Disclaimer Masashi Kishimoto

Warn : T rate and bad curse words

Genre : Friendship/Humor/Slice of Life/Romance/Hurt-comfort (maybe).

Main cast : Akatsuki and another characters

By : Riku19

HAPPY READ, MINNA!

Akatsuki Back To School

Chapter 3

(Sorry I Kiss You)

.

.

Pada chapter sebelumnya para Akatsuki yang mengikuti ide Pein jadi pada ikutan stress. Sekarang sudah resmi satu minggu mereka berseteru dengan anak-anak dari Red Cross dan melakukan perang dingin (mendadak Kakuzu dateng sambil bawa-bawa gerobak es –sweatdrop-).

"Akh sial, gara-gara kelakuan anak-anak gua jadi pulang telat!" rutuk Itachi yang hari itu sukses pulang sore karena dia kena hukuman berkat aksi Deidara.

Hari ini Akatsuki dan Red Cross kembali bertarung (bah gaya bahasanya). Deidara sukses melakukan lemparan-lemparan bom molotov ke arah lawan. Tunggu, jangan mikir yang aneh-aneh. Deidara bukan melempar bom sungguhan, tapi bom miliknya adalah segenggam lumpur yang dengan penuh semangatnya dilemparin ke anak-anak Red cross sampe pada belepotan lumpur. Walhasil akibat aksi ganas Deidara anak-anak akatsuki dilaporin ke kepala sekolah dan sukses kena hukuman berjemur setelah pulang sekolah.

Brukh!

Itachi yang berjalan sambil merutuk jadi kagak nyadar kalau di depannya ada orang lain sehingga keduanya tabrakan.

"Aduduh... " terdengar suara rintihan seorang gadis. Itachi yang ngeliatnya langsung berbinar-binar dan tak bisa melawan hasrat gajenya buat nyanyi.

"KAU BIDADARI JATUH DARI SURGA DI HADAPANKU! EA!" nyanyi Itachi dengan tak tau malunya plus pake joget-joget norak bikin sang bidadari sukses cengo ngeliatin Itachi sambil membatin 'ini cowok cakep sih cakep, tapi sayang ada kelainan jiwa. Mending gue kabur deh!'.

Cewek itu buru-buru berdiri dan berniat minggat secepat kilat dari situ takut diapa-apain sama Itachi yang masih asik berdendang.

"A-ah, a-anoo... Maaf tadi udah nabrak. Pe-permisi!" ucapnya takut-takut dan pas dia mau cabut tangannya keburu ditarik Itachi duluan.

Grab... !

'Kyaaaa tolong, gue mau diculik orang gila ganteng!' batin cewek itu menjerit gaje.

"Woi, jangan main kabur aja dong! Buku-bukunya tuh, berantakan semua!" Itachi dengan polosnya nunjuk buku-buku milik sang cewek yang sukses keliaran dari dalam tasnya.

"Oh, iya hahaha... " gadis berambut coklat pendek itu langsung tertawa canggung. Dipikirnya Itachi akan menculiknya tadi.

Dengan sedikit tergesa gadis itu memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, tapi karena dia memasukkanya terlalu buru-buru walhasil buku-buku itu tidak muat masuk ke dalam tasnya dan malah berjatuhan kembali.

Brakhh!

Itachi hanya bisa sweatdrop melihat tingkah gugup sang gadis.

"Aduuuuuh kenapa jadi berantakan lagi sih!" gadis itu menggerutu sambil kembali memunguti buku-bukunya.

'Ini cewek ceroboh banget sih. Masukin buku ke dalam tas aja kagak becus!' batin Itachi sambil bergeleng-geleng ria.

Brakhhh!

"Yah, jatuh lagi!" entah untuk yang keberapa kalinya buku-buku itu kembali berserakan dan entah untuk yang keberapa kalinya juga Itachi sweatdrop.

"Sini, biar gua yang masukin aja!" Itachi malah greget sendiri sampai akhirnya dia dengan agak kasar menarik buku dan tas milik gadis tersebut dan memasukkan buku-buku itu ke dalam tas.

"Masa masukin kayak gini aja gak bisa? Nih, tasnya!" gaya Itachi udah persis kayak emak-emak yang lagi sewot sama anaknya sendiri. Kemudian dia memberikan tas itu kepada sang pemilik.

"Te-terima kasih ya, ternyata kamu orang baik. Padahal tadi kukira kamu itu orang gila lepas hehehehe," ucap gadis itu dengan polosnya sambil nyengir.

'Kurang asem nih cewek! Masa muka ganteng gini dikira orang gila lepas?' batin Itachi bete tapi narsisnya tetep aja gak ilang-ilang.

"Makasih, ya udah dibantuin. Aku permisi dulu!" setelah itu dengan sopan gadis yang sebenernya lumayan manis itu berlari meninggalkan Itachi yang langsung nyengir sendiri dengan anehnya.

"Eh... Kenapa gua malah jadi diem di sini? Bah, gua harus buru-buru pulang nih!" Itachi segera menampar keriputnya sendiri pas nyadar dia malah jadi matung sambil ngeliatin cewek tadi.


Sementara itu di kediaman Akasuna...

.

.

Sasori keliatan banget lagi asik mantengin layar komputer sambil teriak-teriak sendiri kayak orang stress. Maklumlah dia lagi kesel sama anak-anak Red cross dan sebagai pelampiasannya dia main game di rumah kayak orang gila.

"MATI MATI MATI MATI! WAHAHAHAHAHA GUE KALAAAH! SHIT!" Sasori teriak-teriak gaje sampe suaranya kedengeran ke kamar Gaara yang lagi konsentrasi belajar.

"WOIII BERISIK AMAT SIH LO!" teriak Gaara dari dalam kamarnya pake toa yang entah dapet dari mana itu benda.

"BODO AMATT WOIII!" bales Sasori ikutan teriak pake toa.

"Ih, reseh nih anak!" Gaara yang kesel akhirnya keluar dari kamar dan berniat mau nakol Sasori biar diem sedikit.

BRAKHH!

Tanpa permisi lagi Gaara langsung mendobrak pintu kamar Sasori pake tendangan maut.

WO UO EVERYBODY KUNGFU PANDA!

Dengan adegan slow motion mahkluk berkepala merah itu masuk ke dalam kamar Sasori pake gaya-gaya kungfu dengan diiringi lagu kungfu panda.

"Wow, ada panda ngamuk... " ucap Sasori dengan takjub yang sukses besar sedang membayangkan Gaara lagi pake kostum panda jadi-jadian.

"Woi, matiin itu lagu!" omel Gaara nyuruh Kankuro buat matiin lagu kungfu panda yang lagi dia setel.

"Heheheh, sory sengaja, ops... Gak sengaja maksudnya!" Kankuro nyengir gaje dan abis itu dia buru-buru ngacir sebelum kena depakan panda ngamuk.

"Oke sekarang tinggal urusan kita berdua! Bersiaplah Sosori! Rasakan terkaman dari gue" Gaara pasang ancang-ancang.

"HIAAAAAAT!" dengan semangat panda tahun 2014 dia lari pengen nabrak si Sosori. Sementara Sasori asik aja diem sambil senyum-senyum mencurigakan. Dia ngelirik ke arah sabun yang emang sengaja dia geletakin di bawah.

Drap drap drap drap!

Gaara berlari kencang ke arah Sasori sodara-sodara! Apa yang akan terjadi?

"WAAA!" Sayang sekali sodara-sodara Gaara kepleset sabung!

Gluduk gluduk gluduk gluduk!

Walhasil cowok itu sekarang lagi guling-guling di lantai.

BLETAK!

Dia sukses menabrak lemari pakaian dengan (tak) selamat (gooooooool).

"Misi sukses, monster panda berhasil dikalahkan! Yosssh!" kata Sasori yang lagi ngayal dia lagi di dunia game dan lagi menjalankan misi. Dalam imajinasinya dia lagi pake baju ala-ala ksatria kayak diabad pertengahan dan Gaara lagi pake kostum panda terkapar di bawah.

"Sepertinya habis ini mereka berdua perlu diperiksa di psikiater," ucap Temari dari balik pintu dengan prihatin melihat kelakuan dua saudaranya yang makin hari makin akut aja.

"Aku setuju," balas Kankuro sambil mainin kepala boneka yang lagi dia pegang (jadi yang manggut bukan si Kankuro tapi malah bonekanya).

"Heh... Ternyata kau sama saja!" Temari geleng-geleng sweatdrop ngeliat kelakuan Kankuro yang sebelas-dua belas dari Gaara dan Sasori.


Sementara itu...

.

.

Hidan lagi jalan tepat di belakang Anko sambil masang muka yang asem bener. Dia resmi jadi babunya Anko hari ini. Anko memberinya hukuman untuk membawa semua belanjaan milik Anko setelah pulang sekolah yang ternyata belanjaannya Anko itu buanyaaaak buangett, sampe-sampe di lehernya juga digantungin kantong belanjaan ck ck ck.

"Anak-anak pada reseh, kenapa gua ditinggal sendirian dijadiin umpan buat si macan betina, huh." Hidan berjalan sambil mengomel karena merasa telah ditinggal oleh teman-teman nistanya. Kenapa juga pas lagi pada lari harus dia yang ketangkep sama Anko ? bener-bener malang nasibnya dan sekarang dia terpaksa jadi babu dadakan guru galak itu.

"Bicara apa kamu Hidan?" Anko segera melirik ke arah Hidandengan serem yang berada di belakangnya.

"Gak, kok. Cuma bilang kalau tadi ada macan betina lewat," jawab Hidan asal.

Hidan dan Anko kembali berjalan menuju stasiun kereta dengan hening. Dua orang yang biasanya bawel itu sama-sama diem sampai akhirnya mereka tiba di stasiun.

Begitu di dalam kereta Hidan sukses diliatin sama orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh, seolah-olah dia itu mahkluk planet nan jauh di sana yang baru saja mendarat di bumi.

"Jangan pasang muka kayak begitu," celetuk Anko yang menahan rasa gelinya saat melihat Hidan ngadu pelotot sama orang-orang yang ada di dalam kereta dan sayangnya orang-orang itu pada gak takut sama dia malah bales melototin. "Jelek tau kayak kantong kresek kena injek!" ucapnya sambil ketawa-ketawa gaje liat tampang muridnya yang lagi bete abis gara-gara gagal tampil garang.

"Ceh... " Hidan berdecih. Kemudian dia mengeluarkan ear's phone dan langsung dia pake buat nyumbat kupingnya yang panas gara-gara omongan Anko. Mendingan dia dengerin lagu daripada dengerin auman macan.

Hari ini dia bener-bener sial dan ngerasa dikerjain sama Anko abis-abisan. Gimana gak? Udah disuruh bersihin toilet sekolah, ngerapihin buku-buku di perpustakaan plus bawain semua buku-buku itu, ujung-ujungnya dia malah disuruh ikut belanja buat bawain barang belanjaannya! Ck ck ck bener-bener perbudakan yang sudah terencana.

Di dalam kereta dia malah makin sebel lantaran orang-orang ngeliatin dia dengan tatapan aneh. Mungkin pada mikir kalau dia itu kantong belanjaan berjalan? Gak sepenuhnya salah sih, toh emang nyatanya dia emang lagi bawa kantong belanjaan yang banyaknya ampun-ampunan sampe kedua tangan (plus leher) penuh sama bawaannya Anko. Sementara si guru malah asik duduk santai gak peduli sama penderitaan muridnya.

Tut... Tut...

Akhirnya kereta yang mereka naiki jalan juga. Setidaknya itu kereta tidak diam di tempat. Semakin cepat mereka sampai semakin cepat dia terlepas dari siksaan sang macan betina (aka Anko). Tapi baru kereta berjalan lima menit, Anko yang duduk persis di sebelah Hidan udah diserang kantuk yang luar biasa. Matanya mulai kerlap-kerlip kayak lampu disko.

Pluk...

Anko berhasil tidur dengan kepala yang mendarat dengan selamat di bahu Hidan.

Groook... Groook...

Dengan muka tanpa dosa sang guru asik ngorok hebat sampe orang-orang di kereta ngeliatin mereka berdua.

'Ya, elah ini orang. Bisa-bisanya dia tidur sambil ngorok gede begini!' batin Hidan sweatdrop. 'Ini mending gua bangunin apa kagak, ya? Gak enak diliatin orang-orang. Tapi kalo gua bangunin trus dia ngamuk gimana? Bisa-bisa dia nelen gua idup-idup, hiiii serem... ' Hidan dilema antara mau bangunin Anko atau gak dan mendadak dia jadi ngeri sendiri pas bayangin Anko ngamuk-ngamuk ke dia. 'Biarin aja deh. Bodo amat sama orang-orang daripada nyawa gua melayang di sini.' Hidan akhirnya cuek. Dia lebih mengutamakan nyawanya tentu saja.

10 menit kemudian...

Staisun pertama udah kelewat dan Anko udah gak ngorok lagi. Baguslah, minimal orang-orang udah gak ngeliatin mereka. Tapi sekarang bosan melanda Hidan. Dia bosan, bete dan jenuh campur suntuk sama males. Dia nengok ke samping dan ada seekor macan yang lagi asik nempel tidur di bahunya dengan damai.

'Ini mahkluk ternyata kalau tidur bisa keliatan cakep juga... ' kata Hidan dalam hati yang gak sadar dia jadi mesem-mesem sendiri sambil ngeliatin Anko. Orang-orang yang berada diradius satu meter dari Hidan langsung pada geser tempat duduk atau pada pindah gerbong, lantaran pada ngeri ngira Hidan punya kelainan.

Dua stasiun dilewatin dan Hidan tetep betah melakukan aksi cengar-cengirnya sambil liatin Anko yang entah kenapa menjadi sebuah objek yang begitu menarik di mata Hidan sejak beberapa menit lalu. Sampai akhirnya mereka tiba di stasiun ketiga.

'Wah, dikit lagi mau turun. Kayanya gua harus bangunin Anko-sensei,' ucap Hidan yang sebenernya ngeri banget bangunin macan yang lagi tertidur.

"Anko-sensei... Anko-sensei bangun, dikit lagi mau turun... Sensei... " Hidan pun melakukan aksi colek-mencolek.

'Ini orang kebo apa macan, sih? Dibangunin susah banget!' Hidan geregetan sendiri lantaran Anko susah diajak kompromi buat bangun.

Cowok itu mendekatkan wajahnya sedikit ke Anko. Niatnya sih dia mau teriak sekenceng-kencengnya biar si Anko bangun. Namun sayang terjadi sebuah insiden yang sangat tak terduga. Mendadak itu kereta jalan lagi dan membuat sedikit guncangan. Hidan yang lagi nengok ke Anko dengan posisi muka yang begitu deket (banget) ke muka Anko hilang keseimbangan dan...

Cup!

Terjadilah insiden ciuman yang tanpa disengaja. Disaat itu juga Anko terbangun dan kaget. Hidan langsung keringet dingin pas ngeliat Anko bangun dan kepalanya udah berasep (mau meletus apa itu kepala?).

"DASAR MESUUUM!" teriak Anko langsung ngamuk seketika.

WATTA!

Satu tinju pun melayang dan sukses menerbangkan Hidan sampe ke gerbong belakang.

"Hosh... Hosh... Hosh... " saking keselnya si Anko jadi megap-megap gitu. Sementara para penumpang yang kebetulan lewat di gerbong itu langsung pada ngacir gara-gara ngeri ngeliat keganasan Anko.

"MULAI SEKARANG TIAP MASUK SEKOLAH KAMU HARUS PUSH UP 100 KALI DULU BARU BOLEH MASUK!".

Hidan pasrah sama hukuman yang dikasih Anko. Ayolah, mendingan dia push up daripada harus ditonjok lagi. Bisa-bisa dia mental ke angkasa terus gak turun-turun lagi nyangkut di bulan (oke, ini anak otaknya lebay). Intinya dia bakalan kehilangan harga (sekilo berapa?) dirinya kalau sampai si Anko nonjok dia lagi. Mau ditaro di mana coba mukanya? Yang ada anak-anak akatsuki pada ngetawain dia lagi. Gimana nasib para akatsuki (terutama Hidan) selanjutnya? Gimana perseteruan akatsuki dengan red cross?

TBC


A/N : hayo, siapakah cewek rambut coklat itu? Dia kayanya bakalan jadi Calon Itachi nanti. Sementara Hidan kayaknya dipantek mati buat Anko. Thanks buat yang udah kasih sran untuk couple semoga tidak mengecewakan.

.

.

Thanks For Reading.