Secret Admirer
Summary
Menjadi secret admirer bukan hal yang buruk, walaupun cukup menyakitkan. Berkali kali mencoba berpindah hati, tetap saja tidak ada yang sesuai di puzzle hati, selain dia. Kyungsoo! Let's move on! Huh... i can't.
Rate : M
Cast : KAISOO
Other cast : Chanbaek
Genre : Romance, Humor, Hurt
YAOI, Boys Love
Don't Like, Don't Read
Happy Reading
Chapter 4—
.
.
.
.
.
.
.
[PREVIOUS]
Disisi lain, Jongin juga dicaci maki, bahkan lebih parah. ia bahkan ditarik paksa oleh seniornya menghadap senior Kyungsoo untuk menyelesaikan masalah mereka. Jongin memohon pada Jongdae dan Minseok untuk memahami maksudnya semalam, berhubung mereka sudah saling kenal dekat. Jongdae akhirnya memutuskan untuk menemani langsung Jongin menghadap senior Kyungsoo tersebut,
"YA! Ini salahku! Bukan salah pria itu!" Jongin membentak senior Kyungsoo, tetapi para senior itu malah menatap tajam Jongin yang notabene hanyalah seorang junior.
"Apa begini caramu mendidik juniormu? membentak senior lain, begitu?" tanya senior Kyungsoo pada Jongdae yang berdiri disamping Jongin.
"tapi kau terlalu berlebihan menghukum juniormu, ekskulmu tidak seharusnya memberi hukuman begitu" jawab Jongdae dengan santai.
"Ya! Kau mengajak bertengkar?"
Jongdae hanya berdecih, sebelum akhirnya Jongin mengoceh lagi karena sudah pukul lima pagi tapi Kyungsoo tak kembali juga, bahkan sudah lebih lima belas menit dari waktu yang di tentukan, Kyungsoo pun sudah tak tampak lagi dari pandangan mereka.
"Apa kalian menjamin kesehatan Kyungsoo?" tanya Jongin lagi dengan panik, tapi para senior itu diam saja tak menjawab, raut mereka pun sudah mulai ikut panik.
"YA! Kalian benar benar sudah gila!" teriak Jongin,
Setelah menatap tajam para seniornya Kyungsoo, Jongin buru buru berlari ke atas bukit untuk menyusul Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jongin berlari lari dengan panik mencari keberadaan Kyungsoo,
"KYUNGSOO-AAAHHH!" teriak Jongin sambil terengah engah, pria itu mendapati Kyungsoo sedang tersungkur dan menjongkokkan dirinya di tengah tengah perjalanannya, Kyungsoo bahkan terus berusaha berjalan jongkok menuruni bukit, Kyungsoo memegang dadanya dan bernafas dengan susah payah.
"YA! GWAENCHANAA?!" Jongin meraih kedua pipi Kyungsoo dan menggengamnya, raut wajah Jongin semakin panik melihat kulit Kyungsoo yang memerah, pupil matanya membesar, dan Kyungsoo kesulitan bernafas. Tatapan dan tingkahnya pun seperti orang bingung, Jongin buru buru memegang tangannya dan merasakan denyut nadinya,
"kau hipotermia?!" tanya Jongin dengan panik setelah merasakan denyut nadi Kyungsoo yang lemah dan tak beraturan, Jongin yakin sekali dari semua gejalanya, pasti Kyungsoo mengalami hipotermia. Tapi, percuma saja Jongin bertanya, Kyungsoo tidak akan menjawab karena Kyungsoo benar benar sudah tidak bisa menyesuaikan kondisi tubuhnya sendiri saat itu, buru buru Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo dan menggendong tubuh mungil tak berdaya itu turun dari bukit, Jongin bahkan berlari agar keadaan Kyungsoo cepat dan segera ditangani.
.
.
.
.
.
Secret Admirer
.
.
.
.
.
Jongdae berteriak memangil para petugas kesehatan untuk segera mempersiapkan tandu setelah melihat Jongin berlari menuruni bukit sambil menggendong Kyungsoo, para anggota ekskul palang merah remaja pun turun andil membantu para petugas kesehatan yang memang sudah disediakan sekolah. Jongin berlari mengiringi tandu yang membawa tubuh Kyungsoo menuju ruang kesehatan yang sudah disediakan, Jongdae pun berlari menyusul Jongin tanpa mempedulikan senior Kyungsoo yang pada akhirnya ikut mengejar tubuh Kyungsoo juga. Mata Jongin memerah saat para perawat mulai menangani kondisi Kyungsoo, Kyungsoo benar benar sudah pingsan dan kekurangan oksigen.
"DIA KEKURANGAN OKSIGEN! PANGGIL AMBULANS DAN SIAPKAN OKSIGEN!" teriak salah satu perawat membuat para perawat yang lain buru buru mengambil oksigen. Disaat para perawat itu sibuk menyiapkan tabung oksigen, perawat yang sedang mengontrol kondisi pernafasan Kyungsoo berteriak lagi,
"NAFASNYA BERHENTI?!"
Jongin tanpa pikir panjang langsung mendekati tubuh Kyungsoo dan mendekatkan bibirnya ke bibir Kyungsoo, Jongin sudah mempelajari banyak mengenai hipotermia di ekskulnya, sebelum terlambat Jongin buru buru membantu pernafasan Kyungsoo dengan memberinya nafas buatan sampai tabung oksigen siap sedia digunakan. Bahkan sudah lebih dari tiga kali Jongin memberikan nafasnya ke dalam mulut Kyungsoo, tapi Jongin tetap tidak putus asa.
"pernafasannya sudah kembali normal" ujar sang perawat pada perawat lainnya setelah Jongin susah payah memberikan nafas buatan.
Jongin kemudian memeluk tubuh Kyungsoo, ia tahu disaat saat seperti ini cara membantu penderita hipotermia adalah dengan menghangatkan tubuh mereka, dan lebih efektif jika kita melakukan kontak langsung dari kulit ke kulit, Jongdae bahkan buru buru berlari kembali ke tenda mengambil selimut untuk menutupi perut dan kepala Kyungsoo kemudian Minseok ikut menyiapkan handuk kering yang dihangatkan untuk mengompres Kyungsoo. Selama itu pula, Jongin tetap memeluk tubuh Kyungsoo yang sedang berbaring lemah itu, lama, cukup lama hingga membuat para perawat memundurkan tubuh mereka dan membiarkan Jongin menghangatkan tubuh Kyungsoo. Jongdae dan Minseok pun yang baru datang lagi menghentikan niat mereka sebentar untuk menyelimuti dan mengompres Kyungsoo, mereka sama sama menatapi Jongin yang terus membungkukkan tubuhnya memeluk tubuh Kyungsoo diatas kasur rawat. Setelah dirasa suhu tubuh Kyungsoo tidak terlalu dingin, Jongin melepaskan pelukannya, Jongdae dan Minseok menghampiri.
"is he okay now?" tanya Jongdae membuat Jongin mengangguk dengan mata merahnya. Minseok buru buru menyelimuti perut dan kepala Kyungsoo, kemudian ia membiarkan Jongin meraih handuk yang sudah dihangatkan kemudian meletakkannya diatas dada Kyungsoo.
Mengingat hipotermia membutuhkan penanganan medis darurat, maka setelahnya Kyungsoo benar benar harus ditangani serius setelah mobil ambulans datang. Darah Kyungsoo harus segera dihangatkan dengan mesin hemodialisis, dan Kyungsoo juga harus menghirup oksigen yang sudah dilembapkan atau dihangatkan melalui masker dan selang. Jongin melepaskan Kyungsoo dari pandangannya sebelum akhirnya melanjutkan lagi kegiatan ekskulnya.
Jongin menghadap kepada para senior dan wali pembina ekskulnya sebelum melanjutkan kegiatannya disaat yang lain sudah memulai pelantikan mereka, Jongin diinterogasi ini dan itu oleh pembina ekskulnya. Bukannya mendapatkan apresiasi, Jongin mendapat hukuman habis habisan, Jongin melakukan pelantikannya sendirian, terpisah dari anggota lainnya. Memang, pagi tadi Jongin baru saja menyelamatkan nyawa seseorang, tapi kesalahan ya tetap kesalahan, mereka tetap menghukum Jongin karena kejadian semalam yang menyebabkan pertengkaran yang semakin parah antara ekskulnya dan ekskul Kyungsoo. Jongin pasrah menerimanya, karena memang itu sudah resikonya walaupun sebenarnya Jongin hanya berniat baik mengembalikan slayer Kyungsoo malam itu. Sementara Baekhyun, ia bingung dan khawatir diwaktu yang sama, saat ia harus fokus pada pelantikannya, tapi ia malah terus memikirkan keadaan Kyungsoo. Senior senior yang tadi membawa Kyungsoo pun belum terlihat kembali walaupun ia dan seluruh teman teman satu ekskulnya sudah mengetahui bahwa Kyungsoo pingsan seturunnya dari bukit. Baekhyun mengalami masa masa yang sulit dalam pelantikannya yang dia lakukan sendirian tanpa Kyungsoo walaupun pelantikan ekskul seni tidak berlangsung lama layaknya ekskul pecinta alam.
"Baekhyun-aaah, memangnya Kyungsoo semalam melakukan apa? Apa benar dia keluar tenda?" tanya teman temannya penasaran saat pelantikan baru saja berakhir. Baekhyun menutup kupingnya karena sedari tadi teman temannya tiada henti bertanya mengenai Kyungsoo, padahal ia belum menjawab sama sekali.
"YAAA! Kalian ini tukang gosip! Aku saja semalam sudah tertidur, mana aku tahu Kyungsoo keluar tenda atau tidak." Baekhyun buru buru pergi dari gerombolan temannya yang kepo itu.
"eisshhh kayak sendirinya tidak tukang gosip saja..." jawab yang lain dengan ketus karena Baekhyun tidak menceritakan sedikitpun sesuatu yang mereka ingin tahu.
Baekhyun akhirnya diperbolehkan mengunjungi Kyungsoo yang sedang istirahat di ruangan kesehatan setelah pengobatannya selesai dilakukan. Baekhyun menekuk wajahnya melihat keadaan Kyungsoo, ia bahkan mendapati senior seniornya berdiri di ruangan tersebut, tapi Baekhyun tidak peduli, ia menghampiri tubuh Kyungsoo dan menggenggam tangan sahabatnya itu. Tidak lama kemudian, sang pembina datang dan berdiri disamping Baekhyun, ia bertanya pada Baekhyun, tapi Baekhyun menggeleng tidak tahu apa yang terjadi. Baekhyun akhirnya ditinggal seorang diri setelah senior seniornya dibawa keluar oleh sang pembina, entah untuk apa, tapi yang Baekhyun tahu, sang pembina sempat mengomel setelah para senior itu menceritakan kejadian yang sebenarnya, dan jujur saja, Baekhyun juga terkejut mendengar bahwa Kyungsoo hipotermia diatas bukit saat menjalani hukuman para seniornya itu.
"KYUNG?" Baekhyun berteriak spontan saat Kyungsoo tiba tiba mengerjapkan matanya. Disaat yang sama, Jongdae dan Minseok datang membawakan air, gelas dan termos.
"Kyungsoo-aah! kau sudah sadar?" Minseok buru buru menyodorkan segelas air hangat pada Kyungsoo, Kyungsoo meminumnya dengan mata yang masih sayu.
"kemana seniormu?" tanya Jongdae.
"mereka tadi keluar bersama pembina ekskul dan menitipkan Kyungsoo padaku" jawab Baekhyun pelan, ia bingung setengah mati, kenapa malah seniornya Chanyeol yang repot repot mengurus Kyungsoo, seniornya yang lain pun bahkan belum datang mengunjungi Kyungsoo. Memang sih, sebelum pelantikan berakhir, para junior diminta untuk bergegas mandi dan merapikan barang barang mereka karena sebentar lagi mereka akan pulang setelah makan siang, jadi, pasti semuanya sibuk sekali, dan mungkin senior senior yang lain justru sedang berkumpul mendiskusikan masalah Kyungsoo, atau bahkan mereka semua sedang ditatar oleh sang pembina sekarang. Sangat disayangkan, meskipun mereka semua tahu Kyungsoo sedang tidak sadarkan diri, tapi, apa salahnya teman temannya itu mengunjungi Kyungsoo sebentar sebelum mandi?
Baekhyun pada akhirnya dengan hormat meminta sang pembina membiarkan dia dan Kyungsoo pulang dengan mobil pribadi sekolah, tentu saja sang pembina mengiyakan. Sementara Jongin? Jongin kali itu benar benar pasrah dengan waktu yang dia punya, ia tahu, ia tidak akan mungkin sempat lagi menemui Kyungsoo sebelum pulang.
.
.
.
.
.
.
.
Semenjak tumbangnya tubuh Kyungsoo di kegiatan excamp, Kyungsoo diminta dokternya untuk bedrest dan tidak melakukan kegiatan sekolah dulu untuk beberapa hari. Tentu saja Kyungsoo merasa bosan, terlebih lagi, sekarang ia dan ketiga sahabatnya sudah tidak melakukan kerja kelompok bersama, kata Baekhyun, sekaran ekskul sudah sibuk mempersiapkan penampilan untuk demo ekskul, makanya Chanyeol dan Jongin sudah sulit untuk diajak berkumpul. Tapi, kesetiaan baekhyun sebagai sahabat Kyungsoo memang sudah tidak diragukan lagi, setiap pulang ekskul sore hari, Baekhyun pasti langsung menjenguk Kyungsoo, untuk sekedar bercerita apa yang terjadi dikelasnya, di ekskulnya, bahkan untuk menjelaskan kembali pelajaran yang baru ia pelajari hari itu, walaupun berakhir pada Kyungsoo yang akhirnya mengajari Baekhyun.
"Jongin sekarang duduk di tempatmu..." ujar Baekhyun sambil dengan santainya menghempaskan tubuhnya diatas kasur — disamping Kyungsoo — yang terbaring tertutup selimut.
"tentu saja, masa dibiarkan kosong" jawab Kyungsoo santai.
"dan... kau tahu? Jongin dicengi habis habisan oleh teman teman ekskulnya saat mereka mengetahui bahwa Jongin menyimpan sesuatu yang lucu didompetnya?"
"o? apa itu?"
"gantungan yang berisi foto fotonya hahahahahaha..." Kyungsoo menahan senyumnya sebentar sebelum akhirnya menjawab ujaran Baekhyun,
"kenapa ditaruh di didompet? itu kan gantungan, harusnya dia gantung di tas" ujar Kyungsoo penasaran, jujur saja, maksud dari kalimat Kyungsoo adalah ingin tahu alasan Jongin menyimpan gantungan pemberiannya itu.
"ne, tadinya mau dia gantung di tasnya bahkan dia melakukannya didepanku dan Chanyeol, tiba tiba dia membatalkan niatnya, katanya itu adalah kado spesial makanya lebih baik disimpan di tempat yang aman, begitu..."
Deg.
Jantung Kyungsoo hampir berhenti berdetak sejenak, bagi secret admirer, sekedar mendengar tentangnya dari orang lain adalah hal yang manis. Kyungsoo menarik selimut untuk menutupi wajahnya, kemudian tersenyum tiada henti di balik selimut.
"hmm... sebenarnya dari siapa sih gantungan itu? Apa dari seseorang yang katanya mulai mendekati Jongin itu, ya?" gumam Baekhyun sendirian untuk menggoda sahabatnya, dan ucapannya itu berhasil membuat Kyungsoo bergegas membuka selimutnya dan membelalakkan matanya,
"NUGUNDEEE?"
"Ah! Aku sedikit lupa, namanya... pokoknya dia dari kelas bilingual, Kyung!"
"Dia dekat dengan Jongin?" tanya Kyungsoo pelan.
"i dont think so, tapi orang orang bilang begitu, atau mungkin karena pria itu yang terlalu agresif ya..."
Kyungsoo diam kembali, benar benar moodbreaker... Kyungsoo sudah nyaman sekali dengan statusnya yang digosipi orang orang bahwa dia dan Jongin ada 'sesuatu', kenapa harus ada orang yang berusaha menggeser posisinya. Mungkin itulah tidak enaknya menjadi 'bukan siapa siapa', kau tak pernah berhak memiliki.
.
.
.
.
.
.
"CHUKKAEEEEE! Kau lolos ke final Kyungsoo-aaaahhhhhhhhh" Baekhyun buru buru memeluk Kyungsoo yang baru saja datang memasuki ruang kelasnya, Kyungsoo sempat kaget karena ini adalah hari pertamanya masuk lagi setelah bedrest cukup lama dirumah. Kyungsoo membelalakkan matanya dengan senyumnya yang tertahan, Baekhyun buru buru memberi tahu website pengumuman yang sedang ia buka pada Kyungsoo, mereka bahkan masih setia berdiri didekat pintu kelas.
Kyungsoo tersenyum bangga dan bahagia, kemudian menarik tangan Baekhyun untuk kembali ke kursi mereka dengan wajah sumringah. Tentu saja, datangnya Kyungsoo ke kelas membuat kelas ramai bertanya bagaimana keadaan Kyungsoo sekarang. Kyungsoo menatap kursi kosong di belakangnya, sepertinya Jongin belum datang, batinnya.
.
.
.
.
Baekhyun berhasil menarik tas Kyungsoo saat Kyungsoo berjalan duluan menuju ruang ekskulnya dilantai atas,
"temani aku dulu sebentar ke kantiiinnnnn!" Baekhyun membawa tubuh Kyungsoo dengan paksa dengan menyeret tas ransel yang sedang Kyungsoo jinjing. Kyungsoo memberontak dan terus mengatakan 'andwae', jujur saja Kyungsoo lebih suka ditarik paksa ke perpustakaan daripada ke kantin, di kantin hanya penuh dengan penggosip dan berakhir ditatapi dari bawah sampai atas jika bertemu dengan orang orang disana.
"Baekhyun-aaahh, shireoooooo!" Kyungsoo menarik tubuhnya berlawanan dari arah tarikan Baekhyun, Kyungsoo bahkan merengek rengek seperti anak kecil yang ditarik eommanya pulang saat sedang asik bermain. Tapi, rengekkan Kyungsoo berhenti begitu saja saat Kyungsoo melihat pria berkulit tan favoritnya berjalan menyeberangi lapangan menuju kantin. Kyungsoo terdiam, ia pikir kali ini tidak apa apa datang ke kantin.
Baekhyun melihat heran sahabatnya yang tiba tiba saja diam tak bersuara, Kyungsoo bahkan dengan pasrah ditarik tubuhnya oleh Baekhyun.
"Kalau kau tidak mau ikut aku membeli jus, kau tunggu saja aku disini" pinta Baekhyun tepat didepan pintu masuk kantin, "tapi, jangan berani berani meninggalkanku, ne!"
Kyungsoo mengiyakan permintaan Baekhyun, setidaknya Jongin akan melewati pintu kantin dan bertemu dengannya, batin Kyungsoo.
Jantung Kyungsoo berdegup kencang, ia tidak mengerti lagi, padahal Kyungsoo hanya menatap punggun Jongin dari balik pintu kantin, tapi lebih membuat berdebar lagi, saat Jongin mulai melangkahkan kakiknya menuju pintu kantin, Kyungsoo langsung pura pura menunduk tak melihat Jongin.
"eoh? kau sedang apa disini?" beberapa menit setelah melihat Jongin berjalan ke arahnya, Jongin keluar dari kantin dan melihat pria mungil itu berdiri sendirian.
"hehe menunggu Baekhyun..."
"aaahh begitu~~~" jawab Jongin,
Kyungsoo memutar pikirannya dengan cepat, sungguh hatinya gugup, tapi saat itu Kyungsoo memang benar benar ingin memberikan sesuatu pada Jongin,
"Jongin-aah, jamkkaman..." Kyungsoo memberanikan dirinya menahan Jongin sebelum Jongin berpamitan pergi, Kyungsoo buru buru membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu yang ingin ia berikan pada pria yang sudah menghantui hari harinya tersebut.
Kyungsoo menyodorkan tiga kertas yang Jongin berikan saat ulang tahunnya, dan kertas itu masih kosong,
"eoh? kenapa tidak tertulis apapun disini?" tanya Jongin heran setelah meraih ketiga kertas kecil yang tak bertuliskan apa apa, hanya ada tulisan 'For Kyungsoo' diatas kanannya dan gambar baby bear kecil transparan diujung bawahnya,
"hmmmm... aku ingin memberikannya padamu sebagai ucapan terimakasihku karena kau telah menolongku saat aku hipotermia."
Jongin terdiam, kemudian menunduk sebentar sebelum akhirnya tersenyum tipis,
"ne gwaenchana, yang menolongmu itu para perawat dan anak anak palang merah, aku hanya membawamu turun saja dari bukit."
Kyungsoo mengangguk mengiyakan, memang ia ingin berterima kasih untuk itu saja karena seingat dia, Jongin menemukannya ditengah bukit, kemudian Jongin memeluknya, memegang pipinya, menggenggam tangannya, dan menggendong tubuhnya. Setelahnya, ia tidak sadarkan diri, tapi, entahlah, ia seperti mengingat sedikit tentang Jongin saat ia pingsan, tapi Kyungsoo pikir itu hanya sekedar mimpi.
"ne, kalau begitu, ambil saja tiga voucher ulang tahunku ini, aku bingung harus ku apakan, ku pikir sepuluh itu terlalu banyak, hehehe" Kyungsoo cengengesan.
"kau mengembalikannya padaku, atau memberikannya untuk kemudian kau kabulkan permintaanku?" tanya Jongin dengan pelan.
"ani, aku memberikannya padamu, kau bisa menulis permintaanmu selain mobil, rumah, apartemen..."
Jongin tertawa mendengar jawaban Kyungsoo,
Saat itu juga, Jongin buru buru mengeluarkan pulpen dari saku bajunya, ia menulis disalah satu kertasnya,
Melihat itu, Kyungsoo gugup setengah mati, entah apa yang akan Jongin tulis untuknya.
"jangan dibuka sekarang, kau bisa membukanya nanti sesampainya dirumah, hehehehe" ucap Jongin sambil meletakan kertas yang baru saja ia tulis ke dalam saku baju Kyungsoo, Kyungsoo tersenyum manis menanggapi Jongin, manis, sangat manis.
Kyungsoo terus tersenyum bahkan sampai Jongin berpamitan lagi padanya untuk kembali ke ruang ekskul.
"kau kenapa?" tanya Baekhyun heran sambil menoleh kanan dan kiri mencari tau apa yang membuat Kyungsoo senyum senyum sendiri,
"ani! Kajja!" Kyungsoo dengan semangat menarik tangan Baekhyun menuju ruang ekskul mereka.
Setelah dua hari satu malam kegiatan excamp akhirnya berakhir, rutinitas sekolah mereka kembali berjalan seperti biasa, tapi Kyungsoo harus menyiapkan diri lebih ekstra setiap berkumpul ekskul kali ini, karena ia merasa malu dan tidak enak hati dengan teman teman dan senior ekskulnya semenjak hipotermia yang dia alami tempo lalu. Padahal, mungkin karena alasan itu juga, senior seniornya jadi bersikap baik sekali pada Kyungsoo, bahkan mungkin mereka semua yang merasa tidak enak hati pada Kyungsoo.
"Cih! Kalau saja kau tahu, Kyung..." decih Baekhyun sepulang ekskul.
"tau apa, baek?"
"ani, lupakan. Aku hanya heran saja dengan senior senior ekskul kita itu, sebenarnya mereka semua itu baik sih, tapi ada beberapa dari mereka yang mengesalkan menurutku.
"eoh? nugu?" tanya Kyungsoo polos.
"yang kemarin menghukummu, aku rasa, dia ada maksud tertentu."
"ah! kau ini suudzon saja sih Baek. sudah lupakan! ayo pulang, kita harus belajar, sebentar lagi kita ujian kenaikan kelas dan besok tes penentuan jurusan, kau mau jadi anak IPS?"
"memang aku mau jadi anak IPS, aku kan tidak pintar sepertimu, tidak suka kimia, tidak suka fisikaa, tidak suka biologi kecuali sistem reproduksi"
"eiiishhhh~~~ makanya jadi anak IPA biar kau belajar sistem reproduksi!"
"tanpa jadi anak IPA aku sudah mengerti mengenai sistem reproduksi"
"hish, dasar otak kotor!" Kyungsoo memukul kepala Baekhyun sebelum akhirnya berlari menuruni tangga sekolahnya, "YAAA!" baekhyun teriak dengan cemprengnya sambil mengejar Kyungsoo.
Chanyeol tersenyum melihat namja cantiknya itu dari depan ruang ekskulnya yang masih satu koridor dengan ruangan ekskul seni,
"o? kau tersnyum juga?" tanya Chanyeol saat menoleh pada Jongin disampingnya,
"ani, kata siapa?" Jongin menjawab dengan nada tinggi kemudian membalikkan badannya menjauhi tubuh Chanyeol, Chanyeol melihat Jongin dengan heran,
"YAUDAH BIASA AJA NGGA USAH NGEGAS DASAR ITEM!"
"DASAR CAPLANG!" balas Jongin masih sambil berjalan menjauhi tubuh Chanyeol kemudian menuruni tangga.
Sejak saat itu, saat mereka sebentar lagi mendekati ujian kenaikan kelas dan mempersiapkan demo ekskul untuk awal tahun ajaran baru, mereka sudah tak saling berkumpul lagi dan hanya bisa saling sekedar menatap dari kejauhan. Mungkin Chanyeol dan Baekhyun masih bisa terus bermesra bersama walau sesekali Baekhyun harus pasrah karena Chanyeol disibukkan dengan kegiatan ekskulnya. Kemudian Kyungsoo, ia bahkan harus melanjutkan lomba menyanyi yang ia ikuti kemarin—yang syukurnya lolos ke tahap selanjutnya—dan Kyungsoo harus terus berlatih untuk persiapan finalnya. Sementara Jongin, tidak ada bedanya, ia sibuk mengikuti lomba mendayung bulan depan—setelah ujian kenaikan kelas—tapi ia sudah mulai berlatih dari sejak pulang excamp. Jadi, bisa dibilang, alasan mereka tidak bisa berkumpul walau bahkan sehari saja adalah karena Jongin dan Kyungsoo yang sama sama sibuk mengurus lomba mereka. Bahkan, bagi Jongin dan Kyungsoo, untuk bercanda di kelas saja sulit sekali, mereka benar benar mencoba profesional untuk fokus juga pada studi mereka.
'Chukkae, semangat untuk finalmu! Jaga kesehatan dan belajarlah yang baik! permintaan utamaku, kau harus menang!'
Kyungsoo tersenyum dan bahagia bukan main, ia bahkan menempelkan kertas tersebut di kaca kamarnya.
Aku tahu, ini bisa saja kalimat semangat dari seorang sahabat.
Tapi, ku pikir akan berbeda jika kau sedang jatuh cinta padanya.
Kyungsoo menguatkan dirinya sendiri, sebenarnya, ia tidak boleh terlalu merasa ke-geer-an terhadap sikap Jongin padanya, karena kenyataannnya mereka hanyalah bersahabat. Tapi setidaknya, Jongin menyemangati dirinya, karena Kyungsoo tahu, sebentar lagi akan sulit sekali bagi mereka untuk berkomunikasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
"KYUNG! PENGUMUMANNYA SUDAH KELUAR!" teriak baekhyun saat Kyungsoo baru saja datang dari perpustakaan memasuki ruang kelas. Melihat Baekhyun memegang surat yang berisi pengumuman jurusan, Kyungsoo buru buru lari menuju mejanya dan meraih surat yang terletak diatas binder hitamnya. Kyungsoo pelan pelan membuka surat tersebut,
"AH! Kau pasti masuk kelas IPA!" Baekhyun bahkan sudah berdecih sebelum Kyungsoo melihat suratnya sendiri.
"YASSSHHHH!" Kyungsoo 'ber-yes-ria' setelah melihat hasil tes jurusannya, ia dengan santainya duduk di kursinya sambil tersenyum bahagia.
"TUH KAAAAAN! Chanyeol juga masuk kelas IPA loh!"
"Jinjjaaa?" Kyungsoo tersentak kaget, tapi kalau dipikir pikir, passion Chanyeol memang di IPA sih, dia terlihat lebih suka kimia atau fisika dibandingkan sejarah.
"memangnyaa kau saja yang pintar" celetuk Chanyeol pada Kyungsoo sambil bermanja ria dengan Baekhyun, Kyungsoo berdecih. Tidak lama kemudian, Jongin yang sedari tadi setia duduk dikursinya, tiba tiba melewati Kyungsoo dan Chanbaek begitu saja menuju keluar kelas, Kyungsoo menatap punggung pria berkulit tan itu sampai ia menghilang dari sudut pintu. Kyungsoo bertanya dalam hatinya, Jongin sebenarnya masuk jurusan apa? padahal, apa salahnya ia langsung bertanya Jongin? atau pada Chanyeol dan Baekhyun, tapi kali ini sulit sekali mengeluarkan suara untuk sekedar menyebut nama Jongin didepan orang lain.
Bel istirahat masuk berbunyi,
Seorang guru bimbingan konseling memasuki kelas dan memulai pelajaran. Sebenarnya, guru pria yang satu ini—dia juga gay anyway—adalah guru yang paling sering menggoda pasangan Kaisoo dan Chanbaek dikelas, begitu kira kira teman sekelas memanggil mereka. Guru bernama Shin Dong ini tiba tiba memanggil Chanyeol dan Jongin maju ke depan kelas, entahlah, kalian pasti tahu bahwa pasti ada saja guru disekolah yang—bisa dibilang 'kurang kerjaan'— nah salah satu contohnya ini nih, biasanya, sebelum atau setelah pelajaran dimulai, ia akan sedikit bercanda dengan muridnya, bahkan terkadang ditengah pelajaran, dan yang selalu jadi korban bullyannya adalah pasangan Kaisoo dan Chanbaek. Katanya sih, berhubung sebentar lagi mau kenaikan kelas, makanya ia meminta Chanyeol dan Jongin untuk maju ke depan kelas dan mengutarakan bagaimana perasaan mereka. Tentu saja itu hal yang mudah bagi Chanyeol, ia dan Baekhyun bahkan sudah pacaran. Chanyeol bahkan mengeluarkan banyak kegombalannya hari itu didepan kelas, dan pastinya hal itu membuat Baekhyun tersipu malu dan teman teman sekelas tertawa geli sekaligus ber 'cie-cie' ria untuk mereka.
Setelah Chanyeol kembali ke tempat duduknya, Jongin terlihat panik bukan main menghadap ke arah gurunya itu, ia bahkan seperti memohon sesuatu, bahkan teman teman sekelas menunggunya dengan sangat lama hingga kelas menjadi sangat berisik. Kyungsoo tak menoleh sama sekali, ia menundukkan wajahnya memainkan pulpen warna warni diatas kertas sedari tadi. Kyungsoo berusaha mengosongkan pikirannya, atau setidaknya membawa pikirannya kemana saja asal jangan melihat Jongin dan mendengarkan perkataannya didepan kelas, Baekhyun menoleh pada Kyungsoo saat pada akhirnya Jongin menghadap ke teman temannya dan mengatakan sesuatu, tapi Kyungsoo tetap didunianya sendiri, ia sepertinya berhasil membawa pikirannya pergi dari tempatnya sekarang. Baekhyun menyenggol lengan Kyungsoo membuat Kyungsoo tersadar dan mendengar tawa histeris teman teman dikelasnya, saat ia mengangkat kepalanya, saat itu juga Jongin melewati tubuh Kyungsoo dan kembali ke tempat duduknya.
"Kyungsoo-aah..." baekhyun menatap Kyungsoo dengan lirih,
"MWO?" Kyungsoo membelalakkan matanya dengan tatapan bingung ke arah Baekhyun, teman temannya kini tertawa dan menoleh ke arahnya sampai akhirnya guru mereka mengalihkan pembicaraan dan mulai membahas kisi kisi ujian. Kyungsoo bahkan tak bisa konsentrasi selama jam pelajaran sampai waktu pulang sekolah tiba, Kyungsoo sungguh penasaran dengan apa yang teman temannya tertawakan, ia tahu, itu pasti hal yang menyakitkan untuknya. Ia ingin bertanya pada Baekhyun, tapi mana mungkin selama Jongin duduk dibelakangnya ia bertanya seperti itu, Jongin bahkan tak bersuara sejak tadi.
"Kyung..." Baekhyun memeluk tubuh Kyungsoo dari belakang saat Kyungsoo berjalan pelan ke luar ruang kelas. Baekhyun memang sengaja menunggu Kyungsoo merapikan tasnya setelah mencatat banyak tulisan dari papan tulis dan Kyungsoo memang selalu pulang paling terakhir hingga kelas sudah sepi tak berpenghuni.
"kenapa Baek?" jawab Kyungsoo lirih.
"kau sakit hati?" dua namja cantik itu kini berhadap hadapan.
"sakit hati karena apa?"
"Jongin..."
"aaahh~ memang.. Jongin... bilang apa tadi?" tanya Kyungsoo dengan ragu, sejujurnya lebih baik ia tidak tahu, karena jawabannya pasti menyakitkan, tapi Kyungsoo juga penasaran, setidaknya ia punya satu acuan untuk melanjutkan bagaimana perasaannya.
"Jongin bilang... dia... tidak mempunyai hubungan apa apa denganmu..." ucap Baekhyun sambil memeluk Kyungsoo lagi, Kyungsoo terdiam, sungguh! itu hal sepele dan itu adalah kenyataan, tapi rasanya sungguh menyakitkan. Kyungsoo menahan sesak didadanya, dia tidak mungkin menangis, kan? Memangnya dia siapa?
"aha...haaa...haaa...haaa... lalu kenapa Baek? itu kan memang benar" Kyungsoo menghibur dirinya sendiri sambil tertawa, "KAJJAA! Ayo pulang! Belajar yang rajin, kita kan sebentar lagi mau ujian, ehehehe" Kyungsoo melepas pelukan Baekhyun kemudian berjalan duluan mendahului sahabatnya yang sedang mengkhawatirkannya itu.
"Kyung..." Baekhyun menarik tangan Kyungsoo,
"apalagi baekkkkkk" mata Kyungsoo kali ini berkaca kaca,
"aku tahu perasaanmu, berhentilah menyembunyikan perasaanmu sendiri, aku ini sahabatmu.."
"aku tidak kenapa kenapa Baek. apa menurutmu aku menginginkan Jongin mengatakan sesuatu yang lebih? Apakah Jongin harus mengatakan bahwa aku dengannya mempunyai hubungan spesial? Tidak, kan? Kenyataannya memang begitu, mau diapakan lagi. Ayo lupakan masalah ini!" Kyungsoo menarik tangan Baekhyun keluar dari kelasnya.
Entah apa yang membuat Kyungsoo bisa sekuat itu, jika dia mau, dia bisa saja menumpahkan airmatanya didepan Baekhyun saat itu juga. Memang benar, Kyungsoo menginginkan Jongin mengatakan sesuatu yang lebih, mengatakan bahwa mereka punya hubungan spesial, tapi Kyungsoo juga sadar kenyataannya tidak begitu. Semua hal yang menyebabkan Kyungsoo mengatakan bahwa Jongin menyukai dirinya adalah teorinya sendiri, tingkah Jongin begini dan begitu, malu, peduli, marah, khawatir, Kyungsoo pikir ia hanya melebih lebihkan presepsinya. Jongin menolongnya, memeluknya, menggendongnya, Kyungsoo harus berpikir dua kali dan menyatakan bahwa semua itu adalah sikap baik Jongin sebagai seorang teman, bukan karena perasaan seperti yang Kyungsoo rasakan. Apa Kyungsoo harus membenci Jongin? tentu saja tidak, tapi, apa sepantasnya Jongin mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai hubungan apa apa didepan umum? Membuat orang orang menertawakan dirinya? Padahal, Jongin harusnya mengatakan setidaknya bahwa dia dan Kyungsoo berhubungan baik sebagai seorang teman, tentu saja itu jauh lebih terhormat dan lebih menghargai Kyungsoo.
Kyungsoo menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, ia menatap langit langit kamarnya dengan sendu.
who am i?
aku pikir kau juga punya perasaan yang sama padaku
jika tidak... setidaknya jangan biarkan orang lain tahu. Karena jika mereka tahu, aku sungguh takut kehilanganmu
Kau tahu? menjadi 'bukan siapa siapa' itu adalah hal paling sulit dalam mencintai
Aku memutuskan untuk melanjutkannya, karena, kau benar benar sudah mengunci pintu hatiku, Jongin-aah.
Apa pikirmu mudah untuk mengusirmu keluar dari hati ini?
Denyut nadi ku pun tahu bahwa jantungku hampir berhenti bekerja setiap melihat tingkahmu, atau berdegup kencang saat kau baru saja ingin mengucapkan sepatah kata.
Mungkin waktunya terlalu sebentar untuk menetapkanmu sebagai pemilik hati,
Jika diibaratkan dengan buku, mungkin bab satu belum selesai,
Atau mungkin baru kata pengantar.
tapi inilah aku,
aku mudah mencintai,
tapi tak mudah membiarkannya pergi.
Jadi, bagaimana aku mengartikan hatiku sekarang?
Kyungsoo mulai terisak, ia memeluk bantal dan benar benar menumpahkan airmatanya, membasahi halaman baru yang baru saja ia buka, bukan untuk bercerita tentang bahagia, tapi untuk menandai perihnya menjadi pengagum rahasia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pukul 5 pagi
"KYUNGSOO-AAAHHH IREONAAAAAAAAA!" teriak Baekhyun dari luar kamar Kyungsoo. Baekhyun sudah biasa seperti itu setiap minggu pagi, kalau tidak begitu mereka akan gagal lari pagi karena Kyungsoo yang memutuskan untuk bangun siang setiap minggu, tapi entah apa alasannya, sejak pacaran dengan Chanyeol, Baekhyun setiap minggu pasti bangun pagi dan semangat untuk senam dan lari pagi, padahal di hari biasa ia sering telat datang ke sekolah. Eomma dan appa Kyungsoo juga sudah terbiasa dengan teriakan Baekhyun itu.
"Sepertinya sekarang kegiatan sekolah kalian melelahkan, ya? Kyungsoo hampir setiap hari pulang sore, bahkan malam. Kyungsoo tidak keluar kamar sejak pulang sekolah kemarin, Baek. Coba bangunkan! pasti dia kelelahan..." Baekhyun termenung, ia mengingat kejadian kemarin, apa Kyungsoo galau? atau benar karena kelelahan? Dia kan sibuk latihan menyanyi, batinnya.
Kyungsoo membuka matanya dan menyadari bahwa ia tertidur masih dengan pakaian sekolah, matanya terasa berat dan... sembap. Kyungsoo memperhatikan matanya yang bengkak didepan kaca, ia menghela nafasnya lagi, bahkan setelah bangun tidur, perasaan sakit di hatinya masih terasa.
"TUNGGU DIDEPAN! AKU GANTI BAJU DULUUU!" teriak Kyungsoo dari dalam kamarnya saat mendengar lagi suara Baekhyun memanggil dan menggedor pintu kamarnya. Kyungsoo biasanya langsung membukakan pintu dan membiarkan Baekhyun masuk ke dalam kamarnya, tapi, kali ini Kyungsoo tidak mau Baekhyun melihat mata sembapnya. Kyungsoo buru buru mengganti pakaiannya dan mencari kacamata miliknya, setidaknya kacamata akan menutupi sembapnya, pikirnya.
Kyungsoo keluar kamar dan mendapati Baekhyun duduk diruang tamu bersama Chanyeol, Kyungsoo menghela nafas lagi. Entah kenapa melihat Chanyeol membuatnya ingat pada Jongin, mereka biasanya selalu bermain berempat, tapi sekali lagi, memangnya Jongin siapanya Kyungsoo? ia tak bisa seenaknya meminta Jongin untuk ikut lari pagi bersama layaknya Baekhyun meminta pada Chanyeol untuk selalu ikut dengannya.
Kyungsoo terus berjalan keluar rumahnya melewati Chanyeol dan Baekhyun yang sedang duduk diatas sofa. Chanyeol dan Baekhyun heran, kemudian mengikuti Kyungsoo dari belakang.
"Kyungsoo-aah? kau kenapa?" tanya Chanyeol sambil berlari disamping Kyungsoo.
"kenapa? tidak kenapa kenapa" jawab Kyungsoo ketus.
"kau marah dan kesal dengan Jongin?" tanya Chanyeol lagi.
"ani, untuk apa aku marah"
"Jongin tidak bermaksud mengatakan begitu" jelas Chanyeol membuat Kyungsoo mulai berjalan santai sebelum menjawab,
"apa maksudmu?"
Baekhyun tersenyum tipis, ia tahu, pasti sahabat mungilnya itu penasaran juga.
"jawab dulu, kau marah atau tidak?"
"yaa... gimana ya, masalahnya itu ya kenapa dia harus bilang 'tidak punya hubungan apa apa' didepan umum? memangnya tidak bisa sekedar mengatakan, 'aku dan Kyungsoo berteman baik' yaa kan?"
"dia itu disuruh Kyung..."
"ah sudahlah... tidak perlu dibahas lagi aku malas"
"Kyungsoo-aah dengarkan dulu penjelasannya..." Chanyeol menarik tangan Kyungsoo dan memaksanya mendengarkan perkataannya,
"Chanyeol-aaah... aku bukan siapa siapanya. Berhentilah menjelaskan semuanya. Setelah aku mendengar penjalasanmu pun tidak akan ada yang berubah antara aku dan Jongin" Kyungsoo melepaskan tangan Chanyeol kemudian buru buru berlari lagi meninggalkan kedua sahabatnya tertinggal dibelakangnya.
"Kenapa sih Chanyeol memaksa!" Kyungsoo menggumam sendirian sambil berlari. Tentu saja hal itu membuyarkan pikiran dan tekad Kyungsoo untuk menyadari bahwa Jongin benar benar tidak menyukainya, tapi penjelasan Chanyeol barusan membuat Kyungsoo berteori lagi, apa benar kata Chanyeol? Dan... apakah Jongin menceritakan kejadian sebenarnya pada sahabatnya itu? Kyungsoo semakin berpikir, kalau mereka tidak merasakan hal yang sama, merasakan bahwa mereka punya hubungan spesial, untuk apa Jongin menjelaskan masalah ini pada Chanyeol? bukankah harusnya Jongin membiarkan saja kejadian kemarin karena memang kenyataannya Jongin tidak merasakan sesuatu yang lebih diantara mereka?
Kyungsoo mengacak ngacak rambutnya dengan kasar setelah menghentikan langkahnya di pinggir jalan. Ia menunduk,
"kau bisa menggunakan voucher ulang tahunmu untuk meminta penjelasan padaku"
Kyungsoo mengangkat kepalanya setelah melihat kaki seseorang didepan kakinya kala ia menunduk, dan mendengar seseorang berbicara padanya, hati Kyungsoo berdegup kencang,
"kau marah?" Jongin berada didepan tubuhnya sekarang, ia menatap Kyungsoo dengan lekat. Untuk kesekian kalinya, Kyungsoo merasakan waktu terhenti.
Kyungsoo melewati tubuh Jongin setelah tersadar penuh, Kyungsoo menatap Jongin malas. pria mungil itu mulai berlari santai lagi dan meninggalkan Jongin pergi,
"heyyy~~ Sonsaengnim memaksa ku untuk mengatakan itu." ucap Jongin sambil berlari dibelakang Kyungsoo yang juga sedang berlari,
"kau sedang berusaha menjatuhkan gurumu sendiri?" tanya Kyungsoo dengan kesal, Jongin terkekeh geli tanpa suara dibelakang tubuh mungil itu. Jongin mempercepat langkah kakinya dan mendekati tubuh Kyungsoo,
"ani... memang dia menyuruhku begitu, jika aku tidak mengatakannya, ia mengancam nilaiku..."
"terrible! kau sudah keterlaluan menuduh sonsaengnim"
Jongin tertawa lagi, Kyungsoo benar benar keras kepala, pikirnya. Jongin akhirnya berlari lebih cepat dan menempatkan tubuhnya di depan Kyungsoo membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya.
"Aku tidak akan mungkin dengan sengaja mengatakan bahwa kita tidak punya hubungan apa apa" jelas Jongin dengan cepat saking frustasinya membujuk Kyungsoo, Kyungsoo tersentak kaget, hatinya berdebar mendengar kalimat yang barusan Jongin ucapkan. Jongin menatapnya dengan dalam membuat Kyungsoo juga ikut menatapnya,
Ku mohon, jangan lanjutkan kalimatmu Jongin-aah.
Aku tidak mau mendengar bahwa kita hanyalah sebatas teman...
.
.
.
.
.
.
.
To be continued
huehuehue
buat kalian para readers, jangan berharap sesuatu yang manis banget ya dari cerita ini
Ini kan tentang secret admirer, jadi, pasti agak menyakitkan dan banyak nyeseknya
Terus juga, karena Kyungsoo yang jadi secret admirer, makanya semua POVnya lebih ke Kyungsoo
Aku bakalan kasih Jongin POV, tapi nggak sekarang, nanti ada waktunya, hehehe
Jadi harap bersabar, karena,
kalo udah aku kasih Jongin POV sekarang ya nggak serulah-_-
Makasih anyway chingudeulll muaaaahhhh~~~
