PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung
WARNING : cerita ini dari drama yang sedang saya tonton … dan saya lg iseng …. Entah ada nya peruahan tidak nya tergantung Mood ….. toh saya tidak bias mengarang … jd sepertinya tidak ada perubahan ..
YANG TIDAK SUKA TAK USAH BACA OKE !11
Jaejoong bertanya pada Yunho, apakah dia yang telah menyelamatkannya? Apakah benar-benar Yunho yang menyelamatkannya? Tapi Yunho menatap bingung pada Jaejoong, dia tak mengerti maksud hanya dengan 'menyelamatkan'.
Jaejoong bilang Yunho melompat ke dalam air untuk menyelamatkannya. Yunho semakin bingung dan terpana. Sekretaris Shim pun sampai menutup mulutnya, karena terkejut.
"Aku..menyelamatkanmu?"
Jaejoong mengangguk, "Kau tidak melakukannya? Direktur Jung, kau juga jatuh ke dalam air, kan? Aku juga tidak benar-benar mengingat apa yang terjadi. Tapi aku diberitahu bahwa kau dan aku ditemukan di dalam air bersama-sama. Tapi apa yang aku ingat adalah seseorang memegangku di dalam air.."
Yunho meminta Jaejoong diam dan menyuruh Jaejoong keluar. Yunho bahkan berteriak. Yunho memegang kepalanya, sepertinya dia menyadari sesuatu.
Jaejoong bingung kenapa Yunho marah padanya di saat dia hanya menanyakan kebenaran bahwa Yunho yang menyelamatakannya.
"Menyelamatkanmu? Aku tidak pernah..menyelamatkanmu. Aku bukan tipe orang yang akan menyelamatkan seorang wanita. Jadi, pergilah."
Sekretaris Shim meminta Jaejoong pergi. Jaejoong hendak pergi, tapi dia kembali mendekat pada Yunho. Matanya terpana melihat kalung yang digunakan Yunho. Jaejoong pun bertanya apakah kalung itu milik Yunho? Yunho tak mengerti. Tapi Jaejoong tak menjelaskan lebih lanjut dan segera keluar.
Yunho mengambil kacamatanya yang sudah pecah, dan tampak terpukul. Yunho menatap bayangan wajahnya di kaca jendela.
"Kenapa…kau kembali, U-Know?" tanya Yunho dalam hati.
Rupanya hal itu yang membuat Yunho terpukul. Kemunculan kembali U-Know. Yang selama lima tahun ini dia perjuangkan agar tidak muncul.
Jaejoong masih berdiri di depan kamar Yunho. Jaejoong kesal, karena sepertinya Yunho takut dia menyebut masalah kontrak hingga menyuruhnya segera keluar. Jaejoong mengumpat Yunho.
Lalu Jaejoong mengingat sesuatu.
[Kilas balik – 15 tahun yang lalu]
Jaejoong kecil bergelantung di tepian jembatan. Dia nampak ketakutan akan jatuh. Tangannya hampir saja terlepas, saat kemudian ada sebuah tangan yang memegangnya. Seorang remaja laki-laki yang mengenakan kalung yang sama dengan dipakai Yunho.
Remaja laki-laki itu tak berhasil menarik Jaejoong ke atas, dan tangan Jaejoong terlepas. Jaejoong pun terjatuh ke dalam air.
Remaja laki-laki itu terkejut dan segera menceburkan diri ke dalam air. Mencari Jaejoong. Remaja laki-laki itu menemukan Jaejoong yang tak sadarkan diri, dan mengguncangkan tubuh Jaejoong agar sadar.
"Terima kasih."
"Jangan berterima kasih. Seperti inilah kepribadianku."
Jaejoong menggelengkan kepala. Tidak mungkin remaja laki-laki itu adalah Yunho. Kebetulan saja mereka memiliki kalung yang sama. Jaejoong pun segera pergi.
"Kau bilang bajingan itu kembali? Apakah benar-benar bajingan itu?" tanya Presdir Jung dengan kesal.
"Meskipun saya tak melihatnya langsung.." ternyata Siwon yang melapor pada Presdir Jung.
Presdir Jung bertanya apa yang Siwon lihat. Siwon bilang dia melihat Yunho masuk untuk menemui Dokter Lee, lalu dia melihat Yunho jatuh ke dalam air bersama seorang wanita beberapa menit kemudian. Presdir Jung dan Nyonya Han tampak terkejut.
Presdir Jung bertanya lagi, apakah Yunho mengingat kejadian itu? Tapi Siwon tampak kebingungan menjawabnya.
"Aku bertanya padamu, apakah dia ingat terjatuh ke dalam air?!"
"Tidak, sepertinya dia tidak mengingat apapun."
Presdir Jung kesal mendengarnya.
Di rumah sakit, Yunho masih merenung. Apakah benar-benar U-Know? U-Know kembali dan menyelamatkan orang lain?
Sekretaris Shim merasa itu sepertinya memang U-Know. Siapa selain U-Know yang akan melompat ke dalam air untuk menyelamatkan seseorang di cuaca dingin seperti itu. Sekretaris Shim bergidik.
"Kenapa? Tidak terjadi apapun selama lima tahun terakhir, jadi kenapa dia kembali lagi!" Yunho berteriak kesal.
Lalu dia teringat pada Dokter Lee. Yunho menyuruh Sekretaris Shim untuk segera memanggi Dokter Lee. Karena Dokter Lee bilang dia menemukan metode pengobatan. Tapi Sekretaris Shim memberitahu kalau Dokter Lee menghilang.
Di kantor polisi Gangnam. Sedang dibahas mengenai hilangnya Dokter Lee. Detektif N memperlihatkan gambar TKP pada peserta rapat. Pimpinan dan rekan-rekannya. Di TKP terdapat meja yang pecah dan genangan darah di karpet.
Dan ternyata Dokter Lee adalah dokter yang mereka kenal. Dokter Lee adalah psikiater dari Rumah Sakit Hankyeol yang melakukan hipnoterapi untuk kantor mereka. Tapi, pimpinan bingung kenapa kasus ini disebut sebagai kasus orang hilang, saat belum mencapai 12 jam sejak kejadian. Biasanya kasus orang hilang ditentukan jika sudah tidak ada kabar selama 12 jam.
Itu karena..
"Selamatkan saya. Lantai sepuluh Rumah Sakit Hankyeol…" klik.
Itu adalah suara rekaman telpon Dokter Lee yang menghubungi nomor bantuan. Telpon terputus. Dan telpon itu masuk sekitar pukul 4:50 sore.
"Apa polisi segera berangkat?"
"Ya, mereka berangkat dalam sepuluh menit. Tapi dia sudah menghilang saat mereka sampai."
Kemudian Detektif Jung menanyakan tentang hal yang dia dengar, bahwa ada seseorang yang terjatuh ke dalam air. Detektif N memperlihatkan gambar atap gedung penelitian, tempat dimana orang itu terjatuh dan pegawai hotel menyaksikan mereka terjatuh. Detektif Kim bertanya, apakah yang terjatuh itu bukan Dokter Lee?
"Bukan. Seorang wanita bernama Jang Jaejoong dan seorang pria bernama Jung Yunho. Putra dari Presdir Wonder Grup."
Yunho terkejut mendengar Dokter Lee menghilang. Dia lalu teringat saat dia mendengar suara jeritan seorang perempuan dalam perjalanan menuju kantor Dokter Lee, dan melihat Jaejoong yang berlari juga seorang pria berpakaian serba hitam keluar dari ruangan Dokter Lee sambil memegang lengannya yang terluka.
Yunho pun sadar, mungkin pria itu pelakunya. Yunho bilang pada Sekretaris Shim bahwa dia melihatnya sekilas. Yunho lalu menanyakan apa yang ditemukan kepolisian.
Pimpinan menanyakan alasan kedua orang itu ada disana. Detektif N bilang Dokter Lee Hee Ae adalah psikiater pribadi Jung Yunho. Tapi Yunho masih tidak sadar saat dia datang untuk menemuinya. Jadi dia tidak yakin alasan Yunho ada disana saat itu. Begitupun Jang Jaejoong.
Tidak ada bukti perlawanan Dokter Lee, juga bukti kalau dia diseret dari sana. Dan CCTV mati sejak jam 4:30 sore. Tapi hanya CCTV lantai 10 sekitar gedung fasilitas penelitian, elevator, dan garasi parkir bawah tanah. Dan di atap tidak ada CCTV.
Pimpinan merasa pelaku sengaja mematikan CCTV. Begitupun yang diduga Detektif N. Pimpinan lalu memberi tugas pada anak buahnya untuk menyelidiki kasus itu.
Detektif Jung bertugas mengecek semua rekaman CCTV berdasarkan lantai dan waktu. Detektif Kim bertugas menemukan siapapun yang mungkin memiliki dendam pada Dokter Lee. Dan Detektif N bertugas mendapatkan penyataan kesaksian dari Yunho dan Jaejoong.
Detektif N menghubungi ponsel Jaejoong yang dijawab oleh minho. Detektif N memberitahukan bahwa dia hendak meminta pernyataan kesaksian dari Jaejoong besok pagi. minho mengerti.
Jaejoong masuk ke dalam kamar inapnya setelah dari kamar Yunho. minho langsung memberitahu kalau polisi hendak datang besok pagi untuk mendapatkan pernyataan kesaksian dari Jaejoong.
Jaejoong menanyakan tentang apa yang terjadi pada wanita yang dia lihat di lantai (Dokter Lee). Tapi minho tidak tahu karena tidak menanyakan hal itu. minho bertanya balik apa yang dikatakan Yunho pada Jaejoong setelah menemuinya tadi.
"Dari yang aku lihat, satu-satunya kata yang orang itu tahu untuk dikatakan adalah 'pergilah'."
"Pergilah." Ujar Presdir Jung pada Yunho. "Sampai Dokter Lee ditemukan."
Yunho berdiri mematung.
"Dia tidak pernah diajarkan bahasa yang sopan, dan aku pikir semua roman wajahnya sudah dilumpuhkan juga. Tidak peduli betapa seriusnya seseorang, mereka tetap adakalanya terlihat terkejut, dan tersenyum disana sini. Meski kadang-kadang mereka memiliki wajah kebencian."
minho tertawa mendengar ocehan Jaejoong tentang Yunho. Jaejoong melanjutkan, bahwa Yunho benar-benar seorang sociopath yang tidak punya emosi manusia. Prestasi lebih besar dan batas keuntungan bersih, hanya itulah yang ada di otaknya. Yunho bahkan tidak menyadari bahwa pekerjaannya asalah menjual mimpi dan fantasi pada orang-orang.
"Kalau begitu aku kira dia bukan pangeran yang menyelamatkanmu dari jembatan itu saat kau kecil? Aku tahu kau pergi kesana untuk melihatnya karena kau pikir mungkin dia orangnya."
"Dia bilang dia bukan tipe orang yang akan menyelamatkan seorang wanita. Dia melakukan apapun yang dia bisa untuk menghentikanku menyinggung masalah kontrak." Jaejoong tampak kesal.
Yunho bilang dia tidak akan pergi. Presdir mengingatkan bahwa pelantikan hanya tinggal satu bulan (mungkin pelantikan Yunho menjadi Presdir baru). Tapi karena itulah Yunho tidak bisa pergi.
Presdir kembali mengingatkan bahwa Yunho tidak bisa dilantik dalam situasinya sekarang. Presdir juga menyuruh Yunho untuk membatalkan rencana meningkatkan modal.
"Aku baik-baik saja, Ayah. Tidak ada yang salah denganku."
"Tapi aku diberitahu bahwa kau tidak mengingat apapun."
"Aku hanya pingsan. Itu hanya sebuah kecelakaan tak terduga. Tidak bisakah ayah lihat? Aku berbeda dari lima tahun yang lalu. Ayah tahu bagaimana aku menjalani hidupku lima tahun terakhir. Aku melakukan apapun yang aku bisa.
Wonder Tower sudah selesai, dan pendapatan kita meningkat 30 persen. Aku tidak pernah sekalipun melewatkan pengobatanku, dan aku melakukan apapun yang dikatakan Dokter Lee untuk aku lakukan. Aku benar-benar menutup diri dari dunia dan tidak merubahnya, bahkan sekalipun. Ayah tahu sendiri."
"Jika kau tidak melakukannya, maka kau tidak akan berdiri di depanku sekarang."
"Ya. Aku melakukan apapun yang aku bisa hanya untuk bisa berdiri dihadapan ayah. Itulah yang masih tetap aku lakukan, dan itulah apa yang akan tetap dilakukan."
Presdir Jung lalu bilang kalau dia ragu pada Yunho. Yunho bertanya, tidakkah ayahnya tahu keraguan yang ayahnya rasakan itu membuatnya (Yunho) dalam bahaya?
Presdir Jung tertawa kecil, apakah Yunho sedang mengancamnya. Yunho bilang itu adalah peringatan, dan dia meminta ayahnya untuk membiarkannya. Tapi Presdir Jung bilang kalau U-Know akan datang kembali.
Presdir Jung keluar dari kamar Yunho. Sekretaris Shim yang tadi menguping dari balik pintu segera masuk dan menutup pintunya.
Presdir Jung menyuruh Siwon untuk terus mengawasi Yunho. Jika sesuatu terjadi, Siwon sudah tahu apa yang harus dilakukan. Siwon mengerti. Presdir Jung lalu pergi.
Yunho sedang bersiap berganti pakaian. Sekretaris Shim menghibur Yunho dengan mengatakan kalau Yunho tadi hebat, dan mengepalkan tangan hendak memberi semangat. Tapi Yunho menghentikannya dengan berkata kalau usaha menghibur itu dilarang.
Sekretaris Shim keki, dan segera pamit menyiapkan mobil seperti perintah Yunho.
Yunho masuk ke halaman belaLee, yang lebih mirip rumah kaca, karena itu adalah ruangan tertutup dengan banyak tanaman, air mancur, dan juga suara burung. Ruangan tempat Yunho bermeditasi.
Yunho menuju sebuah dinding yang ditutupi tanaman. Ternyata di balik tanaman itu ada sebuah kunci keamanan yang memerlukan sidik jari Yunho untuk membuka pintu ke ruangan di baliknya. Yunho masuk ke ruangan itu dan menyalakan lampu serta beberapa monitor yang ada disana.
Yunho lalu duduk, dan membuka sebuah folder yang terpampang di layar. Folder-folder dengan nama tahun dari tahun 2010. Folder yang Yunho bukan ternyata dari tahun 2010. Folder itu berisi rekaman-rekaman CTV yang ada di Wonderland. Yunho memutar rekaman CCTV dari folder itu.
Dimana U-Know menyelamatkan anak yang hampir terjatuh dari komedi putar (28-09-2010, pukul 20:38), U-Know menyelamatkan seorang nenek yang hampir terjatuh di tangga berjalan (27-09-2010, pukul 21:13), dan U-Know yang membantu orang-orang keluar dari elevator yang macet (26-09-2010, pukul 22:05).
Yunho termenung menatap rekaman itu. dia lalu berlaih ke komputer dan membuka sebuah program untuk mengirim pesan. Pesan video. Yunho merekam dirinya sendiri di komputer itu untuk mengirim pesan pada U-Know.
"Jika kau melihat video in, maka itu berarti kau telah kembali. Tapi dengarkan dengan hati-hati, U-Know. Kau ingat, kan? Peraturan terakhir dari daftar kita. Nomor 19. Protokol ke-90. Tidak ada alasan untukmu hidup lagi. Aku berbah, dan aku tidak lagi ingin ada kau disekitarku. Jadi jika kau hendak muncul, maka lakukan yang terbaik. Karena aku..akan melenyapkanmu, sekali dan untuk selamanya."
Yunho bermeditasi. Dan mengikuti petunjuk dari ucapan instruktur dari kaset, untuk menenangkan diri, dan menjauhkan kesedihan. Tapi kemudian Yunho bergetar, dia menangis.
Sementara itu Jaejoong juga termenung di kamar menatap keluar jendela.
Yunho berjalan di arena Wonderland bersama Sekretaris Shim. Yunho diberitahu bahwa CCTV di gedung penelitian itu mati, tapi hanya di waktu kejadian. Yunho menebak CCTV itu pasti dimatikan dengan sengaja. Yunho menanyakan pendapat kepolisian. Sekretaris Shim bilang kepolisian sedang melakukan penyelidikan.
"Tidak ada para saksi yang melihat Dokter Lee?"
"Belum ada saksi. Tapi bukti yang tak diduga selalu muncul saat penyelidikan."
"Bukti yang tak diduga apa? Dimana mereka akan menemukannya? CCTV mati, dan tidak ada saksi—"
Kata-kata Yunho terhenti karena melihat anggota sirkus yang sedang membereskan peralatan mereka (karena diusir Yunho). Yunho menyuruh Sekretaris Shim menghubungi polisi, karena ada saksi. Yunho bingung, siapa yang bisa menjadi saksi disana. Tapi Yunho bilang ada satu saksi, yaitu Jaejoong.
Jaejoong sedang mempersiapkan diri untuk kembali memperjuangkan sirkusnya dan berhadapan dengan Yunho. Tapi Eun Cha bilang mereka sudah berkemas, apalagi yang bisa mereka lakukan. Jaejoong dengan yakin berkata kalau dia akan membuat mereka kembali ke Wonderland.
Tapi kemudian minho masuk dan membawa kabar buruk, bahwa Yunho sudah keluar dari rumah sakit. Jaejoong merasa kesal, karena Yunho mencoba untuk mengusir mereka keluar disaat mereka tidak ada disana.
"Jika orang kaya adalah tentang kecepatan, maka orang miskin adalah tentang ketekunan."
Jaejoong berjalan keluar, dia belum menyerah. Bersamaan dengan itu, Detektif N muncul. Detektif N memperkenalkan diri dan menunjukkan tanda pengenal. Detektif N bilang dia sudah menelpon kemarin untuk meminta pernyataan kesaksian dari Jaejoong.
Jaejoong bilang dia sudah mendengarnya. Tapi dia punya urusan penting untuk diurus sekarang. Jadi Jaejoong permisi dan nanti akan kembali menemui Detektif N.
"Mungkinkah..kau mengenal wanita ini?" Detektif N menghentikan Jaejoong yang hendak pergi dengan menunjukkan foto Dokter Lee.
Jaejoong memperhatikan foto itu, "Aku sebenarnya mengkhawatirkannya. Bagaimana keadaannya? Dia roboh di lantai kemarin."
Detektif N memberitahu kalau Dokter Lee menghilang. Jaejoong dan yang lain terkejut mendengarnya.
Jaejoong dan Detektif N pindah tempat ke depan ruangan Dokter Lee. Detektif N menanyakan kepastian bahwa Jaejoong melihat Dokter Lee sudah roboh di lantai saat Jaejoong datang. Jaejoong membenarkan, dan ada genangan darah di bawah kepalanya.
Detektif N kemudian mendapatkan telpon yang membuatnya terkejut sambil menatap Jaejoong. Setelah menutup telpon, Detektif N lalu menanyakan hubungan Jaejoong dengan Dokter Lee. Jaejoong tak mengerti pertanyaan Detektif N, karena dia sudah bilang kalau dia tak mengenal Dokter Lee.
"Jangan berbohong padaku."
"Apa yang kau bicarakan?" Jaejoong semakin tak mengerti.
Detektif N mendekat, "Kau sebenarnya tidak pernah kemari sebelumnya. Pukul 04:53 kemarin, Dokter Lee menelpon membuat laporan. Semua CCTV di lantai ini mati 30 menit sebelum telponnya. Karena itu, tidak ada yang tahu siapa yang masuk dan keluar dari gedung penelitian ini. Tapi semua terekam di CCTV lantai dasar. Itu menunjukkan siapapun yang masuk dan keluar dari gedung ini. Kecuali satu orang. Kau."
Jaejoong ingin menjelaskan. Tapi Detektif N terus berkata bahwa Jaejoong tidak pernah masuk atau keluar dari gedung ini. Tapi Jaejoong bilang bahwa Jaejoong ada di gedung penelitian. Jadi bagaimana Jaejoong bisa masuk? Jaejoong kembali hendak menjelaskan, tapi lagi-lagi Detektif N tak memberikan kesempatan dan berteriak agar Jaejoong segera memberitahukan bagaimana caranya.
"Dia masuk dengan tali." Ujar Yunho yang baru datang.
"Tali?" Detektif N tak mengerti.
"Kau tidak tahu apa itu tali? Tali?"
"Tali betulan? Seperti kawat?"
"Ya, sebuah tali. Sebuah kawat. Itulah bagaimana dia masuk."
Detektif N menanyakan kebenarannya pada Jaejoong. Tapi Jaejoong tak menggubris dan berkata pada Yunho kalau dia melakukan itu karena Yunho. Detektif N beralih pada Yunho untuk menanyakan masalah tali itu. Tapi Yunho juga tidak menggubris dan bertanya pada Jaejoong, kenapa itu adalah karenanya.
"Kau menghindariku saat aku mengajak bicara. Kau bahkan melarangku masuk."
"Jadi kau meluncur dengan tali untuk masuk? Kebanyakan orang hanya akan menunggu dengan sabar."
"Oke, maaf karena menggunakan tali untuk masuk. Jadi ayo kita bicara sekarang. Aku sebenarnya datang untuk menemuimu—"
Yunho menyela, "Apa kau tidak mengerti situasinya? Kita disini untuk memberikan pernyataan dalam kasus orang hilang. Fokus."
Detektif N yang dari tadi di abaikan mengangguk, setuju dengan pendapat Yunho bahwa mereka harus fokus. Detektif N hendak mengatakan sesuatu. Tapi Yunho tak menanggapi dan masuk ke ruangan Dokter Lee yang sudah diberi garis polisi. Jaejoong menenangkan diri dan berkata pada dirinya sendiri, kalau keselamatan orang yang harus didahulukan. Jaejoong masuk menyusul Yunho dan mengacuhkan Detektif N.
Detektif N, "Hei! Aku sedang bertanya bagaimana ka bisa masuk kesini! Ishh.."
Jaejoong memperagakan bagaimana cara dia masuk ke dalam ruangan itu, yaitu melalui jendela. Lalu setelah masuk, Jaejoong berjalan masuk dan melihat Dokter Lee yang terbaring di lantai di samping meja. Lalu Jaejoong merasakan kehadiran seseorang dari belaLee.
Detektif N dan Yunho menunggu kelanjutan cerita Jaejoong, tentang siapa orang yang ada di belaLee Jaejoong. Jaejoong berusaha mengingatnya. Detektif N bertanya apakah orang itu pria? Berapa tingginya? Apa dia memegang pisau di tangannya? Jaejoong menatap Detektif N dengan bingung.
Yunho tak sabar, "Kamu bertanya siapa penyerangnya? Apakah kau melihatnya atau tidak?"
Jaejoong menatap Yunho, "Aku melihatnya.. Aku yakin bahwa aku melihatnya.." Jaejoong berusaha mengingatnya, lalu menggelengkan kepala, "Mengapa ini terjadi?"
Yunho semakin tak sabar dan mengguncang tubuh Jaejoong, "Mengapa ini terjadi? Apa kau melihat atau tidak? Kau melihat atau tidak!"
"Ya, aku melihatnya. Aku melihatnya, tapi aku tidak…ingat."
Yunho dan Detektif N kehilangan kata-kata mendengarnya.
Kemudian dilakukan pemeriksaan pada Jaejoong, dan dokter menyatakan bahwa Jaejoong mengalami amnesia sementara. Yunho mendesah, dia sepertinya sudah menduganya. Hal yang sering dialami orang-orang. Jaejoong bertanya pada dokter, apa dia tidak akan bisa mengingat apapun.
Yunho mengatakan kalau Jaejoong mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Jaejoong menanyakan kebenarannya pada dokter. Dokter membenarkan, Jaejoong kehilangan ingatan sementara karena trauma.
"Lalu apakah ada kesempatannya untuk bisa mengembalikan ingatannya?" tanya Detektif N.
"Ya, tentu saja. Itu benar-benar tergantung pada orangnya. Beberapa bisa segera mengembalikan ingatannya dan dalam kasus langka, beberapa tidak bisa mengembalikan ingatannya."
Yunho mendesah melihat ke arah Jaejoong.
Mereka lalu keluar dari ruangan dokter itu. Yunho menanyakan kebenarannya bahwa Jaejoong memang kehilangan ingatan. Karena dari semua hal, Jaejoong tidak ingat bagian yang penting, bagaimana wajah penyerang itu. Detektif N juga berkata Jaejoong mungkin tidak yakin melihat wajah keseluruhan penyerang itu karena dia mengenakan masker. Tapi Yunho bilang tetap saja Jaejoong melihat penyerangnya dari dekat.
"Kau benar-benar tidak ingat? Kau tidak sedang mencoba mendapatkan imbalan dariku?"
"Bagaimana ketidakmampuanku mengingat menjadi cara untuk mendapatkan imbalan darimu?"
"Karena ini penting untukku."
"Ini penting untukmu? Ini bagus. Untuk kesenangan tak terduga karena bisa mendapatkan imbalan darimu."
Yunho lalu menyarankan pada Detektif N untuk mencoba hipnoterapi pada Jaejoong. Detektif N bilang ada satu murid Dokter Lee yang bisa melakukan hipnoterapi. Yunho pun setuju agar orang itu yang melakukannya pada Jaejoong.
"Tunggu. Kenapa aku harus melakukan itu?"
"Karena seseorang menghilang, dan kau adalah saksi tunggal."
"Dan karena ini penting untukmu?"
"Ya."
"Jadi itu sebabnya kau membutuhkanku?"
"Ya."
"Kau benar-benar membutuhkanku?"
"Ya."
"Itu sebabnya aku tidak melakukannya. Aku tidak akan melakukannya."
Yunho terkejut mendengarnya dan menanyakan alasan Jaejoong. Jaejoong bilang itu karena Yunho telah salah. Kebanyakan orang akan meminta dengan sungguh-sungguh keikutsertaan seseorang dengan berkata seperti ini: "Tolong, aku akan sangat menghargai bantuanmu." Dengan tambahan: "Aku akan memberikan imbalan untuk semua bantuan yang kau berikan padaku."
Jaejoong bilang Yunho bahkan sudah tahu kalau dia bisa memberi imbalan untuk bantuannya. Tapi sepertinya Yunho tidak cukup pintar. Jaejoong berjalan pergi. Dan Yunho mengerti maksud Jaejoong. (Haha.. Jaejoong minta imbalan pembaharuan kontrak sirkus..)
Mereka kemudian duduk berhadapan di meja dia satu ruangan. Yunho meluncurkan tablet di meja ke arah Jaejoong. Yunho meminta Jaejoong untuk menandatangani kontrak yang ada di tablet itu. Tapi Jaejoong meminta Yunho untuk meminta maaf terlebih dulu. Meminta maaf karena mengakhiri kontrak mereka tanpa persetujuannya (kontrak sebelumnya).
Yunho pun meminta maaf dengan bergumam. Jaejoong tidak terima, Yunho harus terdengar lebih tulus. Yunho menghela nafas kesal.
"Mi-an-ham-ni-da. Puas?" Yunho mengeja permintaan maafnya, agar terdengar lebih jelas. Lalu Yunho meminta Jaejoong untuk tanda tangan.
Jaejoong membaca isi kontrak itu, yang ternyata hanya untuk dua tahun. Jaejoong menuliskan sesuatu, lalu meluncurkan tablet itu pada Yunho. Ternyata Jaejoong meminta kontrak untuk 10 tahun.
"10 tahun? Kau ingin kontrak sepuluh tahun? Apa kau serius?"
"Ya." Ujar Jaejoong cepat.
Yunho menghapus dan menawarkan untuk tiga tahun. Jaejoong tidak mau, dia tetap ingin 10 tahun. Tawar menawar dengan saling meluncurkan tablet pun terus berlangsung. Yunho menawar 4 tahun. Jaejoong tetap ingin 10 tahun. Dan akhirnya Yunho setuju, 10 tahun.
Jaejoong lalu menjelaskan bahwa mereka hendak mengubah tema pertunjukan mereka dan untuk melakukannya mereka memerlukan sesuatu. Yunho menyela dan menyetujuinya, tanpa mendengar lebih dulu apa yang dibutuhkan Jaejoong.
"Dengarkan, Direktur. Apakah aku pikir bahwa hanya pekerjaanmu yang penting dan pekerjaan kami hanya omong kosong?" Jaejoong tak terima Yunho menyetujui begitu saja tanpa mendengarkan penjelasannya, seperti merendahkan.
"Tidak, bukan seperti itu. Akan tetapi.. tidakkah kau pikir detail itu seharusnya di jelaskan pada seluruh tim manajemen? Aku tidak berpikir itu benar-benar penting untukmu menjelaskan semua detailnya sekarang."
Jaejoong mengangguk-angguk. Lalu Yunho mengajak Jaejoong untuk melakukan hipnoterapi sekarang juga.
Yunho bangkit dan berjalan pergi. Jaejoong menghadang Yunho. Yunho bertanya dengan sopan, apa Jaejoong masih punya sesuatu untuk dikatakan?
Jaejoong menatap Yunho, "Itu kau, kan? Kau orang yang menyelamatkanku kemarin." Jaejoong mendekat dan tersenyum, "Terima kasih. Itulah bagaimana kau melakukannya. Inilah bagaimana itu tulus."
Jaejoong lalu menanyakan lagi tentang kalung itu, apakah itu selalu menjadi milik Yunho. Yunho bertanya kenapa Jaejoong menanyakan hal itu. Tapi Jaejoong tak menjelaskan, dia hanya bilang bahwa dia yakin itu hanya kebetulan. Jaejoong lalu keluar.
Yunho menyusul Jaejoong yang masuk ke dalam lift. Yunho menanyakan maksud Jaejoong dengan kebetulan, apa yang Jaejoong bilang sebagai kebetulan. Jaejoong bilang bukan apa-apa, dia hanya mencoba memeriksa sesuatu.
"Memeriksa apa?"
"Aku sudah bilang, lupakan saja."
"Mengapa kau terus bertanya. Apakah kalung itu milikku atau bukan, dan apakah aku menyelamatkanmu atau tidak."
"Kau menyelamatkanku?"
"Bagaimana jika aku melakukannya?"
"Tapi kau bilang kau tidak melakukannya."
"Bagaimana jika aku melakukannya!?"
"Kau bilang kau tidak melakukannya."
Yunho mendesak Jaejoong ke dinding lift. Yunho berteriak, "Siapa kau? Sejak kau muncul dalam hidupku.."
"Aku bahkan tidak pernah melakukan apapun."
Lalu terdengar suara alat MSP Yunho yang berbunyi dengan cepat dan Yunho merasa kesakitan. Yunho menjauhkan diri dari Jaejoong, dan perlahan bunyi alat itu kembali normal. Yunho juga bisa bernafas dengan normal lagi.
Jaejoong menanyakan keadaan Yunho. Yunho bilang dia baik-baik saja.
Mereka kemudian naik mobil bersama. Jaejoong memandang ke sekeliling mobil. Ada tasbih di dekat jendela, rosario, juga Al-Kitab. Jaejoong bilang pasti Yunho punya keyakinan yang kuat. Yunho bahkan percaya pada hipnotis.
Sejujurnya, Jaejoong tidak percaya pada hipnotis. Jaejoong hanya mencobanya karena hidup seseorang dipertaruhkan. Tapi mungkin itu tidak berhasil, jadi dia meminta Yunho untuk tidak berharap terlalu banyak.
"Apa kau percaya pada mobil? Bagaimana dengan pesawat? Atau kapal? Ata ponsel?"
"Apa yang kau bicarakan?" Jaejoong tak mengerti maksud pertanyaan Yunho.
"Hipnotis bukan sebuah barang. Ini bukan tentang kau percaya atau tidak."
Jaejoong pun bertanya apakah Yunho paham tentang hipnotis. Karena dia sendiri tahu sedikit dan bahkan mempelajarinya.
Jaejoong melepaskan kalung yang di pakainya dan mengayunkannya di depan Yunho. Jaejoong menghipnotis Yunho. Yunho diam menatap Jaejoong. Jaejoong mengeluarkan sebuah koin. Dia berkata kalau Yunho akan bisa membengkokkan koin itu dengan dua jari tangannya. Jaejoong mulai menghitung, satu…dua…tiga..
Tapi tak ada reaksi dari Yunho. Maka Jaejoong pun akan melakukannya sendiri. Yunho merebut koin itu dan membengkokkan koinnya (gak ngeh, ini koin udah bengkok awalnya atau engga).
"Apa yang sedang kau coba bandingkan dengan trik koin?"
"Ini adalah gaya hipnotis di Las Vegas. Ini disebut, Mental Magic." Ujar Jaejoong membela diri. Sekretaris Shim tersenyum melihatnya.
Yunho lalu bilang kalau hipnotis bukan seperti itu. Hipnotis adalah sebuah bentuk dari ilmu pengetahuan. Jaejoong tak percaya, ilmu pengetahuan apanya. Hipnotis itu selalu tentang pengalaman masa lalu.
"Melihat pengalaman masa lalu dalam keadaan tak sadarkan diri. Itu adalah halusinasi yang terlihat pada saat kesadaran kesadaran dimodifikasi."
"Halusinasi?"
"Hipnotis adalah baik halusinasi maupun tertidur. Itu adalah keadaan kesadaran diantara bangun dan tertidur. Karena electromyography menunjukkan fungsi gelombang otak yang alami."
Jaejoong heran, bagaimana Yunho tahu semua itu. Yunho memberitahu bahwa Dokter Lee lah yang mengajarinya tentang hal itu.
"Dengarkan baik-baik. Hipnotis bukanlah sulap, ataupun tentang pengalaman masa lalumu. Dan itu benar-benar bukan sebuah lelucon."
Jaejoong meminta Yunho berhenti bersikap serius. Karena dia sudah cukup merasa gugup. Yunho diam, memandang keluar jendela.
TBC…
