yatta! Mikasa balik lagi!

Rashina: siapa yang ngarepin kamu heh?

Mikasa: wah...Rashina juga ikut nemenin Mikasa!

Rashina: duo Rayina itu lagi sakit jadi aku yang nemenin kamu, yaudah! sana bales Review! ato gue bacok nih!?

Mikasa: iya! ampun!

- for Shira Nagisa Rire

iya, Teiru suka sama Rin, Rin juga suka sama Teiru dan Len! emm...Tei emang jahat, dan Tei akan mendapatkan ganjarannya di chap. ini ahaha!

terima kasih sudah me-Review!

- for kuro Rei-chan

hohoho! Teiru memang malaikat penyelamat!

iya! Tei emang egois, awas aja!*di injek

terima kasih sudah me-Review!

- for Shiroi Karen

kochirokoso! makasih udah nge-fav!

dan...tolong...jangan bahas dada lagi...Mikasa lebih suka mempelajari rahasia anak laki-laki #if you know what I mean

kita ternyata memiliki hobi yang sama, ahaha...#lah, kok bangga?

yup, Kaito bakal jadi uke *bayangin aneh-aneh* ehehe...

haha...yuri...noo! Mikasa benci yuriii!

terima kasih sudah me-Review!

-for VermieHans

saya juga ngakak kok pas baca ulangnya :D

iya, uke nya Kaito, dan mereka bakalan melakukan adegan 'itu' di chap. ini, tapi gak banyak, takut rating naik

terima kasih sudah me-Review!


Desclaimer: Vocaloid bukan punya Mikasa, kecuali Mikasa berani beli perusahaan-nya

Warning!: typo, gaje, OOC, OOT, de el el

.

.

.

.

Enjoy and Happy Reading!


Normal POV

"tapi...membunuh orang yang dicintai sahabatnya sendiri...apakah itu tidak jahat?". Ucap Teiru serius

"a-apa...? Teiru-kun...menyukai...Rin?". ucap Tei terbata

"ya...kau benar Tei...aku..menyukai Rin...gadis yang sedang kau siksa tadi...". ucap Teiru

"nggak...mungkin...". ucap Tei tak percaya


Aku tak mengerti...

Kenapa kau begitu membenciku?

Padahal aku sudah merelakanmu bersama orang yang kucintai...

Aku dan dia hanya berteman...

Tak lebih dan tak kurang...

Kau juga begitu kan?

Lantas, kenapa kau marah padaku?

Apa...kau sudah tak mencintai kekasihmu?


"maaf...tapi...itu memang benar Tei...". jelas Teiru

"nggak...Teiru-kun gak boleh suka sama Rin! NGGAK BOLEH!". Bentak Tei

"MEMANGNYA KENAPA!?". Bentak Teiru

Setelah Teiru mengatakan hal itu semua mendadak hening, komplotannya Tei, dan Tei diam, Rin? ya tentu saja diam, lah wong dia pingsan kok...

"memangnya kenapa Tei?...kau...sudah memiliki kekasih bukan? Lantas kenapa kau tak membolehkanku menyukai Rin?aku...bukan pacarmu...kita hanya sahabat...dan seharusnya sahabat itu justru malah mendukung...bukan melarang...". ucap Teiru

"itu...karena...Tei tak ingin Teiru-kun menderita karena menyukai Rin! Karena Rin menyukai orang lain! Yaitu kekasihku! Len Kamigane!". Ucap Tei

Setelah Tei mangatakan itu, Teiru hanya mengehela nafas dan tersenyum, menatap Tei dalam-dalam.

"Tei...kau tahu pepatah 'suka itu belum tentu dapat' bukan?". Ucap Teiru sambil tersenyum

"eh?". Tei tak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Teiru

"jika kita menyukai orang...kita belum tentu berhasil mendapatkannya...kalau kau...berhasil, kalau aku? Belum pasti bukan? Makanya itu...aku akan berusaha...agar gadis berpita kelinci itu menyukaiku...". jelas Teiru

"ta-tapi...". Tei ingin membantah, tapi langsung di tahan oleh Teiru

"sshh...kumohon...biarkan aku menentukan sendiri pilihanku Tei...aku tak mau terus menerus di atur seperti ini...onegai...". ucap Teiru

Tei hanya bisa memasang wajah pasrah, dan menganguk pelan, kemudian menurunkan kapaknya yang sedari tadi di pegangnya, dan anehnya...Tei gak merasa capek

"baiklah...hanya kali ini saja Teiru...bawa Rin pergi...obati dia...". ucap Tei pasrah

"terima kasih, Tei...". ucap Teiru kemudian menggendong Rin ala bridal style

Kemudian Teiru membawa pergi Rin menuju UKS, jangan salah...UKS di sini obat-obatannya tak kalah lengkap dengan yang ada di rumah sakit...jadi...Rin yang lukanya parah seperti itu...bisa di sembuhkan tanpa harus menelpon ambulance, dan ditambah lagi Teiru yang pintar di bidang kedokteran (maklum ayahnya dokter) jadi Teiru bisa mengobati Rin.

Akhirnya Teiru sampai di UKS, dan menidurkan Rin di kasur yang sudah disediakan disana, lalu mengambil obat-obatan yang di butuhkan untuk mengobati luka Rin, dan mengobati Rin dengan perlahan namun pasti.


SKIP TIME

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rin yang sedari tadi belum sadarkan diri dari pingsannya itu terbangun, membuka matanya secara perlahan. Dan orang yang pertama dilihatnya adalah...Teiru, sedang tidur di kursi yang ada di samping Rin, dan sepertinya Teiru sudah lama sekali berada di sini.

"Tei...ru?". ucap Rin

Tiba-tiba mata Teiru terbuka, dan melihat Rin yang sadar itu langsung memegang tangan milik Rin.

"ukh...Rin?! kau sudah sadar?! Yokatta...akhirnya kau sudah sadar...". Ucap Teiru sambil menggoyang-goyangkan tangan Rin

"adaw! Sakit Teiru...itu yang sakit loh...". ucap Rin sambil meringis kesakitan

"oops...maaf, abis aku seneng banget kamu udah sadar!". Ucap Teiru

"eh? Udah bel pulang ya?". Tanya Rin

"iya, ini aku bawain tas kamu...dan keempat sahabatmu sempat berkunjung kesini sebelum kau sadar...Len sudah tahu...tapi...dia tak mau menjengukmu...". ucap Teiru

Rin yang mendengar itu, hanya bisa menundukkan kepalanya...ternyata Len begitu membencinya, bahkan Rin terluka pun Len tidak mau menjenguk Rin...dasar keparat! Len jahat! (Rin: woi, sabar!)

"m-maaf...baiklah...aku akan mengajakmu kesuatu tempat...kau mau?". Ajak Teiru

"aku mau!". Ucap Rin yang tiba-tiba bersemangat

"baiklah...ayo ikut aku!". Ucap Teiru


Di lapangan

Rin bingung, untuk apa Teiru membawanya menuju lapangan?

"kita akan bermain basket". Jelas Teiru

"basket? Teiru...aku tidak bisa bermain basket". Tolak Rin

"aku akan mengajarimu...". ucap Tei sambil tersenyum

Rin hanya bisa mengangkat bahunya dan berjalan mendekati Teiru, dan ternyata benar...Teiru mengajarinya bermain basket, mulai dari empat pasing-nya, cara men-drible bola basketnya, dan lain-lain (Mikasa: Mikasa gatau apa-apa soal basket, jadi...yah...ngunu lah)

karena Mikasa gak punya ide romance pas Teiru ngajari Rin, jadi di SKIP TIME aja oke?

SKIP TIME

"kau takkan bisa mengalahkanku...". Ucap Teiru

"heh...dalam mimpimu Teiru, aku sekarang sudah bisa! Weee!". Ucap Rin

HAP (Mikasa: kenapa kayak iklan A*is ya? -.-)

Rin mengambil bola itu dengan cepat, kemudian men-drible-nya dengan lincah, dan melemparkannya ke Ring di belakang Teiru.

"YEAY! Aku menang!". Ucap Rin

"aku kalah...tapi kau cepat bisa ya?". Ucap Teiru

"hem...begitulah...". ucap Rin

"sebaiknya kita cepat pulang, hari sudah semakin sore...dan...tentu saja, aku akan mengantramu pulang". Ucap Teiru

"baiklah...arigatou". ucap Rin

Mereka meninggalkan lapangan itu, dan berjalan pulang. Tapi...sebelum mereka meninggalkan lapangan itu, sesosok bayangan laki-laki berambut pirang sedang memperhatikan mereka...dengan tatapan marah, dan menggumamkan sesuatu...

"Rin..."


Esok harinya

Rin hari ini 3 kali lebih ceria dari biasanya, dia berangkat ke sekolah bersama dengan Teiru dan keemapat sahabatnya, dan mereka sedang asik mengobrol Teiru kini sedang berbincang-bincang dengan Piko, Miku sedang disiksa oleh Luka (Mikasa: kayak temen Mikasa aja...-_-), dan Rin sedang berbicara dengan CUL.

"jadi? Begitu sifat Tei? Ahaha...dasar cewek aneh!". Celetuk Piko

"kau masih belum tahu cerita ketika Tei jatuh dari pohon bukan?". Tawar Teiru

"wah, apa lagi tuh? Ayo ceritakan padaku!". Ucap Piko antusias

Lagi nggibah Tei toh...dosa nak...ngalahin ibu-ibu kalian ini...-,-

Sedangkan Luka dengan elitnya menyiksa Miku...

"APA YANG KAU TULIS DI STATUSMU ITU HAH!? MENGHINAKU?". Bentak Luka sambil menampar Miku

"aw! a..ampun Luka, aku sedang tidak bermaksud...menyindirmu". ucap Miku pelan sambil meringis kesakitan

"ARRRGGHH! Sini kau!". Ucap Luka mengejar Miku

"HUWAAAA! AMPUN LUKAAAA!". Ucap Miku berlari menghindari Luka

Terkadang...Luka bisa serem juga yah...poor Miku

Dan sedangkan Rin sedang asik berbicara dengan CUL...

"nee...bagaimana hubunganmu dengan Gumiya?". Tanya Rin

"apaan sih! Aku sama dia itu hanya berteman! Just Be Friends! You know!". Ucap CUL

"tapi...kalian kan begitu dekat...". ucap Rin jahil

"aku hanya menjalankan rencana Rin...rencana...". ucap CUL

"hum...bagaimana dengan puisi yang kau buat sebulan yang lalu? Kau sudah menyempurnakannya?". Tanya Rin

"hem...aku belum ada ide sih...". Ucap CUL sambil menggaruk belakang kepalanya

"hem...". Rin hanya memasang wajah Poker Face

"tapi...aku akan berusaha menyempurnakannya...". lanjut CUL

"wah! Ganbatte ne!". Ucap Rin

Ini sih...lebih normal daripada yang lain...dan tak sadar, mereka sudah sampai di sekolah. Dan mereka...melihat Tei bersama Len, mereka tampak seperti bertengkar, dan karena mereka penasaran. Mereka menguping...

"JADI KAU YANG MEMBUAT DIRIMU SENDIRI BABAK BELUR?! KAU MEMFITNAH RIN!". Bentak Len

"t-tapi...Len-kyun kan juga menampar Rin kan? Dan percaya begitu saja...". Ucap Tei sok imut

"AKU PERCAYA KARENA AKU KEKASIHMU! AKU SAMPAI MENAMPAR SAHABAT TERBAIKKU HANYA UNTUK MEMBELAMU! JADI INI YANG AKU DAPATKAN!?". Bentak Len

"go-gomenasai...Len-kyun...". ucap Tei pelan

"ARRGGHHH! SUDAH! MULAI HARI INI! KITA PUTUS! AKU GAK MAU PUNYA KEKASIH BAIK DI LUAR BUSUK DI DALAM KAYAK KAMU!". Ucap Len lalu meninggalkan Tei sendirian

Rin, Teiru, Miku, Luka, CUL, dan Piko yang mendengarnya hanya melongo, Tei? Putus dengan Len? Apa mereka tak salah dengar? Bukankah...ini kesempatan untuk Rin agar dapat bersama Len? Dan...bagaimana tanggapan Teiru?ah...terlalu banyak pertanyaan...

"Rin...ini kesempatan bagimu..". bisik Miku

Rin tidak menjawab, dan hanya tersenyum kecil

"kau masih bisa mendapatkan Len...". bisik Luka

Rin masih tidak menjawab, dan masih tersenyum kecil

"kami akan selalu membantumu". Ucap CUL dan Piko

"arigatou...minna...". dan akhirnya, Rin menjawab

Sedangkan Teiru hanya menutup matanya, dan menghela nafas kemudian tersenyum menatap Rin. Tentu saja posisi Teiru akan tersingkir jika Len putus dengan Tei, bagaimana ini? Apa yang harus Teiru lakukan?

"Teiru...". ucap Rin sambil tersenyum

"dengan begini...kau bisa berjuang lagi untuk mendapatkan Len...". ucap Teiru sambil tersenyum

'tapi...aku juga mencintaimu...Teiru...'. batin Rin

Tapi...apakah Teiru akan tetap berjuang untuk mendapatkan Rin? Atau justru Len juga akan ikut berjuang agar mendapatkan Rin? Jika sudah begitu...Siapakah yang akan Rin pilih? Dan...bagaimana jika Teiru malah berbalik menyukai Tei? Apakah Rin akan merasa kehilangan?Ini masih pertanyaan besar...

"baiklah...kita pergi ke kelas...". ucap Rin

Mereka hanya menurut dan mengikuti Rin...


"Kagamine-san?". Ucap Miriam, wali kelas kelas Rin

"iya, Miriam-sensei?". Ucap Rin

"bisakah kau ambilkan buku paket IPA sensei di lab? Sensei lupa membawanya...". ucap Miriam

"iya, segera kuambilkan". Ucap Rin

"nanti kemudian kau langsung ke kelas saja ya?". Ucap Miriam

"iya". Jawab Rin

"yasudah sensei ke kelas dulu...". ucap Miriam

"iya". Jawab Rin

Rin kemudian berjalan menuju lab IPA yang kebetulan terbuka, namun Rin kemudian terpaku. Dan meremas rok-nya dan kemudian menyembunyikan badannya di balik pintu, sesekali mengintip apa yang ada di dalam lab IPA, kemudian kembali menyembunyikan badannya. Dan menutup mulutnya dengan kedua tangan-nya, apa yang terjadi pada Rin?

'WTH!? APA-APAAN TUH!?'. Batin Rin

Di dalam lab IPA itu, Gakupo sedang menjilat leher Kaito dan tangan kanan Gakupo membuka celana Kaito, badan Kaito berkeringat dan pipinya mengeluarkan semburat merah yang sangat merah (Mikasa: lah?), jadi ini yang membuat Rin mengumpat di dalam hatinya...

"ukh...Gakupo". desah Kaito

Rin hanya bisa menutupi telinga-nya, dan memejamkan matanya rapat-rapat. Apa-apaan ini? Apakah mereka tidak tahu ini di area sekolah Dan masih terdapat junior-junior yang masih polos? Dengan langkah ragu Rin memasuki lab itu, dan tentu saja mereka berdua melihat Rin.

"kenapa kau kesini?". Tanya Gakupo

"a-ah...m-maaf...aku kesini hanya untuk mengambil buku paket IPA-nya Miriam-sensei, silahkan lanjutkan...anggap saja aku tidak ada...". ucap Rin sambil memegang buku paket IPA milik Miriam

"pengganggu". Ucap Gakupo

"ah..k-kalau begitu...a-aku p-pergi d-dulu! Jaa!". Ucap Rin kemudian ngacir

Rin berlari sekuat tenaga, berusaha meninggalkan lab IPA itu. Dan akhirnya Rin sampai di kelas-nya, mendobrak pintu kelas dengan elitnya, semua mata orang yang ada di kelas itu tertuju pada Rin.

"Kagamine-san? Ada apa?". Tanya Miriam

"a-ah...a-aku...emm...". ucap Rin gelagapan

"baiklah...mana bukunya? Kita harus memulai pelajarannya". Ucap Miriam

"i-ini...". ucap Rin sambil menyodorkan buku paket IPA, dan duduk di bangkunya

Miriam hanya menggeleng-geleng pelan, dan kemudian membuka buku IPA itu.

"baiklah...buka buku paket halaman 40!". Ucap Miriam

Istirahat

"ara...nekat banget mereka...". ucap CUL

"kau tahu? Aku sampai syok! Hampir mau pingsan!". Ucap Rin heboh

Tiba-tiba Len datang menghampiri Rin...

"Rin...". ucap Len

GREB

"e-eh? L-Len?". Ucap Rin

.

.

.

.

.

Bersambung


kembali lagi bersama Mikasa!

gimana? seru? bagus?

dan...kasihan Tei...di-Review di komentari jelek mulu, ahaha!

Tei: ggrrr...Mikasa...kenapa kau membuatku jelek di mata orang banyak huh!?

Mikasa: kan kamu jadi tokoh antagonis...

Tei: -_-

dan seperti yang Mikasa bilang di chapter sebelumnya! Mikasa gak maksa kalian Review!

boleh Review kritik dan saran ASAL JANGAN FLAME!

baiklah! sekian dan sampai bertemu di chap. berikutnya!