Nyaa~

Akhirnya update juga!

Happy reading minna-san~! n_n

Disclamer : Hiro Mashima

Warning : Gaje, abal dan sebagainya

Sudah 5 hari Lucy sejak pertama Lucy pergi mendatangi rumah Natsu.

Jika dia tidak mendapatkan deathglare dari Mira, dia tidak akan datang ke rumah Natsu.

"Nee...Mira-san, aku akan mengambil pekerjaan sekarang?" Ujar Lucy yang sedang berjalan ke arah requesboard.

"Boleh saja, tapi kau harus menjenguk Natsu Dulu." Kata Mira yang membuat Lucy kembali duduk di meja bar dengan wajah kesal.

"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaannya?" Tanya Erza yang berada disamping Lucy.

"Sangat buruk." Jawab Lucy singkat.

"Aku rasa dia sudah lebih baik dari pada sebelumnya." Ucap Erza.

"Hah...memang, tapi tetap saja." Ujar Lucy kepada Erza.

". . . . . . . . ."

"Aku mendapatkan ide yang bagus!" Teriak Lucy yang membuat hampir sebagian anggota guild kaget dengan ucapannya itu dan menatapnya dengan heran. Hal tersebut membuat Lucy malu karna perilakunya sendiri.

"Apa idemu?" Tanya Erza yang sudah penasaran.

"Bagaimana..."

"Bagaimana apa?"

"Bagaimana jika..."

"Apa?"

"Bagaimana jika kalian semua ikut bersamaku untuk merawat Natsu."

". . . . . . . ."

Lucy hanya bisa menghela nafas karna melihat reaksi Erza yang hanya diam saja.

Akhirnya dia melirik pada temannya yang lain dan sepertinya mereka tidak terlalu memperhatikan apa yang dia katakan tadi, walaupun mereka sempat kaget dengan teriakan Lucy.

"Bagaimana?" Tanya Lucy sekali lagi pada Erza.

"Aku...em...jika yang lain ikut aku akan ikut." Jawab Erza seadanya saja.

"Gray, bagaimana?" Tanya Lucy pada rekan satu teamnya itu.

Orang yang ditanya hanya memasang wajah bingung mendengar pertanyaan dari Lucy.

"Bagaimana apa?" Gray malah balik nanya pada Lucy.

Lucy yang mendengar pertanyaan dari Gray hanya menatapnya dengan wajah malas + kesal.

"Apa?" Tanya Gray (lagi) dengan tampang watados.

Lucy yang sudah kesal melihat Gray akhirnya bertanya pada Lisanna yang tidak jauh dari tempatnya duduk sekarang.

"Lisanna, kau mau ikut merawat Natsu?" Tanya Lucy sekali lagi, berharap Lisanna mau pergi dengannya.

"Hm...baiklah, lagi pula tidak ada yang bisa aku lakukan disini." Jawab Lisanna yang sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.

"Hontou ne arigatou" kata Lucy yang senang dengan jawaban Lisanna.

'Seharusnya aku mengajaknya dari kemarin.' Pikir Lucy yang menyesal dengan perbuatannya sendiri.

"Erza, bagaimana denganmu?" Tanya Lucy lagi kepada Erza.

"Em...bagaimana dengan Gray?" Tanya Erza.

"Tentu saja dia akan ikut." Jawab Lucy sambil merangkul Gray untuk menyakinkan Erza.

"Ikut kemana?" Tanya Gray yang memang tidak tahu apa-apa. Dan karna pertanyaannya itu dia mendapatkan pukulan dari Lucy.

"Ittee...apa sih yang kau laku-" Belum juga dia selesai berbicara, Lucy sudah menariknya menjauh dari Erza.

"Baka...berhenti memberi pertanyaan yang bodoh seperti itu!" Bisik Lucy pada Gray.

"Ba...ka, bagaimana aku tidak berhenti bertanya jika kau tidak menjawab pertanya'anku." Jawab Gray yang tidak terima kalau dia yang di salahkan.

"Kalau begitu kau tanyakan pada Lisanna." Ucap Lucy yang memang tidak mau menjelaskan semuanya kepada Gray.

Erza yang melihat tingkah laku kedua temannya itu hanya bisa sweatdroop di tempat.

"Jadi kau akan ikut tidak?" Tanya Lucy yang ke sekian kalinya.

"Ya...baiklah, jika Wendy ikut." Jawab Erza yang masih ragu dengan jawabannya sendiri.

"Ya, tentu saja dia akan ikut." Kata Lucy yang merasa senang dengan perkataannya sendiri.

-Gray and Lisanna-

"Jadi begitu..." Kata Gray yang baru mendengar penjelasan dari Lisanna.

"Yup, aku rasa bukan masalah jika kau ikut merawat Natsu." Ucap Lisanna.

"Kau pikir aku pembuat masalah apa." Kata Gray yang merasa tersinggung dengan ucapan Lisanna.

"Ahaha...kau memang selalu mencari masalah dengan Natsu bukan?" Kata Lisanna yang mengucapkan fakta tentang mereka.

Mendengar perkataan Lisanna yang memang adanya seperti itu Gray memutuskan untuk bergabung dengan para pria untuk berkelahi satu sama lain.

"Tadaima~!"

"Oh...Okaerinasai~"

Terlihat Wendy yang baru kembali dari misi yang dia ambil sehari yang lalu.

"Hm...sepertinya belum ada perubahan dari guild kita ini." Kata Happy yang sedang melihat sekeliling guild.

"Tentu saja ini tidak akan berubah." Ucap Charle yang berada di samping Wendy.

"Lucy-san memangnya Natsu-san belum sembuh?" Tanya Wendy pada Lucy yang tidak melihat Natsu dimanapun.

"Kurasa belum." Jawab Lucy yang sejak tadi belum beranjak dari posisinya.

"Jadi Natsu sudah agak baikkan?" Tanya wanita berambut putih yang sedang mengelap gelas yang basah.

"Ya...sepertinya begitu."Jawab Wendy yang tidak yakin kalau Natsu sudah sembuh.

"Benarkah?" Tanya Lucy yang senang jika Natsu sudah sembuh (Dia tidak usah merawat Natsu lagi).

"Tentu saja Lucy-san, kau juga akan tahu jika melihat dari sifatnya waktu itu, dia sudah membaik."

.

.

.

.

.

#FLASHBACK#

| Hari ke 3 di rumah Natsu |

"Natsu...! Hey, cepat bangun!"

"Lucy-san, bisa kau membangunkannya dengan pelan."

"Apa?"

Terlihat Lucy dan Wendy yang sedang membangunkan Natsu.

"Kalian berisik sekali." Kata Natsu yang baru bangun dari tidurnya.

"Hehehe...gomen ne, habisnya sejak tadi Natsu-san tidak bangun-bangun sih." Kata Wendy yang sedang berdiri di samping tempat tidur Natsu.

"Hn, memangnya ada apa?" Tanya Natsu yang bingung melihat Lucy dan Wendy ada di rumahnya.

"Ada roti, ada selai kacang, ada strawberry." Jawab Lucy dengan exspresi 'you don't say' itu.

Mendengar jawaban Lucy, Natsu hanya menatapnya geli karna melihat exspresinya.

"Lucy-san apa yang kau lakukan." Kata Wendy.

"Apa? Aku hanya menjawab pertanya'annya." Ujar Lucy kalem.

"Natsu-san, apa kau sudah merasa lebih." Kata Wendy yang melihat Natsu sudah lebih baik dari kemarin. (Menurutnya)

"Ya...sepertinya." Ucap Natsu singkat.

"Kalau begitu aku tidak usah kemari lagi~" ucap Lucy senang dengan mata berbinar.

"Memangnya untuk apa kau datang ke sini, huh?" Tanya Natsu yang menanyakan hal seperti itu.

"Aku kemari untuk men-" ucapan Lucy di hentikan Natsu yang menatapnya 'Berhenti berbicara seperti itu atau kubakar kau'.

"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu. Oh iya, kau harus makan bubur yang ada di sampingmu itu." Kata Wendy yang sejak tadi melihat mereka berdua.

"Aku bosan memakan bubur ini." Ucap Natsu datar.

"Sudah kau makan saja." Ujar Lucy sambil pergi meninggal Natsu, yang di susul Wendy di belakangnya.

#END FLASHBACK#

.

.

.

.

.

"Jika di pikir-pikir, dia memang sudah tidak marah-marah lagi waktu itu." Kata Lucy yang mengingat kejadian itu.

"Kemarin dia marah-marah tidak?" Tanya Gray yang merasa aneh dengan Lucy.

"Kau benar, kemarin dia masih marah-marah karna tidak mau makan bubur." Jawab Lucy.

"Bukan marah karna hal seperti itu maksudku!" Ucap Gray yang kesal sendiri berbicara dengan Lucy.

"Aye, baguslah kalau Natsu sudah sembuh!" Kata Happy yang senang mendengar temannya itu sudah lebih baik.

"Ya, jadi kau tidak perlu menginap di rumahku lagi." Kata Lucy yang juga senang karna Happy tidak perlu menginap dirumahnya lagi.

"Aye, walaupun begitu aku dan Natsu bisa menyelinap ke rumahmu, Lusii. ucap Happy yang entah mengapa bangga dengan hal itu.

"TIDAKK!" Perkataan Happy tadi rupanya membuat Lucy frustasi dengan mereka.

Akhirnya selesai juga chapter ini!

Tadi itu sebenarnya Lucy mau bilang 'aku ke kesini untuk menjual ikan, tentu saja aku ke sini untuk menjengukmu.'

Tapi gk jadi gara-gara dapet deathglare dari Natsu.

Natsu. : "oi Yuka-san, kenapa aku disini mendapatkan peran sangat sedikit?"

Happy : "Aye, aku juga hanya sedikit."

Me. : "Sumimasen, Aku rasa kalian hanya mendapat sedikit bagian saja."

Natsu. : "Apa?!"

Happy : "Itu tidak adil!"

| Arigatou for reading |