang kemudian membuat Naruto melepaskan kuda-kudanya dan berjalan perlahan kearah Kaguya.
Ketika Naruto merasa Kaguya mulai mendekat diapun berhenti berjalan dan setelah itu dia merasakan sebuah tangan yang menyentuh pipi kirinya dan diikuti dengan pipi kannya yang juga di sentuh, dan semua itu sukses membuat Naruto terkejut. Naruto yang merasa dirinya tidak diuntungkan mengambil sebuah kunai, tetapi celakanya dia lupa bahwa dia sudah tidak memiliki senjata ninja satupun dan..
'Cup'
Narutopun memejamkan matanya tapi itu hanya sebentar karena setelah itu ia merasakan benda kenyal dan sedikit basah yang menyentuh bibirnya dengan lembut dan itu sukses membuat Naruto membelalakan matanya. Sebuah ciuman lembut di berkan Kaguya yang secara tiba-tiba membuat Naruto terkejut dan bahkan tidak bisa bergerak karena keterkejutannya.
'Kenapa perasaanku menjadi hangat?' batin Naruto
oOoOo
Konoha no Sato adalah sebuah desa yang diciptakan dari aliansi dua klan terkuat diwilayah Negara Api, yaitu Senju dan Uchiha. Desa ini sudah sangat lama melewati berbagai masalah, dimana saat Uchiha Madara keluar meninggalkan desa dan kembali dengan maksud menghancurkan desa. Bukan hanya itu, bahkan Desa konoha memiliki masalah internal dan eksternal. Masalah internal yang pernah dialami desa ini ketika Kyuubi terlepas dan mengamuk di desa Konoha, bahkan lebih dari itu kegelapan Uchiha dan kegelapan lainnya. Sementara itu masalah eksternal yang pernah dihadapinya adalah perang dunia shinobi pertama, kedua, ketiga, dan keempat, bukan hanya itu sebuah invasipun pernah dialami Konoha. Invasi ini dilakukan Suna yang beraliansi dengan Oto dan bahkan yang paling menggemparkan adalah saat invasi yang dilakukan Pein yang tidak lain adalah Nagato dari Akatsuki.
Tapi setelah apa yang terjadi, Konoha masih tetap sama bahkan desa ini memiliki masalah yang lebih besar, karena seseorang telah mengendalikan seluruh shinobi Konoha. Tapi yang lebih parah lagi, bukan hanya desa Konoha tapi juga desa elemental dan bahkan desa shinobi lainnya atau dengan kata lain orang tersebut berhasil mengendalikan seluruh shinobi yang ada di dunia dan bahkan para missing-ninpun tak luput dari genjutsunya. Uchiha Sasuke adalah orang yang berhasil mengendalikan seluruh shinobi dengan genjutsu Rinnengan dan Sharinganya.
Tapi tampaknya ada rasa kekhawatiran dari balik wajah tenang Sasuke, meskipun ekpresi kekhawatiran itu terlihat samar oleh ekpresi stoic miliknya. Tapi tatapan matanya yang sedang melihat indahnya awan diatas langit mengatakan perasaan Sasuke yang sebenarnya, entah apa yang membuat hatinya sangat terganggu.
"Cih, Kenapa Naruto masih juga belum ditemukan?!" Teriak Sasuke kearah seorang pria berambut perak dengan masker yang menutupi mulutnya dan jubah Hokage yang ia kenakan.
"Kalau seperti ini, semua rencanaku untuk membangkitakan klan Uchiha dan mendamiakan dunia shinobi akan menjadi sia-sia" Gumam Sasuke yang sangat kesal.
Karena bagaimanapun setelah Naruto berhasil kabur dari penjara Konoha, Sasuke tiba-tiba saja kehilangan keberadaan Naruto yang menghilang tanpa jejak dan bahkan Sasukepun tidak dapat merasakan cakra Naruto. Tampaknya Sasuke sudah kembali ke mode normalnya itu terlihat dari matanya yang sudah kembali dengan Rinnengan dan Sharingan, tanpa adanya mata tambahan di dahinya. Kini Sasuke terlihat hanya memakai pakaian berwarna biru kehitaman dengan lambang klan Uchiha di belakang pakaiannya dan yang membedakannya adalah pakaian itu memiliki resleting di bagian tengahnya, tampak pedang katana miliknya ia sarungkan di belakangnya dan kini rambut Sasuke terlihat sedikit panjang dari sebelumnya. Sasuke tampaknya masih memakai celana khasnya (tinggal bayangin celana Sasuke saat masih perang dunia Shinobi keempat)
'Cih, sial- tampaknya aku tidak bisa terus-terusan masuk kedalam mode pertapa' Pikir Sasuke yang masih mengaktifkan Rinnengan dan Enternal Mangekyou Sharingannya.
"Kakashi, Cepat kirim perintah untuk seluruh shinobi yang ada di seluruh dunia untuk mencari Naruto dan membunuhnya! Dan biarkan shinobi desa lain untuk mencari Naruto, Sementara seluruh shinobi Konoha harus cepat menaklukan Sho no Kuni dan mencari tempat ritual untuk jutsuku" Perintah Sasuke kepada Kakashi.
"Aku mengerti"
Kakashi yang langsung menyetujui perintah Sasukepun pergi meninggalkan Sasuke dengan tatapan kosong. Sementara itu Sasuke hanya bisa menggeram kesal karena rencananya tidak berjalan sesuai rencan, Sasuke tampak mulai duduk di sebuah kursi khusu yang ada diruangan itu sebuah ruangan inti dari pemerintahan desa Konoha yaitu ruang milik Hokage. Tampak Sasuke mulai memejamkan matanya secara perlahan dan pikiran Sasuke perlahan terbang menuju kenangan dimana dia bertarung dengan teman terbaiknya.
...
Sementara itu dialam bawah sadar Naruto, tampaknya Kaguya baru saja selesai berbicara kepada Naruto dengan tatapan yang sedikit sayu. Setelah mendengar semua penuturan Kaguya Naruto tampak tertunduk sedikit dan terdiam, tapi kemudian diapun mengangkat kepalanya dan menatap Kaguya sambil mengatakan sesuatu dengan lembut.
"Jadi- itu tujuanmu, ya? Sekarang aku mulai mengerti bagaimana perasaanmu yang sebenarnya -ttebayo!"
"Aku tahu, kau sebenarnya orang yang baik- tapi keadaan yang memaksamu menjadi seperti ini, dan sekarang aku akan menyelamatkanmu dari rasa kebencianmu terhadap dunia ini- Kaguya" Lanjut Naruto yang membuat Kaguya terkejut dengan maksud dari kalimat 'menyelamatkanmu' yang diucapkan Naruto.
"Apa maksudmu?" Geram Kaguya yang menatap Naruto dengan tatapan tajam.
Bukannya menjawab Naruto malah handseal yang sama ketika dia ingin mencoba menyerap energi alam, walaupun bedanya dia tidak dalam keadaan duduk bertapa. Secara perlahan cakra berwarna kuning kemerahan menyelimuti Naruto, dan ternyata yang dilakukan Naruto adalah dalam rangka dirinya masuk kedalam mode seperti Rikudou dengan bola hitam atau yang kita kenal sebagai goudama mengelili Naruto kira-kira ada Sembilan goudama yang mengelilinginya.
"Kau akan tahu maksudku setelah kau mengerti arti kebahagian di dunia ini" Ujar Naruto yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kaguya kepadanya, dan itu membuat Kaguya sedikit melebarkan matanya.
Setelah Naruto mengucapkan itu dia langsung menggigit ibu jari tangan kirinya hingga mengalirkan darah segar dan setelah itu dia mengarahkan ibu jarinya atau lebih tepatnya darah yang mengalir itu kearah tanda yang miliknya.
"Ugh.." Rintih Naruto setelah menempelkannya dan bahkan ketika sampai mengeluarkan asap seperti terbakar.
"Apa yang sedang kau lakukan?!" Teriak Kaguya dengan apa yang dilakukan Naruto.
Tapi tampaknya rasa keterkejutan yang di rasakan Kaguya berlanjut tak kala rantai yang mengikatnya perlahan mulai mengendur dan membuatnya mulai bisa menggerakan tangannya. Kaguya sadar yang melakukan hal ini pasti pemuda yang pernah ia lawan, meskipun sekarang pemuda itu tampak sudah menjadi seorang pria dewasa karena umurnya yang sekarang hampir menginjak 25 tahunan.
"Apa yang sebenarnya kau rencanakan?" Tanya Kaguya yang tampak heran dengan apa yang telah Naruto lakukan.
"Aku hanya ingin memintamu untuk membantuku menyelamatkan dunia ini dan mewujudkan tujuanmu -ttebayo" Kata Naruto menjelaskan apa yang ingin di lakukannya, tapi Kaguya tahu arti lain dari dari 'membantuku' yang di ucapkan Naruto.
Meskipun tak bisa di pungkiri muncul rona merah tipis di pipi Kaguya tak kala mendengar 'mewujudkan tujuanmu' yang di ucapkan Naruto terakhir, akan tetapi itu hanya sebentar karena Kaguya langsung menghancurkan rantai yang mulai mengendur dan menatap Naruto dengan penuh kebencian.
"Jadi, kau berencana mengambil cakraku?!"
Sebuah pertanyaan yang di ucapkan Kaguya membuat Naruto hanya menghela nafas dan kemudian Naruto menaikkan bahunya sedikit dan kedua tangannya sebatas siku tangannya.
"Tampaknya kau sudah mengerti maksudku, jadi- bisakah kau memberikanku cakramu, agar aku bisa mewujudkan itu semua -ttebayo" Ujar Naruto sambil tersenyum tanpa dosa kearah Kaguya.
"Cih, tidak akan kubiarkan kau mengambil cakraku, dan aku tidak peduli dengan kehancuran dunia yang kau bicarakan!" Teriak Kaguya seraya mengarahkan kedua tangannya kedepan dan menembakan dua buah besi hitam dari masing-masing tangannya. Besi yang diluncurkan Kaguya memiliki bentuk yang tidak terlalu panjang dan besi itu tampaknya meluncur kearah Naruto, tapi Naruto tau akan hal itu dia dengan cepat membuat Goudama menjadi perisai untuk melindunginya.
'Jleb'
'Krak'
"Kau pikir bisa melindungi dirimu dengan Goudama seperti itu" Gumam Kaguya sambil menyeringai karena melihat dua besi yang ia luncurkan berhasil melubangi perisai yang melindungi Naruto.
"Aku tahu, Goudamaku memang tidak akan sanggup menahan jutsumu" Ujar Naruto yang kini ada di sebelah kanan Kaguya dengan kedua tangan Naruto yang tampak memegang dua buah tongkat.
'Jleb'
Naruto berhasil menancapkan besi yang ada di tangan kirinya ketangan kanan Kaguya dan setelah itu Naruto bergerak kehadapan Kaguya dan menacapakn besi di tangan kananya ke arah tangan kiri Kaguya.
'Jleb'
'Byurr'
Narutopun menjatuhkan tubuh Kaguya hingga menimbulkan bunyi karena di bawah mereka adalah air (kalian tau air kaya tempat Kyuubi tersegel di tubuh Naruto). Dan setelah itu keluar dari tubuh Naruto cakra yang dengan cepat berubah seperti dirinya, kemudian cakra itu bergerak dan menarik cakra Kaguya seperti yang pernah Naruto lakukan ketika akan mengambil cakra dari Kyuubi. Kaguya yang melihat cakranya keluar tampak sedikit melebarkan matanya karena terkejut, tapi berselang lama Kaguya langsung menciptakan sebuah cakra yang berbentuk tangan dan kemudian memukul tubuh Naruto hingga memebuat cakra Naruto melepas cakra milik Kaguya yang baru sedikit dia dapat.
"Cih, ini masih belum cukup untuk mengalahkan Sasuke- dan ditambah lagi kaki palsu yang di ciptakan dari pasir Shukaku tampaknya tidak bisa bertahan lama jika terkena air, ini benar-benar membuatku dalam keadaan yang tidak beruntung -ttebayo"
Seperti yang baru saja di ucapkan Naruto secara perlahan kaki kanan naruto yang terbuat dari pasir perlahan jatuh karena semakin berat oleh air. Tampaknya Naruto sedang memikirkan sesuatu, tapi kelihatannya dia sudah memiliki sebuah rencana itu terlihat dari senyuman liciknya.
"Beraninya kau ingin mengambil cakraku!" Teriak Kaguya yang kemudian menciptakan dua buah Bijuudama seukuran Rasengan normal di kedua tangannya.
Dengan cepat Kaguya terbang kearah Naruto dengan membawa Bijuudama dan mengarahkan Bijuudama tersebut kearah Naruto. Naruto terkejut dengan apa yang dirasakannya ketika sebuah energi berbentuk bola mulai mendekat kearahnya, tapi Naruto tidak tinggal diam dia langsung membuat handseal.
"Tajuu Kagebunshin no Jutsu"
Setelah Naruto mengucapkan Nama Jutsunya muncul delapan bunshin yang menyerupai dirinya. Terlihat para kagebunshin Naruto membuat dua buah rasengan di kedua tangan mereka masing-masing dengan bantuan cakra yang membentuk seperti tangan, kemudian para kagebunshin berlari dengan mambawa rasengan untuk menahan Kaguya.
'Duarrr!'
OoOoO
...
"Percayalah padaku aku pasti akan menyelamatkanmu dari rasa kebencianmu itu, Kaguya" Ucap Naruto yang kini berada tepat di depan para Bijuu.
Para bijuu? Mereka semua ternyata bisa masuk ke dimensi tempat Kaguya tersegel di tubuh Naruto, sehingga mereka dating untuk membantu Naruto. Sementara itu tampaknya Kaguya dan Naruto juga sudah mulai kelelahan dengan pertarungan mereka.
"Aku tidak akan pernah mempercayai ucapanmu dan tidak akan pernah mau!" Teriak Kaguya sambil mengangkat kedua tangannya keatas dan tampaknya dia akan menciptakan Bijuudama yang cukup besar.
"Hah?"
Naruto yang menyadari apa yang sedang di lakukan Kaguya langsung melompat keatas kepala Kyuubi yang berada tepat ditengah barisan para Bijuu. Setelah itu Naruto meminta bantuan para bijuu untuk menciptakan Bijuudama yang sama besara dan kuatnya seperti yang sedang di ciptakan Kaguya, kelihatannya Naruto juga mencampurkan energi alam di dalam Bjuudama.
"Matilah kau seperti para penghianat lainnya!" Teriak Kaguya seraya melemparkan Bijuudama raksasa kearah Naruto dan para Bijuu.
"Kenapa kau masih tidak mau mepercayaiku, Kaguya!" Teriak Naruto yang sama di lakukan Kaguya yaitu melepaskan Bijuudama yang ia ciptakan dengan bantuan para Bijuu kearah Bijuudama milik Kaguya.
'Duarrr!'
Sebuah ledakan dahsyat tak kala dua buah bola energi berwarna hitam saling bertabrakan hingga menciptakan ledakan yang stidaknya cukup untuk menghancurkan dua sampai tiga Negara besar. Setelah ledakan itu usai terlihat Kaguya yang keluar dari perisai Goudama yang ia ciptakan untuk melindungi dirinya dari Bijuudama, terlihat sebuah seringaian yang di tunjukkan Kaguya ketika melihat hasil dari serangan mereka yang saling bertabrakan.
'Dia mungkin tidak akan selamat'
Apa yang dipikirkan Kaguya itu hanya sementara karena tiba-tiba saja Naruto sudah berada di depannya dan itu membuatnya sedikit tersentak karena keterkejutannya akan keberadaan Naruto yang muncul dihadapannya.
'Byurr'
Narutopun mendorong Kaguya hingga terjatuh dan menindih tubuh Kaguya dengan tubunya, bukan hanya disitu Naruto juga mencengkram kedua tangan Kguya dengan kedua tangannya. Terlihat Naruto yang menatap Kaguya serius tapi terasa kosong mungkin karena kebutaan yang ia alami, sementara itu Kaguya hanya menatap Naruto dengan keterkejutannya.
"Aku mohon percayalah padaku Kaguya, aku pasti akan menyelamatkanmu" Ujar Naruto lembut kearah Kaguya.
"Tidak! Kau sama saja seperti mereka, kau hanya akan menghianatiku!" Teriak Kaguya yang tampaknya tidak mau menerima permintaan Naruto.
Tapi Naruto malah tersenyum kearah Kaguya dan itu membuat Kaguya sangat kebingungan. "Aku berbeda dengan mereka, aku pasti akan menepati janjiku- mungkinterdengar begitu naif, tapi.. itu adalah jalan ninjaku, aku pasti menepati janjiku -ttebayo!"
Kaguya tersentak ketika Naruto mendengar ucapan bodoh yang keluar dari pemuda yang ia anggap benar-benar bodoh, Kaguya terdiam menatap raut wajah Naruto yang tampak serius dan tidak ada keraguan dengan apa yang dikatakannya.
"Bodoh" Gumam Kaguya lemah yang menatap kearah lain dengan mata sayunya.
"Jadi, apa kau mau mempercayaiku?"
"Um"
Jawaban yang di berikan Kaguya membuat senyum Naruto mulai mengembang dan menyembunyikan rasa kekhawatiran tentang jawaban Kaguya kepadanya.
"Kalau begitu aku akan mengambil cakramu tanpa perlu menyakitimu" Kata Naruto yang seraya perlahan mendekatkan mukanya ke muka Kaguya.
Muka mereka semakin dekat dari beberapa inchi kini menjadi centi, dan perlahan jarak bibir mereka hanya hitungan beberapa mili. Kaguyapun hanya bisa menutup matanya dan..
'Kau sangat bodoh- tapi, ada sesuatu yang membuatku percaya padamu- Naruto'
Tiba-tiba sebuah cahaya suci yang menghangatkan mulai muncul.
(Apa yang di takutkan Sasuke akhirnya terjadi)
Normal POV : Off
Kitsune no Kami © Ian Namikaze
To be Continued!
A/N: gimana nambah super gaje? Berbeda dengan manga orisinilnya yang semakin keren dengan klimaks cerita yang kbanyakan orang bilang mudah di tebak, dan membuat Author tidak tahan untuk menangis karena kerja keras Masashi Kishimoto yang kadang mampu membuat para pembacanya menahan emosi dan bla.. bla.. bla.. Jadi intinya sama kaya kemaren nih, fic yang ane buat jauh dari kata bagus dan sempurna hehehe.. (-_-") dan terimah kasih yang udah review, ngasih semngat dan saran ataupun kritik... Author minta maaf klo chapter ini sangat-sangat jauh dari keinginan atau lain-lainnya T.T author masih ngacak alurnya lagi, hahaha ^.^ maaf ya.. Klo ada yang kurang atau apapun itu mohon di maafkan dan katakan agar saya bisa membuat ulang alurnya.. Dan tiba saatnya untuk mengucapkan terima kasih sudah mau membaca... Hiks.. Arigatou Minna T.T
Tolong reviewnya yah :D karena anda yang membuat Author percaya diri untuk membuat fic ini (y) makasih ya :D
Tolong jangan benci aku, tapi sayangi dan cintai Author karena pair ini T.T (I Love You, All)
Pesan Author:
"Jangan pernah melihat hasil yang kau dapat tapi lihatlah kerja keras yang sudah kau lakukan" by Ian Namikaze.
