Seven Days Challenge
Chapter 3
Days 2
Sistem Operasi yang Rumit
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina
Genre : Romance, Friendship, Family (?)
Happy Read
"Kok kamu bisa lupa dengan materinya itu loh" Seseorang tampak bersuara di seberang telepon sana.
"Gomen, gomen, waktu itu aku lagi sedikit terburu-buru untuk minta materi dengan ketua kelas SBD ku. Jadi kutinggal begitu saja" Jawab seorang gadis berambut indigo yang sedang bermalas-malasan diatas ranjang sambil memainkan rambut panjangnya. Sepasang earphone bergambar hello kitty terpasang di kedua telinganya dengan hape yang setia menemani tangannya.
"Ya sudah, di kampus ya. Jam 9" Kata Hinata sambil sedikit tersenyum yang hanya dibalas dengan desahan pelan dari lawan bicara di seberang telepon.
"Arigatou, Sakura" Kata Hinata sambil menutup teleponnya dan kemudian segera beralih mendengarkan musik begitu melihat jam digital di hapenya masih menunjukkan pukul 7 lebih sedikit.
Beberapa saat kemudian, dia pun duduk sambil melepaskan earphone miliknya dan bergegas menuju kamar mandi dengan setelan biasanya, kaos tanpa lengan dan celana pendek. Mungkin kali ini tidak akan terjadi teriakan dan menggigil kedinginan seperti kemaren karena matahari nampaknya sudah cukup tinggi sehingga hawanya pun tidak dingin lagi.
"Yosh, kita berangkat" Kata Hinata dengan penuh semangat di depan cermin. Mungkin karena kali ini dia akan bertemu dengan sahabat pinkynya setelah sekitar lima hari tidak bertemu dengannya gara-gara dia harus belajar setiap hari.
Padahal biasanya juga dia jarang bertemu meskipun sekelas di semua mata kuliah. Gadis yang satu ini cuma nongol saat ada kuis praktikum penting aja sih, selain itu, dia gak pernah haris.
-0-
"Huh...! Mungkin dalam hati ada benarnya juga aku bertanya, kenapa aku harus ke kampus di saat hari libur hanya untuk menemani seseorang yang sukanya libur di hari aku ke kampus?" Keluh gadis berambut pink ketika berjalan ke arah Hinata yang sedang menunggu di depan gedung bertuliskan fakultas kedokteran.
"Ohayou, Sakura" Gadis berambut indigo itu tampaknya tidak menggubris keluhan Sakura sama sekali dan malah menyapanya dengan riang gembira dan wajah tanpa dosa.
"Hai, hai, Ohayou" Jawab Sakura pasrah saja. Bagaimana pun juga, dia beberapa kali merepotkan Hinata dengan tugas yang cukup rumit yang biasanya di berikan oleh dosen, apalagi dosen ASD yang ketika njelasin sesuatu yang abstrak tapi begitu kasih tugas gak pernah nanggung.
Kedua gadis itu pun berjalan beriringan menuju ke gazebo tempat biasanya Hinata bertemu dengan Sasuke, ups...!
"Kemaren perasaan gak ramai deh" Gumam Hinata dengan wajah heran ketika melihat gazebo kembali ramai, tidak seperti kemaren yang cukup banyak kursi kosong. Meskipun dia kemudian memaksa untuk sebangku dengan Sasuke.
"Eh...! Kau kesini kemaren? Ngapain coba" Tanya Sakura dengan heran kepada Hinata ketika mereka terus berjalan menyusuri gazebo untuk mendapatkan kursi kosong tersebut.
"Yah...! Kau tau sendiri kan, aku..."
"Sekarang kau bawa teman, eh? Apa kau takut digodain lagi? Sayangnya gak ada bangku kosong tuh" Potong sebuah suara yang dengan tiba-tiba menyahut omongan Hinata. Telinga Hinata rupanya sudah tidak asing lagi dengan suara yang tiba-tiba menyahut tersebut.
Tetapi kali ini dia sedikit terkejut dengan langkahnya. Kenapa dia secara tidak sadar langsung berjalan ke ujung tempat pemuda yang sekarang sedang duduk di bangku, sendirian, hanya ditemani oleh laptop dan earphone hitam yang selalu setia melekat di telinganya.
"Kau mengenalnya?" Tanya Sakura dengan nada heran kepada Hinata. Gadis berambut indigo itu hanya menjawabnya dengan helaan nafas pelan.
"Yah...! Dia adalah ketua kelas SBD-B" Jawab Hinata sambil melirik kearah Sasuke, tapi pemuda itu masih saja fokus ke layar laptopnya, seolah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Hinata.
Gadis itu pun duduk di depan Sasuke sambil meletakkan tasnya di bawah meja. Dia pun menepuk-nepuk tempat duduk di sampingnya sambil melihat kearah Hinata.
"Ayo, kita mulai saja transaksinya" Kata Hinata.
"Aku tidak bertanggung jawab untuk peredaran obat terlarang, aku tahu kau baru saja menjalani ujian yang berat, tapi jangan bawa-bawa namaku untuk transaksi ilegal ini. Silahkan cari saja tempat lain" Kata Sasuke dengan ekspresi datar.
"Ini hanya pertukaran materi ASD, baka. Lagipula, apa yang kau maksud ujian berat?" Tanya Hinata.
"Lupakan" Jawab Sasuke singkat. Mereka berdua pun kembali berselimutkan keheningan setelah Sakura mengeluarkan bukunya.
Gadis berambut pink itu tampak sibuk dengan hapenya, menikmati koneksi gratis dari kampus. Sementara gadis berambut indigo di sampingnya berkali-kali mengerutkan dahinya, mencoba untuk memahami materi abstrak dari sang dosen dan tulisan abstrak Sakura. Sedangkan Sasuke masih berkutat dengan laptopnya.
"Eh...! Ini maksudnya apaan sih? Red black tree? Emang pernah dijelasin ya?" Tanya Hinata sambil menunjuk kearah catatan Sakura. Gadis berambut pink itu pun menghentikan aktivitas hapenya dan melihat kearah catatannya sendiri.
"Oh, itu. Itu cuma masalah optimasi aja sih, jadi Node yang ini warnanya merah dan ini hitam, terus itu diputer-puter kayak gimana gitu loh" Kata Sakura sambil mengibas-ngibaskan tangannya seolah tak peduli dengan materi abstrak tersebut. Hinata pun mengangkat buku milik Sakura dan kemdian membaliknya.
"Apa bentuknya akam berubah bila di puter gitu? Apanya sih yang diputer?" Kata Hinata dengan nada heran.
Sebuah tangan kekar, segera mengambil buku yang sudah diputer-puter tersebut dari tangan Hinata dan...
Plak...!
"Baka, maksudnya di puter itu, Node yang kanan ke atas lalu yang atas ke kiri dan yang kiri ke kanan" Kata Sasuke sambil membuka buku tersebut, mengabaikan Hinata yang sekarang sedang mengelus-elus kepalanya yang sukses kena geplak Sasuke.
Mata onyx itu pun bergerak kesana kemari meneliti setiap kata dari catatan Sakura.
"Harusnya kamu nyatetnya pake spidol merah atau gimana gitu loh, kalo kayak gini yang baca juga jadi bingung" Komentar Sasuke dengan nada datar sambil membentangkan buku tersebut di depannya.
Dia pun mengambil pena merah yang berada di samping laptopnya dan kemudian mulai melepaskan earphonenya dan berbicara panjang lebar.
"Root itu harus berwarna hitam, leaf juga harus berwarna hitam. Jika ada yang menyalahi aturan ini, maka harus di puter bla... bla... bla..." Selama beberapa menit Sasuke tampak nyerocos yang hanya dijawab dengan anggukan pelan oleh Hinata dan kerutan dahi pusing oleh Sakura.
Tapi, hal itu hanya sesaat, gadis berambut pink itu pun menyerah dan kembali memainkan hapenya.
"Kenapa harus dputer-puter segala sih? Gak pusing apa yang baca" Keluh Hinata ketika Sasuke selesai menjelaskan tentang red black tree.
"Kalo gak usah diputer nanti jadinya bisa lurus kayak pohon bambu"
-0-
"Kau ngerti hal abstrak tadi?" Tanya Sakura ketika mereka akan berpisah di depan gerbang kampus.
Kedua gadis itu dengan teganya meninggalkan Sasuke ketika mereka sudah puas dengan ceramahan Sasuke tentang tree dan graph.
"Sedikit sih" Jawab Hinata sambil mengerutkan dahinya.
"Eh...! Sejak kapan kau kenal sama dia?" Tanya Sakura.
Gadis berambut indigo itu hanya bisa mengangkat alisnya heran dengan pertanyaan Sakura yang tidak jelas itu. Dia? Dia siapa?
"Dia? Maksudmu Sasuke?" Tanya Hinata.
"Yah...! Siapa lagi yang akan kubicarakan sih" Kata Sakura sambil memutar bola matanya mendengar ucapan Hinata.
"Jumat kemaren kayaknya. Waktu aku minta materi ASD tapi kemudian lari itu loh" Jawab Hinata.
Sakura hanya mengangguk sambil meletakkan tangannya di dagunya yang menggantung bagai sarang lebah itu. Mata emeraldnya melirik kearah teman karibnya yang tampak sedang berseri-seri tersebut.
"Kayaknya dia menyukaimu tuh" Celetuk Sakura pelan, tetapi tampaknya telinga Hinata sekarang sedang peka sehingga dia bereaksi dengan ucapan Sakura.
Gadis itu pun menatap Sakura dengan tatapan terkejut. Apakah dia sekarang menjadi dokter cinta? Ayolah, kau gak cocok masuk ke ilmu komputer jika kau mau jadi dokter cinta.
"Eit...! Jangan membantah dulu, dengerin penjelasanku dulu" Potong Sakura ketika melihat Hinata akan protes.
Gadis itu pun mengurungkan niatnya dan menatap Sakura dengan tatapan penuh rasa penasaran dan ingin tahu.
"Yap...! Sederhana saja. Dia duduk disitu sendirian sambil main laptop, tanpa peduli dengan semua pasangan yang menghabiskan waktu disana. Jujur aja sih, aku merasa sedikit panas melihat beberapa pasang mahasiswa yang mojok disitu. Kurasa dia seorang yang pendiam, kau tau... macam hacker yang ada di film-film gitu" Jelas Sakura pada Hinata.
"Tapi, waktu dia bersama denganmu, dia menjadi suka bercanda. Bahkan waktu bicara denganku pun dia hanya bernada datar tau, aku juga kesal waktu itu" Kata Sakura. Hinata tampak tersenyum geli mendengar keluhan Sakura.
"Aku juga kesal waktu dia tiba-tiba saja memukul kepalaku. Lumayan sakit tau" Keluh Hinata ikut-ikutan.
"Yah...! Tapi kalian berdua akrab banget ya, aku jadi sedikit iri kau bisa akrab sama cowok cakep seperti itu" Goda Sakura. Hinata hanya bisa memajukan bibirnya, seolah merajuk dengan ucapan Sakura.
"Mungkin saja, dia nantinya akan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanmu. Seperti di film-film" Pemikiran aneh mulai bermunculan di benak Hinata. Entah apa yang dipikirkannya, tetapi pipinya tampak sedikit memerah meskipun sudah ditutupi oleh sapuan bedak tipis.
"Lagipula, kau sepertinya sudah biasa duduk di depannya ketika sampai di gazebo"
"Eh...!"
TBC
Tampak nya PC author lagi ga bisa diajak kompromi nih -_-. Ga jadi deh seven days challenge nya (payah banget berhenti di hari keempat)
Mungkin akan author lanjutkan senin depan XD.
Thanks for Read
Don't Forget to Review
