Our Future

Main Casts :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Rated : T

Disclaimer :

FF ini sepenuhnya milik author yg miskin ide.

All casts belong to God, their family, SMEnt & ELF

BUT,

I hope KyuMin is mine XD

Warning :

Yaoi, OOC, typos, out of EYD, abal

No summary

KyuMin as always ^^

.

.

HAPPY READING ^0^

.

.

.

3 months later…

"Yeobo… Kau tidak bekerja hari ini, hmm?"

Seorang yeoja tengah mengelus pipi namja yang telah menjadi suaminya. Si namja hanya menanggapi dengan lenguhannya.

"Ini sudah siang, Kyu.. Ireona.." kata yeoja itu sambil terus mengelus pipi namja itu dengan lembut. Namja itu Cho Kyuhyun, akhirnya membuka matanya yang sebenarnya masih enggan untuk dibuka.

"Ne.. Morning Yonghwa-ya…" kata Kyuhyun sambil bangkit dari tidurnya, mendudukkan dirinya berhadapan dengan istrinya Yonghwa.

"Kau tidak ada jadwal hari ini? Bukankah kau bilang akan bertemu dengan seseorang?"

.

Kyuhyun POV

"Kau tidak ada jadwal hari ini? Bukankah kau bilang kau akan bertemu seseorang?"

DEG!

Kenapa aku sampai melupakannya? Ya. Benar katanya, aku harus menemui seseorang hari ini. Seseorang yang sudah sangat kurindukan. Seseorang yang masih teringat jelas dalam memoriku, yang memberikanku hari-hari paling indah selama hidupku. Seseorang yang sangat amat kusayangi, bahkan kucintai.

"Kyu.. Waeyo? Cepatlah bersiap-siap, jangan membuat orang yang akan kau temui menunggumu terlalu lama…" kata Yonghwa. Yah, yeoja yang menikah denganku sejak 6 bulan yang lalu.

"Ne.." kataku sambil mengecup sekilas dahi Yonghwa lalu bergegas mandi.

.

Normal POV

Café itu tampak lengang. Tidak terlalu ramai seperti biasanya. Biasanya hari-hari seperti ini café itu akan ramai dengan para yeoja yang tentunya adalah penggemar sejati Super Junior. Ya. Café itu milik Kim Jongwoon alias Yesung.

Dengan langkah pasti dan penuh kegembiraan, Kyuhyun memasuki café itu. Yesung yang ada di kasir pun menyambut senang kedatangan Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah! Tumben sekali kau kemari?" tanya Yesung tanpa basa-basi.

"Ne, hyung.. Aku mau bertemu seseorang…" jawab Kyuhyun.

"Sungmin?"

"Ya! Hyung! Kenapa tebakanmu selalu benar?"

Yesung hanya menanggapi dengan senyuman anehnya lalu membawa Kyuhyun memasuki ruang VIP di cafenya.

"Kalian masih saling mencintai?" tanya Yesung sesaat setelah mereka duduk di salah satu meja.

"Ne.." jawab Kyuhyun singkat.

"Hmm… Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian… Aku pergi dulu ya, nanti Jongjin akan mengantarkan minuman untuk kalian…"

"Ne, hyung… Gomawo.."

Kyuhyun menengok ke arah pintu masuk café. Orang yang ditunggunya belum juga datang. Kyuhyun menghela napas sekilas. Padahal ini sudah lebih 10 menit dari waktu janjian mereka.

Ting .. Ting..

Sontak Kyuhyun menengok ke arah pintu masuk café. Senyumnya langsung mengembang melihat Sungmin memasuki café. Kyuhyun segera berdiri dan melambaikan tangannya. Sungmin tersenyum melihat Kyuhyun.

Senyum Kyuhyun langsung pudar ketika dilihatnya seorang yeoja menghampiri Sungmin. Sungmin tersenyum pada yeoja di sampingnya lalu berbincang sebentar dengan Yesung di meja kasir baru menghampiri Kyuhyun.

"Annyeong Kyuhyun-ah… Lama tidak bertemu… Bagaimana kabarmu?" tanya Sungmin begitu sampai di meja Kyuhyun.

"Aku baik-baik saja.." jawab Kyuhyun datar. Sungmin tersenyum manis pada Kyuhyun lalu duduk berseberangan dengan Kyuhyun diikuti yeoja yang bersamanya.

"Annyeonghaseyo, Kyuhyun-ssi…" sapa yeoja yang bersama Sungmin.

"Annyeonghaseyo." jawab Kyuhyun.

"Sungmin hyung!" kata Jongjin saat dirinya mengantarkan minuman.

"Ah, Jongjinnie?"

"Ne… Bagaimana kabarmu, hyung?" tanya Jongjin.

"Aku baik-baik saja.. Kau bagaimana?" tanya Sungmin.

"Aku juga baik, hyung.. Ah, ini tunanganmu ya? Annyeong, noona…" sapa Jongjin.

"Ne.. Annyeong, Jongjin-ssi…" kata tunangan Sungmin Jijoon.

"Baiklah Sungmin hyung, Kyu, noona.. Aku harus kembali bekerja… Nikmatilah waktu kalian.. Annyeong…" kata Jongjin lalu pergi meninggalkan mereka yang masih larut dengan pikiran masing-masing.


Kyuhyun baru saja selesai rekaman untuk soundtrack sebuah drama. Tapi ia masih betah tinggal di studio dan menikmati kesendiriannya di studio. Ia mengeluarkan ponselnya lalu menelepon hyung tercintanya.

"Yoboseyo?"

"Haruskah seformal itu?" tanya Kyuhyun datar.

"Ah, ani… Ada apa meneleponku?"

"Aku tunggu di apartment…" kata Kyuhyun lalu menutup teleponnya.

.

Cklek.

Pintu apartment Kyuhyun terbuka. Ah, tidak. Ini apartment milik Kyuhyun dan Sungmin. 5 tahun lalu mereka membelinya dan hanya mereka berdualah yang tahu tentang apartment ini.

Kyuhyun sudah siap menunggu di depan pintu sambil tersenyum lebar. Sesosok namja manis nan mungil sudah berdiri di ambang pintu apartment minimalis nan elegan itu.

"Masuklah, Minnie hyung…" kata Kyuhyun lembut.

Sungmin pun mengganti sepatunya dengan sandal pink miliknya. Ya. Kyuhyun yang membelikannya khusus untuk Sungmin.

"Haahhh~ Di luar dingin sekali…" kata Sungmin sambil mendudukkan dirinya di sofa dan melepas syalnya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat hyungnya itu.

"Ini… Coklat panas favoritmu…" kata Kyuhyun sambil menyerahkan secangkir coklat panas untuk Sungmin. Sungmin langsung menyesap coklat panas itu.

"Pelan-pelan, hyung… Kau bisa tersedak…" kata Kyuhyun lembut.

Setelah meminum 1/3 bagiannya, Sungmin meletakkan cangkirnya di meja.

"Ada apa kau menyuruhku kemari?" tanya Sungmin. Kyuhyun terdiam sejenak menatap mata foxy Sungmin yang menatapnya. Sungguh, Kyuhyun sangat merindukan namja yang ada di hadapannya ini.

"Karena aku merindukanmu…. Chagi"

Sungmin terdiam. Tersentak dengan pernyataan Kyuhyun. Matanya hanya menatap Kyuhyun dalam. Haruskah ia senang? Atau sedih? Sungmin menghela napasnya sekilas sebelum mengalihkan tatapannya.

"Wae, hyung? Aku jujur…" tanya Kyuhyun. Sungmin kembali menghela napasnya.

"Kerinduan seperti apa maksudmu?"

"Kerinduan seperti yang selalu kurasakan setiap kali kau tidak ada di dekatku… Kerinduan seperti yang sering kita rasakan… Yah, kerinduan karena aku sangat mencintaimu, Lee Sungmin…" jawab Kyuhyun. Sungmin tercekat. Sesaat kemudian cairan bening mengalir dengan bebasnya dari mata foxy-nya. Untuk apa ia menangis? Entahlah.


Kyuhyun menyantap sarapannya dengan malas. Ia hanya ingin menghargai istrinya yang sudah memasak untuknya. Selebihnya jujur, Kyuhyun tidak ingin makan apapun saat ini.

Bayangan wajah Sungmin yang menangis saat di apartment mereka kemarin terus terngiang di benaknya. Salahkah jika Kyuhyun mengutarakan yang sejujurnya? Jika tidak, kenapa Sungmin menangis?

Ya. Sungmin hanya menangis. Selebihnya, ia tidak menanggapi apapun perkataan Kyuhyun. Setelah tangisnya mereda pun Sungmin langsung pamit pulang tanpa mengatakan apapun. Memangnya apa yang Kyuhyun harapkan keluar dari mulut Sungmin? Entahlah.

"Kyu…" panggil Yonghwa. Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

"Ah, ne.. Wae?"

"Aku sudah memanggilmu berkali-kali… Apa yang kau pikirkan?" tanya Yonghwa.

"Aniyo…" jawab Kyuhyun singkat. Yonghwa terdiam sebentar sebelum akhirnya bertanya lebih lanjut.

"Bisakah kau berpaling darinya dan hanya melihatku?"

"Apa maksudmu? Berpaling dari siapa?"

"Lee Sungmin…"

Hening… Kyuhyun tidak menjawab. Begitu pula dengan Yonghwa yang lebih memilih diam dan tidak bertanya apapun lagi saat ini.

"Kau harus bersiap.. 1 jam lagi kau ada rekaman untuk Strong Heart, bukan?"

.

Kyuhyun baru saja menyelesaikan syutingnya untuk Strong Heart. Setelah memberi salam pada semua pengisi acara dan kru, Kyuhyun pun pamit. Setelah ini Kyuhyun tidak ada jadwal. Setidaknya sampai sore hari.

Kyuhyun meraih ponselnya dan tersenyum lebar. Ia tahu harus kemana dirinya sekarang. Ia segera melajukan mobilnya ke sebuah stasiun televisi.

.

Kyuhyun POV

Namja itu tersenyum. Senyumnya tidak berubah dari dulu. Sejak pertama kali bertemu dengannya lalu mengenalnya. Namja yang selalu bisa membuat hariku lebih indah. Namja yang selalu bisa membuatku bersemangat, namja yang selalu bisa membuatku tersenyum, namja yang akan selalu sabar menghadapi kejahilan dan kekanak-anakanku, namja yang sudah membuatku gila. Gila akan dirinya? Mungkin. Yang jelas namja itu sudah membuatku jatuh cinta padanya.

"Kyu?"

Sontak aku menengadahkan kepalaku dan melihat namja yang baru saja kupikirkan sudah berdiri di depanku.

"Ada apa kau kemari?" tanyanya.

"Aku merindukamu, Minnie hyung…" jawabku sambil tersenyum manis. Namja itu Sungmin hyung, hanya menghela napasnya.

"Wae, hyung? Kenapa ekspresimu seperti itu?" tanyaku.

"Kurasa kita harus bicara, Kyu…"

"Tentu saja! Ada banyak hal yang ingin kubicarakan.." jawabku.

.

Normal POV

Sungmin dan Kyuhyun sudah duduk berhadapan di meja makan apartment mereka. Lama mereka terdiam, akhirnya Sungmin pun angkat bicara.

"Kyu… Kumohon, hentikan.."

Kyuhyun mengernyit tak mengerti.

"Apa maksudmu, hyung?" jawab Kyuhyun.

"Kumohon, jangan bersikap seperti dulu lagi padaku.. Jangan beranggapan bahwa aku masih menjadi milikmu.. Itu sudah lewat, Kyu… Sekarang kita punya kehidupan masing-masing, jadi kumohon hentikan semuanya sekarang…" kata Sungmin. Suaranya agak parau menahan isak tangis yang sedari tadi mendesak untuk keluar.

Kyuhyun hanya diam menatap tajam ke arah Sungmin.

"Hiks…"

Satu isakan lolos dari mulut Sungmin. Untuk beberapa saat Kyuhyun hanya diam. Kyuhyun segera bangkit dari posisinya lalu menghampiri Sungmin. Dengan lembut Kyuhyun mengangkat Sungmin, membuat namja pecinta pink itu berdiri berhadapan dengannya. Sungmin masih saja terisak saat dengan lembut pula Kyuhyun membawa Sungmin ke dalam pelukannya.

"Kau percaya padaku, hyung?" tanya Kyuhyun lembut. Sungmin tidak menjawab.

"Aku mencintaimu, hyung.. Kau juga mencintaiku kan?" tanya Kyuhyun lembut. Sungmin melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun dengan lembut, ia tidak ingin magnae Super Junior ini salah paham padanya. Sungmin menyeka air matanya lalu menatap Kyuhyun.

"Kyu… Kumohon, hentikan…" kata Sungmin.

"Jawab pertanyaanku, hyung…"

"Aku mencintai Jijoon…"

"Bohong"

Keduanya terdiam, hanya saling tatap.

"Kau ingat sudah berapa tahun kita menutupi hubungan kita? 13 tahun, hyung.. Kau ingat? Selama itu kita sudah melakukannya dengan baik, kita sudah berjuang bersama, hyung.. Dan buktinya 5 tahun lalu kita bisa memiliki apartment ini… Apalagi yang kau ragukan?"

"Aku tidak meragukanmu, hanya saja kita sudah memiliki kehidupan masing-masing sekarang… Kumohon Kyu, kalau kau mencintaiku, hentikan semuanya…" kata Sungmin.

"Shireo!"

Sungmin menghela napasnya berat.

"Lalu kenapa kau menikah dengannya? Kenapa kau menikahinya? Kenapa kau menikah lebih dulu?" tanya Sungmin. Kyuhyun tercekat. Ya, Sungmin benar. Kenapa ia menikah lebih dulu?

"Kau tidak bisa menjawab?"

"Aku tidak ingin mengecewakan keluargaku…" jawab Kyuhyun.

"Ya! Kalau begitu hentikan semuanya dan jangan kecewakan keluargamu dengan mencintaiku.." kata Sungmin. Kyuhyun hanya terdiam menatap Sungmin.

"Mian, aku masih ada pekerjaan… Annyeong…" kata Sungmin lalu membereskan barang-barangnya dan pergi dari hadapan Kyuhyun.


Sekali lagi, Kyuhyun meminta Sungmin datang ke apartment mereka. Hampir setiap hari Kyuhyun meminta Sungmin datang ke apartment mereka.

"Kyu… Kumohon, hentikan semuanya.." kata Sungmin tanpa basa-basi saat sudah masuk ke apartmentnya.

"Shireo, hyung! Kenapa aku harus menghentikannya?"

Sungmin menghela napasnya. Magnae ini memang benar-benar keras kepala.

"Aku tidak mau melanjutkannya!" kata Sungmin.

"Kita akan melanjutkannya.. Aku tahu kau juga mencintaiku, tidak bisa berhenti mencintaiku seperti aku juga tidak bisa berhenti mencintaimu…"

"Kyu…"

"Kenapa kau tidak mau jujur dengan perasaanmu sendiri, hyung?"

"Aku sudah jujur!"

"Ani… Kau selalu bohong saat bilang kau tidak mencintaiku lagi.." bantah Kyuhyun. Sungmin hanya terdiam.

"Karena kita sudah punya kehidupan masing-masing, Kyu… Kau sudah memiliki Yonghwa, dan aku sudah memiliki Jijoon…" kata Sungmin. Suaranya mulai bergetar, menahan isakan yang sebentar lagi pasti keluar.

"Kalau begitu, kita akhiri kehidupan masing-masing itu dan mulai dengan kehidupan kita yang baru…"

"Hiks… Ani, Kyu.. Jangan lakukan itu…"

"Aku bisa melakukannya, hyung…" kata Kyuhyun.

"Hiks.. Ne! Aku memang masih mencintaimu. Ne! Aku tidak bisa berhenti mencintaimu. Ne! Aku bohong kalau aku bilang sudah tidak mencintaimu lagi. Tapi "

Tanpa basa-basi Kyuhyun mencium Sungmin. Ia juga melumat bibir namja aegyo itu.

"Mmpphhh.. Kyu…" kata Sungmin di tengah-tengah ciumannya.

"K-Kyu… Hen.. ti… kan…"

"Shi.. reo!"

Kyuhyun terus melumat bibir Sungmin. Sungmin memang terus memberontak, tapi pada akhirnya ia tidak bisa memungkiri hati kecilnya sangat bahagia. Sudah lama ia merindukan Kyuhyun-nya. Dan pada akhirnya Sungmin mengikuti kata hatinya. Ia menutup matanya dan menikmati ciuman Kyuhyun yang sedikit kasar.

"K-Kyu…"

Akhirnya Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka saat keduanya membutuhkan pasokan oksigen. Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sedikit terengah-engah lalu menangkup wajah namja itu.

"Jeongmal saranghae, Minnie chagi…"

Sungmin terdiam sejenak lalu tersenyum.

"Nado.." balas Sungmin sambil menitikkan air matanya.


Sungmin POV

Pernyataan Kyuhyun dan ciuman itu terngiang lagi di pikiranku. Yah, seperti yang sudah kuakui, aku masih mencintainya. Tidak. Aku selalu mencintainya. Mencintainya adalah anugerah tersendiri. Aku tidak pernah bisa merasakan kebahagiaan seperti saat aku bersamanya. Aku pun tersenyum mengingat ciuman kami tempo hari.

Tapi sekitar 7 bulan yang lalu Kyuhyun menikah dengan Yonghwa. Padahal sebelumnya ia tidak menceritakan apapun padaku. Bahkan seminggu sebelum pernikahannya kami masih minum wine bersama.

Karena itu, saat abeoji-ku memintaku bertunangan dengan Jijoon, aku menyetujuinya begitu saja. Aku sedang frustasi saat itu dan kupikir yeoja itu bisa menghilangkan sedikit frustasiku dan kesedihanku. Yah sedikit, karena memang tidak ada yang bisa menghilangkannya selain seseorang yang telah membuatku seperti itu.

Akhirnya aku sampai di apartment Jijoon. Hari ini kami sudah berjanji akan makan malam bersama di apartmentnya. Setelah menekan bel, akhirnya Jijoon membukakan pintu apartmentnya untukku.

"Sungmin-ssi, kau sudah datang?" tanya Jijoon.

"Hmm.." jawabku lalu masuk ke dalam apartmentnya.

"Kau mau mandi dulu?" tanyanya.

"Ne, baiklah.."

"Baiklah, kusiapkan air hangat untukmu, ne?"

Aku hanya menjawab dengan anggukan. Setelah ia pergi aku mendudukkan diriku di sofa ruang tamunya. Ah, aku baru ingat seharian ini aku mematikan ponselku. Aku segera mengeluarkan ponselku dari tasku dan mengaktifkannya.

"Sungmin-ssi.. Airnya sudah siap.." kata Jijoon. Aku segera beranjak menuju kamar mandi.

.

Normal POV

Sungmin beranjak dari sofa dan langsung masuk ke kamar mandi.

Beep.. Beep..

Ponsel Sungmin berdering menandakan ada pesan yang masuk. Tanpa ragu-ragu Jijoon meraih ponsel Sungmin lalu membuka isi pesan yang ternyata pesan suara. Ia menempelkan ponsel Sungmin ke telinganya.

"Minnie hyung… Kau sedang apa? Apa kau sibuk? Kenapa ponselmu tidak aktif? Aku khawatir, hyung… Kau baik-baik saja kan? Kumohon hyung, segera hubungi aku kalau ponselmu sudah aktif… Aku sangat mengkhawatirkanmu hyung changi.. Saranghae, jeongmal saranghae chagi…"

Tut.

Jijoon melihat siapa pengirim pesan tersebut.

Nae Kyunnie

Jijoon melemas. Bahkan tanpa sengaja ia menjatuhkan ponsel Sungmin. Terlalu mengejutkan dan menyakitkan baginya.

"Jijoon-ssi… Ada apa? Kau kenapa?" tanya Sungmin yang masih sempat menopang tubuh tunangannya yang merosot. Jijoon tidak segera menjawab.

"Jijoon-ssi, gwaenchanayo?" tanya Sungmin lagi tapi tetap tidak ada tanggapan dari Jijoon.

"Ya! Kenapa wajahmu pucat sekali? Lebih baik kau istirahat saja.." kata Sungmin lalu mulai mengangkat tubuh Jijoon.

"Lee Sungmin-ssi… Kau mencintainya?"

DEG

Sungmin menghentikan kegiatannya. Ia sangat terkejut dengan pertanyaan tunangannya itu.

"Kumohon, jujurlah padaku…" kata Jijoon lagi. Sungmin terdiam lalu ia mendudukkan Jijoon di sofa sedangkan Sungmin berjongkok di bawah menghadap Jijoon.

"Apa maksudmu, Jijoon-ssi?" tanya Sungmin sambil menggenggam tangan Jijoon.

"Kumohon Sungmin-ssi, jujurlah padaku.. Apa kau mencintainya?"

"Nugu?"

"Cho Kyuhyun."

DEG

Inilah yang paling ditakutkan Sungmin. Selama ini ia memang tidak menceritakan apapun pada Jijoon. Lagipula Jijoon tidak harus tahu hubungannya dengan Kyuhyun.

"Kenapa tidak menjawab?" tanya Jijoon.

"Ani…" jawab Sungmin.

"Bohong!"

Sungmin menghela napasnya.

"Kenapa kau bertanya begitu? Atas dasar apa?" tanya Sungmin.

Jijoon mengambil ponsel milik Sungmin lalu menyerahkannya pada namja imut itu. Sungmin meraih ponselnya lalu mendengarkan pesan suara yang tertera di layar ponselnya.


TBC

.

.

.

Chapter 4 nihhhh haha. ada yg msh ngikutin? kkk~

mian ya critanya masih kependekan... *deep bow*

chapt selanjutnya ku usahain perpanjang ceritanya hehe ^^v

oke dah, aku minta reviewnya aja deh,, silakan diisi ya kotak review-nya, but NO BASH! :D

gomawo jg buat para reviewers yg udh review & readers yg udh baca ff author hehe

gomawo~