inilah part akhirnya , karna aku update ff ini di jam kerja, pasti banyak banget typo . jadi... mohon di maklumi ne... :p

curi-curi waktu mumpung kerjaan lagi pada ngumpet.

#mohon ini gak boleh di tiru , hehe ^^

semoga readersnim Terhibur ^^


Heart Or Mind Chapter 4 - End

Main Cast "DAEJAE - BangHime - JongLo"

by : Whiell Daejae

-.^


#Daehyun Pov

.

.

.Daejae.

.

.

Aku menatap tak percaya makhluk di hadapan ku. Apa mungkin dia hanya hanya halusinasi ku saja?

Yah.. berusaha melupakan nya kerap kali membuatku gila dengan halusinasi-halusinasi yang terus berkelebat

Tapi… ini terlalu nyata , matanya yang menatap ku dalam , membuatku enggan berpaling

"jadi kau datang ke sekolah dengan maksud terselubung?'' suara lembut itu menyapa indra pendengaranku.

Baiklah,, karna 'halusinasi' ini bersuara, aku simpulkan bahwa dia benar-benar youngjae.

Makhluk manis yang sedang aku hindari, dan dia dengan se-enak jidatnya menampakan dirinya –lagi

"hahh… kau nyata?'' hembus ku

Makhluk di depan ku mengerutkan alis –bingung

"kau sering 'berhalusinasi' bertemu dengan ku?'' Tanya nya pintar

Aku bungkam. Memilih mendudukan kembali tubuh ini di tempat semula, tempat di mana appa membangun dermaga kecil ini sesuai permintaan ku.

Dia ikut duduk disampingku

.

Hening ….

.

Tak ada yang bersuara di antara kami, perkiraan ku ternyata meleset jauh.

Aku fikir dia akan berteriak marah dan memaki seperti biasanya,

ya.. dia memang sering kali berteriak saat aku diam tak bersuara layaknya patung hidup

Melihat gelagatnya yang sedari tadi menggambarkan bahwa ia kini tengah marah besar, terbukti wajahnya tadi memerah menahan amarah.

Marah karna aku 'berangkat sekolah' dengan maksud lain, atau karna dia cemburu mendapti ku tengah memeluk junhong?

Hahhhhh… Dae babbo !

Berhenti beranggapan bahwa namja manis ini mencintai mu !

Aku tau , pasti analisis pertama lebih tepat.

"kau bolos?'' aku melontarkan pertanyaan bodoh

"kenapa kau menjauhiku sampai sejauh ini? pindah di tahun ketiga mu..? kau fikir itu mudah?

Apa kau tak tau , tindakanmu kali ini menyakiti banyak orang di sekitarmu?"

Tanya makhluk disampingku. Nada datar di setiap katanya menandakan bahwa ia sangat marah

"aku tak peduli… asal kau tak tersakiti , . aku tak peduli dengan yang lain''

Aku meliriknya lewat ekor mata ini, bisa ku lihat ia tengah menatapku tajam, sedangkan aku tetap memandang kubangan air yang terhampar luas di depanku

"Egois " desisnya tertahan

"benarkah ?'' tanyaku skeptis

"sebegitu bencinya kah kau pada ku tuan jung daehyun?

Menjauhi ku dengan cara seperti ini.

Apa kau tak pernah memikirkan perasaan ku atas tingkahmu akhir-akhir ini hah ?! " ia berteriak marah

Aku cukup tersentak mendengar kalimat pertama yang lolos dari bibirnya

Dasar youngjae bodoh, bukankah dia tau aku sangat mencintainya?

Bagaimana mungkin dia mempertanyakan asumsi bodoh itu?

"mana mungkin aku bisa membencimu ? …

… -benci karna kau merebut satu-satunya hati ini, itu pasti. Dan kau juga tak mengembalikannya dengan hatimu, atau… sekedar membiarkanku memiliki perasaan ini…"

Arghhhhhh …!

Ingin rasanya aku menjahit mulut lancang ini !

Aku yang notabene nya tak pernah berkata manis tiba-tiba mengumbar 'gombalan' murahan di depan pria ini !

Tapi.. jika di telisik lebih dalam, itulah yang aku rasakan selama ini. itu bukan gombalan Jae…

Karna semuanya tersirat di hati dan terucap begitu saja oleh mulut sialan yang tak tau sikon.

Youngjae tak bergeming mendengar kalimat 'beracun' ku, dan aku lebih berharap kau tak mendengarnya.

"kau masih ingat apa yang kau katakana padaku saat itu?''

Hening …

"bukankah kau ingin sebuah 'kenormalan' dari ku?

Jika hal yang ku rasa 'normal' namun tak 'normal' menurutmu, apakah kau fikir aku akan menuruti ucapanmu ?"

Dia tetap bungkam, aku juga tak terlalu berharap ia menjawab pertanyaan yang tak memerlukan jawaban

"maafkan aku Yoo Youngjae, kali ini aku tak sanggup memenuhi permintaan mu…

… dan sebagai gantinya …

-aku akan menghilang dari kehidupan mu"

Aku tersenyum miris menyadari apa yang aku katakan kali ini seolah aku menorehkan sayatan tepat di ulu hati ku.

"apa kediaman mu selama ini belum cukup tuan jung? Dan sekarang kau berfikir untuk menghilang dari ku? , "

Aku menatap namja manis ini,

Hahhh… aku sungguh bingung dengan sikap ku selama ini,

Apa aku salah mengambil tindakan?

Kenapa tatapan yongjae kali ini amat menyakitkan? Ini bahkan lebih sakit saat aku mengatakan 'menghilang' darinya.

"ya ! kau salah ! ini semua menyakitkan bodoh ! shiit… !" ia berteriak marah dan memalingkan wajahnya dari ku,

Tapi ada yang aneh dari suara dan tatapan matanya,

Suara penuh amarah itu sedikit bergetar dan matanya memerah,

Ohhh Appa, aku benar-benar seperti penjahat yang mencuri kebahagian seseorang yang aku cintai,

Tak cukup sampai disitu, aku sekarang aku malah membuatnya 'menangis'

Damn it ! ini semua tak akan terjadi jika aku tak menulis semuanya di sahabat bisu itu !

Kebiasaan yang di anggap kolot oleh sebagian orang.

Diary itu .

Arghhhhh! Aku akan melenyapkan mereka malam ini juga.

"maaf jae…

Aku memang salah, memiliki perasaan menjijikan seperti ini?

Harusnya aku berhenti dari awal,

Jika aku tau ini semua akan menyakiti mu, aku akan memilih tak mengenalmu lebih jauh, dan tanpa aku sadari aku juga telah menyakiti orang-orang di sekitarku, aku me- "

#SREEt .. BRUGHH !

Ucapanku terputus saat youngjae mendorong tubuhku seraya mencengkram kerah seragam sekolahku. Membuatku berbaring secara tak langsung diatas dermaga ini

"Kau BRENGSEK ! apa maksud perkataan mu hah?!" bisa ku lihat buliran bening itu mengalir deras melewati pipi chubinya,

'shiit ! aku membuatnya menangis ! '

"jadi… k-kau menyesal bertemu denganku…?'' suaranya terdengar serak mencoba menahan tangis yang sudah tumpah ruah, airmatanya ikut membasahi wajahku, dan bodohnya aku yang tak mampu berucap sepatah kata pun

'kenapa aku tak mampu menggerakkan bibir ini sekedar menenangkannya?

Mengatakan bahwa asumsi bodohnya jauh dari apa yang aku rasakan'

"y- yo- young j—"

"Diam ! …jangan katakan apapun., cukup dengarkan aku !'' titahnya sengit

"-be … -berhentilah menghindari ku,

jebal… a- ak- aku yang brengsek! Aku yang bodoh !

Aku terus berkelit dari hati kecil ku, aku egois. Aku yang salah ! akulah yang menyakiti mu. !

Jadi… berhentilah menyalahkan dirimu…'' ia berucap penuh intonasi yang beragam dan diakhiri dengan lirih diakhir kalimatnya.

aku menyangga tubuh ini dengan kedua siku ,

.

CUPP

.

Aku mengecup tepat di bibir namja pemilik hatiku, aku tak peduli jika setelah ini dia membunuhku.

Aku hanya ingin meredekan tangis pilunya yang terdengar menyayat hati ini.

Objek di hadapanku terdiam menyadari apa yang tengah aku perbuat,

Setelah yakin ia mengehentikan tangisnya, aku melepas tautan bibirku,

"kau juga tak boleh menyalahkan dirimu Jae, Saranghae Yoo Youngjae…

Kau boleh membunuhku ata-"

Aku yang sudah bersiap mental untuk menerima pukulan atau tendangan dari youngjae hanya bisa terpaku, dan lagi-lagi ucapanku menggantung karna perlakuan nya,

Dia- ...

-yoo youngjae memeluk erat tubuhku, membenamkan kepalanya diatas dada kurus ini.

"Nado… Nado Saranghae Jung daehyun'' ungkapnya lugas,

Aku seakan tuli mendengar suaranya kali ini, sehingga aku melepas pelukan nya dan menatap tepat di kedua manik cantiknya yang sedikit berair.

'apa kali ini aku mimpi?'

.

.Cuppp

.

Aku membelalakan mata ini saat merasakan benda kenyal menyentuh bibirku.

dan reflek yang aku berikan adalah menjauh dari namja di hadapan ku, ia cemberut melihat respon dariku.

"y- ya- yakkk! K k- kau siapa hah?!'' teriak ku nyaring dan 'sedikit' gagap

Aku tak yakin dia adalah youngjae, bagaimana mungkin youngjae berani menciumku, ?

Yaa… walaupun memang aku yang lebih dulu menciumnya atau pertama menci- , -Lupakan

"tsk. Apa pertanyaan itu pantas untuk seseorang yang baru saja mengungkapkan perasaan nya?''

Tanya nya sarkatis dengan duduk sila dan kedua tangan terlipat diatas dadanya

"tap- tapii yongjae, d- dia tidak mungkin- "

"mencium mu?'' ia kembali berucap lugas.

Ohh ayolah… aku yang memulai kenapa sekarnag malah aku yang gugup di tambah aksen gagap ini hinggap tanpa tau keadaan

"aku hanya ingin membalasmu, bukankah itu sudah menjawab semua pertanyaan yang tak terucap dari mu ?'' ia tersenyum dengan manisnya.,

Arghhhh ! lagi-lagi aku merasa jantung ini akan keluar dari tempatnya !.

"young j- "

#ZRASHHHhh

Reflek aku dan youngjae mendongak keatas,

Hujan? Kapan langitnya mendung? Apa karna aku terlalu menikmati kebersamaan dengannya?

Kebersamaan yang lama baru aku rasakan kembali,

#PLakk

"aishhhh.. " ringisku saat mendapatkan jitakan dari youngjae

" mau sampai kapan kau duduk di situ? " ia mengulurkan tangannya, membantuku berdiri

"ayo pergi…'' katanya seraya menarik tanganku, berlari kecil

"kemana?'' suara ku kalah oleh derasnya hujan

'hangat'

Itulah kesan pertama yang aku rasakan saat tangan youngjae yang sedikit lebih kecil dariku mengenggam erat tangan ini.

Andai aku memiliki kemampuan menghentikan waktu seperti 'Do Min joon' .

Aku pasti akan menggunakannya saat ini. !

Dan kau awan . kenapa kau harus memuntahkan isimu itu sekarang?

Padahal beberapa menit lalu langit biru itu dengan indahnya membetang apik.

Karna mu , aku harus kembali menunda hati ini untuk mengikhlaskan makhluk bernama youngjae.

Tunggu… tapi ci-

#pLakk !

Aku tersadar dari lamunanku akibat pukulan youngjae. lagi-lagi kepala ini menjadi sasaran empuknya.

"yak ! apa yang kau lamunkan dari tadi? Berhenti melamun dan cepat buka pintunya!''

Ia tak lagi menggenggam tanganku, ia juga menyerah menlindungi kepalanya dari guyuran hujan.

Aku menurut saja dengan ucapannya.

"A-apa yang kau lakukan ?! " youngjae kembali berteriak

Yah,.. tak heran dia berteriak sekencang itu , melihatku bergerak memanjat pagar rumahku sendiri setinggi dua meter lebih.

"kau menyuruhku membuka pintu bukan ?'' ucapku setelah sampai di seberang gerbang , sang awan masih saja menumpahkan ribuan butir air ,

Aku berlari cepat munuju tempat dimana aku menyimpan kunci pagar ini. di sebuah kotak surat.

Jangan heran, kotak surat ini di buat khusus oleh mendiang appa hingga hanya keluarga kamilah yang bisa membuka kotak surat ini. lebih tepatnya kotak surat palsu.

#kliik

Gembok canggih pemberian yonggik hyung terbuka. Youngjae menggigil kedinginan , ia segera berlari masuk kedalam rumahku.

Aku menyusulnya, tanpa ikut berlari seperti yang ia lakukan,

'sudah kuyup, untuk apa lagi aku lari? Toh akan basah juga'

.

#DAehyun pov end

.

Author PoV

.

Ruangan yang bisa di sebut sedehana namun mewah tersanding jelas di penglihatan youngjae,

Ia tak mengira sebelumnya rumah daehyun yang sekarang ia pijaki lebih berkesan klasik,

'ini benar-benar seperti berada di Negara jaman joseon. ' ucap youngjae dalam hati.

Siapapun yang melihat sekilas rumah ini memang akan lebih mengira bahwa rumah tersebut bergaya Eropa ataupun Itali,

Tapi ternyata itu semua hanyalah tipuan mata dari gaya modern gerbang dan tembok besar yang mengelilingi rumah ini

"minumlah… " daehyun meletakan secangkir coklat panas

"ini benar rumahmu?'' Tanya youngjae memastikan

"menurutmu?'' subyek yang di Tanya malah melempar pertanyaan

"kenapa kau memilih tinggal di apartement sementara kau memiliki rumah mewah ini?"

"rumah jaman dulu kau sebut mewah? Yang benar saja. " ucap daehyun setelah menyalakan TV

'ahhh apa lagi yang harus aku katakan?

Yakkk ! hujan. Kau. Berhentilah menghujam ke bumi, saat ini aku ingin dia pergi.

Terlalu canggung untuk bersamanya saat ini. terlebih aku takut harapan itu kembali tumbuh'

Keluh daehyun dalam hati

"heii.. kita sudah bersahabat cukup lama, tapi kenapa saat ini aku merasa sangat canggung ya?''

Papar youngjae

'ternyata dia juga merasakannya ? ' jawab daehyun dalam hati

Daehyun sudah cukup sadar pria di sampingnya adalah youngjae yang sesungguhnya.

Ia bersikap dingin lagi pada sahabatnya.

'hanya unutuk berjaga-jaga agar harapan itu tak menyeruak keluar'

"itu karna perasaanku, karna kau mengetahui perasaanku. Tak heran bukan, ? jika kita menjadi canggung. Cukup wajar melihat keadaan kita sekarang. ''

Youngjae memandang sengit manusia yang baru saja bersuara.

"apa kau baik-baik saja dengan itu?''

"menurut mu" daehyun lagi-lagi membalikan pertanyaan

"aku sangat terganggu dengan perasaanmu jung daehyun.'' Ungkap youngjae.

Daehyun memilih diam menatap TV di depannya, mencoba merubah fokusnya dari ke lanjutan kalimat youngjae yang ia yakini akan berakhir menyakitkan

"apa kau masih belum menyadarinya? Apa saat kau menciumku tadi aku menolak ?''

#BLushhh

Youngjae menatap tak percaya, bagaimana ia mau percaya melihat pemandangan di depan wajahnya?

Daehyun yang memilliki sikap tenang bahkan terkesan dingin menunjukan sikap tak biasa, wajah tampan nya tampak samar-samar memerah ? ohh yang benar saja…?

Seringai menakutkan muncul di wajah manis youngjae. ia perlahan mendekati daehyun , seolah ia tengah ,melakukan adegan slowmotion.

"jadi…. Apa itu kurang jelas? Sarangahe Jung daehyun . Nado saranghae "

Ucap youngaje lembut , membuat wajah daehyun makin memerah

'shitt ! berhenti mengatakan itu youngjae! Apa dia ingin membuat jantungku keluar dari rongga dada ini?

Arghhhh sial ! kenapa aku jadi seperti ini ? God. Aku harap dia tak menyadari perubahan warna di wajah ku , dan jantung ini … kenapa berdetak sangat cepat ?!

Damn it . Aku merasa suara detak jantung ini lebih keras dari dentingan jam . Arhhhh …' Jerit daehyun dalam bungkam

"y- ya—yak ! berhenti mengatakan itu " daehyun berucap gugup

"Waeyo ?'' Tanya youngjae 'polos'

"kau ingin mempermainkan ku, setelah aku mengatakan 'aku juga menyukaimu' . lalu kau akan pergi meninggalkanku ?'' desis youngjae tajam

Tentu saja ia hanya sedang asiik mengerjai 'sahabatnya'

Daehyun menatap balik youngjae, tepat kearah dua hazel yang tengah memandangnya

"sedikitpun tak ada fikiran untuk 'mempermainkanmu' "

Daehyun menghela nafas berat, mengalihkan padangannya dari sang pujaan hati

"setelah aku meresapi semuanya , aku rasa kau tak perlu membalas perasaanku youngjae-ah ,

Aku memang saat itu sangat egois. Berharap kau juga mencintaiku.

Tapi aku tau, jikapun hal itu terjadi, kita tak mungkin bisa bersama… " suara daehyun terdengar mencicit

"wae? Kenapa kita tak bisa bersama?" kali ini youngjae berbicara serius,

Hilang sudah niatnya untuk menjaili daehyun. Sedangkan daehyun terus saja menghindar bersitatap dengan youngjae

Lagi-lagi daehyun menghela nafasnya

"pergilah jae, aku ingin sendiri " lirih daehyun. Ia mengusir youngjae dengan dalih ingin sendiri. Daehyun juga tau situasi dimana ia menyuruh youngjae pegi karna menyadari hujan di luar sana telah reda,

'untuk saat ini mungkin hujan memang berada di pihaknya' itulah selintas yang ada di fikiran seorang jung daehyun

# GREbhhh

.

#BughhH

.

"shhhhh … " ringis daehyun mendapati dirinya terbentur lantai kayu dengan paksa, mata di hadapan daehyun berkilat Abstrak,

ya… daehyun tak mengerti tatapan apa yang di pancarkan manusia yang tepat berada diatas dirinya. Dengan kedua tangan mencengkram erat seragamnya,-lagi terlalu banyak emosi yang terpancar dari mata indah youngjae

'Sudah berapa kali dia mencengkram baju ku ? tak bisakah dia cukup mencengkram hati ku'

"brengsek ! sudah berapa kali kau mengatakan ingin sendiri hah ?! kau mencintaiku dan aku mencintaimu jadi kenapa kita tidak bisa bers—"

"Aku tak ingin menyakiti eommonim Bodoh ! Apa kau tak memikirkan perasaanya ?! -ak ... -aku sangat .

Sangat ingin memilikimu jae …. " teriakan youngjae terpotong oleh teriakan daehyun yang tak kalah kerasnya, mengeluarkan semua beban yang bergelayut di hatinya .

daehyun berkata lirih di akhir kalimatnya, bahkan terkesan seperti bisikan angin sore

Hening

Dua makhluk tersebut sibuk menatap lawannya masing-masing . menyalurkan perasaan mereka melalui tatapan sejuta emosi

"kau mengetahuinya? " youngjae akhirnya bersuara, kini ia tak lagi mencengkram baju daehyun ataupun berada diatasnya, ia berbaring di sebelah daehyun. Memandang langit rumah daehyun bermotif awan lengkap dengan langit birunya. Membuat siapapun merasakan mereka berada di alam lepas saat melihat langit rumah ini.

See… rumah tradisional yang juga di lengkapi replica langit menghias indah langit rumah daehyun

Daehyun memejamkan kedua kelopak matanya , mengangguk pelan merespons pertanyaan youngjae

.

..#FLashBack..

.

Aura menegangkan tersebar luas di sebuah kamar berukuran sedang , masih bisa di sebut luas untuk di tempati remaja Junior High School angkatan akhir tersebut.

Dua anak laki-laki duduk bersimpuh dengan kepala menunduk dalam. Duduk tepat di depan wanita berpakaian drees formal , mata teduhnya menatap tajam pada dua insan di hadapannya

"eommonim… maafkan atas sikap lancangku pada putra mu.. aku a-aku melakukannya… -karna ak- aku mencitainya . " ucap namja bersurai hitam pekat, masih menundukan kepalanya

"Apa kau sadar dengan kalimat yang baru saja kau ucapkan tuan Muda Yim ? " ucap wanita itu sinis

"nde eommonim., aku sangat sadar. Aku mencintai putramu " namja bersurai brown itu mengangkat wajahnya. Tak ada keraguan sedikitpun akan apa yang di ucapkan bibirya

"Cinta katamu ? apa yang kau tau tentang itu tuan muda ? Kau masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu cinta ?

dan kau.

Bagaiman mungkin di usia muda mu ini kau mengatakan mencintai seseorang yang bahkan sama dengan gender mu ?! " wanita itu setengah berteriak. Wanita yang di kenal penuh kesabaran itu terlihat memendam amarah nya yang memuncak.

"tuan muda yim … tak apa jika kau mencintai perempuan. Tapi kau lihat ? anakku itu laki-laki …

Apa kebanyakan harta membuatmu buta ?'' desisnya menusuk

"eommonim, aku mohon … izinkan putramu menjadi milik ku "

Wanita itu memandang tak percaya pada bocah berumur dua belas tahun yang bernama yim youngjun.

Bagaiman ia percaya? Mendengar sebait kalimat yang terlontar dari bocah di hadapannya yang jelas-jelas berusia empat tahun lebih muda dari putra sulungnya .

"eomma …-ak –aku …juga mencintainya. Aku mohon izinkan kami ber—"

.

#pLakkk

.

Semua mata terbelalak, kecuali sang pelaku.

'-hy –hyung... ' lirih bocah cilik di balik celah pintu, ia benar-benar bingung kenapa eommanya yang sangat halus itu berubah menjadi kasar, ia juga heran kenapa sahabatnya yang satu tahun lebih muda darinya duduk bersimpuh di bawah bersama hyungnya.

wanita itu mengehela nafasnya, tersirat rasa bersalah karna memukul putra sulungnya

"Yim youngjun , sebaiknya kau pulang sekarang . sajangnim pasti sedang mencarimu. Dan aku mohon… jangan pernah lagi menemui young won dan berhentilah mencintai putra ku. Perasaan sesaat kalian hanya akan saling menyakiti satu sama lain'' ucap lembut, berharap dua laki-laki ini mengerti.

Ia juga telah melupakan panggilan dengan embel-embel 'tuan muda' di hadapan anak semata wayang atasannya.

Youngjun tak menghiraukan ucapan , tanganya terulur meraih wajah young won yang tampak memerah, ia melihat tangan nya gemetar, ia menggenggamnya berusaha menenangkan.

"eommonim, baiklah…

aku akan pergi sekarang. Tapi aku tak yakin akan menuruti ucapan mu untuk tak lagi bertemu dengan nya. Dan aku. Tak akan pernah berhenti mencintainya sampai kapanpun, bahkan saat kematian menjemputku. Ketahuilah , hati manusia memang mudah berubah, tapi tidak dengan hati ku . jikapun itu berubah mungkin aku akan berubah lebih mencintainya di banding hari ini.

Saya permisi eommonim " youngjun membungkuk hormat dan berjalan keluar

masih terlalu kaget untuk menyadari kepergian bocah tersebut, ia tak habis fikir bagaimana mungkin bocah ingusan seperti Youngjun bisa begitu mengerti tentang sebuah perasaan . menggambarkannya dengan terlalu jelas dan gamblang. Menghilangkan sifat bocahnya secara tak langsung.

Youngjae menatap kepergian sahabatnya, tubuh kecilnya terlihat ringkih walaupun ia berjalan tegak seperti biasa –terkesan angkuh. Sementara young won masih terduduk, mengepalkan kedua tangannya hingga kuku jarinya memutih. Menahan sakit yang menguar hebat di relung hatinya, air mata yang sudah tak bisa ia bendung mengalir deras menuruni kedua pipinya.

"besok pagi kita akan pergi. Kemasi barangmu " titah membuat young won makin terisak dalam diam.


'kenapa eomma sangat jahat padamu dan youngjun ? apa karna kau menyukai laki-laki?

Apa itu salah hyung ? apa itu kesalahan besar hingga kau harus meninggalkan kebahagiann mu?'


.

.

.

.

.

Mobil pick up telah penuh dengan perabotan milik keluarga Yoo. Dua pasang mata hazel memandang lekat rumah sederhana mereka dengan sendu

"ayo cepat naik, kita bisa ketinggalan bus jika terlalu lama berdiri disini.'' Suara yang berada di sebelah taxi memecah keheningan kedua putranya.

Youngjae menyentuh ujung kemeja young wonberharap pandangan kakaknya terlaihkan padanya, tapi nihil . tatapan kosong sang kakak membuatnya ikut merasakan perih

"YOUNG WON !'' teriak seseorang dari seberang jalan , reflek objek yang di panggil menoleh ke sumber suara. Begitu juga ia tak menyangka youngjun akan datang

"cepat masuk" bentaknya.

Tapi semuanya berbeda dengan apa yang di titahkan. Karna young won malah berlari tanpa melihat jalanan yang cukup ramai . ia berlari menuju tempat dimana youngjun berdiri dengan nafas terengah-engah

"Young won ! Awas ! " kali ini bukan teriakan memanggil melainkan sebuah peringatan.

Youngjun berlari ketengah jalan dimana young won berdiri kaku . dengan cepat youngjun mendorongnya menjauh.

Dan…..

#Ckittttttttttt

Tepat lima senti sebelum sebuah truk menyentuh tubuh youngjun. Truk tersebut berhenti .

#BRUkkk

Tubuh youngjun terkapar di atas aspal, membuat young won terpekik kaget.

"youngjun !'' ia segera berlari , merangkul tubuh kaku di depannya. Memeluknya erat berusaha mendengar alunan detak jantungnya

Derap langkah beberapa orang beradatangan . young won menangis histeris saat ia di tarik laki-laki berjaz hitam . youngjae terpaku melihat sahabatnya yang sedang di periksa oleh dokter pribadi keluarga Yim yang entah datang kapan. Beserta bodyguard berbadab tegap dan berwajah kaku

Raut wajah pucat tersirat jelas di wajah dokter wanita tersebut

"dia meninggal ?'' tanyanya lirih seolah sedang berspekulasi sendiri.

Young won yang mendengar makin berteriak histeris meminta di lepaskan . sudah bersimpuh di hadapan tubuh youngjun dengan air mata berlinang , youngjae masih mematung menyaksikan kejadian mengerikan di depannya.

.

.

'


saat ayah pergi kau tak seperti ini hyung… apa itu artinya aku lebih menyayngi youngjun ? apa rasanya sangat sakit sampai kau menangis kalap seperti itu ?'


.

.

.

.

.

Angin laut sibuk berlarian di seluruh belahan lautan ini . seoarang bocah berdiri di sebuah batu karang, jas hitam dengan pita di lengan kirinya , young won diam menatap kosong lautan dihadapannnya , tampat abu orang yang di cintainya di taburkan.

Youngjae berdiri sedikit jauh dari youngjun , sudah hampir setengah hari mereka berdiri disini. membiarkan young won menikmati kesendiriannya . ia merasa sangat jahat tak berguna dan telah gagal menjadi orang tua . menyakiti anaknya sedemikian rupa . ia merasa secara tak langsung dialah si pembunuh youngjun.

'dia sudah kelelahan karna berlari dari kediamaanya . detak jantungnya menjadi tidak stabil. Anda tahu sendiri bukan bahwa Yim Youngjun memiliki jantung lemah?

Di saat kecelakaan mungkin tubuhnya tak tergores sedikitpun, tapi tekanan detak jantungnya makin meningkat dan terjadi masalah "listrik" dalam jantungnya . Ini terjadi ketika sinyal-sinyal listrik yang mengendalikan kemampuan jantung memompa, mengalami hubungan arus pendek. Secara tiba-tiba, jantung bisa berdetak dengan sangat cepat, menyebabkan ventrikel jantung bergetar atau berdebar, dan bukannya memompa darah secara terkoordinasi. Disinialh terjadi perhentian jantung tuan muda Yim berdetak. '

Penjelasan medis itu terngiang jelas dalam benak

"Hyung ! " youngjae menghampiri youngjun yang terjatuh di atas batu karang, membuyarkan lamunan

"Yoo Young Won ! '' pekik , ia melihat darah mengalir dari pergelangan putranya, tangan kanan young won menggenggam batu karang tajam

Tangannya bergetar memeluk putranya , youngjae menangis sesunggukan .

''-je … -jeoseong … -hamnida eomma.., '' Ny. Yoo menggeleng cepat , ia tak bisa menerima akan di tinggal secepat ini oleh young won

"-ja.. –jae ah… jagalah –eo –eomma …. '' pesannya sebelum matanya sukses tertutup


'masa sulit itu memang sedikit merubah hidup kami , eomma tak lagi terlalu sibuk dengan pekerjaannya , pembawaanya dulu yang terlihat lembut namun penuh kekauan , ikut mencair siring berjalannya waktu , itu lha setitik perubahan positif dalam keluarga kecil kami di balik peristiwa mengerikan itu .

Sekarang aku takut masa itu akan kembali terulang jika aku mencintai pria di samping ku ini na eotteokhae hyung ?'


.

.#FLashback-End

.

Awan hitam telah mencapai batasnya, menyingkir perlahan , meninggalkan bumi basah oleh muntahan bening yang ia keluarkan , rintik-rintik air cukup minimalis menggantung di setiap atap rumah penduduk maupun makhluk dan benda lainnya yang rela terkena benda bening tersebut.

Daehyun melirik youngjae yang sudah merubah posisinya, ia duduk membelakangi daehyun ,

"dari mana kau tau ?'' Tanya youngjae ,

"eommonim yang menceritakannya padaku , " sahut daehyun

"dan … aku fikir , ada sebuah pesan di balik cerita yang ia sampaikan padaku . seperti …

'bersehabatlah dengan putraku, cukup bersahabat. Jangan sampai kau mencintainya . itu akan membuatku kembali menjadi orang tua yang gagal'

Yahhh … mungkin kurang lebihnya itu yang ingin eommonim sampaikan.

Karna aku tak mungkin selamanya menjadi sahabatmu saat aku masih memilki perasaan seperti ini.

Jadi aku ak—"

.

#SrETttt

.

Kalimat panjang daehyun terputus , karna lagi-lagi dia harus menerima kerah bajunya di cengkram , membuatnya terduduk berhadapan dengan youngjae .

'ughh .. bocah ini hobi sekali menarik kerah ku .' gerutu daehyun dalam hati .

Ia merasa sekarang sudah lebih bisa mengendalikan emosinya jika berhadapan dengan youngjae-nya

"sudah puas dengan pemikiran bodoh mu tuan jung ? ingatlah setiap manusia memiliki pemikiran masing-masing maka dari itu , janganlah terlalu tenggelam dengan pemikiran bodoh mu. " geram youngjae

"aaah… aku lupa sedang berbicara dengan siapa . harusnya aku bertanya dulu pada 'pakar pemakai logika' seperti mu ? " kata daehyun sinis .

Wajah youngjae merah padam menahan amarah . daehyun tersenyum lembut , enatah kenapa ia senang melihat youngjae marah .

Perlahan ia mendekatkan wajahnya , menutup jarak di keduanya dengan bibir saling bersentuhan .

Berharap perasaannya bisa tersampaikan, benda kenyal yang bersentuhan dengan bibirnya manis, lebih manis di banding makanan kesukaannya ,

"aku tidak tahu apakah ini tanda kita berpisah atau kita akan bersama , semuanya bergantung padamu jae, tapi ketahuilah … aku tak ingin hubungan kita nantinya menyakiti eommonim'' lirih daehyun setelah melepaskan ciumannya dengan tak rela.

"tetaplah bersama ku Dae… dan percayalah semuanya akan baik-baik saja .'' youngjae memeluk daehyun erat

'apakah aku sedang bermimpi ?' ucap daehyun dalam hati .

"ya… ini adalah mimpi. Mimpi yang tak akan berubah berapa kalipun kita menutup dan membuka mata " daehyun tersadar dari lamunannya ketika sebuah suara mengintrupsi kegiatannya.

"baiklah… aku harap tak akan pernah bangun dari mimpi ini " ia membalas pelukan youngjae tak kalah erat.

"karna kau mencintai ku, apa aku boleh menciummu lagi ? " Tanya daehyun vulgar,

.

#PLetakkkkkk

.

Sebuah stick drum mendarat mulus di kepala daehyun , entah darimana youngjae menemukan stick jahanam itu .

"Byuntae !? " hardik youngjae seraya menyetuh bibir atas daehyun dengan stick drum tersebut , daehyun hanya menghindarinyadan tak lupa tersenyum senang menanggapi kemarahan youngjae.


'eommonim , aku benar-benar minta maaf karna tak bisa menjadi sahabat yang baik untuknya .

Maaf telah memerangkap putramu dalam cinta tak normal ini. aku harap saat kau ini kau tak membenciku dan putramu ini.

Appa … do'akanlah putramu yang tampan ini . lihat , aku sudah berhasil mendapatkan kebahagiaan ku . jadi kau tak perlu khawatir lagi … saranghae appa .

Youngjae , semua ketahuilah bahwa kebahagiaan ku hanya berporos padamu .

Neoumu saranghae Yoo Yongjae … ' _Jung Daehyun

...

'eomma , lihat bukan ? aku berhasil meyakinkannya . meyakinkannya bahwa aku juga mencintainya .

Terima kasih karna sudah membiarkan ku mencintainya. Dae… kau tak perlu khawatir akan eomma, bukankah youngjun pernah mengatakan hati manusia itu selalu berubah ?

Dan kurasa hati eomma telah berubah menjadi lebih hangat.

Jung won hyung, jangan iri melihat adik mu ini ne~, aku tau kau pasti sudah bahagia disana bersama youngjun. Apa kau sekarang sedang melihat ku ?

Aku sangat bahagia karna kaulah yang memerangkapku dalam cinta terlarang ini. dan aku tak akan pernah terperangkap dalam cinta lain selain cinta mu .

Aku akan memegang kata-kata youngjun 'hati manusia akan selalu berubah. Dan pasti hati ini akan berubah lebih mencintai mu lebih dalam di banding hari ini.

Saranghae Jung Daehyun …' _Yoo Youngjae

.

.

.

.

...#epilog...

.

.

.

.

Matahari sudah tampak lelah , sinarnya meredup seiring bergulirnya ia kebagian belahan bumi yang lain … sang surya telah beranjak dari tugasnya untuk berganti dengan sahabatnya yang siap berganti shift, bulan … terlihat samar di penghujung langit lain

Seorang namja berwajah tegas tampak gugup , berkali-kali mengatur nafasnya mengurangi rasa tegang yang sedikit menguasainya.

"Bang ! " panggil seseorang , yang bersangkutan segera menoleh . gummy smile langsung tercetak jelas di wajahnya.

"hahhh hahhh… mian… aku terlambat . " ucap himchan masih terengah,

"gwaenchana , " sahut yongguk

"kajja… ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu …"

Yongguk menarik tangan himchan agar mengikutinya , mereka terus berjalan menyusuri gang-gang kecil , berbelok beberapa kali hingga kini mereka telah berada di sebuah perempatan jalan ,

Yongguk menulikan telinganya saat mendengar ocehan himchan yang bertanya mereka akan kemana, bahkan himchan mengumpat pelan karna yongguk mengacuhkannya . ia tak menyadari bahwa mereka telah berada di depan caffe mini, dengan gaya minimalis itu caffe didepan mereka terlihat nyaman , membuat siapa saja yang melihat tempat ini akan tertarik untuk sekedar masuk kedalamnya.

"yak … Bang Yongguk ! apa maksudmu membawaku ke caffe kosong ini ?'' Tanya himchan penasaran

Ia tahu dengan sekali lihat , caffe di depannya ini masih tersegel rapi , dan yang membuat aneh adalah … ada pita melintang di daun pintu kaca caffe tersebut.

"Kim Himchan… mari hidup bersama dengan ku . " ucap yongguk tiba-tiba , himchan terbelalak tak percaya. '-ap …-apa yang kudengar tadi itu sungguhan ?' Tanya himchan dalam hati

"tetaplah di sampingku , hiduplah bersama ku . aku mungkin saat ini belum mapan , tak bisa memberikan apapun padamu selain hati ku . " yongguk menatap himchan lembut

"Gukkie~ … "lirih himchan , sepasang mata kucingnya kini terlapis air bening

"yakk ... kim himchan , kenapa kau menangis ? –ap … -apa aku melakukan kesalahan ?'' Tanya yongguk gugup

"babbo … .aku tidak menangis ... ini hanya ada air yang keluar dari mataku . "

Yongguk memutar bola matanya kesal .

'apa menangis dan keluar air dari matanya adalah hal yang berbeda ?!' jeritnya dalam hati

"dan tentu saja kau melakukan kesalahan . jantungku rasanya akan pergi karna mendengar kalimat indah mu bang yongguk . " himchan tersenyum manis ,

Perasaan yongguk menjadi lebih ringan sekarang , ia merengkuh tubuh himchan ke dalam pelukannya.

"aku tahu kau tak terlalu menyukai pekerjaan mu sekarang ini . jadi maukah kau berbagi aktu luang mu untuk menerima hadiah ku ?''

Himchan mengerutkan keningnya , bingung akan ucapan yongguk. Merasa tak ada respon apapun yongguk merenggakkan pelukannya

"wae ? kau tak suka ?''

"apa maksud mu ?'' Tanya himchan polos

Yongguk menggeram kesal , ia tak meyangka himchan-Nya akan se lemot ini

"bodoh . lihat lah papan nama caffe di belakang ku ! " ucap yongguk ketus

Hicham mendongak , matanya melebar … sekarang ia tahu apa maksud ucapan yongguk-nya ini.

"-ba …-bang youngguk … "

Yongguk yang merasa di panggil terpaksa menoleh , ia masih kesal dengan 'rasa tak peka' himchan .

Tapi ia terkejut melihat air mata kembali mengalir dari pipi himchan ,

"hime… kau kenapa hmm ?'' tak biasanya himchan menangis seperti ini . khawatir . itulah yang yongguk rasakan saat ini ,

Himchan menggeleng cepat , rasa bahagia ini membuat lidahnya kelu , bagaimana mungkin seorang bang yongguk yang selama ini terlihat kaku namun nyatanya sangat perhatian padanya ,

Ia memandang kembali papan caffe bertuliskan "StarBabys BangHime" ia tak menyangka yongguk akan memberinya caffe lengkap dengan nama fansclub BoyGroup favoritnya. kekanakan memang , tapi ia sangat menyukai hal itu

"gomawo Gukkie… "

Yongguk tersenyum mendengar hal itu

"tak perlu berterima kasih Hime , bukan kah membuatmu bahagia adalah kewajiban ku ?''

Himchan tak bisa berkata apa-apa lagi , impiannya selama ini untuk mempunyai sebuah caffe akhirnya terwujud, ia bukan tak mampu , namun ibunya selalu melarang nya untuk membuka caffe , sang ibu hanya ingin anaknya menjadi seperti dirinya . dialah yang selalu menghalangi keinginan himchan untuk memiliki caffe

"jadi … kau menyukainya ? "

Himchan mengangguk berkali-kali , yongguk segera menahan kepala himchan agar berhenti mengangguk . menangkup wajah manis didepannya

"will you be mine Hime ?''

Lagi-lagi himchan mengangguk , sesaat ia merasakan benda dingin melingkar di jari manisnya ,

Ya… yongguklah sang pelaku yang menyematkan cincin tersebut .

"Saranghae Bang Yongguk "

Yongguk kembali merengkuh himchan dalam dekapnya , mencium lembut pucuk kepala kekasihnya

"terima kasih telah terlahir di dunia ini Kim Himchan " bisiknya halus

Benang merah kasat mata itu mengikat jelas dua tubuh yang sedang berpelukan , menyebarkan cahaya indah yang kian menyebar di sekitar nya …

.

.

.

.

.

.

Youngjae melirik arloji yang melingkar indah di pergelangan tangannya , matanya gelisah melirik kesana kemari , menunggu seseorang yang mengajaknya bertemu di depan minimarket.

Dia tau , tempat pertemuannya tak elit sekali , tapi ia tak peduli akan hal itu . ia sudah cukup merindukan sahabatnya ini . daehyun-Nya sudah hampir seminggu tak menemuinya. Pasca hari kelulusan mereka.

"kau benar-benar mati kali ini tuan Jung" umpatnya pelan .

"heii.. aku mendengarnya !"

Youngjae terlonjak , menyingkir selangkah karna rasa terkejutnya.

Siapa lagi kalau bukan si monster daehyun yang mengagetkannya?

"jadi … kenapa seminggu ini kau menghilang bak di telan bumi Daehyun Jung ?'' Tanya youngjae to the point

"ouhhh… kau sungguh tak sabaran sekali Jae… " goda daehyun yang sukses membuat tanda twich di dahi youngjae

"baiklah… baiklah… ayo ikut aku … ada yang ingin aku tunjukan padamu" katanya seraya menarik tangan youngjae lembut. Youngjae merasa risih , ia masih takut akan pandangan orang lain jika mereka bergandengan tangan di depan umum seperti ini.

"Yoo Youngjae… maaf jika kau tau seluk beluk keluarga ku dari mulut orang lain.

Saat itu aku hanya belum punya keberanian untuk menceritakan hal itu padamu, aku terlalu takut kau akan meninggalkan ku setelah tau betapa hancurnya keluarga ku .

Dan … aku merasa cukup beruntung memiliki hyung ember seperti guru Kim . " daehyun menghentikan langkahnya.

Tangannya makin erat menggegam youngjae,

"neomu saranghae yoo youngjae, " ucapnya mantap , tak lupa ia menatap sepasang hazel yang bertengger indah di wajah youngjae-Nya , Sedang yang di tatap , bersemu merah,

"Nado Saranghae Jung Daehyun " ia tersenyum lembut

Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah tempat yang sudah di 'sediakan' oleh yongguk hyung ,

"apa saja yang sudah di ceritakan oleh guru cerewet itu ?'' Tanya daehyun

"terlalu banyak dae, hingga aku tak mampu mengingat satu hal pun yang ia ceritakan tentang mu."

Menjelang akhir kelulusan mereka, youngjae memang semakin dekat guru kim , peringai guru kim yang amat sangat berbeda saat ia mengajar dan tidak mengajar sempat membuat youngjae bingung, tapi ia tau… gurunya itu sangat mengasyikkan saat ia tidak berada di lingkungan sekolah nya , ia seperti memiliki kepribadian ganda .

"ouhh,,. Hati ku sakit mendengar ucapan mu jae , jadi aku ini tak penting bagimu hingga kau tak sekalipun mengingat ku ?'' daehyun menampakkan ekspresi 'terluka'

Youngjae bergidik ngeri melihat tingkah 'kekasihnya'

"tapi ada satu hal yang tak akan pernah aku lupa seumur hidup ku tentang mu dae ,

cintamu itu lah yang tak akan pernah aku lupa sekalipun Alzheimer merasuki otaku , karna hatiku akan terus mengingat mu" daehyun terpana akan kalimat yang meluncur dari bibir kissable youngjae.

'shit… tahan dirimu dae'

"kita harus cepat sebelum aku kena serangan jantung " kata daehyun berjalan cepat , membuat youngjae ikut tertarik mengingat tangan mereka msih saling terkait.

.

.

Daehyun menunjuk sebuah caffe di perempatan jalan, youngjae memincinngkan matanya , sepertinya nama caffe itu cukup familiar di telinganya ,

"StarBabys BangHime ?" Tanya youngjae

"ayo kesana , itu adalah caffe yongguk hyung dan guru kim " jelasnya

"eh ?"

Tanpa memperdulikan kebingungan youngjae , daehyun meninggalkannya begitu saja . youngjae mengejar daehyun dengan wajah di tekuk. Ia benar-benar kesal di acuh kan daehyun.

.

#Klingg….

Pintu caffe terbuka menandakan ada lagi tamu yang berkunjung , dua namja yang sudah dulu berada di dalam menoleh kearah pintu masuk .

Dua objek yang di pandangi hanya bisa tersenyum kikkuk , bagaimana daehyun dan youngjae tak kikuk ? melihat pemandangan di depannya yang cukup ekstrim dengan yongguk memeluk pinggang himchan dan wajah mereka yang hampir bersentuhan .

"cih dasar pengganggu … ?'' decih yongguk ,

"fyuhhh … untuk kalian cepat datang … " syukur himchan, ia bernafas lega bisa menjauhi sifat pervert kekasihnya yang kambuh beberapa detik yang lalu .

"heee mian hyung ," cengiran tercetak jelas di wajah daehyun,

"hahhh … itu tak merubah apapun , tapi … aku tau kau sudah banyak membantu ku, terima kasih sudah membantu hyung mu ini selama seminggu terakhir " yongguk membungkukan badanya pada daehyun

"hyung… apa himchan hyung memukul mu lagi ? " Tanya daehyun cengok. Ia sangat tahu peringai yongguk yang tak mau mengatakan terima kasih , -mungkin hanya pada daehyun seorang .

Jadi wajar saja ia bertanya demikian , karna yongguk pasti akan bertekuk lutut dengan ancaman-ancaman hichan hyung .

Yongguk mendengus sebal .

"aku hanya sedang berbaik hati , kami akan menyiapkan sesuatu untuk kalian " yongguk menarik tangan himchan ke arah dapur

"tsk. Aku juga tau dia passti akan melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi " gerutu daehyun

"heii dae... lihat di itu "youngjae menunjuk jendela di samping kirinya , menampakkan dua sosok pria memakai sergam sekolah mereka . daehyun memincingkan matanya untuk memperjelas penglihatannya

"bukankah itu choi junhong ?" Tanya youngjae, mungkin pernyataan lebih tepatnya

Dua namja di depan mereka ini terlihat kontras mengingat perbedaan tinggi keduanya ,

.

.

.

Junhong memandang jong up takut , pasalnya kekasihnya ini sedang marah dengannya . dan parahnya ia tak tau penyebab jongup-nya itu marah .

"hyung … apa yang membuatmu marah ?'' Tanya junhong lirih

"aku tidak marah " jawabnya singkat

"bohong " desis junhong . ia lebih suka jongup marah-marah di depanya di banding diam seperti ini

Jongup menghela nafas berat , ia menggenggam tangan junhong lembut

"baiklah … aku mengaku . aku marah , sangat marah saat melihat teman sekolah mu memandang mu intens . itu memuakkan " ucap jongup berapi-api

Junhong mengerjapkan matanya , jika dia menyimpulkan jongup hyung sedang 'cemburu' tak salah bukan ?

"hyung… jadi… ? kau cemburu ?"

"tentu saja ! " jawab jongup cepat , namun detik berikutnya ia sadar akan kata yang lepas begitu saja dari bibirnnya, membuat sang jangkung tersenyum senang . ia langsung mencium pipi kanan jongup membuat yang bersangkutan membeku tak percaya

"aku senang kau cemburu hyung… " ucap junhong ceria .

"sesenang itukah ? kau sampai lupa bahwa kita sedang berada di tempat umum… " jelas jongup

Junhong menggeleng tegas

"sekarang aku tak peduli dengan itu "

jongup medekatkan wajahnya

"jadi … jika aku mencium mu sekarang tak apa hmm… Moon Zelo ?'' godaan jongup sukses membuat pria di depannya memerah , bahkan mata indah itu tertutup pelan , jongup makin nekat ,

Mendekat, mengeliminasi jarak mereka lebih dekat lagi ,

.

Tiga senti…

.

Dua senti…

.Sat-

"Arghhhhhh,….. " teriak jongup sambil memegang daun telinga kanan nya

Mendengar suara jongup kesakitan , junhong langsung membuka matanya lebar

Dan itu semakin lebar karna irisnya menemukan jongup tengah di siksa hyungnya dengan cara menarik telinga jongup paksa .

"dasar namja pendek mesum ! beraninya kau mau mencium adik polos ku hah ?! " teriak daehyun

"-ya .. –yaakkk ! hyung … Appo … " rintih jongup

"dan kau junhong … kenapa kau diam saja saat si pendek ini mau melec-… -Arghhhh " kini rintihan kesakitan itu berpindah pada daehyun, ia melepas tangannya dari telinga malang jongup

"berhenti lah jadi hyung overprotektif… bagaimana mungkin kau menceramahi orang lain saat sifat mu juga tak kalah mesum !?" hardik youngjae

"bhahahhaha… " tawa junhong dan jongup meledak . daehyun memberikan deathglare tak berartinya pada dua donsaenganya

"joyongihae ! (diam) jangan tertawakan daehyun !? " ucap youngjae . dua bocah itu langsung terdiam. Menatap horror youngjae . walaupun youngjae sering 'menyiksa' daehyun. tapi ia tidak terima jika ada yang menertawai namjachingu-nya . hanya dia yang boleh menertawakan daehyun .

Daehyun ?

Dia tersenyum mengejek bahasa visualnya seakan mengatakan

'–rasakan –kalian !'

"kau seram hyung… " celetuk junhong .

Youngjae selaku pihak yang di tuduh mencoba bersabar menghadapi pria manis tersebut .

Pria yang baru di kenalkan daehyun beberapa bulan lalu begitu juga dengan jongup –kekasihnya

Terkadang youngjae tak habis fikir , ternyata semua orang yang berhubungan dengan daehyun memiliki 'penyimpangan' ini

"yakkk kalian ! ayo masuk " panggil himchan dari depan pintu masuk , membuyarkan aura gelap di belakang youngjae , ia akhirnya melepas telinga daehyun . beranjak masuk kedalam caffe di ikuti tiga pria aneh itu .

.

.

Waktu menyakitkan telah mereka lalui , namun kenyataan yang menghadangnya adalah perjuangan mereka baru saja di mulai … semuanya memiliki keterikatan masing-masing ,

Yah… mereka berenam yang saling terkait satu sama lain , menjadi makin akrab bahkan orang pun ragu menganggap mereka saudara mengingat kedekatan itu lebih dalam dari sebuah kata saudara ,

Umpatan kadang menghiasi hubungan mereka , dan hal itu pula yang membuat saling keterbukaan itu tercipta tanpa mereka sadari .

"jaa… silahkan menikamati " himchan berucap riang , sedangkan lima makhluk yang duduk di meja persegi panjang itu merespons tak bersemangat .

Tentu saja ada sebabnya mereka tak bersemangat dengan hidangan di depan mereka . enam cangkir Americano versi mini dan satu piring kosong tersaji apik di atas meja tersebut .

"ayolah hyung… berikan service terbaik kalian pada pengunjung pertama kalian ini ! " sang monster cake mulai berulah ,

"ahh… kau benar daehyun . jadi … kenapa kau tak mebantu hyung mu memberikan service terbaik kami ?'' himchan menyeringai ,

Daehyun meneguk ludahnya paksa , ia yakin akan terjadi hal buruk setelah ini

'mampus kau Jung' ucap nista youngjae dalam hati .

rasanya senang melihat daehyun di jaili oleh himchan . kekasih bodohnya itu memang tak tahu sikond. Harusnya dia memaklumi sajian di depannya karna ini caffe baru , bukankah artinya di sini belum ada bahan baku sema sekali ?

Barang-barang di dalam caffe ini memang lengkap . ada juga panggung mini beserta alat music di sekilingnya .

"seperti menyanyi untuk seseorang mungkin ?'' yongguk ikut menyumbangkan ide nya

"gotcha .. ! aku setuju … " pekik junhong

"kau bisa bernyanyi hyung ? " Tanya jongup polos , merasa ddi remehkan oleh jongup , daehyun segera menjawab

"tentu saja ! "

"kau yakin itu dae? Apa kau tidak takut menghancurkan gendang telinga kami ? " youngjae terdengar benar-benar khawatir

'Damn it ! lihat saja kau Jae ! '

"jika itu tak terjadi , kau harus mencium ku . disin . ? " ucap daehyun mutlak . ia segera mencium telapak tangan nya dan menempelkan tangannya didada kiri youngjae

"Stempel " inilah cara mereka berdua melakukan sebuah janji . youngjae yang hendak protes mengurungkan niatnya karna gerakan 'stempel sepihak' daehyun terlampau cepat

"habislah kau Jae… daehyun itu sangat baik dalam bernyanyi , apa kau belum pernah melihatnya bernyanyi ?'' bisik yongguk menakutkan

Youngjae mengerang frustasi , 'sial harusnya aku tak menyetujui ini ! ' umpatnya dalam hati

Daehyun melangkah kan kakinya medekati panggung mini di tengah caffe, ia duduk di bangku putih menghadap sebuah piona berwarna sama dengan bangku yang di dudukinya .

"Yoo Youngjae , I choose to love you… " suara lonceng daehyun terdengar indah

Manik hazel youngjae menatap lekat pria di tengah podium , tepat duduk di depan sebuah piano putih , hatinya berdesir hebat mendengar daehyun mengatakan lima kata tersebut.


Ooh… Mmm haa~ahhh~… uuuh haa~ah yeahh …

Nae tteugeoun ipsuri neo-ui budeuroun ipsur-e dakilwonhae

Nae sarangi neo-ui gaseum-e

cheon haejidorok

Ajikdo na-ui maeumeul

moreugo issotdamyeoneun

I sesang geu nuguboda neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

eonjekkaji na

Neol saranghagesso

Jigeumi sungan cheoreom

I sesang geu nuguboda neol saranghagesseo

Iryeoun yaegireul neo-ui hogisimeul jakeukalsudoisseo

Geu heunhan yuhiro I bameul bunselsudoisseo

Hajiman na-ui maeumeul

ijeneu arajwosseumyeonhae

I sesang geu nuguboda neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

eonjekkaji na

Neol saranghagesso

Jigeumi sungan cheoreom

I sesang geu nuguboda

neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

eonjekkaji na

Neol saranghagesso

Jigeumi sungan cheoreom

I sesang geu nuguboda

neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

Neol saranghagesseo

eonjekkaji na

Neol saranghagesso

Jigeumi sungan cheoreom

I sesang geu nuguboda

neol saranghagesseo

.

.

.

"I will always love you Jae… ".

Mata youngjae berkaca-kaca , bahagia nya ia mendengar suara merdu daehyun , mengutarakan semua perasaan daehyun padanya .

Mereka bertatapan satu sama lain , mencurahkan segenap perasaan mereka melalui tatapan dalam dan kebisuan sang bibir,

Sekarang hati meraka lah yang sedang berinteraksi satu sama lain.

.

#Plok… plokk plokkk ….

.

Tepukan tangan junhong membahan , menyadarkan semua hyungnya akan keterpesonaan mereka pada suara daehyun .

"ughh… youngjae … boleh aku bertukar tempat dengan mu ?" Tanya himchan usil ,

"tidak boleh " yongguk lah yang menjawab pertanyaan himchan

"huh… coba dia bukan hyung ku … " andai junhong

"apa maksudmu Moon Zelo ?'' ucap jongup penuh penekanan

"hehe tak ada maksud apapun koq hyung " junhong tertawa hambar

Tanpa mereka sadari , daehyun sudah kembali bergabung dengan mereka

"bisa aku minta hadiah ku Jae ? " youngjae seketika berubah gugup , ia mengangguk pelan

Youngjae berdiri di ikuti daehyun , ia mendekatkan dirinya pada daehyun .

Orang di sekitar mereka menahan nafas bersiap melihat langka di hadapannya .

Setelah yakin jarak mereka hanya tiga senti , yongjae segera menutup matanya , daehyun tersenyum lembut , kakinya berjinjit sedikit ,

.

Cupp …

.

Daehyun mengecup lembut dahi yongjae , yongjae reflek membuka matanya dan memeluk daehyun erat .

Para penonton di ruangan itu mendesah kecewa karna adegan yang terjadi tak berjalan sesuai dengan imajinasi mereka

"dasar payah " ucap empat pemuda disana

Daehyun tersenyum tipis mendengarnya , sedangkan youngjae berucap bangga

"aku sangat bangga pada mu Dae! " serunya mantap

"saranghae " bisik daehyun . youngjae blushing di tempat .

"duduklah dan berhenti bermesraan di depan ku '' titah yongguk

'membuat ku iri saja ! ' lanjutny dalam hati

.

.

.

.

.

.

'bahagia itu saat melihat daehyun bahagia , rasanya sudah lama aku tak melihat senyuman tulus darinya . dan senyuman itu kembali muncul karna mu youngjae.

Appanim , sekarang kau tak perlu khawatir lagi … ' –Bang Yongguk

.

''akhirnya kebodohan mereka berakhir juga , aku harap mereka tak lagi saling menjauh hanya karna alasan konyol . teruslah berbahagia namdeongsaeng ' –Kim Himchan

.

'aku mungkin tak terlalu mengenal mereka , tapi aku bisa merasakan kebahagiaan mereka mendominasi ruangan ini . apa itu semacam cinta sejati ?' –Moon Jongup

.

'hyung … apa sebelumnya kau pernah tersenyum seperti itu sebelum ini ?

Seberapa pun jahat eommonim , tapi itu seakan tak terpengaruh sedikit pun dalam hidupmu , ayah mu benar-benar berhasil menjadi orang tua .

Dan sorot macam apa itu yang kalian pancarkan ? cinta sejati kah ?' –Choi Junhong

.

'mencintai mu adalah hal terindah yang pernah aku rasakan, orang selalu mengatakan , jika sudah cinta maka harus siap sakit …

Dan kau tau ? cintaku lebih besar dari sakitku jadi seberapa banyak sakit yang akan aku tanggung , itu semua akan cepat terhapuskan oleh rasa ini …

Appa, kau melihatnya ? sekarang aku sudah dewasa dank au tak perlu khawatir ., aku telah melabuhkan hati ini pada pria bernama youngjae , aku yakin kau akan menyukainya dalam sekali lihat…

Eommonim … jeongmal gamsahamnida ,

terimakasih telah melahirkan youngjae ,

terima kasih telah membiarkan kami saling mencintai tanpa takut menyakiti hati mu .

terima kasih telah menerima ku dengan pelukan hangatmu .

Jae …. Terima kasih karna kau mau mencintai laki-laki pengecut seperti ku . ' –Jung Daehyun

.

'akulah yang terburuk , manusia yang tak mau mendengar apa yang hatinya yakini ,

Terlalu berpacu pada organ bernama otak . mengontrol gerak tubuh ini melakukan hal yang berlawanan dengan kata hatiku . bertindak seenaknya walaupun aku tau itu menyakiti ku dan hatimu. Daehyun . seseorang yang memaksaku menanggalkan otaku ku ,

membuatku bertindak sesuai dengan hatiku ,

hati kecil … ? itu selalu benar . itulah yang sekarang dan selamanya kau yakini .

eomma aku berjanji akan selalu bahagia bersama daehyun , bahagia unutk mu yang sudah menerema perasaan 'aneh' kami …

Jung daehyun … terima kasih telah memilih ku menjadi pelabuhan hatimu , melabihkan hati suci mu pada makhluk yang tak pernah melakukan apapun dengan hati ,,

Kau mengubah segalanya … kau lah yang terbaik ,

Dan harus kau camkan ini …

Tidak ada hari kadaluarsa untuk cintaku padamu . jikapun ada, aku yakin itu akan terjadi 10000 tahun kemudian .' Yoo Youngjae

#DaeJae-BangHime-JongLo#

.

.

.

#The-End#

.

.

.


End... abis deh nih ff ... heee mian udah lamaaaa banget baru ngleanjutin cerita ini ... semoga Readersnim terhibur...

aku tau koq , bahasa kali ini lebih amburadul dari biasanya , maaf kalo feel akhirnya gak pada dapet ,

tapi aku seneng banget ... akhirnya punya cerita yang memiliki akhir . hehe baru kali ini aku nulis cerita dan ketahuan ending nya . ^^

dan tentu aja itu gak akan terjadi tanpa dukungan readersnim ... Thanks banget ...

sekian deh yah cuap-cuapnya ^^

Annyeong... sampe ketemu di ff selanjutnya ...

#whielDaeJae -.^#


Thanks for Review #she3nn0 - #rizanoviyanti.5 - #Dajaeshipper - #BYGHIME - Julz - #ngiweung - #JokeMato DaeJae - #Jokemato - #mokythatha - #QueenChan15

Thanks for Favorite # .7 - #ngiweung

Thanks for follow #BYGHIME - Julz - #Soojung-ie - # .7 - #mokythatha - #JokeMato DaeJae


Nb: heee kemaren lupa ngomong thaks for yang udah favortin ff Fade Away aku ... mian chingu ... hehe ^^