Disclaimer: J.K. Rowling except Chad Filbert

A.N: Tidak ada edisi Pangeran Kegelapan dan Pelahap Maut. Prof. Dumbledore dan Prof. Snape masih hidup.

Huwaaaaaaaa, maap, maap, updatenya lama. Aku ada Final Test minggu ini, jadi sibuk belajar :p y sudah, aku update sekarang deh, mumpung gag ada FT =D

Enjoy reading ^^

-oOo-

Hermione mengerjap-mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan ruangan yang serba putih di sekitarnya. Dia sekarang berada di salah satu tempat tidur di Hospital Wings.

"Hermione, kau sudah sadar." Dari nada suaranya Hermione tahu itu Ginny dan Ginny pasti sangat khawatir padanya. Hermione membalikkan kepalanya ke asal suara dan menemukan Ginny di sebelah kanannya sedang menggenggam tangannya.

"Akan kupanggilkan Madam Pomfrey."

"Oh, terima kasih, Chad," kata Ginny. Chad bergegas keluar memanggil Madam Pomfrey dan menghilang dibalik pintu.

"Apa yang terjadi, Ginny?" Tanya Hermione dengan suara serak.

"Kau pingsan di kamarmu. Harry dan Ron yang menemukanmu. Mereka memutuskan mencarimu setelah kau tidak muncul pada pelajaran Transfigurasi. Mereka masuk ke kamarmu lewat jendela dan seperti yang kau lihat, kau berada di sini."

"Apa yang terjadi, Mione? Apa yang dilakukan si brengsek Malfoy padamu?" Ron ternyata sudah tidak sabar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Tenang, Ron. Biarkan Hermione istirahat dulu, baru kita minta penjelasan darinya," Harry mencoba menenangkan Ron.

"Bagaimana aku bisa tenang melihat Hermione tidak sadarkan diri selama tiga hari? Aku hampir mengira dia tidak akan pernah bangun lagi!" Ron hampir berteriak frustasi. Dia membenamkan wajahnya di kedua tangannya.

"Apa maksudmu aku pingsan selama tiga hari?" Tanya Hermione yang tidak menyangka dia sudah tidak sadarkan diri selama itu.

"Ya, kau sudah tiga hari tidak sadarkan diri, Mione," Ginny menegaskan pernyataan kakaknya, "Kami semua mencemaskanmu. Kami bergantian menungguimu." Hermione tidak sanggup berkata apa-apa, dia mulai menangis dan Ginny langsung memeluknya. "Tidak apa-apa, Mione. Kami tidak akan pernah meninggalkanmu!" ucapnya tulus yang langsung diikuti anggukan dari Harry dan Ron.

"Aku sangat beruntung memiliki kalian sebagai sahabatku."

"Kami juga beruntung dan sangat bangga memiliki sahabat sepertimu, Mione."

Terdengar langkah terburu-buru dari luar memasuki ruangan tersebut. Madam Pomfrey tiba dengan membawa beberapa peralatan di tangannya. Sesampainya di tempat tidur Hermione, Madam Pomfrey memeriksanya sebentar dan bertanya beberapa hal kemudian menyodorkan ramuan dalam mangkuk berwarna kuning segar yang dibawanya kepada Hermione.

"Minumlah ini, Ms. Granger!" Hermione mengernyit karena mencium aroma pahit dan tajam dari ramuan tersebut.

"Ini untuk memulihkan tenagamu dan membuat otot dan syaraf-syaraf tubuhmu rileks setelah tiga hari kaku karena tidak digunakan. Minumlah sekali teguk agar kau tidak mual mencium aromanya. Memang agak pahit, tapi sangat manjur." Mau tidak mau Hermione menerima ramuan yang disodorkan tersebut dan mengikuti saran Madam Pomfrey untuk meminumnya dalam sekali teguk.

"Terima kasih, Madam," katanya sambil menyerahkan kembali mangkuk yang sudah kosong.

"Istirahatlah Ms. Granger! Kau akan menemukan tenagamu pulih keesokan harinya dan kau bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Dan kalian, kalian boleh kembali ke asrama karena ku pastikan teman kalian akan sembuh besok." Mereka bertiga sebenarnya masih mau menemani Hermione sampai dia kembali ke asrama, tapi kelegaan bahwa Hermione baik-baik saja membuat mereka memutuskan membiarkan Hermione beristirahat penuh -bukan pingsan- seharian.

"Bye, Mione. Besok kami akan menjemputmu."

"Ya, terima kasih sudah menjagaku, Harry, Ron, Ginny."

"Kau lupa untuk berterima kasih kepada Chad, dia juga ikut menjagamu. Ngomong-ngomong di mana dia?" Ginny mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tapi tidak menemukan sosok pemuda itu sama sekali.

"Mr. Filbert menitipkan salam padamu dan berjanji akan menjengukmu besok. Katanya dia punya urusan yang harus diselesaikan sekarang. Baiklah, ayo keluar anak-anak dan biarkan teman kalian beristirahat!" mereka semua keluar meninggalkan Hermione untuk beristirahat.

Hermione juga sudah merasa lelah kembali. 'Mungkin efek dari ramuan tadi agar aku bisa tidur nyenyak' batinnya. Setelah memejamkan matanya selama beberapa menit, Hermione mendengar suara langkah kaki menuju tempat tidurnya. 'Mungkin hanya Madam Pomfrey yang ingin memastikan aku sudah tidur nyenyak' pikirnya. Hermione merasa tidak perlu membuka matanya. Dia mendengar suara seseorang menggumam dan merasakan ciuman lembut di bibirnya, tapi rasa lelah dan kantuk telah menguasainya. Akhirnya dia jatuh tertidur.

¤O¤O¤O¤

Harry, Ron, Ginny, dan Chad berkeras mengantarkan Hermione sampai ke asramanya setelah mereka menghabiskan waktu sepanjang siang berkumpul di ruang Rekreasi asrama Gryffindor. Mereka juga ingin memastikan keselamatan temannya dengan memberi beberapa peringatan keras kepada Draco Malfoy, teman seasrama Hermione.

"Kau yakin akan menginap di asramamu malam ini, Mione?" Ginny menawarkan Hermione untuk tidur di kamar lamanya saja di asrama Gryffindor malam ini –untuk kesekian kalinya.

"Aku baik-baik saja, Ginny. Aku juga sudah sembuh dan merasa yakin bisa menyelesaikan semua tugas-tugasku hari ini." Bukan Hermione namanya kalau dia mengabaikan tugas-tugas sekolahnya.

"Berjanjilah kau akan langsung memberitahu kami kalau si brengsek itu mengganggumu!" Kali ini Ron yang mewanti-wanti –juga untuk yang kesekian kalinya.

"Aku janji, Ron! Tenang saja, aku bahkan merasa lebih dari sehat untuk melancarkan beberapa kutukan padanya jika berani menggangguku." Hermione mencoba meyakinkan Ron.

"Kau juga boleh memberitahuku, Hermione!"

"Terima kasih, Chad." Hermione memberikan senyum tulus penuh terima kasih pada pemuda itu, "Kalian boleh meninggalkanku sekarang. Aku mau langsung mengerjakan tugas-tugasku."

"Apa tidak sebaiknya kau istirahat saja, Mione?" Harry mulai mengkhawatirkan kecintaan Hermione pada belajar.

"Kalau aku menyelesaikan tugasku sekarang, aku akan punya waktu untuk beristirahat, Harry. Lagipula aku sudah menghabiskan empat hari dengan tiduran saja."

"Kau pingsan tiga hari dan kau memang membutuhkan sehari penuh istirahat untuk memulihkan tenagamu, Mione," kata Harry yang masih mencoba membujuk Hermione untuk beristirahat.

"Kalau begitu kami kembali ke asrama dulu, Mione. Jaga dirimu, biar aku yang mencari Draco untuk memberinya peringatan." Ron kelihatannya sudah tidak sabar untuk melayangkan tinjunya ke wajah Draco.

"Oh, sudahlah, Ron. Aku bisa mengatasinya," kata Hermione bosan sambil memutar kedua bola matanya menghadapi sikap Ron. Bukannya tidak menghargai usaha Ron untuk menjaganya, tapi mendengarnya menggerutu seperti orang yang sedang menghapal mantra membuat Hermione geli juga.

"Baiklah, jaga dirimu baik-baik, Mione!"

"Kau akan turun makan malam?"

"Aku akan makan malam di sini saja, Ginny."

"Kalau begitu sampai jumpa besok pagi, Mione!"

Mereka berbalik meninggalkan Hermione di depan lukisan tempat masuk ke asrama Ketua Murid. Ketika keempatnya menghilang di tikungan, Hermione memanjat masuk melalui lubang lukisan setelah mengucapkan kata kunci.

Di dalam sangat sunyi. 'Mungkin Draco tidak ada di kamarnya. Baguslah, aku bisa mulai mengerjakan tugasku dengan tenang' pikirnya. Pertama-tama Hermione menuju kamarnya dan mengambil beberapa buku, perkamen, pena bulu, dan beberapa botol tinta. Setelah menaruhnya di atas meja belajarnya, Hermione keluar menuju pantry untuk membuat segelas susu coklat. Melihat permadani yang lebih lembut dari kursi belajarnya membuat Hermione memutuskan mengerjakan tugasnya di ruang Rekreasi saja. Dia segera menjatuhkan diri di atas permadani dan mengambil barang-barangnya dengan mantra panggil. Dan Hermione pun mulai mengerjakan tugasnya.

-oOo-

Chad sedang berdiri dengan kedua lengan bersilang di dada. Dia kadang melirik ke sekitarnya dengan gelisah. Chad sedang menunggu Draco untuk memberinya pelajaran karena sudah membuat orang yang disayanginya pingsan selama tiga hari dan masih harus meladeni kebrengsekan pemuda itu selama sisa tahun terakhir mereka di Hogwarts sebagai Ketua Murid. Chad sengaja menunggu Draco di dekat tangga menuju asrama Ketua Murid. Tadi dia sudah memastikan Hermione berada di asramanya. Chad tidak mau Hermione mencegah dia memberikan perhitungan kepada Draco seperti minggu kemarin. Tiba-tiba Chad menegang, dia langsung menyiapkan tongkat sihirnya begitu mendengar suara langkah kaki mendekat dari ujung lorong.

"Mau apa lagi kau, Filbert?" kata Draco dengan nada bosan dan lelah. Jaraknya kini tinggal satu meter dari Chad.

"Kau tahu apa mauku, Malfoy!" kata Chad dengan nada bosan yang sama.

"Kalau begitu minggir dari hadapanku sekarang dan kembalilah ke asramamu! Atau kau mau ku beri detensi, eh?" ancam Draco tajam.

"Aku tidak peduli, Malfoy. Sebelum aku memastikan kau tidak akan mengganggu Hermione lagi!" kata Chad tidak peduli.

"Apa pedulimu dengan, Granger, huh? Memang kau siapanya?" bentak Malfoy.

"Bukan urusanmu, Malfoy!"

"Bukan urusanmu juga kalau aku mengganggu si Granger, Filbert! Dan ku tekankan untuk kesekian kalinya, GRANGER MILIKKU DAN AKU TIDAK BERBAGI MILIKKU DENGAN ORANG LAIN, TERMASUK KAU!" Amarah Draco kini memuncak. Dia sudah mencabut tongkat sihirnya juga. 'Orang ini memang harus diberi pelajaran agar tidak menggangguku terus, aku sampai bosan menghadapinya. Memang kau pikir dirimu siapa, huh, Filbert? Granger milikku!' pikirnya. Kilatan cahaya merah dan hijau mulai berkelabatan di lorong itu.

"Stupefy!"

"CRUCIO!"

"Protego!"

"Impedimenta!"

"Expelliarmus!"

Tongkat Draco terpental dari tangannya. Kelelahan akibat mengerjakan semua tugas Ketua Murid sendirian selama empat hari ini ditambah tugas sekolah dan latihan Quidditch membuatnya lengah. Draco bergerak mundur dan Chad menggunakan kesempatan itu untuk melancarkan serangan.

"Incarcerous!" Mantra itu mengenai lengan kanan Draco dan terdengar bunyi CRAK pelan.

"Arghhh," Draco mengerang. Dia merasakan lengan kanannya patah. Beruntung tadi dia bergerak mundur, kalau tidak seluruh tulangnya juga bisa ikut patah terkena mantra dari Chad. Darah mengucur dari lengan kanan Draco yang terkena mantra, dia semakin terhuyung ke belakang dan meyandarkan tubuhnya di dinding. Draco membiarkan tubuhnya merosot. Chad berjalan menghampirinya.

"Kalau kau masih berani mengganggu Hermione kau akan berhadapan lagi denganku dan akan kupastikan bukan cuma lenganmu yang patah!" ancam Chad. Dia berlalu meninggalkan Draco sendirian.

-oOo-

To Be Continued

-xXx-

-BALASAN RIPIU DARI PEMBACA-

Yang punya akun di FFN aku dah ngirim balasan via message, di sini aku cuma ngebalas yang anymous ^^

kennp

Iya, ayank aku tuh :p

Hn

Semoga chapter ini bisa dibilang panjang :pv

Arigatou gozaimasu karena selalu ngeripiu fict aku =D

Hajimemashite Kennp

RIRI

Penasaran?

Baca prolognya ya nanti!

Aichiruchan Phantomhive

Hn

Gimana ya? Bakalan suka gag ya *brb, nanya Draco dulu :pv

Ini dah aku update, makasih ya dah selalu ngeripiu fict aku

Hajimemashite Ai-chan

haters

Alay ya?

Jangan dong, aku kan pengen masuk Surga =D

Alice the dark rabbit

Dunia fantasi tingkat tinggi?

Hayo, hayo, kamu ngayalin ayank aku yang gag-gag ya!

Wkwkwk, ini dah update, ripiu lagi ya!

RirizziriR

Oh, ya?

Tengkiyu Ririz sayang :*

Kasar, ini dah paling sopannya Draco :pv

Anak Hilang

Okok, padahal aku dah ngecek berkali-kali. Makasih ya, aku dah koreksi =D

Pendek ya, aku emang pendek soalnya, eh (?)

Gomen

Lily love snowdrop

Gag diapa-apain kok, dicium doang :pv

Ada kok, Harry kan selalu khawatir sama Hermione

Rahasia Hermione ada di prolog, sabar ya!

Yanchan

Wkwkwkwk, kira-kira apa ya?

Dicuekin aja kali :pv

Ini dah update, ripiu lagi ya!

Akira Mayumi

Hahha, iy, aku juga mau digituin Draco (?)

Gag, mereka gag pacaran kok :p

Ini dah update, ripiu lagi y!

NN

He? Makasih :p

(Siapa y? Kok manggil aku k? Berarti kenal sama aku?)

Dramione

Ini dah update =D

Zulfa

Hehhe, bukannya dah dibilangin, rahasia Hermione ada di prolog, sabar y!

:p

-xXx-

Pada penasaran ya sama rahasia Hermione, sabar ya, ntar aku publish terpisah dari fict ini. Padahal rahasianya gag rahasia-rahasia amat, Draco kan tahu :p

Aku, sumpah gag tahu bagaimana merangkai kata dengan baik, makanya fict aku banyak melewatkan kegiatan sehari-hari dan fokus hanya pada Dramione saja, jadinya ya intinya doang yang tersampaikan, kata pengantar dan penutup kurang. Maapkan keterbatasanku ini! *nunduk*

Karena aku dapat banyak masukan dan koreksi dari ripiu kalian, jadi, tolong diripiu lagi ya! Makasih banyak buat yang membaca dan buat yang membaca sekaligus meripiu terus fict ini, kalian membuat aku semakin bersemangat menyelesaikan fict ini! =D