Author : Me Moon JH

Main Cast : Yoo Youngjae B.A.P

Jung Daehyun B.A.P

Other Cast : Bang Yongguk, Kim Himchan, Moon Jongup, Choi Junhong aka Zelo B.A.P, Yoo Ara ( Hello Venus ), Kim Myungsoo ( Infinite ), Oh Sehun ( EXO-K ) dll.

Pairing : Official Pairs of B.A.P ( DaeJae, BangHim, JongLo )

Rated : M

Genre : Romance, Family, School Life, Hurt/Comfort.

Disc : All cast not mine. But the story is mine

Warning : Boys Love, typhos, extra OOC, aneh kaya authornya, Bahasa tidak baku, dan keanehan tak terduga lainnya,hehhehehe/plakk. Maaf jika ada kesamaan cerita ataupun tema tapi sungguh ini hanya imajinasi saya tanpa adanya unsur CoPas. :D

AN : Mian untuk ff Tea belum bisa di publish, soalnya belum dapet feelnya. Ide ceritanya berhamburan entah kemana. Hehehe

.

.

.

DON'T LIKE ? JUST LEAVE

DON'T READ OKAY ?

.

.

.

Me Present

.

.

.

HAPPY READING :D

Ket : Ara, Yongguk, Himchan = 25 tahun

Daehyun, Myungsoo = 22 tahun

Sehun = 21 tahun

Youngjae, Jongup = 17 tahun

Zelo = 16 tahun

Chapter 4

.

At St. Mary Seoul International Hospital

"Haahhhh, syukurlah..." Himchan menyandarkan kepalanya pada pintu ruang rawat yang ada di belakangnya

Dia menolehkan kepalanya ke samping tepat ke arah Daehyun yang hanya menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya dengan kedua tangan berada pada bagian resleting celananya.

"Daehyun-ah ?" panggil Himchan

"Wae hh?" Himchan merasa aneh dengan nada suara Daehyun yang seperti setengah mendesah

"Kau baik-baik saja kan ? dari tadi kau terlihat tidak fokus. Ada hal yang mengganggu pikiranmu ?"

"Hhh, i'm fine hyung. Aku pergi dulu shh."

Himchan menatap kepergian Daehyun dengan pandangan bingungnya dan mulutnya yang sedikit terbuka membuat wajahnya nampak sangat cute.

"Sudahlah, dia kan pabbo,," gumam Himchan lalu pergi dari sana

.

Daehyun membuka pintu yang ada di hadapannya, lalu menutup pintu tersebut. Dia menyandarkan tubuhnya di balik pintu lalu memandang bagian resleting celananya yang menggembung.

"Haaaahhh, kenapa kau masih belum 'tenang' juga." Rutuknya

Kini wajahnya benar-benar memerah, buliran keringat mulai mengalir menuruni pelipisnya. Daehyun berjalan menuju kamar mandi yang masih ada di ruangannya.

Diraba selangkangannya yang tampak menggembung, Daehyun membuka resleting celananya dan menurunkan celananya sedikit.

Daehyun mulai meremas miliknya yang sudah sangat tegang dikarenakan dia belum menyelesaikan 'kegiatannya' bersama Youngjae tadi pagi sewaktu di mobilnya. Tatapan matanya menjadi sendu, desahan-desahan kecil mulai meluncur dari kedua belah bibir tipisnya.

"Ahhh, shh Jae mhhh,,,"

Dengan mata yang terpejam Daehyun mulai berfantasy liar, bahkan hanya dengan membayangkan wajah Youngjae saja membuat dirinya semakin panas.

"Ngghh, i need you baby..hhnn"

' TOK TOK TOK '

Karena masih fokus pada kegiatannya, Daehyun tidak mendengar bahwa pintu ruangannya diketuk dengan cukup nyaring.

"Hahh, Hampir ahhhnn, shh.." nafasnya mulai tersendat-sendat menandakan bahwa sebentar lagi dia akan klimaks

' TOK TOK TOK '

"Jung Uisangnim" panggil seorang perempuan yang merupakan seorang perawat dari luar ruangan Daehyun sambil mengetuk pintu cukup keras.

"Eunghh, sampai hahh, hahh."

Daehyun tahu bahwa sebenarnya bermasturbasi seperti ini tidak baik, tapi apa boleh buat daripada dia tahan seperti itu sampai rumah itu lebih parah lagi.

Menyenderkan badannya pada dinding kamar mandi dengan nafas yang terengah-engah, samar-samar dia mendengar pintu ruangannya diketuk.

Dengan cepat dia mencuci tangan dan miliknya lalu membenarkan celananya. Setengah berlari dia menghampiri pintu kemudian membukanya menampakkan seorang perawat dengan wajah bingung.

"Ada apa ?" tanya Daehyun to the point

"Ah maaf, ada pasien yang harus segera anda tangani Uisa." Jelas perawat itu canggung

"Kalau begitu ayo cepat."

##############

At Zelo's Class

"Choi Junhong." Panggil Oh seonsaengnim lagi karena Zelo tidak kunjung menjawab

Oh seonsaengnim melangkahkan kaki jenjangnya mendekati bangku Zelo yang berada di belakang. Dia menghentikan langkahnya ketika sudah berada tepat di samping pemuda manis yang hanya menundukkan wajahnya. Kini semua murid memfokuskan tatapannya pada Zelo dan Oh seonsaengnim.

Jari-jari panjang Oh seonsaengnim mengangkat dagu Zelo membuat wajah manis Zelo bertatapan dengannya. Dielusnya sudut bibir mungil Zelo dengan ibu jarinya. Semua murid yang ada di kelas itu sontak membelalakkan matanya saat melihat adegan tersebut.

"Kenapa tidak menjawab Junhong-ah ?" tanya Oh seonsaengnim sambil menatap intens bibir mungil Zelo

'Jika ku cium rasanya pasti sangat manis' batinnya

"Maaf seonsaengnim. Bisa tolong lepaskan tangan anda ?" suara Zelo terdengar sangat pelan

Oh seonsaengnim pun melepaskan tangannya dan kembali melanjutkan acara mengabsennya. Selama kegiatan belajar mengajar Zelo hanya menundukkan kepalanya berbeda jauh dengan Oh seonsaengnim yang terus menatapnya intens.

"Pelajaran untuk hari ini cukup sampai disini. Sekarang kalian bisa istirahat. Dan Junhong-shi, bisa tolong bantu saya bawakan buku tugas ini ?"

"N-ne seonsaengnim."

Zelo mengambil setumpuk buku yang ada di meja guru lalu berjalan di belakang Oh seonsaengnim sambil menundukkan kepalanya.

Karena Zelo masih menunduk dia tidak menyadari bahwa Oh seonsaengnim menghentikan langkahnya serta membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Zelo.

BRUK

"Kau ingin memelukku, benarkan baby ?" bisik Oh seonsaengnim tepat di telinga Zelo

"Ti-tidak seonsaengnim."

"Hmm, kalau begitu jangan berjalan di belakangku."

Oh seonsaengnim melingkarkan lengannya dipinggang Zelo mengundang beberapa teriakan serta tatapan bingung dari beberapa siswa-siswi yang sedang ada di koridor.

"Seonsaengnim jangan begini." Ucap Zelo namun Oh seonsaengnim tidak menanggapinya

At Teacher's Office

"Letakkan saja di meja."

"Kalau begitu saya pamit dulu seonsaengnim."

"Apa aku menyuruhmu pergi ?"

Oh seonsaengnim mengedarkan pandangannya ke sekitar ruang guru, kemudian dia menyeringai. Sepi. Ditariknya tangan mungil Zelo menuju suatu ruangan yang masih berada di dalam ruang guru.

"Se-seonsaengnim lepaskan !" bentak Zelo panik

BRAK

Doe eyes milik Zelo semakin membulat saat Oh seonsaengnim menutup pintu dan mengunci pintu toilet guru sehingga mereka berdua terkurung di dalam.

"Seonsaengnim, biarkan saya pergi !"

Zelo mencoba kabur dari sana namun kedua lengannya dicengkram erat oleh Oh seonsaengnim, dia memojokkan tubuh Zelo antara tubuhnya sendiri dan dinding yang ada di belakang Zelo.

"Seonsaengnim saya mohon lepaskan. Sakit ."

"Sehun." Ucap Oh seonsaengnim

"Ne ?" Zelo menaikkan alis matanya tanda bahwa dia tidak mengerti dengan perkataan seonsaengnimnya

"Panggil aku Sehun. Oh Sehun. Itu namaku baby~" bisik Oh seonsaengnim yang ternyata mempunyai nama lengkap 'Oh Sehun' tepat ditelinga Zelo kemudian menjilatinya lembut

"Se-seonsaengnim jangan,,"

"Sudah ku bilang panggil aku Sehun. Sehun hyung."

Selesai mengatakan itu, Sehun langsung melumat bibir mungil Zelo. Dicengkramnya kedua pergelangan tangan Zelo diatas kepala dengan satu tangannya. Sementara tangannya yang lainnya mencengkram erat dagu Zelo agar pemuda manis yang tengah diciumnya diam.

Sehun menjilati belahan bibir Zelo namun Zelo tak kunjung mau membuka mulutnya. Digigitnya pelan bibir bawah Zelo membuat Zelo mau tak mau membuka mulutnya. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Sehun, lidahnya mulai menjamah seluruh rongga mulut Zelo.

'Benar dugaanku, bibirnya sangat manis.' Batin Sehun

"Ahhnn, Se-Sehunh hyungh emmhh lepashh."

Zelo menggerakkan kakinya untuk melakukan pembelaan diri, namun kedua lutut Sehun menekan pahanya keras pada dinding sehingga gerakannya terbatas.

"Akhh..shit !"

Sehun melepaskan ciuman mautnya karena Zelo menggigit bibir tipisnya cukup keras, dia menatap Zelo tajam sedangkan Zelo masih sibuk mengatur nafasnya yang hampir habis.

"Kau ingin bermain kasar eum ?" Sehun menyeringai menatap Zelo

"Sehun hyung jebal, hentikan !" bentak Zelo sambil menatap mata Sehun dengan matanya yang memerah

"Jadilah kekasihku Choi Junhong."

Sehun menempelkan keningnya pada kening Zelo. Hembusan nafas Zelo yang menerpa wajahnya membuat Sehun merasa semakin menginginkan pemuda manis di hadapannya.

"..."

"Ayo jawab sayang~" tanya Sehun sambil menjilati bibir mungil Zelo

"..."

Sehun melepaskan tangannya yang sedari tadi mencengkram dagu Zelo erat meninggalkan bekas kemerahan pada kulit putih mulus itu. Itu pasti karena Sehun mencengkramnya terlalu erat.

"Kenapa diam saja ?"

Merasa tidak mendapat respon, Sehun menggerakkan satu tangannya untuk membelai tubuh bagian depan Zelo. Tangannya berhenti pada sabuk Zelo, dia memasukkan tangannya kedalam kemeja seragam yang Zelo kenakan tanpa membuka kancingnya.

Mata tajamnya menatap wajah Zelo yang memerah. Zelo nampak mengigit bibirnya ketika tangan Sehun mengelus-ngelus pelan nipple kirinya.

"Se-Sehun hyunghh andwae,," Zelo menatap mata Sehun dengan doe eyesnya yang berair

"..."

Sehun tidak mempedulikannya, kini tangannya memelintir nipple kiri Zelo. Dia juga menekan selangkangan muridnya dengan lututnya.

"Nghh, Sehunhh hyunghh lepas." Pinta Zelo

"Aku tidak mau. Kau adalah milikku. Kau harus jadi milikku." Sehun menjilati air mata Zelo yang mengalir di pipi chubbynya

Zelo menggelengkan kepalanya membuat Sehun marah, dia mengeluarkan tangannya dari dalam kemeja seragam yang Zelo kenakan. Sehun menjambak rambut Zelo kasar lalu mencium bibirnya ganas.

"Sa-sakit Sehun hyunghh." Gumam Zelo dalam ciumannya

"KATAKAN IYA MAKA AKU TIDAK AKAN BERBUAT KASAR PADAMU. KATAKAN BAHWA KAU MAU JADI KEKASIHKU CHOI JUNHONG !" bentak Sehun setelah ia melepas ciumannya.

"Hiks.. ne,, ne ,,hiks aku ma-mau hyung hiks." Ucap Zelo ditengah-tengah tangisnya

Zelo membelalakkan matanya ketika Sehun memeluknya erat sambil mengelus-ngelus surai dark blue miliknya lembut. Sangat berbanding tiga ratus enam puluh derajat ( soalnya seratus delapan puluh derajat udah banyak ) dengan perlakuan kasarnya tadi.

"Maafkan perlakuan kasar hyung tadi ne ? hyung menyayangimu."

Sehum mencium rambut Zelo lembut sambil terus menggumamkan kata maaf, sedangkan Zelo hanya menganggukkan kepalanya.

"Ayo kita ke kantin, kau pasti lapar." Ajak Sehun kemudian menggenggam tangan mungil Zelo erat sambil membawanya pergi dari sana.

##############

"Kau kenapa Jongup-ah ?" tanya Youngjae

Pasalnya sedari tadi Jongup tidak memakan makanannya melainkan tatapannya terus tertuju pada meja kantin yang paling pojok.

Youngjae mengikuti arah pandangan Jongup yang ternyata sedang menatap pada dua orang pemuda yang sedang duduk bersama. Hanya berdua.

"Itukan pemuda yang waktu itu menabrakku. Benarkan Jongup ?" tanya Youngjae lagi

"Nde hyung." Akhirnya Jongup menjawab pertanyaan Youngjae

"Kenapa kau memperhatikannya terus ?"

"Ani."

"Atau jangan-jangan kau menyukainya ya ?"

"Eh ? tidak hyung. Mana mungkin." Jawab Jongup dengan wajah yang memerah

"Wae ? sekarang kan sudah biasa seorang laki-laki menyukai laki-laki lagi." Ucap Youngjae

"Sudahlah lupakan hyung."

"Pelan-pelan saja makannya baby-ah."

Jongup dan Youngjae menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, nampak salah satu dari pemuda tadi aka Sehun yang sedang membersihkan sudut bibir pemuda lainnya yang mengenakan seragam sekolah aka Zelo yang belepotan saus coklat dengan ibu jarinya lalu menjilati coklat yang ada pada ibu jarinya. Sedangkan Zelo dia sedang asik melanjutkan makan kue coklatnya.

Sret

Youngjae memandang Jongup dengan tatapan bingungnya, entah kenapa tiba-tiba Jongup berdiri dari kursinya lalu melangkahkan kakinya pergi dari sana.

"Ya ! Jongup-ah kau mau kemana ?" teriak Youngjae

"Kelas hyung."

"Haahh, kenapa dia itu ? huft sendiri deh." Gumam Youngjae

"Annyeong."

"N-ne." Youngjae menatap pemuda tampan yang ada di hadapannya

"Boleh seonsaengnim duduk disini Youngjae-ah ? boleh ya seonsaengnim panggil begitu."

"Nde seonsaengnim." Jawab Youngjae canggung

Pemuda tampan yang Youngjae panggil seonsaengnim tersebut mendudukkan dirinya di hadapan Youngjae dan mata sipitnya menatap Youngjae intens.

'Manis' batin pemuda tersebut

"Seonsaengnim ?"

"..."

"Kim Seonsaengnim ?" Youngjae melambaikan tangannya di depan wajah tampan Kim seonsaengnim yang merupakan wali kelasnya

"N-ne ?"

"Anda baik-baik saja ?"

"Tentu. Kau sendirian ?"

"Ne seonsaengnim."

"Youngjae-ah, boleh seonsaengnim meminta bantuanmu ?"

"Tentu. Bantuan seperti apa seonsaengnim ?"

"Nanti sepulang sekolah, bisa kah kau membantu seonsaengnim untuk memeriksa hasil ulangan siswa ?"

"Emm. Tentu saja bisa seonsaengnim."

"Gomawo nde." Ucap Kim seonsaengnim sambil mengusap rambut Youngjae tanpa sadar

"Ah maaf."

"Gwaenchana seonsaengnim."

"Jam istirahat sudah habis. Kembalilah ke kelas Youngjae-ah."

"Ne. Kalau begitu saya pergi dulu seonsaengnim. Annyeong."

Setelah berpamitan pada Kim seonsaengnim, Youngjae pun kembali ke kelasnya. Sedangkan Kim seonsaengnim menatap kepergian Youngjae dengan senyum di wajahnya membuat matanya yang memang pada dasarnya sipit nampak semakin sipit.

"Kau semakin manis saja Youngjae-ah. Aku sangat berharap kau menjadi milikku."

-Sepulang Sekolah-

At Zelo's Class

"Ren hyung, Zelo pulang duluan ne ?" ucap Zelo pada seorang pemuda yang sangat cantik layaknya perempuan

"Kalau begitu hati-hati ne. Sampai jumpa di Cafe nanti ya." Balas pemuda cantik yang bernama Ren tersebut

Zelo mengalihkan pandangannya ke arah pintu kelas yang entah ada apa disana hingga menimbulkan suara yang sangat berisik dari beberapa gadis yang berkerumun disana.

"Se-Sehun hyung." Gumam Zelo

Sehun berjalan melewati kerumunan para murid perempuan disana, lalu melangkahkan kaki jenjangnya mendekati Zelo yang sedang diam mematung.

"Ayo pulang baby."

Sehun menarik pergelangan tangan Zelo kemudian membawa Zelo keluar dari kelas meninggalkan semua murid kelas X-3 dengan tatapan bingung, tidak percaya bahkan ada juga yang sedih entah kenapa.

"Hyung,," lirih Zelo

"Wae baby ?"

"Ku mohon ja-jangan seperti ini." Zelo mencoba melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Sehun, namun Sehun malah mengeratkan genggamannya.

"Kau mau aku berbuat kasar pada mu seperti tadi ?" tanya Sehun datar

"Ti-tidak hyung."

"Kalau begitu jangan pernah menentang ku. Arra ?"

"Nde."

###############

"Hyung, mau pulang bersama ku ?"

"Tidak Jongup. Hyung ada urusan dulu sebentar, kau pulanglah duluan."

"Kalau begitu aku pulang ne. Pay~"

Youngjae menatap punggung Jongup yang semakin menjauh dengan pandangan khawatir, karena sejak saat istirahat tadi sikap Jongup jadi berubah. Bahkan ketika Youngjae bertanya kadang tidak dijawab. Dia seperti sibuk dengan pikirannya sendiri.

Youngjae melangkahkan kakinya meninggalkan kelas, Dia berjalan pelan menuju Ruang Guru karena sepulang sekolah ini dia sudah berjanji pada wali kelasnya untuk membantunya.

"Annyeong." Sapa Youngjae

Saat ini ia sedang berada di depan Ruang Guru, dan menyapa beberapa guru yang melewatinya. Sepertinya para guru hendak pulang.

"Annyeong Kim seonsaengnim."

"Ne, duduklah Jae."

"Kita langsung saja koreksi hasil ulangannya."

"Nde seonsaengnim."

Kim seonsaengnim dan Youngjae sedang mengoreksi hasil ulangan bahasa inggris dengan serius dan tak menyadari bahwa di ruangan itu hanya tersisa mereka berdua.

"Seonsaengnim ini sudah selesai."

"Panggil saja Myungsoo. Jam sekolah kan sudah selesai Youngjae-ah, tidak usah terlalu formal."

"Ne ?"

"Ahahaha. Oh iya, rumahmu jauh dari sini kan ?" tanya Kim Seonsaengnim, mulai sekarang kita sebut saja Myungsoo karena itu memang nama panjangnya

"Ne, memangnya kenapa seon- eh maksud ku Myungsoo hyung ?"

"Kau mau hyung antar ? kasihan kalau kau pulang sendiri." Tawar Myungsoo sambil tersenyum

Youngjae terdiam. Dia bingung saat ini, apakah harus menerima tawaran Myungsoo atau menunggu Daehyun menjemputnya ? tapi sedari tadi Daehyun belum menghubunginya.

"Ngg, Myungsoo hyung. Aku pamit ke kamar mandi dulu sebentar ne ?"

Myungsoo hanya mengangguk sebagai jawaban. Tepat ketika Youngjae menghilang dari pandangannya, ponsel Youngjae yang terletak di atas meja bergetar menandakan ada pesan masuk.

Meskipun penasaran Myungsoo tetap menahan keinginannya untuk melihat pesan masuk tersebut. Myungsoo mencoba mengalihkan perhatiannya namun ponsel itu kembali bergetar, namun kali ini getaran ponsel itu semakin lama menandakan bahwa ada panggilan masuk.

'Daehyunnie hyung ^^ is calling'

Myungsoo mengernyitkan alisnya melihat nama yang tertera dilayar ponsel Youngjae, entah kenapa dia merasa bahwa orang tersebut penting atau mungkin spesial bagi Youngjae.

"Maaf lama hyung."

"Ah nde gwaenchana."

"Sebentar hyung,"

Youngjae pun mengambil ponselnya yang terletak di atas meja, lalu pergi dari sana untuk mengangkat panggilan dari Daehyun.

"Jadi bagaimana ? mau pulang bersama hyung tidak ?" tanya Myungsoo saat Youngjae sudah ada dihadapannya.

"Mian hyung. Aku dijemput." Jawab Youngjae

"Ne, kalau begitu ayo kita ke depan sekarang." Ajak myungsoo

Youngjae dan Myungsoo pun pergi meninggalkan Ruang Guru, hanya keheningan yang mengiringi perjalanan mereka dari Ruang Guru sampai pada tempat parkir area sekolah.

"Em hyung, aku duluan ne. Pay~" pamit Youngjae kemudian berlari meninggalkan Myungsoo sendiri

Myungsoo diam-diam mengikuti Youngjae. Sekarang dia berada di samping gerbang sekolah sedang mengawasi Youngjae.

"Youngie~" sapa seorang pemuda tampan yang baru saja turun dari mobil

Pemuda tampan tadi langsung memeluk Youngjae erat dan dengan tiba-tiba tanpa melihat sekitarnya pemuda tampan itu mencium Youngjae tepat dibibirnya.

"Daehyunnie hyung jangan disini !"

"Aheheh, habisnya hyung sangat merindukanmu sayang. Ya sudah ayo pulang."

Daehyun pun membukakan pintu mobil untuk Youngjae, kemudian mereka pergi dari sana. Myungsoo menatap kepergian Youngjae dan Daehyun dengan tatapan yang biasa orang bilang cemburu ?. Mungkin.

-Malamnya-

At Daehyun and Ara's Room

Terlihat seorang wanita cantik yang kita ketahui sebagai istri dari seorang Jung Daehyun dan noona dari seorang Yoo Youngjae yaitu Ara baru saja keluar dari kamar mandi. Sepertinya habis ganti baju karena kini Ara mengenakan piyama berwarna soft pink.

Ara berjalan mendekati tempat tidur lalu mendudukan dirinya di atas ranjang king size tersebut. Matanya menatap sendu ke arah seorang pemuda yang diketahui sebagai suaminya aka Daehyun yang sedang tidur membelakanginya.

"Daehyun-ah.." panggilnya pelan tanpa bermaksud membangunkan Daehyun dari tidur lelapnya

Tangan lembutnya terulur untuk mengelus rambut Daehyun pelan, sejenak Ara memejamkan matanya. Dan ketika mata itu terbuka, kedua bola bening itu menampakan berbagai emosi yang tersirat didalamnya. Sedih. Bingung. Sedikit Kekecewaan. Dan Kecurigaan.

"Daehyun-ah, sebenarnya apa yang terjadi denganmu ?" gumam Ara

"Sejak pertama kita menikah setahun yang lalu kau,,,"

Ara menghentikan ucapannya, dia merasakan matanya memanas. Dia mengigit bibir bawahnya pelan. Entah kenapa dia merasa sangat ingin menangis saat ini.

"Kau,, kenapa Daehyun-ah ?"

Cairan bening itu mulai menuruni pipinya, semakin lama cairan itu mengalir semakin banyak. Dia mulai terisak pelan, namun tangannya tetap setia mengelus rambut Daehyun lembut.

"Kenapa hiks, kenapa kau tidak pernah menyentuhku barang sedikit pun Daehyun-ah hiks."

Ara mencoba untuk menahan tangisnya yang serasa ingin meledak saat itu juga. Dia bingung. Sejak pertama menikah dengan Daehyun, belum pernah Daehyun menyentuhnya meskipun hanya sedikit.

Bahkan saat upacara pernikahan pun Daehyun tidak menciumnya karena suatu alasan yang Ara juga tidak mengerti. Hal simple seperti menciumnya saja tidak pernah, apalagi hal yang lebih dari itu. Entahlah Ara tidak mengerti dengan apa yang Daehyun pikirkan.

"Saranghaeyo Daehyun-ah."

Ara mencium pipi Daehyun lembut, setelah itu ia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Daehyun. Mencoba untuk terlelap meskipun sulit.

###############

"Aku pulang." Seru seorang pemuda tampan sambil menutup pintu dibelakangnya lalu mengunci pintu tersebut.

"Hime ? Hime-ah ?"

Pemuda tampan itu buru-buru melepas sepatunya dan menyimpannya pada rak sepatu yang ada di samping pintu masuk. Dia merasa curiga karena tidak ada sahutan dari seseorang yang dia panggil Hime tersebut.

"Hime ? kau dimana chagi ?"

Pemuda itu langsung melangkahkan kakinya menuju dapur karena biasanya orang yang dia cari berada di dapur.

Dan benar saja orang yang dia cari sedang memasak di dapur. Pemuda tampan tadi langsung melingkarkan lengannya pada pinggang pemuda lainnya.

"Bang ! Kau mengagetkanku !" bentak pemuda manis yang sedang memasak itu

"Kenapa tidak menjawab ku tadi Hime-ah ?" Pemuda yang dia panggil Hime hanya diam saja

"Oh jadi karena ini ya ?" ucap pemuda tampan tadi sambil melepaskan headset yang terpasang manis ditelinga Himchan -pemuda yang sedang memasak tersebut-

"Ya ! Bang kembalikan."

"Tidak mau." Balas pemuda tampan itu sambil menjauhkan headset beserta ponsel yang digunakan Himchan untuk mendengarkan lagu sedari tadi

"Bang !"

"Aww, appo Hime-ah." Ringis pemuda tampan tadi karena kepalanya baru saja dicium oleh sendok sayur oleh Himchan

"Ya sudah. Cepat sini kembalikan Bang !"

"No. Jadi karena ini kau tidak menjawab panggilan suami mu sendiri."

Himchan hanya menggembungkan pipinya lucu sambil terus melanjutkan acara memasaknya. Pemuda tampan yang berstatus sebagai suami Himchan kini membalikan tubuh Himchan hingga berhadapan dengannya.

"Bang ! aku sedang memasak."

Tanpa basa-basi lagi pemuda tampan tadi langsung mencium bibir Himchan lembut, lengannya ia lingkarkan disekeliling pinggang Himchan. Memeluknya dengan erat.

"Bang Yongguk ! sudah ku bilang aku sedang memasak. Ish dasar menyebalkan. Bang Yongguk pabbo. Bagaimana kalau nanti masakanku gosong hah ? memangnya kau mau menggantikan ku memasak ? yang ada kau malah akan membuat dapur ini berantakan. Apa kau sudah lupa bagaimana kejadian saat kau memaksa untuk memasak hah ? bukannya makanan yang tersaji yang ada kau malah menghancurkan dapur ini. Kau sudah lupa ya ?" ucap Himchan sambil menatap tajam pemuda tampan bernama Yongguk yang merupakan suaminya.

"Ne ne ne. Aku mengerti istri ku." Ucap Yongguk

"YAH ! aku ini laki-laki."

"Tapi kau kan memang istriku Hime-ah." Goda Yongguk

"Ish. Sudah sana cepat duduk." Ujar Himchan sambil mendorong tubuh Yongguk

.

"Bang, kau mandilah di kamar mandi yang ada di kamar kita. Aku akan mandi di kamar mandi ini saja."

"Hime tunggu." Yongguk menahan lengan Himchan yang sudah akan masuk ke dalam kamar mandi

"Apa lagi ?"

"Bagaimana kalau kita mandi bersama saja ? pasti lebih menyenangkan." Ucap Yongguk

"Kau bosan hidup Bang ?" Himchan mendeathglare Yongguk lalu masuk ke dalam kamar mandi sambil membanting pintunya keras.

"Ahahahahahahha. Hime. Hime. Phuahahahaha..." tawa Yongguk lalu berlari menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

% TO BE CONTINUED % or % END %

Maafkan Me karena sudah menistakan babyZel, heheheh. Chap depan diusahakan lebih banyak menceritakan BangHim nya. Disini BangHim udah nikah terus rencananya Me mau bikin BangHim bahagi selalu. Tapi kalian mau ga kalau hubungan BangHim ada yang mengusik ? ada orang ketiga gitu pada mau ga ?

Disini rambutnya Thehun yang warnanya coklat bukan yang rainbow ya, hehe. Terus maaf Thehunnya jahat hehhhe.

Langsung saja balasan review

Azura Lynn Gee : iya betul, Dae ama Ara emang ga pernah NC-an. Lulu diperkirakan muncul di tengah-tengah chap hehe. Maaf BangHimnya gajadi piip hehe. Makasih udah review :)

AlmightyVict : iya betul sekali hahha. Emang dasar Dae mesumnya tingkat akut hahahha. Makasih udah review :)

DBSJYJ : beneran nyampe nangis ? kalau Me ngetiknya sambil ketawa gatau kenapa hehe. Iya soalnya Me bingung siapa yang mau dijadiin orang ketiga dalam hubnya JongLo. Pilihannya antara Sehun EXO sama Minhyun NU'EST. Eh yang jadi malah Sehun soalnya wajah nya ada kejam2nya. Kalau Minhyun wajahnya terlalu baik ga ada jahat2nya hehehe. Makasih udah review :)

heelii : hahaha modus danger, sekarang ( chap 4 ) tambah danger. Hehhehe. Iya ini udah lanjut. Makasih udah review :)

matokeke : author baik ko hehhe. Me juga ga nyangka/loh ?. Iya soalnya Me bingung siapa yang mau dijadiin orang ketiga dalam hubnya JongLo. Pilihannya antara Sehun EXO sama Minhyun NU'EST. Eh yang jadi malah Sehun soalnya wajah nya ada kejam2nya. Kalau Minhyun wajahnya terlalu baik ga ada jahat2nya hehehe. Makasih udah review :)

yongchan : iya ayo kita perbanyak ff DaeJae. Dae itu udah mesum, gatau sikon pula ( tunjuk yang bagian kisseu Jae di depan sekolah ). Makasih udah review :)

Kim Eun Seob : iya gapapa hehe :D. Makasih udah dibilang seru. Iya Ara noonanya mulai curiga hehe. Ceritanya panjaanng. Sebenernya yang pertama suka itu Dae. Hehehe. Makasih udah review :)

riri : tetap ikuti jalan ceritanya hhehehe. Dae kan dokter ceritanya heheheh. Makasih udah review :)

Mind to review again hehehe ?

Bbuing-Bbuing bareng Daehyun