Possessif Passive

KYUWOOK!


Author POV

"Kau akan membawaku kemana?" Wookie bertanya kesal pada Kyuhyun yang sibuk menyetir. Tidak mempedulikannya dirinya yang sudah entah berapa kali bertanya 'kau akan membawaku kemana'.

Wookie mulai bosan, perjalanannya bisa dibilang belum ada 10 menit tapi ia sudah bosan. Bosan berada disamping Cho Kyuhyun. Wookie bosan dengan kesunyian yang meliputinya. Bosan dengan Kyuhyun yang selalu diam!

Perlu diketahui Wookie bukanlah orang yang suka dengan diam, intinya dia benci kesunyian. Mungkin itu salah satu alasannya dia bersahabat dengan Hyukie, Hyukie si Hyper Active. Berteman dengan seorang yang ramai membuat Wookie tidak merasa kesepian. Setidaknya Wookie tidak akan merasa kesepian sampai akhirnya jam sekolah berakhir.

Wookie menoleh pada Kyuhyun. Wajah Kyuhyun keras, dia seperti orang yang marah dimata Wookie. Tapi kenapa marah? Bukankah harusnya dia yang marah? Wookie menghentak kakinya kemudian membuang muka keluar jendela. Lebih mengasyikan dari pada memohon jawaban akan kemana mereka.

Kyuhyun entah akan membawa Wookie kemana, hanya Kyuhyun sendiri yang tau. Sedangkan jika ditanya dia akan membawa Wookie kemana dia hanya bungkam tak mau tau. Kyuhyun diam karena marah. Kenapa dia marah? Dia juga tidak tau, tapi yang jelas dia marah pada dirinya sendiri.

Bertemu Wookie membuatnya aneh. Seorang Kim Ryeowook membuatnya sangat teramat sangat aneh. Semuanya diluar kebiasaan Kyuhyun. Semua yang dilakukannya diluar kebiasaannya dan sejak namja bernama Kim Ryeowook itu masuk kehidupnya. Semua tentang hidupnya pasti bersangkutan dengan Kim Ryeowook.

"Kau akan membawaku kemana, Kyuhyun?" Wookie bertanya lagi. Keheningan dimobil ini membuatnya benar-benar Bosan.

Kyuhyun masih mengacuhkannya, fokus pada jalan dengan kelajuan mobil yang lumayan.

"Cho Kyuhyun!"

"diamlah Wookie!"

"bagaimana bisa kau menyuruhku diam? Aku mau pulang! Dan kau malah membawa ku entah kemana sekarang ini!"

Kyuhyun terdiam. Fakta kedua yang didapatnya tentang seorang Kim Ryeowook. Fakta pertama, anak ini punya dua kepribadian dan fakta kedua, anak ini suka berteriak.

Kyuhyun mulai memperlambat laju mobilnya ketika memasuki jalan komplek perumahan elite. Wookie tercengang, rumah-rumah yang dilihatnya hampir semuanya sama. Tapi bukan itu yang mencengangkannya, rumah-rumah itu bahkan memiliki besar 50 bahkan 100 kali lipat rumahnya. Luar biasa!

Melihat Wookie yang tercengang sedemikian rupa membuat Kyuhyun tersenyum kecil untuknya. Reaksi imut yang tak terduga itu sangat manis baginya.

Mobil memasuki area perkarangan rumah besar dengan warna emas. Rumah yang luar biasa besar dengan pemilik bernama Cho Kyuhyun. Raut wajah Wookie kembali kesal. Bodohnya dia kenapa sempat terkagum-kagum.

"mengapa kau membawaku kerumahmu?" tanyanya. Cukup tau ini rumah Kyuhyun dengan lambang marga Cho didepan gerbang.

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat didepan rumah kemudian menghadap Wookie yang menatapnya. "entahlah, aku hanya ingin kau ikut saja kerumahku."

Sebelum sempat Wookie membalas perkataan Kyuhyun, namja masa bodoh itu sudah terlebih dulu turun dan menutup pintu mobilnya.

"ayo!" ajaknya pada Wookie saat ia membukakan pintu yang ada disebelah Wookie.

"kemana? Aku mau pulang." Wookie tidak mau turun dan memilih untuk melipat tangan didepan dada. Aksi protes ingin pulang.

Kyuhyun menghela nafas lelah. Kim Ryeowook membuatnya kelelahan. "ayolah, Wookie! Sudah sampai dirumahku. Masa kau ingin segera pulang?" Kyuhyun memohon, dengan nada memaksa.

Wookie tak peduli. Ini sifatnya yang paling nyata. Akan mengacuhkan siapa saja disaat yang dibutuhkan. Masih melipat kedua tangannya Wookie membuang muka kearah lain, tak ingin menghadap Kyuhyun. Bosan!

"Kyuu, kenapa kau tidak masuk kerumah?" Cho Ahra keluar dari dalam rumah dan menegur Kyuhyun yang masih berdiri didekat mobilnya. "ah! Kau bawa teman rupannya." Ahra noona melihat Wookie yang masih duduk didalam mobil.

Wookie menoleh. Seorang wanita cantik yang ia perkirakan noona-nya Kyuhyun berdiri diambang pintu.

"Ya! Cho Kyuhyun! Ayo bawa teman mu masuk! Tidak sopan membiarkan tamu didepan rumah!" Ahra noona heboh sendiri kemudian masuk lagi kedalam rumah.

'andai kau tau noona! Anak ini memang tidak mau masuk kedalam rumah! Bukan aku yang tak mengajaknya!' Kyuhyun menghadap Wookie yang kembali membuang muka.

"Wookie-ah?"

"Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau masih membiarkan temanmu diluar?" Ahra noona berteriak dari dalam rumah.

Kyuhyun mendengus. Kenapa manusia didunia ini suka sekali berteriak. Kyuhyun menatap Wookie yang tak peduli dengannya. Tak peduli dirinya yang sudah diteriaki noona-nya agar tamunya yang satu ini mau masuk kerumahnya.

'Terserah! Kalau kau tak mau masuk, aku yang akan membawa mu masuk!' pikiran evilnya kumat.

Kyuhyun mulai mendekat pada Wookie dan menundukan kepalanya. Berusaha meraih Wookie yang ada dibangku penumpang dan mengangkatnya lalu, menariknya keluar. Wookie kaget! ada apa ini?

"Kyuhyun! Kau mau apa?"

"membawa mu masuk!"

"Ya! baik-baik, aku masuk! Lepaskan tanganmu!" Wookie meronta dan memaksa Kyuhyun melepaskan tubuhnya. Kyuhyun berhenti memaksa Wookie kemudian melangkah kepintu. Berdiri disana dan menunggu.

"sampai kapan kau suruh aku menunggu?" Kyuhyun melirik malas Wookie yang masih bertahan didalam mobil.

Wookie menatap Kyuhyun marah. "bisa kah kau bersabar?" dia turun dari dalam mobil dan membanting pintu mobil Kyuhyun. "apa?" tanyanya polos saat Kyuhyun menatapnya tajam.

"tak ada, ayo masuk." Kyuhyun langsung meraih tangan Wookie dan menariknya kedalam.

Ryeowook POV

Rumah Kyuhyun sangat besar! Benar-benar besar! Rumahnya sangat indah, bersih dan tertata. Aku yakin pasti membutuhkan banyak pelayan untuk membersihkan rumah ini. Aku mengamati setiap detail rumah Kyuhyun saat aku melewati ruangan besar ruang tamunya. Terpajang banyak foto disana.

Entah kemana dia akan membawaku. Dia membawaku naik kelantai atas rumahnya dan memasuki suatu ruangan. Aku tau ruangan apa ini. Ini adalah kamarnya. Banyak sekali kaset-kaset game bertebaran dikamar ini. Jika tak hati-hati berjalan mungkin aku akan menginjak mereka semua.

"tak kusangka kamar seorang Cho Kyuhyun seberantakan ini." Aku menggumam dengan dia yang berada tepat disampingku. Aku sengaja, aku mau dia tau aku masih kesal padanya.

Aku tau sekarang dia sedang menatapku, tapi aku tak tau harus berbuat apa. Kulepaskan tangannya yang tadi memegang tanganku dan kemudian melangkah menjauh darinya.

"lalu apa?" aku berbalik dan menatapnya. Sambil duduk diatas tempat tidur Kyuhyun yang ada dibelakangku. "mau apa kau mengajakku kemari?"

Kyuhyun melemparkan tasnya sembarangan lalu ikut duduk disampingku. "entah, aku benar-benar tak tau kenapa aku membawamu." Katanya kemudian berbaring.

"kau aneh!" aku bangkit dan mulai menjelajahi kamar Kyuhyun.

Kamar ini dipenuhi banyak sekali kaset. Bukan hanya kaset game, kurasa Kyuhyun juga menyukai film. Banyak sekali kaset film disini dan lagi, banyak sekali tumpukan buku matematika yang juga berantakan dan tak beraturan.

Aku memunguti satu persatu kaset dan buku yang berserakan. Merapikannya dan menatanya kembali diatas meja. Kurasa memang disana tempat barang-barang ini harusnya berada dan bukannya dilantai.

Author POV

Kyuhyun memandangi Wookie yang sedari tadi memunguti dan menata kembali barang-barangnya. Memungut, mengamati kemudian menatanya kembali diatas meja.

"apa yang kau lakukan?" Kyuhyun bangkit dan duduk dilantai dimana kaset dan bukunya bertebaran.

"seperti yang kau lihat, aku merapikan buku dan juga kaset milikmu." Wookie kemudian ikut duduk dilantai tepat disebelah Kyuhyun sambil merapikan beberapa buku dan kaset yang bertebaran disekitar mereka.

"kenapa kau merapikannya?"

"karena aku mau."

"kau mau karena ini kamarku?" tanya Kyu menggoda.

"jangan terlalu berharap."

"apa salah kalau berharap?"

"pembicaraan anda mulai tidak sehat tuan Cho." Wookie menatap Kyuhyun kesal, Kyuhyun tertawa. "bisa kah kau berhenti tertawa dan ambilkan buku yang ada disebelahmu itu?" Wookie menunjuk satu buku tebal yeng tepat berada disebelah Kyuhyun.

"buku ini? Untuk apa?" tanyanya bodoh.

"kau mulai membuat ku kesal, Kyu! Biar aku ambil sendiri!" Wookie merangkak dan menggampai buku yang ada disebelah Kyuhyun dengan melangkahinya.

"Wo-Wookie," gumam Kyuhyun saat merasa tubuh Wookie berada tepat diatasnya. Wookie mengacuhkan Kyuhyun dan masih berusaha menggapai buku itu.

"diamlah, Kyu! Jangan ganggu aku!" ujar Wookie kesal. Pasti Kyuhyun berniat menggodanya lagi.

Kyuhyun menahan nafasnya. Posisi seperti ini sangat membahayakan dirinya. Entah Wookie polos atau apa, tapi tak taukah dia wajah Kyuhyun bahkan merah menyala mengalahkan kepiting rebus.

"Kyu ~!" seseorang mengetuk kamar Kyuhyun dan membuat Kyuhyun panic. "Kyu ~! Aku masuk yaa?" kata orang yang mengetuk pintu itu lagi.

"se-sebentar! Jangan masuk!"

Wookie berhasil buku yang di inginnya, sama seperti Kyuhyun ia juga panic. Wookie tak mau orang berpikir yang macam-macam dengan posisinya dan Kyuhyun yang bisa dikatakan tidak biasa.

Dengan cepat Wookie berusaha bangkit dari atas Kyuhyun namun saat ia akan kembali, tanpa sengaja tangan Kyuhyun yang juga berusaha bangkit menjagal kaki Wookie yang Wookie gunakan sebagai tumpuan. Dan akhirnya Wookie terjatuh menimpa Kyuhyun.

"Kyu~ aku…"

Pintu terbuka tiba-tiba. Kyuwook mematung pada posisi mereka sambil melihat siapa sang pembuka pintu.

"aah! Mianhae!" orang itu berbalik dan kembali menutup pintu.

Wookie segera bangkit dan merapikan seragamnya. Itu tadi bukan apa-apa!

Kyuhyun masih bertahan pada posisinya dan memandang kosong pada pintu. "Sung-min?" gumamnya.

"Kyu? Kau kenapa?" Wookie menunduk pada Kyuhyun yang masih bertahan duduk dilantai. "siapa Sungmin? Namja tadikah? Apa dia temanmu? Kenapa tak kau sambut dia?" beruntun Wookie menghujani Kyuhyun dengan pertanyaan.

Bertanya banyak juga demi menutupi kecanggungan serta kegugupannya atas kejadian tadi. 'anggap semuanya tak terjadi Kim Ryeowook' Wookie meyakinkan dirinya sendiri. Jantungnya berdetak cepat tak seperti biasanya. Ada rasa hangat yang menjalar saat Kyuhyun sangat dekat dengannya. Kenapa ini sebenarnya?

"Kyu ~ boleh aku masuk sekarang?"

Pintu kembali terbuka namja yang disebut Sungmin oleh Kyuhyun itu masuk dan mendekat kearah mereka berdua, Kyuhyun dan Wookie. Sungmin memandangi Wookie kemudian tersenyum. 'namja yang manis.' Itu kesan pertama Wookie saat melihat Sungmin.

"annyeong haseyo, naneun Lee Sungmin imnida." Sungmin menyapa Wookie ramah. "tapi kau bisa memanggil ku Sungmin atau Minnie kalau kau mau. Itu panggilan sayang Kyuhyun padaku."

"ah! Aku… aku Kim Ryeowook. Kau bisa memanggilku Wookie."

"apa itu panggilan sayang Kyuhyun padamu? Kyuhyun selalu saja memberikna panggilan sayang pada namjachingunya."

Deg! Jantung Wookie cukup cepat merespon apa perkataan Sungmin barusan. Panggilan sayang? Namjachingu? Kyuhyun adalah namjachingunya Sungmin. Benarkah?

Wookie mulai merasa nafasnya tak karuan, jantungnya seakan berhenti berdetak dan tak lagi mengalirkan udara. Sesuatu yang berat seperti menindih dadanya. Rasanya sakit!

"kapan kau kembali dari Tokyo hyung? Kenapa tak mengabarkan ku?" Kyuhyun bangkit dan bertanya dengan raut wajah yang bisa dibilang bahagia.

Sungmin tersenyum. Memamerkan deretan putih gigi kelincinya pada Kyuhyun. "aku baru tiba hari ini dan langsung kemari untuk menemuimu." Katanya bangga. "tidak kah kau merindukanku Kyu ~?"

"sangat Minnie! Aku sangat merindukanmu!

Dengan diam Wookie menonton percakapan kedua orang dihadapannya, bingung. Dan akhirnya setelah lama tak di indahkan ia akhirnya memilih pergi dari sana. Wookie mengambil tasnya yang ada disamping tempat tidur Kyuhyun. Ingin segera pulang karena ada sesuatu yang tak beres terjadi padanya saat Kyuhyun berbicara dengan Sungmin.

Kyuhyun yang melihat Wookie menuju pintu keluar kamarnya kemudian berpamitan sebentar pada Sungmin dan segera menyusul Wookie. Menarik tangannya agar namja kecil itu berbalik dan menatap matanya. "Wookie, gwaenchanayo?" Kyuhyun bertanya khawatir.

Wookie menggeleng. "aku harus pulang cepat, aku tak mau Umma khawatir karena sampai jam segini aku belum pulang." Wookie beralasan.

"akan kuantar."

"tidak usah, kau punya teman dari jauh yang baru datang. Kau harus menemaninya. Lagi pula aku sudah biasa sendiri." Wookie menjauh dari Kyuhyun. Perasaannya sedikit tidak enak pada Kyuhyun, tapi debaran didadanya lebih menyakitkan saat Kyuhyun didekatnya.

"sampai jumpa, Kyu!" pamit Wookie lalu berlalu turun kelantai bawah. Sangat ingin segera sampai rumah dan mengurung diri dikamar.

"eh? Wookie-ah kau mau kemana?" Sungmin keluar dari kamar dan mencegah Wookie pergi. "apa Kyuhyun benar tidak perlu mengantarmu?"

Wookie menggeleng dan tersenyum. "tak usah, aku bisa pulang sendiri. Annyeong Sungmin-ssi!" pamit Wookie. Dengan langkah setengah berlari dia keluar dari rumah Kyuhyun. Sesuatu didalam dadanya semakin sakit jika berada lama-lama dirumah itu.

Sementara itu dikamar, Kyuhyun memandang Wookie yang sudah menghilang dengan perasaan yang tak kalah aneh. 'lagi pula aku sudah biasa sendiri.' Perkataan Wookie tadi punya makna tersendiri pada Kyuhyun. Dia seperti tau apa yang Wookie rasakan. Rasa apa ini?

.

.

.

Sesampainya dirumah Wookie hanya memberikan salam pada Umma-nya dan kemudian mengurung diri dikamar. Wookie menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur kemudian memejamkan matanya kuat-kuat.

"ayolah Wookie! Lupakan semuanya!" gumamnya pada diri sendiri.

"Wookie baby, Waeyo?" Chullie-Umma, Umma Wookie tiba-tiba saja sudah berada diambang pintu.

Wookie bangkit dan duduk di tempat tidurnya. "tak apa Umma," jawabnya dengan tersenyum.

"kau tau Wookie, Umma selalu tau kalau kau berbohong." Chullie-Umma mendekat dan berdiri disamping tempat tidur Wookie. "kau lagi ada masalah, Ne?"

"tidak Umma. Aku hanya sedikit lelah. Umma tidak menanyaiku mengapa aku pulang terlambat?" Chullie-Umma tertawa kecil mendengar pertanyaan Wookie, salah satu modus mengalihkan perhatian.

"Umma percaya padamu. Kau pasti akan memberitahu Umma dari mana kau tadi."

"Ne. aku memang akan memberitahu Umma. Aku dari rumah temanku tadi. Umma tidak marahkan?" Wookie bertanya memohon. Chullie-Umma tersenyum lembut kemudian menggeleng.

"sekarang mandi, kemudian kita makan siang. Kau belum makan kan Baby?" Chullie-Umma mengelus kemudian mengecup puncak kepala Wookie.

"Ya! Umma! Aku bukan bayi lagi!" Wookie bangkit menjauhi Chullie-Umma dan berlalu kekamar mandi. "Umma tunggu saja diruang makan. Aku akan segera kesana."

"Ne, Chagi. Umma menunggumu!"

.

.

.

"Kyu? Kemana teman mu tadi? Namja imut tadi?" Ahra Noona bertanya pada Kyuhyun yang asik berbincang dengan Sungmin.

"dia sudah pulang noona, kenapa mencari dia? Ada yang tertinggalkah?"

Ahra noona menggeleng. "aku ingin mengajaknya makan siang bersama, tapi dia sudah pulang ya?" Ahra noona terdengar kecewa. "Oh ya, Kyu ~ siapa namja imut tadi? Namanya?"

"namanya Ryeowook, noona. Kim Ryeowook!"

"yang mungkin sebentar lagi akan bernama Cho Ryeowook." Goda Sungmin.

Kyuhyun meliriknya cepat. 'Semoga saja.' Dalam hatinya ia mengaminkan. "berhenti menggodaku, Minnie."

"sudah! ayo kita makan. Sungmin-ah ayo, makan bersama kami."

.

.

.


tadi sempat salah ketik di nama Umma nya Wookie. namanya tadi Jae-Umma. tapi sekarang udh diganti Chullie-Umma XD Nyaahaa~

nama Umma Wookie diganti gara-gara Jaejoong udah jadi songsaenim di chap1 kkk~ #EDITED


Thanks to :

Kangkyumi, diitactorlove, Rizki, ddhejoongie, cho tika hyun, Eternal Clouds, cloudcindy, Sesha kyuwook shipper, Echa Sk'ElfRyeosomnia, ryeoixxa, Kim 'Nyx' Eunjung, Kim TaeNa, serik, phumie sepupunya yewook. buat review di part sebelumnya ^^


REVIEW?