.
.
.
.
.
~K.A.I~
.
.
.
.
.
Sehun semakin cemas dari menit ke menit menjelang pernikahannya. Ini terlalu cepat dan sebenarnya ia tidak pernah siap menanggung resiko apapun yang terjadi kedepannya. Apalagi membayangkan ia akan tinggal bersama pangeran ke-4 chanyeol, dan meninggalkan istana? bagaimana dengan masa depannya nanti.
Istana inilah tempat dirinya dan pangeran lainnya dibesarkan. Tempat inilah yang membuat Sehun dapat merasakan berlimpahnya cinta yang ia rasakan selama ini. Apa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepas semua itu?
Brugghhh!
(terdengar suara sesuatu terjatuh!)
"Apa itu? S-siapa?" . sehun tanpa ragu melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana terdengar suara sesuatu terjatuh tersebut. Namun... ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Hanya terlihat jendela yang terbuka.
Sehun menutup jendela tersebut. Ia berbalik dan menemukan, "Jongin? b-bagaimana kau bisa berada disini?". Anehnya setiap pertemuan Sehun dengan Jongin pasti selalu dalam situasi yang tidak terduga.
Jongin memperhatikan dengan seksama penampilan sehun malam itu, "kau akan menikah?". Nada suara jongin sangat lemah, terdengar seperti bisikan.
Sehun mengangguk lemah sebagai jawabannya. lalu Jongin lebih mendekat, "dengan siapa? Siapa yang akan menikahimu?"
"Pangeran ke-4 chanyeol"
"apa kau mencintainya?" tanya jongin, jongin merasakan patah hati. Sangat!
jantung sehun berdegup kencang, "kau tidak akan mengerti!"
selama beberapa menit, sehun menjelaskan semuanya pada jongin. jongin mengerti karena ia dapat merasakan perasaan sehun.
"aku akan membawamu pergi!" jongin menggenggam erat tangan sehun, "percayalah padaku!" karena hanya sehunlah yang ia miliki saat ini. Satu-satunya seseorang yang ingin jongin pertahankan untuk selamanya, berada disisinya!
"kau tidak bisa! Aku seorang pangeran! Kau ingat?" air mata sehun jatuh. Jongin seperti malaikat yang dikirimkan tuhan untuk sehun. ia selalu datang ketika sehun dalam masalah seperti 5 tahun yang lalu. Sehun merasa bersyukur jongin mau mempercayainya.
"Pangeran ke-5 Sehun, kau harus tau!. Aku juga seorang Pang-..."
Sebelum jongin menyelesaikan kalimatnya. Sehun maraih tubuh jongin dan menciumnya. "Aku tidak peduli siapapun dirimu, aku percaya padamu. Jongin!"
Jongin membelai rambut sehun, "Hunniya, kau harus tau! Siapa aku sebenarnya" jongin menarik nafas, "Aku pange-
"PANGERAN KE-5 SEHUN!"
Sehun dan Jongin begitu terkejut begitu menyadari ada orang lain selain mereka di ruangan tersebut. Pangeran ke-4 Chanyeol tampak akan murka, namun ia berhasil menahan emosinya. "aku menunggumu untuk pernikahan kita. Tetapi ternyata kau! GANTUNG PEMUDA ITU MALAM INI JUGA!", akhirnya ia mengeluarkan kemarahannya juga.
Sehun berdiri menghalau para pengawal yang akan membawa jongin pergi. "itu tidak akan terjadi! Kau bukan raja yang berhak memutuskan hukuman pada seseorang yang berada di Istana ini!"
Pangeran ke-4 Chanyeol mengepalkan tangannya menahan emosi yang kian memuncak, "Kalau begitu. Bawa pemuda itu ke hadapan ratu Boa!"
"TIDAK!" sehun bersujud kepada chanyeol, "Pangeran ke-4 Chanyeol. Tolong lepaskan pemuda tersebut. Jika tidak!... aku akan membatalkan pernikahan kita!"
Pernyataan Sehun membuat Chanyeol terdiam. Jadi, sehun rela bersujud memohon kepada dirinya hanya untuk kebebasan pemuda itu? siapa pemuda itu? mengapa sehun sampai merendahkan dirinya untuk melindungi pemuda tersebut?
Namun jongin membawa tubuh sehun untuk kembali berdiri. Sambil menggenggam tangan sehun, "aku akan menghadap ratu Boa. Aku juga membawa informasi penting tentang Raja"
"apa?" sehun bergumam
Pangeran ke-4 Chanyeol tampak tertarik dengan alasan jongin. "aku akan membawamu untuk menghadap ratu Boa. Dengan syarat. Apa yang kamu ketahui tentang Raja?"
"Tidak! Jangan jongin! jika kau mengetahui apapun tentang kondisi raja saat ini. Jangan biarkan kita mengetahuinya. Itu hanya akan menimbulkan konflik diantara para pangeran! Kumohon!", rasanya sehun ingin membawa jongin pergi dari istana pada malam itu juga. Semoga jongin mau mendengarkan sehun.
Sementara Jongin memang sudah memiliki rencananya sendiri.
"seorang pelayan untuk meracuni raja. Raja sedang sakit parah. Racun itu adalah racun yang sulit disembuhkan, bahkan bisa membuat seseorang mati!"
"TIDAK! JONGIN!" ujar sehun tak percaya. 'kenapa kau tidak mendengarkanku?' batin sehun sedih
"HAHAHAAAA" pangeran ke-4 chanyeol tampak bahagia mendengar kabar itu, "baiklah. Sesuai janjiku, aku akan membawamu kehadapan ratu Boa" chanyeol beralih memfokuskan dirinya pada sehun, "aku tidak akan membatalkan pernikahan kita. Tapi aku hanya akan memundurkan waktunya saja!"
"apa maksudmu?"
"kau tau maksudku pangeran-5 sehun!" chanyeol pergi meninggalkan ruangan.
Sehun terlalu lemas sehingga jongin menangkap tubuhnya, "apa kau baik-baik saja?", sehun menggelengkan kepalanya. "apa itu artinya, chanyeol hyung akan melakukan penyerangan?". Jongin mengiyakan, "meskipun ia menikahimu hari ini, ia memang mengincar kekuasaan di istana ini. Karena itulah aku berkata apa adanya. Untuk menyelamatkanmu darinya!"
"jongin?"
"yaa hunnie! Dengarkan aku!,... sebenarnya... aku mencintaimu. Apa... kau juga mencintaiku?"
Sebelum mendengar jawaban sehun, karena para pengawal sudah memboyong tubuh jongin pergi.
.
.
.
.
.
Ini adalah pertama kalinya jongin melihat langsung wajah ibundanya. Ratu Boa dengan anggun menyapa jongin. jongin dapat melihat kekhawatiran dan kesedihan dimata ibundanya. Selama 20 tahun ini, Ratu Boa pasti memiliki hari-hari yang sulit tanpa dirinya.
"setiap tahun aku melihat anak-anak bermain disekitar istana. Meski mereka adalah anak suamiku. Tetapi mereka bukan berasal dari perutku. Aku selalu meminta sehun untuk menemaniku kadang-kadang!" ratu Boa menjelaskan dengan penuh keharuan dimulutnya, "aku yakin anakku tidak pernah meninggal. Sampai 5 tahun yang lalu seseorang mengatakan anakku masih hidup. Aku bersyukur dan terlalu bahagia".
"a-aku minta maaf" jongin menunduk dalam. Sebenarnya ia tak perlu melakukannya.
"Raja diracuni dan para pangeran bersaing untuk meruntuhkannya. Akupun mendengar tentang penyerangan hari besok. Dengan terpaksa, aku mengutus orang untuk mencarimu dan menyingkirkan penghalang"
DEG!
Haraboji, Halmoni...
Ingatan dimana keduanya tewas muncul kembali di pikiran jongin. jadi ternyata, ibu kandungnya sendiri yang melakukannya!
Jongin mengangkat wajahnya, tatapan matanya dipenuhi kemarahan. "Kau yang membunuh kakek-nenek ku?!"
"Kamu harus mendapatkan hak mu di istana ini! Dan penghalang itu pantas mati!" ungkap ratu Boa
"mereka bukan penghalang! Mereka yang menyuruhku tinggal di istana ini! Tanpa mereka, aku tidak akan hidup! Tak akan mampu bermain pedang dan bertahan di dunia yang kejam ini! Bahkan takdirku terlalu menyakitkan untuk diriku sendiri!"
Ratu Boa melembut dikalimatnya, "aku tidak melahirkanmu sebagai seseorang yang lemah. Kau memiliki beban berat untuk mempertahankan kekuasaanmu kelak! Apa kau tak pernah berpikir bahwa apapun yang aku lakukan ini untuk menebus kesalahanku? Kesalahanku adalah tidak mencarimu!"
"kalau begitu aku memang tidak berniat meninggalkan istana ini. Sekarang aku ingin bertemu dengan raja! Tolong, Ratu!" jongin bersujud untuk mendapatkan izin dari ratu Boa
.
.
.
.
.
Di Kamar Raja Soo Man
Raja Soo Man menutup matanya. namun ia masih dapat mendengar apapun di sekitarnya.
"Raja, aku telah membantai seluruh keluarga pelayan yang telah meracunimu. Aku kembali untuk menghentikan semua ini. Akulah putra mahkota, anak ratu Boa. Pangeran ke-1 Kai"
Ajaibnya, raja Sooman seolah mendengar mantra yang dapat memberinya kekuatan untuk membuka matanya. perlahan mata itu terbuka, menatap jongin pengan penuh kebanggaan. Walaupun raja masih tidak dapat mengatakan apapun karena keterbatasan kemampuan fisiknya akibat pengaruh racun yang sangat kuat.
"Aku akan memimpin pasukan untukmu. Aku telah siap untuk sebuah perang. Itulah yang selama ini aku pelajari dihutan. KangIn Haraboji mengajariku banyak hal tentang medan pertempuran. Tolong jangan khawatir!" Jongin dengan percaya diri meminta pengakuan dari raja. Raja hanya mampu menatapnya saja, itu sudah cukup untuk jongin. ingin sekali jongin memanggil raja dengan sebutan ayah. Mungkin bukan hari ini, tapi suatu saat nanti. Jongin akan menantikan hari tersebut.
.
.
Di waktu yang sama. Pangeran ke-5 Sehun menemui Ratu Taeyeon. Disana juga ada Pangeran ke-3 Baekhyun. "apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau akan menikah dengan Pangeran ke-4 Chanyeol itu? dan membuat keluarga kita dianggap pengkhianat?", Pangeran ke-3 baekhyun memberikan rentetan pertanyaan tanpa jeda, ia sangat marah. "asal kau tahu saja. Pangeran ke-2 Yifan telah berjanji untuk menjaga kita tetap tinggal di istana ini. Kita hanya harus berada di pihaknya! Itulah kebodohanmu!"
"Hyungnim! Eommonim! Maafkan kebodohanku!"
"baguslah kau sudah sadar. Sekarang lupakan tentang pernikahan itu. Eomma sangat menentangnya! Demi keluarga kita!" Ratu Taeyeon memeluk Sehun, "Eomma dan hyung sangat mengkhawatirkanmu!"
Baekhyun mendelik tajam. "lalu apa yang membuat pernikahanmu ditunda?"
"Tolong dengarkan sehun kali ini! Kalian harus membatalkan kerja sama dengan Pangeran ke-2 Yifan!. Karena Itu hanya akan sia-sia. Pangeran ke-4 Chanyeol mendapat banyak bantuan berkat koneksinya di pasaran. Tolong jangan meragukan kekuatan Ratu Sooyoung, dia bukan tandingan siapapun, termasuk ratu Boa sekalipun!"
Ratu Taeyeon dan Pangeran Baekhyun terdiam, mereka tau jika penyerangan ini akan membawa banyak darah. Tetapi Ini bukan waktu yang tepat untuk mundur. "tidak bisa! Sekarang, yang bisa kita lakukan adalah menonton. Jika Pangeran ke-2 Yifan kalah dipenyerangan. Kita bisa melepaskan diri dan mendukung pihak yang menang!" ucap Ratu Taeyeon
"Dengan begitu, kita tidak akan dirugikan. Kita harus mencari jalan aman!" tambah Baekhyun.
"Aku mengerti..." jawab sehun
Malam itupun berlalu sangat cepat. .
Jongin menghabiskan malam itu dengan memandang bintang-bintang di langit kerajaan Exo. Jongin tidak akan pernah menyesal dengan keputusannya. Jongin memang berencana membalaskan dendamnya atas kematian haraboji dan halmoninya. Namun sekarang, kepercayaan dari pihak kerajaan adalah terpenting. Jongin akan berpura-pura mengabdi dan mengorbankan semuanya demi mendapatkan tempatnya (tahta). Jongin akan menggunakan waktu singkat tersebut untuk menukar takdirnya dengan kebahagiaannya. 'Tunggu! Jongin akan hidup kembali!' batinnya.
.
.
.
.
.
'Next?'
.
.
.
.
.
Moment KaiHun-nya dikit banget, maafkanlahh #Bow
Terus buat yang masih nunggu story GUM! Author minta maaf masih nyari waktu buat pengerjaannya. Ide sama jalan cerita udah kebawa2 mimpi tapi masih belum sempet buat nulis.
Lalu, author juga liat, skala pembaca meningkat, tapi kok yang review hanya beberapa orang aja? #sad
Please tinggalkan Komentar yaa Chinguu...
Arigato~~~ !
