Going Crazy
Mingyu x Wonwoo | Meanie
Rated T
Romance | Family | Friendship(?)
©jxngwoo
Warn: Yaoi/BoysLove/Typo(s)/Absurd language(?)/Swearing words!
Don't be so serious, guys^^
-00-
For you, I'll try!
-00-
Ini hari senin pertama untuk Mingyu tinggal di rumah keluarga Jeon dan pemuda tiang itu sedang memperhatikan dirinya sendiri pada sebuah kaca sambil tersenyum miring.
Rambutnya sudah ditata agar memperlihatkan keningnya, dua kancing teratas yang terbuka, dan lengan yang digulung sedikit. Ia juga sudah menambahkan parfum sebagai pelengkap.
"Hah Kim Mingyu, apa yang kurang darimu? Ganteng? Pasti. Keren? Nenek-nenek berumur juga tau. Kulit? Duh, eksotis. Tinggi? Sudah kayak tiang. Sayang aja, jomblo."
Krik.
Sumpah. Mingyu tak berniat menyebut dirinya sendiri jomblo! Mulutnya refleks bilang begitu!
Memilih menyudahi acara mari-mengagumi-diri-Kim-Mingyu, ia segera meraih blazernya dan keluar kamar menuju ruang dapur. Terdapat Tuan dan Nyonya Jeon lengkap dengan kedua anak mereka.
Ugh, gebetan emonya itu kenapa terlihat sangat menggemaskan sekarang, Tuhan. Mingyu rasanya ingin menangis melihat Wonwoo yang memakan sarapannya dengan tenang.
Hah, entah dari mana bagian menggemaskannya di mata Mingyu.
"Pagi Paman, Bibi." Mingyu dengan ramah menyapa calon mertuanya– ekhem, dan duduk disamping Jungkook dan berada diseberang Wonwoo.
Modus di pagi hari yang bagus, bung.
"Ah, Mingyu-kun tampan sekali hari ini." Ucapan dari Nyonya Jeon membuat Mingyu meringis. 'Tampannya cuma hari ini? Berarti dari kemarin enggak dong?'
Dan ngomong-ngomong, Nyonya Jeon jadi memanggilnya dengan embel-embel "–kun" sekarang. Saat Mingyu menghabiskan hari minggu malamnya dengan ngegames bersama Jungkook, barulah Mingyu tau alasan kenapa Nyonya Jeon memanggil Wonwoo dengan embel-embel "–chan" atau bahasa Jepang yang lain pada orang sekitar.
"Ibu itu otaku dari remaja sampai sekarang. Dari anime jadul sampai terbaru sudah ditonton Ibu semua. Ibu juga mengambil kuliah di Jepang dulu, jadi dia makin menjadi-jadi. Dan asal kau tau jika Ibu itu juga Fujoshi akut, Gyu."
Fakta unik yang baru Mingyu tau dari keluarga Jeon ini. Dan mendengar jika Nyonya Jeon itu fujoshi, GIMANA MINGYU GAK EXCITED? DIA BISA DENGAN MUDAH MENDAPAT RESTU NANTI TANPA PERLU DRAMA KAWIN LARI ATAU SEMACAMNYA!
Yeah, masalah restu sudah beres. Tinggal mendapatkan pasangan hidup emonya itu saja.
Uhuk. Mingyu jadi tersenyum-senyum sendiri dan Wonwoo yang ada diseberangnya memicing sinis.
"Kau tau jalan ke sekolahmu, Mingyu-ah?" Tuan Kim melepaskan pandangannya dari koran dan menatap Mingyu. Mingyu menyengir canggung. "Eum, tidak?"
"Berangkat bareng Wonu-chan saja kalau gitu." Nyonya Kim menatap anak tengahnya semangat. "Mingyu-kun harus kau temani sampai sekolah, Wonu-chan. Jangan sampai dia tersesat, lalu–"
"Aku pergi dulu." Wonwoo berdiri dari duduknya setelah menghabiskan sarapannya dan setengah gelas susu miliknya. Ia melengos begitu saja keluar rumah, membuat Mingyu menatap Tuan dan Nyonya Jeon dan ikut menyusul Wonwoo.
Heol, dia tidak mau tersesat, please.
.
"Wonwoo hyung, Tunggu!"
Mingyu mengambil langkah besar untuk mengejar Wonwoo yang terkesan buru-buru. Namun, langkahnya itu berhenti saat Wonwoo dengan tiba-tiba membalikkan badannya dan menatapnya sinis.
"Ingat jalan ini dan jaga jarak dariku setidaknya tiga meter." Mingyu refleks berjalan mundur. Kalau tadi dia mengatakan jika gebetan emonya menggemaskan, sekarang ia tarik kata-katanya untuk sementara karena tsundere Wonwoo sudah muncul.
"Jangan mengatakan pada siapapun jika kau tinggal di rumahku dan berbicara padaku di sekolah."
Mingyu mengernyit mendengarnya. "Siapapun? Termasuk Seokmin dan Junhui hyung?"
"Termasuk mereka berdua." Mata Wonwoo masih menatap sinis. "Aku malas terlibat dalam hidup konyolmu, Mingyu-sshi."
"H- hidup konyol? Hey!" Mingyu berseru tak terima. Enak saja bilang hidupnya konyol. Seharusnya Wonwoo tau siapa yang membuat hidup Mingyu jadi begini.
Wonwoo melanjutkan perjalanannya sebelum berkata datar, "Aku membencimu, Kim Mingyu."
.
Mingyu bersumpah dia gak akan menyerah walaupun dibenci Wonwoo sekalipun!
-00-
"Ayo wassup, bro!"
Suara sok asik yang baru memasuki kelas itu jelas membuat Mingyu terganggu, apalagi sang pemilik suara sok asik itu mendekat kepadanya dan duduk di atas meja begitu saja.
"Cie yang gagal taken. Cemberut aja nih? Jangan gitu dong. Gantengnya hilang."
"Hell Kwon Soonyoung. Kata-katamu itu bikin jijik." Mingyu menatap tak suka pada Soonyoung yang tertawa puas sekarang. "Iya deh, maaf. Habis wajahmu kasihan gitu dilihat. Dan ngomong-ngomong, bagaimana rumah barumu?"
Mingyu memilih mengikuti perkataan Wonwoo dan ia bergidik. "Mereka keluarga yang baik dan aku betah."
Soonyoung mengangguk. "Syukurlah. Kupikir kau akan jadi babu atau semacamnya."
"Mati saja sana."
"Canda elah. Sensi amat sih?" Soonyoung mengedarkan pandangannya keseluruh kelas. "Mana si bocah China? Bolos?"
"Pacaran di toilet kali."
"SHIT!" Soonyoung refleks loncat dari meja dan memasang wajah heboh. "Aku musti lihat mereka berdua ikkeh-ikkeh! Referensi buat aku dan Jihoon nanti!"
Dan Soonyoung pergi begitu saja, membuat Mingyu meneriakinya.
"DASAR OTAK MESUM KWON SOONYOUNG!"
.
Soonyoung tidak benar-benar pergi ke toilet untuk melihat pasangan China itu ikkeh-ikkeh. Hanya alasan saja agar Soonyoung bisa kabur dari Mingyu yang lagi galau. Fyi saja, Mingyu akan sangat membosankan jika sedang galau dan Sooonyoung malas menanggapinya.
Heol, lagi pula Soonyoung masih sayang dengan pedangnya dan ogah untuk bermain solo setelahnya. Kecuali kalau Jihoon tiba-tiba datang dan menawarkan diri sih, Soonyoung mau saja.
Maka dari itu Soonyoung membelokkan langkahnya menuju koridor dimana kelas-kelas unggulan berada. Mendatangi sosok mungil namun punya sifat tsundere lebih parah dari Wonwoo.
"Wah, wah. Jodoh memang gak kemana, ya." Soonyoung bersiul saat Jihoon keluar dari kelas dengan sebuah headphone di telinganya. Pemuda mungil itu menyenderkan kedua sikunya pada pembatas balkon dan mulai membolak-balikkan buku di tangannya.
Tanpa ragu-ragu lagi Soonyoung mendekati Jihoon dan mencolek bahunya. Sarapan yang galak-galak itu cukup menyenangkan untuk Soonyoung. Khekhe.
"Hai manis."
Krik. Tidak ada sahutan dari Jihoon sama sekali.
Soonyoung manyun. Ia mencolek Jihoon sekali lagi. "Jihoonie~"
"Jihoon-ah,"
"Lee Jihoon,"
"Masa depannya Kwon Soon–"
"Diamlah, Kwon sialan."
Nah, akhirnya Jihoon membuka suara walaupun tidak melirik Soonyoung sedikitpun. Pemuda yang lebih tinggi merapatkan tubuhnya dan mengintip isi buku Jihoon.
"Huh? Tentang musik lagi?" Soonyoung mengerutkan keningnya. "Gak bosan sama musik, Jihoonie?"
"Bukan urusanmu."
Ugh, tsundere sekali Jihoon-nya ini. Soonyoung, 'kan, jadi gemas sendiri.
"Jihoonie mau pulang bareng denganku?" Ia mengganti topik. Soonyoung bukan tipe yang akan menyerah. Mau tsundere, yandere, atau dere-dere yang lain, selama itu Jihoon, Soonyoung akan terus maju, yosh!
Jihoon menutup bukunya dan menarik headphonenya agar bertengger di leher. Kini ia sedikit mendongak untuk menatap Soonyoung. Sorot matanya juga tajam.
"Jangan ganggu aku, Kwon Soonyoung-sshi."
"Tapi aku mau mengganggumu, gimana dong?"
"Fuck you."
Soonyoung menggeleng. Satu tangannya ia selipkan di saku celana dan menyengir menatap Jihoon. "Anak manis tidak berkata kasar, loh."
Jihoon memicingkan mata. Ia buru-buru kembali ke kelas tanpa memperdulikan Soonyoung yang sudah berteriak-teriak heboh.
"LEE JIHOON SARANGHAE!"
.
"Sinting!"
Ucapan itu keluar dari mulut Jihoon ngomong-ngomong.
-00-
Brushhh.
Lagi-lagi Soonyoung menyemburkan minumannya kearah Mingyu ditemani dengan Minghao dan Seokmin yang tersedak makanan mereka serta seorang siswi yang baru muncul kehadirannya diantara Mingyu dkk yang memasang wajah melongonya. Keempatnya sudah melotot menatap Mingyu yang malah terlihat santai saja. Beberapa orang disekitar mereka jadi memandang mereka sinis karena kebanyakan anak unggulan tengah istirahat dari praktek di lab. Termasuk anak kelas A dan B.
"Seriously Kim Mingyu, aku tinggal beberapa hari dan sudah banyak ketinggalan berita, ditambah kau mau masuk peringkat 100 besar di ujian nanti?!" siswi ber name tag Kim Minkyung itu memeriksa suhu badan Mingyu. "Kamu kerasukan apa, sih?"
"Kerasukan cinta Wonwoo hyung." Mingyu menyengir ketika mengatakannya. "Lagian, aku bisa buat sejarah baru buat kelas E. Keren, kan?"
"Bakal keren kalau otakmu kuat buat belajar semalaman suntuk, sih." Seokmin berkata lempeng. "Aku saja di kelas C kadang pusing sendiri dan itu benar-benar hoki karena masih bisa bertahan di lima belas besar. Sedangkan kau?" Dan Seokmin memperhatikan Mingyu kemudian bergidik. "Lupakan lah Kim. Jangan memaksakan diri begitu."
Minghao mengangguk. "Lagi pula kau butuh tutor jika mau masuk peringkat 100 besar. Dan siapa yang tahan untuk mentutormu?"
Mingyu masih menyengir. "Ada pacarmu, loh– JANGAN MAIN INJAK KAKI, DODOL!" Minghao tanpa ragu menginjak kaki Mingyu dan membuat pemuda tiang itu menyumpah padanya. Minghao berdesis. "Waktu Junhui hyung malah terbuang buat mengajarimu, bodoh."
Minkyung memijat pelipisnya pelan. "Kau benar-benar berhutang banyak cerita padaku, Mingyu."
"Ck, tsunderenya Wonwoo dan Jihoon memang beda jenis. Beruntung aku gak mendapat efek kayak kamu." Soonyoung mengelus-ngelus dagunya dan mengangguk.
Mingyu manyun. "Kalian gak mau mendukungku gitu? Jarang-jarang aku kayak gini."
Seokmin menggeleng. "Bukan gak mendukung. Cuma kurang yakin kau bisa." Ujarnya. Minkyung mengangguk. "Dan kamu tau rata-rata anak kelas A dan B yang bakal memenuhi nama papan pengumuman ujian nanti. Aku dan Seokmin saja yang anak kelas C masih di urutan 120-an, apalagi anak kelas E?"
"Dan karena itu aku mau membuat sejarah buat kelas E." Mingyu berkata bangga.
Minghao terlihat berpikir sebentar kemudian berbisik pada Soonyoung. Setelahnya Soonyoung juga terlihat berpikir sebentar dan mengangguk. Keduanya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang won dan meletakkannya di meja.
"Kali ini aku dan Soonyoung hyung yakin kamu bisa, Gyu." Ucap Minghao yakin. Mingyu menatap keduanya tak percaya. "Taruhan lagi?"
Minkyung dan Seokmin mengangguk dan sama-sama mengeluarkan uang dari dompet mereka. "Aku dan Minkyung dikubu yang lain."
Soonyoung mendelik. "Jadi kita rival lagi? Oke. Tambahan yang menang harus traktir di kafe langganan."
"Gampang." Minkyung menanggapi. Ia menatap Mingyu sembari tersenyum miring. "Dan jika kamu benar-benar masuk 100 besar, aku akan membantumu mendapatkan Jeon Wonwoo lagi, Gyu."
"AAA AKU SAYANG KAMU KIM MINKYUNG!"
Dan Mingyu refleks memeluk Minkyung yang sudah memasang wajah jijiknya. Ia buru-buru melepas pelukan Mingyu. "Kayak gini aja baru bilang sayang. Jijik."
Soonyoung memasang cengiran jahilnya. "Kalau sayang sama Minkyung kenapa gak jadian aja dari pada sama tsundere? Kalian jadi couple tiang dah."
Mingyu dan Minkyung saling tatap kemudian bergidik. "Aku ogah sama Mingyu. Bukan tipeku." Ucap Minkyung malas. Mingyu mengangguk. "Dan aku juga bisa jadi couple tiang sama Wonwoo hyung!"
Hm.
Minghao mengedarkan pandangannya pada arah lain dan mendapati kekasihnya memasuki kantin dengan mengobrol bersama Wonwoo dan Jihoon. Tentu sebagai pacar yang baik Minghao memanggilnya. "Junhui hyung!"
Merasa terpanggil, Junhui menoleh dan mendapati kekasihnya tengah melambai-lambai padanya. Ia segera menitip pesanannya pada Wonwoo dan Jihoon lalu mendatangi kekasihnya itu bersama gerombolannya.
Sedikit mengernyit saat mendapati ada beberapa lembar uang di atas meja, Junhui menoleh seperti meminta penjelasan. Minghao menunjuk Mingyu dengan dagunya.
"Taruhan Mingyu bisa masuk peringkat 100 besar di ujian nanti atau enggak." Minghao berkata lempeng membuat mata kekasihnya melotot pada Mingyu.
"S- serius? Kamu?!"
Mingyu mengangguk santai. "Gimana? Keren kan?"
Junhui mendesah. "Keren apaan," cibirnya. Ia ikut mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkannya di atas meja. "Aku ikut dan ada dikubu Minghao."
"Serius dikubu Minghao? Dia dan Soonyoung oppa yakin jika Mingyu bisa masuk peringkat 100 besar, loh." Minkyung memberitahu. Junhui buru-buru meralat. "Kalau begitu, dikubumu dan Seokmin."
Kemudian Junhui berjabat tangan dengan Seokmin dan Minkyung.
Mingyu berdecak. "Kenapa setiap tekadku dijadikan taruhan, sih?"
"Tekadmu memang pantas jadi taruhan, sih." Soonyoung berkata polos dan disambut tawa keempat temannya terkecuali Mingyu yang merengut.
"Wen Junhui!"
Suara Jihoon yang memanggil Junhui membuat pemuda China itu memberhentikan tawanya dan menoleh kemudian mengangguk pada kedua sahabat tsunderenya itu. Junhui mengacak rambut Minghao dan bilang jika akan menunggunya di gerbang untuk pulang bersama yang diangguk semangat oleh Minghao.
"Pulangan nongkrong di kafe biasa, yuk?" Minkyung mengajak. Seokmin dan Soonyoung mengangguk sedangkan Minghao dan Mingyu menggeleng.
"Aku pulang dengan Junhui hyung."
"Ajak aja sekalian. Aku traktir."
"Oke!" dan Minghao mengirim pesan melalui kakao pada Junhui.
Minkyung menoleh pada Mingyu. "Kenapa gak ikut? Tumbenan."
"Ada latihan basket. Next time lah." Mingyu menjawab sekenanya dan mendapat cibiran dan Minkyung. "Jangan tagih lagi besok-besok, Kim."
"Enggak bakal, kok." Mingyu menyengir dan melakukan skinship dengan mengacak rambut Minkyung, yang disambut pekikan dan pukulan di pundak oleh perempuan tiang itu. "Rambutku rusak, Mingyu sialan!"
"Cewek mah serba rempong. Gitu aja sampai ribet– IYA AMPUN!" Seokmin buru-buru minta ampun saat Minkyung mempiting lehernya. Saat bebas dari pitingan Minkyung, Seokmin berkomentar, "Jadi cewek anarkis banget, dah."
"Yang buat anarkis gini siapa? Sadar diri dong."
Mingyu, Soonyoung, dan Minghao tertawa melihatnya. Tak sengaja mata Mingyu bertemu pandang dengan tatapan tajam dari seseorang di meja ujung kantin.
.
Mata Mingyu mungkin salah lihat sekarang. Mana mungkin Wonwoo menggertakkan giginya serta berguman 'brengsek' tanpa suara padanya, kan?
.
"Ck, heboh banget sih mereka." Jihoon berguman saat mengantri makanan dengan Wonwoo. Matanya menatap sekilas pada meja yang dihuni tiga anak kelas E dan dua anak kelas C ditambah Junhui disana. Singkatnya, ia melihat kearah meja Mingyu dkk.
Wonwoo hanya bergidik tak perduli lalu menyebutkan pesanannya dan Junhui. Jihoon sudah lebih dulu mendapat pesanannya dan menunggu disamping.
"Si Kwon blonde itu benar-benar menyebalkan." Jihoon berkata lagi. Dia terlihat masih kesal dengan Soonyoung dan itu membuat Wonwoo meringis sembari berjalan mencari meja. "Setidaknya dia enggak membuatmu malu, Ji."
Jihoon yang mengekor dibelakang Wonwoo mendengus. "Lebih tepatnya belum. Aku yakin dia bakal mengikuti jejak si tiang itu."
"Hm, berdoa saja tidak terlalu memalukan." Wonwoo meletakkan nampannya di atas meja dan duduk, mulai membuka bungkus burgernya. "Atau kau akan berakhir sepertiku."
"Ogah." Jihoon hendak menyuapkan makanannya namun terhenti saat mendengar suara tawa dari meja Mingyu dkk. Ia berdecak lalu berteriak, "Wen Junhui!"
Junhui refleks menoleh dan mengangguk. Ia pamit pada teman-temannya dan mendatangi Wonwoo dan Jihoon sembari menyengir. Jihoon berdecak. "Ck, ribut sekali mereka."
"Kau harus tau jika Min–" ucapan Junhui dipotong cepat oleh Jihoon. "Apapun itu aku gak tertarik sama sekali. Lebih baik makan makananmu, Wen."
"Kau benar-benar gak asyik, Ji." Komentar Junhui. Jihoon mengangguk. "Aku tau. Gak perlu diberitahu lagi."
Wonwoo hanya diam tak menanggapi omongan Jihoon dan Junhui. Ia sibuk dengan makanannya sampai kedua matanya menangkap pemandangan di meja yang disinggahi Junhui tadi.
Di meja Mingyu dkk, ia bisa melihat jika pemuda tiang itu mengacak-acak rambut perempuan teman sekelas Seokmin dan jeritan Seokmin saat perempuan itu memiting lehernya.
Entah kenapa, namun Wonwoo agak memanas melihatnya.
.
Dan saat Mingyu melihat kearahnya, tanpa sadar ia berguman 'brengsek' tanpa suara dan memalingkan wajahnya kembali.
.
.
"Won? Jeon Wonwoo?"
Wonwoo tersadar dari lamunannya dan mengerjap menatap Jihoon dan Junhui yang tengah memandangnya aneh. "Kenapa?"
"Burgermu sudah habis, tuh. Jangan ngunyah bungkusnya deh kalau masih lapar." Junhui berkata. "Ngelamunin apa, sih sampai gak sadar gitu?"
Wonwoo buru-buru menggeleng. Ia menyingkirkan bungkus burgernya dan menegak air mineralnya. "Gak. Gak ngelamunin apa-apa."
Junhui dan Jihoon hanya bergidik dan melanjutkan makan mereka kembali. Dan saat Junhui mencuri pandang pada meja kekasihnya, ia mendapati Soonyoung tengah menunjuk-nunjuk Jihoon. Mengerti yang dimaksud Soonyoung, Junhui menyikut Jihoon dan menyuruhnya untuk melihat kearah Soonyoung.
"AKU CINTA KAMU LEE JIHOON!"
"BUAHAHAHA!"
Itu suara tawa dari Mingyu dkk omong-omong.
Jihoon memicing dan mengacungkan jari tengahnya pada Soonyoung. Ia berdecak. "Bocah sinting. Benar-benar sinting."
"Dia sinting karena kamu, loh." Junhui menimpali santai. "Coba aja terima dia. Siapa tau jodoh."
Jihoon memutar matanya malas. "Dia bahkan tidak pernah menembakku, Wen. Dan jodoh kau bilang? Please, dimana-mana jodoh itu antara gunung dan pedang, bukan pedang dan pedang."
"Jadi maksudmu aku dan Minghao bukan jodoh, gitu?"
Jihoon berdehem melihat Junhui yang menatapnya sinis. "Aku gak bilang gitu, loh. Pengecualian kali buat kalian."
"Ck, dasar uke-uke tsundere."
Jihoon meraih vanilla latenya dan menyikut Wonwoo yang kembali melamun. "Jangan melamun gitu. Tuh ada Jieqiong baru masuk."
Mendengar nama Jieqiong, Wonwoo refleks mencari-cari sosok junior Chinanya itu dan tersenyum samar.
Siswi bernama Zhou Jieqiong yang beda satu tingkah dibawah Wonwoo itu baru masuk ke kantin bersama teman-temannya dan berjalan untuk mengantri makanan.
Jieqiong itu orang China, seperti Junhui dan pacarnya. Dan jujur saja Wonwoo menyukainya dari beberapa bulan yang lalu saat duduk satu meja dengan Jieqiong di perpustakaan sekolah. Walaupun tidak terlalu dekat, tapi Wonwoo dan Jieqiong biasa saling tukar sapa saat tidak sengaja bertemu.
Siapa yang tidak menyukai Jieqiong? Anaknya manis, baik, kalem, dan nilai-nilai positif lainnya ada di diri Jieqiong. Wonwoo jadi heran kenapa Mingyu tidak menyukai Jieqiong saja dari pada menyukai dirinya.
Hm, tapi jika Mingyu menyukai Jieqiong, bukankah berarti Wonwoo sudah kalah telak karena pastilah Mingyu yang dipilih Jieqiong dari pada dirinya.
Ck, cukup dengan pikiran Wonwoo dan beralih pada dunia nyata.
Junhui menaikkan satu alisnya. "Wonwoo suka Jieqiong?" dan anggukan kecil dari Jihoon sudah cukup membuat Junhui berteriak heboh.
"DEMI APA?! ANJIR! GAK BISA DIBIARIN INI JEON WON– PFT?!" Wonwoo buru-buru membekap mulut Junhui agak tidak mengundang perhatian dari orang lain. Ia berdesis. "Bisa santai gak, sih? Kebanyakan bergaul dengan anak kelas E jadi gini dah."
Terlepas dari bekapan Wonwoo, Junhui masih memasang wajah kagetnya. "Kenapa gak cerita sih? Bisa-bisanya suka sama Jieqiong! Mingyu gimana? Udah, mending belok aja kayak aku– oke, oke, aku bercanda." Junhui menelan ludah saat Wonwoo hendak memukulinya dengan nampan.
Wonwoo menghela nafas. "Siapa yang gak suka Jieqiong, Wen? Dia anak baik, manis lagi. Dan aku gak perduli dengan Mingyu."
.
Ini hot news yang harus Junhui sebar ke pasukan 'Gerakan Mingyu taken dengan Wonwoo' secepatnya.
-00-
Mingyu melangkahkan kakinya malas menuju rumahnya– rumah keluarga Jeon maksudnya. Sekarang sudah terlalu sore dan Mingyu benar-benar lelah sehabis latihan basket tadi. Sebentar lagi ada turnamen sih, jadilah dia bersemangat sekali saat berlatih tadi. Well, anggap saja sebagai turnament terakhir Mingyu sebagai anak sekolahan dan sebelum fokus dengan ujian.
Dan ngomong-ngomong, Mingyu kepikiran soal jeritan Junhui tadi di kantin. Dia agak merasa aneh karena Wonwoo yang tiba-tiba membekap mulut Junhui begitu saja. Setaunya, Wonwoo itu bukan tipe-tipe anak yang bisa anarkis begitu.
Mingyu jadi curiga, nih.
"Hah, kenapa makhluk tsundere banyak misterinya gini sih? Demen banget bikin mangsanya kebingungan." Mingyu mendesah.
"Hoy, Mingyu-ah!"
Mingyu menoleh kebelakang dan mendapati Jungkook berlari kearahnya. Ia memilih menunggu Jungkook sampai ditempatnya dan melanjutkan perjalanan.
"Kau baru pulang? Sesore ini?" tanya Jungkook berbasa-basi. Mingyu menggeleng. "Tidak. Aku ada latihan buat turnament selanjutnya."
"Hm, begitu."
Dan keheningan yang menyelimuti perjalanan mereka berdua.
Mingyu bergumul dengan pikirannya. Ia ingin bertanya pada Jungkook tentang Wonwoo tapi masih ragu. Er, siapa tau Jungkook tidak menyetujui pendekatannya dengan Wonwoo untuk kedepannya.
Tapi dari pada kepo, Mingyu memilih bertanya, deh.
"Ehm, Kook. Wonwoo hyung pernah cerita tentang orang yang disukainya, gak?" Mingyu benar-benar to the point. Bodo amat lah jika Jungkook jadi ilfill karena Mingyu menyukai kakaknya.
Namun bukan tatapan bingung yang didapat, Jungkook malah tersenyum penuh arti. "Kau menyukai Wonwoo hyung, kan?"
Lah.
"D- dari mana kau tau?"
"Ck. Hanya orang bodoh yang tidak menyadari jika kau menyukai Wonwoo hyung, Gyu." Jungkook menjawab lempeng. "Kalau kau mau tau tentang hal-hal privasi Wonwoo hyung, tanya pada adiknya. Bukan padaku. Wonwoo hyung jarang cerita denganku masalah privasi begini."
T- tunggu!
Mingyu mengeryit. "Bukankah kamu adiknya Wonwoo hyung?"
"Siapa bilang? Aku adik sepupunya, tau!"
Hah?
Mingyu makin tak mengerti. "Jadi kau bukan adik Wonwoo hyung?" ia memastikan. Jungkook menganggk santai. "Kemarin aku bilang kan 'Bisa dibilang juga anaknya Paman Jeon', Kim Mingyu."
Mingyu memberhentikan langkahnya dan memaksa tubuh Jungkook agar berhadapan dengannya. "Cerita dengan lengkap, gih. Aku bingung."
Jungkook memutar matanya malas. "Oke, oke. Jadi, aku ini adik sepupu Wonwoo hyung. Adik kandung Wonwoo hyung ada di Busan, dia asrama disana. Namanya Bohyuk dan lebih muda dua tahun dari Wonwoo hyung. Kau bisa beranggapan jika aku dan Bohyuk bertukar tempat sekarang. Aku ingin mengejar mimpiku di Seoul dan Bohyuk memang tertarik dengan sekolah asrama di Busan, terfokus dengan kegiatan olahraga soalnya."
Mingyu melotot. "S- SERIUS?!"
"Serius lah!" Jungkook berdecak. "Wajahku bahkan hanya mirip dengan Paman Jeon karena Paman Jeon itu adik Ayahku. Dan selama di Seoul, Paman dan Bibi sudah menganggapku anak, jadi aku memanggil mereka sudah seperti orangtuaku sendiri."
Oh, ini benar-benar ribet. Keluarga Jeon memang ajaib.
"Dan ngomong-ngomong, Bohyuk itu sedikit menderita brother complex. Dia agak mengerikan jika tau ada yang menyukai hyung atau noonanya."
.
Mingyu benar-benar harus menyimpan energi ekstra jika berhadapan dengan Bohyuk sepertinya.
-00-
"Demi celana dalam pink Seokmin! WONWOO OPPA SUKA Jieqiong?!" satu-satunya perempuan di meja tujuh itu berteriak heboh. Tampak tidak perduli dengan pengunjung kafe yang menatap kearahnya.
Junhui meng'sst'kan keadaan dan melotot. "Jangan nyaring-nyaring, bodoh!"
"Dan jangan bawa-bawa celana dalam pinkku, Minkyung sialan!" itu Seokmin yang berdesis tajam.
Minkyung tergagap. "A- aku speechless astaga!"
Soonyoung menggigit sedotan minumannya. "Jadi gimana? Kita musti antisipasi kalau Wonwoo nembak Jieqiong, nih?"
"Ya pastilah!" Minghao menyahut. "Tapi gimana kalau Wonwoo hyung nembaknya diam-diam terus mereka backstreet?"
Junhui berdehem. "Ekhem. Makanya aku mau omongi ini." Tarik nafas, buang. "Bagaimanapun, kita dari sekian banyak orang yang ngedukung Mingyu jadian sama Wonwoo, gak bakal tinggal diam. Gimanapun Wonwoo harus sama Mingyu. Kita bikin itu anak belok."
"Tapi gimana azzz." Seokmin gregetan sendiri. "Kamu kayak gak kenal Wonwoo hyung dari dulu, hyung. Dia kan benar-benar tsundere."
"Tapi lebih tsundere Jihoon, sih." Soonyoung menyeletuk.
"Skip bahas Jihoon. Jadi, sudah ada rencana, hyung?" Minghao bertanya. Junhui memasang wajah sok berpikir. "Kita pengaruhi Jieqiong agak gak terima Wonwoo kalau itu anak nembak."
"Please deh, wajah Wonwoo hyung itu termasuk ganteng. Jieqiong gak bodoh buat nolak Wonwoo hyung," decak Seokmin.
Junhui berpikir kembali. Dia berasa seperti pemimpin rapat dan ia ingin sedikit terlihat keren, uhuk.
"Perhatikan gerak-gerik Wonwoo jika di dekat Jieqiong. Usahakan jika mereka bertemu, salah satu dari kalian harus menguntit mereka berdua. Apalagi kamu, Minkyung. Kalian ada di satu klub yang sama, kau bisa modus-modus tanya ini itu tentang Wonwoo pada Jieqiong."
Yang disebut namanya hanya memasang senyum miringnya. "Itu gampang. Dan ada satu fakta yang harus kalian tau soal Jieqiong."
Sontak keempat laki-laki itu merapat dan menunggu Minkyung membuka suara lagi.
"Jieqiong itu–
.
.
.
.
.
.
.
.
– Pendukung Mingyu taken sama Wonwoo oppa."
.
.
"SERIUS?!"
-TBC-
HAI CINTAHKU~ BALIK BAWA CHAP 4 NIH WK
GIMANA GIMANA? ANEH YA? GARING? MAAPIN AKUUUU
Uhuk.
Nah, diatas sudah kejawabkan kenapa mommy jeon manggil wonu pake embel-embel 'chan'? gak ada nih wonu keturunan jepang segala wk. Dan juga JUNGKOOK BUKAN ADEK WONU LALALALA~
KAGET GAK? KAGET DONG PASTI /timpuk/
Buat kedepannya mungkin anak anak ladyteen bakal munculan, aku lagi suka sih sama mereka apalagi Minkyung unnie huhu;( JADI MOHON DUKUNGANNYA BUAT LADYTEEN DI FF INI YAK!
Errr, maaf nih kalau banyak kata kasar. Buat yang gak nyaman, diskip aja deh atau jangan dibaca dari pada kalian ngomel-ngomel. Kayak yang kubilang sebelumnya ini bakal kayak kehidupan nyata, jadi bakal ada sumpah serapah segala macem.
Buat yang minta nyelipin vkook, maaf aku gak bisa. Bukan vkook shipper soalnya;( tapi kalau memang keadaan maksa buat kasih jungkook couple, aku pasti bakal kasih jhope sebagai tumbal .g
Banyak yang nanya nih kakaknya wonu siapa. Menurut kalian siapa? wk nanti ya, dia bakal muncul kok. Peranan dia lumayan penting soalnya buat meanie HAUHAHAHA
Bohyuk juga bakal muncul. Agak lamaan mungkin? Liat aja deh.
Dan btw, jangan manggil thor dong. Aku bukan senpai-senpai yang hebat gitu, panggil aja opex, kakak, adek, atau apapun dah. Aku masih muda masalahnya, 99l HAUHAHAH /tampol/
Key balas review non login dulu yak!
Ririsasa: makanya itu aku kesel ah wonu tsundere banget disini /g wk wonu-chan kayak manja gitu? unyu tapi buat aku;3 sipp nantiin dah kalo wonu udah bengkok wk
angelchonsa: ini jauh dari kata keren tapi makasih ya aku terharu;-;
carat: PLS KALI INI JANGAN TERIAK TERIAK HEBOH LAGI NTAR DISANGKA GILA .g
musti kuat dong ya sama wonu-chan;( bhaks somi mah kemudaan, gak cocok jadi kakak wonu. Siapa kakak wonu? Monggo ditebak wk;3
gila meanie: kamu punya abang ganteng mah dimodusin terus-_- AYO DITEBAK SIAPA ANAK SULUNGNYA KELUARGA JEON WKWK TUHKAN BUKAN AKU AJA YANG MIKIR MINGYU ITU MUSTI DITANYAKAN RANK 1 NYA;(
stephanie chwe: AKU GAK NYADAR PLS TYPO NULIS PEN NAME MU MAAPIN;( level tsundere jihun mah lebih tinggi dari wonu, belum keliatan aja nih kalo aku munculin bagian soonhoo wk DAN TENANG AJA SOONHOON PASTI BAKAL KETULARANA SIKSAAN KOK HUAHAHA
uhuk. Aku males ah kalo ada yang bantuin aming dapetin wonu /dirajam/ AYUK SINI KITA NGEKOPI DULU .g
aming: pen namemu astaga... aku speechless uhuk. Meanienya bakal banyak kalo waktunya udah tiba kok /wht
elfishynurul: lah ini memang remake dari itazura na kiss a.k.a naughty kiss kalo drama koreanya wk MANIS MANIS GARANG YAAMPUN AKU KENAPA NGAKAK SIH;( nih udah lanjut nih wk
freakfujo: YAAMPUN KAMU NGOMONG APAAN AKU GAK NGERTI;( tapi makasih deh reviewnya buhuhu lapyu somach juga dah wk
meanie bae: wah, direkomendasiin? Aku gak nyangka sampe direkomendasiin astaga;-; woo jelas dong itu bonus plus plus wk ditunggu yak next reviewnya!
.
MAKASIH YANG UDAH REVIEW, FOLLOW, FAV, JUGA SILENT READERS!
Aku baca terus review kalian dari email yang masuk ataupun dari ffn langsung. Maaf nih kalau ada yang gak dibales. Ffn suka telat masuk reviewnya masalahnya;(
Dan saran dong, aku ada kepikiran buat songfict. Kalian mau yang mana dulu aku buat;
a. Day6 – Congratulations (SeungHan)
b. Shawn Mendes – Imagination (SeungHan/SoonHoon)
c. Solji Hani EXID – Only One (Meanie)
yok dipilih dipilih wk;33
nah, yang mau kenal aku bisa lewat acc fg ku di profil atau acc rp ku. Aku tg jadi anak svt. Siapa? Rahasia dong. Siapa tau ada yang mau kufollow? Kita bisa ngobrol di dm nanti asal gak ngebocorin identitasku/? tulis aja uname kalian, ntar aku follow. tapi jangan kaget kalau aku agak beda. Sifat asliku emang gitu wk;3
Key, last, yang mau review, kritik, saran, segala macamnya silahkan~
AYO DUKUNG TERUS AMING BUAT DAPETIN WONU CHAN!
