WARNING! DON'T BE SILENT READER!

DAN ABAIKAN TYPO YANG BERTEBARAN!

.

.

Happy reading!

.

.

.

"Bagaimana kabarmu?" tanya namja berkulit tan bernama Kim Jongin itu- membuka obrolan.

"Aku baik." Jawab Baekhyun singkat. Mereka saat ini tengah duduk di halte bus depan sekolah, menunggu bus sambil duduk dengan keadaan yang terlihat canggung.

"Aku merindukanmu, Baek" ungkap Kai—sapaan akrab untuk lelaki berkulit tan itu disekolah.

"Ah, sepertinya busnya akan lama. Aku akan naik taksi, aku duluan ne Kai-ah" ujar Baekhyun yang tiba-tiba saja beranjak dari tempat duduknya. Baekhyun menyempatkan tersenyum kecil sebelum melangkahkan kaki mungilnya dari halte tersebut.

Namun tiba-tiba...

Greb

Gerakannya terhenti karena tubuhnya kini di dekap oleh seseorang dari belakang—siapa lagi jika bukan Kim Jongin?

Baekhyun tersentak. Dirinya hanya diam mematung saat namja itu mendekap leher dan pundaknya dengan tangan kokohnya yang begitu erat.

"Mianhae," lirih Kai pelan yang tentunya dapat Baekhyun dengar dengan posisi mereka yang seperti itu, Baekhyun bahkan dapat merasakan hembusan napas Kai yang menerpa wajah, leher serta telinganya yang baru saja mendapatkan bisikan permintaan maaf dari namja itu.

Baekhyun tersenyum getir, ia memejamkan matanya sesaat, sebelum dengan cepat melepaskan lengan Kai yang memeluknya dari belakang itu.

"WAE?" Baekhyun menatap nyalang Kai, yang dibalas Kai dengan tatapan sendunya.

"KENAPA? KENAPA DI SAAT AKU SUDAH TERBIASA TANPAMU, JUSTRU KAU MALAH DATANG KEMBALI !" bentak Baekhyun keras—dengan wajah yang di iringi air mata. Entah mengapa semua itu bisa terjadi, yang jelas Baekhyun sedari tadi sudah mati-matian untuk membendung air matanya, namun namja di hadapannya itu dengan mudahnya membuat pertahanannya runtuh atas sikapnya barusan.

Kai mencoba mendekat, hatinya merasa sakit sekaligus benci melihat Baekhyun menangis. Ia tak suka. Maka dari itu Kai mencoba untuk menghapus air mata yang mengalir di wajah cantik Baekhyun—namun tangannya dengan cepat di tepis oleh wanita itu.

"Jangan sentuh aku!"

"Baek-,"

"Jangan sebut namaku!"

"Baekhyun aku mohon-,"

"Jangan mengajakku berbicara—,"

"Baekhyun dengarkan aku-,"

"TIDAK!"

"BAEKHYUN STOP ! DENGARKAN AKU!" bentak Kai dengan tidak sabaran, membuat Baekhyun tersentak dan diam.

Kai menghela napas sejenak, sebelum membuka suaranya kembali.

"Maafkan aku,"

"Aku tahu kesalahanku meninggalkanmu tiga tahun lalu tanpa pamit memang tak pantas untuk kau maafkan, tapi—baek,"

"CUKUP!" potong Baekhyun cepat sebelum Kai menyelesaikan ucapannya.

"Baekhyun aku mencintaimu, saat itu keadaanku benar-benar mendesak dan aku—,"

"Hentikan!" Baekhyun kembali menyela ucapan Kai. Membuat Kai terenyak karena merasa di tolak berkali-kali oleh Baekhyun, bahkan sebelum dirinya menyelesaikan ucapannya barusan.

Kai menatap sendu Baekhyun yang kini menatapnya dengan mata yang agak sedikit memerah.

"Dengar Kim Jongin! Diantara kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun, hubungan kita berakhir sejak kau meninggalkanku dulu tanpa memberiku kabar, kau menghilang begitu saja setelahnya dan tidak ada satu kabar pun yang ku dapat darimu selama ini, cih!" ujar Baekhyun sarkastik.

"Lalu sekarang? Dengan seenaknya tiba-tiba kau datang di hadapanku dengan mudahnya, lalu meminta maaf? apa kau masih punya muka? Jadi APA SELAMA INI KAU MASIH MENGANGGAPKU ADA KIM JONGIN?!"

Jongin terdiam tak berkutik, karena semua yang dikatakan Baekhyun memang benar.

"Hah? JAWAB AKU!"

"APA SELAMA INI KAU MASIH MENGANGGAP BAEKHYUN ADA HAH?! JAWAB AKU BRENGSEK!" Baekhyun menahan isakannya lalu memukul dada Kai berkali-kali untuk menumpahkan seluruh kekesalannya selama ini pada Kai. Kai hanya diam—tak membalas ataupun menghentikan Baekhyun, karena ia pikir dirinya memang pantas mendapatkan semua makian yang keluar dari mulut gadis yang pernah ia cintai itu—oh atau mungkin masih dicintainya sampai detik ini.

"AKU MEMBENCIMU!" dan setelahnya Baekhyun beranjak dari tempatnya lalu berlari meninggalkan Kai yang terdiam mematung di halte bus tersebut dengan diliputi sebuah perasaan bersalah dan menyesal yang menamparnya kini.

"Andai saja kau mendengarkan penjelasanku terlebih dulu, Baekhyun-ah," lirih Kai sebelum beranjak pergi meninggalkan halte bus tersebut , dan masuk ke dalam mobil miliknya, lalu segera melajukan mobilnya membelah jalan menuju rumahnya yang akan ia tempati lagi setelah hampir tiga tahun kepergiannya.

.

.

.

.

Hikss...

Baekhyun terisak pelan, ia segera menghapus air mata yang sedari tadi membanjiri wajah cantiknya itu sebelum masuk ke dalam gedung apartementnya. Gadis itu mencoba tersenyum dan membalas sapaan orang yang dikenalnya berlalu lalang di lobby—gedung apartemennya itu.

Baekhyun memasuki lift dan menekan angka 4 untuk menuju lantai apartementnya. Ia sedikit beruntung karena orang itu tidak ada atau berpapasan ketika ia pulang.

Baekhyun mendesah pelan dan bersyukur dalam hati karena orang yang ia hindari untuk tidak melihat keadaannya seperti ini belum pulang, atau mungkin sudah pulang dan sedang bersantai di dalam apartementnya.

Apapun itu yang jelas Baekhyun tak ingin jika orang itu tahu dirinya pulang dengan keadaan mata sembab seperti habis mena...

TING.

ngis...

Baekhyun tertegun di dalam lift ketika pintu lift tersebut terbuka lalu menampakkan seseorang yang sangat ia hindari untuk berpapasan dengannya kini justru malah tengah berdiri—bersandar di depan pintu apartementnya yang tepat berada di sebelah pintu apartement miliknya.

Orang itu berkacak pinggang dan menoleh ke arah Baekhyun yang berjalan pelan sambil menunduk—melewatinya.

Greb.

"Lepaskan tanganmu, Oh Sehun!" perintah Baekhyun ketika tangannya di cekal. Yah—orang itu Oh Sehun. Tetangganya yang sangat ia hindari sedari tadi untuk tak bertemu dengannya. Dunia memang sempit, entah takdir macam apa yang membuatnya bisa bertetanggaan dengan Oh Sehun. Oh- pasti namja itu kini ingin mengejeknya habis-habisan karena tampangnya yang jelek, serta wajah yang begitu sembab saat ini sangat pas untuk namja albino itu mengolok-olok...

"Kenapa dengan wajahmu?"

nya...

See? Benar bukan? Pasti saat ini Sehun akan mengejeknya...

"Apa tamparan Irene sangat sakit? Hingga membuat wajahmu seperti ini?" Baekhyun tertegun mendengar ucapan Sehun, tersirat nada khawatir dalam ucapan Sehun barusan, yang membuat hati Baekhyun sedikit menghangat.

Baekhyun terdiam, otaknya serasa berhenti sesaat untuk mencerna ucapan Sehun tadi.

Bahkan kini Baekhyun merasa wajahnya hangat ketika Sehun dengan berani menangkup wajahnya lalu meniup-niup pipi kirinya—yang merupakan bekas tamparan Irene tadi siang.

"Eoh , kenapa wajahmu malah semakin memerah?"

"Eh?"

Baekhyun segera tersadar dari lamunannya lalu menepis kasar tangan Sehun yang menangkup wajahnya itu.

"Apa yang kau lakukan?" Baekhyun melototkan matanya—untuk terlihat menyeramkan, namun sayang justru malah terlihat imut dimata Sehun.

"Aku hanya ingin membantu menghilangkan rasa sakit di pipimu, apa itu salah?" tukas Sehun yang langsung dibalas cepat oleh Baekhyun.

"JELAS ITU SALAH!"

Sehun mengorek telinganya yang berdenging karena teriakan Baekhyun barusan.

"Aish, bisakah kau tak berteriak! Aku tidak tuli bodoh!"

"Terserah ! Aku tidak peduli. Yang jelas jangan pernah menyentuhku seenaknya, atau kau akan mati!" ancam Baekhyun sebelum melangkahkan kakinya menuju apartementnya, dan...

BRAKKK

Sehun sedikit berjingkat dan mendengus geli melihat tingkah Baekhyun yang marah-marah sambil membanting pintu apartementnya barusan.

"Aigo, pintu yang malang. Dasar yeoja galak, sekali galak tetaplah galak!" gerutu Sehun, namun seketika senyum kecil terpatri di wajahnya kini saat mengingat wajah Baekhyun yang memerah karena ulahnya.

'Baekhyun, Kau memang menarik'

.

.

.

.

Bongraeheon Restaurant

"Kyungsoo-ya, Kau kenapa sayang? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Chanyeol yang terlihat khawatir melihat kekasihnya itu sedari tadi hanya mengaduk-ngaduk makanannya tanpa mau memakannya.

"Hmm, sebenarnya ada sesuatu yang mengganggu pikiranku dari tadi yeol-ah," balas Kyungsoo menatap kekasihnya—Chanyeol.

"Ini tentang Baekhyun," sambung Kyungsoo lagi.

Chanyeol mengerutkan dahinya bingung. Ada apa dengan salah satu sahabatnya itu? Apa tentang Baekhyun yang mendapatkan pernyataan suka dari Sehun tadi—atau...

"Kai kembali yeol-ah," ujar Kyungsoo yang seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan kekasihnya itu.

"MWOO?"

"Kai kembali dan menemui Baekhyun." Kyungsoo menghela napas pelan.

"Aku tidak tahu alasan apa yang membuat orang itu kembali, dan aku juga tidak tahu harus apa. Apakah aku harus senang? Atau malah marah? Karena bagaimanapun juga Kai lah yang membuat Baekhyun sempat depresi dan seperti kehilangan jati dirinya selama enam bulan setelah kepergian Kai. Baekhyun sangat mencintai Kai, namun ia juga bersikeras untuk melupakan namja itu. Tapi lihatlah apa yang terjadi sekarang? Disaat Baekhyun kita kembali dan melupakan Kai, justru orang itu malah menampakkan dirinya dihadapan Baekhyun. Takdir benar-benar mempermainkannya. Aku takut Baekhyun tersakiti lagi" Kyungsoo berujar lirih. Ya dia begitu karena rasa sayangnya yang begitu besar pada sahabatnya itu, ia hanya tak ingin melihat Baekhyun terpuruk lagi. Karena bagaimanapun juga, dulu Baekhyun sangat mencintai Kai.

Chanyeol mengusap-usap punggung tangan kyungsoo pelan—untuk menenangkan kekasihnya itu.

"Tenanglah, aku yakin Baekhyun kuat untuk tak terlalu memikirkan keberadaan Kai . Kau tak perlu khawatir selama ada Aku, Kau , Luhan dan Kris, Baekhyun akan aman bersama kita. Kita tidak akan membiarkan Kai menyakiti Baekhyun lagi. Kita berdoa saja yang terbaik untuk Baekhyun." Chanyeol menyunggingkan senyumannya, membuat Kyungsoo merasa tenang akan ucapan Kekasihnya itu.

"Yah, semoga saja Kai datang bukan untuk membuka luka lama itu lagi." gumam Kyungsoo berharap.

.

.

.

.

Apartement Baekhyun

Baekhyun mendesah frustasi. Jantungnya berdetak kencang ketika mengingat kejadian sepulang sekolah tadi.

Kai.

Entah sudah berapa lama nama itu tak pernah ia sebut lagi.

Ia jadi tak pokus mengerjakan tugas hukuman yang di berikan Lee Songsaenim.

"Arrgghhh!" teriak Baekhyun frustasi.

Baekhyun melempar bukunya kesal, kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Kau dimana?" sambar Baekhyun ketika teleponnya tersambung dengan orang diseberang disana.

"Supermarket, wae?"

"Belikan aku soju,"

"Dan datang ke apartement ku sekarang! Kau harus temani aku minum!"

.

.

"Oh Sehun!"

.

.

Other side.

Sehun mendengus kesal menatap layar ponselnya yang menampakkan sambungan terputus, bahkan sebelum ia membalas ucapan gadis sinting yang meneleponnya barusan.

"Ck. Dasar tak sopan!"

"Seenaknya saja memerintah lalu memutuskan telepon secara sepihak!" Sehun sibuk menggerutu tak jelas, namun tangannya tetap mengambil soju yang diminta Baekhyun tadi.

"Kau berhutang padaku, dan kau harus membayarnya dengan menuruti keinginanku," senyum licik kini terpatri di wajah tampan Pria albino tersebut.

Ah, ia jadi tak sabar mengunjungi apartement tetangga menyebalkannya itu.

Dan meminta bayaran yang tadi melintas di otak jahatnya.

'Tak kusangka tanpa menjebak mu terlebih dahulu, justru kau yang malah datang mengundangku'

Sehun memutuskan untuk pergi ke kasir dan membayar semua belanjaannya termasuk soju yang Baekhyun minta.

'Baekhyun, bersiaplah sayang. Malam ini kau harus jadi milikku' bisik hati Sehun ambigu -,

.

.

.

.

Kai House.

Kai menatap nanar ponselnya yang menampakkan wallpaper bergambar Baekhyun—gadis yang ia cintai.

Ia menghela napas pelan, setelah di tolak Baekhyun di pertemuannya tadi sore, Kai tetap tak pantang menyerah. Ia mencoba untuk menelepon Baekhyun, namun yang ia dapat hanyalah makian dan kata-kata pedas yang keluar dari mulut wanita cantik itu.

Kai benar-benar bingung.

Harus dengan cara apa lagi agar Baekhyun mau bertemu dan mendengarkan penjelasannya.

Rasanya Kai ingin menenggelamkan dirinya di laut dan lenyap dari dunia saja—ketika melihat mata itu berubah.. Mata yang dulunya penuh cinta, mata sipit baekhyun yang cantik ketika gadis itu tersenyum yang selalu mampu membuat hatinya menghangat, dan kini...

Kai bahkan mengutuk dirinya ketika menatap mata orang yang begitu ia cintai itu terluka dan berbalik membencinya.

Tidak ada cinta.

Tidak ada kebahagiaan.

Tidak ada kehangatan lagi yang ia rasakan ketika menatap mata itu.

Dan Kai benar-benar ingin mengembalikan itu semua.

Mengembalikan senyum Baekhyun.

Tatapan penuh cinta Baekhyun.

Dan tentunya rasa cinta Baekhyun padanya.

'Baek, setidaknya biarkan aku berjuang untuk mengembalikan dan memperbaiki semuanya, karena aku tak ingin kehilanganmu dan melepaskanmu untuk yang kedua kalinya'

.

.

.

.

Knock Knock Knock.

"Yak! Yeoja galak, buka pintunya!" teriak sehun sedikit menurunkan volume suaranya karena takut mengganggu tetangga yang lainnya.

Sedari tadi Sehun sudah menekan bel dan mengetuk pintu dengan tidak sabaran, namun yeoja galak itu justru tak kunjung membuka pintu apartementnya. Membuatnya kesal setengah mati karena menunggu lama.

Sehun merogoh saku celananya dan mencoba menelepon Baekhyun.

Namun yang terdengar hanyalah suara operator diseberang sana—tidak ada tanda-tanda Baekhyun akan mengangkatnya.

'Sebenarnya kemana yeoja galak itu, kenapa telfonku tak diangkat sih!' dumel Sehun dalam hati.

"Seharusnya dia memberitahu passwordnya jika tidak ingin membukakan pintu , apakah ia tuli hingga tak mendengar bunyi bel..."

Ceklek.

Gerutuan Sehun terputus ketika tangannya tak sengaja menyentuh knop pintu apartement Baekhyun.

Ia terkejut ketika pintu apartement itu terbuka.

Tanpa menunggu lagi, Sehun langsung masuk ke dalam apartement Baekhyun dan mencari yeoja mungil itu didalam.

"Baek?" panggil Sehun. Sehun mencari ke segala tempat, ruang tamu, ruang makan, hingga dapur namun Baekhyun tak berada disana.

"Yak! Yeoja galak dimana kau?"

"Apa kau di dalam kamar?!" teriak Sehun lagi, yang tak kunjung mendapat sahutan.

Ceklek.

Sehun membuka pintu kamar Baekhyun, lalu menyembulkan kepalanya ke dalam , menelurusi isi kamar Baekhyun dan ternyata nihil, Baekhyun juga tak berada disana.

"Aish, kemana gadis itu sebenarnya," pikir Sehun.

Sehun memutuskan untuk menutup pintu kamar Baekhyun kembali, namun suara gemericik dari dalam kamar mandi menghentikannya.

'Apa dia sedang mandi?' pikir Sehun lagi.

Sehun melangkahkan kakinya dan memutuskan untuk bertanya.

Knock knock knock.

"Hei yeoja galak, Apa kau didalam?" tanya Sehun.

Dahinya mengkerut karena Baekhyun tak menjawab.

"Yak! Kau dengar aku berbicara tidak sih!" Sungut Sehun, namun tetap tak ada jawaban. Hanya keran air dan gemericik air lah yang dapat Sehun dengar.

Sehun mencoba membuka pintu tersebut, namun terkunci.

Seketika pemikiran-pemikiran aneh hinggap di kepala Sehun.

"Baekhyun-ah, apa kau di dalam?"

Knock knock.

"Yak! Jawab aku bodoh! Buka pintunya!" teriak Sehun khawatir.

Knock knock.

"Buka atau ku dobrak pintunya sekarang!" titah Sehun lagi, namun tetap tak mendapat sahutan dari dalam, dan itu semakin membuat Sehun khawatir.

Brakkk.

Brakkk.

Brakkk.

Sehun mencoba untuk mendobrak pintu tersebut...

Hingga...

Brakkk...

Pintu tersebut berhasil terbuka dan yang di lihat oleh kedua onyx Sehun kini adalah...

Baekhyun yang pingsan di dalam bath tub dengan keran air yang terus mengisi air ke dalam bath tub tersebut. Bahkan kini terlihat tubuh Baekhyun hampir tenggelam di dalamnya. Membuat Sehun hampir memekik, namun tertahan di kerongkongannya.

"Baekhyun, astaga apa yang terjadi," Sehun menghampiri Baekhyun dan mencoba mengangkat tubuh Baekhyun untuk mengeluarkannya dari dalam bath tub. Ia menggendong Baekhyun keluar ala bridal style dan membawanya menuju tempat tidur.

Sehun membaringkan Baekhyun dengan hati-hati, lalu menepuk-nepuk pipi Baekhyun pelan.

"Baek—sadarlah , Hei... Jangan membuatku khawatir," ringis Sehun ketika melihat Baekhyun belum mau membuka matanya.

Keadaan Baekhyun kini benar-benar terlihat kacau.

Tubuhnya basah, wajah dan bibirnya pucat. Entah sudah berapa lama Baekhyun dikamar mandi. Seingatnya terakhir Baekhyun meneleponnya kisaran setengah jam yang lalu. Karena yah—Sehun sempat mampir ke toko buku dulu sebentar sebelum menuju apartement Baekhyun. Itu berarti Baekhyun hampir setengah jam di dalam kamar mandi.

'Sebenarnya apa yang dia pikirkan hingga menenggelamkan dirinya sendiri didalam bath tub ,ck' dumel Sehun yang tak habis pikir dengan kelakuan Baekhyun namun tetap tersirat nada khawatir didalamnya.

Sehun memperhatikan seluruh tubuh Baekhyun yang basah dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Glek.

Kemeja putih dan celana pendek Baekhyun basah, bahkan kemejanya kini berjiplak—alias tembus pandang hingga memperlihatkan bra hitam yang dikenakan Baekhyun kini, dan itu sukses membuat Sehun menelan ludahnya kasar.

"Aigo lihatlah, dia begitu menggoda," desis Sehun, namun seketika dia tersadar atas ucapannya barusan.

"Apa yang barusan ku pikirkan?! Sadarlah bodoh,!" Sehun menepuk-nepuk pipinya agar segera tersadar dari pemikiran kotor yang sekelebat hinggap dikepalanya itu.

"Tapi..." Sehun menatap Baekhyun dengan pandangan yang sulit di artikan.

"Andwee, andwee. Tidak Oh Sehun. Kau tidak mungkin bukan menyerang wanita yang sedang pingsan." monolog Sehun yang masih sibuk bergelut dengan pikirannya.

Sehun menatap Baekhyun sayu, ia mengelus pipi Baekhyun pelan dengan jemarinya—hingga tangannya beralih membuka secara perlahan kancing kemeja Baekhyun satu persatu.

"Mian Baek, setidaknya ijinkan aku untuk melakukan yang satu ini,"

.

.

.

.

Luhan sedari tadi mondar-mandir tak jelas di dalam kamarnya. Ia gelisah, bingung dan khawatir secara bersamaan.

Ia memikirkan Baekhyun—sahabatnya.

Sedari tadi Luhan terus menghubungi Baekhyun, namun sampai sekarang belum ada satupun telepon Luhan yang diangkat oleh sahabatnya itu.

Bahkan pesan yang Luhan kirim pun sama sekali tak di balas maupun di baca.

Akhirnya Luhan memutuskan untuk menelepon Kyungsoo, tanpa menunggu waktu lama telepon langsung tersambung dengan Kyungsoo diseberang sana.

"Kyungiee," sapa Luhan.

"Ne? Ada apa Luhannie?" sahut Kyungsoo membalas sapaan Luhan.

"Baekhyun..."

"Ada apa dengan Baekhyun?" sambar Kyungsoo cepat.

"Dia tidak mengangkat teleponku Kyung, aku takut sesuatu terjadi padanya jika mengingat kejadian tadi sore saat pulang sekolah," lirih Luhan khawatir ketika mengingat pertemuan mereka dengan Kai tadi.

"Hmm, jam berapa sekarang? mungkin Baekhyun sudah tidur, berpikirlah positif Luhan-ah," ucap Kyungsoo menenangkan sahabatnya itu.

"Tapi Kyung, tak biasanya Baekhyun tidur jam segini, jam 9 itu terlalu cepat untuknya masuk ke dalam mimpi. Kau tahu bukan Baekhyun itu insomnia. Jam tidur tercepatnya yaitu jam 11 Kyung. Ku harap kau tak lupa itu." Jelas Luhan yang sangat mengenal kebiasaan Baekhyun.

"Hmm, lalu bagaimana? Apa kita harus mengeceknya sekarang? Jujur aku khawatir dia melakukan tindakan bodoh. Aku juga sangat mengkhawatirkannya, Lu."

"Ya kurasa itu ide yang bagus. Aku akan menjemputmu Kyung, bersiaplah." titah Luhan , kemudian memutuskan sambungan teleponnya.

'Ku harap kau baik-baik saja Baekhyun-ah'

.

.

.

.

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya pelan, di liriknya jam di atas nakas samping tempat tidurnya.

Jam 09:20 p.m KST.

"Ternyata masih malam" monolog Baekhyun.

Ia mencoba terbangun dan merubah posisinya menjadi bersandar pada kepala ranjang.

"Aigo, kepala ku pusing sekali." Lirih Baekhyun sambil mencoba memijat-mijat pelipisnya pelan.

"Kau sudah bangun?" tanya seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya sambil membawakan nampan berisi makanan dan obat.

"Omo! Ka—Kau kenapa bisa masuk ke dalam apartementku?!" kejut Baekhyun ketika melihat Sehun—berada didalam kamarnya... dan...

"AAAAAAAAA~~~" Teriak Baekhyun ketika tersadar akan sesuatu, membuat Sehun berjingkat dan mengelus dada karena terkejut oleh teriakan melengking Baekhyun.

"KAAUUU!" tunjuk Baekhyun pada Sehun yang kini duduk di samping tempat tidurnya, setelah meletakkan nampan yang dibawanya ke atas nakas meja disamping tempat tidur Baekhyun.

Baekhyun memperhatikan tubuhnya sekilas yang telah berganti dengan piyama monukurobo miliknya.

"Ka-Kau yang menggantikan pakaianku?" tebak Baekhyun dengan penuh harap Sehun akan mengatakan 'Tidak'

Karena seingatnya tadi ia memakai kemeja putih dan celana pendek lalu berendam didalam bath tub akibat frustasi karena Kai meneleponnya dan—setelahnya entah apa yang terjadi padanya, Baekhyun sama sekali tak ingat.

"Hmm" Sehun hanya bergumam, dan itu sukses membuat Baekhyun mendelik.

"YAKK! DASAR BYUNTAE, NAMJA MESUM! APA YANG TELAH KAU LIHAT HUAAAAA~~~" Sehun memutar bola matanya malas melihat reaksi Baekhyun yang berlebihan.

"Apasih! Kenapa reaksimu berlebihan sekali. Aku hanya membantumu mengganti pakaianmu yang basah. Harusnya kau berterimakasih karena aku dengan baik hati mau menolongmu..." tukas Sehun dengan nada suaranya yang sedikit kesal.

"Di tambah lagi, kau itu kenapa jadi yeoja ceroboh sekali. Hingga pintu apartement saja kau tak menguncinya, bagaimana jika ada lelaki mesum masuk dan melakukan hal tidak senonoh padamu? Oh aku tidak bisa membayangkannya jika itu terjadi, Apalagi melihat keadaan mu yang pingsan seperti tadi, berendam di dalam bath tub dan tak sadarkan diri. Ckck sungguh aku tak mengerti jalan pikiranmu itu nona galak." sambung Sehun panjang lebar.

Baekhyun memutar bola matanya malas,cih. 'namja albino ini seperti tak sadar akan ucapannya barusan. Yang lelaki mesum itu kan dia, ck' bisik hati Baekhyun kesal.

"Lagi pula aku tidak tertarik dengan dada ratamu itu." Cibir Sehun, yang tentu saja berbohong, Karena Sehun bersumpah, menurutnya- dimatanya Baekhyun adalah makhluk tuhan yang paling sexy, namun ia tak mungkin berbicara jujur bukan? Bisa-bisa besar kepala yeoja galak di hadapan nya itu.

PLETAK.

Sehun mengelus kepalanya yang baru saja di hadiahi jitakan sayang oleh Baekhyun.

'What The Hell. Dada rata katanya? Bagaimana mungkin dada ukuran 34D miliknya dimasukkan ke kategori rata? Memangnya ukuran dada wanita seperti apa yang Sehun sukai? ukuran 36a/b/c/d? atau yang terlihat seperti Hyorin Sistar? Ckck, lagipula untuk apa juga dirinya memusingkan hal itu. Dasar bodoh!' pikir Baekhyun.

"Berhenti membahasnya. Kau membuatku malu bodoh!" delik Baekhyun sebal, membuat Sehun terkekeh pelan.

"Tapi bokongmu boleh juga.."

"Oh seh..."

"Pahamu juga mulus,"

"Sehun..."

"Perutmu rata dan itu terlihat sexy"

"YAK! OH SEHUN KAU MAU MATI!"

Baekhyun langsung menjambak rambut brown milik Sehun ketika namja itu terus-terusan menggodanya, membuat Sehun mengaduh kesakitan.

"Yakk, yakkk! Ampun. Baiklah-baiklah aku berhenti." mohon Sehun namun sama sekali tak di idahkan oleh Baekhyun.

Baiklah , Sehun terpaksa mengambil jalan keluar ketika sebuah ide cemerlang melintas di otaknya.

Dengan gesit, Sehun mencengkram pergelangan tangan Baekhyun dan menarik tangan itu dengan sekali hentakan hingga terlepas dari rambutnya, namun sayang kejadian itu terlalu cepat , karena Baekhyun yang tidak siap, tubuh gadis itu langsung limbung dan posisinya kini berada tepat di atas Baekhyun dengan tubuh yang menindih gadis mungil itu.

Sadar akan posisi mereka, Baekhyun membulatkan matanya terkejut, sedangkan Sehun malah berekspresi sebaliknya—namja itu terlihat santai. Aigo apa yang direncanakan namja albino itu sebenarnya.

"Ap-Apa yang kau lakukan! Menyingkir dari tubuhku!" Baekhyun terlihat berusaha untuk menyingkirkan Sehun dari tubuhnya, namun sayang namja itu terlalu kuat, huh.

"Apa lagi? Tentu saja menciummu,"

CUP

Baekhyun membolakan matanya terkejut atas aksi Sehun yang...hhmm yah cukup berani mencuri ciumannya.

Awalnya hanya menempel, namun semakin lama Sehun terbuai akan bibir manis Baekhyun, perlahan-lahan Baekhyun memejamkan matanya, mengikuti alur Sehun yang melumat bibirnya pelan. Lidah Sehun mendorong bibir Baekhyun untuk masuk ke dalamnya, dan ketika Baekhyun membuka celah bibirnya, dengan cepat Sehun langsung menerobos masuk ke dalam rongga mulut Baekhyun, mengabsen satu persatu gigi Baekhyun dan berperang lidah di sana. Baekhyun membalas ciuman Sehun, dan semakin lama ciuman itu semakin menuntut, bahkan Baekhyun kini tak sadar jika lengannya telah mengalung indah di leher Sehun.

Dan bunyi berkecipak pun terdengar di dalam kamar itu.

Baekhyun bukanlah yeoja polos seperti yang kalian pikirkan, tentu saja ucapan Baekhyun yang mengatakan jika ia tak pernah berciuman adalah bohong. Gadis itu pernah beberapa kali berciuman dengan Kai—mantan kekasihnya dulu. Jadi tak usah di ragukan lagi keahliannya dalam berciuman, hehe. bahkan Baekhyun seakan tak sadar dengan ancamannya tadi sore pada Sehun untuk tak menyentuhnya, ia terlalu terbuai dan menikmati ciuman Sehun padanya saat ini.

Baekhyun melenguh ketika tangan Sehun mulai nakal, namja itu menyusupkan tangannya ke dalam piyama Baekhyun, membuat Baekhyun dengan cepat melepaskan pagutannya.

"Sehun... Apa yang Kau... Hhmpphh "

CUP

Sehun mencium Baekhyun lagi, kali ini lebih lembut, membuat Baekhyun kembali terbuai dan melupakan hal yang ingin di katakan gadis itu tadi. Ck, Sehun benar-benar kisser yang handal dan Baekhyun harus mengakui itu.

Ciuman Sehun kini turun ke leher Baekhyun, jujur saja Sehun benar-benar tergoda dengan leher putih Baekhyun nan mulus. Ia mengecup, menjilat leher Baekhyun berulang kali, hingga beralih menjilat cuping dan belakang telinga Baekhyun lalu menggigitnya, membuat Baekhyun hanya mampu memejamkan matanya menikmati sentuhan Sehun. Ciuman Sehun kembali turun ke leher putih Baekhyun dan membuat beberapa tanda disana.

"Ssshh... Sehun-ahhhh..." Baekhyun mendesah pelan.

"Heum, mendesahlah sayang, dan sebut namaku," bisik Sehun di telinga Baekhyun lalu meniup-niupkan nafasnya di wajah Baekhyun.

Baekhyun membuka matanya dan matanya kini bertubrukan langsung dengan kedua hazel milik Sehun. Jarak wajah mereka bahkan begitu dekat, deru napas mereka bahkan beradu, entah sadar atau tidak jantung mereka kini sama-sama berdegup kencang , hingga kedua bibir itu kembali saling melumat lagi, dengan lengan Baekhyun yang semakin menarik kepala Sehun untuk menciumnya lebih dalam, bahkan kini tangan kanan Sehun tidak tinggal diam. Tangannya ia gunakan untuk membuka kancing piyama Baekhyun satu persatu, namun...

"BAEKHYUN-AH!," teriak seseorang, bukan, melainkan dua orang.

Teriakan itu membuat Sehun menghentikan aktivitasnya yang tadi sibuk membuka kancing piyama Baekhyun sekaligus membuat pagutan mereka pun terlepas, Baekhyun sempat mendesah kecewa namun mereka berdua sama-sama membulatkan matanya terkejut.

"Baekhyun-ah, apa kau di dalam?" derap langkah kaki kini terdengar semakin mendekat menuju kamar Baekhyun, membuat kedua orang yang masih saling menindih itu menatap satu sama lain.

"Itu..." mereka masih sama-sama menampakkan ekspresi terkejut.

"Kyungsoo dan Luhan.." ujar mereka berbarengan.

.

.

.

.

"Apa yang harus kita lakukan?" celetuk Sehun.

"Kenapa masih bertanya? Cepat sembunyi bodoh." tutur Baekhyun gemas, karena bisa-bisanya Sehun masih bertingkah bodoh di saat situasi seperti ini.

.

Ceklek

"Baekhyun-ah apa Kau..."

Luhan terkejut ketika mendapati Baekhyun berada di dalam kamarnya.

Di lihatnya kini Baekhyun sudah tertidur pulas di atas ranjang king size milik nya, dan ia jadi tak tega untuk membangunkan sahabatnya itu.

"Sepertinya kau benar Kyung, uri Baekhyun sudah terlelap dalam mimpinya," ucap Luhan pelan, takut Baekhyun terusik dalam tidurnya.

Mereka tidak tahu saja jika Baekhyun berpura-pura tertidur dan sedang mati-matian menahan desahan sekaligus umpatannya. Karena kini posisinya sangat amat tidak menguntungkan baginya.

Kenapa? Karena pasalnya, namja albino yang sedari tadi melakukan adegan ekhem ... cukup panas dengannya itu kini tengah bersembunyi di dalam selimut tebal yang kini membungkus tubuhnya sekaligus Sehun, dengan Sehun yang tentu saja memeluknya , dan kepala Sehun yang sejajar dengan buah dadanya jelas membuat Baekhyun menggigit bibirnya kuat menahan desahan karena aksi Sehun yang nakal di balik selimut tebalnya itu.

"Heum, sepertinya kita saja yang terlalu berlebihan mengkhawatirkannya Luhannie, Kajja lebih baik kita pulang sekarang." ujar Kyungsoo yang hanya diangguki Luhan, mereka menutup kembali pintu kamar Baekhyun dan bergegas pulang ke rumah masing-masing. Meninggalkan Baekhyun yang telah mereka anggap sudah terlelap dalam mimpinya.

Baekhyun membuka matanya pelan, ketika di rasanya kedua sahabatnya itu sudah pergi keluar dari apartementnya.

Sialan hampir saja ia ketahuan.

Sekarang tinggal satu lagi masalahnya.

Sehun.

Namja albino itu benar-benar membuatnya frustasi.

Baekhyun langsung membuka selimutnya, dan terlihat namja albino itu kini tengah memilin puting susunya dengan menjempitkannya diantara ibu jari dan jari telunjuk miliknya.

Shit . Sehun bahkan berhasil menelanjanginya dengan begitu mudahnya. Bagian atas tubuhnya sudah terbuka setengah, payudaranya bahkan sudah menyembul keluar karena memang ia tak memakai Bra, Sehun sepertinya sengaja , entah apa yang di rencanakan namja albino itu, sedari awal Baekhyun memang sudah berhasil di telanjangi, mengingat Sehun lah yang menggantikan pakaian Baekhyun.

Namja albino itu ternyata hanya memakaikan piyamanya saja tanpa memakaikan pakaian dalam—ckck dasar Oh Sialan Sehun.

"Eungghhh..." desah Baekhyun ketika Sehun mengulum payudaranya dan sebelah tangannya meremas kuat payudara kirinya.

"Sehunn-aahhhh..." Baekhyun mengerang kenikmatan.

Plop

Puas dengan payudara Baekhyun, Sehun kembali menindih Baekhyun lalu menyambar bibirnya cepat, dan melumatnya dengan begitu lembut namun masih ada unsur nafsu didalamnya, akal sehat Baekhyun kini benar-benar di uji, ia tiba-tiba menginginkan Sehun.

Menginginkan namja albino itu untuk menyentuh tubuhnya lebih dari yang sudah di lakukannya sekarang.

Ini gila.

Benar- benar gila.

Baekhyun melenguh ketika Sehun menggigit bibirnya sebelum melepaskan pagutan mereka lalu mengerling nakal.

"Lihatlah, ancaman mu tadi sore tidak berarti apa-apa untukku, buktinya aku bisa menyentuhmu bukan?" Sehun tersenyum miring.

Sialan.

Baekhyun tersipu, wajahnya memerah karena ucapan Sehun yang memang benar adanya. Namja albino itu bahkan berhasil setengah menelanjanginya, lalu apa lagi yang ingin dilakukannya sekarang?

Sehun bangkit dari tubuh Baekhyun lalu sedikit merapikan pakaiannya ditubuhnya, tak lupa ia juga mengancingkan piyama Baekhyun yang beberapa kancingnya terlepas karena ulahnya, dan itu membuat Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung.

Apa ini?

Apa hanya sampai sini saja kegiatan panas mereka? Oke, Baekhyun akui dirinya cukup terangsang, ta-tapi kenapa Sehun malah menghentikan-

CUP

Nya...

"Hentikan pikiran kotormu, aku tak mungkin memperkosamu bukan? Apalagi kau terlihat sedang sakit, jadi aku tak mungkin melakukannya , bisa-bisa aku tidak puas hanya merasakan satu ronde karena kau kelelahan,"

PLAKKK

Baekhyun menepuk bahu Sehun cukup keras, yang hanya dibalas oleh kekehan Sehun.

"Apa sih yang kau bicarakan!" delik Baekhyun sebal, ia bangkit dari tidurnya lalu terduduk di pinggir ranjang bersama Sehun yang kini tengah memperhatikan dirinya yang sibuk merapikan penampilannya.

Sehun mengulurkan tangannya untuk membantu merapihkan rambut Baekhyun, namun tangannya segera di tepis oleh yeoja mungil itu .

"Apa?! Jangan berani beraninya menyentuhku lagi!" sungut Baekhyun di iringi tatapan matanya yang tajam.

"Cih, galak sekali." Sehun mencibir.

Baekhyun menghiraukan Sehun, ia lebih memilih keluar kamarnya dan pergi ke dapur mengambil minum karena merasa kerongkongannya kering akibat aktivitasnya bersama namja albino menyebalkan itu tadi.

Aigo mengingatnya membuat pipi yeoja itu kembali memanas. Baekhyun merutuk dalam hati karena masih saja terbayang perlakuan mesum Sehun padanya itu.

"Aku sudah membelikanmu soju yang kau minta, apa kita akan meminumnya sekarang?" tanya Sehun yang ternyata mengekorinya ke dapur.

"Tidak! Aku akan meminumnya lain kali, lebih baik kau kembali ke apartement mu sekarang!" usir Baekhyun.

"Mwo? Yakk! Kau mengusirku?" ujar Sehun tak terima.

"Ne, jadi sekarang cepat pergi dari sini !" perintah Baekhyun, yang tangannya kini tengah mendorong punggung Sehun menuju pintu apartementnya.

"Hei, kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini, kau yang menyuruhku kemari, kau juga yang mengusirku, ck dasar tidak sopan," cerocos Sehun yang masih sebal karena Baekhyun mengusirnya.

"Terserah padaku! Ini apartementku! Lagipula tidak baik untuk terlalu lama di bawah satu atap denganmu. Kau itu berbahaya. Belum beberapa jam saja, kau sudah berani berbuat macam-macam,tsk." cibir Baekhyun sambil berkacak pinggang.

"Eoh, apa salahnya? Lagipula Kau juga terlihat menikmatinya." Goda Sehun yang langsung mendapatkan tatapan maut dari Baekhyun.

"YAKK! TUTUP MULUTMU, BRENG..."

CUP

Baekhyun membolakan matanya terkejut ketika Sehun kembali mencium bibirnya secara tiba-tiba, membuat ucapannya terputus karena bibirnya yang dibungkam oleh Sehun.

"Sepertinya bibirmu ini harus sering ku bungkam terlebih dahulu agar kau tak sering-sering mengumpat," celetuk Sehun yang membuat Baekhyun tersadar setelah mendapat ciuman tiba-tiba dari namja albino di hadapannya itu.

"Good Night, Have a nice dream, babe." Kerling Sehun sebelum keluar dari pintu apartement Baekhyun.

Baekhyun mematung sambil memegang bibirnya , bekas ciuman Sehun masih terasa hangat di bibirnya, dan jantungnya kini berdegup kencang ketika mengingat ucapan Sehun tadi. Tanpa ia sadari bibirnya kini melengkung ke atas , tersenyum ketika mengingat perlakuan Sehun malam ini padanya.

"Dasar albino sialan. Bisa-bisa nya membuat jantungku berdetak tak karuan, ishhh" rutuk Baekhyun, di iringi senyuman tipis dan semburat merah menghiasi wajah cantiknya kini.

.

.

.

.

.

TBC/END?

Maljum oi maljum wkwk.

Nc failed, nc yg tertunda apa NC yg tidak di sengaja ini?

Wkwk kurang hot ya NC nya?

Readers : iyalah pake nanya lagi lu rin -_-

Wkwk, maap ga ahli bikin NC *Sad* trs gimana gimana lanjutannya? Makin aneh ya :D kayak hubungannya hunbaek yang musuh tapi mesra LoL.

Sebelumnya maaf atas keterlambatan apdet, ada yg nungguin? *nggak*

Ini agak lebih panjang loh :v , harusnya di bagi jadi 2 chapter. Tp aku putuskan buat di jadi in satu aja *Yehet*

Hehe, maaf juga kalo bahasanya agak berantakan dan sulit dimengerti *bow* aku sendiri jg bingung milih kata-kata yang pas :D maklum masih amatir :v semoga suka sm chapter ini ya.

SPECIAL BIG THANKS untuk yang sudah mereview dari awal.

Prolog : Tiwai606 , parkbaekhe , SeJong9488 , fujokuu , Huncloud94 , chocolate stick , all guest.

Chapter 1 : Min Hun , Tiwai606, SeJong9488 , phyv , chocolate stick dan guest .

Balasan untuk review chapter 2 yang tidak memakai akun ffn :

estyn48 : halooo, sudah di lanjut ya, semoga suka ceritanya hehe, trimks sdh menyempatkan review *bow*

Minhun : kkkk~ chapter ini udh agak panjang yak :p, baekhyun galak ya? Aku jg suka kalo dia galak, bkin gemes :3 , hehe irene biasku jg kok , iya ada jongin disini, soalnya aku Ga bisa move on dari kai

Tiwai : Oke sudah di lanjut ya, kelamaan ya? /iyalah rin pake nanya lg/ -_- , hehe iya di sini ada jongin xD abisan dia cocok jd org ketiga/?

Aku seneng kalo baca respon positif yg msk dikotak review ff ku, terutama kalo yg review nya panjang2 kayak anu nya sehun/? , So, jgn bosen2 untuk mereview ya :)

Untuk balasan review chapter dua yg memakai akun silahkan cek dm kalian masing2 ya , seperti yg udh aku blg, aku bakal menyempatkan membalas review kalian di ff abal ku ini.

So

Mind to review?

Xoxo.

ParkHyerin6194.