By: Caramel JY

Summary: Penghalang baru dalam hubungan Sehun dan Luhan mulai muncul. Hyuna yang tidak terima dengan kedekatan HunHan. Keadaan Kai yang sudah membaik. Sehun ingin menyatakan perasaannya pada Luhan, berhasilkah dia? Chapter 4 up! HUNHAN

Disclaimer: cast disini punya Entertainment sama keluarga mereka masing-masing dan nggak akan pernah menjadi milik saya *hiks*. Tapi cerita ini milik saya.

Rate: T *aman*.

Warning: banyak typo, membosankan, abal, ide cerita rada mainstream, lawakan nggak lucu, alur cerita rada ngebut, OOC, yaoi.

Note: maap yah kalau updatenya lama… tugas menupuk terus jadi gunung, maap ya! Lain kali semoga saya bisa update lebih cepet :).

Happy Reading~

Dari pagi sampai istirahat, Luhan tidak pernah lepas dari pandangan Sehun. Walau Sehun tidak takut dengan ancaman Hyuna, tetapi ia juga mengkhawatirkan keadaan Luhan yang kemungkinan besar akan diterror oleh Hyuna. Kini mereka sedang ada di kantin untuk makan bersama.

'Sudah saatnya aku mengutarakan perasaan ku…' batin Sehun. "Luhan, aku ingin mengatakan sesuatu…" ucap Sehun.

"Apa?" tanya Luhan sambil menatap Sehun slowmotion. Dalam imajinasi Sehun, Luhan dikelilingi dengan efek kembang-kembang dan blink-blink yang menyilaukan.

"Begini, sebenernya aku…" Sehun gugup.

"Kamu kenapa?" tanya Luhan sambil menebar senyum menawannya, sepertinya dia ketularan Kris-sunbae yang suka nebar pesona pas jalan-jalan bareng geng nya. Sehun malah salting. Tanpa mereka sadari, seorang yeoja menatap mereka dengan pandangan kesal.

"Ehm… a-aku…" Sehun menjadi sangat gugup, hilang sudah image coolnya. Luhan terus menatapinya, Sehun narik napas. Setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya, Sehun berbicara "Aku su-" namun belum selesai dia bicara, seseorang memotong ucapannya.

"Hai, Sehun-chagi, Luhan-ssi~! Aku boleh gabung disini kan?" tanya seseorang yang tak lain tak bukan, the one and only *plak* Kim Hyuna. Sehun cuman nganga doang, tadi dengan susah payah dan segenap jiwa raganya *halah* mengumpulkan keberanian tapi sekarang malah ada pengganggu yang, membuat tampangnya jadi sepet. Kalau begini, kandaslah sudah rencananya.

"Hey, boleh tidak? Boleh kan ya?" ucap Hyuna yang langsung duduk di antara Luhan dan Sehun, memisahkan mereka berdua. Luhan cengo.

'Kalo begitu mah nggak usah nanya… sabar Luhan, sabar.' batin Luhan mencoba untuk tetap tegar(?).

"Sehun, kamu kok nggak makan? Ntar kamu sakit lho." Ucap Hyuna dengan wajah khawatirnya.

"Nggak ah, aku udah kenyang." Ucap Sehun yang masih bertahan dengan muka sepetnya. Semenjak Hyuna datang, Hyuna selalu bermanja-manja dengan Sehun yang mukanya makin dingin. Luhan? Dia malah jadi obat nyamuk buat Sehun dan Hyuna, malang sekali. Setelah istirahat mereka memasuki kelas dan kembali belajar.

"Luhan-ah, kamu kok diam terus? Kamu marah ya?" ucap Sehun yang melihat Luhan semenjak istirahat tadi hanya diam saja.

"Nggak kok…" ucap Luhan datar tanpa menatap Sehun.

"Maaf kalau tadi aku mengabaikan mu…" ucap Sehun.

"Tak apa Sehun-ah, aku bisa mengerti." Ucap Luhan sambil tersenyum miris. Lalu mereka saling tatap.

Syuuunggg~ Bletak!

Suara tersebut adalah suara lontaran spidol maut dari sang guru musik, Pak Jongdae.

"Hey kalian berdua yang ngobrol, mau belajar tidak?!" teriak sang guru dengan suaranya yang tinggi rada melengking. Para murid menutup telinga mereka demi menghindari budek massal.

"Maaf pak!" jerit Sehun dan Luhan. Pak Jongdae menggeleng.

"Sudah-sudah, sebagai hukuman kalian harus menyayikan sebuah lagu didepan, silakan." Ucap Pak Jongdae. HunHan maju ke depan kelas dan menyanyikan sebuah lagu bersama. Lagu yang mereka pilih adalah lagu kartun Jepang, Doraemon.

"Aku ingin begini, ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali.. Semua, semua, semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib. Aku ingin terbang bebas di angkasa~ 'Hey! Baling-baling Bambu!' La,la,la~ Aku sayang sekali...Doaremon...La, la, la aku sayang sekali, Doraemon..." Luhan menyanyikan lagu tersebut dengan suaranya yang merdu sedangkan Sehun dengan suaranya yang berat, super sekali! *plak*

Para murid tertawa terbahak-bahak sampai ada yang pingsan dan mulutnya keluar busa, ck ck ck. Pak Jongdae menepuk tangannya.

"Bagus, bagus! Tapi lain kali jagalah ketenangan kalian, mengerti?"

"Baik pak…" HunHan membungkuk lalu kembali ke tempat duduk mereka. Mereka kembali belajar dengan serius sampai pelajaran musik selesai. Lalu ada pengumuman datang dari sang ketua kelas, Suho.

"Hey, ada pengumuman tolong dengarkan dulu!" ucap Suho meminta perhatian dari teman-temannya. "Ehem, kan sebentar lagi ada acara ulang tahun sekolah, jadi kita mau ngadain acara apaan nih buat event ini? Semuanya boleh saran kok." ucap Suho. Semuanya hening memikirkan acara macam apakah yang harus mereka sarankan.

"Saya mau saran dong!" ucap sang jawara mesum, Eunhyuk.

"Iya, mau saran apa?"

"Mending kita ngadain maid café aja! Kan lumayan tuh, ntar kan ada cewek-cewek cute bin seksi! Kalau nggak, kita adain kontes bikini, pasti acara kita banyak deh yang minat!" ucap Eunhyuk.

"Wah bener banget!" ucap para cowok mesum di kelas tersebut. Para kaum cewek nggak terima diri mereka ditumbalkan lalu teriak-teriak protes kaya orgil kesurupan. Seketika kelas jadi kaya pasar.

"Stt! Tolong jangan berisik dulu dong! Lagi pula maid café itu terlalu mainstream, pasti kelas lain sudah memakainya, tolong beri saran yang lebih bermutu sedikit napa." ucap Suho empet.

"Gimana kalau kita bikin rental atau warnet aja?" usul Donghae. Para mahluk yang demen sama game dan browsing internet langsung setuju tanpa basa-basi lagi.

"Tapi kalau bikin rental atau warnet itu kan musti banyak komputer nya, terus biaya listriknya begimana? Yang ada kita dihukum gantung ama kepala sekolah!" ucap Suho yang dengan sabar menghadapi teman-temannya yang rata-rata autis semua.

"Gimana kalau pesta costume aja?" saran Hyuna yang dari tadi cuma diem aja.

"Hmm, boleh juga tuh… yang lain setuju nggak?" tanya Suho. Murid yang lain mengangguk setuju, Hyuna tersenyum manis. Eunhyuk and the geng mimisan.

"Setuju banget dong! Ide yang brilian! Lagi pula, apa sih yang enggak buan Eneng Hyuna~" ucap Eunhyuk sambil mengedipkan mata ke arah Hyuna. Hyuna senyum, padahal dalem hatinya dia udah muntah kuning *jangan dibayangin :v*

"Tapi kan kalau costume-nya milih sendiri nggak seru, jadi saya dan para pengurus kelas yang akan memilihkan bajunya~" ucap Suho santai, murid lain syok.

"Lah, ntar kamu milih bajunya yang aneh-aneh lagi?!" ucap Sehun nggak nyante.

"Oh nggak kok, kalian tenang aja~ kita pasti nyiapin baju yang bagus-bagus kok! Selera kita kan oke punya!" ucap Suho sambil tersenyum angelic. Yang lainnya mengangguk setuju.

Triiingg~!

Bell pulang berbunyi dan akhirnya mereka bisa mengakhiri aktivitas belajar mereka. Sehun kembali berencana menyatakan perasaannya pada Luhan.

"Tunggu Luhan!" panggil Sehun yang menghampiri Luhan yang berada jauh didepannya.

"Ya?" tanya Luhan sambil menoleh ke arah Sehun berada.

"Aku ingin mengatakan sesuatu ke kamu…" ucap Sehun sambil menghampiri Luhan.

"Apakah itu?" tanya Luhan.

"Aku-" untuk ke-2 kalinya ucapan Sehun terpotong karena panggilan yang masuk ke ponsel Luhan.

"Tunggu sebentar ya Sehun-ah." Ucap Luhan sambil mengangkat panggilan tersebut. "Halo?".

"Halo, Luhan-ah aku merindukan mu." ucap suara di seberang sana manja.

"Kai-ah, apa kau sudah baikan?" tanya Luhan. Sehun mendengus, lagi-lagi Kai mengganggu kebersamaannya dengan Luhan.

"Yah, lumayan lah! Aku sudah bisa masuk besok." Ucap Kai bahagia.

"Begitukah? Syukurlah, oh iya, besok ada pesta ulang tahun sekolah lho!" ucap Luhan.

"Oh, aku jadi tidak sabar menunggu hari esok, sudah dulu ya, pulsaku mau habis nih -_- dadah Luhan."

"Dasar kau ini, daahh!" Luhan mengakhiri panggilan tersebut dengan tersenyum geli. "Oh iya, kau mau bilang apa tadi Sehun-ah?" tanya Luhan.

"Ehm… gak jadi deh." Ucap Sehun sambil terseyum palsu *owh*.

"Ya sudah, aku pulang dulu ya! Bye~" mereka pun berpisah di persimpangan jalan. Sehun meratapi nasibnya dan pulang ke rumahnya.

TBC

Note: sorry yah kalau nggak seru… oh iya, kalian boleh saran kok buat costume di chapter depan, tapi sebutin juga orangnya. Doain ya supaya JY tugasnya gak banyak supaya bisa update lebih cepet :v, berikut adalah balasan review kalian.

RZHH 261220 II: haha, emang si Kai begitu orangnya :v review lagi ya!

HyunRa: ehehe, Kai disini bener-bener di nistain, di chap depan jati diri Hyuna akan di bongkar *lebay* review lagi ya!

JeoLu-LEXA: makasih dukungannya! Begitulah Luhan, review lagi ya!

rikka yandereki: iya mbah, eh iya maap ya updatenya lama. Masa sih cepet alurnya? Ya udah aku lamain :v review lagi ya!

.58: iya udah lanjut kok~ naik atep supaya cepet nyampe pohonnya, Kai kebanyakan nonton sinetron, review lagi ya!

XiaoLuhan: Luhan emang unik sih :v Sehun jadi penolong buat Luhan XD, review lagi ya!

Makasih udah pada review! Sorry kalau pendek.