Mai: Huhohohohohohoho~~ Mai update kembali!
Rin: Cih!
Mai: Cih?! Tadi kamu bilang 'ciih'?! JUAHAAAAAT!
Rin: Jangan asal ngomong BakaMai! Aku ga mendecak kok...
Len: Terus gue harus bilang 'WAW' sambil ketabrak pesawat getoh?!
Mai: Nya hok weh! Mai ga nyuruh kok! =3= Ngomong-ngomong sekarang Mai adain pembalasan Review kembali! Adanya di bawah sih.. tapi gapapa kan? *puppy eyes
Hino: Terus kalau lo buat pembalasan Review, lo bangga? GITU?!
Mai: O YA JELAS BANGGA! Masalah buat LO?!
All: Yah.. Authornya emosi.. Pergi yuk!
Mai: Wawawawawa... yang bacain Disclaimer siapa?
Miku: Aku aja deh... Kasian kamu nak... = ="
Disclaimer: Vocaloid punya Yamaha Crypton dan penciptanya. Kalau Mai yang punya Vocaloid Mai bakal ngebuat Vocaloid Indonesia, yang bisa bahasa indonesia, yang suka bahasa indonesia, yang bisa makan nasi goreng, yang...
Miku: KOK DISCLAIMERNYA GINI SEH?!
All: Makanya.. kacangin aja Author baka ini...
Mai: Urusai! Mai lagi terpuruk tau! soalnya tadi Mai ketemu orang gila! Tas Mai hampir aja diambil.. =[]=|||
Len: Terus gue harus bilang 'WAW' sambil makan pisang?!
Mai: AU AH! GELAP!
Warning!: Typo bertebaran, diksi aneh, alur kecepetan, OC ngikut narsis, OOC (maybe), gaje, dll.
.
.
.
.
Chapter 4: It's Hurt, You Know?!
Len POV
"UWAAAAAAAAA!"
"GYAAAAAAAAA!"
Aku refleks mengambil baju yang tadi kulepas untuk menutupi badanku.
Siapa dia? Kenapa dia ada di sini? Kenapa dia memasuki kamar (pinjaman)ku? Kenapa aku berteriak? Kenapa dia berteriak? Kenapa aku ada di sini? Kenapa aku ini keren? KENAPA PERTANYAANKU JADI NGAWUR?!
BRAK
"Hei! ada apa?! Kok kalian berisik sekali... sih...?" Rin keluar dari kamarnya, bertanya dengan kasar, lalu...
"KYAAAAAAAAAA! KENAPAA KAU TIDAK MEMAKAI BAJUUUUU?!"
"UWAAAAA! AKU LUPA!"
Kali ini aku dan Rin yang berteriak.
"Aduh aduh... ada apa ini...?" Haku-san datang dari bawah.
"Aiiiiih~ Len-kun... Tidak baik bukan berkeliaran begitu di rumah orang tanpa memakai baju?"
"MANA MUNGKIN!"
Aku berteriak kembali. Haku-san ini...
DRAP DRAP DRAP
Ada apa lagi ini? Suara orang berlari?
"Kaa-san, Rin! Ada apa? Kenapa kalian berteriak?" Hino tiba-tiba datang sambil membawa tas. Sepertinya dia baru pulang.
Tiba-tiba ia terbelalak. Jangan bilang aku harus berteriak lagi!
"A-a... a.."
Hino tidak dapat berkata-kata. Untunglah kali ini aku tidak perlu berteri-
"MEEEEEEEEESUUUUUUUUM!"
DUAK
aw.. kali ini aku memang tidak berteriak. Karena...
Hino menendang 'anu'ku dengan sangat sangat sangat KERAS sampai aku tidak kuat untuk berteriak.
Oh Tuhan! Kenapa ini bisa terjadi?
"Len-kun... Gomen atas perlakuan Hino tadi.. Dia memang suka bertindak sesukanya. Apa masih sakit?" Tanya Haku-san lembut.
Aku bingung... Kenapa orang seLEMBUT ini bisa mempunyai anak seBRUTAL itu ya? Dan bagaimana tubuh si Hino itu yang mungil itu bisa menyimpan tenaga sebesar itu? Aku jadi sedikit mengerti kenapa Rin bisa jadi seperti itu...
"Tidak apa-apa kok Haku-san... Hanya sedikit kaget.." Jawabku sambil tersenyum. Sebenarnya masih sedikit nyut-nyutan. Tapi untuk terlihat keren aku rela melakukan apa saja.
"Yokatta..." Kata Haku-san lega. Aku hanya tersenyum.
Sekarang aku sedang di ruang tamu bersama Haku-san dan orang tak dikenal itu. Sedangkan Rin dan si Hino itu berada di ruang anak-anak, menjaga anak-anak.
Aku melirik pada orang tak dikenal itu. Sepertinya ia sadar aku melihatnya.
"Ano... Maaf atas kejadian tadi... Aku memang ceroboh.." Katanya tiba-tiba dengan suara imut.
Imut? Ya! SANGAT IMUT! Sudah begitu mukanya juga imut lagi... Hmm... Dia Cowok kan?
"Eh, Tidak apa-apa kok. Salahku juga tidak mengunci pintu..." Jawabku menenangkannya sambil tersenyum.
Ekspresinya langsung berubah lega. "Arigatou... eng..."
"Len. Len Kagamine!"
Aku langsung memberitahu nama asliku. Karena Haku-san dan si Hino itu sudah tahu. Tentu saja Rin juga. Jadi aku berbohong pun percuma bukan?
"Ka... KAGAMINE LEN, IDOLA YANG SEDANG NAIK DAUN ITU?" Tanyanya berteriak di depan mukaku sambil memegang tanganku.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Walau karena teriakannya telingaku sempat berdenging sebentar.
"UWAAAAAAH! Kukira hanya mirip! Aku penggemarmu!"
Oh! Ternyata ia penggemarku juga. Fuh... penggemar ya? heh... hehe.. hehehe.. hehehehehehehehe... Aku memang keren! (?)
"Aku menjadi penggemarmu karena kita ini sama-sama SHOTA, PENDEK, IMUT, dan suara kita sering dibilang KAWAII! Tapi kau tetap bisa menjadi terkenal! Apalagi kau masuk SMA idamaaaaan! Aku iri padamu Len-san!"
JLEB JLEB JLEB JLEB
Aku yang keren ini Shota? Pendek? Imut? KAWAII?!
OMG! Kenapa kau menjadi penggemarku karena hal konyol seperti itu?!
"A-Arigatou sudah menjadi penggemarku (walaupun alasannya seperti itu). Aku sangat senang... Ngomog-ngomong aku belum mengenalmu.. Namamu siapa ya?" Aku bertanya padanya sambil tersenyum (terpaksa).
"AAAH! Gomen Len-san! Ternyata aku belum mengenalkan diri ya? Namaku Shiro! Aku kelas 2 SMA di SMA OWNCHA. Aku bekerja sambilan di rumah Fumino ini! YOROSHIKU!"
2 SMA? SERIUS? DIA LEBIH TUA DARIKU?! Kenapa orang-orang di rumah Fumino ini mukanya muda-muda semua?!
Ngomong-ngomong aku baru tahu di sini bisa kerja sambilan...
"Shiro ini teman sekelas Hino waktu SMP. Waktu itu dia butuh uang dan karena ibunya sahabat lamaku, jadi khusus untuknya diperbolehkan untuk bekerja disini. Bayarannya memang tidak seberapa sih.. Fufufu..." Kata Haku-san seperti bisa tahu pikiranku.
"Oh... Begitu ya..."
"Oh iya! Ngomong ngomong Shiro dan Hino-"
CKLEK
"Hei Kagamine Len, Shiro-nii! Sampai kapan kalian mau terus bersantai?! Cepat bantu aku dan Hino-san!"
Rin tiba-tiba masuk memotong perkataan Haku-san. Dia menyuruh kami membantunya. Aku melirik Haku-san dan sepertinya dia menyuruhku membantu Rin.
"Iya, iya.. Tunggu seben-"
"Gomen Rin-chan! Aku akan segera membantu!"
Shiro memotong perkataanku. Dia berdiri san berjalan ke arah Rin.
"Dasar! Shiro-nii ini! Pikirkan anak-anak yang ingin bertemu denganmu dong!"
"Ehehehehe... Gomen Rin-chan. Aku memang tidak becus..." Shiro tertawa sambil menggaruk belakang kepalanya.
Hmm... Mereka dekat ya. Tapi... Sepertinya berbeda dengan kedekatan Rin dan Hino atau Haku-san. Dan... Tidak seperti kedekatan... teman kerja sambilan juga...
"Shiro-nii.. Seperti biasa selalu minta maaf! Jantanlah sedikit! ahahahahaha... Shiro-nii.. Shiro-nii.." Kata Rin dengan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk pelan pundak Shiro.
Rasanya... Rin tidak pernah tertawa seperti itu terhadapku.
Rin tertawa karena cowok lain? Apalagi menepuk pelan pundaknya. Rin... tidak pernah seperti itu kepadaku...
NYUT
Eh? Kenapa dadaku sakit?
... Kenapa hatiku tidak enak?
Kenapa aku tidak suka melihat kedekatan Rin dengan cowok itu? dengan Shiro...
"OI! Kagamine Len! Cepatlah! Jangan bengong saja!"
Perlakuan Rin berbeda. Bahkan dia masih menyebut nama lengkapku.
Ini... Berbeda...
Normal POV
"Len nii-chan~~ Ada montel ngejal SeeU! Helep!" Gadis kecil berambut ikal itu berlari ke arah remaja cowok berambut pony tail dengan manja. Remaja cowok bernama Len itu langsung menoleh ke arah asal suara itu.
"GAAAAAAAA! Acu montel jaat akan memakan kalian nich! GAAAAA!" Akaito mengejar SeeU dan anak-anak lain yang berlari ke arah Len.
"Kyaaaaaaa~~! Tolong Len nii-chan!" Anak-anak bersembunyi di balik badan Len.
"Ahahahahaha! Tenang saja! Monster jahat itu akan kubasmi seketika!" Jawab Len sambil berpose seperti pembela kebenaran di film-film. Anak-anak yang bermain pun tertawa kegirangan oleh tingkah-tingkah Len yang lucu.
Sementara Len dan anak-anak bermain, di pinggir ruangan tampak Rin dan Hino duduk bersantai. Sepertinya mereka sedang beristirahat.
"Tidak kusangka si mesum itu cepat beradaptasi dengan anak-anak." Hino angkat bicara duluan. Tampaknya ia bosan hanya duduk beristirahat tanpa melakukan apapun. Hmm... Sepertinya maksud 'si mesum' yang Hino katakan itu Len.
Rin mengangguk menyetujui perkataan Hino "Hmm hmm... Kukira dia akan kesusahan menjaga anak-anak. Terlebih lagi anak-anak terlihat sangat menyukainya. Terutama SeeU. Apa mungkin ini yang namanya kharisma idola?" Katanya sesudah mengangguk. Ia sedikit merinding dengan kata-kata 'kharisma' yang ia katakan di akhir kalimat. Sepertinya ia benar-benar tidak suka memuji cowok yang ia benci itu.
"Ya! Bahkan sepertinya si mesum itu dianggap sebagai kakak yang keren. Lihat! Cara bermain anak-anak dengannya pun berbeda dengan cara bermain anak-anak dengan cowok yang satu lagi di sana itu!" Hino melirik ke sudut ruangan yang lain.
Terlihat Shiro sedang bermain bersama anak-anak. Tetapi... agaknya permainan yang mereka lakukan berbeda.
Anak-anak bermain dengan rambut berwarna putih Shiro. Ada yang menyisiri, memakai catokan mainan, ada pula yang memakaikan rolling rambut milik Haku di rambut Shiro. Adapun anak yang sedang mencari-cari gaun yang cocok dengan Shiro. Kenapa di tempat penitipan anak ada gaun ya? Lupakan!
Singkatnya, cara bermain anak-anak dengan Shiro mirip seperti sedang mendandani boneka. Dan Shiro hanya diam pasrah sambil tersenyum miris.
"Wueeeeeh! Shiro-nii! Sudah kubilang tegaslah sedikit! Kau ini cowok loh! Masa cara bermainnya begini..." Tegur Rin.
"Ri-Rin-chan.. ta-ta-tapi... anak-anak kan sen.."
"Huh..! Walaupun begitu tetap saja aneh kan!" Rin memotong kalimat Shiro.
Mereka kembali mengobrol dengan akrab.
Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka. tatapan matanya mengsekspresikan ekspresi... cemburu?
"Len nii-chan...? Ada apa?" Tanya SeeU khawatir karena tiba-tiba Len terdiam. Len sempat kaget lalu ia kembali tersenyum.
"SeeU-chan... Aku sedang memikirkan rencana agar monster itu dapat terkalahkan dengan cepat." Jawab Len sambil berpose ala detektif. SeeU dan anak-anak lain lega dan kembali tertawa.
'Len bodoh! Jangan sampai membuat anak-anak khawatir hanya karena hal itu!' batin Len dalam hati.
Matahari sudah tenggelam. Semua anak yang dititpkan di rumah Fumino pun, semuanya sudah pulang. Di rumah Fumino kini hanya tinggal penjaga-penjaganya. Haku, Len, Rin, Hino, dan Shiro.
Mereka kini sedang beristirahat, bersantai sambil mengobrol. Mereka menunggu makan malam yang dimasak Haku matang.
"Hari ini pun terima kasih telah membantu! Kalian sudah berusaha sebaik-baiknya!" Haku memulai pembicaraan kembali. Semua menjawab dengan kata-kata yang berbeda.
"Dan... Len-kun! Selamat bergabung! Terima kasih telah membantu! Bagaimana hari pertamamu? Menyenangkan kah?" Tanya Haku kepada Len.
"Eh..? Arigatou.. ng.. Menurutku bekerja di tempat ini bukanlah hal yang buruk. Ini menyenangkan. Anak-anak juga semuanya baik. Tidak ada yang bisa kukomentari. Tapi saranku.."
"Oi! Haku kaa-saan bertanya tentang hari pertamamu! Bukan kesan, kritik, dan saranmu! Baka!" Rin memotong perkataan Len. Ia berkomentar atas jawaban Len. Len melirik sedikit ke arah Rin kemudian melihat ke arah lain.
"Rasanya ada angin yang berhem- emm.. maksudku rasanya ada suatu partikel-partikel kecil yang terbawa angin sehingga terjadi sebuah gesekan yang membuat suara-suara aneh yang membuat telinga menjadi berdenging sehingga..." Sepertinya Len bermaksud mengejek Rin dengan teori, walaupun NGASAL! Tapi dia menghentikannya karena bingung akan suasana yang tiba-tiba hening.
.
.
.
Ya... Hening.
.
.
.
Lemot (?)
.
.
"Pfft... NGACO TAU! BAKA! AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Rin tiba-tiba tertawa.
"Buh... KYAHAHAHAHAHAHAHAHA! Partikel gesekan.. berdeng... pfft.. Aneh! Ahahahahahahhaha! Teori apaan tuh?! Ngaco!" Hino pun tidak bisa menahan tawanya juga.
"Le-Len-san... hihi.. pintar melawak... ya? Huhuhuhuhuhuhuhuhu..." Shiro masih berusaha menahan tawanya.
Len yang melihat teman-temannya tertawa terlihat bingung. Ia diam... Dan kemudian mukanya langsung memerah.
"Heeeeeeeei! Aku tidak MELAAAAAAWAAAAAAK! Kalian tahu?! Aku sedang mengejek Rin tahu?!" Len protes karena ejekannya malah dikira lawakan oleh teman-temannya.
"Me... mengejek..? Ahahahahaha.. Kalau mengejek secara teori yang bagus dong.. Jangan begitu... ihihihihi... Ba-Baka!"
Len hanya terus protes membela diri sementara yang lain tertawa.
"Fuh... capek ah! Perutku sakit nih... Kukira kau melawak..." Akhirnya Hino berhenti tertawa dilanjutkan oleh yang lain.
Len hanya mendengus kesal karena teman-temannya tertawa karena ejekannya (yang aneh).
"Berarti hanya Haku-san yang mengerti dan tidak tertawa... Arigatou Haku-san.." Kata Len lalu menepuk pundak Haku. Hakuhanya diam saja. "Eh? Haku-san?" Tanya Len.
"..."
"Haku kaa-san.. ada apa?" Tanya Rin. Dilanjutkan oleh yang lain.
Tapi... Haku tetap diam.
"OOOOOOOH!" Tiba-tiba Haku berteriak membuat yang lain tersentak kaget.
"Hahahahahahahaha... Len-kun ini.. Bercanda saja... hhihihiihihi..." Haku tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Len.
Eh? Tertawa? Kenapa Haku baru tertawa sekarang? Ia baru mengerti ya?
Tiba-tiba Hino menepuk pundak ibunya itu. "Kaa-san... Aku tau kau ini LEMOT, TELMI, LEMOT, LOLA dan lain-lain.. Tapi... kali ini.."
"TELAT BANGET TAUUUU!" Semuanya serentak berteriak ke arah Haku. Haku hanya diam sambil terbingang-bingung.
Haku... Memang lemot sangat...
"Hmm... Rasanya hanya terlupakan.." Tiba-tiba Haku yang bingung pun mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Kaa-san.." Hino merespon.
"Tidak Hino-chan! Aku serius!"Timbal Haku.
"Ng? Rasanya aku mencium bau sesuatu..." Tiba-tiba Shiro berbicara. Ia kembali menghirup udara, kali ini lebih kuat. Yang lain pun melakukan hal sama. "... Ba... Bau gosong?" Tambah Shiro dengan wajah sedikit memucat.
Semua diam kemudian kembali mencoba mencium aroma yang dirasakan Shiro.
"Be... Benar juga..." Len menyetujui. Dilanjut dengan yang lain mengangguk.
.
.
.
"HAKU KAA-SAN! MAKAN MALAM YANG TADI KAU MASAK?!"
"KYAAAAAAAAAA! GOSOOOOOONG!"
"Terima kasih atas makanannya..."
Haku membereskan piring-piring dan membawanya ke dapur. Kemudian dia menyiapkan minum.
"Oh Iya, Shiro-nii.. Kenapa kemarin ketika aku pulang aku tidak melihat Shiro-nii?" Tanya Rin pada Shiro. Len yang mendengar itu refleks langsung melirik ke arah mereka berdua.
"Oh! Kemarin aku ada urusan sehingga tidak bisa datang ke rumah Fumino.. Gomen.." Jawab Shiro.
"Oh... Begitu ya..."
Lalu mereka pun bercakap-cakap kembali. Len diam. Dan Hino... diam juga? Mereka tampak tidak senang akan keakraban Rin dan Shiro.
"Oi Kalian berdua! Ada apa sih? Kok diam terus?" Tanya Rin. Mereka tetap diam. "Huh! Apaan sih?" Ri mendengus kesal karena dikacangin.
"Ah!" Tiba-tiba Shiro berbicara.
"Eh? Ada apa Shiro-nii?" Tanya Rin. Len dan Hino yang diam pun penasaran.
Shiro tidaba-tiba mendekati Rin. Tangannya menyentuh pipi Rin yang mulus di depan Len dan Hino. Rin kaget kemudian ukanya sedikit merona.
NYUT
Sakit di dada itu muncul kembali. Hati kembali menjadi tidak enak begitu melihat kejadian itu.
"Ada nasi di pipimu Rin-chan.." Kata Shiro tersenyum sambil memegang nasi yang tadi ia ambil di pipi Rin.
"E... Eh?! Be-benarkah? Arigatou Shiro-nii." Kata Rin sedikit tergagap sambil memegang pipinya.
BRAK!
Semua menoleh ke arah suara itu.
Ternyata Len menggebrak meja makan dengan keras.
"Aku mau ke kamar."
Kalimat singkat itu terucap dengan dinginnya dari bibir Len. Setelah itu ia langsung meninggalkan ruang makan. Semuanya kebingungan akan tingkah Len. Terutama... Rin.
"A-Aku juga."
Hino ikut meninggalkan ruang makan. Shiro dan Rin terdiam kebingungan.
'Ada apa dengan mereka berdua? Terutama Kagamine Len itu. Belum pernah aku melihatnya seperti itu... sedingin... itu...' Pikir Rin.
"Minumnya sudah ja..." Haku datang membawa minuman. Tapi lagi-lagi ia kebingungan karena di ruang makan hanya tinggal Rin dan Shiro.
"Eh? Kemana Len dan Hino?" Tanyanya.
Shiro dan Rin diam. Mereka fokus pada pikiran mereka sendiri-sendiri. Haku yang dikacangin terdiam lalu membawa minuman-minuman yang tadi ia buat ke dapur lagi.
To be Continued~
Mai: Nyohohohohoho... Gimana? Gimana? Bersambungnya aneh ya?
Rin: IYAH!
Mai: Biarin! Aku ga nanya ke Rin kok!
Hino terserahlah.. Pokoknya selamat bergabung di dunia fictnya Mai Shiro...
Shiro: Ano... Yoroshiku! Yoroshiku! Maaf menganggu! *bungkuk2 gaje
Mai: Shiro-chan.. Ga usah sopan gitu di sini.. ^^
Shiro: Eh?! I-Iya! Gomen! *bungkuk2 lagi sampai kejeduk
All: ...
Mai: Sudahlah! Pokoknya kita bales Review~
Harada Ayumi-chan
Ya gak lah! Masa Cewek sekamar sama cowok?! Mai belum siap nulisnya... (eh?) ./_/.
Yay~ Mai update! We did it! We did it! Hore! (Len: Kok malah ikut-ikutan sih?!)
Pasti dilanjut~ Makasih udah Ripiu :3
Kuro 'Kaito' Neko
Uwah.. Kenapa aku ikut2tan ya?
Hmm.. mungkin KEDUANYA! Haku emang baka! XD *dibunuh Haku FC
Udah update~~ XD Arigatou udah Ripiu X3
Namikaze Kyoko
Sekarang udah tau kan? XDD
Arigatou udah Ripiu XDD
Mai: Huft.. Capek!
Len: Kamu mah capek melulu!
Mai: Biarin! Mai sibuk tau!
Hino: Terus gue harus bilang 'OH' gitu?
Rin: Terus lo bangga? gitu?!
Mai: URUSAAAAAAIIIII!
Shiro: eh.. ano... seperti biasa mereka berantem di akhir-akhir.. Jadi mohon cuekin ya? ^^ Mohon Review..
All: RIPIUUUUU~~~ XD
.
.
.
.
RnR?
